Category Archives: BBG Kajian

Penyebab Dicabutnya Suatu Kenikmatan

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Tidaklah nikmat dicabut kecuali karena meninggalkan ketakwaan kepada Allah dan karena berbuat buruk kepada manusia..”

(Ahkam Ahlidzimmah 1/88)

Kenikmatan yang kita rasakan..
Dapat hilang saat kita tak menggunakannya dalam ketakwaan..

Nikmat sehat, nikmat harta, nikmat kedudukan..
Semua itu pemberian dan titipan dari-nya..
Dia pemiliknya dan akan mengambil kembali milik-Nya saat kita menyia nyiakan titipan-Nya..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Belajarlah Tentang Kejujuran

Al Auza’i rohimahullah berkata,

“Belajarlah tentang kejujuran sebelum kamu mempelajari ilmu..”

(Al Jaami’ Li Akhlak Arrowi 1/304)

Jujur adalah salah satu syarat laa ilaaha illallah..

Jujur adalah kesesuain ucapan dengan hati..

Jujur dalam keimanan akan membuahkan kesungguhan dalam beramal..

Jujur dalam mengucapkan laa ilaaha illallah akan membuahkan tauhid dan lari dari kesyirikan..

Jujur dalam mengucapkan syahadat Muhammad Rosulullah akan membuahkan ittiba’ dan menjauhi kebid’ahan..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Jaminan Surga Bagi Yang Melakukan Enam Perkara Ini

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

Jaminlah enam perkara untukku dari diri kalian, niscaya aku menjamin surga untuk kalian.

1. jujurlah jika berbicara
2. tepatilah jika berjanji
3. tunaikanlah amanah jika diserahi amanah
4. jagalah kemaluan
5. tundukkan pandangan, dan
6. tahanlah tangan kalian

(HR. Ahmad dan Abu Dawud)

Jaminan yang melebihi jaminan jaminan di zaman ini, jaminan kesehatan, jaminan masa tua, dan jaminan jaminan dunia lainnya..

Sedangkan ini adalah jaminan yang amat mahal..

Namun amal amal tersebut pun tak mudah..
Kecuali orang yang Allah berikan kemudahan padanya..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Sebab Terbesar Sempitnya Dada

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

 قال ابن القيم رحمه الله:

“ ومن أعظم أسباب ضيق الصدر الإعراض عن الله تعالى، وتعلق القلب بغيره ، والغفلة عن ذكره ، ومحبة سواه ، فإن من أحب شيئا غير الله عذب به ، وسجن قلبه في محبة ذلك الغير

Sebab terbesar sempitnya dada adalah :
– berpaling dari Allah Ta’ala, dan
– hati yang bergantung kepada selain-Nya,
– lalai dari mengingat-Nya, dan
– mencintai selain-Nya, karena siapa yang mencintai sesuatu (selain Allah) maka ia akan tersiksa dengannya dan ia terpenjara olehnya.

زاد المعاد (٢\٢٣).

Kebahagiaan hati adalah dengan selalu mengingat Allah dan mencintai-Nya..

Kegembiraan hati adalah saat mentaati Allah dan menjauhi maksiat kepada-Nya..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Jangan Tertipu

Hatim Al Ashom rohimahullaahu Ta’ala berkata,

– Jangan tertipu dengan tempat yang suci, karena tidak ada tempat yang lebih suci dari jannah. Namun Adam jatuh kepada dosa.

– Jangan tertipu dengan banyaknya ibadah, karena iblis tadinya ahli ibadah namun terjadilah yang terjadi.

– Jangan tertipu dengan banyaknya ilmu, karena Bal’am bin Ba’ur (tadinya ahli ilmu) namun tersesat padahal ia mengetahui nama Allah yang paling agung

– Jangan tertipu oleh pertemanan dan pertemuan dengan orang sholeh. Tidak ada manusia yang lebih sholeh dari Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam, namun kaum munafik dan yang memusuhi beliau tidak dapat mengambil manfaat apa apa.

(Madarijussaalikin)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Sabar Dan Ridho Dalam Menghadapi Takdir

Ibnu Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu berkata,

Lebih baik aku menggigit bara api hingga dingin daripada aku mengatakan tentang takdir yang Allah telah tentukan, ‘seandainya itu tidak terjadi..’

(Az Zuhd no 128 – Imam Abu Dawud)

Allah menentukan segala takdir berdasarkan ilmu dan hikmah..
Dan ilmu Allah sempurna dan tidak ada kekurangannya..
Sedangkan ilmu hamba hanyalah setetes samudra yang amat luas..

Maka sangat tidak etis bila seorang hamba mengkritik keputusan Allah..
Kewajiban hamba adalah sabar dan ridho dalam menghadapi ketentuan-Nya..
Dan yakin bahwa Allah tidak akan pernah menzholimi hamba hamba-Nya..
Namun hambalah yang zholim dan lalim..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Jangan Suka Menuduh Seseorang Tidak Ikhlas

Rosulullah shollallaahu ‘alayhi wasallam mendengar Kholid bin Al Walid rodhiyallahu ‘anhu berkata, “Berapa banyak orang yang sholat tapi berkata dengan lisannya apa yang tidak sesuai dengan hatinya..”

Maka Nabi shollallaahu ‘alayhi wasallam bersabda:

إنِّي لَمْ أُومَرْ أنْ أنْقُبَ عن قُلُوبِ النَّاسِ

“Aku tidak diperintahkan untuk membedah hati manusia..” (HR Al Bukhari dan Muslim)

Terkadang kita suka menuduh orang lain tidak ikhlas..
dari mana kita tahu bahwa ia tidak ikhlas..

Kita hanya menghukumi seseorang sesuai dengan yang ia perlihatkan kepada kita…
Adapun yang tidak tampak maka serahkan kepada sang Pencipta..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Tetap Semangat

‘Aisyah rodhiyallahu ‘anha bercerita,

Ketika Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam semakin berat sakitnya beliau meminta izin kepada istri-istrinya untuk dirawat di rumahku. Mereka pun mengizinkan.

Maka beliau keluar dibopong dua orang yaitu Abbas dan Ali bin Abi Tholib.

‘Aisyah berkata, ‘ketika telah berada di rumahku, beliau bersabda kepadaku, ‘guyurkan kepadaku dari tujuh ember yang mulutnya belum dibuka ikatannya supaya aku bisa keluar kepada manusia..’

Beliau didudukan di atas bejana milik Hafsah. Lalu ‘Aisyah mengguyur beliau dari tujuh ember hingga beliau berisyarat telah cukup. Kemudian beliaupun keluar kepada manusia.

(HR. Al Bukhari)

Ya Robb..
Sementara kita terkadang tak pergi ke masjid hanya karena sakit yang tak berat..

Bahkan sebagian kita merasa berat kakinya untuk berjalan menuju masjid..
Padahal badannya sehat dan kuat..

Demikianlah iman bila telah menghunjam di dada..
Ia akan semangat kepada ketaatan..
Walaupun berat terasa..

Ya Allah bantulah kami..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Tauhid Dan Hawa Nafsu Saling Bertentangan

Allah berfirman,

اَفَرَءَيْتَ مَنِ اتَّخَذَ اِلٰهَهٗ هَوٰىهُ وَاَضَلَّهُ اللّٰهُ عَلٰى عِلْمٍ وَّخَتَمَ عَلٰى سَمْعِهٖ وَقَلْبِهٖ وَجَعَلَ عَلٰى بَصَرِهٖ غِشٰوَةًۗ فَمَنْ يَّهْدِيْهِ مِنْۢ بَعْدِ اللّٰهِۗ اَفَلَا تَذَكَّرُوْنَ (٢٣)

Maka pernahkah kamu melihat orang yang menjadikan hawa nafsunya sebagai tuhannya dan Allah membiarkannya sesat dengan sepengetahuan-Nya, dan Allah telah mengunci pendengaran dan hatinya serta meletakkan tutup atas penglihatannya..? Maka siapa yang mampu memberinya petunjuk setelah Allah (membiarkannya sesat) Mengapa kamu tidak mengambil pelajaran..? (Qs. Al-Jasiyah ayat 23)

Imam Ibnul Qoyyim rahimahullah berkata,

التوحيد والهوى متضادان، فإن الهوى صنم ولكل عبد صنم في قلبه بحسب هواه، وإنما بعث رسله لكسر الأصنام وعبادة الله وحده لاشريك له، وليس مراد الله سبحانه كسر الأصنام المجسدة وترك الأصنام التي في القلب، بل المراد كسرها من القلب أولاً

Tauhid dan hawa nafsu itu saling bertentangan. Karena hawa nafsu adalah berhala yang ada di hati. Setiap hamba memiliki berhala di hatinya sesuai dengan kekuatan hawa nafsunya. Allah mengutus para rosul untuk menghancurkan berhala dan agar beribadah kepada Allah saja.

Yang diinginkan oleh Allah bukan semata menghancurkan berhala yang nyata dan meninggalkan berhala yang ada di hati. Namun yang pertama kali dihancurkan adalah berhala yang ada di hati.

(Raudhotul Muhibbin hal 643)

Penterjemah,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى