Category Archives: BBG Kajian

Persatuan Dalam Kebenaran Adalah Rahmat

Puasa itu pakai hilal.. Kebetulan semua gak lihat hilal. Knp kita mau puasa sedangkan hilal gak tampak? Mau puasa sya’ban apa romadhon?
Kalo hilal malam hari itu artinya bukan hilal.
Krn hilal adalah rembulan yg tampak seperti alis setelah tenggelam matahari beberapa detik

Bagi yg ikut cara nabi menentukan awal puasa maka di bagian indonesia hilal gak nampak petang ini.

Kata orang perpecahan adalah rahmat..
Saya kurang setuju..
Yg benar persatuan dalam kebenaran adalah rahmat.

بَارَكَ اللَّهُ فِيْك

Hilal Atau Hisab..?

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

”Sesungguhnya kami adalah umat ummiyah. Kami tidak mengenal kitabah (tulis-menulis) dan tidak pula mengenal hisab (ilmu nujum/astronomi). Bulan itu seperti ini (beliau berisyarat dengan bilangan 29) dan seperti ini (beliau berisyarat dengan bilangan 30)..” [HR. Bukhari no. 1913 dan Muslim no. 1080, dari ‘Abdullah bin ‘Umar]

Ibnu Hajar rohimahullah berkata :
“Menentukan awal ramadhan dan hari raya dengan hisab (astronomi), termasuk perkara bid’ah dalam agama..” [kitab Fathul Bari, 4/127].

Rasulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:
“Berpuasalah karena melihat hilal, begitu pula berhari rayalah karena melihatnya..” (HR. Bukhari)

“Berpuasalah kalian karena melihatnya (hilal) dan berbukalah karena melihatnya (hilal bulan Syawal). Jika kalian terhalang awan, maka sempurnakanlah Sya’ban tiga puluh hari..”
(HR. Bukhari 4/106, dan Muslim 1081 Dari Abi Hurairah radhiallahu ‘anhu)

“Barangsiapa mentaatiku berarti telah menaati Allah, barangsiapa menentangku berarti telah menentang Allah, barangsiapa menaati pemimpin (umat)ku berarti telah menaatiku, dan barang siapa menentang pemimpin (umat)ku berarti telah menentangku.” (HR. Al-Bukhari dan Muslim, dari shahabat Abu Hurairah)

Al-Hafizh Ibnu Hajar Al-Asqalani berkata: “Di dalam hadits ini terdapat keterangan tentang kewajiban menaati para pemerintah dalam perkara-perkara yang bukan kemaksiatan. Adapun hikmahnya adalah untuk menjaga persatuan dan kebersamaan (umat Islam), karena di dalam perpecahan terdapat kerusakan..” (Fathul Bari, 13/120).

Jadi HISAB hanya utk perkiraan saja sedangkan penentuannya adalah dengan HILAL.

Allah subhaanahu wa ta’ala dan Rosul-Nya memerintahkan kita untuk taat kepada Ulil Amri (pemerintah muslim) dalam hal yang ma’ruf, termasuk disini dalam penentuan awal ramadhan atau syawal, dan itulah yang lebih SELAMAT.

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Ismail Fahruddin Nu’man, Lc حفظه الله تعالى

Mencintai Karena Allah

 Bagi seorang mu’min dan mu’minah memiliki orang-orang yang dicintainya karena ALLAH…
dia tidak akan pernah merasakan kesedihan-kesedihan didalamnya jika bersama dengan doa-doa mereka….

Setiap kali dia mencintai mereka, maka mereka semakin cintaa kepadanya dan jika dia berpisah dengan mereka ,maka mereka semakin ingin mendekat selalu kepadanya…

Sesungguhnya yang demikian itu wahai saudara-saudariku adalah kenikmatan yang sangat besar yang ALLAH berikan kepadanya…

Maka sesungguhnya aku memohon kepada ALLAH subhaanahu wa ta’ala agar menjaga orang-orang yang aku cintai karena-MU sepanjang hidupku….

 Ditulis oleh Ustadz Ahmad Ferry Nasution حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Ikut Ulil Amri

Ust. Badrusalam LC

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
الصوم يوم تصومون والفطر يوم تفطرون والأضحى يوم تضحون
“Berpuasa pada hari kalian berpuasa, ber iedul fithri pada hari kalian ber iedul fithri, dan ber’iedul adlha pada hari kalian ber’iedul adlha.” (HR At Tirmidzi).

Imam At Tirmidzi berkata, “Sebagian ahli ilmu menafsirkan hadits ini. Mereka berkata, “Maksudnya adalah berpuasa dan ber’iedul fithri bersama jama’ah (ulil amri) dan kebanyakan manusia.”

Imam As Sindi dalam hasyiyah ibnu Majah berkata, “Ini menunjukkan bahwa urusan ini diserahkan kepada ulil amri dan individu-individu manusia tidak boleh ikut campur dalam masalah ini.”

Demikian pula yang dikatakan oleh imam Imam Ash Shan’ani dalam kitab Subulussalam. Syaikhul Islam ibnu Taimiyah dalam majmu’ fatawa, ibnu qayyim dan para ulama muhaqqiqin lainnya.

Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
يصلون لكم فإن أصابوا فلكم ولهم و إن أخطؤوا فلكم وعليهم.
“Mereka (para imam) shalat mengimami kalian; jika shalatnya benar, kalian mendapat pahala, dan mereka pun mendapat pahala. Bila shalatnya salah, kalian dapat pahala, mereka mendapat dosa.” (HR Al Bukhari dan Muslim).

Jadi..
Bila ulil amri salah..
Merekalah yang menanggung dosanya..

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Meminta Maaf Hanya Tatkala Awal Ramadhan ?

∙̣̇∙̣̇∙̣̇∙̣̣̣̇̇̇∙̣̣̇̇∙̣̇∙‎​ اُسْتَاذْ Abu Abdilmuhsin Firanda Andirja, Lc, MA حفظه الله

(1) Meminta maaf itu hendaknya segera dilakukan jika kita memiliki kesalahan kepada orang lain, dan jangan ditunda-tunda hingga awal ramadhan atau pas hari lebaran. bisa jadi kita meninggal dunia padahal belum sempat meminta maaf

(2) Sebagian orang meminta maaf kepada siapa saja yang ia temui, bahkan yang baru saja bertemu dan tidak kenal sebelumnya, tanpa pandang bulu. padahal orang yang benar-benar ia zolimi atau bersalah kepadanya tidak ia ajukan permohonan minta maaf

(3) Lantas orang yang kita zolimi jika kita tunda minta maaf kita hingga awal ramadan, terlebih lagi hanya melalui sms atau  apakah ia otomatis akan memaafkan kita?

(4) Meminta-minta (termasuk meminta-minta maaf) adalah perkara yang kurang terpuji karena merupakan bentuk merendahkan diri dihadapan makhluk, kecuali jika kita memang benar-benar memiliki kesalahan. Kalau kita tidak bersalah lantas mengapa harus meminta-minta maaf kepada orang lain?

(5) Terlebih lagi jika tradisi meminta-minta maaf ini dibangun atas keyakinan bahwa orang yang tidak meminta-minta maaf maka puasanya tidak akan diterima oleh Allah

(6) Bahkan sering kali “meminta-minta maaf” ini nyasar kepada orang kafir, atau sebaliknya

Yang sunnah adalah kita memberi kabar kepada saudara-saudara kita akan datangnya bulan ramadhan dengan menyebutkan keutamaan-keutamaannya sebagaimana yang dilakukan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, untuk memotivasi saudara-saudara kita dalam menjalankan ibadah di bulan ramadhan.
— ~ ~ ~ ⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ~ ~ ~ —

Wanita Shalihah Mendahulukan Keta’atan Kepada Suaminya

Ust. Fuad Hamzah Baraba’ Lc

Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

إِذَا صَلَّتِ الْمَرْأَةُ خَمْسَهَا وَصَامَتْ شَهْرَهَا وَحَفِظَتْ فَرْجَهَا وَأَطَاعَتْ زَوْجَهَا قِيلَ لَهَا ادْخُلِى الْجَنَّةَ مِنْ أَىِّ أَبْوَابِ الْجَنَّةِ شِئْتِ

“Jika seorang wanita selalu menjaga shalat lima waktu, juga berpuasa sebulan (di bulan Ramadhan), serta betul-betul menjaga kemaluannya (dari perbuatan zina) dan benar-benar taat pada suaminya, maka dikatakan pada wanita yang memiliki sifat mulia ini, “Masuklah dalam surga melalui pintu mana saja yang engkau suka.” (HR. Ahmad 1: 191 dan Ibnu Hibban 9: 471. Syaikh Syu’aib Al Arnauth mengatakan bahwa hadits ini shahih).

Sabda Rasulullah صلى الله عليه و سلم,

لو كنت آمرا أحدا أن يسجد لغير الله لأمرت المرأة أن تسجد لزوجها

“Seandainya aku boleh untuk memerintahkan seseorang bersujud kepada selain Allah, pasti akan aku perintah seorang wanita untuk sujud kepada suaminya”. (HR.Ibnu Majah, Ibnu Hibban dan Tirmidzi).

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rahimahullah mengatakan: “Apabila wanita telah menikah, maka suaminya lebih berhak daripada ayahnya, istri lebih wajib menta’ati suami dari pada ayahnya. (Wanita mulia Ahli Surga:36).

Istri hendaknya bisa menempatkan posisinya dihadapan orang tua dan suaminya, jangan sampai keta’atan kepada suami dikalahkan dengan keta’atan kepada orang tuanya. Dia boleh menta’ati orang tuanya, namun setelah keta’atan kepada suaminya.

Dan bagi para orang tua supaya merasa senang ketika anak perempuannya lebih mendahulukan suaminya dari pada dirinya, karena hal itu menunjukan bahwa anaknya adalah anak Чαπƍ shalihah.

الله أعلم
»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶ –

Selamat Menyambut Ramadhan

Syekh DR. Sa’ad Al-Khotslaan حفظه الله تعالى

Beliau berkata :

التهنئة بشهر رمضان أو بغيره تدخل في أبواب العادات، والأصل في العادات الحل والإباحة إلا ما ورد الدليل بمنعه، ولا أعلم ما يمنع من جواز التهنئة بشهر رمضان، وتهنئة المسلم بحصول ما يسره أمر مشروع كما جاء في الصحيحن عن كعب بن مالك في قصة الثلاثة الذين خلفوا أنه لما نزل القرآن بتوبة الله عليهم جعل الصحابة يهنئونه ،

Memberi selamat menyambut datangnya bulan ramadhan atau yang lainnya termasuk dalam perkara-perkara adat-istiadat/tradisi. Dan hukum asal dalam perkara adat-istiadat adalah halal kecuali perkara yang dilarang oleh dalil. Dan aku tidak mengetahui dalil yang melarang bolehnya memberi selamat akan datangnya ramadhan.

Dan menyampaikan selamat kepada seorang muslim atas sesuatu perkara yang menggembirakannya merupakan perkara yang disyariatkan, sebagaimana datang dalam shahihain (shahih al-Bukhari dan shahih Muslim) dari Ka’ab bin Malik tentang kisah tiga sahabat yang tidak ikut perang Tabuk. Yaitu tatkala turun ayat Al-Quran bahwa Allah menerima taubat mereka bertiga maka para sahabat pun memberi ucapan selamat kepada Ka’ab bin Malik.

ولا شك أن دخول شهر رمضان مما يسر المسلم ويغتبط به ، وكيف لايسر المسلم بنعمة الله عليه أن بلغه شهرالخيرات والبركات ورفعة الدرجات ،

Dan tidak diragukan bahwa masuknya bulan Ramadhan merupakan perkara yang menggembirakan seorang muslim dan ia dicemburui karenanya. Bagaimana seorang muslim tidak gembira dengan anugerah Allah yang berikan kepadanya dengan menjadikannya bertemu dengan bulan kebaikan dan keberkahan serta ditinggikannya derajat?

Baca selengkapnya disini:
http://www.firanda.com/index.php/artikel/fiqh/455-selamat-menyambut-ramadhan

 Ditulis oleh Ustadz Firanda Andirja MA حفظه الله تعالى

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Jangan Sok Tahu

Ust. Nuzul LC

-Orang yang tidak tahu maka dia kewajibannya adalah bertanya, bukan berfatwa, menjelaskan atau sekedar menjawab “iya” atau “tidak” tentang agama Allah taala.

Selain mendapat dosa, orang berbicara tanpa ilmu sangatlah rentan terjatuh dalam kesalahan yang fatal. Bahkan bisa jadi dapat merenggut nyawa seseorang.

Para ulama sangat berhati-hati dalam berfatwa. Lihatlah Imam Malik. Beliau pernah ditanya dengan 50 pertanyaan dan tidak ada satupun pertanyaan yang beliau jawab.

Imam Malik pernah berkata,” Barang siapa yang hendak menjawab pertanyaan tentang suatu permasalahan (agama), maka sebelum menjawab, hendaklah ia bayangkan bahwa didepannya ada surga dan neraka, serta bagaimana dia bisa mempertanggung jawabkannya, barulah ia menjawab.”

Guru besar imam Malik; Rabiah bin Abdirrahman pernah berkata,” Diantara orang yang berfatwa pada zaman ini lebih layak masuk penjara daripada para pencuri….”

Abul Husain al Asadi mengatakan,” Salah seorang dari kalian berfatwa tentang sebuah permasalahan yang seandainya permasalahan ini diangkat di hadapan Umar bin Al-Khaththab tentu ia akan mengumpulkan Ahli Badar (untuk bermusyawarah mencari jawabannya).”

Lantas, mengapakah kita begitu mudah berfatwa ?

Imsak ?

Ust. Badrusalam Lc

Kata orang, “Imsak itu untuk kehati-hatian saja..
Agar tidak bersahur ketika fajar menyingsing..
Apa betul alasan itu?..
Coba perhatikan hadits ini:
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda..
إذا سمعتم النداء والكأس على يد أحدكم فلا يضعه حتى يقضيه منه
“Apabila kalian mendengar adzan, sementara gelas berada di tangan, maka janganlah ia meletakkannya sampai menyelesaikan hajatnya.”

Hadits ini membatalkan imsak sampai ke akar-akarnya..
Perhatikan juga kaidah berikut:
الأصل بقاء ما كان على ما كان
“Pada asalnya tetap pada keadaan sebelumnya.”
Pada asalnya malam masih ada..
Sampai jelas masuknya waktu fajar..
bila ada yang makan sahur dengan dugaan waktu sahur masih ada..
Ternyata fajar sudah masuk..
Maka puasanya sah berdasarkan kaidah itu..
Kaidah ini juga membatalkan imsak..

Al Hafidz ibnu Hajar rahimahullahu berkata..
Termasuk bid’ah yang mungkar..
Yang terjadi di zaman ini..
Mematikan lampu-lampu sebagai tanda haramnya makan dan minum..
Bagi orang yang ingin berpuasa..
Dengan alasan kehati-hatian dalam ibadah..
(Fathul Baari 4/199).

Tampak jelas..
Bahwa imsak bukan sunnah..

Sahur Dini Hari ?

Ust. Badrusalam Lc
Anas bin Malik bertanya kepada Zaid bin Tsabit..
Berapa jarak sahur Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dengan shubuh..
Beliau menjawab, “Sekitar membaca 50 ayat..
HR Abu Dawud dll..

Coba hitung.. Berapa menit kita membaca 50 ayat..
Itulah waktu sahur Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam..
Secara bahasa..
Sahur itu dari kata sahar yang berarti akhir malam..

Tapi aneh..
Banyak kaum muslimin yang sahur dini hari..
Entah..
Syari’at siapa yang mereka ikuti..
Mereka juga mengganggu manusia dengan berteriak teriak di masjid..
Sahuuur !!.. Sahuur !!..
Sebagian lagi memukul gendang sambil berkeliling desa..
Mereka anggap itu ibadah..
Begitukah ibadah? Dengan mengganggu manusia..
Musibah..

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