Category Archives: Musyaffa’ Ad Dariny

Sunnah Yang Terlupakan

Ustadz Musyaffa Ad Darini Lc., MA. حفظه الله تعالى

Syaikh Ibnul Utsaimin, rahimahullah, mengatakan:
Rasul shallallahu’alaihi wasallam- dahulu bila melihat suatu perkara dunia yang membuatnya takjub, beliau mengatakan:

لبيك إن العيش عيش الآخرة

“Labbaik, innal ‘aisya ‘aisyul akhirah”

“Aku penuhi panggilanmu ya Allah, sungguh kehidupan yang hakiki adalah kehidupan akherat” (HR. Bukhari 2834, Muslim 1805).

Karena bila seseorang melihat suatu perkara dunia yang membuatnya takjub, mungkin saja dia meliriknya, sehingga dia berpaling dari Allah. Oleh karena itu beliau mengatakan: “labbaik” sebagai jawaban panggilan Allah azza wajalla, kemudian beliau memantapkan hatinya dengan mengatakan: “Sungguh kehidupan yang hakiki adalah kehidupan akhirat“.

Karena kehidupan yang membuatmu takjub ini adalah kehidupan yang pasti sirna, sedang kehidupan yang sebenarnya adalah kehidupan akherat. Oleh karena itu, termasuk diantara sunnah ketika seseorang melihat sesuatu yang menakjubkan di dunia ini adalah mengucapkan:

“Labbaik, innal ‘aisya ‘aisyul akhirah” (Syarah Mumti‘, 3/124).

Imam Syafi’i, rahimahullah, mengatakan:
Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam mengucapkannya (yakni ucapan: “Innal ‘Aisya ‘Aisyul Akhirah“) di momen yang paling membahagiakan dan di momen yang paling menyusahkan.
(Nihayatul Mathlab, karya Al Juwaini, 4/237-238).

Ref:
http://muslim.or.id/doa-dan-zikir/sunnah-yang-terlupakan-ucapan-innal-aisya-aisyul-akhirah.html

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

View

JIHAD Pun, NIATNYA Harus Benar!!

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA, حفظه الله تعالى

Syeikh Utsaimin -rohimahulloh- mengatakan:

Orang yang perang untuk membela negaranya, apakah dia perang di jalan Allah, atau tidak?

Kita katakan: Jika kamu berperang untuk negaramu, karena dia negara islam, dan kamu ingin melindunginya karena dia negara islam, maka ini perang di jalan Allah, karena kamu berperang agar kalimat Allah tinggi.

Adapun jika kamu berperang untuk negara saja, maka ini bukan perang di jalan Allah.

Beliau juga mengatakan:

Adapun perang mempertahankan (suatu daerah), dengan niat NASIONALISME, atau niat SUKUISME, maka ini bisa terjadi dari orang mukmin dan orang kafir, tidak akan bermanfaat bagi pelakunya pada hari kiamat, dan bila dia terbunuh saat melawan dengan niat ini; dia BUKAN seorang yang mati syahid.

Beliau mengatakan lagi:

Maka hendaklah para PENUNTUT ILMU menjelaskan kepada manusia, bahwa perang untuk Negara bukanlah perang yang benar, tapi harusnya dia perang agar kalimat Allah tinggi, atau aku perang untuk negaraku karena negaraku adalah Negara Islam, maka aku melindunginya dari musuh-musuhnya dan dari musuh-musuh islam, maka dengan niat ini, niatnya menjadi shahih.

[Kitab: Syarah Riyadhus Sholihin 1/34, 312].

 

Cerdas Dalam Memutar Modal Usaha

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA حفظه الله تعالى

Ibarat dalam dunia dagang, maka semua nikmat yang Allah AMANAHKAN kepadamu adalah modal usahamu.

Semakin Anda cerdas dalam memutar modal nikmat tersebut, maka semakin banyak pula hasil atau laba yang kau raih.

Dan sebagaimana dalam perkara dunia, ada orang-orang yang pandai mengembangkan modalnya, ada pula orang yang buruk dalam pengelolaan modalnya.

Oleh karenanya, gunakanlah sebaik mungkin semua modal nikmat tersebut untuk mendapatkan bekal pahala akheratmu.

Cerdaslah dalam memilih amal yang paling afdhol sesuai sikon Anda… Sehingga Anda bisa mendapatkan pahala sebanyak mungkin, dengan modal nikmat yang ada se-efisien mungkin.

Semoga Allah memberikan taufiqnya kepada kita semua, terutama di Bulan Suci ini… Amin.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Nasehat Berharga Dari Syaikh Abdul Karim Al Khudhoir, حفظه الله تعالى

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA حفظه الله تعالى

“Pengalaman dan fakta membuktikan bahwa orang yang kebiasaannya SIBUK dengan AIB manusia, dengan aibnya si Fulan dan si Allan, sedang dia lupa dengan aibnya sendiri, serta lupa dengan ilmu dan amalan yang dapat melengkapi kekurangannya, pengalaman membuktikan bahwa hal itu merupakan sebab langsung terhalangnya seseorang dari ilmu dan amal kebaikan”.

========

Oleh karena itu, teruslah menuntut ilmu, sibukkanlah diri kalian dengan memperbaiki diri sendiri semampunya… Jangan biarkan orang lain menghentikan dan memotong jalanmu untuk terus berjalan, bahkan berlari, dalam menuntut ilmu… Semoga ilmu kita bermanfaat, baik bagi diri sendiri maupun bagi orang lain.

 

Jawaban Yang Mematikan

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA, حفظه الله تعالى

Syaikh Utsaimin, rohimahullah :

Diceritakan, ada seorang kristen berkata kepada seorang muslim:
“Kalian itu fanatik kepada agama kalian, karena agama kalian membolehkan lelaki kalian menikahi wanita kristen, namun lelaki kita tidak boleh menikahi wanita muslimah… Mengapa kalian boleh mengambil istri dari kami, sedangkan kita tidak boleh mengambil istri dari kalian?.. Adilnya masing-masing kita boleh mengambil istri dari yang lain, atau masing-masing kita tidak boleh mengambil istri dari yang lain.”

Seorang Muslim itu menjawab:
“Ya, (karena) kami beriman kepada Rosul kalian, sedang kalian tidak beriman kepada Rosul kami… Bila kalian beriman kepada Rosul kami, maka silahkan, mari kami nikahkan kalian dengan wanita kami.

Tapi masalahnya kalian itu mendustakan Rosul kami… Kalian mengatakan: Dia itu pendusta, dia tidak diutus untuk seluruh makhluk, tapi hanya diutus untuk bangsa arab saja… atau (bahkan) kalian ada yang mengatakan: dia itu hanya tukang dusta (sama sekali bukan Rosul), dan sama sekali tidak diutus kepada bangsa arab…

Bagaimana kami akan menikahkan wanita kami dengan kalian?!”

Sungguh ini jawaban yang mematikan. (Kitab Syarah Ushul, hal: 560).

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Selamat, Bulan Romadhon Telah Di Depan Mata, Dan Anda Akan Memasukinya

Ustadz Musyaffa Ad Dariny, Lc, MA حفظه الله تعالى

Termasuk diantara Sunnah Nabi shollallohu ‘alaihi wasallam yang harus dihidupkan lagi adalah; “Menyampaikan selamat kepada Kaum Muslimin atas datangnya Bulan Romadhon”.

Dahulu Nabi tercinta shollallohu ‘alaihi wasallam selalu menyampaikannya kepada Para Sahabatnya, beliau menyabdakan:

“Telah datang kepada kalian Bulan Romadhon, bulan yang penuh berkah, Allah mewajibkan kalian PUASA di dalamnya, pintu-pintu SURGA dibuka, pintu-pintu NERAKA ditutup, setan-setan dibelenggu, di dalamnya ada malam yang lebih baik dari seribu bulan, barangsiapa dihalangi dari kebaikan malam tersebut, sungguh dia benar-benar MERUGI.” [Hadits Shohih, riawayat Imam Ahmad dan yang lainnya].

Sungguh Bulan Romadhon merupakan bulan yang agung dan penuh berkah, banyak saudara kita kemarin masih bersama, namun sekarang sudah tiada.

Oleh karenanya, syukurilah nikmat agung ini, bayangkanlah saudara kita yang sudah meninggal, betapa besar keinginan mereka untuk bisa beribadah di Bulan Suci ini, namun Allah tidak memberikan kesempatan kepada mereka, dan Dia masih memberikan kesempatan kepada kita… Walhamdulillah.

Mari hidupkan sunnah ini dengan menyebarkan pesan ini, semoga kita mendapatkan pahala yang agung karenanya.. amin.

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Penjelasan Lebih Lanjut Terkait Shalat Sunnah 4 Raka’at Setelah ‘Isya

Sholat sunat 4 rekaat setelah Sholat Isya’, TIDAK SETARA dengan LAILATUL QODAR.

Tapi Yang benar -wallohu a’lam-, bahwa 4 rekaat tersebut SETARA dengan 4 REKAAT yang dilakukan ketika malam Laitul Qodar.

=========

TELITILAH redaksi haditsya dengan SEKSAMA:

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بْنِ عَمْرٍو، قَالَ: مَنْ صَلَّى أَرْبَعًا بَعْدَ الْعِشَاءِ كُنَّ كَقَدْرِهِنَّ مِنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

عَنْ عَائِشَةَ، قَالَتْ: أَرْبَعٌ بَعْدَ الْعِشَاءِ يَعْدِلْنَ بِمِثْلِهِنَّ مِنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

عَنْ عَبْدِ اللَّهِ بن مسعود قَالَ: مَنْ صَلَّى أَرْبَعًا بَعْدَ الْعِشَاءِ لَا يَفْصِلُ بَيْنَهُنَّ بِتَسْلِيمٍ ؛ عَدَلْنَ بِمِثْلِهِنَّ مِنْ لَيْلَةِ الْقَدْرِ

Abdulloh bin Amr -rodhiallohu anhu- mengatakan: “Siapa yang sholat (sunat) 4 rekaat setelah (Sholat) Isya’, maka 4 rekaat tersebut seperti keutamaannya 4 REKAATNYA malam Laitul Qodar“.

Aisyah -rodhiallohu anha- mengatakan: “4 rekaat setelah (Sholat) Isya’, sebanding dengan yang semisal 4 REKAAT TERSEBUT pada malam Lailatul Qodar“.

Abdulloh bin Mas’ud -rodhiallohu anhu- mengatakan: “Siapa yang sholat (sunat) 4 rekaat setelah (Sholat) Isya’, dia tidak memisah rekaat-rekaat tersebut dengan salam, maka 4 rekaat tersebut sebanding dengan yang semisal 4 REKAAT TERSEBUT pada malam Lailatul Qodar“.

========

👉🏼  Hadits-hadits di atas kuat sanadnya, dan bisa dijadikan sandaran amalan -wallohu a’lam-, hanya saja karena banyak yang salah memahami dan kurang teliti dalam menerjemah, sehingga status ini harus dibuat untuk meluruskannya.

Semoga bermanfaat dan tidak ada yang tersinggung… wallohul musta’aan.

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى