Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

Menjadikan Sholat Sebagai Kebutuhan Hidup

Al Hafidz Ibnu Katsir rohimahullah berkata,

إذا أقمت الصلاة أتاك الرزق من حيث لا تحتسب ، كما قال تعالىٰ : { وَأْمُرْ أَهْلَكَ بِالصَّلَاةِ وَاصْطَبِرْ عَلَيْهَا ۖ لَا نَسْأَلُكَ رِزْقًا ۖ نَّحْنُ نَرْزُقُكَ ۗ وَالْعَاقِبَةُ لِلتَّقْوَىٰ } .

“Apabila kamu mendirikan sholat maka rezeki akan mendatangimu dari arah yang tak disangka sangka. Sebagaimana firman Allah Ta’ala,

‘Perintahkanlah keluargamu untuk sholat dan bersabarlah di atas sholat. Kami tidak meminta kepadamu rezeki. Kamilah yang memberimu rezeki. Dan akibat yang baik hanyalah untuk ketaqwaan..’ (Thoha: 132)

Sholat adalah cahaya..
Sholat adalah penggugur dosa..
Sholat adalah pencegah dari perbuatan keji dan mungkar..

Betapa agungnya sholat..
Hingga Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam dipanggil langsung oleh Allah ke langit untuknya..
Hingga para ulama pun memperselisihkan keislaman orang yang meninggalkannya..

Maka jadikanlah sholat sebagai kebutuhan hidup..
Jadikan sholat sebagai penenang jiwa..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Suka Berdusta

Al Hasan bin Sahl rohimahullah berkata,

الكذاب لِصّ
‏لأن اللص يسرقُ مالك
‏والكذاب يسرقُ عقلك
‏ولا تأمن مَنْ كذب لك
‏أنْ يَكذِب عليك
‏ومن اغتاب غيرَك عندك
‏فلا تأمَنْ أن يغتابَك عند غيرك

“Tukang dusta itu pencuri.
Pencuri mencuri hartamu, sedangkan tukang dusta mencuri akalmu..

Jangan merasa aman dari orang yang berdusta untuk keuntunganmu, karena ia bisa berdusta untuk merugikanmu..

Dan orang yang meng-ghibahi orang lain di sisimu, jangan merasa aman dari (dia) meng-ghibahi dirimu di hadapan orang lain..”

(Zahrul Adab 1/386)

Tinggalkanlah orang yang suka berdusta..
Jangan jadikan ia sebagai sehabatmu..
Karena ia adalah seburuk buruk teman yang menemanimu..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Menceritakan Nikmat Allah

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

من لم يشكر القليل، لم يشكر الكثير، ومن لم يشكر الناس، لم يشكر الله، التحدث بنعمة الله شكر، وتركها كفر، والجماعة رحمة، والفرقة عذاب”.

– Siapa yang tidak mensyukuri yang sedikit, ia tidak dapat mensyukuri yang banyak

– Siapa yang tidak berterima kasih kepada manusia maka ia belum berterima kasih kepada Allah

Menceritakan nikmat Allah adalah termasuk syukur dan meninggalkannya termasuk kufur. Al jama’ah itu adalah rahmat dan perpecahan itu adalah adzab.

(HR Ahmad dan dihasankan oleh Syaikh Al Albani)

● Ibnul Qoyyim rohimahullah mengatakan bahwa menceritakan nikmat itu jika tujuannya adalah untuk memperlihatkan karunia Allah maka ia terpuji. Namun jika untuk bersombong maka ia tercela.

(Ar Ruuh hal. 312)

● Contoh menceritakan nikmat adalah perkataan Ibnu Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu,

والذي لا إله غيره، ما نزلَت آية من كتاب الله إلَّا وأنا أعلم فيمن أُنزلت

“Demi Dzat yang tidak ada ilah selain-Nya. Tidak ada satupun ayat dari kitabullah yang turun kecuali aku mengetahui kepada siapa turun..”

(Diriwiyatkan oleh Ibnu Jarir dalam tafsirnya)

● Abu Nu’aim rohimahullah meriwayatkan dari Ali bin Abi Tholib rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

“Demi Allah, tidak ada satu ayat pun kecuali aku mengetahui dimana turunnya dan untuk siapa ia turun. Karena Robbku telah memberiku hati yang faham dan lisan yang selalu bertanya..”

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Akibat Bergaul Dengan Teman Buruk

Bergaul dengan orang-orang buruk..
seringkali membuat kita berburuk sangka kepada orang-orang sholeh..

Karena teman yang buruk mengotori hati..
Membuat kita berpaling dari kebaikan..
Membuat kita cinta dunia..
Sehingga kita menjadi tidak suka kepada orang-orang yang sholeh..

Saat di neraka ia menyesal menjadikan teman buruk itu sebagai teman dekatnya..

Allah berfirman dalam surat al furqon:

يَا وَيْلَتَىٰ لَيْتَنِي لَمْ أَتَّخِذْ فُلَانًا خَلِيلًا (28)

“Aduh andaikan aku dahulu tidak menjadikannya sebagai teman dekatku

لَّقَدْ أَضَلَّنِي عَنِ الذِّكْرِ بَعْدَ إِذْ جَاءَنِي ۗ وَكَانَ الشَّيْطَانُ لِلْإِنسَانِ خَذُولًا (29)

Sungguh ia telah menyesatkanku dari peringatan (al quran) setelah ia datang kepadaku. Dan setan itu berusaha menghinakan manusia..”

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Agar Allah Menghilangkan Kesusahan Kita Kelak Di Akherat

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

من نفس عن مؤمن كربة من كرب الدنيا ، نفس الله عنه كربة من كرب يوم القيامة ،
‏ومن يسّر على معسر ، يسّر الله عليه في الدنيا والآخرة ،
‏ومن ستر مسلما ستره الله في الدنيا والآخرة ،
‏والله في عون العبد ما كان العبد في عون أخيه

● Siapa yang menghilangkan satu kesusahan dunia seorang mukmin maka Allah akan hilangkan satu kesusahannya dari kesusahan-kesusahan di akherat.

● Siapa yang memberi kemudahan kepada orang yang sulit membayar hutang karena miskin maka Allah akan memberinya kemudahan di dunia dan akherat.

● Siapa yang menutupi aib muslim maka Allah akan menutupi aibnya di dunia dan akherat.

Allah senantiasa membantu hamba-Nya selama hamba itu senantiasa membantu saudaranya.

(HR Muslim)

Kesusahan di akherat jauh lebih dahsyat dari kesusahan dunia..

Maka tidakkah kita ingin dihilangkan kesusahan kita di akherat kelak dengan membantu saudara kita yang sedang kesusahan..??!

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Tiga Tanda Kebinasaan

Berkata Imam Muhammad bin Fadhl Al Balkhi rohimahullah,

: ” علامة الشقاوة ثلاثة أشياء: يرزق العلم ويحرم العمل، ويرزق العمل ويحرم الإخلاص، ويرزق صحبة الصالحين ولا يحترم لهم1]“.

Tanda-tanda kebinasaan itu ada 3 :

– diberikan rizki ilmu tapi terhalang untuk beramal

– diberikan rizki untuk beramal tapi terhalang dari ikhlas, dan

– diberikan rizki berteman dengan orang sholeh tapi tidak bisa memuliakan mereka.

(Mawa’idz Sholihin hal 386)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Jangan Dengki

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لا يؤمن أحدكم حتى يحب لأخيه ما يحبه لنفسه من الخير

“Tidak beriman seseorang dari kamu sampai ia menyukai untuk saudaranya apa yang ia sukai dari kebaikan..”

Orang yang dengki..
Hatinya selalu panas saat melihat kenikmatan orang lain..
Ia tidak rela dengan ketentuan Allah kepadanya..
Hatinya sempit dan tidak lapang..

Berbeda dengan orang yang beriman..
Ia merasa gembira saat melihat saudaranya diberi kenikmatan..
Dan merasa sedih saat saudaranya ditimpa kesusahan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Melihat Dengan Jeli

Ibnu Hazm rohimahullah berkata,

فمن حقق النظر..كان اغتباطه بذمِّ الناس إياه أشدَّ من اغتباطه بمدحهم إياه لأن مدحهم إياه إن كان بحقٍّ, وبلغه مدحُهُم له, أسرى ذلك فيه العُجب, فأفسد بذلك فضائله وإن كان بباطلٍ فبلغه فسُرَّ فقد صار مسروراً بالكذب, وهذا نقص شديد. وأما ذمُّ الناس إياه, فإن كان بحق فبلغه, فربما كان ذلك سبباً إلى تجنُّبه ما يُعاب عليه, وهذا حظ عظيم, لا يزهدُ فيه إلا ناقص, وإن كان بباطلٍ فصبر, اكتسب فضلاً زائداً بالحلم والصبر, وكان مع ذلك غانماً لأنه يأخذ حسنات من ذمَّه بالباطل

“Barangsiapa yang melihat dengan jeli, maka ia lebih senang dengan celaan manusia kepadanya melebihi rasa senang dengan pujian mereka..

Karena pujian mereka, jika benar, sering menyeret kepada rasa ujub sehingga dapat merusak keutamaannya..

Dan jika tidak benar, lalu ia bergembira dengannya maka ia bergembira dengan kedustaan..
Tentu ini kekurangan yang berat..

Adapun celaan manusia..
Jika benar maka barangkali itu membuatnya memperbaiki diri..
Tentu ini adalah keuntungan yang besar dimana orang yang tidak menginginkan ini biasanya kurang akalnya..

Jika celaan itu tidak benar lalu ia bersabar, maka ia mendapatkan keutamaan yang lebih dengan menahan emosi dan sabar..
Ditambah lagi ia mendapat keuntungan dengan mengambil pahala orang yang mencelanya secara tidak benar..”

(Mudawatun-Nufus – Ibnu Hazm)

Subhanallah..
Tapi seringnya kita lebih suka pujian..
Dan marah saat dicela manusia..
Lalu ingin membalas dendam dengan yang lebih parah..
Sehingga hilanglah banyak pahala dan kebaikan..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Rahmat Allah Mengalahkan Kemurkaan-Nya

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لما خلق الله الخلق كتب في كتابه، فهو عنده فوق العرش: إن رحمتي تغلب غضبي

“Ketika Allah telah selesai menciptakan semua makhluk, Dia menulis dalam kitab-Nya yang berada di atas ‘Arasy di sisi-Nya bahwa ‘rahmat-Ku mengalahkan kemurkaan-Ku..”

(HR Bukhari dan Muslim)

Allah terus memberi nikmat kepada kita..
Padahal kita banyak berbuat dosa..
Dan sangat kurang bersyukur..

Allah pun memberi nikmat kepada orang orang yang tidak beriman kepada-Nya…
Terkadang memberi mereka hidayah kepada islam dengan karunia-Nya..

Kalaulah murka Allah mendahului rahmat-Nya..
Akan habislah semua orang yang memaksiati-Nya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Ketika Hati Telah Bergantung Kepada Allah

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

لا يؤمر الناس بترك الدنيا، فإنهم لا يقدرون على تركها، لكن يؤمر الناس بترك الذنوب،
‏فترك الدنيا فضيلة، وترك الذنوب فريضة.
‏فإن صعب عليهم ترك الذنوب، حبب إليهم ربهم بذكر إنعامه وإحسانه وصفات كماله
‏فإذا تعلقت القلوب بالله، هان عليها ترك الذنوب.

“Manusia tidak diperintahkan untuk meninggalkan dunia karena mereka tidak akan mampu meninggalkan dunia..

Namun mereka diperintahkan untuk meninggalkan dosa. Walaupun meninggalkan dunia itu keutamaan tapi meninggalkan dosa adalah kewajiban..

Jika meninggalkan dosa bagi mereka terasa sulit, maka jadikanlah mereka mencintai Allah.. dengan mengingatkan kepada mereka :
– nikmat nikmat-Nya,
– kebaikan-Nya, dan
– sifat sifat-Nya yang sempurna.

Karena apabila hati telah bergantung kepada Allah, maka mudah baginya meninggalkan dosa..”

(Al Fawaid hal. 247)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى