Category Archives: Muhammad Arifin Badri

Ada Apa Saudi Dengan Islam ?

Ustadz Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى

Sobat! Disaat terjadi kejadian yang merugikan Islam, betapa sering kita mendengar atau membaca atau bahkan mungkin kita salah satu dari mereka yang berkata: Kemana Saudi? Apa Peran Saudi? Mengapa Saudi Demikian? Mengapa Saudi Tidak Menyerang Israel? Dan masih banyak lagi ungkapan senada.

Sobat! Ijinkan saya bertaya: memangnya Islam itu agamanya siapa? Apakah Islam milik Saudi? Lalu anda sendiri apa agama yang anda yakini? Dan menurut anda apakah Islam adalah Saudi dan sebaliknya apakah Saudi adalah Islam?

Bila Islam adalah Saudi maka sial besar bagi selain warga negara Saudi Arabia, karena tidak akan pernah bisa menjadi ummat Islam.

Namun bila sebaliknya Saudi adalah Islam, maka kerugian besar pula bagi ummat seluruh ummat Islam di berbagai belahan bumi lainnya, karena ternyata pemahan dan praktek keislamannya berbeda dengan yang dipahami dan diamalkan oleh masyarakat Saudi Arabia.

Sobat! Saya yakin anda memahami bahwa Saudi Arabia hanyalah bagian dari Ummat Islam, yang kebetulan mendapat karunia dari Allah berupa menaungi dua kota suci Islam; Makkah dan Madinah.

Saya juga yakin bahwa anda telah memahami bahwa Islam anti dengan yang namanya fanatik golongan dan negara. Islam mengajarkan agar ummatnya bersatu karena iman bukan karena kesukuan atau kenegaraan. Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّمَا الْمُؤْمِنُونَ إِخْوَةٌ

Sesungguhnya orang-orang yang beriman adalah bersaudara. (Al Hujurat 10)

Karena hanya iman yang menyatukan ummat Islam maka wajar bila orang yang paling mulia adalah orang yang paling sempurna imannya. Allah Ta’ala berfirman:

إِنَّ أَكْرَمَكُمْ عِندَ اللَّهِ أَتْقَاكُمْ إِنَّ اللَّهَ عَلِيمٌ خَبِيرٌ

Sesungguhnya orang yang paling mulia dari kalian di sisi Allah ialah orang yang paling bertaqwa, sejatinya Allah Maha Mengetahui lagi Maha Teliti. (AL Hujurat 13)

Bila demikian, mengapa ada ucapan: kemana Saudi? Apa yang dilakukan oleh Saudi?

Walaupun pada kenyataannya Saudi dalam urusan sholat; zakat; puasa dan haji telah membuktikan kesungguhannya melebihi kebanyakan orang yang membencinya.

Bukankah akan lebih bijak bila kita berkata: kemanakah saya? Apakah yang telah saya lakukan untuk Islam? Atau bahkan : sudahkah saya mengenal Islam dengan sebenarnya? Ataukah selama ini saya hanya kenal kulit dan namanya semata. Adapun isi dan intinya masih jauh dari jangkauan kita.

Anda pasti menyadari bahwa sebagaimana diri anda dan juga diri saya selama ini berlumuran dan belepotan dengan kekurangan dan kesalahan, belum banyak yang kita lakukan untuk Islam. Maka demikian juga halnya dengan Saudi Arabia, mereka juga manusia biasa tak ubahnya kita semua. Namun coba bandingkan, apa yang telah anda lakukan dengan yang dilakukan oleh Saudi Arabia?

Bila anda berkata: mengapa Saudi tidak memerangi Israel? Maka coba lontarkan pertanyaan serupa kepada diri anda sendiri: mengapa anda atau bahkan negara anda juga tidak memerangi Israel?

Bila anda berkata: Saya tidak atau belum mampu maka tidakkah anda menyadari bahwa hal serupa juga terjadi dengan Saudi Arabia?

Sobat! Bila kita menyadari Islam adalah agama kita bersama, mengapa selama ini dalam diri kita hanya ada semangat untuk menjadi penonton dan bukan sebagai pelaku perjuangan dan penegak Islam?

Adakah yang salah dengan diri kita?

Muslimin Disibukkan Dengan Dagelan, Agar Pengikut Iblis Lancar Melenggang…

Ustadz Muhammad Arifin Badri,  حفظه الله تعالى

Akhir akhir ini ummat islam disibukkan dengan berbagai kegaduhan, obok-obok parpol , ngaji kayak nyanyian setan, statemen aktor sewaan tetang Allah, dll .

Semua itu bila direnungkan dengan baik sejatinya hanyalah upaya memuluskan agar para pengikut setan bebas melenggang. Para pengikut setan dari kalangan komunis, generasi penerus penyembah api dari bangsa persia, & penyembah kayu bersilang dalam kondisi gaduh semacam ini bebas melenggang.

Saudaraku! Ingatlah pepatah nenek moyang: air beriak tanda tak dalam, sedang air diam menghanyutkan.

Setiap kali ummat islam gaduh, dengan sederhana para budak bayaran berkata: minta maaf, mengaku tidak paham dan akhirnya selesailah masalah. Namun yang jelas energi dan perhatian ummat islam telah terkuras untuk urusan urusan semacam ini & kita semua lalai dari penyembah setan yang terus melenggang.

Mereka benar benar telah berkonspirasi dengan musuh musuh islam dan tentunya Allah pasti mengetahui ini semua dan sudah menyiapkan balasannya.

Allah berfirman:

وَمَكَرُوا مَكْرًا وَمَكَرْنَا مَكْرًا وَهُمْ لَا يَشْعُرُونَ

“Dan sungguh mereka telah menyusun makar, dan Allah-pun pasti membalas makar mereka sedangkan mereka tidak menyadari hal ini.” ( An Namel 50)

Karena itu, marilah kiaa terus berjuang dengan tenang tidak usah hanyut dalam kegaduhan hasil rekayasa manusia manusia bayaran dan pesuruh budak budak setan. Fokus ajarkan islam yang sebenarnya kepada masyarakat dan terus dekatkan diri kita kepada Allah, niscaya kemenangan ada bersama orang orang yang beriman dan membela agama Allah bukan pada manusia manusia bayaran pemuja setan.

Pekikkan takbir : Allahu Akbar Allahu Akbar Allahu Akbar.

Dipanggil Setan…

Ust. DR. Muhammad Arifin Badri, MA حفظه الله تعالى

Sobat! Pernahkah anda mendengar seseorang memanggil namamu, namun setelah anda mencari ke arah sumber suara, anda tidak melihat seorangpun di sana?

Sekejap bulu tengkuk anda berdiri, jantung anda berdebar dengan kencang dan bisa jadi anda terkencing kencing di tempat.

Tahukah anda, siapakah sebenarnya yang memanggil anda? Kemungkinan besar yang memanggil anda adalah setan. Hiiii, mengerikan bukan?

Sobat! Sebenarnya pada kondisi seperti ini, tiada perlu anda takut apalagi sampai terkencing kencing di tempat. Pada kondisi semacam ini sebenarnya anda bisa membalas ulah setan dengan menjadikannya ketakutan hingga lari terbirit birit. Tidak percaya? Silahkan simak kisah berikut:

Suatu hari, Az Zakwan Abu Shaleh mengutus putranya yang bernama Suhail untuk pergi ke kabilah Bani Haritsah. Dengan ditemani seorang anak kecil, Suhailpun segera. Pergi ke perkampungan Kabilah Bani Haristah. Di tengah jalan, anak kecil tersebut mendengar seseorang dari balik ladang memanggil namanya dengan keras. Merasa dipanggil, anak kecil itu segera menghampiri sumber suara di balik kebun. Namun betapa terkejutnya anak itu, karena ia tidak melihat seorangpun di dalam kebun tersebut.

Sepulang dari Perkampungan Bani Haritsah, Suhail menceritakan kejadian itu kepada ayahnya Az Zakwan. Mengetahui kejadian yang dialami oleh putranya, Az Zakwan berkata: kalaulah aku menyadari bahwa engkau akan mengalami kejadian semacam ini, niscaya aku tidak akan mengutusmu . Lain kali bila engkau mengalami kejadian serupa, maka segera kumandangkan Azan, karena aku pernah mendengar sahabat Abu Hurairah radhiallahu anhu menceritakan bahwa Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam bersabda:

إن الشيطان اذا نودي بالصلاة ولى وله خصاص

Sesungguhnya setan bila mendengar suara seruan menuju shalat (azan) maka ia akan lari terbirit birit hingga terkentut kentut. ( Muslim dll )

Bagaimana sobat, sederhana bukan? Daripada anda takut kepada setan lebih baik anda menakut-nakuti setan agar ia larit terbirit birit.

Mengenali Musang Dari Domba…

Ustadz Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Sobat! Telah baratus ratus tahun Allah menceritakan bahwa orang orang kafir itu kejam nan bengis. Mereka berdarah dingin, alih alih hanya darah ummat Islam, darah para nabipun mereka tumpahkan. Alih alih hak asasi manusia, hak asasi Allah saja mereka rampas. Alih alih kehormatan dan harga diri ummat Islam, kehormatan Allah-pun mereka langgar.

Simaklah firman Allah Ta’ala berikut :

وَمَا قَدَرُوا اللهَ حَقَّ قَدْرِهِ وَالْأَرْضُ جَمِيعًا قَبْضَتُهُ يَوْمَ الْقِيَامَةِ وَالسَّمَاوَاتُ مَطْوِيَّاتٌ بِيَمِينِهِ سُبْحَانَهُ وَتَعَالَىٰ عَمَّا يُشْرِكُونَ

“Mereka tiada menghormati Allah dengan sebenarnya penghormatan, padahal bumi seluruhnya akan Ia genggam, dan seluruh langit akan Ia gulung dengan Tangan Kanan-Nya. Maha Suci Allah lagi Maha Tinggi dari segala yang mereka sekutukan.” ( Az Zumar 67)

Pada ayat lain Allah berfirman:

إِنَّ الشِّرْكَ لَظُلْمٌ عَظِيمٌ

“Sesungguhnya kesyirikan itu ialah kelaliman yang sangat besar.”       ( Lukman 13)

Saudaraku! Masihkah anda hanyut dalam mimpi bahwa orang orang kafir akan menghormati anda dan agama anda? Masihkan anda mengimpikan bahwa orang orang kafir akan menjaga hak hak anda?

Masihkah anda menutup mata dari sejarah panjang darah ummat Islam yang terus membanjiri bumi Allah ? Belum cukupkah Petaka yang menimpa saudara saudara kita Muslim Rohingya, Afganistan, Suria, Cina, Iraq dan lainnya sebagai buktinya? Masihkah anda menantikan giliran sebagai korbannya?

Karena itu, bila anda tidak ingin menjadi korban selanjutnya maka tunaikanlah pesan Allah Ta’ala berikut:

وَأَعِدُّوا لَهُم مَّا اسْتَطَعْتُم مِّن قُوَّةٍ وَمِن رِّبَاطِ الْخَيْلِ تُرْهِبُونَ بِهِ عَدُوَّ اللهِ وَعَدُوَّكُمْ وَآخَرِينَ مِن دُونِهِمْ لَا تَعْلَمُونَهُمُ اللهُ يَعْلَمُهُمْ وَمَا تُنفِقُوا مِن شَيْءٍ فِي سَبِيلِ اللهِ يُوَفَّ إِلَيْكُمْ وَأَنتُمْ لَا تُظْلَمُونَ

“Dan persiapkanlah untuk menghadapi mereka, segala kekuatan yang dapat engkau siapkan; berupa pasukan berkuda, yang dengannya angkau dapat menggetarkan musuh-musuh Allah dan juga musuh musuh kalian. Dan juga menggetarkan musuh musuh lain yang tidak kalian ketahui, namun Allah mengetahui keberadaan mereka ( musuh dalam selimut ). Dan tiada yang engkau belanjakan di jalan Allah melainkan Allah pasti memberikan imbalannya kepada kalian sedangkan kalian tiada dianiaya.” ( Al Anfal 60 )

Dan tahukah saudaraku! Kekuatan yang paling urgen untuk kita persiapkan saat ini ialah kekuatan idiologi, akidah dan iman. Dengannya kita dapat mengenali musuh dari kawan, membedakan musang berbulu domba yang hobi berseragam dengan seragam ummat Islam namun hobinya menjual islam dan ummatnya kepada musuh musuh Islam.

Apalah artinya anda memiliki senjata dan kekuatan paling canggih bila anda belum mampu membedakan musang dari domba?

Dangkel Telo & Gelas Koco ( Batang Singkong & Gelas Koco )…

Ustadz Muhammad Arifin Badri, MA, حفظه الله تعالى

Demikian kira-kira ucapan ayah saya yang sering beliau tanamkan kepada saya dan saudara saudara saya. Beliau menggambarkan bahwa anak laki laki itu bagaikan sebatang pohon singkong, sedangkan anak wanita itu bagaikan gelas kaca.

Sebatang dahan singkong walau dibanting dan dibanting bahkan dicampakkan begitu saja, maka batang singkong dapat tumbuh dan menghasilkan buahnya.

Berbeda dengan gelas kaca, alih-alih dibanting, salah mengisinya saja bisa menyebabkannya pecah, apalagi dibanting atau dijatuhkan. Dan bila pecah maka sangat sulit atau bahkan rasa rasanya mustahil bisa menyatukannya kembali

Kala itu saya acuh tak acuh dengan petuah beliau, namun demikian karena petuah itu sering diulang ulang, maka tanpa sadar tertanam juga dalam pikiran saya.

Sekarang, setelah saya merasakan sedikit dari apa yang dahulu dirasakan oleh kedua orang tua, saya baru bisa menangkap maksud dari pesan beliau. Karena itu saya ingin berbagi, semoga dengan demikian, saya turut menebarkan ilmu yang beliau tanamkan pada diri saya.

Kini rasa kawatir dan was-was mulai menggelayuti pikiran setiap kali memikirkan bagaimana dan seperti apa harus mendidik anak-anak perempuan saya. Berbeda halnya ketika saya memikirkan pendidikan anak lelaki saya, perasaan lebih terasa sejuk dan pikiran jauh lebih tenang.

Mungkin ini salah satu hikmah yang dapat kita petik dari besarnya pahala yang Allah siapkan untuk orang orang tua yang berhasil mengantarkan putri-putrinya ke surga.

من عال جاريتين حتى تبلغا، جاء يوم القيامة أنا وهو» وضم أصابعه

“Siapapun yang menafkahi dan mendidik dua orang anak wanita hingga mereka dewasa, maka kelak pada hari qiyamat aku akan bersandingan dengannya seperti ini, selanjutnya beliau menyandingkan kedua jarinya.” ( Muslim )

Ya Allah jadikanlah putra-putriku orang-orang sholeh dan jadikanlah petuah di atas sebagai bagian dari ilmu yang diwariskan oleh kedua orang tuaku, dan terus mengalirkan pahala untuk keduanya hingga akhir zaman. Amiin.

Demo Buruh…

Ustadz Muhammad Arifin Badri, MA, حفظه الله تعالى

Sobat!
Hari buruh telah berlalu, dan demo buruhpun telah berlalu. Namun saya merasa saat inilah yang tepat untuk mengajak saudara-saudaraku kaum buruh untuk duduk dan berpikir sejenak? Untuk apa saudara demo? Menuntut kenaikan gaji? Pelayanan? Hak? Dan apa lagi yang saudara tuntut dengan demo saudara?

Sobat!
Sederhana solusinya: tinggalkan profesi sebagai buruh maka sekejap seluruh hak saudara kembali berada di tangan saudara . Jadilah juragan alias jadilah wirausahawan niscaya anda tidak akan pernah merasa perlu untuk memperingati hari buruh apalagi bersusah payah turut turun ke jalan berdemo.

Saudaraku! Sadarkah saudara bahwa “kaum juragan” tempat saudara bekerja, sebenarnya sangat diuntungkan dari demo saudara? Bagi mereka semua masalah terasa sederhana:
Pemerintah menaikkan UMR, maka mereka menaikkan harga jual produksi. Pemerintah memutuskan agar perusahaan memberi insentif ini dan itu, maka “kaum juragan” dengan mudah memaksa anda untuk memungut tuntutan saudara dari masyarakat bahkan dari anda sendiri, harga produk dinaikkan, target produksi dan pendapatan mereka tingkatkan, dan ujung-ujungnya anda pula yang puyeng dan pusing tujuh keliling.

Bahkan rasa rasanya “kaum juragan” lah yang selama ini mendanai dan mendorong “kaum buruh” untuk berserikat dan berdemo. Karena mereka akan lebih mudah mengatur dan menggiring kaum buruh yang berada dalam satu wadah dibanding masing-masing buruh beridiri sendiri . Kaum juragan lebih mudah bersekongkol alias menyusun konspirasi bersama dedengkot “wadah kaum buruh” dibanding bila kaum buruh terpencar pencar tanpa ada wadah yang menyatukan mereka.

Saudaraku! Coba pikirkan, adakah kaum buruh yang berhasil menguasi atau memenangkan emilu suatu negara? Manakah yang lebih baik bagi anta meneruskan status sebagai “kaum buruh” atau segera menyingsingkan lengan baju untuk keluar dari status “buruh” menjadi Juragan?

Sadarilah sahabatku sekalian, “kaum juragan” sejatinya senang dan terus bermimpi bila kita semua menjadi buruh, karena kaum buruh pastilah berstatus sebagai komsumen.

Ingatlah baik-baik bahwa sistem perekonomian yang saat ini berkuasa di dunia termasuk negara kita adalah perekonomian kapitalis, yang kaya harus tetap kaya dan semakin kaya dan sebaliknya yang miskin harus miskin dan kalau bisa semakin miskin.

Camkanlah baik-baik, bahwa satu-satunya hal yang sangat dibenci oleh “kaum juragan” ialah bila kaum buruh mulai bermimpi menjadi wirausahawan atau pengusaha. Karena mimpi-mimpi semacam inilah yang mengancam eksistensi mereka. Adapun demo-demo kaum buruh dan berbagai “wadah kaum buruh” sejatinya semakin mengukuhkan mereka sebagai “kaum juragan” dan mengabadikan saudara sebagai “kaum buruh”. Dengan kekuatan finansial, mereka bisa memesan undang undang dan peraturan. Dan dengan kekuatan finansial, mereka bisa menaikan dan menurunkan target pemasaran, pendapatan dan nilai jual produk mereka.

Sobat! Segera pikirkan baik-baik bagaimana caranya agar pada hari buruh yang akan datang saudara menjadi kompetitor “kaum juragan” jangan terus hanyut memikirkan apa tuntutan yang akan anda ajukan pada hari buruh yang akan datang. Renungkan baik-baik pesan dan inspirasi yangdisampaikan oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam pada hadits berikut

عن رافع بن خديج قال: قيل يا رسول الله! أي الكسب أطيب؟ قال: (عمل الرجل بيده وكل بيع مبرور) رواه أحمد والطبراني والحاكم وصححه الألباني

“Sahabat Rafi’ bin Khadij menuturkan: “Suatu hari Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam ditanya:Wahai Rasulullah! Penghasilan apakah yang paling baik? Beliau menjawab: “Hasil pekerjaan seseorang dangan tangannya sendiri, dan setiap perniagaan yang baik.” (Riwayat Ahmad, At Thabrany, Al Hakim, dan oleh Syeikh Al Albany dinyatakan sebagai hadits shahih).

Selamat berjuang menjadi kaum juragan, semoga Allah segera mewujudkan mimpi indah saudara sebagai juragan dan bukan lagi buruh atau karyawan. Amiin

1329. Bolehkah Membersihkan Noda Hitam Bekas Sujud Di Dahi ?

1329. BBG Al Ilmu

Tanya :
Dalam rangka menghindari riya’, apakah boleh seorang pria membersihkan noda hitam di dahi bekas sujud dengan memakai sabun/cream khusus pembersih muka secara berkala ? Apakah ini tindakan berlebih-lebihan ?

Jawab :
Ust. DR. Muhammad Arifin Badri, Lc, MA حفظه الله تعالى

Boleh dibersihkan dan lain kali kalau sujud JANGAN TERLALU DITEKAN dahinya agar tidak hitam, menjadikan wajah nampak buruk.

والله أعلم بالصواب

Ayo Kita Perang Saja! Siapa Takut…?

Ust. DR. Muhammad Arifin Badri, Lc, MA حفظه الله تعالى

Di saat marah, tersinggung, atau bahkan terancam, sering kali anda berpikiran: perang saja lah, saya tidak takut? Apalagi bila dalam diri anda mengalir darah muda yang bergemuruh dan meledak ledak.

Namun, pernahkah anda berpikir walau hanya sejenak, akankah semangat muda ini terus bergelora dalam diri anda?

Sobat! Apa yang terjadi pad diri anda bukanlah hal yang aneh, karena semangat semacam itu dirasakan oleh semua orang.

Walau demikian, fakta dan sejarah telah membuktikan bahwa, gemuruh semangat muda yang anda rasakan itu, biasanya akan surut bahkan bisa jadi sirna tatkala anda telah mulai menginjak umur tua. Bahkan, kalaupun belum menginjak masa tua, akan tetapi faktanya ketika genderang perang benar-benar telah ditabuh, betapa banyak dari para pemuda yang tiba tiba nyalinya menciut atau bahkan sirna.

Fenomena semacam ini telah diabadikan dalam Al Qur’an:

( أَلَمْ تَرَ إِلَى الَّذِينَ قِيلَ لَهُمْ كُفُّواْ أَيْدِيَكُمْ وَأَقِيمُواْ الصَّلاَةَ وَآتُواْ الزَّكَاةَ فَلَمَّا كُتِبَ عَلَيْهِمُ الْقِتَالُ إِذَا فَرِيقٌ مِّنْهُمْ يَخْشَوْنَ النَّاسَ كَخَشْيَةِ اللّهِ أَوْ أَشَدَّ خَشْيَةً وَقَالُواْ رَبَّنَا لِمَ كَتَبْتَ عَلَيْنَا الْقِتَالَ لَوْلا أَخَّرْتَنَا إِلَى أَجَلٍ قَرِيبٍ قُلْ مَتَاعُ الدَّنْيَا قَلِيلٌ وَالآخِرَةُ خَيْرٌ لِّمَنِ اتَّقَى وَلاَ تُظْلَمُونَ فَتِيلاً )

“Tidakkah engkau memperhatikan orang-orang yang dikatakan kepada mereka: Tahanlah tanganmu dari berperang, tegakkanlah shalat, tunaikanlah zakat. Namun tatkala diwajibkan untuk berperang, tiba tiba sebagai dari mereka takut kepada sesama manusia (musuh) serupa dengan takut mereka kepada Allah atau bahkan melebihinya (lebih takut kepada manusia). Dan mereka berkata: Wahai Tuhan kami, mengapa Engkau mewajibkan peperangan atas kami,? Mengapa tidak Engkau tunda kewajiban berperang atas kami hingga beberapa waktu lagi? Katakanlah kepada mereka: Sesungguhnya kesenangan dunia hanyalah sedikit, sedangkan kesenangan akhirat lebih baik bagi orang-orang yang bertaqwa sedangkan kamu tidak akan dizhalimi sedikitpun.” (An Nisa’ 77)

Ayat di atas, mengisahkan perihal para sahabat yang semasa di Makkah begitu menggebu gebu untuk berperang melawan orang orang kafir Quraisy. Namun tatkala mereka telah berhijrah ke Madinah dan jihad telah diwajibkan, ternyata sebagian sahabat yang kemarin begitu menggebu gebu untuk berjihad melawan Quraisy, mulai dijangkiti rasa takut dan gentar. Demikian dijelaskan oleh beberapa riwayat hadits Imam An Nasa’i dan juga ulama’ ahli tafsir semisal Imam Ibnu Katsir pada kitab tafsirnya 2/359.

Ayat di atas menggambarkan bahwa ternyata ada perbedaan antara semangat dan kenyataan. Disaat belum ada seruang perang, banyak pemuda yang hobi mengelus-elus kepalnya seakan tidak sabar lagi untuk berperang, namun pada ketika jihad benar benar telah dikobarkan, banyak dari mereka yang mundur dengan teratur.

Bila hal itu bisa terjadi pada kaum muslimin bahkan para sahabat dan pada jihad melawan orang-orang yang benar-benar kafir, maka tentu sangat mungkin untuk terjadi pada diri kita. Apalagi bila ternyata perangnya melawan saudara sendiri sesama ummat Islam.

‘Amir bin Saad bin Abi Waqqash mengisahkan, bahwa suatu hari saudaranya yaitu Umar mendatangi ayahnya yaitu sahabat Saad bin Abi Waqqash lalu ia berkata: Wahai ayahku! Mereka bergelut memperebutkan kemulian/kekuasaan dunia, sedangkan engkau mengasingkan diri bersama onta dan domba-dombamu ? Sahabat Saad menjawab: Wahai nak, apakah engkau ingin aku menjadi pemimpin dalam kekacauan (fitnah)? Tidak, aku tidak sudi, sampai engkau memberiku sebilah pedang yang bila aku tebaskan kepada seorang mukmin maka tumpul dan tidak mempan, namun bila aku tebaskan kepada orang kafir maka pedang itu tajam dan mampu membunuhnya. Aku pernah mendengar Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

إِنَّ اللَّهَ يُحِبُّ الْعَبْدَ التَّقِىَّ الْغَنِىَّ الْخَفِىَّ ».

“Sejatinya Allah mencintai hamba-Nya yang bertaqwa, kaya (mandiri), dan terasing (tidak dikenal/masyhur).” (Ahmad dan lainnya)

Subhanallah, betapa pentingnya kita dalam kondisi semisal saat ini untuk meneladani jiwa besar sahabat Saad bin Abi Waqqash radiallahu ‘anhu. Ya Allah, jauhkanlah ummat Islam dari petaka kekacauan dan perpecahan.