Category Archives: Musyaffa’ Ad Dariny

Jika Sebutan SALAFI Malah Merugikan Kita…

Syeikh Sulaiman Arruhaily -hafizhahullah- mengatakan:

“Yang menjadi tolok ukur adalah hakekat sesuatu bukan namanya.


Maka, barangsiapa DIRUGIKAN dengan sebutan salafi, seperti para salafiyyin eropa -setelah kelompok takfiri mencoreng nama salafi-, maka silahkan bagi mereka menyebut dirinya sebagai seorang muslim, atau ahlussunnah, atau sebutan-sebutan yang semisal dengannya”.

[ Sumber: https://goo.gl/ABwf0c ]

—–

Begitu pula di daerah-daerah yang masih sangat phobi dengan sebutan salafi, maka ada baiknya kita tidak menyebut diri kita sebagai salafi.

Karena salafi yang ada di benak kita, bukanlah salafi yang ada di benak mereka.

Sebaiknya kita gunakan nama-nam yang familiar di telinga masyarakat, nama yang tidak menciptakan jurang pemisah antara kita dengan mereka, dan sesuai dengan keadaan kita yang sebenarnya.

Sebutan Muslim dan Ahlussunnah Waljamaah, sangatlah pas dengan keadaan kita.. karena Allah yang menamakan kita sebagai kaum muslimin [QS. Al-Hajj:78].. dan kenyataannya kita juga pengikut sunnah Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam, dan selalu bersama jamaah kaum muslimin dan pemerintahnya dalam ketaatan.

Silahkan disebarkan.. Semoga bermanfaat.

Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى

Rezeki Itu Tanggungan ALLAH

Ada seseorang mengeluh kepada Ibrahim bin Adham -rohimahulloh- karena banyaknya anak.

Maka beliau mengatakan kepadanya:

“Kirimkan saja kepadaku, siapa diantara anak-anakmu itu yang rezekinya tidak ditanggung Allah.”

Mendengarnya, diamlah orang itu.

[Albidayah wan Nihayah 13/510].

Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Sudah Bergelar Doktor, Bahkan Professor, Tapi Pendapatnya Jauh Dari Dalil…?!

Ada yang bilang: Nabi -shallallahu ‘alaihi wasallam- tidak dijamin masuk surga.. Ada yang menyimpulkan: Jenggot mengurangi kecerdasan, semakin panjang jenggotnya semakin goblok orangnya.. Ada juga yang membolehkan LGBT.. dan masih banyak contoh-contoh lainnya.

Jangan heran, memang seperti itulah jadinya, bila seseorang mendahulukan dunia di atas akhiratnya.

Hal ini telah lama disinggung oleh Ibnul Qoyyim -rohimahulloh-:

كل من آثر الدُّنْيَا من أهل الْعلم واستحبها فَلَا بُد أَن يَقُول على الله غير الْحق فِي فتواه وَحكمه فِي خَبره وإلزامه لِأَن أَحْكَام الرب سُبْحَانَهُ كثيرا مَا تَأتي على خلاف أغراض النَّاس

“Setiap orang dari kalangan ULAMA yang lebih mendahulukan dunia dan mencintainya; pasti dia akan berkata tidak benar atas nama Allah di dalam fatwa dan hukumnya, begitu pula dalam kabar dan keputusannya.

Karena hukum-hukum Allah -subhanahu- seringkali tidak sejalan dengan keinginan² manusia”. [Al-Fawaid, hal: 100].

Bahkan hal ini telah lama disinggung Allah dalam Alqur’an:

فَخَلَفَ مِنْ بَعْدِهِمْ خَلْفٌ وَرِثُوا الْكِتَابَ يَأْخُذُونَ عَرَضَ هَذَا الْأَدْنَى وَيَقُولُونَ سيغفر لنا وَإِن يَأْتِهم عَرَضٌ مِثْلُهُ يَأْخُذُوهُ، أَلَمْ يُؤْخَذْ عَلَيْهِمْ مِيثَاقُ الْكِتَابِ أَنْ لَا يَقُولُوا عَلَى اللَّهِ إِلَّا الْحَقَّ وَدَرَسُوا مَا فِيهِ وَالدَّارُ الْآخِرَةُ خَيْرٌ لِلَّذِينَ يَتَّقُونَ أَفَلا تعقلون

“Maka setelah mereka, datanglah generasi yang mewarisi kitab (Taurat), yang mengambil *harta dunia* yang rendah ini, lalu mereka berkata: ‘kami akan diberi ampun (atas dosa ini)’. Dan apabila harta dunia yang seperti itu datang lagi kepada mereka; mereka juga akan mengambilnya lagi.

Bukankah mereka sudah terikat perjanjian dalam kitab (Taurat), bahwa mereka tidak akan mengatakan atas nama Allah kecuali yang benar, dan (bukankah) mereka telah mempelajari isi kitab itu?!

Negeri akhirat itu lebih baik bagi mereka yang bertakwa, maka tidakkah kalian mengerti”. [QS. Al-A’rof: 169].

Lihatlah bagaimana Allah menjelaskan bahwa di sana ada ulama-ulama dari ahli kitab yang mencari dunia dengan mengatakan kebatilan atas nama Allah.

Inilah tindakan mendahulukan harta dunia di atas kenikmatan negeri akhirat, padahal kenikmatan negeri akhirat jauh lebih baik bagi mereka!

Sebagaimana ini terjadi pada ulama dari kalangan ahli kitab, ini juga telah banyak terjadi pada ulama dari umat ini.. begitulah faktanya, memang Nabi -shallallahu alaihi wasallam- telah bersabda bahwa sebagian umat ini akan mengikuti langkah buruk umat-umat sebelumnya.

Semoga Allah melindungi diri kita dari keburukan ini.. dan memasukkan kita ke dalam surga-Nya, amin.

Silahkan dishare.. semoga bermanfaat.

Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Indahnya Berkholwat (Menyendiri) Dengan Allah…

Ketika engkau berkholwat dengan Allah..
Engkau bisa mengakui semua kesalahanmu tanpa khawatir konsekuensi dari pengakuan itu sedikitpun, karena Dia memang senang bila engkau mengakui kesalahan-kesalahanmu.. Sungguh betapa agungnya Engkau ya Allah.

Ketika engkau berkholwat dengan Allah..
Engkau tidak perlu merasa sungkan untuk berlama-lama bersama-Nya, karena Dia mencintaimu dan mencintai munajatmu.. Sungguh betapa besar rahmat-Mu ya Allah.

Ketika engkau berkholwat dengan Allah..
Engkau tidak perlu merasa malu jika banyak mengulang-ulang permintaan kepada-Nya, karena Dia memang menyukai orang-orang yang banyak mengulang permintaannya.. Sungguh betapa mulianya Engkau ya Allah.

Ketika engkau berkholwat dengan Allah..
Engkau tidak perlu membuat janji terlebih dahulu, bahkan semua waktu tersedia bagimu untuk itu, bahkan engkaulah yang menentukan waktunya.. Sungguh betapa pemurahnya Engkau ya Allah.

Sungguh Engkau telah memberikan semuanya kepada hambamu.. hanya saja banyak dari hamba-Mu yang tidak tahu diri!

Sadarkanlah kami ya Allah, bahwa semua tanpa-Mu bukanlah apa-apa.

Bahwa sebenarnya tidak ada yang pantas untuk disesali, kecuali kekurangan kami dalam mengabdi dan beribadah kepada-Mu, ya Rabb.

Silahkan dishare.. semoga bermanfaat..

Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى

Kerugian Yang Nyata…

Kerugian yang nyata adalah ketika engkau mampu membaca apapun, kecuali Al Qur’an.

Setiap pesan yang datang di HP-mu selalu engkau baca, tapi aplikasi Al Qur’an yang juga ada di hp mu jarang engkau buka.

Padahal Al Qur’an itu adalah pesan-pesan Allah kepada kita sebagai hamba-Nya.. dan setiap hurufnya mendatangkan 10 kebaikan untuk kita.

Saudaraku…
Jadikanlah Al Qur’an sebagai bagian dari hidupmu, bukan bagian dari waktu senggangmu… Mari hargai AL QUR’AN dengan waktu berharga kita, dan di tempat yang berharga pula.

Silahkan dishare.. semoga bermanfaat..

Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى

Kau Adalah Aku Yang Lain…

Sepertinya kata-kata indah yang baru ditemukan rangkaiannya oleh orang sekarang. Ternyata Nabi tercinta kita Muhammad -shallallahu ‘alaihi wasallam- sejak 14 abad yang lalu, telah merangkai kata yang lebih indah dari itu.

Itulah sabda beliau -shallallahu alaihi wasallam-:
“La yu’minu ahadukum hatta yuhibba li akhiihi ma yuhibbu li nafsih”.

“Tidak sempurna iman seseorang dari kalian, sampai dia mencintai untuk saudaranya, apa yang dia cintai untuk dirinya”. [HR. Bukhari: 13, dan Muslim: 71].

Ya.. tidak hanya KAU adalah AKU yang lain, tapi DIA adalah AKU yang lain.. perlakukanlah dia sebagaimana kau senang diperlakukan, walaupun dia tidak di hadapanmu.

Saudaraku, ISLAM mempunyai segalanya yang baik, ia agama yang telah dijadikan ALLAH sempurna.. hanya saja kejahilan kita sering menjadikan kita tidak tahu keindahan dan kemuliannya.

Yuk, terus mendalami Islam, jangan sampai hanya puas dengan namanya saja.

Silahkan dishare.. semoga bermanfaat..

Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى

Agar Anda Bisa Adil Kepadanya

Sadarilah bahwa Anda sedang diperlakukan secara diskriminatif.. maka balikkan arah perkataannya kepadanya, agar Anda bisa adil kepadanya.

=====

1. Kalau ada yang bilang “jangan sok suci”, karena nasehat yang kita sampaikan..

Katakan saja, “Anda juga jangan sok suci, sampai-sampai menasehati kita agar jangan sok suci”.

2. Kalau ada yang bilang “Jangan merasa benar”.. saat kita mengutarakan pendapat tertentu dengan dalilnya.

Katakan kepadanya, “Anda juga jangan merasa benar sendiri, kan bisa jadi kita yang benar”.

Kalau kita tidak merasa benar, berarti harusnya kita merasa salah ?! Atau kita harus bingung, tidak merasa benar dan tidak merasa salah?! Atau kita harus menutup akal kita, dan mengatakan semua orang yang melakukan maksiat dan orang yang melakukan ketaatan = benar, dan semuanya masuk surga ?!

3. Kalau ada yang bilang, “Jangan menyalahkan orang lain”

Balik saja “Kamu juga jangan menyalahkan kita”.

4. Kalau ada yang komplain, “Toleranlah dengan perbedaan pendapat”.

Balikkan saja, “Anda juga harusnya toleran dengan pendapat dan sikap kita”.

5. Jika ada yang mengatakan, “Jangan sok Islami”, karena penampilan kita yang mengikuti sunnah Nabi shalallahu ‘alaihi wasallam.

Jawab saja, “Anda juga jangan sok tidak Islami”.

6. Jika ada yang mengatakan, “Jangan ke arab-araban”.

Kita bisa jawab: “Anda juga jangan ke barat-baratan”.

7. Jika ada yang komen, “Jangan kaku dalam mendakwahkan Islam”.

Bilang saja: “Anda jangan kaku menyikapi kita”.

8. Kalau ada yang mengatakan, “Tidak usah terlalu ekstrim dalam beragama”.. karena kita kuat dan teguh dalam memegang kebenaran.

Jawablah: “Anda juga tidak usah terlalu ekstrim dalam meninggalkan agama”.

9. Kalau ada yang mengatakan, “Emang kamu punya kaplingan di surga”.. ketika kita menjelaskan tentang siapa yang berhak dimasukkan ke dalam surga dan neraka.

Coba dijawab, “Emang kamu tidak ingin punya kapling di surga”.

Saudaraku kaum muslimin.. sadarlah bahwa kita semua sedang diperlakukan secara diskriminatif.

Di sana ada JIL, tapi mengapa tidak ada Jaringan Liberal di agama lain.

Banyak khutbah Jum’at di mata-matai, mengapa khutbah di tempat ibadah lain tidak demikian.

Kalau teroris hanya disematkan kepada oknum dari kaum muslimin.. dan tidak kita dapatkan sebutan teroris itu disematkan kepada non muslim.

Kaum muslimin dilarang menyebut non muslim sebagai kafir.. mengapa non muslim tidak dilarang menyebut kita domba yang tersesat, atau sebutan tidak terhormat lainnya.

Kaum muslimin, sadarlah bahwa kita sedang diperlakukan secara diskriminatif.. dan keadaan ini tidak akan berubah, jika kita tidak berusaha mengubah diri kita.

Kembalilah kepada Islam yang hakiki, Islam yang sesuai dengan kehidupan Rasulullah shalallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat beliau rodhiallohu ‘anhum.

Islam yang hakiki telah mampu memuliakan mereka.. tentu Islam yang seperti itu juga akan memuliakan kita semua.

“Kita adalah orang-orang yang dimuliakan Allah dengan Islam, maka selama kita mencari kemuliaan dari yang lain, Allah pasti akan menghinakan kita”, begitu kata Amirul Mukminin Umar bin Khattab rodhiallohu ‘anhu.

Silahkan dishare.. Semoga bermanfaat…

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Dunia Dan Penciptanya

Barangsiapa mengorbankan dirinya untuk DUNIA, pada akhirnya dunia tidak akan memberikan kepadanya kecuali SEJENGKAL TANAH yang menjadi kuburannya.. itupun bisa jadi nanti ditempati orang lain lagi setelahnya.

Tapi barangsiapa mengorbankan dirinya untuk ALLAH, maka ALLAH akan memberikan kepadanya SURGA YANG LEBARNYA SEPERTI LANGIT DAN BUMI !!

Sungguh sangat tertipu, siapa yang memilih dunia dan meninggalkan Allah.

Allah ta’ala telah berfirman yang artinya:

“Tidaklah kehidupan dunia ini, melainkan kenikmatan sedikit yang menipu”. [QS. Alu Imron: 185]

“Jangan sampai kehidupan dunia ini menipu kalian”. [QS. Luqman: 33]

Silahkan dishare… Semoga bermanfaat..

Ditulis oleh,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى

Sujudkan HATIMU Sebelum Engkau Sujudkan Badanmu

Syeikh Utsaimin -rohimahulloh mengatakan,

“Hendaknya hati kita sujud sebelum anggota badan kita sujud, yaitu dengan menyadarkan hati kita agar merendah, merasa hina, dan menundukkan diri kepada Allah ‘azza wajalla”.

[Syarah Mumti’ 3/165]

Dengan hadirnya perasaan itu, kita akan merasakan nikmat dan lezatnya sujud kepada Allah ta’ala..

Penulis,
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Dzikir Tasbih, Tahmid & Takbir — Cara Ke-3 — Menyelami Makna Dzikir Setelah Sholat Fardhu

Sangat baik bila sunnah setelah shalat ini, dihidupkan kembali..

=====

Yaitu sunnah membaca dzikir :
– subhanallah
– walhamdulillah
– walaa ilaaha illallaah
– wallaahu akbar
sebanyak 25 kali

Hal ini berdasarkan hadits shohih, bahwa Zaid bin Tsabit -rodhiallahu ‘anhu- mengatakan:

Para sahabat dahulu diperintah untuk membaca tasbih setelah selesai sholat 33x, hamdalah 33x, dan takbir 33x.

Kemudian ada seorang sahabat dari kalangan Anshar bermimpi, dan dikatakan kepadanya,

“Apakah Rosulullah -shollallahu ‘alaihi wasallam- memerintahkan setiap selesai sholat untuk membaca tasbih 33x, hamdalah 33x, dan takbir 33x..?”.

Sahabat itu menjawab: “iya..”.

Maka orang (yang di mimpi) tersebut mengatakan: “Jadikanlah semuanya 25x, dan tambahkan di dalamnya bacaan tahlil..!”.

Maka, ketika pagi, orang tersebut mendatangi Nabi -shollallahu ‘alaihi wasallam- dan mengisahkan mimpinya kepada beliau, dan beliau mengatakan: “Jadikanlah bacaan itu seperti itu..!”.

[HR. An Nasa’i: 1350, dishohihkan oleh Syeikh Albani].

—–

Syeikh Al Albani -rohimahullah- mengatakan:

“Apabila seseorang membaca dzikir-dzikir itu (tasbih, hamdalah, dan takbir) setelah sholatnya sebanyak 33x dengan pelan-pelan dan lambat, maka tidak ada larangan.

Akan tetapi, lebih afdhol lagi bagi dia mengumpulkan 4 dzikir (tasbih, hamdalah, tahlil, dan takbir) sebanyak 25 x:
SUBHANALLAH
WALHAMDULILLAH
WALAA ILAAHA ILLALLAH
WALLAHU AKBAR

Membaca yang seperti ini sebanyak 25 x lebih afdhol baginya daripada membaca yang seperti di hadits pertama..”

( Silsilah Huda Wannur https://www.youtube.com/watch?v=Zw6wYKBZBcA )

📝
Ustadz Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Silahkan download E-BOOK (PDF) Panduan Ringkas Dzikir Setelah Sholat Fardhu”  KLIK link dibawah ini dan akan otomatis download.

Dzikir Setelah Sholat Fardhu (Wajib) – Edisi Text Besar V. 3.2

Artikel Terkait Sebelumnya :
2 Perkara Ringan Namun Hanya Sedikit Yang Mengerjakannya — Dzikir Tasbih-Tahmid-Takbir — Cara Ke-2 — Menyelami Makna Dzikir Setelah Sholat Fardhu # 5