Category Archives: BBG Kajian

Kunci Taufik

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata:

فمفتاح التوفيق :
الدعــاءُ والافتقــــار إلى الله
وعلى قــدر نية العبد وهِمَّتِهِ
يكون توفيق الله له وإعانته.

“Kunci taufik adalah berdo’a dan memohon kepada Allah.. karena taufik dari Allah dan bantuan-Nya disesuaikan dengan niat hamba dan keinginannya..”

(Al Fawaid hal 141)

Jika keinginannya kuat untuk mendapat hidayah..
Dan ia semangat untuk mencari dan mengamalkannya..
Maka taufik yang Allah berikan kepadanya lebih banyak..
Dan Allah senantiasa membantunya selama ia terus menginginkan kebaikan..

Namun ketika keinginan hamba lemah kepada kebaikan..
Ia lebih menginginkan dunia dan syahwatnya..
Maka taufik dari Allah sedikit diberikan kepadanya..
Bahkan mungkin Allah tidak memberinya bantuan kepada ketakwaan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Mengeluh Kepada Makhluk

Imam Ibnul Jauzi rohimahullah berkata,

ﻭﻗﺪ ﻛﺎﻥ اﻟﺴﻠﻒ ﻳﻜﺮﻫﻮﻥ اﻟﺸﻜﻮﻯ ﺇﻟﻰ اﻟﺨﻠﻖ، ﻭاﻟﺸﻜﻮﻯ ﻭﺇﻥ ﻛﺎﻥ ﻓﻴﻬﺎ ﺭاﺣﺔ ﺇﻻ ﺃﻧﻬﺎ ﺗﺪﻝ ﻋﻠﻰ ﺿﻌﻒ ﻭﺫﻝ، ﻭاﻟﺼﺒﺮ ﻋﻨﻬﺎ ﺩﻟﻴﻞ ﻋﻠﻰ ﻗﻮﺓ ﻭﻋﺰ

“Para salaf terdahulu tidak menyukai mengeluh kepada makhluk .. walaupun pada keluhan ada ketenangan, namun itu menunjukkan kelemahan dan kerendahan .. sedangkan bersabar menunjukkan kekuatan dan kemuliaan..”

(Ats Tsabat ‘Indal Mamaat)

Mengeluhkan kesusahan kepada makhluk..
Sama saja mengadukan perbuatan Allah kepada makhluk yang lemah..

Cukuplah Allah..
Dia Maha mendengar keluhan hamba-hamba-Nya..
Namun hati seringkali lemah keyakinan..

Allahul Musta’an

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Apa Kesibukan Kita Selama Ini..?

Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata:

فلما لم يتحركوا بالحسنات حركوا بالسيئات عدلا من الله، كما قيل: (نفسك إن لم تشغلها بالحق شغلتك بالباطل)

“Ketika mereka tidak bergerak untuk kebaikan, mereka akan digerakkan kepada keburukan sebagai keadilan dari Allah untuk mereka..

Sebagaimana pepatah: dirimu jika tidak disibukkan dengan kebenaran maka ia akan sibuk dengan kebatilan..”

(Majmu’ Fatawa 8/222)

Cobalah periksa apa kesibukan kita selama ini..
Jika ternyata lebih banyak sibuk dengan hal sia-sia maka itu adalah musibah..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى 

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Ujian Akan Membuktikan

Ad Daroni pernah berkata, “Aku diberikan hati yang ridho. Bila aku dilemparkan ke neraka, hatiku tetap akan ridho.”
Suatu ketika ia diberi ujian sakit. Ternyata ia tidak bersabar dan berkata, “Jika Engkau tidak sembuhkan aku, maka aku akan kafir.”

(Lihat kitab Annubuwat 1/344 karya ibnu Taimiyah).

Demikianlah..
Ujian itu membuktikan ucapan..

Maka mintalah kepada Allah kekuatan..
Perbanyaklah taqorrub kepada Allah..
Agar saat ujian menepa, hati tetap istiqomah dan setia kepada Allah ‘Azza wajalla…

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

Kapan Tidak Wajib Menghadap Kiblat Saat Sholat..?

