Category Archives: BBG Kajian

Orang Yang Sombong

Orang yang sombong itu suka menolak kebenaran dan meremehkan orang lain..

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

الكبر: بطر الحقِّ وغمط النَّاس

“Sombong adalah menolak kebenaran dan meremehkan orang lain..” (HR Muslim)

Bahkan bukan hanya menolak kebenaran..
Ia malah mencari cari kesalahan orang yang menyampaikannya..

Na’uudzu billah min dzalik..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kebenaran Itu Berat

Syaikh Muhammad Nashirudin Al Albani rohimahullah berkata,

الحق ثقيل.. فلا تثقلوه أكثر بسوء أخلاقكم، كنت أعتقد أن المشكلة في الأمة مشكلة عقيدة وتبين لي أنها عقيدة وأخلاق.

“Kebenaran itu berat.. maka jangan kamu lebih beratkan lagi dengan akhlak yang buruk..

Tadinya aku meyakini bahwa problematika ummat ini pada akidahnya saja, tapi ternyata problematika akidah dan akhlak..”

(Silsilah Huda wan-Nuur no 900)

– mudah mencibir dan membully
– berkomentar dengan kata-kata yang pedas dan tak baik
– senang berdebat dan mentertawakan lawan
– dan akhlak buruk lainnya..

Padahal..
Akhlak menunjukkan kadar keimanan seseorang..
Karena mukmin yang paling utama adalah yang paling baik akhlaknya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Ucapan Yang Indah

Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu berkata,

“Sesungguhnya manusia telah memperindah ucapan..

siapa yang perkataannya sesuai dengan kelakuannya..
ia telah mendapatkan keberuntungannya..

dan siapa yang perkataannya tidak sesuai dengan kelakuannya..
ia akan merendahkan dirinya..

(Jami’ Bayanil ‘Ilmi 2/9)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Renungan Senja

Musibah itu ketika mengetahui aib dan kekurangan diri, tapi kita tidak peduli dan tidak berusaha memperbaiki diri.

Abdullah Ibnul Mubarok rohimahullah berkata,

ﻣﻦ ﺃﻋﻈﻢ اﻟﻤﺼﺎﺋﺐ ﻟﻠﺮﺟﻞ ﺃﻥ ﻳﻌﻠﻢ ﻣﻦ ﻧﻔﺴﻪ ﺗﻘﺼﻴﺮاً ﺛﻢ ﻻ ﻳﺒﺎﻟﻲ ﻭﻻ ﻳﺤﺰﻥ ﻋﻠﻴﻪ

“Diantara musibah yang paling besar adalah seseorang menyadari akan kekurangannya pada dirinya namun ia tidak peduli dan tidak bersedih karenanya..”

(Syu’abul Iman, 867)

Karena mukmin seharusnya belomba-lomba dalam kebaikan..

Dengan memperbaiki diri dan beramal sholih..
Ia selalu muhasabah adakah kekurangan pada diri dan amalnya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kelembutan Di Rumah Tanda Kebahagian

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

إِنَّ اللهَ إِذَا ارَادَ بِاهْلِ بَيْتٍ خَيْرًا أَدْخَلَ عَلَيْهِم الرِّفْقَ

“Sesungguhnya jika Allah menghendaki kebaikan bagi sebuah keluarga maka Allah akan memasukan kelembutan kepada mereka..”

(HR Ahmad dan dishohikan oleh Al-Albani dalam As-Shahihah no 523)

Renungkanlah kondisi rumah tanggamu..

jika selalu dipenuhi dengan suara keras, lantang, kekasaran..
bentakan, pukulan terhadap anak-anak..
jeritan anak-anakmu..
mengangkat suara di hadapan suami…

Maka Ketahuilah, engkau sedang jauh dari kebaikan..

Segera rubahlah sikapmu.. perbaiki kondisi rumahmu, penuhi dengan senyuman, kelembutan, niscaya Allah menebar kebaikan dalam keluargamu..

Ditulis oleh,
Ustadz Dr. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

ref : https://bbg-alilmu.com/archives/9908

Hanya Meminta Dunia

Allah Ta’ala berfirman:

فَمِنَ النَّاسِ مَن يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا وَمَا لَهُ فِي الْآخِرَةِ مِنْ خَلَاقٍ

“Diantara manusia ada yang berkata, ‘Wahai Robb kami berikanlah kepada kami dunia..’ sementara tiada bagian baginya di akherat..” (QS Al Baqarah: 200)

Sa’id bin Jubair meriwayatkan dari Ibnu ‘Abbas berkata menafsirkan ayat tersebut :
“Ada kaum arab yang apabila wukuf berdo’a, ‘Ya Allah jadikanlah tahun ini banyak hujan, tetumbuhan dan binatang ternak beranak pinak..’ Namun mereka tidak meminta akherat sama sekali. Lalu Allah turunkan ayat tersebut..

Kemudian datanglah kaum mukminin berdo’a : ‘Robbanaa aatina fiddunya hasanah wafil akhirati hasanah waqina adzabannar..’
Maka Allah memuji orang yang meminta dunia dan akherat..”

(Tafsir Ibnu Katsir)

Saat dunia lebih besar di hati kita..
Maka kita lebih banyak meminta dunia daripada kebaikan akherat..
Padahal akherat lebih baik dan lebih kekal..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

 

Harumnya Keikhlasan

Ibnu Rojab Al Hanbali rohimahullah berkata,

رائحة الإخلاص كرائحة البخور الخالص ، كلَّما قوي ستره بالثياب فاح وعبق بها .
‏ورائحة الرياء كدخان الحطب ، يعلو إلى الجو ثم يضمحل وتبقى رائحته الكريهة

“Harumnya keikhlasan bagaikan wanginya gaharu yang murni. Semakin ditutupi baju semakin semerbak..

Sedangkan baunya riya bagaikan asap kayu bakar. Ia membumbung tinggi awalnya lalu melemah dan tersisa baunya yang tak sedap..”

(Majmu’ Rasail, 758)

Karena keikhlasan dicintai Arrohmaan..
Ia harum semerbak sepanjang zaman..
Walaupun orang-orang yang tidak suka berusaha memburukkannya..

Sedangkan riya..
Dibenci oleh Allah pencipta alam semesta..
Baunya tak enak walaupun orang orang berusaha mewangikannya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Cerdas Dalam Mencari Akherat

Allah Ta’ala berfirman:

يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِّنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ

“Mereka mengetahui sebatas lahiriyah kehidupan dunia dan mereka lalai dari akherat..” (Ar Ruum: 7)

Ibnu Katsir rohimahullah berkata,

أكثر الناس ليس لهم علم إلا بالدنيا وأكسابها وشئونها وما فيها ، فهم حذاق أذكياء في تحصيلها ووجوه مكاسبها ، وهم غافلون عما ينفعهم في الدار الآخرة ، كأن أحدهم مغفل لا ذهن له ولا فكرة

“Kebanyakan manusia tidak memiliki ilmu kecuali tentang dunia, usaha dan urusan urusan dunia. Mereka amat cerdik dan pintar untuk usaha dan mencari dunia. Namun mereka lalai dari manfaat akherat. Seakan mereka menjadi bodoh dan tidak cerdas (untuk akherat)..”

(Tafsir Ibnu Katsir)

Untuk mencari akherat kita kudu cerdas..

Memutar otak bagaimana agar agama kita terjaga..
Bagaimana agar dapat memahami ilmu agama..
Bagaimana agar dapat memenej hati…
Bagaimana agar selamat dari fitnah syahwat dan syubhat..

Itu semua membutuhkan kecerdasan dan kefakihan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Syarah Kitab Tauhid : 252 – 253 – 254

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini:

252.

253.

254.

 

ARTIKEL TERKAIT

Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

Yang Ajaib

Syaikh Utsaimin rohimahullah berkata,

والعجيب أن من طلب عيش الآخرة
‏طاب له عيش الدنيا
‏ومن طلب عيش الدنيا
‏ضاعت عليه الدنيا والآخر .

“Yang ajaib adalah orang yang mencari kehidupan akherat, maka menjadi baik juga kehidupan dunianya..

Dan orang yang mencari kehidupan dunia saja, hilang untuknya dunia dan akheratnya..”

(Tafsir Syaikh Utsaimin 1/23)

Ya..
Para pencari dunia yang rakus itu berpaling dari akherat..
Tak peduli halal dan haram..
Tak peduli dengan batasan batasan agama-Nya..
Sehingga ia tidak mendapat akherat dan dunia pun belum tentu mendapatkannya..

Kalaupun ia meraih dunia, maka menjadi adzab untuknya..
Hatinya dipalingkan dari ketaatan..
Hatinya makmur dengan cinta dunia..

Sebaliknya..
Orang yang mencari akherat..
Ia jadikan dunia untuk kebaikan akheratnya..
Ia tetap mendapat kenikmatan dunia..
Namun ia tidak tertipu dengannya..

Ia tak ingin mengambil harta dengan cara yang haram..
Tak ingin melakukan pengkhianatan terhadap bangsa dan negaranya..

Ia takut akan hari yang setiap manusia berdiri di hadapan Robbnya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى