Category Archives: BBG Kajian

Sabar Dan Ridho Dalam Menghadapi Takdir

Ibnu Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu berkata,

Lebih baik aku menggigit bara api hingga dingin daripada aku mengatakan tentang takdir yang Allah telah tentukan, ‘seandainya itu tidak terjadi..’

(Az Zuhd no 128 – Imam Abu Dawud)

Allah menentukan segala takdir berdasarkan ilmu dan hikmah..
Dan ilmu Allah sempurna dan tidak ada kekurangannya..
Sedangkan ilmu hamba hanyalah setetes samudra yang amat luas..

Maka sangat tidak etis bila seorang hamba mengkritik keputusan Allah..
Kewajiban hamba adalah sabar dan ridho dalam menghadapi ketentuan-Nya..
Dan yakin bahwa Allah tidak akan pernah menzholimi hamba hamba-Nya..
Namun hambalah yang zholim dan lalim..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Jangan Suka Menuduh Seseorang Tidak Ikhlas

Rosulullah shollallaahu ‘alayhi wasallam mendengar Kholid bin Al Walid rodhiyallahu ‘anhu berkata, “Berapa banyak orang yang sholat tapi berkata dengan lisannya apa yang tidak sesuai dengan hatinya..”

Maka Nabi shollallaahu ‘alayhi wasallam bersabda:

إنِّي لَمْ أُومَرْ أنْ أنْقُبَ عن قُلُوبِ النَّاسِ

“Aku tidak diperintahkan untuk membedah hati manusia..” (HR Al Bukhari dan Muslim)

Terkadang kita suka menuduh orang lain tidak ikhlas..
dari mana kita tahu bahwa ia tidak ikhlas..

Kita hanya menghukumi seseorang sesuai dengan yang ia perlihatkan kepada kita…
Adapun yang tidak tampak maka serahkan kepada sang Pencipta..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Tetap Semangat

‘Aisyah rodhiyallahu ‘anha bercerita,

Ketika Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam semakin berat sakitnya beliau meminta izin kepada istri-istrinya untuk dirawat di rumahku. Mereka pun mengizinkan.

Maka beliau keluar dibopong dua orang yaitu Abbas dan Ali bin Abi Tholib.

‘Aisyah berkata, ‘ketika telah berada di rumahku, beliau bersabda kepadaku, ‘guyurkan kepadaku dari tujuh ember yang mulutnya belum dibuka ikatannya supaya aku bisa keluar kepada manusia..’

Beliau didudukan di atas bejana milik Hafsah. Lalu ‘Aisyah mengguyur beliau dari tujuh ember hingga beliau berisyarat telah cukup. Kemudian beliaupun keluar kepada manusia.

(HR. Al Bukhari)

Ya Robb..
Sementara kita terkadang tak pergi ke masjid hanya karena sakit yang tak berat..

Bahkan sebagian kita merasa berat kakinya untuk berjalan menuju masjid..
Padahal badannya sehat dan kuat..

Demikianlah iman bila telah menghunjam di dada..
Ia akan semangat kepada ketaatan..
Walaupun berat terasa..

Ya Allah bantulah kami..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Tauhid Dan Hawa Nafsu Saling Bertentangan

Allah berfirman,

اَفَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُ وَاَضَلَّهُ اللّٰهُ عَلٰى عِلْمٍ وَّخَتَمَ عَلٰى سَمْعِهٖ وَقَلْبِهٖ وَجَعَلَ عَلٰى بَصَرِهٖ غِشٰوَةًۗ فَمَنْ يَّهْدِيْهِ مِنْۢ بَعْدِ اللّٰهِۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ (٢٣)

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya, dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya..? Maka siapa yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat) Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran..? (Qs. Al-Jasiyah ayat 23)

Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,

التوحيد والهوى متضادان، فإن الهوى صنم ولكل عبد صنم في قلبه بحسب هواه، وإنما بعث رسله لكسر الأصنام وعبادة الله وحده لاشريك له، وليس مراد الله سبحانه كسر الأصنام المجسدة وترك الأصنام التي في القلب، بل المراد كسرها من القلب أولاً

Tauhid dan hawa nafsu itu saling bertentangan. Karena hawa nafsu adalah berhala yang ada di hati. Setiap hamba memiliki berhala di hatinya sesuai dengan kekuatan hawa nafsunya. Allah mengutus para rosul untuk menghancurkan berhala dan agar beribadah kepada Allah saja.

Yang diinginkan oleh Allah bukan semata menghancurkan berhala yang nyata dan meninggalkan berhala yang ada di hati. Namun yang pertama kali dihancurkan adalah berhala yang ada di hati.

(Raudhotul Muhibbin hal 643)

Penterjemah,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Jangan Meremehkan Dosa

Fudhail bin Iyadh rohimahullah berkata,

بِقَدْرِ مَا يَصْغَرُ الذَّنْبُ عِنْدَكَ يَعْظُمُ عِنْدَ اللَّهِ، وَبِقَدْرِ مَا يَعْظُمُ عِنْدَكَ يَصْغَرُ عِنْدَ ال

“Semakin remeh dosa di matamu semakin besar (dosa tsb) di sisi Allah .. dan semakin besar dosa di matamu, semakin kecil (dosa tsb) di sisi Allah..”

(Siyar A’lam Nubala 8/427)

Janganlah meremehkan dosa sekecil apapun..
Karena jika kita meremehkannya, menjadi besar di sisi Allah..

Seorang mukmin tak pernah meremehkan dosa..
Ia khawatir bila Allah menghinakan dirinya disebabkan dosa yang ia pandang remeh..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Janganlah Tertipu

Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

مَن أنعَمَ الله عليه بقوَّةٍ أو بجمالٍ أو نحو ذلك إذا اتَّـقى الله فيه؛ كان أفضل ممَّن لم يُؤْتَ ما لم يَمْتَحِنَ فيه، فإنَّ النِّعَم مِحَنٌ

“Siapa yang diberikan oleh Allah kekuatan dan keindahan fisik dan sebagainya, apabila ia bertaqwa kepada Allah maka ia lebih utama dari orang yang tidak diberikan ujian tersebut. Karena kenikmatan itu adalah ujian..”

(Al Istiqomah 1/372)

Badan yang kuat tidak ada manfaatnya jika tidak digunakan untuk mentaati Allah..

Paras yang cantik dan ganteng akan menjadi malapetaka jika tidak disertai ketakwaan..

Semua itu adalah ujian..
Maka janganlah tertipu..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Sebaik-Baiknya Manusia

Carilah tempat dimana engkau berguna bukan dihargai, karena harga dirimu hanya Allah yang layak memberi dan membelinya.

Dan di sisi Allah, harga dirimu sebanding dengan manfaat yang engkau berikan bukan yang engkau dapatkan.

Hanya penjajah yang mengukur harga dirinya dengan manfaat yang mereka dapatkan dari masyarakat.

Kawan..! Orang yang beriman tidak mencari penghargaan atau pengakuan orang lain. Yang ia cari hanya pengakuan pencipta alam semesta.

Karena itu, carilah tempat dimana engkau berguna bagi orang lain, kedudukanmu di sisi Allah sebesar jasamu bagi orang lain, walaupun mereka tidak mengakui jasamu tersebut.

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

( المؤمن يألف ويؤلف ولا خير فيمن لا يألف ولا يؤلف وخير الناس أنفعهم للناس)

“Orang beriman itu pandai beradaptasi (pandai bergaul) dan nyaman dijadikan teman bergaul (supel). Tidak ada kebaikan pada orang yang tidak pandai bergaul dan yang tidak nyaman dijadikan teman bergaul. Dan sebaik-baiknya manusia adalah orang yang paling bermanfaat bagi orang lain..” (Ath-Thobroni dll)

Penulis,
Ustadz Dr. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى

Mulia Dengan Manhaj Salaf

Diantara pesan Ustadz Yazid bin Abdul Qodir Jawaz rohimahullahu Ta’ala :

1. Bacalah Alqur’an setiap hari, pagi, siang, sore, malam
– sehari 1 juz, sebulan khatam
– jika sudah terbiasa, maka bacalah Alqur’an 20 hari khatam, 15 hari khatam, dst

2. Baca hadits .. setiap hari minimal satu hadits, mulai dari hadits Arbain Nawawi

3. Baca buku ilmu syar’i setiap hari

4. Perbanyak dzikir :
– dzikir pagi dan dzikir petang
– dzikir sebelum & bangun tidur
– dzikir setelah sholat fardhu, dll

5. Jaga sholat fardhu 5 waktu
– tepat waktu, jangan telat
– berjama’ah di masjid bagi kaum pria
– sholat sunnah rowatib, qobliya dan ba’diya

6. Berbakti kepada orangtua, jangan berkata kasar kepada orangtua

7. Sholat malam

8. Sedekah, infaq

9. Jaga diri dan keluarga dari api neraka

Dikutip diantaranya dari Tabligh Akbar ‘Mulia Dengan Manhaj Salaf’ di Masjid Al Barkah pada tanggal 19 Februari 2023

ref : https://youtu.be/yVyFoSJx428?feature=shared

Ayo .. Sebarkan Ilmu Agama..!

● Ibnul Mubarak -rohimahullah- berkata,

“Aku tidak tahu ada amalan yang derajatnya lebih tinggi setelah kenabian, melebihi amalan menyebarkan ilmu agama..”

(Tahdzibul Kamal 20/16)

● Az-Zuhri -rohimahullah- berkata,

“Mengajarkan satu amalan saja yang sesuai Sunnah, itu lebih afdhol daripada beribadah selama 200 tahun..!”

(Aqidatus Salaf wa Ashabil Hadits 318)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى