Category Archives: BBG Kajian

Ancaman Bagi Mereka Yang Makan Dengan Tangan Kiri

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله

Makan dengan tangan kiri ternyata mendapat do’a jelek dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam yang menunjukkan ancaman bagi pelakunya. Dan ini sekaligus menunjukkan haramnya makan dengan tangan kiri.

Dalam kitab Shahih Muslim disebutkan, Salamah bin Al Akwa’ berkata,

أَنَّ رَجُلاً أَكَلَ عِنْدَ رَسُولِ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- بِشِمَالِهِ فَقَالَ « كُلْ بِيَمِينِكَ ». قَالَ لاَ أَسْتَطِيعُ قَالَ « لاَ اسْتَطَعْتَ ». مَا مَنَعَهُ إِلاَّ الْكِبْرُ. قَالَ فَمَا رَفَعَهَا إِلَى فِيهِ.

“Ada seorang laki-laki makan di samping Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam dengan tangan kirinya. Lalu Rasulullah -shallallahu ‘alaihi wa sallam- bersabda, ‘Makanlah dengan tangan kananmu!’ Dia malah menjawab, ‘Aku tidak bisa.’ Beliau bersabda, ‘Benarkah kamu tidak bisa?’ -dia menolaknya karena sombong-. Setelah itu tangannya tidak bisa sampai ke mulutnya.” (HR. Muslim no. 2021)

Imam Nawawi rahimahullah memberikan beberapa faedah dari hadits di atas sebagai berikut:

1- Dalam hadits disebutkan bahwa orang tersebut menolak perintah Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam karena sombong. Hal ini menunjukkan bahwa tidak tepat jika ia disebut munafik karena dikatakan sombong tidak selamanya dicap munafik dan kufur.

2-  Perkara di atas termasuk maksiat jika memang perintah makan dengan tangan kanan adalah perintah wajib.

3- Hadits di atas menunjukkan bolehnya berdo’a jelek pada orang yang menyelisihi syari’at tanpa uzur.

4- Dalam setiap keadaan, kita diperintahkan untuk beramar ma’ruf nahi munkar.

5- Kita dianjurkan mengajarkan adab makan bagi orang yang belum tahu atau menyelisihi adab yang diajarkan oleh Islam.

Lihat faedah-faedah di atas dalam Syarh Shahih Muslim, 13: 174.

Hukum Makan dengan Tangan Kiri

Hadits di atas menunjukkan haramnya makan dengan tangan kiri. Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di rahimahullah berkata, “Seandainya hukum makan dengan tangan kanan tidaklah wajib, lantas mengapa yang melanggar demikian didoakan jelek?! Do’a dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits di atas adalah hukuman. Hukuman seperti ini tidaklah dikenakan kecuali pada perkara yang haram.” (Syarh ‘Umdatil Ahkam, hal. 52).

Referensi:

Al Minhaj Syarh Shahih Muslim, Yahya bin Syarf An Nawawi, terbitan Dar Ibni Hazm, cetakan pertama, tahun 1433 H.

Syarh ‘Umdatil Ahkam, Syaikh ‘Abdurrahman bin Nashir As Sa’di, terbitan Darut Tauhid, cetakan pertama, tahun 1431 H.

Cinta

Ust. Syafiq Basalamah, حفظه الله

Akhi ukhti…

Adakah orang yang paling kau cintai di muka bumi ini?

Aku tak butuh dengan jawabanmu, karena aku sama denganmu, sebagai Makhluk Allah yang dilahirkan membawa cinta

Tapi yang ingin kutanyakan, apakah cintamu bertepuk sebelah tangan?

Sehingga kau hanya ibarat pungguk merindukan rembulan…

Kau senantiasa membicarakan kekasihmu

Membayangkan kehadiran dan perhatiannya

Menggambarkan keindahan hidup di bawah naungannya

membicarakan dan menceritakannya

Tapi semua hanya khayalan belaka yang tidak pernah ada dalam wujud nyata…

Karena kau memang tidak pantas dikasihi

Kau tidak layak dicintai

Kau hanya hanya pandai bermanis lidah, berhias bibir

Tingkahmu selalu menoreh luka

Langkahmu di luar jalur yang digariskannya

Perbuatanmu senantiasa menimbulkan amarah

Maka mana mungkin gayung bersambut…

Bila dirimu menginginkan cintamu tak bertepuk sebelah tangan…

Maka duduklah sejenak, merenunglah di depan cermin, lihatlah wajah, tingkah, langkahmu apakah sudah sesuai dengan yang disukai kekasihmu?

Bukalah kembali lembaran-lembaran yang dikirim kekasihmu, perhatikan apa sebenarnya yang diinginkan kekasihmu darimu…

Akhi ukhti…

Begitu pula cinta kepada Allah…

Cinta kepada Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam

Banyak di antara kita yang mengklaim dia mencintai…

Itu tidaklah penting…

Yang lebih penting adalah satu “APAKAH ENGKAU DICINTAI OLEH ALLAH DAN RASULNYA”.

Untuk menggapai itu tidaklah mudah

Kau harus berkorban

Kau harus lelah, letih dan penat

Kau harus belajar tentang apa sebenarnya yang dicintai oleh ALLAH DAN RASULNYA

Yang dibenci Allah adalah yang diharamkan dan dilarangnya

Yang dicintai Allah adalah yang diperintahkan dan dianjurkannya

Kalau kau ingin dicintai… kau harus mempelajarinya, dan mengamalkannya

Tidak hanya yang wajib-wajib, namun ditambahkan dengan yang sunnah-sunnah

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

 { إن الله تعالى قال : من عادى لي وليّاً فقد آذنته بالحرب ، وما تقرب إليّ عبدي بشيء أحب إليّ مما افترضته عليه ، ولا يزال عبدي يتقرب إليّ بالنوافل حتى أحبه ، فإذا أحببته كنت سمعه الذي يسمع به ، وبصره الذي يبصر فيه ، ويده التي يبطش بها ،ورجله التي يمشي بها ، ولئن سألني لأعـطينه ، ولئن استعاذني لأعيذنه } .

“Sesungguhnya Allah berfirman: “siapa yang memusuhi wali (kekasih)-Ku maka sungguh Aku telah mengumumkan peperangan kepadanya. Tidaklah hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan suatu (amal shaleh) yang lebih Aku cintai dari pada amal-amal yang Aku wajibkan kepadanya (dalam Islam), dan senantiasa hamba-Ku mendekatkan diri kepada-Ku dengan amal-amal tambahan (yang dianjurkan dalam Islam) sehingga Aku-pun mencintainya. Lalu jika Aku telah mencintai seorang hamba-Ku, maka Aku akan selalu membimbingnya dalam pendengarannya, membimbingnya dalam penglihatannya, menuntunnya dalam perbuatan tangannya dan meluruskannya dalam langkah kakinya. Jika dia memohon kepada-Ku maka Aku akan penuhi permohonannya, dan jika dia meminta perlindungan kepada-Ku maka Aku akan berikan perlindungan kepadanya”. HR al-Bukhari 

Saatnya membuktikan cintamu

INILAH ORANG CERDAS YANG SEBENARNYA

Ust. Muhammad Wasitho Abu Fawaz, حفظه الله

1. Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
 أَفْضَلُ المُؤْمِنِينَ أَحْسَنُهُمْ خُلُقًا وَ أَكْيَسُهُمْ أَكْثَرُهُم لِلمَوتِ ذِكْرًا وَ أَحْسَنُهُم لَهُ اسْتِعْدَادًا أُولَئِكَ الأَكْيَاسُ

“Orang mukmin yang paling utama adalah orang yang paling baik akhlaknya. Orang mukmin yang paling cerdas adalah orang yang paling banyak mengingat kematian dan paling bagus persiapannya untuk menghadapi kematian. Mereka semua adalah orang-orang cerdas (yang sesungguhnya, pent).” (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi, dan dinyatakan SHOHIH oleh syaikh Al-Albani rahimahullah di dalam Irwa’ul Gholiil no.682. Sedangkan di dalam Silsilatu Al-Ahaadiits Ash-Shohihah no.1384 beliau menilai hadits ini derajatnya HASAN dengan semua jalan periwayatannya).

2. Di dalam hadits lain, Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda:
الكيس من دان نفسه وعمل لما بعد الموت

“Orang yang cerdas ialah siapa saja yang dapat menundukkan jiwanya (agar selalu taat kepada Allah, pent) dan ia senantiasa beramal untuk hari (akhirat) sesudah kematiannya.”. (Hadits ini sanadnya dinyatakan DHO’IF oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-‘Asqolani dan syaikh Al-Albani rahimahumallah).

3. Oleh karenanya, beliau memerintahkan para sahabat dan umat Islam agar senantiasa mengingat kematian, sebagaimana sabda beliau:
أَكْثِرُوا مِنْ ذِكْرِ هَادِمِ اللَّذَاتِ 

“Perbanyaklah mengingat penghancur segala kelezatan (dunia).” Yakni kematian. (Diriwayatkan oleh At-Tirmidzi dan An-Nasa’i. Dan dinyatakan SHOHIH oleh Ibnu Hibban).

Demikian Faedah Ilmiyah dan Mau’izhoh Hasanah yg dapat kami sampaikan pd pagi hari ini. Smg bermanfaat bagi kita semua. (Jakarta, 28 Oktober 2013).

Dalil Bahwa Sepupu Bukan Mahram…

Banyak yg bertanya kepada saya bahkan tidak percaya atau menyanggah saya jika sepupu itu bukanlah mahram..

Jawaban untuk mereka adalah:

Rasulullah Shallallahu Alaihi Wassalam menikah dengan Zainab binti Jahsy didasarkan pada perintah Allah ketika zaid bin harits telah selesai iddah seusai menceraikannya.

Zainab binti Jahsy adalah istri Rasulullah yang berasal dan kalangan kerabat sendiri. Ia adalah sepupu Rasullullah..

Zainab ini adalah anak perempuan dari bibi Rasulullah, yaiitu Umaimah binti Abdul Muththalib.

Sedangkan umaimah adalah saudari abdullah ayah nabi shalallahu alaihiwasalam..

Maka wahai orang yg menyakini bahwa sepupu adalah mahram. Maka anda telah salah duga.. Sebaiknya bertaubatlah kpd Allah ta’ala setelah kita mengetahui ilmunya..

Jika sepupu itu mahram maka niscaya tidaklah mungkin zainab dinikahi nabi kita shalallahu alaihi wasalam..

Referensi:
Lihat kisah zainab dalam Buku Dzaujatur-Rasulullah , karya Amru Yusuf, Penerbit Darus-Sa’abu, Riyadh

Abu riyadL Nucholis Majid Ahmad bin Mursidi bin Achmad.

Syarat Mendapat Ampunan Dari Allah Di Hari Senin Dan Kamis

عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ أَنَّ رَسُولَ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ قَالَ: تُعْرَضُ الْأَعْمَالُ فِي كُلِّ اثْنَيْنِ وَ خَمِيسٍ فَيَغْفِرُ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ فِي ذَلِكَ الْيَوْمِ لِكُلِّ امْرِئٍ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلَّا امْرَأً كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ: اتْرُكُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا

Dari Abu Hurairah bahwa Rasulullah bersabda,
“Amal-amal diangkat pada setiap hari Senin dan Kamis, maka pada hari itu Allah ‘azza wa jalla mengampuni setiap orang yang tidak menyekutukan Allah dengan suatu apa pun. Kecuali seorang yang antara ia dan saudaranya terdapat permusuhan, maka Dia berfirman, ‘Biarkan dua orang ini hingga keduanya baikan’.”

وَ فِي رِوَايَةٍ: تُفْتَحُ أَبْوَابُ الْجَنَّةِ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَيَوْمَ الْخَمِيسِ فَيُغْفَرُ لِكُلِّ عَبْدٍ لَا يُشْرِكُ بِاللَّهِ شَيْئًا إِلَّا رَجُلًا كَانَتْ بَيْنَهُ وَبَيْنَ أَخِيهِ شَحْنَاءُ فَيُقَالُ: أَنْظِرُوا هَذَيْنِ حَتَّى يَصْطَلِحَا

Dalam satu riwayat, “Dibuka pintu-pintu surga pada hari Senin dan Kamis, maka diampuni (dosa) setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan suatu apa pun, kecuali seorang yang antara ia dan saudaranya terdapat permusuhan, maka dikatakan, ‘Tundalah dua orang ini hingga keduanya baikan’.”

إِلاَّ أَنَّهُ قَالَ: إِنَّ النَّبِيَّ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ كَانَ يَصُوْمُ الِاثْنَيْنِ وَ الْخَمِيسِ فَقِيْلَ: يَا رَسُوْلَ اللهِ, إِنَّكَ تَصُوْمُ الِاثْنَيْنِ وَ الْخَمِيسِ؟ فَقَالَ: إِنَّ يَوْمَ الِاثْنَيْنِ وَ الْخَمِيسِ يَغْفِرُ اللهَ فِيْهِمَا لِكُلِّ مُسْلِمٍ إِلاَّ مُهْتَجِرَيْنِ, يَقُوْلُ: دَعْهُمَا حَتَّى يَصْطَلِحَا
Dikatakan bahwa Nabi biasa puasa Senin Kamis, lalu dikatakan, “Ya Rasulullah, anda puasa Senin Kamis!” Beliau menjawab, “Sesungguhnya pada hari Senin dan Kamis Allah mengampuni (dosa) setiap muslim, kecuali dua orang yang saling menjauhi, Dia berfirman, ‘Biarkan keduanya hingga baikan’.”
Muslim (2565) dan Ibnu Majah (1740

Doa Yang Paling Bagus Dan Sebaiknya Diulang-Ulang

Seorang penanya bertanya kepada Syaikh Utsaimin, “Doa apakah yang paling bagus dan dianjurkan untuk diulang-ulang? Dan kapankah waktu yang lebih utama untuk mengharapkan terkabulnya do’a?

Jawaban:

Do’a yang paling utama dan paling mencakup segala perkara adalah do’a yang terdapat dalam firman Allah Ta’ala:

وَمِنْهُمْ مَنْ يَقُولُ رَبَّنَا آتِنَا فِي الدُّنْيَا حَسَنَةً وَفِي الآخِرَةِ حَسَنَةً وَقِنَا عَذَابَ النَّارِ

“Dan di antara mereka ada yang mengucapkan: “Wahai Rabb kami berikanlah kami kebaikan di dunia dan akhirat dan jauhkanlah kami dari adzab neraka” (QS. Al Baqarah: 201)

Do’a ini adalah do’a yang isinya paling mencakup berbagai macam hal karena di dalam do’a tersebut terkumpul antara kebaikan dunia dan akhirat. Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam banyak membaca do’a ini. Selayaknya orang itu membaca do’a ini. Demikian juga doa-doa yang diajarkan, sehingga dia menjadi orang yang mengamalkan sunah dalam setiap kondisi.

KLIK :
http://m.klikuk.com/doa-yang-paling-bagus-dan-sebaiknya-diulang-ulang

Menggoda Melalui Mimpi

Ust Firanda Andirja, حفظه الله

Jika syaitan gagal menggodamu tatkala kamu terjaga maka ia tidak putus asa untuk menggodamu melalui mimpi.

Maka ia akan mengingatkanmu tentang kekasih lamamu…dengan tujuan untuk mengikis cintamu kpd istri/suamimu…

Ia menggambarkan bahwa si fulan/sahabatmu telah berniat jahat, agar engkau membencinya…

Ia mengingatkanmu tentang kemaksiatan yg dulu sering engkau lakukan, padahal engkau telah lama meninggalkannya, agar engkau kembali rindu untuk bermaksiat…

Maka janganlah lupa untuk berdoa sebelum tidur… Musuhmu iblis sungguh tdk pernah lelah untuk menyesatkanmu… Ia adalah musuh yg sangat berpengalaman…akan tetapi perlindungan Allah yg lebih hebat

(Seorang gitaris yang saya kenal sudah 10 tahun meninggalkan gitar, akan tetapi masih sering ia mimpi bermain gitar melatunkan lagu-lagu lama, yang sebenarnya telah ia lupakan)

– – – – – •(*)•- – – – –

MAAFKAN AKU, WAHAI IBU & BAPAKKU

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Imam Dzahabi didalam kitab Al Kabair (hal :34) berkata:

Renungkanlah serta amalkan nasehat emas ulama kita ini…

“Ibu mu telah mengandungmu di dalam perutnya selama 9 bulan seolah-olah dia telah mengandungnya 9 tahun lamanya.
Dia bersusah payah ketika akan melahirkanmu!!
Yang hampir saja menghilangkan nyawanya…

Dan dia telah menyusuimu dari payudaranya dan ia hilangkan rasa kantuknya karena menjaga dirimu!!!

Dan dia cuci kotoranmu dengan tangan kanannya, dan dia selalu mengutamakan dirimu atas dirinya serta atas makanannya.

Dia telah memberikan semua kebaikan padamu dan apabila kamu sakit atau mengeluhkan sesuatu tentang dirimu, maka tampak dari wajah ibumu kesusahan yang luar biasa dan kesedihan yang berkepanjangan, dan dia keluarkan harta untuk membiaya dokter dan rumah sakit utk mengobati dirimu. Dan seandainya dipilih antara hidupmu dan kematiannya (kematian ibunya) , maka IBU mu akan memilih/ meminta supaya KAMU tetap hidup dengan suara yg sgt keras!!!

Betapa banyak kebaikan dan jasa seorang ibu….
Sedangkan engkau balas dengan akhlak yg kurang baik padanya…
IBUmu selalu mendoakanmu dengan taufik, baik secara sembunyi maupun terang-terangan.

Tatkala IBUmu sekarang sangat membutuhkanmu disaat dia sudah tua renta, engkau jadikan dia sebagai barang yang tidak berharga disisimu lagi…

ENGKAU KENYANG! dalam keadaan IBUMU KELAPARAN…

ENGKAU PUAS! dalam keadaan IBUMU KEKURANGAN…

Dan ENGKAU lebih mendahulukan berbuat baik kepada istrimu dan anakmu dari pada kepada IBUmu sendiri…

Dan ENGKAU Lupakan semua kebaikan yg pernah dia buat kepadamu..

Dan ENGKAU merasa berat! apabila ENGKAU merawatnya padahal yg demikian adalah sangat mudah bagimu….

Dan ENGKAU mengira bahwa ibumu akan berumur panjang padahal umurnya sangat singkat.

ENGKAU tinggalkan dia! Padahal dia tdk penolong selain dirimu…

Padahal ALLAH telah melarangmu berkata “ah” dan ALLAH mencelamu dgn celaan yang sangat lembut.

Dan ENGkAU akan disiksa didunia ini dg siksaan yg pedih dg sebab ENGKAU durhaka kepada IBUMU!

Dan ALLAH akan membalas diakhirat dgn dijauhkan dari ALLAH Rabbul ‘aalamin.
( Akhir perkataan imam dzahabi)

Wahai saudara-saudariku…
Lihatlah keadaan orang tuamu saat ini…
Perhatikanlah raut wajahnya yang sudah mulai berkeriput…
Yang sudah mulai melemah..
Bersegeralah berbuat baik, raihlah syurga dg berbuat baik padanya…
Tanyakanlah kabar tentang mereka…
Berikanlah kabar yang menyenangkan hati mereka dan jangan memberikan kabar yang buat hatinya sedih…
Serta doakanlah mereka diatas kebaikan…
Sayangilah mereka, dan jangan engkau kasari mereka…
Dan jangan sekali-kali engkau membuat dia menangis dengan sebab perilaku kasar engkau kepadanya…

Nabi yang mulia pernah bersabda dari jalan abdullah bin amr: “seseorang mendatangi rasulullah dan lalu berkata: “aku mendatangimu untuk berbaiat utk hijrah dan aku tinggalkan ke dua orang tuaku dalam keadaan menangis “Rasulullah bersabda: “kembalilah kamu kepada keduanya, dan buatlah mereka tertawa sebagaimana membuatnya menangis.
Riwayat an-nasai , abu dawud 2166 ibnu majah 2772

Semoga memberikan manfaat!
Akhukum Ahmad Ferry Nasution.

Do’a Sejukkan Hati

Bismillah,
Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:“Tidaklah seseorang ditimpa suatu kegundahan maupun kesedihan lalu dia berdo’a:

اللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ ابْنُ عَبْدِكَ ابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ وَنُوْرَ صَدْرِيْ وَجَلاَءَ حُزْنِيْ وَذَهَابَ هَمِّيْ

“Ya Allah, sesungguhnya saya adalah hamba-Mu, putra hamba laki-laki-Mu, putra hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di Tangan-Mu, telah berlalu padaku hukum-Mu, adil ketentuan-Mu untukku.
Saya meminta kepada-Mu dengan seluruh Nama yang Engkau miliki, yang Engkau menamakannya untuk Diri-Mu atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu atau yang Engkau simpan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu.
Jadikanlah Al-Qur`an sebagai musim semi (penyejuk) hatiku dan cahaya dadaku, pengusir kesedihanku serta penghilang kegundahanku”

Maka akan Allah hilangkan kegundahan dan kesedihannya dan akan diganti dengan diberikan jalan keluar dan kegembiraan.

Tiba-tiba ada yang bertanya: “Ya Rasulullah, tidakkah kami ajarkan do’a ini (kepada orang lain)”?

Maka Rasulullah menjawab: “Ya, selayaknya bagi siapa saja yang mendengarnya agar mengajarkannya (kepada yang lain).”

(HR. Ahmad no.3712 dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani)

http://m.klikuk.com/doa-penyejuk-qalbu/

BERBAKTI KEPADA KEDUA ORANG TUA, MERUPAKAN SEBAB TERKABULNYA DOA

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Dari Asir bin Jabir beliau mengatakan, “Jika para gubernur Yaman menemui khalifah Umar Ibnul Khatthab, maka khalifah selalu bertanya, “Apakah diantara kalian ada yang bernama Uwais bin Amir”, sampai suatu hari beliau bertemu dengan Uwais, beliau bertanya, “engkau Uwais bin Amir?”, “Betul” Jawabnya. Khalifah Umar bertanya, “Engkau dahulu tinggal di Murrad kemudian tinggal di daerah Qorn?”, “Betul,” sahutnya. Beliau bertanya, “Dulu engkau pernah terkena penyakit belang lalu sembuh akan tetapi masih ada belang di tubuhmu sebesar uang dirham?”, “Betul.” Beliau bertanya, “Engkau memiliki seorang ibu? “Iya, masih””, Khalifah Umar mengatakan, “Aku pernah mendengar Rasulullah صلى الله عليه وسلم bersabda, “Akan datang kepada kalian Uwais bin Amir bersama rombongan orang dari Yaman dahulu tinggal di Murrad kemudian tinggal di daerah Qorn. Dahulu dia pernah terkena penyakit belang, lalu sembuh, akan tetapi masih ada belang di tubuhnya sebesar uang dirham. Dia MEMILIKI SEORANG IBU, dan Dia SANGAT BERBAKTI KEPADA IBUnya. Seandainya dia berdoa kepada Allah, pasti Allah akan mengabulkan doanya. Jika engkau bisa meminta kepadanya agar memohonkan ampun untukmu kepada Allah maka usahakanlah.” Maka mohonkanlah ampun kepada Allah untukku, Uwais al-Qarni lantas berdoa memohonkan ampun untuk Umar Ibnul Khaththab. Setelah itu Umar bertanya kepadanya, “Engkau hendak pergi ke mana? “Kuffah,” jawabnya. Beliau bertanya lagi, “Maukah ku tuliskan surat untukmu kepada gubernur Kuffah agar melayanimu? Uwais al-Qorni mengatakan, “BERADA DI TENGAH-TENGAH BANYAK ORANG SEHINGGA TIDAK DIKENAL ITU LEBIH KU SUKAI.” (R.Muslim)

Dari kitab: Birrul walidain
Oleh: Khalid bin jum’ah Al-Kharraz.

Fawaidh Hadits:

1. Uwais Alqorni adalah seseorang yang sangat berbakti kepada Ibunya.
2. Diijabkahkannya doa seseorang dengan sebab berbuat baik kepada Ibunya (yang memiliki hub kerabat).
3. Tawadhu dan zuhudnya Uwais Alqorni.

Akhuka Ahmad Ferry