Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

Agar Allah Menghilangkan Kesusahan Kita Kelak Di Akherat

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

من نفس عن مؤمن كربة من كرب الدنيا ، نفس الله عنه كربة من كرب يوم القيامة ،
‏ومن يسّر على معسر ، يسّر الله عليه في الدنيا والآخرة ،
‏ومن ستر مسلما ستره الله في الدنيا والآخرة ،
‏والله في عون العبد ما كان العبد في عون أخيه

● Siapa yang menghilangkan satu kesusahan dunia seorang mukmin maka Allah akan hilangkan satu kesusahannya dari kesusahan-kesusahan di akherat.

● Siapa yang memberi kemudahan kepada orang yang sulit membayar hutang karena miskin maka Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akherat.

● Siapa yang menutupi aib muslim maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akherat.

Allah senantiasa membantu hamba-Nya selama hamba itu senantiasa membantu saudaranya.

(HR Muslim)

Kesusahan di akherat jauh lebih dahsyat dari kesusahan dunia..

Maka tidakkah kita ingin dihilangkan kesusahan kita di akherat kelak dengan membantu saudara kita yang sedang kesusahan..??!

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Tiga Tanda Kebinasaan

Berkata Imam Muhammad bin Fadhl Al Balkhi rohimahullah,

: ” علامة الشقاوة ثلاثة أشياء: يرزق العلم ويحرم العمل، ويرزق العمل ويحرم الإخلاص، ويرزق صحبة الصالحين ولا يحترم لهم1]“.

Tanda-tanda kebinasaan itu ada 3 :

– diberikan rizki ilmu tapi terhalang untuk beramal

– diberikan rizki untuk beramal tapi terhalang dari ikhlas, dan

– diberikan rizki berteman dengan orang sholeh tapi tidak bisa memuliakan mereka.

(Mawa’idz Sholihin hal 386)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Jangan Dengki

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحبه لنفسه من الخير

“Tidak beriman seseorang dari kamu sampai ia menyukai untuk saudaranya apa yang ia sukai dari kebaikan..”

Orang yang dengki..
Hatinya selalu panas saat melihat kenikmatan orang lain..
Ia tidak rela dengan ketentuan Allah kepadanya..
Hatinya sempit dan tidak lapang..

Berbeda dengan orang yang beriman..
Ia merasa gembira saat melihat saudaranya diberi kenikmatan..
Dan merasa sedih saat saudaranya ditimpa kesusahan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Melihat Dengan Jeli

Ibnu Hazm rohimahullah berkata,

فمن حقق النظر..كان اغتباطه بذمِّ الناس إياه أشدَّ من اغتباطه بمدحهم إياه لأن مدحهم إياه إن كان بحقٍّ, وبلغه مدحُهُم له, أسرى ذلك فيه العُجب, فأفسد بذلك فضائله وإن كان بباطلٍ فبلغه فسُرَّ فقد صار مسروراً بالكذب, وهذا نقص شديد. وأما ذمُّ الناس إياه, فإن كان بحق فبلغه, فربما كان ذلك سبباً إلى تجنُّبه ما يُعاب عليه, وهذا حظ عظيم, لا يزهدُ فيه إلا ناقص, وإن كان بباطلٍ فصبر, اكتسب فضلاً زائداً بالحلم والصبر, وكان مع ذلك غانماً لأنه يأخذ حسنات من ذمَّه بالباطل

“Barangsiapa yang melihat dengan jeli, maka ia lebih senang dengan celaan manusia kepadanya melebihi rasa senang dengan pujian mereka..

Karena pujian mereka, jika benar, sering menyeret kepada rasa ujub sehingga dapat merusak keutamaannya..

Dan jika tidak benar, lalu ia bergembira dengannya maka ia bergembira dengan kedustaan..
Tentu ini kekurangan yang berat..

Adapun celaan manusia..
Jika benar maka barangkali itu membuatnya memperbaiki diri..
Tentu ini adalah keuntungan yang besar dimana orang yang tidak menginginkan ini biasanya kurang akalnya..

Jika celaan itu tidak benar lalu ia bersabar, maka ia mendapatkan keutamaan yang lebih dengan menahan emosi dan sabar..
Ditambah lagi ia mendapat keuntungan dengan mengambil pahala orang yang mencelanya secara tidak benar..”

(Mudawatun-Nufus – Ibnu Hazm)

Subhanallah..
Tapi seringnya kita lebih suka pujian..
Dan marah saat dicela manusia..
Lalu ingin membalas dendam dengan yang lebih parah..
Sehingga hilanglah banyak pahala dan kebaikan..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Rahmat Allah Mengalahkan Kemurkaan-Nya

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لما خلق الله الخلق كتب في كتابه، فهو عنده فوق العرش: إن رحمتي تغلب غضبي

“Ketika Allah telah selesai menciptakan semua makhluk, Dia menulis dalam kitab-Nya yang berada di atas ‘Arasy di sisi-Nya bahwa ‘rahmat-Ku mengalahkan kemurkaan-Ku..”

(HR Bukhari dan Muslim)

Allah terus memberi nikmat kepada kita..
Padahal kita banyak berbuat dosa..
Dan sangat kurang bersyukur..

Allah pun memberi nikmat kepada orang orang yang tidak beriman kepada-Nya…
Terkadang memberi mereka hidayah kepada islam dengan karunia-Nya..

Kalaulah murka Allah mendahului rahmat-Nya..
Akan habislah semua orang yang memaksiati-Nya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Ketika Hati Telah Bergantung Kepada Allah

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

لا يؤمر الناس بترك الدنيا، فإنهم لا يقدرون على تركها، لكن يؤمر الناس بترك الذنوب،
‏فترك الدنيا فضيلة، وترك الذنوب فريضة.
‏فإن صعب عليهم ترك الذنوب، حبب إليهم ربهم بذكر إنعامه وإحسانه وصفات كماله
‏فإذا تعلقت القلوب بالله، هان عليها ترك الذنوب.

“Manusia tidak diperintahkan untuk meninggalkan dunia karena mereka tidak akan mampu meninggalkan dunia..

Namun mereka diperintahkan untuk meninggalkan dosa. Walaupun meninggalkan dunia itu keutamaan tapi meninggalkan dosa adalah kewajiban..

Jika meninggalkan dosa bagi mereka terasa sulit, maka jadikanlah mereka mencintai Allah.. dengan mengingatkan kepada mereka :
– nikmat nikmat-Nya,
– kebaikan-Nya, dan
– sifat sifat-Nya yang sempurna.

Karena apabila hati telah bergantung kepada Allah, maka mudah baginya meninggalkan dosa..”

(Al Fawaid hal. 247)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Keberkahan Dalam Rezeki Dan Umur

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

وَلَيْسَتْ سَعَةُ الرِّزْقِ وَالْعَمَلِ بِكَثْرَتِهِ ، وَلَا طُولُ الْعُمُرِ بِكَثْرَةِ الشُّهُورِ وَالْأَعْوَامِ ، وَلَكِنَّ سَعَةَ الرِّزْقِ وَطُولَ الْعُمُرِ بِالْبَرَكَةِ فِيهِ .

“Bukanlah luasnya rezeki dan amal itu dengan banyaknya.. dan bukanlah panjang umur itu dengan banyaknya bulan dan tahun. Akan tetapi luasnya rezeki dan panjangnya umur adalah dengan keberkahan padanya..”

(Al Jawabul Kaafi)

Barokah itu dengan banyaknya kebaikan pada harta dan umur..

Adapun harta yang banyak namun sedikit kebaikannya..
Adalah harta yang tidak barokah..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Tiga Amal Yang Paling Berat

Imam Asy Syafi’i rohimahullah berkata,

أشدُّ الأعمال ثلاثة :
‏- الجود من قلَّة ،
‏- والورع في الخلوة ،
‏- وكلمة الحق عند من يُرجى ويُخاف .

Amal yang paling berat ada tiga yaitu :
– dermawan saat susah,
– waro’ saat sendiri, dan
– menyampaikan kebenaran di sisi orang yang kita takuti dan harapkan.

(Sifatushofwah 2/167 – Lihat Kitab Mawa’idz Sholihin hal 130)

Banyak orang yang dermawan saat senang dan punya kelebihan harta..
Namun jarang yang dermawan saat susah dan sedikit harta..

Demikian pula sikap waro’..
Yaitu meninggalkan segala sesuatu yang dikhawatirkan merusak akhirat dan keimanan..
Saat sendiri dan tak ada orang melihat..
Kita sering kehilangan sifat waro’..

Saat kita berharap manfaat dari seseorang dan takut manfaat tersebut hilang..
Kita seringkali berat untuk menyampaikan kebenaran kepadanya..

Hanya orang-orang yang Allah kokohkan hatinya..
Dan ia diberi hidayah..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Tak Terasa

Terkadang tak terasa bahwa sebagian hidayah telah Allah ambil dari kita..

– Kekhusyu’an yang telah sirna..
– Tilawah qur’an yang tak lagi dilantunkan..
– Hati yang tak lagi merasa nikmat saat mengingat Allah..

Anehnya.. kita biasa-biasa saja..
Tak sedih dan tidak juga merasa kehilangan..

Namun saat kehilangan sebagian dunia..
Kita stress, sedih dan galau..
Bahkan terkadang menyalahkan ketentuan sang pencipta..

Mungkin dunia lebih besar di hati kita..
Padahal ia tak lebih berharga dari bangkai anak kambing..

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

من سرَّتْهُ حسنتُهُ وساءتْهُ سيِّئتُهُ فهو مؤمنٌ

“Siapa yang merasa gembira dengan amal kebaikannya dan merasa susah dengan amal keburukannya maka ia adalah mukmin..”

(HR. Ahmad dan Attirmidzi)

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Teruslah Berjalan Di Atas Kebaikan

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

إنَّ للشَّيطانِ لمَّةً بابنِ آدمَ وللملَك لمَّةً فأمَّا لمَّةُ الشَّيطانِ فإيعادٌ بالشَّرِّ وتَكذيبٌ بالحقِّ وأمَّا لمَّةُ الملَك فإيعادٌ بالخيرِ وتصديقٌ بالحقِّ فمن وجدَ ذلِك فليعلم أنَّهُ منَ اللهِ فليحمدِ اللَّهَ ومن وجدَ الأخرى فليتعوَّذ باللَّهِ منَ الشَّيطانِ الرَّجيمِ ثمَّ قرأ الشَّيْطَانُ يَعِدُكُمُ الْفَقْرَ وَيَأْمُرُكُمْ بِالْفَحْشَاءِ الآيةَ

“Sesungguhnya setan memiliki bisikan kepada anak Adam, dan malaikatpun memiliki bisikan..

Bisikan setan adalah janji dengan keburukan dan mendustakan kebenaran.

Sedangkan bisikan malaikat adalah janji dengan kebaikan dan membenarkan kebenaran, siapa yang merasakan itu maka hendaklah ia memuji Allah..

Dan siapa yang merasakan yang lain (yaitu bisikan setan) maka hendaklah ia berlindung kepada Allah dari godaan setan yang terkutuk. Kemudian beliau membaca firman Allah yang artinya, “Setan itu menjanjikan kefakiran dan menyuruh kepada dosa..”

(Shohih Sunan At Tirmidzi)

Ketika hendak menuntut ilmu..
Setan membisiki, ‘Nanti kamu tidak mampu mengamalkannya..’

Ketika hendak mengamalkan sunnah..
Setan membisiki, ‘Nanti kamu akan dijauhi orang atau disebut wahabi..’

Maka teruslah berjalan di atas kebaikan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى