Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

Tips Bagi Penuntut Ilmu

Imam Ibnu Syihab Az Zuhri rohimahullah berkata,

إن هذا العلم إن أخذته بالمكاثرة غلبك، ولم تظفر منه بشيءٍ، ولكن خذه مع الأيام والليالي أخذاً رفيقاً تظفر به

“Ilmu ini jika kamu ambil sekaligus banyak akan membuatmu lemah dan kamu juga tidak akan mendapat apa apa. Tapi ambillah sedikit demi sedikit bersama berlalunya malam dan hari niscaya kamu akan berhasil..”

(Hilyatul Auliya’ 3/364)

Beliau juga berkata,

من طلب العلم جملة فاته جملة، وإنما يدرك العلم حديث وحديثان

“Siapa yang menuntut ilmu sekaligus, maka akan hilang juga sekaligus. Tapi ilmu itu diraih satu atau dua hadits dahulu..”

(Al Jami karya Al Khathib no 452)

Cara ini memudahkan bagi para penuntut ilmu..
Karena kita tidak dituntut untuk menguasai seluruh ilmu..

Namun yang terpenting adalah kontinyu sampai akhir hayat..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Yakinlah

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

ادعوا اللَّهَ وأنتُم موقِنونَ
‏بالإجابَةِ،
‏واعلَموا أنَّ اللَّهَ لا يستجيبُ
‏دعاءً من قلبٍ غافلٍ لاهٍ.

“Berdo’alah kepada Allah dalam keadaan kamu yakin diijabah. Dan ketahuilah bahwa Allah tidak akan mengijabah do’a orang yang hatinya lalai..”

(HR Attirmidzi)

Saat berdo’a..
Yakinlah bahwa Allah pasti mengabulkan do’a kita..
Namun serahkan waktu pengabulannya kepada Allah..
Karena Dia lebih mengetahui dan Maha Kasih Sayang..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Agar Terjaga Semua Urusan

● Allah Ta’ala berfirman tentang lisan,

يٰٓاَيُّهَا الَّذِيْنَ اٰمَنُوا اتَّقُوا اللّٰهَ وَقُوْلُوْا قَوْلًا سَدِيْدًاۙ (٧٠)

“Wahai orang-orang yang beriman..! bertakwalah kamu kepada Allah dan ucapkanlah perkataan yang benar..”

يُّصْلِحْ لَكُمْ اَعْمَالَكُمْ وَيَغْفِرْ لَكُمْ ذُنُوْبَكُمْۗ وَمَنْ يُّطِعِ اللّٰهَ وَرَسُوْلَهٗ فَقَدْ فَازَ فَوْزًا عَظِيْمًا (٧١)

“niscaya Allah akan memperbaiki amal-amalmu dan mengampuni dosa-dosamu, dan barangsiapa mentaati Allah dan Rosul-Nya, maka sungguh, dia menang dengan kemenangan yang agung..”

(Qs. Al-Ahzab ayat 70-71)

● Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda tentang sholat,

أولُ ما يحاسبُ بهِ العبدُ يومَ القيامةِ الصَّلاةُ ، فإنْ صَلَحَتْ ، صَلَحَ سائِرُ عَمَلِه ، و إنْ فَسَدَتْ فَسَدَ سائِرُ عَمَلِه

“Pertama yang akan dihisab dari hamba adalah sholatnya. Jika sholatnya baik maka amal lainnya akan baik, dan jika sholatnya rusak maka amal lain pun ikut rusak..”

(Shohih Targhiib no 376 dari Anas bin Malik)

● Yunus bin Ubaid rohimahullah berkata,

“Ada dua perkara yang bila keduanya baik maka akan baik pula urusannya yang lain.. yaitu sholat dan lisannya..”

(Siyar A’lam Nubala 6 / 293)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Terlalu Percaya Diri

Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

قد يكون الرجل من أذكياء العالم.وأحدّهم نظراً ويعمه الله عن أظهر الأشياء
‏وقد يكون من أبلد الناس وأضعفهم نظرا
‏ويهديه الله لما اختلف فيه من الحق بإذنه
‏فلاحول ولاقوة إلا به فمن اتكل على نظره
‏واستدلاله أو عقله ومعرفته ، خذل

“Terkadang orang yang paling cerdas dan pintar dibutakan oleh Allah untuk melihat sesuatu yang amat jelas (kebenarannya).. dan terkadang orang yang paling bodoh diberikan hidayah oleh Allah kepada kebenaran dalam masalah yang diperselisihkan dengan izin-Nya..

Karena tidak ada daya dan kekuatan kecuali dengan izin-Nya..

Siapa yang bersandar kepada kecerdasan dan kepintaran akal dan pengetahuannya, maka dihinakan oleh Allah..”

(Dar’u Ta’arudh Aql wan-Naql 9/43)

Tak perlu bersombong dengan titel dan kepintaran..
Karena hidayah itu milik Allah..

Hidayah tidak diberikan sesuai titel dan kedudukan..
Tapi Allah berikan kepada siapa yang Dia kehendaki..

Maka bertawakallah hanya kepada Allah dan mohonlah hidayah kepada-Nya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Bertaubat Dari Meninggalkan Kebaikan

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

وَلَيْسَت التَّوْبَة من فعل السَّيِّئَات فَقَط كَمَا يظنّ كثير من الْجُهَّال لَا يتصورون التَّوْبَة إِلَّا عَمَّا يَفْعَله العَبْد من القبائح كالفواحش والمظالم بل التَّوْبَة من ترك الْحَسَنَات الْمَأْمُور بهَا أهم من التَّوْبَة من فعل السَّيِّئَات الْمنْهِي عَنْهَا فَأكْثر الْخلق يتركون كثيرا مِمَّا أَمرهم الله بِهِ من أَقْوَال الْقُلُوب وأعمالها وأقوال الْبدن وأعماله وَقد لَا يعلمُونَ أَن ذَلِك مِمَّا أمروا بِهِ أَو يعلمُونَ الْحق وَلَا يتبعونه فيكونون إِمَّا ضَالِّينَ بِعَدَمِ الْعلم النافع وَإِمَّا مغضوبا عَلَيْهِم بمعاندة الْحق بعد مَعْرفَته

“Taubat itu bukan hanya dari perbuatan buruk saja sebagaimana yang disangka oleh orang yang dangkal ilmunya dimana mereka menyangka bahwa taubat itu hanya dari perbuatan buruk seperti zina dan perbuatan yang zholim..

Justru taubat dari meninggalkan kebaikan yang diperintahkan lebih penting, seperti ucapan dan perbuatan hati, juga ucapan dan perbuatan badan..

Terkadang mereka tidak mengetahui bahwa itu adalah diperintahkan.. atau mengetahui kebenaran namun tidak mengikutinya. Sehingga menjadi sesat akibat ilmunya tidak bermanfaat.. atau dimurkai oleh Allah akibat menolak kebenaran setelah mengetahuinya..”

(Jami’ Rosail Ibnu Taimiyah 1/228)

Betapa seringnya kita meninggalkan perintah..

Selain juga kita banyak maksiat..
Kita diperintahkan mengingkari kemungkaran walaupun dengan hati..
Namun kita sering meninggalkan itu..

Amal-amal hati yang wajib seperti tawakal, ikhlas, cinta dan benci karena Allah dan sebagainya..
Amat kurang melaksanakannya..

Ya Allah ampunilah semua dosa-dosa kami..
Dan maafkan kami yang banyak meninggalkan perintah-Mu..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Itulah Dunia

Ibnul Jauzi rohimahullah berkata,

لا عيش في الدنيا إلا للقنوع باليسير، فإنه كلما زاد الحرص على فضول العيش زاد الهم وتشتت القلب واستعبد العبد.

“Tak ada kehidupan (yang tenang) di dunia kecuali dengan merasa qona’ah dengan yang sedikit. Karena semakin bertambah ketamakan seorang insan untuk meraih kelebihan, semakin bertambah juga kegundahan. Hatinya pun bercerai berai dan si hamba pun semakin diperbudak..”

(Shoidul Khathir 606)

Itulah dunia..
Semakin dikejar semakin menyibukkan hati dari kehidupan akherat..

Maka carilah dunia untuk kebaikan akherat..
Bukan dengan hati yang tamak dan rakus..
Niscaya dunia menjadi kebaikan bagi seorang hamba..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Lebih Berat

Syaikh Muhammad bin Sholih Utsaimin rohimahullah berkata,

المعصية بعد النعمة أشد من المعصية قبل النعمة ؛ لقوله تعالى: ﴿ وَعَصَيْتُم مِّن بَعْدِ مَا أَرَاكُم مَّا تُحِبُّونَ ۚ ﴾

“Maksiat setelah nikmat lebih berat dari maksiat sebelum nikmat. Karena Allah berfirman yang artinya, “Dan kalian bermaksiat setelah Allah memperlihatkan kepada kalian apa yang kalian sukai..” (Aali Imran: 152)

Karena nikmat itu hendaknya menimbulkan syukur..
Bukan malah dibalas dengan kufur..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kaidah Akhlak Mulia

Syaikh Abdul Qodir Al Jilani rohimahullah berkata,

كن مع الحق بلا خلق وكن مع الخلق بلا نفس

“Hendaklah saat bersama Allah, tanpa makhluk.. dan saat bersama makhluk, tanpa ego pribadi..”

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

فتأمل ما أجل هاتين الكلمتين، مع اختصارهما، وما أجمعهما لقواعد السلوك ولكل خلق جميل ؟ وفساد الخلق إنما ينشأ من توسط الخلق بينك وبين الله تعالى.

وتوسط النفس بينك وبين خلقه. فمتى عزلت الخلق – حال كونك مع الله تعالى-
وعزلت النفس – حال كونك مع الخلق – فقد فزت

Perhatikanlah betapa agungnya dua kalimat ini padahal amat ringkas namun mencakup kaidah-kaidah suluk dan akhlak yang mulia..

Karena rusaknya akhlak adalah akibat hubungan antara hamba dengan Allah dirusak oleh makhluk, dan adanya ego pribadi saat berhubungan dengan makhluk.

Saat engkau fokus kepada Allah dan tidak mengingat makluk saat bermunajat kepada-Nya, dan engkau tinggalkan ego pribadi saat berhubungan dengan makluk, maka engkau akan sukses.

(Madaarijus Saalikiin 2/310)

Saat berhubungan dengan Allah, maka kosongkan hati dari makhluk.. dan saat berhubungan dengan makhluk, maka kosongkan hati dari ego pribadi..

📝
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kedudukanmu Di Sisi Allah

إذا أردت أن تعرف قدرك عند الله
فانظر أين أقامك

“Jika kau ingin tahu derajatmu di sisi Allah maka lihatlah di mana Dia mendudukkanmu..

وإذا شغلك بالقرآن
فاعلم أنه يريد أن يحدثك

Jika Dia menyibukkanmu dengan Al Qur’an berarti Dia ingin berbicara denganmu..

وإذا شغلك بالطاعات
فاعلم أنه قربك

Jika Dia menyibukkanmu dengan ketaatan berarti Dia ingin mendekatkanmu..

وإذا شغلك بالدنيا
فاعلم أنه أبعدك

Jika Dia menyibukkanmu dengan dunia berarti Dia menjauhkanmu..

وإذا شغلك بالناس
فاعلم أنه أهانك

Jika Dia menyibukkanmu dengan manusia berarti Dia menghinakanmu..

وإذا شغلك بالدعاء
فاعلم أنه يريد أن يعطيك

Jika Dia menyibukkanmu berdo’a berarti Dia hendak memberimu..

فانظر لحالك بم أنت مشغول

Lihatlah keadaanmu dengan (melihat) di mana kamu disibukkan..!

فمقامك حيث أقامك

Maka kedudukanmu sesuai dengan di mana Dia mendudukkanmu..

اللهم أعنا على ذكرك وشكرك
وحسن عبادتك

Ya Allah, tolonglah kami untuk mengingatMu, bersyukur kepadaMu dan beribadah dengan baik kepadaMu..”

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kawatir Jatuh Kepada Kesyirikan

Syaikh Muhammad Attamimi rohimahullah berkata,

الشرك قد يقع ممن هو أعلم الناس
‏وأصلحهم وهو لا يدري،
‏كما قال رسول الله صلى الله عليه وسلم
‏”الشرك أخفى من دبيب النمل”

“Kesyirikan bisa terjadi kepada orang yang paling berilmu dalam keadaan ia tida tahu. Sebagaimana sabda Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam, “Syirik itu lebih tersembunyi dari langkah semut..”

(Al Jawahir Al Mudhiah, 23)

Para nabi khawatir dirinya jatuh kepada kesyirikan…
Mereka berlindung kepada Allah darinya..
Karena hati itu mudah berubah ubah..

Maka janganlah kita merasa aman dari syirik..
Walaupun kita telah mempelajari tauhid bertahun tahun lamanya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى