Category Archives: Muhammad Arifin Badri

Tanganku Sudah Gatel, Ingin Segera Memecahkan Kepala Musuh…

Ust. DR. Muhammad Arifin Badri, Lc, MA حفظه الله تعالى

Sobat! Anda seorang pemuda? Mungkin ucapan di atas sering terlontar dari lisan anda, terlebih bila anda mengetahui musuh-musuh Islam mulai banyak berkeliaran dan membuat ulah.

Anda geram dan geregetan, ingin segera bertindak dan mengobrak abrik barisan musuh-musuh agama Islam. Saking geramnya, barang kali anda sering melontarkan ucapan di atas, atau paling kurang anda latah dengan ikut-ikut mengucapkan sesumbar : “anda jual, saya beli “.

Sobat! Memang sekilas terdengar hebat dan pemberani, namun tahukah anda bahwa sikap semacam ini sejatinya adalah awal dari kekalahan. Ungkapan ungkapan semisal di atas mencerminkan anda mulai hanyut dalam emosi dan terpancing oleh ulah musuh. Bahkan barang kali tanpa anda sadari anda telah terperangkap dalam sebagian jebakan dan perangkap musuh .

Karena itu sesumbar semisal di atas bukanlah sikap bijak, namun hanya mencermikan sikap emosional dan ceroboh, gegabah dengan meremehkan kekuatan musuh dan lengah karena terlalu mempercayai kekuatan diri sendiri. Karena itu camkanlah petuah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam berikut:

أَيُّهَا النَّاسُ ، لاَ تَتَمَنَّوْا لِقَاءَ الْعَدُوِّ ، وَسَلُوا اللَّهَ الْعَافِيَةَ ، فَإِذَا لَقِيتُمُوهُمْ فَاصْبِرُوا ، وَاعْلَمُوا أَنَّ الْجَنَّةَ تَحْتَ ظِلاَلِ السُّيُوفِ ،

“Wahai seluruh manusia, janganlah kalian mendambakan datangnya musuh, dan sebaliknya hendaknya kalian memohon keselamatan kepada Allah. Namun bila pada suatu saat engkau benar-benar berhadapan dengan musuh, maka tabahlah, dan ingatlah selalu bahwa surga terletak di bawah kilatan pedangmu.” (Muttafaqun ‘Alaih)

Karena itu kalau anda memiliki pedang, asahlah pedang anda dan rahasiakan keberadaan pedang anda, agar anda dapat mengejutkan musuh anda dengan pedang anda yang selalutajam dan siap dihunus setiap saat. Sungguhlah bodoh bila anda menentang nenteng pedang anda kemana-mana dan menunjukkannya kepada musuh, karena bila ada melakukan hal itu, niscaya musuh segera menyiapkan panah atau minimal pedang yang lebih panjang dan lebih tajam dari pedang anda.

We Share, We Care (Kami Berbagi Informasi, Karena Kami Menyayangi)…

Ustadz Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Awaas! Pelacur mulai berkeliaran di sekitar anda!
Awaas! Pembunuh bayaran keluyuran di sekitar anda!

Sobat! Kira-kira apa yang terbayang di pikiran anda bila anda sering mendengar atau membaca peringatan semisal di atas? Apalagi bila peringatan semisal di atas anda temukan di mana mana dan disampaikan oleh banyak orang bahkan orang-orang yang anda percaya atau sahabat karib anda.

Mungkinkah anda tetap santai santai saja, tanpa ada kekawatiran sama sekali? Atau sebaliknya mulai ada rasa takut dan panik?

Sobat! Mungkin anda berkilah, saya menyampaikan peringatan di atas karena berbagai hal di atas benar-benar terjadi.

Namun demikian, pernahkah anda menimbang berapa banyak kejahatan di atas terjadi? Pantaskah kejadian tersebut untuk dishare secara luas ?

Sobat! Ketahuilah bahwa satu peringatan bisa jadi menyebabkan keresahan dan ketakutan bila disampaikan secara berlebihan. Bukannya menjadikan masyarakat waspada, namun sebaliknya menjadikan mereka panik, bahkan berputus asa.

Bahkan dari sisi lain, peringatan semisal di atas tanpa anda sadari bisa menjadi promosi gratis. Bagi banyak orang peringatan yang salah sasaran bisa menjadi “promosi gratis”. Ketika peringatan semisal di atas disampaikan tanpa pertimbangan bisa jadi menumbuhkan inspirasi bagi “orang-orang lemah iman” untuk berbuat kemaksiatan. Sebagaimana peringatan semisal ini menjadi “promosi gratis” bagi para pelacur dan pembunuh bayaran sehinga “konsumen” mereka semakin bertambah banyak.

Bahkan bisa jadi banyak orang berawal dari rasa penasaran ingin melihat mengenali para pelacur, atau mengetahui lokasinya, dan sedikit demi sedikit mulai mendekat dan akhirnya celaka.

Kondisi serupa juga terjadi ketika anda menyampaikan peringatan perihal “awas sekte syi’ah mengajarkan nikah mut’ah / nikah kontrak”, “awas warga daerah anu adalah penganut syi’ah yang menjalankan nikah mut’ah” . Peringatan semisal ini bagi orang-orang yang kuat imannya dan selamat fitrahnya sangatlah bermanfat, namun tidak demikian bagi orang lain. Bagi orang-orang yang lemah imannya apalagi para hidung belang, informasi semisal ini seakan angin surga bagi mereka. Dengan demikian, peringatan semisal ini tanpa anda sadari menjadi promosi gratis bagi sekte syi’ah untuk menjerat sebanyak mungkin para hidung belang dan orang-orang lemah iman untuk masuk dalam sekte mereka.

Karena itu sudah sepatutnya anda menyadari bahwa slogan “we share, we care” adalah slogan yang menyesatkan dan menyimpang dari ajaran Islam. Dalam syari’at Islam kita diajarkan untuk selekif dan ekstra hati-hati dalam menyebarkan informasi . Simaklah firman Allah Ta’ala:

وَإِذَا جَاءهُمْ أَمْرٌ مِّنَ الأَمْنِ أَوِ الْخَوْفِ أَذَاعُواْ بِهِ وَلَوْ رَدُّوهُ إِلَى الرَّسُولِ وَإِلَى أُوْلِي الأَمْرِ مِنْهُمْ لَعَلِمَهُ الَّذِينَ يَسْتَنبِطُونَهُ مِنْهُمْ وَلَوْلاَ فَضْلُ اللّهِ عَلَيْكُمْ وَرَحْمَتُهُ لاَتَّبَعْتُمُ الشَّيْطَانَ إِلاَّ قَلِيلاً

“Dan bila datang kepada mereka suatu berita tentang keamanan atau ketakutan, maka mereka segera menyebarkanya. Padahal apabila mereka menyerahkannya kepada (Rasulullah) dan ulil amri (orang-orang berilmu) di antara mereka niscaya orang-orang yang ingin mengetahui kebenarannya dapat mengetahuiya secara benar dari mereka (rasul dan ulil amri). Kalaulah bukan karena kemurahan dan rahmat Allah, niscaya kalian menjadi pengikut setan, kecuali sebagian kecil saja.” (An Nisa 83)

Karena itu, pada kesempatan ini saya meghimbau kepada saudaraku sekalian agar selektif dalam menyebarkan informasi. Pikirkanlah matang-matang akibat informasi yang saudara sebarkan, jangan sampai anda menjadi agen promosi gratis bagi para penjahat. Pikirkan baik-baik, apalah arti peringatan anda tentang berbagai kegiatan sekte syi’ah, yang terjadi di suatu daerah? Sebagaimana pikirkan baik-baik, siapakah orang-orang yang menjadi teman dan penerima peringatan anda?

Akan lebih bijak bila anda menyampaikan informasi yang membangun. Bila anda ingin memberikan peringatan perihal nikah mut’ah, maka kokohkan terlebih dahulu iman teman teman anda tentang haramnya berzina dan betapa buruk dampaknya. Tanamkan pada mereka bahwa perzinaan apapun kedoknya maka diharamkan dalam Islam. Kenalkan kepada mereka perincian hukum nikah dalam Islam agar mereka mampu membedakan antara ernikahan dari perzinaan.

Dengan demikian, bila suatu saat mereka mendapatkan ajakan untuk nikah mut’ah maka mereka telah memiliki benteng yang kuat. Ilustrasinya bagaikan anda ingin memerangi penyakit flu, maka langkah pertamanya adalah mengajari masyarakat untuk hidup sehat dan meningkatkan daya kekebalan tubuh mereka dengan mengkonsumsi makanan yang sehat dan menempuh hidup yang sehat pula. Sehingga bila tiba saatnya firus penyakit flu menyerang, maka tubuh mereka telah memiliki pertahanan yang tangguh,

Apalah artinya peringatan tentang penyakit flu bila ternyata masyarakat anda sedang mengidap penyakit aids?

Apalah artinya peringatan tentang nikah mut’ah bila ternyata perzinan dan prostitusi merajalela di masyarakat anda? Pergaulan bahkan perzinaan telah merajalela di kalangan pelajar dan kawula muda, bahkan orang-oran tua?

Sobat! Marilah kita berpikir dan bertindak bijak bukan hanya sekedar semangat dan emosi sesaat yang tidak terkontrol dan terukur.

Dropshipping Usaha Tanpa Modal Dan Alternatif Transaksinya Yang Sesuai Syariat…

Ustadz Muhammad Arifin Badri, حفظه الله تعالى

Semua orang pasti menyadari bahwa salah satu tujuan utama setiap kegiataan wirausaha ialah mendapatkan keuntungan. Karena itu sudah sepantasnya anda bila menanyakan apa saja kuntungan mengikuti sistem ini.

Secara umum, menjalankan dropshipping memiliki banyak sisi positifnya, diantaranya sebagai berikut:
1. Dropshipper, mendapatkan keuntungan atau fee atas jasanya memasarkan barang milik supplier.
2. Tidak butuh modal besar untuk dapat mengikuti sistem ini.
3. Sebagai dropshipper, anda tidak perlu menyediakan kantor dan gudang barang.
4. Walau tanpa berbekalkan pendidikan tinggi, asalkan anda cakap dalam berselancar di dunia maya (berinternet) maka anda dapat menjalankan sistem ini.
5. Anda terbebas dari beban pengemasan dan pengantaran produk.
6. Sistem ini tidak kenal batas waktu atau ruang, alias anda dapat menjalankan usaha ini kapanpun dan dimanapun anda berada.

Hukum Sistem Dropshipping.
Sebagai pengusaha muslim, tentu anda bukan hanya memilikirkan kemudahan atau besarnya keuntungan suatu jenis kewirausahaan. Status halal & haram setiap jenis usaha yang hendak dijalankan pastilah menempati urutan pertama dari sekian banyak pertimbangan anda. Sikap ini selaras dengan doa yang senantiasa anda panjatkan kepada Allah Azza wa Jalla:

للَّهُمَّ اكْفِنِي بِحَلَالِكَ عَنْ حَرَامِكَ وَأَغْنِنِي بِفَضْلِكَ عَمَّنْ سِوَاكَ
“Ya Allah cukupkanlah aku dengan rizki-Mu yang halal sehingga aku tidak membutuhkan kepada hal-hal yang Engkau haramkan. Dan jadikanlah aku merasa puas dengan kemurahan-Mu sehingga aku tidak mengharapkan kemurahan selain kemurahan-Mu.

Dan untuk mengetahui status hukum halal haram suatu perniagaan, maka anda harus melihat tingkat keselarasan sistem tersebut dengan prinsip-prinsip dasar perniagaan dalam Syari’at. Bila perniagaan tersebut selaras dengan prinsip syari’at maka halal untuk anda jalankan. Namun bila terbukti menyeleweng dari salah satu prinsip atau bahkan lebih maka sudah sepantasnya anda mewaspadainya.

ANda penasaran dengan hukumnya? temukan jawabannya pada tautan berikut:
http://arifinbadri.com/dropshipping-dan-solusinya/

Negaraku Sedang Diadu Bak Domba…

Ustadz Muhammad Arifin Badri, MA, حفظه الله تعالى

Sobat!

Dunia politik memang selalu berlika-liku, dan penuh dengan teka teki. Yang licik dan kejam maka sering kali berhasil sedangkan yang jujur, dan selalu lurus-lurus saja kerap kali menjadi korbannya.

Hiruk pikuk yang sedang melanda negri kita, bila dilihat secara kasat mata maka terkesan semuanya berjalan secara alami alias tanpa rekayasa. Namun bila direnungkan dengan baik, dan berbagai kejadian dikaitkan, niscaya anda dapat menarik satu benang merah yang melilit semuanya.

Kekacauan politik, sosial, budaya, dan lainya sejatinya adalah bagian dari skenario besar. Ada tangan tangan besar dan jahat sedang mengobok-obok negri kita agar menjadi keruh dan akhirnya mereka bisa memancing di air keruh tanpa ada yang bisa mengetahui atau melawannya. Nampaknya mereka sengaja membenturkan berbagai elemen dan kelompok yang ada di negri kita, agar mereka dengan leluasa bisa menjalankan setiap tahapan skenario mereka dan akhirnya mereka menjajah atau menguasai negri kita.

Berbagai elemen ummat Islam diadu, mereka dengan rajin dan gigihnya memainkan isu wahabi dan sunni, wahabi dan ormas ormas yang ada, berbagai tokoh disodok-sodok, media-media islam, sekolah sekolah Islam dan segala yang berbau islam disudutkan dengan berbagai isu radikalisme. Bahkan dengan jelas benang merah mulai mengarah pada membenturkan ummat Islam dengan pemerintah sendiri, TNI, Polri dan lainnya. Mahasiswa terus dipancing agar anarkis dan kembali turun ke jalan sehingga kondisi negara kita semakin keruh dan keruh. Pemblokiran beberapa situs islamy -menurut hemat saya- adalah salah satu upaya mereka untuk membenturkan ummat islam dan aktifis islam dengan pemerintah. Karena itu pesan saya kepada para pengelola situs tersebut agar bisa lebih bersabar dan menahan diri agar tidak berbenturan dengan pemerintah sendiri. Ingatlah bahwa anda semua sedang dijadikan alat untuk membenturkan ummat Islam dengan pemerintah kita sendiri.

Di sisi lain, kekuatan jahat yang ingin menjual negara ini dan juga ingin menguasai negara ini terus menjalankan setiap tahapan skenarionya tanpa terusik oleh “teriakan” atau “serangan” segelintir saudara saudara kita yang mulai menyadari rencana dan skenario mereka.

Sebagai contoh; lihatlah kelompok Vampire “syi’ah” terus membisu dan terus menyebarkan pahamnya tanpa peduli dengan “teriakan” ormas, atau tokoh atau siapapun. Dengan dukungan finansial yang mereka miliki, mereka mengerahkan “anjing-anjing herder” sewaan mereka untuk menggonggong dan menggonggong melawan setiap orang yang berusaha menghadang laju gerakan vampire “syi’ah”. Kelompok “vampire syi’ah” sengaja memilih anjing-anjing herder yang berasal/berbasis dari ummat Islam dan memiliki basis masa yang kuat, untuk mematahkan setiap upaya perlawanan ummat Islam dan bangsa Indonesia yang cinta kepada kebenaran dan bumi pertiwi. Adapun tokoh-tokoh “vampire syi’ah” terus diam dan menjalankan setiap tahapan skenario mereka dengan tenang dan teliti.

Karena itu, pada kesempatan ini saya mengingatkan saudara-saudaraku untuk membangun dan merajut persatuan ummat dan bangsa. Janganlah terperangkap dalam jerat musuh-musuh kita sehingga kita lemah karena terus berbenturan dan berkelahi dengan bangsa sendiri, saudara sendiri dan pemerintah sendiri.

Pada kondisi semacam ini betapa pentingnya kita mengingat firman Allah Ta’ala berikut:

وَلاَ تَنَازَعُواْ فَتَفْشَلُواْ وَتَذْهَبَ رِيحُكُمْ وَاصْبِرُواْ إِنَّ اللّهَ مَعَ الصَّابِرِينَ

“Dan janganlah kalian berselisih sehingga akibatnya kalian ditimpa kegagalan dan hilanglah kekuatan kalian. Bersabarlah sejatinya Allah bersama orang-orang yang sabar. (Al Anfal 46)

Solusi yang paling tepat untuk kita tempuh pada kondisi yang penuh dengan carut marut ini ialah dengan melipat gandakan kesabaran dan perjuangan dalam menjernihkan suasana, menyerukan kebaikan. Percayalah kemenangan pasti menjadi milik hamba-hamba Allah yang beriman dan bertakwa.

Ya Allah, sejatinya musuh-musuh-Mu telah melancarkan segala tipu daya mereka, maka balaslah tipu daya mereka sejatinya Engkau adalah sebaik-baik Pembalas tipu daya para penjahat. Amiin.

Banting-Bantingan Harga…

Ustadz Muhammad Arifin Badri, MA, حفظه الله تعالى

Sobat! banting piring itu pertanda marah, banting kolor itu pertanda tidak waras, la kalau banting harga pertanda apa?

Diantara dinamika persaingan para pedagang adalah adanya praktek banting-bantingan harga. Banyak alasan yang mendasari prkatek banting harga, bisa jadi karena mengejar momentum yang tinggal sesaat, semisal yang terjadi pada akhir ramadhan. Bisa pula karena adanya pesaing, dan adanya keinginan untuk menguasai pasar dan menjatuhkan pesaing, dan masih ada alasan lainnya.

Bagi konsumen, praktek semacam ini sangat menguntungkan, karena mereka mendapatkan barang dengan harga yang relatif murah.

Namun bagaimana dengan para pedagang, terutama yang modalnya cekak alias kecil? Tentu praktek banting-bantingan harga semacam ini sangat merugikan dan mengancam eksistensi mereka. Wajar bila praktek semacam ini dilarang dalam Islam, sebagaimana dijelaskan oleh Imam Ibnul Qayyim pada penggalan ucapan beliau berikut ini :

“Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam melarangkitamemakan makanan kedua orang yang berlomba-lomba (dalam jamuan tamu atau lainnya)” (HR Abu Dawud dan lainnya)

Yang dimaksud dengan kedua orang yang berlomba-lomba pada hadits ini ialah dua orang yang masing-masing dari keduanya berusaha untuk mengungguli kawannya dalam hal donasi. Misalnya keduanya membuat jamuan yang mewah untuk mengungguli jamuan yang disajikan oleh kawannya, ataupun perlomba-lombaan dalam hal jual beli. Masing-masing dari penjual memberikan potongan harga pada barang dagangannya, agar para konsumen tidak membeli dari penjual lainnya.

Imam Ahmad dengan tegas membenci praktek semacam ini, dan membenci konsumen yang membeli dari keduanya.

Larangan ini bertujuan untuk mencegah terjadinya dua hal:

1) Mencegah masyarakat dari memakan harta kedua orang yang berlomba-lomba tersebut. Karena membeli dagangan atau memakan jamuan mereka dapat menjadikan mereka merasa puas sehingga menjadikan mereka semakin hanyut dan terus menerus dalam perbuatan yang dibenci oleh ALLAH dan Rasul-Nya semacam ini..

2) Dengan meninggalkan hidangan keduanya dan tidak membeli dari keduanya maka keduanya akan segera menghentikan perlombaan mereka yang tercela ini. (I’ilamul Muwaqiin 3/206)

Mengenali Wanita Dari Mata Kaum Lelaki…

Ustadz Muhammad Arifin Badri, MA, حفظه الله تعالى

Anda lelaki? Lelaki Sejati atau setengah lelaki ?

Kalau anda lelaki sejati maka anda pasti memahami apa yang diinginkan kaum lelaki dari kaum wanita?

Kaum lelaki menginginkan keindahan, kelembutan dan kasih sayang dari wanita. Lembut setiap sentuhannya, indah setiap penampilannya, dan penyayang dalam setiap sikapnya.

Lelaki tidaklah membutuhkan ketegasan dan kegagahan dari kaum wanita namun mereka haus akan kelembutan, keindahan dan kasih sayang.

Lelaki sejati pasti benci dengan wanita yang setengah lelaki apalagi ¾ lelaki. Kaum lelaki membenci wanita yang penampilannya kaku, suaranya kasar, bicaranya blak-blakan, penampilannya serabutan dan sikapnya tiada mencerminkan rasa kasih sayang.

Sebaliknya bila anda adalah wanita, wanita sejati, pasti anda memahami apa yang diinginkan kaum wanita dari kaum lelaki. Wanita menginginkan ketegapan dan ketegasan, kearifan dan tanggung jawab dari kaum lelaki. Tegap dan tegas sehingga mampu memberikan perlindungan, arif pada setiap sikapnya dan berani bertangung jawab atas setiap ucapan dan tindakannya. Wanita tidaklah butuh kepada lembut nan putihnya kulit, gemulainya gerakan, dan merdunya suara.

Wanita sejati pasti membenci lelaki yang setengah wanita apalagi ¾ wanita. Wanita membenci lelaki yang gemulai gerak-geriknya, ceroboh sikapnya, dangkal nalarnya, ciut nyalinya, bahkan pengecut dan penakut .

Karena itu bila anda adalah lelaki, jadilah lelaki sejati niscaya anda menjadi lelaki idaman setiap wanita. Namun bila anda adalah wanita maka jadilah wanita yang sejati niscaya anda menjadi wanita idaman setiap pria.

Sungguh nista bila anda menjadi lelaki namun ½ wanita apalagi ¾ wanita, sebagaimana sangat hina bila anda menjadi wanita namun ½ pria apalagi ¾ pria. Sahabat Ibnu Abbas radhiallahu ‘anhuma mengisahkan:

لعن رسول الله صلى الله عليه و سلم المتشبهين من الرجال بالنساء والمتشبهات من النساء بالرجال

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam melaknati (mengutuk) lelaki-lelaki yang menyerupai kaum wanita dan wanita-wanita yang menyerupai kaum pria.” (Bukhari)

Adab-Adab Memiliki Rumah

Ustadz Muhammad Arifin Badri, MA, حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, shalawat dan salam semoga senantiasa dilimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya.

Rumah adalah satu dari berjuta-juta nikmat Allah Ta’ala yang wajib anda syukuri. Betapa susahnya hidup anda bila harus mempertahankan hidup tanpa rumah yang menaungi anda.

)وَاللّهُ جَعَلَ لَكُمْ مّن بُيُوتِكُمْ سَكَناً(

Dan Allah menjadikan bagimu rumah-rumahmu sebagai tempat tinggal.” (AN Nahel 80)

Ibnu Katsir mengomentari ayat tersebut dengan menyatakan bahwa Rumah adalah bagian dari kesempurnaan nikmat yang Allah berikan pada manusia, sebagai tempat mendapatkan ketentraman, beristirahat, dan berlindung. Sebagaimana mereka juga dapat memanfaatkannya dengan berbagai cara lainnya. (Ibnu Katsir)

Sungguh orang yang telah mendapat karunia rumah, apalagi rumah bagus nan luas, pastilah merasakan kegunaan tersebut. Ia merasa tentram, aman dari berbagai gangguan, baik dari cuaca atau lainnya. Sebagaimana ia juga dapat menjadikan rumahnya sebagai tempan menyimpan dan menikmati hasil karya dan jerih payahnya.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menggambarkan betapa bahagianya orang yang mendapat karunia rumah bagus nan luas dengan bersabda:

طُوبَى لِمَنْ مَلَكَ لِسَانَهُ ، وَوَسِعَهُ بَيْتُهُ ، وَبَكَى عَلَى خَطِيئَتِهِ

Keberuntungan adalah milik orang yang kuasa menjaga lisannya, merasa cukup dengan rumahnya sebagai tempat berlindung dan senantiasa menangisi (menyesali) setiap kesalahannya. (At Thabrani)

Pada hadits ini, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menggambarkan bahwa kebahagian dunia dan akhirat pastilah menjadi milik anda bila anda dapat menjaga lisan anda, sehingga tidak bertutur kata kecuali yang baik. Dan engan rumah yang telah anda miliki, anda menjaga diri anda dari perbuatan yang dapat mencelakakan anda, baik di dunia atau di akhirat dan sebagai tempat muhasabah.

Tatacara Mensyukuri Nikmat Rumah.

Saya yakin, anda telah menyadari pentingnya mensyukuri karunia Allah Ta’ala ini. Hanya saja mungkin anda belum mengetahui bagaimanakah caranya yang benar dalam mengekspresikan rasa syukur anda.

Bersama artikel sederhana ini, saya berusaha merangkumkan beberapa cara yang tepat dalam mengekspresikan rasa syukur anda. Dengan demikian, kebahagiaan anda dengan memiliki rumah semakin sempurna. Dan Allah semakin ridha kepada anda, sehingga terus melipat gandakan kemurahan-Nya kepada anda. Berikut beberapa poin penting yang seyogyanya anda perhatikan tentang rumah kediaman anda:

  1. Tetangga sebelum rumah.

Tidak diragukan bahwa peranan tetangga sangat besar dalam kedamaian anda dalam menikmati rumah anda. Karenanya, sebelum memilih rumah, tentu anda telah mempertimbangkan masak-masak lokasi dan calon tetangga anda. Kesalahan anda menentukan calon tetangga dapat menghancurkan nikmat rumah yang telah anda miliki. Sebaliknya, bisa jadi anda menjadi penyebab keruhnya kedamaian mereka yang telah lama mereka nikmati. Karenanya, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam menjadikan keberhasilan anda dalam bertetangga sebagai standar iman anda:

( والله لا يؤمن والله لا يؤمن والله لا يؤمن ) . قيل ومن يا رسول الله ؟ قال ( الذي لا يأمن جاره بوائقه )

Sungguh demi Allah, Sungguh demi Allah, Sungguh demi Allah.” Dikatakan kepada beliau: Wahai Rasulullah, siapakah gerangan orangnya? Beliau menjawab: orang yang tetangganya tidak merasa aman dari gangguannya.

Pikirkanlah, bagaimana anda membangun hubungan yang harmonis dengan tetangga anda, sebagaimana anda memikirkan bagaimana membangun rumah yang anda huni.

  1. Kedamaian Batin.

Saudaraku, bila dengan memiliki rumah, anda merasakan kedamaian dan ketentraman. Namun tahukah bahwa kedamaian yang telah anda rasakan tersebut hanyalah sementara. Yaitu hanya pada awal-awal anda memiliki dan menghuninya. Yang demikian itu karena manusia memiliki sifat jenuh dan bosan.

Walau demikian, tahukah anda bahwa kedamaian itu dapat diperpanjang, dan bahkan menjadi langgeng?

Anda pasti mencita-citakan agar kedamaian anda dapat langgeng dalam rumah anda. Untuk mewujudkan hal tersebut, maka anda harus menyempurnakan kedamaian lahir yang telah anda rasakan karena memiliki rumah bagus, dengan kedamaian batin. Dan kedamaian batin anda hanya dapat terwujud bila anda dekat dengan rahmat Allah, yaitu dengan menjadikan rumah anda sebagai tempat untuk beribadah kepada Allah. Anda mengerjakan shalat-shalat sunnah, membaca Al Qur’an dan dzikir di rumah anda.

)اجعلوا في بيوتكم من صلاتكم ولا تتخذوها قبورا(

Tunaikanlah di rumahmu sebagain dari shalat-shalatmu, dan janganlah engkau jadikan rumahmu bak pekuburan.” Bukhari

Pada hadits lain beliau bersabda:

)لا تجعلوا بيوتكم مقابر إن الشيطان ينفر من البيت الذي تقرأ فيه سورة البقرة(

Janganlah engkau jadikan rumahmu bak pekuburan, sesungguhnya setan lari tunggang langgang dari rumah yang padanya dibacakan surat Al Baqarah.” Riwayat Muslim.

Mungkinkah anda dapat merasakan kedamaian dalam rumah anda, bila ternyata rumah anda bak pekuburan? Rumah gersang, angker, jauh dari rahmat Allah dan menjadi sarang setan untuk bermalam dan bertempat tinggal.

Namun apa boleh dikata, banyak dari saudara kita yang bermalas-malasan untuk membaca Al Qur’an. Ia lebih merasa tenang dan tentram bila rumahnya full musik dan tontonan yang tidak diridhai Allah Ta’ala.

)دخل أبو بكر وعندي جاريتين من جواري الأنصار تغنيان بما تقاولت الأنصار يوم بعاث قالت وليستا بمغنيتين فقال أبو بكر أمزامير الشيطان في بيت رسول الله صلى الله عليه و سلم ؟ وذلك في يوم عيد فقال رسول الله صلى الله عليه و سلم ( يا أبا بكر إن لكل قوم عيدا وهذا عيدنا )

Pada suatu hari raya, Abu Bakar masuk ke rumah ‘Aisyah, sedangkan di rumahnya ada dua anak putri kecil yang sedang bernyanyi-nyanyi dengan senandung para pejuang penduduk Madinah pada peperangan Bu’ats. ‘Aisyah menuturkan: sesungguhnya kedua anak putri tersebut bukanlah biduanita. Spontan Abu Bakar berkata: Apakah layak seruling setan ada di rumah Rasulullah ? Mendengar pernyataan Abu Bakar ini, Rasulullah bersabda: Wahai Abu Bakar, sesungguhnya setiap umat memiliki hari perayan dan ini adalah hari perayaan kita.” Bukhari.

  1. Senantiasa membaca basmalah.

Keberkahan adalah kunci bagi segala kebaikan, karenanya, diantara etika yang menghiasi hidup keluarga muslim ialah upaya yangtiada henti untuk mewujudkan keberkahan dalam hidupnya. Dan diantara upaya jitu mengupayakan keberkahan dalam rumah ialah dengan senantiasa membaca basmalah setiap kali membuka atau menutup pintu dan jendela rumah.

Namun bila anda lalai mengupayakan keberkahan untuk rumah anda dengan membaca basmalah, maka rumah anda akan menjadi sarang setan. Dan bila setan telah bersarang dirumah anda, maka rumah anda akan menjadi gersang dan penuh dengan derita.

(غَطُّوا الْإِنَاءَ، وَأَوْكُوا السِّقَاءَ، وَأَغْلِقُوا الْبَابَ، وأطفؤا السِّرَاجَ، فإن الشَّيْطَانَ لَا يَحُلُّ سِقَاءً، ولا يَفْتَحُ بَابًا، ولا يَكْشِفُ إِنَاءً، فَإِنْ لم يَجِدْ أحدكم إلا أَنْ يَعْرُضَ على إِنَائِهِ عُودًا وَيَذْكُرَ اسْمَ اللَّهِ، فَلْيَفْعَلْ) رواه مسلم.

“Tutuplah bejana, ikatlah geribah (tempat menyimpan air yang terbuat dari kulit-pen), tutuplah pintu, matikanlah lentera (lampu), karena sesungguhnya setan tidaklah mampu mengurai geribah yang terikat, tidak dapat membuka pintu, dan tidak juga dapat menyingkap bejanan (yang tertutup). Bila engkau tidak mendapatkan (tutup) kecuali hanya dengan melintangkan diatas bejananya sebatang ranting, dan menyebut nama Allah, hendaknya ia lakukan.” (riwayat Muslim).

Pada hadits lain beliau bersabda:

)إذا دخل الرجل بيته فذكر الله عند دخوله وعند طعامه قال الشيطان لا مبيت لكم ولا عشاء وإذا دخل فلم يذكر الله عند دخوله قال الشيطان أدركتم المبيت وإذا لم يذكر الله عند طعامه قال أدركتم المبيت والعشاء )

Bila engkau masuk kerumahmu, dan ketika ketika hendak masuk engkau menyebut nama Allah, dan ketika hendak makan, maka setan akan berkata kepada teman-temannya: Tiada tempat bermalam untuk kalian dan juga tiada hidangan makan malam. Namun bila engkau masuk dan tidak menyebut nama Allah ketika masuk, maka setan berkata kepada teman-temannya: Kalian mendapatkan tempat bermalam. Dan bila ia tidak menyebut nama Allah ketika hendak makan, maka setan berkata kepada teman-temannya: kalian mendapatkan tempat bermalam dan hidangan makan malam.” (Muslim)

  1. Tidak memelihara anjing dan memasang gambar makhluq bernyawa.

Keasrian rumah bukan hanya dilihat dari kebersihan, indahnya interior dan desain semata. Namun keasrian rumah anda juga ditinjau dari sudut pandang yang lebih jauh, yaitu dekatnya rumah anda dari kerahmatan Allah. Apalah gunanya interior bagus, desain yang mewah, bila ternyata rumah anda jauh dari kerahmatan Allah Ta’ala, dan para Malaikat pembawa rahmat enggan singgah di rumah anda?

Ketahuilah saudaraku, bahwa anjing dan gambar makhluk bernyawa adalah diantara penyebab Malaikat pembawa rahmat enggan untuk singgah di rumah anda. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

( لا تدخل الملائكة بيتا فيه كلب ولا صورة ) . يريد صورة التماثيل التي فيها الأرواح

Sesungguhnya Malaikat tidak masuk ke rumah yang di dalamnya terdapat anjing atau gambar.” Maksud beliau adalah gambar patung makhluq yang bernyawa. (Bukhari)

  1. Tidak menyalakan api ketika tidur.

Diantara etika yang diajarkan Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam untuk menjaga kedamaian anda di dalam runah dapat langgeng ialah dengan tidak membiarkan api menyala, disaat anda tidur. Karena api yang dibiarkan menyala dapat menjadi ancaman bagi rumah anda.

)خمروا الآنية وأجيفوا الأبوابme وأطفئوا المصابيح فإن الفويسقة ربما جرت الفتيلة فأحرقت أهل البيت(

Tutuplah bejana, tutuplah pintu, dan matikanlah lampu, karena bisa jadi tikus menyeret sumbu lampumu, sehingga menyebabkan rumahmu terbakar.” Bukhari.

Pada hadits lain, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam lebih gamblang menjelaskan alasan adanya perintah ini.

)إذا نمتم فأطفئوا سراجكم فإن الشيطان يدل مثل هذه على هذا فيحرقكم(

Bila engkau tidur, maka matikanlah lampu peneranganmu, karena setan mengarahkan tikus untuk menggigit lampumu semacam ini, agar dapat membakarmu.” Abu Dawud.

  1. Membangun Rumah seperlunya.

)فراش للرجل وفراش لامرأته والثالث للضيف والرابع للشيطان(

Kasur pertama untukmu, kasur kedua untuk istrimu, dan kasur ketiga untuk tamumu dan kasur keempat untuk setan.” (Muslim)

Imam An Nawawi dan juga Imam Ibnu Hajar A Asqalani menjelaskan bahwa makna hadits ini sebagaimananampak jelas dari teksnya. Yaitu bila anda memiliki jumlah kamar yang berlebihan, sehingga tidak digunakan, maka kamar tersebut akan dihuni oleh setan. Sebagaimana setan dapat turut menyantap hidangan anda dan bermalam di rumah anda bila anda masuk ke rumah tanpa menyebut Nama Allah.

Bisa juga: memiliki kamar yang melebihi kebutuhan adalah bentuk dari kesombongan dan berbangga-bangga, dan sikap semacam ini tentu memuaskan setan, dan berawal dari bisikannya. Setanlah yang membisiki anda sehingga terdorong megadakan kamar melebihi kebutuhan

  1. Tidak berlebihan dalam menghiasi rumah.

Menurut anda, sudikah anda bila suatu saat singgah di suatu filla sewaan, bekerja keras menghiasi, dan mengurusi filla sewaan anda? Agar filla persinggahan anda nampak indah dan bahkan menjadi yang paling indah?

Demikian juga halnya dengan rumah yang anda bangun dan hunia saat ini. Itu hanyalah rumah persinggahan anda semata. Tidak lama lagi, andapun pasti segera meninggalkannnya. Rumah yang anda huni hanyalah rumah persinggahan belaka di tengah-tengah perjalanan jauh anda.

Karena Islam begitu sayang kepada anda, maka Islam mengingatkan anda agar tidak terperdaya sehingga menghabiskan segala potensi guna mengurusi rumah persinggahan anda. Islam mengingatkan anda agar tidak berlebihan dalam menghiasi rumah.

Dan diantara sikap berlebih-lebihan yang diingatkan Islam, agar tidak anda lakukan ialah memasang sajjadah atau yang serupa di dinding.

Berlebih-lebihan dalam menghiasi rumah, hingga memasang sajjadah di dinding, menimbulkan kesan pada penghuninya seakan ia akan kekal selamanya di rumah tersebut.

‘Aisyah menuturkan, pada suatu hari ia menutupi didnding rumahnya dengan karpet. Dan ketika Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam pulang ke rumah, dan menyaksikan karpet yang terpampang di dinding, beliau menunjukkan sikap tidak suka. Maka spontan ‘Aisyah mencabut karpet tersebut. Selanjutnya Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

( إن الله لم يأمرنا أن نكسو الحجارة والطين )

Sejatinya Allah tidak pernah memerintahkan kita untuk memberi pakaian kepada bebatuan dan tanah.” (Bukhari)

Coba anda renungkan walau hanya sesaat? Rumah yang anda huni, mungkin dahulu pernah dihuni oleh orang sebelum anda? Bukankah mereka dahulu juga telah berusaha semaksimal mungkin untuk menghiasi rumah yang anda huni? Namun, kemanakah mereka sekarang? Semuanya telah meninggalkan rumah yang mereka hiasi, dan kembali ke rumah mereka yang sejati.

  1. Segera miliki pula rumah idaman yang kekal abadi.

Saudaraku! coba kembali anda ingat-ingat kembali awal mula anda merencanakan membangun atau membeli rumah idaman anda. Berapa lamakah anda menyisihkan rizki anda untuk dapat membeli rumah anda? Berapa banyakkah anda mengalokasikan rizki anda guna membangun rumah anda? Namun, pernahkah anda berpikir, dan memulai menyisihkan rizki anda untuk membangun atau menebus rumah idaman anda di akhirat?

Renungkanlah sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berikut :

)من بنى مسجدا لله بنى الله له في الجنة مثله (

Barang siapa dengan tulus karena Allah, membangun satu masjid, niscaya disurga, Allah membangunkan untuknya rumah yang serupa denganya.” (Muttafaqun ‘alaih)

Kalau anda belum mampu untuk menyisihkan sebagian rizki anda untuk membangun rumah di surga, namun itu bukan alasan yang cukup bagi anda untuk tidak berjuang merintis rumah idaman anda di sana. Simak dan renungkanlah petuah Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam berikut ini:

)ما من عبد مسلم يصلي لله كل يوم ثنتي عشرة ركعة تطوعا غير فريضة إلا بني الله له بيتا في الجنة (

Tidaklah ada seorang muslim yang setiap hari mendirikan shalat sunnah yang selain shalat fardhu untuk Allah sebanyak 12 rakaat, melainkan Allah bangunkan rumah untuknya di surga.” (Muslim)

Dan renungkan pula hadits berikut:

)من بنى مسجدا لله بنى الله له في الجنة مثله (

Barang siapa membangun satu masjid karena Allah, niscaya Allah bangunkan untuknya satu rumah yang serupa dengannya di surga.” (Muttafaqun ‘alaih).

Sudahkah anda, membangun rumah idaman dan rumah masa depan ini? Rumah yang akan anda huni untuk selama-lamanya? Akankah anda terperdaya dengan rumah persinggahan, sehingga menyebabkan anda lalai untuk membangun rumah anda yang sejati?

Penutup:

Rumah yang bagus nan luas, pastilah idaman setiap insan. Namun insan yang bijak tidak akan rela bila dipinta untuk berkorban dengan segala pontensi yang ia miliki hanya untuk membangun rumah persinggahan, yang tak lama lagi pasti ia tinggalkan dan disinggahi orang lain. Namun Insan yang bijak pastilah rela berkorban demi mendapatkan rumah yang abadi dan tiada pernah akan ia tinggalkan untuk orang lain. Dan rumah abadi anda hanya ada di akhirat, yaitu di surga atau di neraka. Karenanya, berjuang dan berkorbanlah dengan segala potensi yang anda miliki guna mendapatkan rumah yang tepat, yaitu di surga dan kemudian menghiasinya . Semoga Allah Ta’ala mempertemukan kita semua di surga, negri idaman setiap muslim dan tempat kita menghuni rumah abadi.

Wallahu a’alam bisshawab.

Daun Bidara Memanjakan Wanita Agar Suami Bahagia…!

Ustadz Muhammad Arifin Badr, MA, حفظه الله تعالى

Sobat, salah satu sunnah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang nampaknya kini telah diabaikan oleh banyak orang ialah penggunaan daun bidara di saat wanita bersuci dari haidh atau nifas.

Padahal anjuran menggunakan daun bidara untuk mensucikan organ kewanitaan pada saat mandi bersuci dari haidh dan nifas memiliki manfaat yang sangat besar, tentunya tidak ketinggalan manfaat untuk suami tercinta.

SImak hadits berikut, agar anda mengetahui langsung anjuran nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam tersebut :

‘Aisyah mengisahkan: Suatu hari Asma’ binti Abi Bakar radhiallahu ‘anhum bertanya kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam perihal tatacara mandi janabah seusai suci dari haidh. Beliau bersabda:
تَأْخُذُ إِحْدَاكُنَّ مَاءَهَا وَسِدْرَتَهَا فَتَطَهَّرُ فَتُحْسِنُ الطُّهُورَ ثُمَّ تَصُبُّ عَلَى رَأْسِهَا فَتَدْلُكُهُ دَلْكًا شَدِيدًا حَتَّى تَبْلُغَ شُئُونَ رَأْسِهَا ثُمَّ تَصُبُّ عَلَيْهَا الْمَاءَ. ثُمَّ تَأْخُذُ فِرْصَةً مُمَسَّكَةً فَتَطَهَّرُ بِهَا ». فَقَالَتْ أَسْمَاءُ وَكَيْفَ تَطَهَّرُ بِهَا فَقَالَ « سُبْحَانَ اللَّهِ تَطَهَّرِينَ بِهَا ». فَقَالَتْ عَائِشَةُ كَأَنَّهَا تُخْفِى ذَلِكَ تَتَبَّعِينَ أَثَرَ الدَّمِ. وَسَأَلَتْهُ عَنْ غُسْلِ الْجَنَابَةِ فَقَالَ « تَأْخُذُ مَاءً فَتَطَهَّرُ فَتُحْسِنُ الطُّهُورَ – أَوْ تُبْلِغُ الطُّهُورَ – ثُمَّ تَصُبُّ عَلَى رَأْسِهَا فَتَدْلُكُهُ حَتَّى تَبْلُغَ شُئُونَ رَأْسِهَا ثُمَّ تُفِيضُ عَلَيْهَا الْمَاءَ ». فَقَالَتْ عَائِشَةُ نِعْمَ النِّسَاءُ نِسَاءُ الأَنْصَارِ لَمْ يَكُنْ يَمْنَعُهُنَّ الْحَيَاءُ أَنْ يَتَفَقَّهْنَ فِى الدِّينِ.

“Hendaknya engkau mengambil air dan daun bidara, kemudian dia bersuci dan menyempurnakan mandi bersucinya. Selanjutnya, engkau menyiramkan air dari atas kepalamu lalu menggosok-gosoknya dengan kuat sehingga air membasahi seluruh kulit kepalamu. Bila telah basah seluruh kulit kepalanya, maka hendaknya engkau menyiramkan air ke seluruh badanmu. Bila telah selesai, ambillah sepotong kain atau kapas yang telah dibubuhi minyak misik (wangi), kemudian dia bersuci dengannya. Asma’ kembali bertanya : “Bagaimana caranya aku bersuci dengan kain atau kapasnya?” Beliau bersabda: “Subhanallah, bersucilah dengannya”. Aisyah memahami bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam merasa risih untuk menjelaskan lebih detail, maka ia segera memberikan penjelasan kepada saudarinya Asma’ “Engkau mengusapkan kain/kapas itu ke area yang terkena darah haidh.” HR Imam Muslim.

Selamat mencoba, insyaAllah suami tambah lengket kayak perangko.

Anak Gadis Dan Anak Ayam

Banyak orang yang memiliki atau memelihara hewan piaraan, semisal ayam. Tatkala telah tiba saatnya, atau tatkala mereka merasa butuh, maka mereka menjual ayam-ayam piaraan itu ke pasar atau ke pedagang ayam.

Dari satu penawar berganti ke penawar lainnya, dengan harapkan mendapatkan penawaran harga tertinggi. Mereka tidak rela melepaskan ayam-ayam piaraannya kepada sembarang orang. Mereka menginginkan agar ayam piaraannya dibeli dengan harga mahal.

Dalam urusan ayam piaraan, mereka berusaha mencari pembeli yang berani memberikan penawaran tertinggi. Namun aneh bin ajaib, giliran urusan jodoh untuk putrinya, banyak dari orang yang hanya menanti dan menanti.

Mereka rela melepaskan anak gadis kesayangannya kepada sembarang lelaki yang datang melamar putrinya. Bahkan banyak dari mereka merasa gengsi atau tercoreng mukanya hingga runtuh harga dirinya bila menawarkan putrinya kepada seorang pemuda, walaupun dia adalah pemuda sholeh dan mampu memberikan “penawaran” paling istimewa untuk putrinya.

Bukan penawaran uang atau barang, namun berupa kesetiaan, pendidikan, tanggung jawab dan perlindungan.

Mungkinkah anak ayam lebih bernilai dan berharga bagi mereka dibanding anak gadisnya..?

Mungkin anda berkata: malu dong, menawarkan anak gadis..?! terkesan anak gadis saya kurang laku sehingga di tawar-tawarkan kepada orang..

Betul, sangat memalukan bila anda menawarkan anak gadis kesayangan anda kepada sembarang orang, namun sebaliknya betapa nistanya anda bila akhirnya melepaskan anak gadis anda kepada lelaki yang akan menghinakannya, apalagi menutup mata mengetahui anak gadis anda diperlakukan seperti “anak ayam” yang bebas digoda dan dirayu lalu dimiliki oleh pejantan jalanan.

Karena itu; jangan anda tawarkan kepada sembarang lelaki, namun tawarkanlah kepada orang yang sholeh yang siap menjadi suami yang sholeh dan bertanggung jawab.

Teladanilah Syu’aib ‘alaihissalam ketika beliau menawarkan putrinya kepada lelaki miskin namun sholeh yaitu nabi Musa ‘alaihissalam:

( قَالَ إِنِّي أُرِيدُ أَنْ أُنكِحَكَ إِحْدَى ابْنَتَيَّ هَاتَيْنِ عَلَى أَن تَأْجُرَنِي ثَمَانِيَ حِجَجٍ فَإِنْ أَتْمَمْتَ عَشْرًا فَمِنْ عِندِكَ وَمَا أُرِيدُ أَنْ أَشُقَّ عَلَيْكَ سَتَجِدُنِي إِن شَاء اللَّهُ مِنَ الصَّالِحِينَ )

“Ia (Syu’aib ) berkata: aku hendak menikahkanmu dengan salah satu dari kedua putriku ini, dengan ketentuan engkau bekerja padaku (menggembala kambing-kambingku) selama delapan tahun, dan jikalau engkau menggenapkannya menjadi sepuluh tahun maka itu sepenuhnya adalah kebaikan darimu (berpulang kepadamu), sedangkan aku tidak ingin menyusahkanmu. Dan insyaAllah engkau akan mendapatiku termasuk orang-orang yang sholeh (baik).” (Al Qashash 27).

Ditulis oleh,
Ustadz Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Dukun..?

Alhamdulillah, sholawat dan salam semoga terlimpahkan kepada Nabi Muhammad, keluarga dan sahabatnya. Amma ba’du

Untuk mewujudkan keinginan, manusia menempuh beraneka ragam cara, sebagian dari mereka ada yang menempuh metode yang dibenarkan agama, dan adapula dari mereka yang rela menempuh metode apapun untuk mewujudkannya.

Diantara metode haram yang tidak jarang ditempuh adalah dengan memohon bantuan kepada makhluk lain, yaitu jin, melalui perantaraan sihir, perdukunan dan tukang ramal. Mereka berkeyakinan bahwa dengan cara ini, keinginannya dapat segera tercapai. Allah Ta’ala berfirman:

  وَيَوْمَ يِحْشُرُهُمْ جَمِيعًا يَا مَعْشَرَ الْجِنِّ قَدِ اسْتَكْثَرْتُم مِّنَ الإِنسِ وَقَالَ أَوْلِيَآؤُهُم مِّنَ الإِنسِ رَبَّنَا اسْتَمْتَعَ بَعْضُنَا بِبَعْضٍ وَبَلَغْنَا أَجَلَنَا الَّذِيَ أَجَّلْتَ لَنَا 

“Dan (ingatlah) hari diwaktu Allah menghimpun mereka semua, (dan Allah berfirman): “Hai golongan jin (syetan) sesungguhnya kamu telah banyak (menyesatkan) manusia”, lalu berkatalah: kawan-kawan mereka dari golongan manusia: “Ya Tuhan kami, sesungguhnya sebagian dari kami telah mendapatkan kesenangan dari sebagian yang lain, dan kami telah sampai pada hari yang telah Engkau tentukan bagi kami.” (Al An’am 128).

Syeikh Abdurrahman As Sa’dy berkata: “Sebagian dari jin dan manusia saling memanfaatkan sebagian lainnya. Jin mendapatkan manfaat berupa ketaatan, penyembahan, pengagungan dan permohonan pertolongan dari manusia kepadanya. Sedangkan manusia mendapatkan manfaat berupa terwujudnya sebagian dari keinginan dan kepentingan dunianya atas bantuan jin.” (Tafsir As Sa’dy 273).

Pada ayat lain Allah berfirman:

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِّنَ الْإِنسِ يَعُوذُونَ بِرِجَالٍ مِّنَ الْجِنِّ فَزَادُوهُمْ رَهَقًا 

“Dan bahwasanya ada beberapa laki-laki diantara manusia yang meminta perlindungan kepada bebe rapa laki-laki diantara jin, maka jin-jin itu menambah mereka rasa takut ..“ (Al Jin 6)

Ulama’ ahli tafsir menyatakan: “Dahulu sebagian manusia bila hendak melintas di suatu lembah atau hamparan padang pasir atau yang serupa, mereka berkata: kami berlindung kepada ketua jin penunggu lembah itu dari kejahatan anak buahnya. Tatkala bangsa jin menda patkan perilaku manusia yang demi kian itu, mereka menjadi semakin sombong dan semena-mena. Seba liknya manusia semakin ketakutan kepada mereka..” (Tafsir Ibnu Katsir 4/428).

Demikianlah fenomena hubungan sebagian manusia dengan syetan melalui perdukunan, tukang ramal dan sihir, yaitu hubungan saling menguntungkan. Jin merasa diuntungkan dengan penyembahan, pengagungan dan sesajian manusia untuk mereka. Dan sebaliknya manusia merasa diuntungkan dengan terwujudnya sebagian dari keinginannya atas bantuan syetan. Dari ayat di atas, jelaslah bahwa tidak mungkin manusia memohon bantuan kepada syetan melainkan setelah ia memberikan imbalannya, yaitu berupa tumbal atau pemujaan kepada mereka.

Bila demikian adanya, mungkin anda akan bertanya: Apakah manusia benar-benar diuntungkan dari hubu-ngan timbal balik ini..?

Dari pengkajian terhadap berbagai dalil dari Al Qur’an dan Hadits, serta fenomena yang terjadi di masyarakat, maka kita dapatkan bahwa manusia adalah pihak yang paling merugi dari hubungan ini. Berikut beberapa kerugian yang akan ditanggung oleh manusia dari interaksi dengan jin melalui sihir, perdukunan dan ramalan:

1. Keimanan manusia akan runtuh, hal ini karena jin atau syetan tidaklah akan melayani manusia, melainkan bila manusia telah menyajikan sesajian, atau tumbal berupa sembelihan, atau berbuat kekufuran atau dengan menghi nakan syari’at agamanya, merubah ayat Al Qur’an dll. Allah Ta’ala telah menceritakan hal ini pada firman-Nya:

وَاتَّبَعُواْ مَا تَتْلُواْ الشَّيَاطِينُ عَلَى مُلْكِ سُلَيْمَانَ وَمَا كَفَرَ سُلَيْمَانُ وَلَـكِنَّ الشَّيْاطِينَ كَفَرُواْ يُعَلِّمُونَ النَّاسَ السِّحْرَ 

“Dan mereka mengikuti apa yang dibaca oleh syetan-syetan pada masa kerajaan Sulaiman, padahal Sulaiman itu tidak kafir, hanya syetan-syetanlah yang kafir (mengerjakan sihir); mereka mengajarkan sihir kepada manusia.” (Al Baqarah 102). Dan Rasulullah juga menegaskan:

مَنْ أَتَى كَاهِنًا أَوْ عَرَّافًا فَصَدَّقَهُ بِمَا يَقُولُ فَقَدْ كَفَرَ بِمَا أُنْزِلَ عَلَى مُحَمَّدٍ r. رواه أحمد وابن ماجة

“Barang siapa yang mendatangi dukun atau tukang ramal, lalu ia mempercayai perkataan mereka, maka ia telah kafir terhadap agama yang diturunkan kepada Muhammad..(riwayat Ahmad dan Ibnu Majah). Ini adalah balasan orang yang percaya kepada dukun atau tukang ramal.

2. Ibadah sholat manusia tidak diterima oleh Allah. Rasulullah bersabda:

مَنْ أَتَى عَرَّافًا فَسَأَلَهُ عَنْ شَيْءٍ لَمْ تُقْبَلْ لَهُ صَلَاةٌ أَرْبَعِينَ لَيْلَةً. رواه مسلم

“Barang siapa yang mendatangi peramal, lalu ia bertanya kepadanya tentang suatu hal, niscaya tidak akan diterima ibadah sholatnya selama empat puluh hari.” (riwayat Muslim) Ini adalah balasan orang yang bertanya kepada dukun atau tukang ramal, sedangkan ia tidak mempercayainya.

3. Manusia menjadi semakin lemah, dirundung ketakutan kepada jin dan syetan, hal ini sebagaimana ditegaskan pada ayat 6 surat Al Jin di atas.

4. Sihir adalah usaha yang diharamkan lagi sia-sia, yang demikian ini dikarenakan rizqi dan segala kejadian di dunia ini telah ditentukan oleh Allah Ta’ala, sehingga sihir tidak mungkin dapat merubah ketentuan takdir Allah. Allah Ta’ala berfirman:

  قَالَ مُوسَى أَتقُولُونَ لِلْحَقِّ لَمَّا جَاءكُمْ أَسِحْرٌ هَـذَا وَلاَ يُفْلِحُ السَّاحِرُونَ  

“Musa berkata: Apakah kamu mengatakan terhadap kebenaran waktu ia datang kepadamu: sihirkah ini..?Padahal ahli-ahli sihir itu tidaklah mendapat kemenangan.” (Yunus 77).

Imam As Syaukani berkata: “Tukang-tukang sihir itu tidak akan berhasil mendapatkan keinginannya, tidak juga mendapatkan kebaikan, dan juga tidak dapat terhindar dari petaka.” (Fathul Qadir 3/403). Pada ayat lain Allah berfirman:

)وَيَتَعَلَّمُونَ مَا يَضُرُّهُمْ وَلاَ يَنفَعُهُمْ(

“Dan mereka mempelajari sesuatu yang merugikan mereka dan tidak menguntungkannya” (Al Baqarah 102)

Rasulullah bersabda:

لا تستبطئوا الرزق ، فإنه لن يموت العبد

حتى يبلغه آخر رزق هو له، فأجملوا في الطلب: أخذ الحلال، وترك الحرام.

“Janganlah kamu merasa bahwa rizqimu telat datangnya, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga telah datang kepadanya rizqi terakhir (yang telah ditentukan) untuknya, maka tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rizqi, yaitu dengan mengambil yang halal dan mening galkan yang haram.” (Riwayat Abdurrazzaq, Ibnu Hibban, dan Al Hakim).

Ini adalah sebagian dari kerugian yang pasti diderita oleh manusia bila ia berinteraksi dengan jin melalui sihir, perdukunan dan rama- lan.

Bila demikian adanya, maka menjadi jelas mengapa Allah berfirman tentang orang yang mempelajari sihir sebagai berikut:

) وَلَقَدْ عَلِمُواْ لَمَنِ اشْتَرَاهُ مَا لَهُ فِي الآخِرَةِ مِنْ خَلاَقٍ وَلَبِئْسَ مَا شَرَوْاْ بِهِ أَنفُسَهُمْ لَوْ كَانُواْ يَعْلَمُونَ (

“Dan mereka telah meyakini bahwa barang siapa yang mempelajari sihir itu tiada baginya keuntungan di akhirat. Dan sangat buruk apa (sihir) yang dengannya mereka menggadaikan dirinya, jikalau mereka mengetahui.” (Al Baqarah 102). Sebagaimana jelas pulalah, mengapa sihir, perdukunan dan ramalan diharamkan.

Saudaraku seiman dan seakidah..! relakah anda menanggung segala akibat dan dosa sihir di atas, hanya demi mencari sesuatu yang belum tentu berhasil anda peroleh..?

Saudaraku! Sebagai penggantinya, kobarkanlah iman anda, dan gantungkan harapan anda kepada Allah, Yang Maha Kaya lagi Maha Terpuji, niscaya anda akan menemu kan jawaban-Nya:

 أَمَّن يُجِيبُ الْمُضْطَرَّ إِذَا دَعَاهُ وَيَكْشِفُ السُّوءَ وَيَجْعَلُكُمْ خُلَفَاء الْأَرْضِ أَإِلَهٌ مَّعَ اللَّهِ قَلِيلاً مَّا تَذَكَّرُونَ 

“Atau siapakah yang memperkenankan do’a orang yang dalam kesulitan, apabila ia berdo’a kepada-Nya, dan yang menyirnakan kesusahan dan yang menjadikanmu sebagai pemimpin di bumi..? Apakah di sisi Allah ada tuhan lain? Sangat sedikitlah engkau mengingat-Nya.” (Yunus 62)

Rasulullah bersabda:

يُسْتَجَابُ لِأَحَدِكُمْ مَا لَمْ يَعْجَلْ يَقُولُ دَعَوْتُ فَلَمْ يُسْتَجَبْ لِي.

“Do’a salah seorang darimu pasti dikabulkan, asalkan ia tidak terburu-buru; ia berkata, ‘Aku telah berdo’a, akan tetapi belum juga dikabulkan..” (Muttafa\qun’alaih).

Pada akhirnya, semoga melalui uraian singkat ini, telah jelas bagi kita jalan kebenaran dari jalan kesesatan, sehingga kita terhindar dari perangkap syetan terkutuk. Wallahu a’alam bis showab.

Ditulis oleh,
Ustadz Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى