Category Archives: Abu Yahya Badrusalam

KITAB FIQIH – Sholat Khouf #2

Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Sholat Khouf #1  – bisa di baca di SINI

=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan fiqihnya.. masih tentang..

⚉ SHOLAT KHOUF

4⃣ Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam sholat dengan salah satu dari dua kelompok satu roka’at, sementara kelompok yang lain menghadap musuh. Kemudian merekapun pergi (kelompok yang sholat bersama Nabi) menggantikan kelompok kedua yang menghadap musuh.

Kemudian yang menghadap kemusuh datang untuk sholat kemudian Nabipun sholat bersama mereka satu roka’at kemudian makmum semua masing-masing meng-qodho roka’at yang tersisa. (Ini ditunjukkan oleh hadist riwayat oleh Bukhori dan Muslim)

5⃣ Satu kelompok berdiri bersama Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam sementara satu kelompok lagi menghadap kemusuh, ini kalau musuhnya berada dibelakang jadi satu kelompok sholat menghadap kiblat dan satu kelompok lagi sholat menghadap yang dibelakangnya menghadap kemusuh, dan punggung mereka menghadap kekiblat lalu mereka semua bertakbir baik yang kelompok pertama maupun kelompok kedua, kemudian beliaupun ruku’ pas sholat satu roka’at maka kelompok yang berada dibelakang beliau langsung sholat satu roka’at atau ruku’ kemudian beliau sujud lalu (mereka) sujud pula sementara yang menghadap kemusuh masih tetap menghadap kemusuh dan berdiri.

Kemudian beliaupun bangun dari roka’at pertama, lalu setelah satu roka’at pergilah kelompok yang berada dibelakang Nabi menggantikan kelompok yang menghadap kemusuh. Kemudian yang menghadap kemusuh datang lalu sholat bersama Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam, merekapun ruku’ sujud bersama Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam, kemudian sampai selesai sujud 2x kemudian datang kelompok yang tadi menghadap kemusuh merekapun kemudian ruku’ dan sujud sementara Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam menunggu dan kelompok yang dibelakangnya, sampai kemudian mereka selesai tahiyat maka merekapun semuanya salam.

6⃣ Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam sholat dengan satu kelompok satu roka’at, sementara satu kelompok menghadap kemusuh, kemudian Nabipun berdiri kemudian mereka yang ada dibelakang Nabi menyempurnakan sendiri satu roka’at lagi, sementara Nabi masih berdiri lalu kelompok yang menyelesaikan tsb setelah selesai salam pergilah datanglah kelompok yang kedua sholat bersama Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam satu roka’at, kemudian kelompok tsb menyempurnakan jumlah roka’atnya sementara Nabi tetap duduk menunggu mereka, kemudian setelah itu Nabi mengucapkan salam bersama mereka.

⚉ SHOLAT DALAM KEADAAN SANGAT KETAKUTAN

Karena tidak mungkin diadakan sholat khouf secara berjama’ah maka boleh dia sholat dalam keadaan apapun sambil berlari dan yang lainnya.

Ibnu ‘Umar berkata,

فَإِنْ كَانَ خَوْفٌ هُوَ أَشَدَّ مِنْ ذَلِكَ، صَلَّوْا رِجَالًا قِيَامًا عَلَى أَقْدَامِهِمْ أَوْ رُكْبَانًا، مُسْتَقْبِلِي القِبْلَةِ أَوْ غَيْرَ مُسْتَقْبِلِيهَا

“jika takutnya sangat ketakutan luar biasa, maka mereka boleh sholat dalam keadaan berjalan, berdiri diatas kaki kaki mereka ataupun berkendaraan adapun menghadap kiblat ataupun tidak menghadap kekiblat” (HR. Imam Muslim)

Inilah cara daripada sholat khouf.
.
Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 
.
.
Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…
.
.
WAG Al Fawaid Al Ilmiyyah

KITAB FIQIH – Sholat Khouf #1

Dari pembahasan Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA – Sholatnya Orang Yang Sakit…  – bisa di baca di SINI

=======

Alhamdulillah.. wash-sholaatu was-salaamu ‘alaa Rosuulillah…

Kita lanjutkan fiqihnya.. kita masuk dalam

⚉ SHOLAT KHOUF

Disini beliau menyebutkan beberapa cara daripada sholat khouf yang Nabi lakukan disaat terjadi peperangan.

Dalam kitab Ar raudhoh An Nadiyah jilid 1 hal 63-68 disebutkan beberapa cara sholat khouf sbb ;

1⃣ “Bahwa Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam sholat dengan setiap kelompok dua roka’at karena Nabi menjadikannya dua kelompok, dengan satu kelompok dua roka’at, dengan kelompok satu lagi dua roka’at, sehingga setiap kelompok mereka hanya sholat dua roka’at saja sedangkan Nabi empat roka’at.” (HR Bukhori dan Muslim)

Dari hadits Jabir, dimana Jabir berkata, “kami bersama Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam di Ridhaturriqo’, Apabila kami telah mendatangi pohon yang rindang, kami biarkan ia untuk Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam, lalu datanglah seorang musyrikin sementara Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam pedangnya tergantung dipohon lalu kemudian orang itu mengambil pedang Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam dan berkata, “kamu takut kepadaku ?” Kata Rasulullah shollallahu ‘alayhi wasallam, “Tidak.”

“Siapa yang bisa menolongmu ?” Kata Rosulullah, “Allah..” maka orang itupun jatuh, lalu kemudian ditegakkanlah sholat (maksudnya orang tsb pedangnya tiba-tiba jatuh dari tangannya) lalu ditegakkanlah sholat maka Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam sholat dengan satu kelompok dua roka’at, kemudian merekapun mundur dan sholat dengan kelompok kedua dua roka’at dan Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam sholat empat roka’at sementara mereka hanya dua roka’at.”

2⃣ “Bahwa Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam, sholat dengan setiap kelompok satu roka’at sehingga Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam sholat dua roka’at sementara kelompok tsb hanya satu roka’at saja.” (HR. Imam an-Nasa’i)
Dan ini dalam keadaan sangat genting.
Ibnu ‘Abbas mengatakan, “Allah mewajibkan sholat melalui lisan Nabi kalian diwaktu mukim 4 roka’at dan diwaktu safar 2 roka’at dan disaat ketakutan cukup 1 roka’at.” (HR Imam Muslim)

3⃣ “Bahwa Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam, sholat dengan mereka semua, beliau bertakbir mereka semua bertakbir, beliau rukuk mereka semua rukuk, beliau bangkit i’tidal mereka semua i’tidal kemudian beliau sujud maka shof yang berada dibelakang Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam sujud sementara shof yang kedua (atau kelompok yang kedua) mereka menghadap musuh tidak ikut sujud, ketika Nabi telah selesai sujud bersama shof dibelakangnya maka shof yang terakhir itu (yang dibelakang yang belum sujud segera sujud), kemudian mereka sujud 2x dan berdiri, kemudian shof yang belakang maju kedepan, shof yang depan mundur kebelakang lalu Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam melakukan lagi satu roka’at demikian, ketika rukuk mereka semua rukuk ketika i’tidal mereka semua i’tidal ketika sujud kemudian yang didepan semua sujud bersama Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam dan yang dibelakang menghadap kemusuh, kemudian setelah mereka duduk maka merekapun kemudian segera duduk yang dibelakangpun sujud 2x kemudian sujud 2x kemudian salam bersama sama.”
(Ini disebutkan dalam hadits Jabir – HR. Muslim)

Dan cara yang ke 4 nanti insyallah akan disebutkan…
.
Wallahu a’lam 🌻
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى 
.
.
Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
.
ARTIKEL TERKAIT
Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…
.
.
WAG Al Fawaid Al Ilmiyyah

Hakikat Ujian

Dahulu..
Para shahabat Nabi diuji oleh Allah..

Disaat berihram, binatang buruan mendekat..
Amat mudah ditangkap tanpa susah payah..

Di zaman ini kita pun diuji..
Gambar telanjang dan video porno..
Amat mudah dibuka..
Melalui smartphone, komputer dan lainnya..

“Agar Allah mengetahui siapa yang takut kepadaNya di saat sendirian. barang siapa yang berbuat zalim setelah itu, maka baginya adzab yang pedih.” (Al Maidah: 94)

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

da2608140636

Tanda Dunia Telah Masuk Ke Hati

Bila kita lebih gembira ketika mendapat dunia..
Namun tak begitu gembira ketika mendapat akhirat..

Ketika kita semangat mencari dunia..
Namun tak semangat mencari akhirat..

Menjadi semangat ibadah di saat ada keuntungan dunia..
Namun ketika mendengar pahala akhirat tak seperti semangat mengharapkan keuntungan dunia..

Bila itu ada..
Ucapkanlah inna lillahi wa inna ilaihi raji’un..
Karena itu adalah musibah.

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

da1403151637

Sayang Itu..

Ibnul Jauzi rohimahullah berkata:

تفكرت في قول شيبان الراعي لسفيان: يا سفيان، عد منع الله لك عطاء منه لك، فإنه لم يمنعك بخلاً، إنما منعك لطفًا، فرأيته كلام من عرف الحقائق.

“Aku memikirkan perkataan Syaiban Arra’iy kepada Sufyan:

‘Wahai Sufyan, anggaplah tidak memberinya Allah kepadamu sebagai pemberian. Karena Dia tidak memberi bukan karena bakhil, tapi Dia tidak memberimu karena sayang..’

Ternyata aku dapati ucapan ini adalah ucapan orang yang memahami hakikat (ilmu)..”

[Shoidul Khothir hal. 285]

Iya..
Terkadang kita memahami sayang itu dengan selalu diberi..

Ketika Allah tidak memberi..
Hati sering suudzon kepada-Nya..
Lalu berpaling dan merasa bahwa Allah tak sayang..

Padahal bisa jadi pemberian itu membuat kita lalai..
Dan bisa jadi saat tidak diberi..
Kita terselamatkan dari banyak fitnah dunia..

Namun..
Yang memahami ini hanyalah yang yakin..
Bahwa ilmu Kita hanyalah setetes dibandingkan samudra ilmu Allah…

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Orang-Orang Yang Allah Bukakan Hatinya

قال مالك بن أنس -رحمه الله-: – «لا يصلح الرجل حتى يترك ما لا يعنيه ويشتغل بما يعنيه، فإذا كان كذلك، يوشـكُ أن يفتـح ﷲ قلبه». –

ترتيب المدارك، القاضي عياض : ٢٠٩/١

Malik bin Anas rohimahullah berkata,

“Seseorang tidak akan baik hingga meninggalkan hal-hal yang tidak bermanfaat dan menyibukkan diri dengan perkara yang bermanfaat. Jika ia lakukan itu maka Allah akan membuka hatinya..”

[ Tartiib al-Madaarik, al Qodhii ‘Iyadh :1/29 ] 

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

(Twitter @UB_CintaSunnah)

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL