Category Archives: BBG Kajian

Itulah Dunia

Ibnul Jauzi rohimahullah berkata,

لا عيش في الدنيا إلا للقنوع باليسير، فإنه كلما زاد الحرص على فضول العيش زاد الهم وتشتت القلب واستعبد العبد.

“Tak ada kehidupan (yang tenang) di dunia kecuali dengan merasa qona’ah dengan yang sedikit. Karena semakin bertambah ketamakan seorang insan untuk meraih kelebihan, semakin bertambah juga kegundahan. Hatinya pun bercerai berai dan si hamba pun semakin diperbudak..”

(Shoidul Khathir 606)

Itulah dunia..
Semakin dikejar semakin menyibukkan hati dari kehidupan akherat..

Maka carilah dunia untuk kebaikan akherat..
Bukan dengan hati yang tamak dan rakus..
Niscaya dunia menjadi kebaikan bagi seorang hamba..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Laki-Laki Itu Sholat 5 Waktunya Di Masjid

SAHABAT YANG BUTA TIDAK DIIZINKAN SHOLAT DI RUMAH.. BAGAIMANA KITA..???

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ’anhu,

أن رجلاً أعمى قال يا رسول الله: ليس لي قائد يقودني إلى المسجد، فهل لي من رخصة أن أصلي في بيتي، فقال له صلى الله عليه وسلم: هل تسمع النداء بالصلاة؟ قال: نعم، قال: فأجب

“Ada seorang buta menemui Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam lalu berkata, “Wahai Rosulullah, aku tidak memiliki seseorang yang akan menuntunku ke masjid. Apakah ada keringanan bagiku untuk sholat di rumah..?“

Maka Rosulullah pun bertanya kepadanya, “Apakah engkau mendengar panggilan sholat (adzan)..?” Laki-laki itu menjawab, “Ya..” Beliau bersabda, “Kalau begitu penuhilah panggilan tersebut (hadiri sholat berjama’ah)..”

(HR. Muslim no. 653)

KEKASIH KITA PUN MARAH

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ’anhu, Nabi shollallahu ’alaihi wasallam bersabda,

لقد هممت أن آمر بالصلاة فتقام ثم آمر رجلا فيصلي بالناس ثم أنطلق معي برجال معهم حزم من حطب إلى قوم لا يشهدون الصلاة فأحرق عليهم بيوتهم بالنار

“Sungguh aku benar-benar berniat untuk memerintahkan orang-orang sholat di masjid, kemudian memerintahkan seseorang untuk menjadi imam, lalu aku bersama beberapa orang pergi membawa kayu bakar menuju rumah-rumah orang yang tidak menghadiri sholat jama’ah lalu aku bakar rumahnya..”

(HR. Bukhari no. 7224, Muslim no. 651).

PARA SAHABATPUN IKUT MENGINGATKAN

Dari Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu ’anhu, ia berkata,

من سره أن يلقى الله غداً مسلماً فليحافظ على هؤلاء الصلوات حيث ينادى بهن، فإن الله شرع لنبيكم سنن الهدى وإنهن من سنن الهدى، ولو أنكم صليتم في بيوتكم كما يصلي هذا المتخلف في بيته لتركتم سنة نبيكم، ولو تركتم سنة نبيكم لضللتم ولقد رأيتنا وما يتخلف عنها إلا منافق معلوم النفاق أو مريض، ولقد كان الرجل يؤتى به يهادى بين الرجلين حتى يقام في الصف

“Barangsiapa yang ingin ketika berjumpa dengan Allah esok dalam keadaan sebagai seorang Muslim, maka hendaknya dia menjaga sholat 5 waktu di tempat dikumandangkan adzan (yaitu di masjid)..

Karena Allah telah mensyariatkan kepada Nabi kalian jalan-jalan petunjuk. Dan sholat 5 waktu di masjid adalah salah satu di antara jalan-jalan petunjuk..

Seandainya kalian sholat di rumah-rumah kalian sebagaimana orang yang tidak ikut sholat berjama’ah ini, ia sholat di rumahnya, maka sungguh kalian telah meninggalkan sunnah Nabi kalian, dan jika kalian meninggalkan sunnah Nabi kalian, maka sungguh kalian akan tersesat..

Dan sungguh aku melihat dahulu kami para sahabat, tidak ada yang meninggalkan sholat berjama’ah di masjid kecuali orang munafik yang jelas kemunafikannya, dan sungguh dahulu ada sahabat yang dibopong ke masjid dan ditopang di antara dua lelaki agar bisa berdiri untuk sholat di shof..”

(HR. Muslim no.654).

Cukuplah bagi kita nasihat-nasihat Mulia ini untuk kita katakan SAMI’NAA WA ATHO’NAA.. dan jangan kita lalaikan.. karena yang untung dan rugi adalah kita-kita juga..

baarokallahu fiekum…

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Ismail Fachruddin Nu’man MA, حفظه الله تعالى

Pondok Pesantren Riyadhusshalihiin Pendeglang

Lebih Berat

Syaikh Muhammad bin Sholih Utsaimin rohimahullah berkata,

المعصية بعد النعمة أشد من المعصية قبل النعمة ؛ لقوله تعالى: ﴿ وَعَصَيْتُم مِّن بَعْدِ مَا أَرَاكُم مَّا تُحِبُّونَ ۚ ﴾

“Maksiat setelah nikmat lebih berat dari maksiat sebelum nikmat. Karena Allah berfirman yang artinya, “Dan kalian bermaksiat setelah Allah memperlihatkan kepada kalian apa yang kalian sukai..” (Aali Imran: 152)

Karena nikmat itu hendaknya menimbulkan syukur..
Bukan malah dibalas dengan kufur..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kaidah Akhlak Mulia

Syaikh Abdul Qodir Al Jilani rohimahullah berkata,

كن مع الحق بلا خلق وكن مع الخلق بلا نفس

“Hendaklah saat bersama Allah, tanpa makhluk.. dan saat bersama makhluk, tanpa ego pribadi..”

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

فتأمل ما أجل هاتين الكلمتين، مع اختصارهما، وما أجمعهما لقواعد السلوك ولكل خلق جميل ؟ وفساد الخلق إنما ينشأ من توسط الخلق بينك وبين الله تعالى.

وتوسط النفس بينك وبين خلقه. فمتى عزلت الخلق – حال كونك مع الله تعالى-
وعزلت النفس – حال كونك مع الخلق – فقد فزت

Perhatikanlah betapa agungnya dua kalimat ini padahal amat ringkas namun mencakup kaidah-kaidah suluk dan akhlak yang mulia..

Karena rusaknya akhlak adalah akibat hubungan antara hamba dengan Allah dirusak oleh makhluk, dan adanya ego pribadi saat berhubungan dengan makhluk.

Saat engkau fokus kepada Allah dan tidak mengingat makluk saat bermunajat kepada-Nya, dan engkau tinggalkan ego pribadi saat berhubungan dengan makluk, maka engkau akan sukses.

(Madaarijus Saalikiin 2/310)

Saat berhubungan dengan Allah, maka kosongkan hati dari makhluk.. dan saat berhubungan dengan makhluk, maka kosongkan hati dari ego pribadi..

📝
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kedudukanmu Di Sisi Allah

إذا أردت أن تعرف قدرك عند الله
فانظر أين أقامك

“Jika kau ingin tahu derajatmu di sisi Allah maka lihatlah di mana Dia mendudukkanmu..

وإذا شغلك بالقرآن
فاعلم أنه يريد أن يحدثك

Jika Dia menyibukkanmu dengan Al Qur’an berarti Dia ingin berbicara denganmu..

وإذا شغلك بالطاعات
فاعلم أنه قربك

Jika Dia menyibukkanmu dengan ketaatan berarti Dia ingin mendekatkanmu..

وإذا شغلك بالدنيا
فاعلم أنه أبعدك

Jika Dia menyibukkanmu dengan dunia berarti Dia menjauhkanmu..

وإذا شغلك بالناس
فاعلم أنه أهانك

Jika Dia menyibukkanmu dengan manusia berarti Dia menghinakanmu..

وإذا شغلك بالدعاء
فاعلم أنه يريد أن يعطيك

Jika Dia menyibukkanmu berdo’a berarti Dia hendak memberimu..

فانظر لحالك بم أنت مشغول

Lihatlah keadaanmu dengan (melihat) di mana kamu disibukkan..!

فمقامك حيث أقامك

Maka kedudukanmu sesuai dengan di mana Dia mendudukkanmu..

اللهم أعنا على ذكرك وشكرك
وحسن عبادتك

Ya Allah, tolonglah kami untuk mengingatMu, bersyukur kepadaMu dan beribadah dengan baik kepadaMu..”

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kenapa Sedekah Di Bulan Ramadhan..?

Kenapa sedekah di bulan ramadhan..?

===================

a. Karena bulan Ramadhan adalah bulan yang paling mulia, dan semakin mulia waktunya, maka amal kebaikan yang dilakukan di dalamnya akan semakin besar pahalanya.

b. Karena Nabi -shollallahu ‘alaihi wasallam- telah memberikan contoh agar kita paling dermawan di bulan ini.

Ibnu Abbas -rodhiallahu ‘anhumaa- mengatakan:

“Dahulu Nabi -shollallahu ‘alaihi wasallam- adalah orang yang paling dermawan, dan beliau paling dermawan ketika Bulan Ramadhan.. sungguh Rosulullah -shollallahu ‘alaihi wasallam- ketika itu lebih dermawan dengan hartanya melebihi angin yang berhembus kencang..” [HR. Bukhari: 6, dan Muslim: 2308]

c. Karena puasa mengajarkan kita untuk peduli kepada saudara kita sesama muslim, sebagaimana disabdakan oleh Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam:

“Barangsiapa memberi makanan berbuka kepada orang yang puasa, maka baginya pahala orang yang puasa tersebut, tanpa mengurangi pahala dia sedikit pun..” [HR. Attirmidzi: 807, dishohihkah Al-Albani].

*** dan suntiklah semangat sedekah Anda di bulan ini dengan mengingat bahwa nanti di hari kiamat, setiap orang akan berada di bawah naungan sedekahnya. [HR. Ahmad: 17333, shohih] .. siapa yang banyak bersedekah, maka naungan yang dia miliki pun semakin besar.

Ingatlah, bahwa pada hari itu, banyak manusia yang tenggelam dengan keringatnya sendiri, sesuai banyaknya dosa yang ia perbuat.. saat itu matahari dijadikan sangat dekat dengan manusia, sehingga keberadaan naungan sedekah ini sangat penting sekali bagi kita.

Kita juga hendaknya ingat, bahwa diantara tujuh golongan yang mendapatkan naungan istimewa dari Allah adalah: “Orang yang melakukan sedekah, lalu dia menyembunyikannya, sampai-sampai tangan kirinya tidak tahu apa yang disedekahkan oleh tangan kanannya..” [HR. Bukhari: 1423, dan Muslim: 1031].

Silahkan di share… Semoga bermanfaat.

Ditulis oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Kawatir Jatuh Kepada Kesyirikan

Syaikh Muhammad Attamimi rohimahullah berkata,

الشرك قد يقع ممن هو أعلم الناس
‏وأصلحهم وهو لا يدري،
‏كما قال رسول الله صلى الله عليه وسلم
‏”الشرك أخفى من دبيب النمل”

“Kesyirikan bisa terjadi kepada orang yang paling berilmu dalam keadaan ia tida tahu. Sebagaimana sabda Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam, “Syirik itu lebih tersembunyi dari langkah semut..”

(Al Jawahir Al Mudhiah, 23)

Para nabi khawatir dirinya jatuh kepada kesyirikan…
Mereka berlindung kepada Allah darinya..
Karena hati itu mudah berubah ubah..

Maka janganlah kita merasa aman dari syirik..
Walaupun kita telah mempelajari tauhid bertahun tahun lamanya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Termasuk Keanehan

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

ومن العجب أنّ الإنسان يهون عليه التحفظ والاحتراز من أكل الحرام والظلم والزنا والسرقة وشرب الخمر ومن النظر المحرّم وغير ذلك، ويصعب عليه التحفظ من حركة لسانه، حتى ترى الرجلَ يشار إليه بالدين والزهد والعبادة، وهو يتكلّم بالكلمات من سخط الله، لا يُلقي لها بالا يزِلّ بالكلمة الواحدة منها أبعد مما بين المشرق والمغرب!

“Termasuk keanehan adalah seorang insan mudah baginya untuk tidak memakan yang haram, tidak berbuat zholim, zina, mencuri, minum arak, dan dari melihat yang haram, namun sulit baginya untuk menahan lisan..

Hingga kamu lihat orang yang memiliki agama, zuhud dan ibadah berbicara dengan kata-kata yang dimurkai oleh Allah sementara ia tak peduli dengannya.

Padahal ucapan buruk tersebut membuat ia terpeleset dalam api neraka sejauh timur dan barat..”

‏الداء والدواء (366-367)

Lidah itu tak bertulang..
Tapi dosanya rata-rata besar..
Ghibah, dusta, menyakiti hati orang, mencaci maki, membully dsb..

Di zaman ini lisan diwakili oleh jempol dan jari jemari yang mengetik ucapan di media sosial..

Kita memohon kepada Allah keselamatan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Berharap “LIKE”

Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

لكلِّ عملٍ شِرَّةٌ ، و لكلَّ شِرَّةٍ فترةٌ ، فإنْ كان صاحبِها سَدَّدَ أو قارَبَ فارْجُوه ، و إن أُشيِرَ إليه بالأصابعِ فلا تَعُدُّوهُ

“Setiap amal itu ada masa semangat, dan setiap masa semangat ada masa futur (lemah). Jika pelakunya bersikap lurus (tidak berlebihan) dan dekat kepada perbuatan yang sempurna, maka berharaplah ia istiqomah. Tapi jika ia diacungkan jempol kepadanya, maka jangan menganggapnya..” (HR Attirmidzi no 2453)

Al Mubarokfuri rohimahullah berkata menafsirkan makna, ‘jika ia diacungkan jempol kepadanya’

اجتهد وبالغ في العمل ليصير مشهوراً بالعبادة والزهد وسار مشهوراً مشارا إليه

“Artinya ia bersungguh-sungguh dalam beramal agar ia masyhur dengan ibadah dan zuhud sehingga diacungkan jempol kepadanya..”

(Tuhfatul Ahwadzi 7/126)

Saat kita hijrah..
Namun masih ingin tampil dan terlihat..
Agar diacungkan jempol kepadanya..
Maka waspadalah..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى