Category Archives: Muhammad Arifin Badri

Kisah Suami Ndak Mengenali Istrinya…

Anda bayangkan, seorang suami yang sejak menikah kesusahan mengenali istrinya, selama ini ia hanya kenal nama panggilan istrinya saja, sedangkan nama lengkapnya ia tidak kenal.

Suatu hari sang suami mendengar berita bahwa istrinya mengalami kecelakaan dan dirawat di rumah sakit. Segera sang suami meluncur ke rumah sakit untuk menemui istrinya. Sesampai di rumah sakit, penjaga bertanya: Mau menemui siapa pak? ia berkata: mau menemui istriku, yang bernama BUNGA.

Petugas kembali bertanya: ibu BUNGA yang siapa ya?, di sini ada 5 pasien yang bernama BUNGA.

Lelaki itu menjawab: waduh, saya tuh kenalnya ya BUNGA saja, demikian setiap hari aku memanggilnya.

Barangkali anda akan berkata: ndak masuk akal aaah, ceritanya ngawur, mana ada orang yang kayak gitu, kalaupun ada itu pasti orang gila alias ndak waras. La wong, setiap malam tidur bareng, sering dikasih itu lagi, kok ndak kenal wajah atau nama lengkapnya.

Tenang sobat, kalau sekedar suami tidak kenal istrinya selain namanya saja anda katakan sebagai orang gila, ndak waras dan ndak masuk akal. Namun tahukah anda bahwa anda telah melakukan hal yang lebih parah dari itu ?

Anda mengaku sebagai hamba Allah, anda menyadari bahwa anda tiada henti bergelimang dalam kenikmatan-Nya, namun demikian benarkah anda sudah mengenal Allah selain nama-Nya saja?

Sudahkah anda tahu sifat sifat Allah Ta’ala dan hak-hak-Nya yang harus anda tunaikan ?

Dan sudahkah anda tahu bahwa syahadat La Ilaaha Illallahu yang anda ucapkan tiada pernah sempurna bila tidak memenuhi persyaratannya. Dan tahukah anda syarat syarah sahnya syahadat anda?

Berikut 7 syarat sahnya syahadat Laa ilaaha illallah :
1. Al Ilmu (berilmu tentang kandungan syahadat yang anda ucapkan)
2. Al Yaqin (meyakini kandungan persaksian anda tanpa ada keraguan sedikitpun) .
3. Al Ikhlash (meikhlaskan seluruh amal ibadah anda hanya untuk-Nya ).
4. Ash Shidqu (membenarkan semua firman dan kabar dari Allah tanpa pernah mendustakannya sedikitpun).
5. Al Mahabbah (mencintai Allah seutuhnya melebihi cinta anda kepada selain-Nya).
6. Al Inqiyadu (menaati setiap perintah dan meninggalkan seluruh larangan).
7. Al Qabulu (menerima seluruh syari’at Allah tanpa pilah pilih).

Bagaimana, sudah tahu sekarang, siapa yang lebih keterlaluan, suami di atas atau diri anda yang tidak kenal Allah Ta’ala Yang menciptakan, memberi segala kenikmatan kepada anda ?

Hayo, ngaji tauhid, iman, dan akidah lagi, agar benar benar kenal Allah Ta’ala yang kita sembah dan kita agungkan.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Istriku Menikahkanku Dengan Temannya…

Kata sebagian orang istri menerima dimadu bahkan pro aktif mencarikan madu untuk suaminya adalah bagian dari kesetiaan, dan bukti bahwa istrinya benar benar beriman dengan syariat poligami; lebih sempurna bila siap hidup serumah.

Bagi saya sih; masyaAllah banget gitu kalau ada wanita yang bisa gitu.

Saya tuh cuma heran saja, kok istri-istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam ndak ada yang melakukan hal ini ya? Kalau ada yang tahu riwayatnya; tolong dibagi.

Yang ada tuh Ummu Habibah binti Abi Sufyan yang menwarkan adiknya kepada Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk dinikahi. Ummu Habibah sangat cemburu bila menyaksikan suami tercintanya menggandeng tangan wanita lain. Namun kalau memang terpaksa harus menyaksikan suaminya menggandeng tangan wanita lain; maka lebih baik tangan saudarinyalah yang beliau gandeng.

Makanya masyaAllah banget deh, bila ada wanita yang iman dan akhlaknya di bawah ummu habibah malah pro aktif nawar nawarkan suaminya kepada wanita lain; seakan tidak memiliki rasa cemburu, ndak bisa mbayangkan gimana cara wanita itu memendam rasa cemburunya.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Dulu Imam Malik bin Anas Paling Anti Dengan Fanatik…

Imam Malik adalah guru Imam Syafi’i; begitu besar ilmu yang beliau wariskan kepada Imam Syafi’i, salah satunya ialah pengagungan kepada dalil dan anti fanatik.

Begitu keras sikap Imam Malik terhadap fanatik kepada selain Nabi shallallahu alaihi wa sallam. Salah satu ucapan beliau yang terkenal mencela sikap fanatik sekaligus sebagai wejangan yang beliau sampaikan kepada murid muridna ialah ucapan beliau berikut:

كل يؤخذ من قوله ويرد الا صاحب هذا القبر

Ucapan setiap manusia boleh diterima dan juga boleh ditolak selain ucapan penghuni kuburan ini ( Nabi shallallahu alaihi wa sallam)

Namun demikian, tidak semua murid beliau berhasil mengamalkan pesan dan pendidikan beliau ini. Sepeninggal beliau; mulailah sikap taasshub bersemi dengan subur; sampai sampai murid-murid beliau tidak lagi bersemangat mempelajari hadits hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagaimana yang dilakukan oleh guru mereka. Para murid lebih bersemangat dan fokus mempelajari buku tulisan imam Malik dan ucapan ucapan beliau yang dibukuka oleh murid murid beliau “Al Mudawwanah“.

Majlis-majlis murd beliau lebih sering menukil ucapan Imam Malik bukan lagi hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam. Hal ini terus berkelanjutan pada banyak ulama mazhab Maliky&kitab kitab karya mereka sebagai buktinya. Kitab-kitab fiqih Malik lebih banyak dipenuhi dengan nukilan dari ucapan imam Malik dan murid-muridnya dibanding dalil.

Karena itu dahulu Imam Syafi’i begitu getol mengingatkan dan berusaha mengembalikan teman teman atau adik-adik seperguruan beliau agar kembali pada metode dan teladan sang guru yaitu Imam Malik rahimahullah.

Bila ini terjadi pada murid-murid Imam Malik; bagaimana dengan murid-murid saya dan juga ulama ulama atau kiyai atau ustadz zaman sekarang.

Murid tidak selalu merepresentasikan guru seutuhnya; karena ada murid yang gagal paham dan ada murid yang dadanya sempit dan ada murid yang mbeling ndak nurut kepada gurunya.

Ya Allah limpahkanlah ilmu yang bermanfaat kepada murid murid hamba-Mu ini dan kepada para penuntut ilmu secara umum. Amiin.

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى

Perseteruan Antara Ulama’ dan Juhala’…

Dalam banyak kesempatan, orang alim merasa dirinya orang yang berilmu sepatutnya dihormati, sehingga ia sangat mengharap agar orang jahil tahu diri, sehingga senantiasa mengerti dan memahami apapun yang terjadi dan dilakukan oleh orang alim. Orang alim berharap agar orang jahil lebih dahulu mengucapkan salam kepadanya sebagai bentuk penghormatan kepadanya.

Orang jahil diharapkan lebih bisa bersabar menghadapi sikap atau ucapan orang alim yang terasa menusuk di hati, Orang jahil sepatutnya lebih dahulu mengucapkan salam kepada orang yang berilmu dan demikian seterusnya.

Namun di sisi lain, orang jail berkata: seharusnya orang alim lebih bisa memahami, memaklumi, mengalah dan berlapang dada sehingga lebih pandai memaafkan kekurangan orang jahil.

Orang alim sewajarnya bisa lebih bersabar dalam menghadapi sikap orang jahil yang memang mencerminkan akan kejahilannya.

Orang jahil menuntut, agar orang alim senantiasa menjadi contoh dan teladan dalam segala hal, paling cepat dalam kebaikan dan paling jauh dari kejelekan, dan demikian seterusnya.

Menurut anda, kira kira kapan selesaikah perseteruan ini?

Tahukah anda dimana letak masalahnya dan sumber perseteruannya?

Sumbernya ialah karena masing-masing hanya berpikir tentang hak dirinya, dan lalai akan kewajibannya. Andai masing masing berpikir sebaliknya, fokus pada kewajibannya dan melupakan atau menimal memaafkan sebagian haknya niscaya kondisinya sangat indah.

Orang alim pengertian kepada orang jahil dan orang jahil juga pengertian kepada orang alim. Indahnya kondisi ini andai dapat terwujud.

Status ini adalah nasehat untuk anda yang membaca bukan nyindir alim tertentu atau jahil tertentu, dan kalaupun ada yang merasa maka seharusnya andalah orang yang harusnya paling merasa dituju dari status ini, naif sekali bila anda membaca nasehat lalu anda hanya berperan sebagai agen nasehat atau calo nasehat.

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى

Berapa Banyak Dosa Yang Telah Anda Lakukan..?

Dan berapa banyak pahala anda yang telah berhasil anda torehkan?

Anda tidak tahu? lalu mengapa anda merasa aman dari murka Allah?

Bergegaslah untuk bertobat dan memohon ampunan sebelum semua tinggal kenangan dan penyesalan.

Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam beristighfar memohon ampunan kepada Allah Ta’ala sebanyak seratus kali dalam setiap majlis. Bagaimana dengan anda? Berapa banyak anda mengucapkan istighfar dalam satu majlis atau satu hari?

ASTAGHFIRULLAH. Ya Allah, ampunilah dosa-dosa hamba-Mu ini.

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى 

Haruskah Anda Memberontak..?

Seburuk apapun pemimpin muslim, dan sebengis apapun pemimpin muslim, dan sezholim apapun pemimpin muslim, maka hanya ada satu cara untuk menghadapinya: BERSABAR.

Ya dengan bersabar, bersabar membenahi diri, membenahi keluarga, masyarakat yang ada di sekitar kita dan termasuk menghadai kebengisan para pemimpin muslim yang sedang diuji memimpin anda.

Mengapa demikian ?
ya karena para pemimpin lahir dari perut masyarakat, yang salah satunya adalah anda. Kamarin anda adalah salah satu dari yang telah berperan melahirkan pemimpin yang sedang anda keluhkan.
Kalau anda berkata: oooh, tidak, saya tidak memilihnya bahkan saya tidak ikut memilih sama sekali.
Ya, bisa saja demikian, namun bukankah kemarin anda diam melihat kondisi yang ada di sekitar, atau minimal sedikit bermalas malasan menyikapi gerakan liberalisasi agama, sekulerisasi agama, penebar paham persamaan agama, tasawwuf sesat yang beranggapan bahwa semua agama sama, bahkan kalau sudah sampai jadi wali maka boleh ibadah di gereja atau di wihara atau bahkan dijadikan patung buda juga tidak mengapa.

Bersabar dalam mengamalkan Islam dan mendakwahkannya, dan selanjutnya percayalah bahwa siapapun penguasa yang ada saat ini, tidak akan selamanya berkuasa, esok pasti Allah Ta’ala ganti dengan yang lainnya, dan bila anda telah membangun masyarakat dan calon calon pemimpin yang beriman niscaya yang Allah Ta’ala pilih menjadi pemimpin adalah orang-orang yang beriman, berakhlaq, amanah, adil dan beradab.

Bagaimana negri ini mau dipimpin oleh orang yang baik, kalau ternyata orang orang baik di negri ini dimusuhi dan dijauhi,
yang menyeru kepada tauhid dimaki,
yang menyeru kepada sunnah Nabi dimaki,
yang mengajak pemurniaan Islam dianggap kolot, dan
yang mengajak masyarakat untuk ngaji agama dianggap ndak paham waqi’,
yang menerapkan sunnah dengan memanjangkan jenggot atau memotong celana di atas mata kaki, atau mengenakan cadar dianggap ekstrim dan sosialis.

Sobat, seburuk apapun pemimpin anda saat ini belum seburuk yang digambarkan pada hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut:

يَكُونُ بَعْدِى أَئِمَّةٌ لاَ يَهْتَدُونَ بِهُدَاىَ وَلاَ يَسْتَنُّونَ بِسُنَّتِى وَسَيَقُومُ فِيهِمْ رِجَالٌ قُلُوبُهُمْ قُلُوبُ الشَّيَاطِينِ فِى جُثْمَانِ إِنْسٍ ». قَالَ قُلْتُ كَيْفَ أَصْنَعُ يَا رَسُولَ اللَّهِ إِنْ أَدْرَكْتُ ذَلِكَ قَالَ « تَسْمَعُ وَتُطِيعُ لِلأَمِيرِ وَإِنْ ضُرِبَ ظَهْرُكَ وَأُخِذَ مَالُكَ فَاسْمَعْ وَأَطِعْ ».

“Sepeninggalku, akan ada pemimpin pemimpin yang enggan mengikuti petunjukku, dan enggan menjalankan keteladananku, dan akan ada dari mereka lelaki lelaki yang jiwanya bagaikan jiwa setan, sedangkan raganya raga manusia. Sahabat Huzaifah bin Yaman bertanya: Wahai Rasulullah, apa yang engkau perintahkan kepadaku bila aku menemui masa tersebut? Beliau menjawab: ENgkau tetap patuh dan taat kepada pemimpinmu, walaupun ia telah memukul punggungmu, dan merampas hartamu, patuh dan taatlah kepadanya.” (Muslim)

Sobat! sadarilah, pemimpin anda adalah ujian atau hukuman bagi anda, kalau anda orang baik maka anda sedang diuji dengan orang buruk, sebagaimana dulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam diuji dengan keberadaan tokoh tokoh Quraisy yang kafir lagi kejam, dan para ulama’ semisal imam Ahmad, Imam Syafii diuji dengan pemimpin pemimpin yang kejam pula.

Dan bila anda adalah orang yang banyak bergelimang dalam dosa, maka sadarilah bahwa bisa jadi pemimpin anda adalah bentuk dari teguran dan hukuman Allah kepada anda, karena itu jangan engkau lawan hukuman Allah dengan cara-cara yang menyeleweng dari ajaran agama, agar tidak semakin lama dan panjang hukuman Allah kepada anda.

Ingat! Pemimpin sebengis Hajjaj bin Yusuf saja yang dengan darah dinginnya membantai para ulama’, akhirnya Allah Ta’ala cabut nyawanya, dan digantikan dengan pemimpin lainnya, apalagi selain dia.
Dan AlHamdulillah pemimpin kita muslim, doakan saja semoga esok hari semakin baik dan semakin dekat dengan rahmat Allah Ta’ala.

Ya Allah, limpahkanlah Rahmat-Mu kepada kami, dan berikanlah hidayah-Mu kepada pemimpin kami, dan jauhkanlah mereka dari pembisik pembisik busuk yang mengajaknya berbuat maksiat kepada-Mu. Amiin.

Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Apa Beda Langit Dan Bumi..?

Alaah, ya jelas saja jauh beda dan jelas perbedaannya. Langit di atas, bumi di bawah, langit nun jauh di sana, sedang bumi di bawah kaki anda.

Laah, kalau itu mah semua orang tahu atuh mas!

Namun tahukah saudara bahwa betapa banyak keindahan dan kenikmatan yang ada di langit, namun demikian tidak pernah ada orang yang berebut atau saling cemburu dalam urusan keindahan dan kenikmatan yang ada di sana, apalagi sampai jelek menjelekkan, atau gugat-gugatan, atau sikut-sikutan

Berbeda dengan bumi, sebanyak apapaun keindahan dan kenikmatan yang ada di bumi, perebutan, kecemburuan dan hasad terus saja terjadi antara dua orang aatau bahkan lebih. Alasannya, hanya satu memperebutkan kenikmatan atau keindahan yang ada di bumi.

Tahukah anda, mengapa tiada seorangpun yang berebut atau hasad gara gara kenikmatan dan keindahan yang ada di langit ?

Jawabannya sederhana: Karena anda tiada pernah merasa kawatir atau terancam tidak mendapat bagian dari keindahan atau kenikmatan tersebut. Sebanyak apapun orang memandangi dan menikmati keindahan dan kenikmatan langit, maka anda tidak kawatir akan kehabisan atau terhalangi dari mendapatkan hal yang serupa.

Berbeda dengan kenikmatan dan keindahan yang ada di bumi, semakin banyak orang mengambil dan menikmati, maka rasa kawatir dan takut semakin besar dalam diri anda; kalau kalau kehabisan dan akhirnya ndak kebagian. akhirnya, mulailah upaya memperebutkan bahkan menguasai agar tidak seorangpun turut mendapatkan kenikmatan yang ada di bumi tersebut.

Padahal, kalau anda orang yang beriman, seharusnya anda yakin bahwa rejeki anda tiada mungkin direnggut atau dikurangi oleh orang lain. Sebagaimana andapun juga tidak akan kuasa merebut rejeki orang lain.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إنه لا تموت نفس حتى تستكمل رزقها وإن أبطأ عنها فاتقوا الله وأجملوا في الطلب ولا يحملنكم استبطاء الرزق أن تأخذوه بمعصية الله فإن الله لا ينال ما عنده إلا بطاعته

“Sesungguhnya tiada seorang jiwapun yang meninggal dunia hingga ia benar benar telah mengenyam seluruh jatah rejekinya, walaupun ia bermalas malasan menjemput rejekinya itu. Karenanya tegakkanlah ketaqwaan kepada Allah, dan tempuhlah jalan-jalan yang baik dalam mencari rejeki. Jangan sampai karena kalian merasa rejekimu telat datangnya, kalian menjemputnya dengan cara bermaksiat kepada Allah, karena sesungguhnya karunia Allah tidaklah dapat digapai kecuali dengan menegakkan ketaatan kepada-Nya.” (Al Bazzaar dan lainnya)

Dalam riwayat lain dinyatakan:

لو أن ابن آدم هرب من رزقه كما يهرب من الموت لأدركه رزقه كما يدركه الموت

“Andai anak keturunan Adam hendak melarikan dirinya dari jatah rejekinya, sebagaimana ia berusaha melarikan diri dari kematian, niscaya rejekinya itu akan menghampirinya sebagaimana kematian menghampirinya.” (Abu Nu’aim dan Ibnu ‘Asakir)

Adanya kekawatiran semacam ini bukan hanya menimpa orang awam, orang yang berilmu juga bisa saja dijangkiti kekawatiran serupa, kawatir kehilangan murid, kawatir kehilangan peluang usaha, kawatir kedudukan sosialnya turun atau redup, dan seterusnya. Hanya orang-orang yang mendapat pertolongan dan bimbingan Allah saja yang dapat selamat dari penyakit hasad dan iri karena kawatir jatah rejekinya direbut orang.

Ya Allah lindungi diri ini dari penyakit hasad, iri dan kekawatiran akan jatah rejeki-Mu. Amiin.

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى

Doktor Ilmu Agama, TK Urusan Dunia…

Betapa banyak doktor bahkan profesor dalam ilmu agama, namun dalam urusan dunia TK kecil, contoh sederhana dalam urusan cukur rambut, pak Doktor atau Profesor dalam ilmu agama biasanya pergi ke tukang cukur yang bisa jadi sekolah saja tidak, baca Al Fatihah saja ketatal ketitil. Tapi ya apa boleh daya, ternyata dia ahli cukur rambut, atau tambal ban atau ahli bangunan atau tukang kayu, ya pak Doktor dan Profesor pun harus sadar, percayakan pekerjaannya kepada ahli dunia walau ndak berilmu agama sedikitpun.

Jadi kalau jadi Doktor atau Profesor dalam ilmu agama jangan petentang petenteng dalam urusan dunia, belajarlah percaya kepada ahlinya, walau dia ndak sekolah atau bahkan ndak pernah ngaji.

Dahulu Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إذا وسد الأمر إلى غير أهله فانتظر الساعة

Bila suatu urusan dipercayakan kepada orang yang bukan ahlinya maka nantikan saja datangnya kiamat (kehancuran). (Muttafaqun ‘alaih)

Ya sebaliknya juga demikian, jadi jangan saling lancang dan curiga, namun belajar saling percaya dan saling bersinergi.

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى

Profesor Dunia, TK Urusan Agama…

Walau profesor dalam ilmu dunia, namun kalau dalam urusan agama TK, ya bisa saja berbuat seperti anak Tk. Tuh, ada yang sampai jadi pengikut group penggandaan uang. Profesor yang harusnya berpikir kritis malah kolot bahkan ngajak masyarakat bersikap kolot, taqlid buta, mau maunya ditipu oleh dukun, ikut ikutan bukan malah menjadi pelopor kemajuan berpikir cerdas, bersikap proporsional, logis, dan ilmiyah. Masak uang digandakan, la kalau no serinya sama kan tidak sah, kalau no serinya tidak sama ya bukan menggandakan, itu nyetak sendiri namanya.

Urusan benar atau sesat memang erat kaitannya dengan hidayah bukan pendidikan formal atau kecerdasan atau tua dan muda. Karena ya mohonlah petunjuk dan bimbingan agar bisa istiqomah di jalan sunnah.

Ya itulah contoh profesor yang sudah kebelet nafsu, harusnya kritis malah fanatis, harusnya ilmiyah malah jahiliyah, harusnya jadi panutan malah jadi pecundang.

Urusan benar atau sesat memang erat kaitannya dengan hidayah bukan pendidikan formal atau kecerdasan atau tua dan muda. Karenanya mohonlah petunjuk dan bimbingan agar bisa istiqomah di jalan sunnah.

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى

Ngajinya Saja Paling Nyunnah, Pasti Masuk Jannah…

Sobat! Iblis tuh sudah tuwuk alias kenyang dengan pengalaman dalam hal goda menggoda manusia, dari para nabi hingga orang paling bodoh semua penah digoda. Dari zaman kuno sampai zaman kini, Iblis adalah inisiator, inovator dan motifator kesesatan, jadi jangan pernah anda merasa lebih pengalaman dibanding Iblis, sampai sampai anda merasa aman alias pasti selamat dari perangkap Iblis.

Bukan hanya kakek anda yang pernah di goda, bahkan sampaipun nabi Adam dan Ibu Hawwa alaihimassalam sudah digoda oleh Iblis.

Karena itu, tiada cara untuk selamat dari perangkap setan kecuali dengan memohon perlindungan kepada Allah Ta’ala, hanya Dia yang kuasa menyelamatkan dan melindungi kita dari perangkap -perangkap Iblis. Allah Ta’ala berfirman:

وَإِمَّا يَنزَغَنَّكَ مِنَ الشَّيْطَانِ نَزْغٌ فَاسْتَعِذْ بِاللّهِ إِنَّهُ سَمِيعٌ عَلِيمٌ

Dan jika setan mengganggumu dengan suatu gangguan, maka mohonlah perlindungan kepada Allah. Sesungguhnya Dia-lah Yang Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. (Fusshilat 36)

Ya, dalam surat ini Allah hanya menyebutkan satu cara untuk bisa selamat dari godaan setan, yaitu berlindung kepada Allah Ta’ala.

Dan cermati kembali ayat di atas, ternyata perintah berlindung kepada Allah Ta’ala dari tipu daya setan itu ditujukan kepada Nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, yang tentu beliau paling berilmu, bertaqwa, perangainya paling baik dan … dan … . Bagaimana halnya dengan anda, yang ilmunya lemah, akhlaqnya wallahu Ta’ala a’alam, dan nafsunya juga luar biasa.

Kalau selama ini anda sudah sadar akan bahaya godaan Iblis dan balatentaranya dari arah bawah, kekafiran, kemunafikan, dan kemaksiatan, sudahkah anda sadar bahwa di arah sebaliknya Iblis juga telah memasang perangkapnya ? sikap ekstrim dalam beribadah, sikap, sombong, dan merasa aman seakan surga sudah berada di genggaman, adalah bagian dari perangkap Iblis.

Bisa jadi tanpa anda sadari kini anda telah dijangkiti perasaan: kalau sudah ngaji sunnah, apalagi ngajinya kepada ustadz paling nyunnah, pasti selamat dari kekufuran besar dan kecil, bid’ah besar dan kecil, dosa besar dan kecil, merasa paling baik, paling sempurna, pasti khusnul khatimah, dan paling cepat masuk surga. Adapun yang ngaji kepada ustadz ustadz lain tuh meragukan, ustadznya saja mumayyi’, alias mlenyek, plin plan, meragukan.

Sobat! Sadarilah bahwa perasaan semacam ini sejatinya adalah jalan pintas masuk neraka, bukan surga.

ابن أبي مليكة ، قال : « لقد أتى علي برهة من الدهر ، وما أراني أدرك قوما يقول أحدهم : إني مؤمن مستكمل الإيمان ، ثم ما رضي حتى قال : إن على إيماني جبريل وميكائيل ، ثم ما زال بهم الشيطان حتى قال أحدهم : إنه مؤمن ، وإن نكح أمه وأخته وابنته ، ولقد أدركت كذا وكذا من أصحاب النبي صلى الله عليه وسلم ما مات رجل منهم إلا وهو يخشى على نفسه النفاق »

Ibnu Abi Mulaikah menyatakan: sungguh telah tiba satu masa, aku sama sekali tidak pernah menduga akan menjumpai orang-orang yang beranggapan bahwa dirinya adalah seorang mukmin yang sempurna imannya, lalu ia belum puasa dengan angapannya tersebut hingga kemudian ia beranggapan bahwa imannya dijaga oleh Malaikat Jibril dan Mikail (imannya sekuat iman Malaikat Jibril dan Mikail) sehinga tiada mungkin berubah. Dan tidak hanya berhenti di situ, setan terus menggodanya hingga ada dari mereka yang beranggapan bahwa dirinya tetap saja sempurna keimanannya, walaupun ia telah terjerumus dalam dosa besar; menikahi ibu kandungnya, saudari kandungnya, dan putrinya sendiri. Sungguh aku pernah menjumpai sekian orang dari sahabat Nabi shalallahu ‘alaihi wa sallam, tiada seorangpun dari mereka yang meninggal dunia kecuali dalam kondisi mengkawatirkan dirinya dijangkiti oleh kemunafikan. (Bukhari & Syarah Ushul I’itiqaad Ahlissunnah oleh Al Lilika’i dan ini adalah teks riwayat beliau)

Sobat! Ketahuilah bahwa Iblis tuh kalau ndak bisa memasukkan anda ke neraka melalui zina, merampok dan yang serupa, ia belum putus asa, ia berharap dapat menjungkalkan anda ke neraka lewat jurang kesombongan sebagaimana dahulu Iblis sendiri terjerumus ke dalam neraka karena kesombongan, yang menyebabkanya gengsi untuk hormat kepada nabi Adam ‘alaihissalam.

Ilmu anda tuh ndak cukup untuk menyelamatkan diri anda dari godaan Iblis, karena itu tumbuhkan dalam diri anda rasa kawatir dan di saat yang sama tumbuhkan pula rasa harap kepada Allah Ta’ala agar berkenan melindungi iman anda dengan memperbanyak doa:

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِي عَلَى دِينِكَ

Wahai Dzat Yang membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku/jiwaku di atas agama-Mu. (Ahmad dan lainnya)

Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى