Category Archives: BBG Kajian

BERKATALAH YANG BAIK & TERSENYUMLAH WAHAI SAUDARA-SAUDARIKU!

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Nabi shallallahu alaihi wa sallam bersabda:
“Tutur kata yang baik (kpd saudaramu) termasuk shodaqoh.” (bukhary:2989)

Dlm riwayat yg lain Nabi bersabda:
“Jangan sekali-sekali engkau meremehkan perkara kebaikan, meskipun engkau hanya berwajah ceria ketika engkau berjumpa saudaramu”
(Muslim 2626) dibab: disukai menampakkan wajah yg ceria ketika berjumpa.

Syaikh utsaimin Rahimahullah didalam kitab “syarh riyadhussholihin :2/380” menjelaskan:
“Sepatutnya bagi seseorang apabila berjumpa dgn saudaranya, ia menunjukkan wajah yang ceria & baiknya tutur kata kepadanya. Yg demikian ini merupakan akhlak Nabi. Yg demikian ini tidaklah mengurangi kedudukan seseorang bahkan dgn akhlak yg demikian angkat mengangkat derajatnya, diberikan ganjaran oleh ALLAH, telah mengikuti sunnah, krn Nabi apabila berjumpa menunjukkan perasaan senang & tersenyum padanya.

Perhatikan wahai saudara-saudariku begitu indahnya & sangat tingginya akhlak Rasulullah shallallahu alaihi wa sallam.

Utk itu TIDAK sepatutnya bagi seorang muslim/muslimah terutama bagi kawan-kawan yg sdh mempelajari/mendalami da’wah yg haq ini, berlaku kasar kpd saudaranya, menampakkan kebencian yg sgt padanya dll. Apalagi saat engkau menegurnya dgn cara yg kasar kpd mereka disaat mereka baru mengenal/ menerima da’wah yg haq ini. Sehingga dgn sebab perbuatan kasarmu kpd mereka, membuat mereka lari & membuat mereka benci terhadap dakwah yg haq ini dgn sebab akhlak antum/antunna yg kurang baik padanya.

Saudara-saudariku yg saya muliakan, harus antum & antunna ketahui: da’wah ini, ya’ni mengembalikan manusia utk mentauhidkan ALLAH & menghidupkan sunnah-sunnah Nabi, memiliki banyak tantangan yg sgt berat & sgt sulit bagi mereka utk menerimanya & janganlah engkau beratkan lagi mereka dgn akhlakmu yg kasar kepadanya.

Smg ini semua, memberikan pelajaran yang baik utk kita semua & smg ALLAH menyatukan kita diatas islam & sunnah

Ahmad Ferry Nasution

Andai Semua Orang Jadi Ulama, Kaya Raya, Sehat Dan Sukses.

Oleh; Dr. Muh. Arifin Badri MA

Sobat! Sering kali di saat melihat orang lain sukses, sedangkan anda belum atau mungkin juga tidak, anda berkata: mengapa dia sukses sedangkan aku tidak atau belum?

Atau mungkin juga anda berkata: apa salahnya bila Allah menjadikan saya sukses sebagaimana mereka sukses?

Sobat! Sadarilah bahwa sebenarnya pikiran serupa juga berkecamuk di dalam pikiran orang lain. 

Anda bisa bayangkan, andai Allah mengabulkan keinginan semua orang, semua orang jadi kaya raya, tidak ada seorangpun yang miskin, semua pandai tidak ada seorangpun yang bodoh, semua sehat tidak ada seorangpun yang sakit ….dst. Kira-kira apa yang terjadi bila kondisi ini benar benar terjadi?

Sadarilah bahwa kehidupan dunia ini haruslah dinamis, ada kaya dan ada yang miskin, ada yang pandai dan ada pula yang bodoh…..dst. Dengan demikian, semua manusia saling membutuhkan dan menjalankan perannya, sehingga terjalinlah hubungan mutualisme antara semua orang.

Karena itu, sah sah saja anda berusaha mewujudkan impian anda, namun pada akhirnya anda harus mengakui dan mensyukuri kodrat hidup anda.

Namun demikian, Percayalah bahwa dengan kodrat yang anda terima, tetap saja anda bisa menjadi manusia yang berguna dan berbahagia di dunia dan juga di akhirat.

وَكَذَٰلِكَ فَتَنَّا بَعْضَهُم بِبَعْضٍ لِّيَقُولُوا أَهَٰؤُلَاءِ مَنَّ اللهُ عَلَيْهِم مِّن بَيْنِنَا أَلَيْسَ اللهُ بِأَعْلَمَ بِالشَّاكِرِينَ

Dan demikianlah kami uji sebagian manusia dengan sebagian lainnya, agar mereka berkata: ” mengapa mereka mendapat karunia Allah melebihi kami?” Bukankah Allah Lebih mengetahui siapakah orang-orang yang pandai bersyukur? ( al An’am 53)

Allah menguji orang pandai dengan orang yang bodoh, apakah mereka sudi menuntun saudaranya? Allah juga menguji orang bodoh dengan adanya orang pandai, apakah mereka bisa
menghormati dan menimba ilmu dari orang yang berilmu? Peran ulama’ terasa nyata berkat adanya orang yang bodoh.

Kesuksesan Yang Hakiki

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Saudara-saudariku kaum muslimin dan muslimah yang berbahagia diatas hidayah islam dan sunnah….

Sering kali kita mendengar dari saudara-saudara kita dalam menasehati anak-anaknya ketika mereka sdh beranjak dewasa, orang tua tersebut selalu menasehati kpd anak2 dgn kalimat, “Nak, belajarlah yg benar biar kelak kamu menjadi orang…!” Kalimat “biar menjadi orang disini biasanya mereka tujukan atau maksudkan kepada anak-anak agar anak mereka tersebut sukses dalam urusan duniawi mereka kelak…

Wahai saudara-saudariku sungguh Islam sama sekali tidak melarang seseorang sukses dalam kehidupan duniawinya, akan tetapi kesuksesan duniawi bukanlah yg utama bagi seorang mu’min, yg merupakan prioritas utama seorang mu’min ialah bagaimana agar dia sukses dalam kehidupan akhiratnya kelak.

Sebagaimana ALLAH jelaskan bahwa kesuksesan yg benar2x sukses ialah, manakala ALLAH selamatkan manusia dari api neraka dan ALLAH masukkan manusia kedalam surga itulah hakekat kesuksesan yg hakiki.
Sebagaimana yang ALLAH jelaskan dalam surah Ali Imran :185

” ….Barang siapa yang dijauhkan dari api neraka dan dimasukkan kedalam surga, maka sungguh dia telah memperoleh kemenangan…”

Syaikh Asy-Sya’di Rahimahullah mengatakan;

Orang yg memperoleh kemenangan adalah mereka yg selamat dari azab yg pedih dan dia bisa menikmati berbagai macam kenikmatan di surga. Yaitu kenikmatan yg belum pernah dilihat oleh mata manusia sebelumnya, belum pernah didengar oleh telinga manusia dan belum pernah terlintas didalam hati manusia, itulah hakekat kesuksesan.
Adapun sebaliknya apabila manusia kedalam neraka dan dijauhkan dari surga berarti dia bukan termasuk orang yg sukses.

(Taisir Kariimirrahman)

Demikianlah yg seharusnya sikap seoarang muslim dalam kehidupannya yaitu menjadikan kebahagiaan akhirat sebagai puncak cita-citanya dan harapan tingginya.

Semoga ALLAH memberikan kemudahan untuk melaksanakan ketaatan kepadaNya, memberikan kesehatan kpd kita semua.

Ahmad Ferry

Ketika Anda Letih…

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Apabila keletihan terasa saat ini setelah anda berbuat kebajikan, ingatlah bahwa rasa letih tersebut akan hilang namun (buah) dari kebajikan akan kekal إِنْ شَاءَ اللّهُ selama anda mengerjakannya dengan ikhlas dan sesuai sunnah.

Dan apabila terasa kelezatan dalam berbuat kemaksiatan, ingatlah bahwa kelezatan tersebut akan hilang namun (buah) dari kemaksiatan akan terus ada, selama anda tidak bertaubat kepada ALLAH.

Beberapa Pucuk Surat Dari Pengancur Kelezatan..

Ust. Abu Riyadl, حفظه الله

Badan yg dulunya kuat sekarang sudah mulai gampang lelah..

Gigi yg dulunya kuat seperti baja sekarang sudah mulai ngilu dan berlubang..

Kaki yg dulunya kuat berjalan dan tidak mudah lelah, sekarang mudah capek dan jika berdiri lama terkadang nyeri dan kesemutan..

Dulu kala takala bagun pagi badan sangat ringan.. Namun sekarang sudah tidak seperti dulu lg..

Rambut dikala itu bersih hitam dan bersinar..ia telah mulai berwarna cerah dan gampang patah serta mulai tidak secerah dulu..

Surat surat cinta ini kiriman dari sang pengahancur kelezatan..
Surat surat rindu dari lobang lahat yg menunggu dipelukannya..

Surat surat itu semakin hari semakin bertambah saja..
berjalannya waktu serasa ia semakin dekat kpd kita..

Namun alangkah bodoh diri ini yg sering menganggapnya remeh.. Dan mengatakan:
” Nikamati aja hidup ini, kan cuma sekali”
Atau:
“Udahlah kan bisa taubat nanti”
Padahal ia merupakan kepastian yg pasti datang tanpa permisi waktu dan tempatnya..

Akankah saya atau anda selalu menyadarinya disetiap waktu…?

Cukuplah bagi seorang mukmin akan datangnya ajal sebagai nasehat yg sangat berharga..

Saudara..
Sebelum anda bertindak hendaklah engkau timbang dan engkau fikir masak-masak akan untung/ruginya pada kehidupan akhiratmu

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

KEUTAMAAN MEMBANTU JANDA, ORANG-ORANG MISKIN dan ANAK-ANAK YATIM

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Dari Abu Hurairah dia berkata, Telah bersabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam: Orang yang berusaha keras untuk membantu para janda dan orang-orang miskin adalah seperti MUJAHID dijalan ALLAH- atau beliau bersabda: seperti orang yg sholat malam yg terus menerus, dan seperti org yg berpuasa yg tidak pernah berbuka.

(Riwayat bukhory : 5353, Muslim 2982)

Dalam riwayat yg lain yg dikeluarkan oleh imam muslim no : 2983 .

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda: Orang yang menjamin/mengurus/ mengasuh anak yatim yg masih ada hubungan kekeluargaan atau tidak, kedudukan aku bersama (bersama org yg mengurus anak yatim tersebut) disyurga sangat dekat.

Imam Malik mengisyaratkan jari telunjuk dgn jari tengahnya ( menunjukkan kedekatan org tersebut dengan Rasulullah di Syurga) ..Riwayat muslim no 2983.

Ikhwanii….

Kedua hadits tersebut memberikan kabar gembira kepada kita semua tentang ganjaran yang sangat besar bagi kaum muslimin yang mau membantu para janda, orangorang miskin dan anak-anak yatim.

Dan apabila kita ada kemampuan lagi, kita bisa berikan kepada mereka bimbingan tentang islam dan sunnah yg mulia ini, agar mereka hidup didunia dengan penuh kebahagian, ketenangan dan penuh ketaatan dengan beribadah kepada ALLAH.

Semoga ALLAH memudahkan kita utk mengamalkannya, dan menjadikan amal kita ikhlas karena-Nya.

Akhukum Ahmad ferry nasution

– – – – – •(*)•- – – – –

2 Cara Menuntut Ilmu Agama

Oleh: Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Syaikh Muhammad bin Sholih Al-‘Utsaimin rahimahullah berkata: “Untuk dapat meraih ilmu (agama) itu ada dua cara, yaitu:

1. Ilmu (agama) diambil (dan dipelajari) dari kitab-kitab terpercaya, yang ditulis oleh para ulama yang telah dikenal tingkat keilmuan mereka, amanah, dan aqidah mereka bersih dari berbagai macam bid’ah dan khurafat.

Mengambil ilmu dari kandungan kitab-kitab, pasti seseorang akan sampai kepada derajat tertentu, tetapi pada jalan ini ada dua halangan.

» Halangan pertama; membutuhkan waktu yang lama dan penderitaan yang berat.

» Halangan kedua; ilmunya lemah, karena tidak dibangun di atas kaidah-kaidah dan prinsip-prinsip.

2. Ilmu (agama) diambil dari seorang guru (ustadz) yang terpercaya di dalam (kelurusan) ilmu dan agamanya (yakni kelurusan aqidah, manhaj, ibadah, n akhlaknya, pent). Jalan ini lebih cepat dan lebih kokoh untuk meraih ilmu (dengan baik n benar, pent).”

(Dinukil secara ringkas dari Kitab Al-‘Ilmi, karya Syaikh Muhammad bin Shalih Al-‘Utsaimin rahimahullah, hlm. 68-69). (Klaten, 29 September 2013).

(*) Blog Dakwah Kami:
http://abufawaz.wordpress.com

Tj Terlilit Hutang Riba…

582. BBG Al Ilmu – 141

Tanya:
Ana telah tergelincir meminjam KTA di bank konvensional,dan setelah setahun lebih ana terkena restruktur karena tidak sanggup bayar full ? yang asalnya stiap bulan bisa mencicil 2,3 jt, kini hanya bisa 1,5 jt/blnnya, tapi dengan syarat tempo diperpanjang lagi. Jadi mundur 3 tahun lagi
dan setelah berjalan 1 tahun+, ternyata kalau di hitung2 hutang ana yang aslinya 40 jt telah terbayar bahkan lebih 5 jt+, Dan scara total ana dah masuk uang lebih dari 46 jt+
tapi cicilan masih harus terus berlangsung 2 tahun lagi.
Bagaimana tentang hal ini? apakah saya tetap harus bayar cicilan karena ada surat perjanjian yang saya sanggupi sebelumnya ?

Jawab:

Kalau sudah terlanjur masuk transaksi KTA seperti diatas, maka hutang kredit tersebut harus tetap dilunasi dengan cara antum meminta pinjaman tanpa riba dari saudara, kerabat atau teman, atau antum menjual aset lain yang antum miliki.

Tujuannya di sini adalah agar:

1) Antum TIDAK termasuk orang yang menyerahkan riba sebagaimana yang diancam dalam hadis dari sahabat Jabir radhiallahu ‘anhu, bahwa Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam telah melaknat pemakan riba (rentenir), orang yang memberikan/membayar riba (nasabah), penulisnya (sekretarisnya), dan juga dua orang saksinya. Beliau juga bersabda: “Mereka semua dosanya  sama.” (HR. Muslim).

2) Antum TIDAK terlibat masalah hukum dengan pihak bank karena menolak melunasi hutang kredit.

Dan jangan lupa, antum selalu mohon pertolongan kepada Allah agar dimudahkan terlepas dari hutang kredit ini.

والله أعلم بالصواب

Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA,  حفظه الله تعالى 

============

ARTIKEL TERKAIT – (Klik Link Dibawah Ini)

Kumpulan Artikel – Tentang RIBA…

Tanda-Tanda Kerasnya Hati

Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله

Saudaraku yang hatinya semoga senantiasa dalam ketaatan kepada Allah, dan semoga pembaca yang budiman dikaruniai hati yang lembut dan selamat dari hati yang keras.

Hati yang keras memiliki tanda-tanda yang bisa dikenali, di antara yang terpenting sebagai berikut :

~Tidak Tersentuh dengan Ayat.

Tidak tergerak qalbu kita dengan terjadinya peristiwa dan kejadian alam, seperti kematian, sakit, bencana dan semisalnya. Lihatlah firman Allah yang artinya: “Dan tidakkah mereka (orang-orang munafik) memperhatikan bahwa mereka diuji sekali atau dua kali setiap tahun, kemudian mereka tidak (juga) bertaubat dan tidak (pula) mengambil pelajaran?” (At-Taubah :126)

~Mendahulukan kelezatan Dunia dari Akhirat.

Qalbu yang tidak tersentuh dengan ayat-ayat Allah baik berupa al-Qur`an ataupun ayat-ayat kauniyah akan mendahulukan dunia dari akherat. Cinta dan benci dengan sesama manusia hanya untuk urusan dunia saja. Ujungnya, jadilah dia seorang yang dengki, egois dan individualis, bakhil dan tamak terhadap dunia.

UNTUKMU WAHAI ANAK-ANAKKU

Ust. Ferry Nasution, حفظه الله

Wahai anak-anakku siang malam sepanjang umurku, aku korbankan untukmu agar engkau berbahagia…

Wahai anakku…
Tampak pada wajah kedua orang tuamu keletihan, penderitaan yang sangat serta hatinya menjadi gundah apabila melihat dirimu sakit dan wajahmu pucat dengan sebab sesuatu yang terjadi pada dirimu atau sakit yang menimpamu…

Wahai Anakku tercinta…
Itulah sebuah kalimat yang sering diulang-ulang oleh kedua orang tua kepada kita.

Wahai seorang anak…
Ingatlah selalu jasa kedua orang tuamu yang sangat besar dalam kehidupanmu dari mulai dirimu berada dalam kandungan ibumu, kemudian disaat engkau menjadi bayi dan stelah itu engkau menjadi seorang remaja sehingga engkau menjadi dewasa saat ini..

Wahai anakku..
Sekarang tiba saatnya kedua orangtuamu sangat membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari dirimu..
Sabarlah dirimu untuk merawatnya…
Sebagaimana mereka sabar dalam merawat dirimu..

Diantara fenomena yang ada saat ini,
Engkau hanya sibuk mengurusi istrimu, anak-anakmu sehingga engkau mengabaikan kedua orang tuamu…engkau jadikan kedua orang sesuatu yang tidak berharga disisimu…

Sungguh perbuatanmu ini akan merugikan dirimu dunia dan akhirat!

Dan jangan engkau termasuk kedalam hadits berikut ini;

Dalam hadits yang cukup panjang, yang mana malaikat jibril datang menemui Rasulullah صلى الله عليه وسلم…yaitu Nabi mengatakan;

Ketika aku menaiki anak tangga mimbar ketiga, ia berkata:
“Celakalah orang yang kedua orang tuanya mencapai usia tua (yang masih hidup) berada di sisinya, atau salah satu dari keduanya masih hidup
lalu tidak memasukkannya ke dalam surga”.
Maka aku jawab: “Amin”.

Akhuka Ahmad Ferry Nasution