Category Archives: BBG Kajian

TIGA Do’a Agar Diteguhkan Hati Dalam Ketaatan…

Pemikiran manusia di zaman ini sudah terbalik, yang baik dibilang jelek dan yang jelek dibilang baik. Setiap orang yang menjalankan ajaran Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam pasti akan mendapatkan cemoohan. Sedangkan orang yang bergelimang dengan kemaksiatan dan bid’ah sering mendapatkan pujian.

Nabi Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam terus berdo’a agar diteguhkan hati dalam keta’atan. Maka kita sebagai ummatnya harus lebih sering lagi berdo’a kepada Allah memohon keteguhan hati, istiqomah dalam keta’atan

Berikut adalah 3 DO’A yang penting untuk kita baca dalam keseharan kita :

1.  Allah berfirman :

رَبَّنَا لَا تُزِغْ قُلُوبَنَا بَعْدَ إِذْ هَدَيْتَنَا وَهَبْ لَنَا مِنْ لَدُنْكَ رَحْمَةً إِنَّكَ أَنْتَ الْوَهَّابُ

Robbanaa Laa Tuzigh Quluubanaa Ba’da Idz-hadaytanaa Wa Hablanaa Mil-ladunka Rohmah, Innaka Antal Wahhaab

“Ya Rabb kami, janganlah Engkau jadikan hati kami condong kepada kesesatan sesudah Engkau beri petunjuk kepada kami, dan karuniakanlah kepada kami rahmat dari sisi Engkau; karena sesungguhnya Engkau-lah Maha Pemberi (karunia).”

[ QS. Aali Imron: 8 ]

=========================

2.   Do’a yang paling sering Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam panjatkan adalah :

يَا مُقَلِّبَ الْقُلُوبِ ثَبِّتْ قَلْبِى عَلَى دِينِكَ

Yaa Muqollibal Quluub Tsabbit Qolbii ‘Alaa Diinik

“Wahai Dzat yang Maha Membolak-balikkan hati, teguhkanlah hatiku di atas agama-Mu”

[ HR. at-Tirmidzi 3522, Ahmad 4/302, al-Hakim 1/525, Lihat Shohih Sunan Tirmidzi III no.2792 ]

=========================

3.  Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِنَّ قُلُوبَ بَنِي آدَمَ كُلَّهَا بَيْنَ إِصْبَعَيْنِ مِنْ أَصَابِعِ الرَّحْمَنِ كَقَلْبٍ وَاحِدٍ يُصَرِّفُهُ حَيْثُ يَشَاءُ ثُمَّ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ اللَّهُمَّ مُصَرِّفَ الْقُلُوبِ صَرِّفْ قُلُوبَنَا عَلَى طَاعَتِكَ

“Sesungguhnya hati semua manusia itu berada di antara dua jari dari sekian jari Allah Yang Maha Pemurah. Allah Subhanahhu wa Ta’ala akan memalingkan hati manusia menurut kehendak-Nya.” Setelah itu, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam berdoa; “Allahumma Mushorrifal Quluub Shorrif  Quluubanaa ‘Alaa Thoo’atik” [Ya Allah, Dzat yang memalingkan hati, palingkanlah hati kami kepada ketaatan beribadah kepada-Mu!]

[ HR. Muslim no. 2654 ]

Semoga kita semua bisa sering-sering membaca do’a-do’a diatas… Aamiin…

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Kriteria Suami Tanggung Jawab…

Suami yang bertakwa kepada Allah pada setiap keadaan dan kesempatan.
.
Suami yang menunaikan hak dan kewajiban secara seimbang baik secara materi maupun non materi.
.
Suami yang mengutamakan ridha Allah daripada ridha manusia.
.
Suami yang hidupnya disibukkan dengan berbagai macam ibadah dan taqarrub kepada Allah.
.
Suami yang menggiring keluarganya kepada jalan surga.
.
Suami yang senantiasa membimbing istri dan anak-anaknya kepada kebenaran dan kebaikan.
.
Suami yang sabar dan lapang dada dengan berbagai macam ujian dan cobaan.
.
Suami yang suka membantu keluarga dan orang-orang sekitarnya dalam kebaikan dan ketakwaan.
.
Suami yang terus istiqomah di atas alkitab dan as-Sunnah.
.
Suami yang tidak mengikuti hawa nafsu dan bisikan setan.
.
Suami yang sportif dan jantan mengakui berbagai macam kesalahan dan kekurangan dalam rangka untuk perbaikan.
.
Suami yang tidak pernah membuang-buang waktu dan umur untuk perkara sia-sia.
.
Suami yang senantiasa tulus dalam menasehati dan mendakwahi keluarga dan orang-orang sekitarnya.
.
Suami yang dermawan dengan berbagai macam sedekah, infaq dan sumbangan.
.
.
Ustadz Zainal Abidin Syamsuddin Lc, حفظه الله تعالى

Bahaya Maksiat Tatkala Bersendirian…

Seorang bijak berkata :

إِنَّ ذُنُوْبَ الْخَلَوَاتِ هِيَ أَصْلُ الاِنْتِكَاسَاتِ ، وَعِبَادَاتُ الْخَفَاءِ هِيَ أَعْظَمُ أَسْبَابِ الثَّبَاتِ

Sesungguhnya dosa-dosa yang dilakukan tatkala bersendirian merupakan pokok sebab keterbalikan seseorang (dari sholeh menjadi rusak). Dan ibadah-ibadah yang dilakukan secara sembunyi-sembunyi merupakan sebab terbesar tegarnya seseorang (di atas agama)”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ الرَّجُلَ لَيَعْمَلُ عَمَلَ الْجَنَّةِ فِيْمَا يَبْدُو لِلنَّاسِ وَهُوَ مِنْ أَهْلِ النَّار

Sesungguhnya seseorang benar-benar melakukan amalan surga –menurut yang nampak bagi masyarakat- padahal ia termasuk penduduk neraka” (Dishahihkan oleh Al-Albani rahimahullah)

Ibnu Rojab Al-Hanbali rahimahullah dalam kitabnya Jaami’ul ‘Uluum wal Hikam menjelaskan bahwasanya seseorang bisa saja terlihat dihadapan masyarakat benar-benar mengerjakan amalan-amalan kebajikan. Akan tetapi kondisi batinnya yang sesungguhnya adalah sebaliknya. Hal ini menyebabkan ia meninggal dalam kondisi su-ul khootimah, karena ada amalan keburukan (maksiat) yang ia lakukan secara tersembunyi yang tidak diketahui oleh orang lain, atau yang semisalnya.

Karenanya berhati-hatilah dari dosa-dosa yang anda lakukan tatkala bersendirian… tatkala anda menutup pintu-pintu… tatkala tidak ada mata yang melihat…

Zainal Abidin rahimahullah berkata :

مَا أَحْلَمَ اللهَ عَنِّي حَيْثُ أَمْهَلَنِي وَقَدْ تَمَادَيْتُ فِى ذَنْبِي وَيَسْتُرُنِي

Betapa sayangnya Allah padaku… karena telah menangguhkan hukuman-Nya
Bahkan Dia tetap menutupi dosaku… meski aku terus melakukannya

تَمُرُّ سَاعَاتُ أَيَّامِي بِلاَ نَدَمِ وَلاَ بُكَاءٍ وَلاَ خَوْفٍ وَلاَ حَزَنِ

Hari-hariku terus berjalan (dan aku terus melakukan dosa-dosa)
Tanpa ada rasa penyesalan, tangisan, ketakutan, ataupun kesedihan

أَنَا الَّذِى أَغْلَقَ الأَبِوَابَ مُجْتَهِدًا عَلَى الْمَعَاصِي وَعَيْنُ اللهِ تَنْظُرُنِي

Akulah orang yang telah menutup pintu
Untuk giat dalam maksiat, padahal Mata Allah selalu mengawasiku

يَا زَلَّة كُتِبَتْ فِي غَفْلَةٍ ذَهَبَتْ يَا حَسْرَة بَقِيَتْ فِي الْقَلْبِ تُحْرِقُنِي

Salah sudah tercatat, dalam kelalaian yang telah lewat
Dan sekarang, tinggal penyesalan di hati yang terus membakar diriku

Ustadz DR. Firanda Andirja MA,  حفظه الله تعالى

da140814-2249

Beberapa Amalan Yang Dapat Menghapuskan Dosa Meskipun Sebanyak Buih Di Lautan…

Berikut ini adalah beberapa amalan yang dapat menghapuskan dosa seseorang meskipun sebanyak buih di lautan, in-syaa Allah.

1.  Membaca dzikir setelah sholat fardhu/wajib dengan bacaan sebagaimana tersebut dalam hadits berikut :

Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam :

مَنْ سَبَّحَ اللَّهَ فِي دُبُرِ كُلِّ صَلَاةٍ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَحَمِدَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ وَكَبَّرَ اللَّهَ ثَلَاثًا وَثَلَاثِينَ فَتْلِكَ تِسْعَةٌ وَتِسْعُونَ وَقَالَ تَمَامَ الْمِائَةِ لَا إِلَهَ إِلَّا اللَّهُ وَحْدَهُ لَا شَرِيكَ لَهُ لَهُ الْمُلْكُ وَلَهُ الْحَمْدُ وَهُوَ عَلَى كُلِّ شَيْءٍ قَدِيرٌ غُفِرَتْ خَطَايَاهُ وَإِنْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

“Barangsiapa yang mengucapkan “Subhaanallah” setiap selesai shalat 33 kali, “Alhamdulillah” 33 kali dan “Allahu Akbar” 33 kali; yang demikian berjumlah 99 dan menggenapkannya menjadi seratus dengan “Laa ilaaha illallah, wahdahu laa syarikalah, la-hul mulku walahul hamdu wa huwa ‘alaa kulli syai-in qadir”, akan diampuni kesalahannya, sekalipun seperti buih lautan”  [HR Muslim]

====================================

2.  Membaca Dzikir “Subhaanallahi Wabi-Hamdihi” sebanyak 100 x dalam sehari.

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

وَمَنْ قَالَ سُبْحَانَ اللَّهِ وَبِحَمْدِهِ فِي يَوْمٍ مِائَةَ مَرَّةٍ حُطَّتْ خَطَايَاهُ وَلَوْ كَانَتْ مِثْلَ زَبَدِ الْبَحْرِ

Barangsiapa membaca, “Subhanaallahi Wabi-hamdihi (Maha Suci Allah dan segala puji bagi-Nya), 100 kali dalam sehari, maka dosanya akan dihapus, meskipun sebanyak buih lautan.” [HR. Muslim No.4857]

Dalam riwayat lain, dzikir diatas ini dibaca 100 x saat Dzikir Pagi dan 100x saat Dzikir Petang.

====================================

3.  Membaca dzikir berikut sebelum tidur :

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“..barangsiapa membaca ketika beranjak ke tempat tidurnya,
LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIIKALAHU
LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WA HUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QODIIR
LAA HAWLA WA LAA QUWWATA ILLA BILLAHIL ‘ALIYYIL ‘AZHIIM
SUBHAANALLAH, WALHAMDULILLAH, WA LAA ILAAHA ILLALLAH, WALLAHU AKBAR
niscaya dosa-dosanya diampuni walaupun ia seperti buih lautan..”
[HR. Ibnu Hibban – Shohih, at-Targhib wat-Tarhib 2/607]

Catatan:

1.  Akan tetapi perlu diperhatikan, janganlah dengan adanya hadits ini, kita jadi meremahkan dosa, berpikir nanti gampang akan dihapus sebentar dengan bacaan ini.

Al-Munawi rohimahullah (w. 1031 H) berkata,

“فلا يظن ظان أن من أدمن الذكر وأصر على ما شاء من شهواته وانتهك دين الله وحرماته أن يلتحق بالمطهرين المقدسين ويبلغ منازل الكاملين بكلام أجراه على لسانه ليس معه تقوى ولا عمل صالح “

“Seseorang yang mengandalkan terus dzikir ini akan tetapi ia terus bermaksiat sekehendak syahwatnya, melanggar agama Allah dan kehormatannya, janganlah ia menyangka akan disamakan dengan orang yang dibersihkan dan disucikan, jangan menyangka ucapannya akan mendapat pahala dengan lisannya, padahal tidak ada ketakwaan (rasa takut) dan amal shalih pada dirinya.” [Faidhul Qadir 6/190]

2.  Dosa yang dihapus adalah dosa atau kesalahan pada hak Allah saja, jika berkaitan dengan hak anak Adam (sesama manusia) , maka harus juga diselesaikan dengan yang bersangkutan dengan cara meminta maaf atau mengembalikan haknya berupa barang atau hutang. Bila orang yang kita zholimi telah meninggal dunia, caranya… Silahkan simak (audio) penjelasannya berikut ini:  https://bbg-alilmu.com/archives/11775

3.  Dosa yang dihapus adalah dosa-dosa kecil, adapun dosa besar yang seseorang lakukan dengan terus menerus maka ia harus bertaubat secara khusus dengan taubat nasuha dan syarat-syarat taubat nasuha.

Allah Ta’ala berfirman,

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا تُوبُوا إِلَى اللَّهِ تَوْبَةً نَصُوحًا

Hai orang-orang yang beriman, bertaubatlah kepada Allah dengan taubatan nasuhaa (taubat yang semurni-murninya).” (At Tahrim: 8)

ref :
muslimafiyah.com
almanhaj.or.id

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Takbir Lebih Besar Pahalanya Di 10 Awal Dzulhijjah…

‏الله أكبر..الله أكبر..لا اله الا الله

🔹قال أبو عبيدة بن عبد الله بن مسعود –رحمه الله-:

«لو أن رجلا جلس على ظهر الطريق ومعه خرقة فيها دنانير، لا يمر إنسان إلا أعطاه دينارا، وآخر إلى جانبه يكبر الله تعالى، لكان صاحب التكبير أعظم أجرا».

📘“حلية الأولياء” (٤/٢٠٤)

Abu Ubaidah bin Abdullah bin Mas’ud
rohimahullah berkata:

“Jika ada orang yang duduk di pinggir
jalan dengan tasnya yang berisi dinar,
tidak ada seorangpun yang lewat
kecuali ia memberinya dinar.
Sementara yang satu lagi bertakbir di
sampingnya, maka yang bertakbir lebih
besar pahalanya
.”

(Hilyah Auliya 4/204)

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.

Kaidah Ushul Fiqih Ke 31 : Wajib Menutup Pintu Hilah…

Pembahasan ini merujuk kepada kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى

KAIDAH SEBELUMNYA (KE-30) bisa di baca di SINI

=======

🍀 Kaidah yang ke 31 🍀

👉🏼   Wajib menutup pintu hilah.

⚉    Hilah adalah usaha untuk menggugurkan kewajiban atau menghalalkan yang haram dengan cara tersembunyi yang tampaknya boleh padahal tidak. Ini adalah perbuatan kejahatan dalam agama. Karena hakekatnya mempermainkan agama sesuai hawa nafsu.

Yang pertama kali menggunakan hilah adalah kaum yahudi. Ketika Allah mengharamkan untuk mereka berburu di hari sabtu, mereka ber-hilah dengan cara memasang jala di Jum’at sore dan mengambilnya di minggu pagi.

Ketika Allah mengharamkan untuk mereka gajih sapi, mereka jadikan minyak lalu menjualnya dan memakan harganya.

⚉    Contoh hilah misalnya: Orang yang malas pergi ke masjid. Di waktu waktu sholat ia sengaja memakan bawang agar ia punya alasan untuk tidak pergi ke masjid. Maka yang seperti ini diharamkan.

⚉    Contoh lain: Seseorang telah memiliki harta yang sampai nishob dan haul. Lalu ia ingin lari dari zakat dengan cara menghibahkannya kepada anaknya. Kemudian suatu ketika ia mengambilnya kembali.
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page:

https://t.me/kaidah_ushul_fiqih
https://www.facebook.com/kaidah.ushul.fiqih/
.
KAIDAH USHUL FIQIH – Daftar Isi LENGKAP

Koq Pada Puasa… Emangnya Sunnah..?

Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam berpuasa pada 9 hari pertama di bulan Dzulhijjah.
(HR. Abu Daud 2439 dan dishahihkan Albani)

Belum lagi keumuman hadits Ibnu ‘Abbas -radhiyallahu ‘anhu-tentang keutamaan amal shalih di 10 hari pertama di bulan Dzulhijjah.

Sahabat Nabi shallallahu ‘alayhi wasallam seperti Ibnu Umar -radhiyallahu ‘anhu- pun berpuasa di 9 hari ini.
(Syarh Sunnah lil Baghawi 6/347)

Imamnya ulama tafsir, Mujahid -rahimahullah- pun berpuasa.
(Ibnu Abi Syaibah 9222)

Belum lagi nama-nama besar seperti ‘Atho bin Abi Robah dan Muhammad bin Sirin -rahimahumallah-.
(Ibnu Abi Syaibah 9221 & 9222)

Ibnu Rojab -rahimahullah- menyatakan bahwa berpuasa 9 hari pertama Dzulhijjah adalah pandangan mayoritas ulama.
(Lathooif Ma’aarif 289),
dan termasuk pandangan madzhab Syafi’i.
(I’aanatuth Thaalibiin 2/266, Raudhatuth Thaalibiin 2/254).

Inipun yang difatwakan Al Lajnah Ad Daaimah dalam fatwa no. 20247 dan Syaikh Muhammad bin Shalih Al ‘Utsaimin.
(Al Liqaa’ Asy Syahri 2/10)

Terakhir…
Imam Nawawi -rahimahullah- menyatakan:
“Puasa (9 hari pertama Dzulhijjah) ini sunnah yang sangat ditekankan.”
(Al Minhaaj 4/209)

Saudaraku,
Selamat berpuasa di hari-hari terbaik ini..

Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri,  حفظه الله تعالى

Membaca Al Qur’an Dari Mushaf vs Dari Aplikasi Di HP

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

ARTIKEL TERKAIT
Bolehkah Membaca Al Qur’an Dari Aplikasi Di Hp..?
Serba-Serbi DZULHIJAH
Tanya-Jawab Seputar Ramadhan

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Bolehkah Membaca Al Qur’an Dari Aplikasi Di Hp..?

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

ARTIKEL TERKAIT
Membaca Al Qur’an Dari Mushaf vs Dari Aplikasi Di HP…
Serba-Serbi DZULHIJAH…
Tanya-Jawab Seputar Ramadhan…

Ikuti terus channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Merahasiakan Amal Sholeh…

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

مَنِ اسْتَطَاعَ مِنْكُمْ أَنْ يَكُوْنَ لَهُ خَبْءٌ مِنْ عَمَلٍ صَالِحٍ فَلْيَفْعَلْ

Barang siapa diantara kalian yang mampu untuk memiliki amal sholeh yang tersembunyikan maka lakukanlah !” (Dishahihkan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 2313)

Coba kita bersikap jujur dan bertanya pada diri sendiri, “Berapakah amal sholeh kita yang tersembunyi, tidak ada seorangpun yang mengetahuinya, bahkan istri dan anak-anak..?“

Ataukah setiap kali kita beramal sholeh hati dan lidah menjadi gatal ingin segera menceritakannya kepada orang lain..??

Sungguh tidaklah mudah menyembunyikan amalan sholeh, karena sesungguhnya manusia adalah makhluk yang senang untuk dipuji dan dihormati. Dengan menampakan kebaikan dan amal sholehnya maka orang-orangpun akan menjadi menghormati, menghargai, dan memujinya.

Faedah menyembunyikan amal sholeh :

⚉   Menyembunyikan amal sholeh lebih menjauhkan seseorang dari penyakit riyaa dan sum’ah

⚉   Amal sholeh yang tersembunyi pahalanya lebih besar daripada amal sholeh yang dinampakkan

⚉   Amal sholeh yang tersembunyikan bisa menjadikan seseorang jauh dari penyakit ujub. Karena ia sadar bahwasanya ia telah berusaha menyembunyikan amalan sholehnya sebagaimana ia telah mati-matian berusaha untuk menyembunyikan kemaksiatan-kemaksiatan dan keburukannya. Jika orang-orang tidak mengetahui kebaikannya maka sebagaimana mereka tidak mengetahui keburukan-keburukannya

Karenanya Salamah bin Diinaar rohimahulah berkata :

اُكْتُمْ مِنْ حَسَنَاتِكَ كَمَا تَكْتُمْ مِنْ سَيِّئَاتِكَ

Sembunyikanlah kebaikan-kebaikanmu sebagaimana engkau menyembunyikan keburukan-keburukanmu

⚉   Amal sholeh yang tersembunyikan melatih seseorang terbiasa hanya mencari muka di hadapan Allah dan tidak memperdulikan komentar manusia, karena yang terpenting adalah penilaian Allah dan bukan penilaian manusia

⚉   Menyembunyikan amal sholeh menjadikan seseorang bahagia, karena meskipun tidak ada orang yang menghormatinya ia akan merasa bahagia karena Penguasa alam semesta ini mengetahui amal sholehnya.

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى 
.
.
TIPS Merahasiakan Amal Sholeh
.
⚉   Rutin membelikan pulsa/token listrik secara online untuk TPA (Taman Pendidikan Al Qur’an), Masjid atau Pondok Pesantren. Faedah: semua kegiatan operasional TPA, Masjid atau ponpes yang menggunakan listrik seperti mesin air, lampu, AC, dll, maka anda akan mendapatkan pahalanya in-syaa Allah.
.
⚉   Rutin membelikan pulsa telepon/hp secara online untuk Ustadz. Faedah: semua kegiatan termasuk dakwah sang Ustadz yang mengandalkan Hp seperti mengatur jadwal kajian, membaca pdf kitab, dll, maka anda akan mendapatkan pahalanya in-syaa Allah.
.
dll yang semisal..