Ada TIGA keadaan yang menggugurkan kewajiban menghadap kiblat saat sholat :

PERTAMA: Tidak mampu.
Seperti orang yang sakit yang tidak mampu menghadap kiblat. Karena Allah tidak membebani hamba-Nya kecuali sesuai dengan kemampuannya, dan Rosulullah Shollallaahu ‘alaihi Wasallam bersabda:

إِذَا أَمَرْتُكُمْ بِأَمْرٍ فَأْتُوا مِنْهُ مَا اسْتَطَعْتُمْ

“Apabila aku memerintahkan dengan sebuah perintah maka lakukanlah semampu kalian..” (HR Al Bukhari dan Muslim)

KEDUA: Keadaan sangat takut.
Seperti orang yang dikejar musuh atau dikejar tsunami dan sebagainya. Sebagaimana firman Allah Ta’ala:

فَإِنْ خِفْتُمْ فَرِجَالًا أَوْ رُكْبَانًا ۖ فَإِذَا أَمِنتُمْ فَاذْكُرُوا اللَّهَ كَمَا عَلَّمَكُم مَّا
لَمْ تَكُونُوا تَعْلَمُونَ

“Jika kamu dalam keadaan takut (bahaya), maka sholatlah sambil berjalan atau berkendaraan. Kemudian apabila kamu telah aman, maka sebutlah Allah (sholatlah), sebagaimana Allah telah mengajarkan kepada kamu apa yang belum kamu ketahui..” (Al-Baqoroh – 239)

KETIGA: Saat sholat sunnah ketika safar.
Maka ia mengikuti kemana arah kendaraan. Sebagaimana dalam hadits ibnu ‘Umar :

أن رسول الله -صلى الله عليه وسلم- كان يُسَبِّحُ على ظَهرِ رَاحِلَتِه حَيثُ كان وَجهُهُ، يُومِئُ بِرَأسِهِ، وكَان ابنُ عُمرَ يَفعَلُهُ

“Bahwa Rosulullah Shollallaahu ‘alaihi Wasallam sholat sunnah di atas kendaraannya kemana saja kendaraannya menghadap. Beliau berisyarat dengan kepalanya, dan ibnu ‘Umar pun melakukannya..” (HR Al Bukhari dan Muslim)

Adapun orang yang tidak mengetahui arah kiblat, maka kewajiban ia adalah bersungguh-sungguh mencari arah kiblat..

Jika telah bersungguh sungguh dan ternyata salah maka sholatnya sah dan tidak perlu ia mengulangi kembali sholatnya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Saat Kagum Melihat Saudaramu

Dari Abu Umamah rodhiyallahu ‘anhu, Rosulullah shollallahu :alaihi wasallam bersabda,

‏ (( إذا رأى أحدكم من أخيه ما يعجبه ، فليدع له بالبركة ))

“Apabila seseorang dari kalian melihat pada saudaranya yang membuatmu kagum maka do’akanlah ia dengan keberkahan..”

(HR Ibnu Majah no 3509 dan dishohihkan oleh Syaikh Al Bani)

Kita ucapkan untuknya: Allaahumma baarik LAHU… (*)

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

================

NB (admin):

(*) kata ganti orangnya hendaknya disesuaikan :

● Bila do’a ini ditujukan kepada SATU ORANG YANG TIDAK BERADA DI HADAPAN KITA, maka ucapkanlah :

bila pria : Allaahumma baarik LAHU / Baarakallahu LAHU / FII-HI

bila wanita : Allaahumma baarik LAHA / Baarakallahu LAHA / FII-HA

● Bila do’a ini ditujukan kepada SATU ORANG YANG BERADA DI HADAPAN KITA, maka ucapkanlah :

bila pria : Allaahumma baarik LAKA / Baarakallahu LAKA / FII-KA

bila wanita : Allaahumma baarik LAKI  Baarakallahu LAKI / FII-KI

● Bila do’a ini ditujukan kepada DUA ORANG (baik 2 pria maupun 2 wanita) YANG TIDAK BERADA DI HADAPAN KITA, maka ucapkanlah :

Allaahumma baarik LAHUMAA / Baarakallahu LAHUMAA / FII-HIMAA

● Bila do’a ini ditujukan kepada DUA ORANG (baik 2 pria maupun 2 wanita) YANG BERADA DI HADAPAN KITA, maka ucapkanlah :

Allaahumma baarik LAKUMAA / Baarakallahu LAKUMAA / FII-KUMAA

● Bila do’a ini ditujukan kepada LEBIH DARI DUA ORANG YANG TIDAK BERADA DI HADAPAN KITA, maka ucapkanlah :

bila mereka pria : Allaahumma baarik LAHUM / Baarakallahu LAHUM / FII-HIM

bila mereka wanita : Allaahumma baarik LAHUNNA / Baarakallahu LAHUNNA / FII-HINNA

● Bila do’a ini ditujukan kepada LEBIH DARI DUA ORANG YANG BERADA DI HADAPAN KITA, maka ucapkanlah :

bila pria : Allaahumma baarik LAKUM / Baarakallahu LAKUM / FII-KUM

bila wanita : Allaahumma baarik LAKUNNA / Baarakallahu LAKUNNA / FII-KUNNA
.

Nasehat Di Kuburan

Sebagian ikhwah setelah menguburkan mayat, meminta seorang ustadz untuk memberi nasehat.

Syaikh Masyhur bin Hasan Alu Salman hafizhohullah berkata:

“Ini adalah perkara yang baik. Telah ada dalil yang menunjukkan kepada ini. Imam Al Bukhari membuat bab dalam shohihnya: “Bab seorang muhadits memberi nasehat di perkuburan dan duduknya hadirin di sekitarnya” Lalu beliau menyebutkan hadits Ali bin Abu Thalib rodhiyallahu ‘anhu..

Syaikh Masyhur berkata lagi:
“Namun perlu diperingatkan beberapa perkara:

PERTAMA: Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam tidak merutinkan perbuatan tersebut dan tidak juga para shahabat beliau.

KEDUA: Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam memberikan nasehat sambil duduk bukan sambil berdiri sebagaimana dilakukan di zaman ini. Karena dalam hadits Ali disebutkan: “Maka beliau duduk dan kamipun duduk di sekelilingnya..”

KETIGA: Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam memberi nasehat saat penguburuan jenazah sebagaimana dalam hadits al Baraa: “Kami pun sampai di kuburan dan liang lahad belum digali. Maka Rasulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam duduk dan kamipun duduk di sekitarnya… al hadits..”

(Al Qoulul Mubin Fii Munkarot Janaiz wal Maatim hal. 465-466)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Parameter Keberhasilan

Allah menyebutkan sebab kekalahan kaum muslimin di perang Hunain di putaran pertama adalah merasa ujub dengan jumlah yang banyak. Allah berfirman :

وَيَوْمَ حُنَيْنٍ ۙ إِذْ أَعْجَبَتْكُمْ كَثْرَتُكُمْ فَلَمْ تُغْنِ عَنكُمْ شَيْئًا وَضَاقَتْ عَلَيْكُمُ الْأَرْضُ بِمَا رَحُبَتْ ثُمَّ وَلَّيْتُم مُّدْبِرِينَ

“dan (ingatlah) peperangan Hunain, yaitu di waktu kamu merasa ujub karena banyaknya jumlahmu, maka jumlah yang banyak itu tidak memberi manfaat kepadamu sedikit pun, dan bumi yang luas itu telah terasa sempit olehmu, kemudian kamu lari ke belakang dengan bercerai-berai..” (Attaubah: 25)

Imam Ath Thobari rohimahullah berkata menafsirkan:

يخبرهم تبارك وتعالى أن النصر بيده ومن عنده, وأنه ليس بكثرة العدد وشدة البطش, وأنه ينصر القليلَ على الكثير إذا شاء، ويخلِّي الكثيرَ والقليلَ، فَيهْزِم الكثيرُ.

“Allah mengabarkan kepada mereka bahwa kemenangan adalah di tangan Allah dan dari sisi-Nya. Bukan karena banyaknya jumlah dan kekuatan semata. Dia menolong yang sedikit bila Dia berkehendak, dan mengalahkan yang lebih banyak..” (Tafsir Ath Thobari)

Jumlah yang banyak bukanlah parameter keberhasilan..
Keberhasilan itu adalah kekuatan tauhid dan tawakkal..
Dan istiqomah hingga meninggal dunia..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Terbukanya Aurat Dalam Sholat – Kapan Tidak Batal..?

Syaikh Muhammad bin Sholih Al ‘Utsaimin rohimahullah berkata:

هذا لا يخلو من أحوال: – الحال الأولى: إذا كان عمداً بطلت صلاته قليلاً كان أو كثيراً، طال الزمن أو قصر. – الحال الثانية: إذا كان غير عمد وكان يسيراً فالصلاة لا تبطل. – الحال الثالثة: إذا كان غير عمد وكان فاحشاً لكن الزمن قليل كما لو هبت الريح وهو راكع وانكشف الثوب ولكن في الحال أعاده فالصحيح أن الصلاة لا تبطل لأنه ستره عن قرب، ولم يتعمد الكشف، وقد قال الله تعالى: {فَاتَّقُوا اللَّهَ مَا اسْتَطَعْتُم}. – الحال الرابعة: إذا كان غير عمد وكان فاحشاً وكال الزمن بأن لم يعلم إلا في آخر صلاته، لأن ستر العورة شرط من شروط الصلاة والغالب عليه أنه مفرط، والله أعلم.

“Ini (terbukanya aurat dalam sholat) tidak terlepas dari beberapa keadaan :

PERTAMA: Bila sengaja dibuka. Maka sholatnya batal baik sedikit maupun banyak. Baik sebentar maupun lama.

KEDUA: Apabila tidak sengaja dan sedikit saja yang terbuka. Maka sholatnya tidak batal.

KETIGA: Apabila tidak sengaja dan yang terbuka banyak tapi hanya sebentar saja. Seperti orang yang sedang ruku lalu auratnya terbuka karena angin. Namun ia segera rapikan. Maka pendapat yang shohih sholatnya tidak batal. Karena Allah berfirman yang artinya, “Bertakwalah kepada allah sesuai kemampuanmu..”

KEEMPAT: Apabila tidak sengaja dan yang terbuka banyak dan waktunya lama. Dimana ia baru tahu di akhir sholat. ( Maka batal ) karena menutup aurat adalah salah satu syarat sah sholat. Dan biasanya keadaan ini menunjukkan pelakunya menganggap sepele..”

(Majmu Fatawa Syaikh ‘Utsaimin)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Carilah Keberkahan Dengan Berbuat Ketaatan

Syaikh al-‘Utsaimin rohimahullah berkata,

كم من إنسان يجعل الله على يديه من الخير في أيام قليلة ما لا يجعل على يد غيره في أيام كثيرة وكم من إنسان يكون المال عنده قليلاً لكنه متنعم في بيته قد بارك الله له في ماله.

“Berapa banyak orang yang Allah jadikan kebaikan yang banyak melalui tangannya dalam waktu yang sedikit sementara yang lain tidak dapat melakukan itu di waktu yang banyak..

Berapa banyak juga orang yang memiliki harta yang sedikit namun ia merasa nikmat dengannya karena Allah memberinya keberkahan..”

(Syarah Mumti’ 4/26)

Bukan kuantitas tapi yang penting kualitas..
Bukan jumlah yang banyak jika ternyata tidak berkah..
Bukan pula harta yang melimpah tapi selalu merasa kurang..

Maka carilah keberkahan dengan berbuat ketaatan..
Karena keberkahan hanyalah milik Allah semata..

Penulis, 
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL