Category Archives: BBG Kajian

Bersegera Sesuai Untuk Apa..

UNTUK TUJUAN MENCARI REZEKI, Allah berfirman (al-mulk: 15):

فامشوا (berjalanlah)

UNTUK TUJUAN SHOLAT JUM’AT, Allah berfirman (al-jumuah: 9):

فاسعوا (maka berjalanlah dengan cepat)

UNTUK TUJUAN KE SURGA, Allah berfirman (Ali imron: 133):

وسارعوا (bercepat cepatlah)

dan KEPADA ALLAH, Allah berfirman (Adz dzariyat: 50):

ففروا (berlarilah)

Sedangkan kita kepada Allah hanya berjalan, tapi untuk rezeki dunia kita berlari..

Allahul Musta’an

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN — Kaidah KE-23

Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.

KAIDAH SEBELUMNYA (KE-22) bisa di baca di SINI

=======

🌼 Kaidah yang ke 23 🌼

Bahwa mereka senantiasa menganjurkan untuk mempelajari sunnah Nabi, yaitu Hadits Nabi dan mengamalkannya dan memperingatkan jangan sampai kita meninggalkannya.

Ini karena sunnah Nabi adalah sebagai penjelas Alqur’an.
Kita tidak akan mampu dan tidak bisa memahami Alqur’an bila kita tidak mempelajari sunnah Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam itu adalah aplikasi daripada Alqur’an dan perincian terhadap Alqur’anul Karim.

Imam Al-Bukhari rahimahullah berkata: “Bab bagaimana ilmu itu di cabut“.
Kemudian beliau membawakan atsar Umar bin Abdul Aziz, dimana beliau menulis surat kepada Abu Bakr bin Hazm, kata beliau:

‎انْظُرْ مَا كَانَ مِنْ حَدِيثِ رَسُولِ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ فَاكْتُبْهُ

“Lihatlah apa-apa yang termasuk hadits Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam maka tulislah, catatlah

‎فَإِنِّي خِفْتُ دُرُوسَ الْعِلْمِ وَذَهَابَ الْعُلَمَاءِ

karena aku khawatir, hilangnya ilmu dan perginya para ulama

‎وَلَا تَقْبَلْ إِلَّا حَدِيثَ النَّبِيِّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ

dan jangan kamu terima kecuali hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam saja

‎وَلْتُفْشُوا الْعِلْمَ

hendaklah kalian menyebarkan ilmu

‎وَلْتَجْلِسُوا حَتَّى يُعَلَّمَ مَنْ لَا يَعْلَمُ

Dan hendaklah duduk di majelis taklim, sehingga orang yang tidak tahu itu diajarkan

‎فَإِنَّ الْعِلْمَ لَا يَهْلِكُ حَتَّى يَكُونَ سِرًّا

karena ilmu itu tidak akan binasa, sampai menjadi rahasia”

Maksudnya:
Kalau ilmu itu jadi rahasia-rahasiaan akan binasalah ilmu dan hilanglah.
Ini merupakan nasehat Umar bin Abdul Aziz untuk senantiasa mencatat hadis, mempelajarinya, menyebarkannya kepada manusia.

Kata Ibnul Qayyim:
Sesungguhnya sunnah itu adalah benteng Allah yang paling kuat, siapa yang masuk kedalam benteng itu, ia akan aman. Dan itu adalah pintu yang paling agung. Siapa yang akan masuk kepadanya ia akan sampai“.

Maka sunnah menyebabkan amalan kita lurus, dan Allah pun akan berikan cahaya di depan kita untuk mematikan kebid’ahan orang-orang pelaku bid’ah.
Dan Ahlu Sunnah wal Jama’ah kelak pada pada hari kiamat wajahnya akan menjadi putih bersih, sementara ahlu bid’ah, kata beliau, wajahnya akan menjadi hitam .

Sebagaimana Allah berfirman [QS Al- Imran : 106]

‎يَوْمَ تَبْيَضُّ وُجُوهٌ وَتَسْوَدُّ وُجُوهٌ

“Pada hari itu wajah-wajah yang menjadi putih dan ada wajah-wajah yang menjadi hitam”

Ibnu Abbas berkata wajah Sunnah wal Jama’ah akan menjadi putih sedangkan wajah ahlu bid’ah akan menjadi hitam.
Maka sunnah adalah kehidupan dan cahaya, yang dengannyalah seorang hamba akan sampai kepada kebahagiaan, maka itu merupakan hidayah dan kesuksesannya.

👉🏼 Maka dari itu kita berusaha semaksimal mungkin untuk senantiasa mempelajari hadits-hadits Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam , mengamalkannya, memahaminya dan menghafalkan.

Karena ini merupakan sesuatu yang agung, bahkan Rasulullah Shallallahu ‘alaihi wa sallam mendoakan orang-orang yang memperhatikan sunnah supaya di berikan cahaya di wajahnya.

Beliau bersabda: “Semoga Allah berikan cahaya kepada wajah orang yang mendengarkan sabdaku, lalu ia menghafalnya, lalu ia memahaminya, lalu ia menyampaikannya… maka itulah sunnah.”

Kata Imam Malik: “Sunnah itu bagaikan perahunya Nabi Nuh, siapa yang naik dia akan selamat, siapa yang tidak naik dia akan binasa“.

Wallahu a’lam 🌴

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.

Dari buku yang berjudul “Al Ishbaah Fii Bayani Manhajis Salaf Tarbiyati wal Ishlah“, tentang Manhaj Salaf Dalam Masalah Tarbiyah dan Perbaikan, ditulis oleh Syaikh Al Ubailaan حفظه الله تعالى.

Silahkan bergabung di Telegram Channel : https://t.me/aqidah_dan_manhaj

Artikel TERKAIT :
DAFTAR LENGKAP PEMBAHASAN – Al Ishbaah – Manhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Sudahkah Mendapatkan Surga Dunia..?

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

مَنْ عَمِلَ صَالِحًا مِنْ ذَكَر أَوْ أُنْثَى وَهُوَ مُؤْمِن فَلَنُحْيِيَنَّهُ حَيَاة طَيِّبَة وَلَنَجْزِيَنَّهُمْ أَجْرَهُم بِأَحْسَنِ مَا كَانُوا يَعْمَلُونَ

Barangsiapa beramal shalih baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan ia beriman, maka sungguh akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik, dan akan Kami berikan balasan yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan” (QS. An-Nahl [16]: 97)

Kehidupan yang baik itu dengan “KEBAHAGIAAN“, yaitu bagi seorang mukmin yang akan meraih Surga dunia sebelum Surga di akhirat…

Bukankah Allah telah berfirman :

وَلِمَنْ خَافَ مَقَامَ رَبِّهِ جَنَّتَانِ , فَبِأَيِّ آلَاءِ رَبِّكُمَا تُكَذِّبَانِ

Dan bagi orang yang takut akan saat menghadap Tuhannya ada dua Surga. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan ?” (QS. Ar-Rahman [55]: 46-47)

Salah seorang ulama salaf berkata :

Sungguh kasihan orang-orang yang mencintai dunia, mereka (pada akhirnya) akan meninggalkan dunia ini, padahal mereka belum merasakan kenikmatan yang paling besar di dunia ini“, maka ada yang bertanya : “Apakah kenikmatan yang paling besar di dunia ini ?

Ulama ini menjawab : “Cinta kepada Allah, merasa tenang ketika mendekatkan diri kepada-Nya, rindu untuk bertemu dengan-Nya, serta merasa bahagia ketika berdzikir dan mengamalkan ketaatan kepada-Nya

(Ighootsatul Lahfaan 1/72 oleh Ibnul Qoyyim).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyyah rahimahullah berkata :

إن في الدنيا جنة من لم يدخلها لم يدخل جنة الآخـــرة

Sungguh di dunia terdapat Surga, barangsiapa belum masuk ke dalam Surga di dunia, maka dia tidak akan masuk Surga di akhirat nanti

Imam Ibnul Qayyim rahimahullah berkata :

Maha suci (Allah) yang telah memperlihatkan kepada hamba-hamba-Nya (yang shalih) Surga-Nya (di dunia) sebelum mereka bertemu dengan-Nya (di akhirat) dan Dia membukakan untuk mereka pintu-pintu Surga-Nya di negeri (tempat) beramal (dunia), sehingga mereka bisa merasakan kesejukan dan keharumannya, yang itu (semua) menjadikan mereka (termotivasi untuk) mencurahkan kemampuan mereka untuk meraihnya dan berlomba-lomba untuk mendapatkannya” (Al-Waabilus Shayyib hal 70).

Maka “orang miskin” di dunia ini yang sebenarnya adalah orang yang belum pernah merasakan cinta kepada Allah dan nikmatnya beribadah kepada-Nya…

Seorang mukmin yang mendapatkan Surga di dunia adalah seseorang yang mencintai Allah dengan benar, sehingga Allah pun mencintainya…

…وَأَلْقَيْتُ عَلَيْكَ مَحَبَّةً مِنِّي…

“…Dan Aku telah melimpahkan kepadamu cinta (kasih sayang) yang datang dari-Ku… (QS. Thaha [20]: 39)

Saudaraku, sudahkah kita termasuk dari orang yang mendapatkan ucapan Allah Ta’ala seperti itu…?
Maka cintailah Allah, yang telah menganugerahkan nikmat-Nya kepadamu yang lahir dan batin…

وَالَّذِينَ آمَنُوا أَشَدُّ حُبًّا لِلَّهِ…

Adapun orang-orang yang beriman amat sangat besar rasa cintanya kepada Allah…” (QS. Al-Baqarah [2]: 165)

Ketahuilah…

Hidup bukan untuk mati…
tetapi mati itulah untuk hidup…
Hidup bukan untuk hidup…
tetapi untuk yang Maha Hidup…

Kematian adalah bukti kecintaan yang tulus…
Kematian adalah pintu berjumpa dengan-Nya…
Perjumpaan terindah kekasih dengan Kekasih…

اللهمَّ ما طابت الدّنيا إلاّ بحبك، ولا الآخرة إلاّ بعفوك

Ya Allah, sungguh dunia tidak menyenangkan kecuali dengan mencintai-Mu, begitu pula akhirat tidak menyenangkan kecuali dengan ampunan-Mu…

اللهمَّ إنّي أسألك حُبَّكَ ، وحُبَّ من يُحبك ، وحُبَّ كل عملٍ يقربني إلى حُبِّكَ

Ya Allah, aku mohon cinta-Mu, mencintai siapa saja yang mencintai-Mu, serta mencintai setiap amalan yang dapat mendekatkan diriku kepada-Mu…

اللهمًَ ارزقني جنتك في الدنيا حتى تدخلني في جنتك في لآخرة

Ya Allah, anugerahkanlah kepadaku Surga-Mu di dunia ini, sehingga Engkau pun memasukkanku ke dalam Surga-Mu di akhirat kelak…

Aamiin…

Ustadz Najmi Umar Bakkar, حفظه الله تعالى.