Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

Bertaubat Dari Meninggalkan Kebaikan

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

وَلَيْسَت التَّوْبَة من فعل السَّيِّئَات فَقَط كَمَا يظنّ كثير من الْجُهَّال لَا يتصورون التَّوْبَة إِلَّا عَمَّا يَفْعَله العَبْد من القبائح كالفواحش والمظالم بل التَّوْبَة من ترك الْحَسَنَات الْمَأْمُور بهَا أهم من التَّوْبَة من فعل السَّيِّئَات الْمنْهِي عَنْهَا فَأكْثر الْخلق يتركون كثيرا مِمَّا أَمرهم الله بِهِ من أَقْوَال الْقُلُوب وأعمالها وأقوال الْبدن وأعماله وَقد لَا يعلمُونَ أَن ذَلِك مِمَّا أمروا بِهِ أَو يعلمُونَ الْحق وَلَا يتبعونه فيكونون إِمَّا ضَالِّينَ بِعَدَمِ الْعلم النافع وَإِمَّا مغضوبا عَلَيْهِم بمعاندة الْحق بعد مَعْرفَته

“Taubat itu bukan hanya dari perbuatan buruk saja sebagaimana yang disangka oleh orang yang dangkal ilmunya dimana mereka menyangka bahwa taubat itu hanya dari perbuatan buruk seperti zina dan perbuatan yang zholim..

Justru taubat dari meninggalkan kebaikan yang diperintahkan lebih penting, seperti ucapan dan perbuatan hati, juga ucapan dan perbuatan badan..

Terkadang mereka tidak mengetahui bahwa itu adalah diperintahkan.. atau mengetahui kebenaran namun tidak mengikutinya. Sehingga menjadi sesat akibat ilmunya tidak bermanfaat.. atau dimurkai oleh Allah akibat menolak kebenaran setelah mengetahuinya..”

(Jami’ Rosail Ibnu Taimiyah 1/228)

Betapa seringnya kita meninggalkan perintah..

Selain juga kita banyak maksiat..
Kita diperintahkan mengingkari kemungkaran walaupun dengan hati..
Namun kita sering meninggalkan itu..

Amal-amal hati yang wajib seperti tawakal, ikhlas, cinta dan benci karena Allah dan sebagainya..
Amat kurang melaksanakannya..

Ya Allah ampunilah semua dosa-dosa kami..
Dan maafkan kami yang banyak meninggalkan perintah-Mu..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Itulah Dunia

Ibnul Jauzi rohimahullah berkata,

لا عيش في الدنيا إلا للقنوع باليسير، فإنه كلما زاد الحرص على فضول العيش زاد الهم وتشتت القلب واستعبد العبد.

“Tak ada kehidupan (yang tenang) di dunia kecuali dengan merasa qona’ah dengan yang sedikit. Karena semakin bertambah ketamakan seorang insan untuk meraih kelebihan, semakin bertambah juga kegundahan. Hatinya pun bercerai berai dan si hamba pun semakin diperbudak..”

(Shoidul Khathir 606)

Itulah dunia..
Semakin dikejar semakin menyibukkan hati dari kehidupan akherat..

Maka carilah dunia untuk kebaikan akherat..
Bukan dengan hati yang tamak dan rakus..
Niscaya dunia menjadi kebaikan bagi seorang hamba..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Lebih Berat

Syaikh Muhammad bin Sholih Utsaimin rohimahullah berkata,

المعصية بعد النعمة أشد من المعصية قبل النعمة ؛ لقوله تعالى: ﴿ وَعَصَيْتُم مِّن بَعْدِ مَا أَرَاكُم مَّا تُحِبُّونَ ۚ ﴾

“Maksiat setelah nikmat lebih berat dari maksiat sebelum nikmat. Karena Allah berfirman yang artinya, “Dan kalian bermaksiat setelah Allah memperlihatkan kepada kalian apa yang kalian sukai..” (Aali Imran: 152)

Karena nikmat itu hendaknya menimbulkan syukur..
Bukan malah dibalas dengan kufur..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kaidah Akhlak Mulia

Syaikh Abdul Qodir Al Jilani rohimahullah berkata,

كن مع الحق بلا خلق وكن مع الخلق بلا نفس

“Hendaklah saat bersama Allah, tanpa makhluk.. dan saat bersama makhluk, tanpa ego pribadi..”

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

فتأمل ما أجل هاتين الكلمتين، مع اختصارهما، وما أجمعهما لقواعد السلوك ولكل خلق جميل ؟ وفساد الخلق إنما ينشأ من توسط الخلق بينك وبين الله تعالى.

وتوسط النفس بينك وبين خلقه. فمتى عزلت الخلق – حال كونك مع الله تعالى-
وعزلت النفس – حال كونك مع الخلق – فقد فزت

Perhatikanlah betapa agungnya dua kalimat ini padahal amat ringkas namun mencakup kaidah-kaidah suluk dan akhlak yang mulia..

Karena rusaknya akhlak adalah akibat hubungan antara hamba dengan Allah dirusak oleh makhluk, dan adanya ego pribadi saat berhubungan dengan makhluk.

Saat engkau fokus kepada Allah dan tidak mengingat makluk saat bermunajat kepada-Nya, dan engkau tinggalkan ego pribadi saat berhubungan dengan makluk, maka engkau akan sukses.

(Madaarijus Saalikiin 2/310)

Saat berhubungan dengan Allah, maka kosongkan hati dari makhluk.. dan saat berhubungan dengan makhluk, maka kosongkan hati dari ego pribadi..

📝
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kedudukanmu Di Sisi Allah

إذا أردت أن تعرف قدرك عند الله
فانظر أين أقامك

“Jika kau ingin tahu derajatmu di sisi Allah maka lihatlah di mana Dia mendudukkanmu..

وإذا شغلك بالقرآن
فاعلم أنه يريد أن يحدثك

Jika Dia menyibukkanmu dengan Al Qur’an berarti Dia ingin berbicara denganmu..

وإذا شغلك بالطاعات
فاعلم أنه قربك

Jika Dia menyibukkanmu dengan ketaatan berarti Dia ingin mendekatkanmu..

وإذا شغلك بالدنيا
فاعلم أنه أبعدك

Jika Dia menyibukkanmu dengan dunia berarti Dia menjauhkanmu..

وإذا شغلك بالناس
فاعلم أنه أهانك

Jika Dia menyibukkanmu dengan manusia berarti Dia menghinakanmu..

وإذا شغلك بالدعاء
فاعلم أنه يريد أن يعطيك

Jika Dia menyibukkanmu berdo’a berarti Dia hendak memberimu..

فانظر لحالك بم أنت مشغول

Lihatlah keadaanmu dengan (melihat) di mana kamu disibukkan..!

فمقامك حيث أقامك

Maka kedudukanmu sesuai dengan di mana Dia mendudukkanmu..

اللهم أعنا على ذكرك وشكرك
وحسن عبادتك

Ya Allah, tolonglah kami untuk mengingatMu, bersyukur kepadaMu dan beribadah dengan baik kepadaMu..”

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kawatir Jatuh Kepada Kesyirikan

Syaikh Muhammad Attamimi rohimahullah berkata,

الشرك قد يقع ممن هو أعلم الناس
‏وأصلحهم وهو لا يدري،
‏كما قال رسول الله صلى الله عليه وسلم
‏”الشرك أخفى من دبيب النمل”

“Kesyirikan bisa terjadi kepada orang yang paling berilmu dalam keadaan ia tida tahu. Sebagaimana sabda Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam, “Syirik itu lebih tersembunyi dari langkah semut..”

(Al Jawahir Al Mudhiah, 23)

Para nabi khawatir dirinya jatuh kepada kesyirikan…
Mereka berlindung kepada Allah darinya..
Karena hati itu mudah berubah ubah..

Maka janganlah kita merasa aman dari syirik..
Walaupun kita telah mempelajari tauhid bertahun tahun lamanya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Termasuk Keanehan

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

ومن العجب أنّ الإنسان يهون عليه التحفظ والاحتراز من أكل الحرام والظلم والزنا والسرقة وشرب الخمر ومن النظر المحرّم وغير ذلك، ويصعب عليه التحفظ من حركة لسانه، حتى ترى الرجلَ يشار إليه بالدين والزهد والعبادة، وهو يتكلّم بالكلمات من سخط الله، لا يُلقي لها بالا يزِلّ بالكلمة الواحدة منها أبعد مما بين المشرق والمغرب!

“Termasuk keanehan adalah seorang insan mudah baginya untuk tidak memakan yang haram, tidak berbuat zholim, zina, mencuri, minum arak, dan dari melihat yang haram, namun sulit baginya untuk menahan lisan..

Hingga kamu lihat orang yang memiliki agama, zuhud dan ibadah berbicara dengan kata-kata yang dimurkai oleh Allah sementara ia tak peduli dengannya.

Padahal ucapan buruk tersebut membuat ia terpeleset dalam api neraka sejauh timur dan barat..”

‏الداء والدواء (366-367)

Lidah itu tak bertulang..
Tapi dosanya rata-rata besar..
Ghibah, dusta, menyakiti hati orang, mencaci maki, membully dsb..

Di zaman ini lisan diwakili oleh jempol dan jari jemari yang mengetik ucapan di media sosial..

Kita memohon kepada Allah keselamatan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Berharap “LIKE”

Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لكلِّ عملٍ شِرَّةٌ ، و لكلَّ شِرَّةٍ فترةٌ ، فإنْ كان صاحبِها سَدَّدَ أو قارَبَ فارْجُوه ، و إن أُشيِرَ إليه بالأصابعِ فلا تَعُدُّوهُ

“Setiap amal itu ada masa semangat, dan setiap masa semangat ada masa futur (lemah). Jika pelakunya bersikap lurus (tidak berlebihan) dan dekat kepada perbuatan yang sempurna, maka berharaplah ia istiqomah. Tapi jika ia diacungkan jempol kepadanya, maka jangan menganggapnya..” (HR Attirmidzi no 2453)

Al Mubarokfuri rohimahullah berkata menafsirkan makna, ‘jika ia diacungkan jempol kepadanya’

اجتهد وبالغ في العمل ليصير مشهوراً بالعبادة والزهد وسار مشهوراً مشارا إليه

“Artinya ia bersungguh-sungguh dalam beramal agar ia masyhur dengan ibadah dan zuhud sehingga diacungkan jempol kepadanya..”

(Tuhfatul Ahwadzi 7/126)

Saat kita hijrah..
Namun masih ingin tampil dan terlihat..
Agar diacungkan jempol kepadanya..
Maka waspadalah..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Gak Ngaruh

Yunus bin Ubaid rohimahullah pernah terkena musibah. Lalu ada yang berkata kepadanya, “Ibnu Auf tidak datang menjengukmu..”

Yunus bin Ubaid berkata:

إنَّا إذا وثِقنا بِمَودَّةِ أخينا لَم يَضُرُّهُ أن لا يأتينا*

“Kami jika telah percaya saudara kami mencintai kami, maka tidak datangnya ia tidak merusak (persahabatan)nya..”

(Raudhotul Uqola hal. 89)

Berhusnuzhon kepada sahabat saleh yang mencintai kita..
Adalah tonggak persahabatan..

Sedangkan berburuk sangka adalah benih benih retaknya persahabatan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Orang Yang Sombong

Orang yang sombong itu suka menolak kebenaran dan meremehkan orang lain..

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الكبر: بطر الحقِّ وغمط النَّاس

“Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain..” (HR Muslim)

Bahkan bukan hanya menolak kebenaran..
Ia malah mencari cari kesalahan orang yang menyampaikannya..

Na’uudzu billah min dzalik..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى