Category Archives: BBG Kajian

Kerinduan Orang-Orang Yang Baik, Kepada Tempat Yang Paling Baik

Surga…dia adalah harapan/tujuan yang sangat tinggi yang senantiasa diusahakan agar dapat diraih oleh kaum mukminin sepanjang zaman.

Surga…adalah yang menjadi penggerak jiwa-jiwa para salafus shaleh untuk mencontohkan pengorbanan mereka yg sangat tinggi untuk meraihnya.

Surga…adalah tujuan seorang mukmin yang paling mulia, yang senantiasa selalu diamati oleh pandangan-pandangan yang menyejukkan. Dan yang membuat segenap jiwa yang merindukannya menjadi tergesa-gesa disetiap tempat, waktu dan keadaan untuk meraihnya.

Surga..adalah harapan yang paling agung bagi seorang mukmin. Masuk kedalamnya dan hidup didalamnya merupakan cita-cita serta angan-angan yang senantiasa menghantui hati seorang mukmin sepanjang kehidupannya didunia ini!

Surga… membuat seseorang untuk bersegera bertaubat dari segala dosa, lalu merekapun bersegera untuk berbuat kebajikan,kebenaran dari setiap amal-amal perbuatannya.

Wahai saudara-
saudariku…Walaupun terkadang jalan menujunya dipenuhi dengan mara bahaya, ujian yg sgt berat, kesusahan,kepedihan atau sesuatu yang terkadang kita berat untuk meninggalkan bahkan terkadang perlu dilalui dengan kematian.

Akhirnya kami memohon kepada ALLAH memasukkan diri-diri kita kedalam surga.
Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

” فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ، فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ، وَأَعْلَى الْجَنَّةِ…..

“Apabila kalian memohon kepada Allah, maka mohonlah surga Firdaus, karena ia adalah surga yang terletak paling tengah dan paling tinggi”
[HR al-Bukhari: 2790]

Panjatkanlah doa-doa Anda di sepanjang hari, terutama di sepertiga malam terakhir.

Jangan lupa, sertakan kami dalam doa Anda.

Dan semoga Allah mengumpulkan kita semuanya di Surga Firdaus.

Semoga bermanfaat.

 Ditulis oleh Ustadz Ahmad Ferry Nasution حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Patutkah Kita Menyombongkan Diri

Ust. Fuad Hamzah Baraba’ Lc

Wahai saudaraku sesungguhnya kematian itu pasti terjadi, dan tidak ada keraguan padanya. Allah Ta’ala berfirman:

وَجَاءَتْ سَكْرَةُ الْمَوْتِ بِالْحَقِّ ذَلِكَ مَا كُنْتَ مِنْهُ تَحِيدُ‬‬

“Dan datanglah sakaratul maut dengan sebenar-benarnya. Itulah yang kamu selalu lari daripadanya”.(QS. Qaf:19).

Siapakah Чαπƍ mampu menolak sakarotul maut? Apabila telah datang ajal maka tidak ada Чαπƍ mampu mengundur-undurkannya, walaupun hanya sesaat, sebagaimana firman Allah Ta’ala:

‫‫وَلِكُلِّ أُمَّةٍ أَجَلٌ فَإِذَا جَاءَ أَجَلُهُمْ لَا يَسْتَأْخِرُونَ سَاعَةً وَلَا يَسْتَقْدِمُونَ‬‬

“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; Maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya”.(QS. al-A’raf:34).

Siapakah Чαπƍ mampu menangguhkan datangnya ajal kematian bila sudah siap menjemput?

Lalu kenapa kau sombong wahai manusia, padahal kau akan dimakan cacing-cacing tanah?

Lalu mengapa engkau congkak, padahal ‎​δ¡ dalam tanah kau akan berbaring?

Kenapa kau menununda-nunda taubat dan amal shalih padahal kematian akan datang tiba-tiba?

Marilah kita merenungi firman-firman Allah berikut:

‫‫كُلُّ نَفْسٍ ذَائِقَةُ الْمَوْتِ وَإِنَّمَا تُوَفَّوْنَ أُجُورَكُمْ يَوْمَ الْقِيَامَةِ فَمَنْ زُحْزِحَ عَنِ النَّارِ وَأُدْخِلَ الْجَنَّةَ فَقَدْ فَازَ وَمَا الْحَيَاةُ الدُّنْيَا إِلَّا مَتَاعُ الْغُرُورِ‬‬

“Tiap-tiap yang berjiwa akan merasakan mati. Dan Sesungguhnya pada hari kiamat sajalah disempurnakan pahalamu. Barangsiapa dijauhkan dari neraka dan dimasukkan ke dalam syurga, Maka sungguh ia telah beruntung. kehidupan dunia itu tidak lain hanyalah kesenangan yang memperdayakan.(QS. Ali Imron:185).

كُلُّ مَنْ عَلَيْهَا فَانٍ. وَيَبْقَى وَجْهُ رَبِّكَ ذُو الْجَلَالِ وَالْإِكْرَامِ‬‬

“Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan”. (QS. ar-Rahman:26-27). 

‫‫وَلَا تَدْعُ مَعَ اللَّهِ إِلَهًا آَخَرَ لَا إِلَهَ إِلَّا هُوَ كُلُّ شَيْءٍ هَالِكٌ إِلَّا وَجْهَهُ لَهُ الْحُكْمُ وَإِلَيْهِ تُرْجَعُونَ‬‬

“Janganlah kamu sembah di samping (menyembah) Allah, Tuhan apapun yang lain. tidak ada Tuhan (yang berhak disembah) melainkan Dia. tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. bagi-Nyalah segala penentuan, dan hanya kepada-Nyalah kamu dikembalikan”. (QS. al-Qashash:88).

Semoga kita bisa mengambil ‘ibroh dari setiap Чαπƍ kita pelajari, dan kita dapatkan.

 Ditulis oleh Ustadz Fuad Hamzah Baraba حفظه الله تعالى
— ~ ~ ~ ⌣̊┈̥-̶̯͡♈̷̴┈̥-̶̯͡⌣̊ ~ ~ ~ —

Fawaid Kitab I’lamul Muwaqqi’in Karya Ibnu Qayyim Rahimahullah

Ust. Badrusalam Lc

Setelah beliau menyebutkan keutamaan generasi shahabat, tabi’in dan tabi’uttabi’in dan generasi keempat yang lebih mengagungkan nash al qur’an dan hadits dari pendapat dan ro’yu beliau berkata:

“Kemudian datanglah setelah mereka sebuah generasi yang mencerai beraikan agama mereka.. Yang menjadikan fanatik madzhab sebagai keyakinan yang harus diterima.. Mereka merasa puas dengan sebatas taqlid.

Imam Asy Syafi’I rahimahullahu berkata, “Kaum muslimin bersepakat bahwa siapa yang telah jelas kepadanya sunnah Rasulullah, ia tidak boleh meninggalkannya hanya karena mengikuti pendapat seseorang”.

Imam Abu Umar ibnu AbdilBarr dan ulama lainnya berkata, “Manusia bersepakat bahwa muqallid (pembeo) tidak dianggap sebagai ahli ilmu. Karena ilmu itu adalah mengenal al haq dengan dalilnya.”

ijma’ ini menunjukkan bahwa orang yang fanatik dan taqlid buta keluar dari kumpulan ulama, dan gugur sebagai pewaris para Nabi..

Bagaimana bisa disebut pewaris para Nabi orang yang berusaha menolak dalil untuk mengikuti imam yang ia ikuti, dan menghabiskan umurnya dalam fanatik madzhab. Sungguh ia adalah fitnah yang membabi buta..

(Dari hal 15-17).

 Ditulis oleh Ustadz Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Renungan Untuk Penuntut Ilmu Syar’i

Wahai saudara-saudariku para penuntut ilmu…
Sungguh kalian adalah orang yg terhormat
Kalian adalah para pejuang pembela serta pemelihara agama yg mulia ini…
Kalian adalah sebagai seorang dokter bagi manusia yg terkena penyakit syahwat & syubhat!…

Untuk itu wahai saudara-saudariku…
Hindarilah sejauh mungkin perbuatan dosa & maksiyat
Fokuskan & Sibukanlah dirimu untuk senantiasa mempelajari ilmu syar’i yang mulia ini…
Dan memohonlah kepada ALLAH agar dimudahkan untuk mendapatkannya serta mengamalkannya…

Ikhwan & akhwat sekalian…
Hiasilah dirimu.. dengan akhlak yg mulia nan terpuji…

Dan janganlah engkau mencemari dirimu dengan akhlak-akhlak yg buruk…

Akhlak-akhlak yg akan menurunkan martabatmu menuju kepada kehinaan serta kerendahan dirimu dengan sebab akhlakmu yg buruk nan tercela!…

Wahai para penuntut ilmu, bergaullah dengan manusia dengan akhlak yg mulia, mereka sangat menanti belaian tanganmu! Sapaanmu…

Apabila ada kesalahan pada saudaramu disebabkan karna kejahilannya maka nasehatilah mereka dengan ilmu yg benar! Serta da’wahkan kepadanya dengan penuh kasih sayang.

Karena pada hakekatnya penuntut ilmu adalah manusia yg paling faham tentang kebenaran dan yg paling sayang kepada makhluk.

Semoga ALLAH subhaanahu wa ta’ala memajukan da’wah yang haq ini, yg bersumber murni dari Alqur’an dan sunnah sesuai dengan apa yang difahami oleh para sahabat Nabi yg mulia صلى الله عليه وسلم

Akhirnya, kami memohon kepada ALLAH subhaanahu wa ta’la agar memberikan kepadaku & kepada antum serta antunna agar diberikan taufiq untuk istiqomah dijalan yg haq ini serta diberikan kemudahan untuk dapat mengamalkan dari ilmu yg telah kita miliki yg dengannya اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ akan memberikan manfaat untuk kita semua baik ketika kita hidup di dunia yg fana ini maupun ketika kita berada didalam kubur kita masing-masing ketika tidak ada sesuatu yg dapat membahagiakan kita didalam kubur kita!

(Ustadz Ahmad Ferry Nasution)

Renungan Kehidupan

Ust. Abu Riyadl Lc

Wahai saudara-saudaraku seiman..
sesungguhnya kita hidup dalam alur waktu yang terus bergulir.
Detik berganti menit, menit berganti jam, siang berganti malam, dalam kumpulan hari-hari. Setiap hari yang berlalu berarti berkurang pula bagian hidup kita di dunia ini.

Demikian yang dinyatakan oleh Imam Hasan Al Bashri:
:”Waktu terus berputar tak berjeda, demikian pula semestinya kehidupan kita tidak bisa berhenti. Hidup harus terus bergerak tuk beramal, karena sisa kesempatan kita di dunia juga terus berkurang hingga menuju batas akhir yang telah ditentukan Allah Ta’ala. Jangan sampai waktu kita terbuang dengan percuma, jangan sampai umur kita tersia-sia untuk hal-hal yang tidak berguna”

Alangkah indahnya apa yang telah dinasihatkan oleh sahabat yang mulia Abdullah bin Mas’ud bin Ghafil Al Hudzali : “Usiamu semakin berkurang seiring dengan perjalanan waktu malam dan siang, sementara segala amalan akan tersimpan dan kematian akan datang dengan tiba-tiba”.

Tabiat waktu adalah berjalan dengan cepat dan tak mungkin akan kembali.
Hidup bukanlah permainan tanpa konsekuensi tetapi dia adalah kenyataan yang pasti akan dipertanggungjawabkan.

Kehidupan dunia adalah satu episode yang paling menentukan meski jangkanya sesaat saja, tetapi akhirat yang kekal selamanya sebagai taruhannya.

Allah ta’ala berfirman :
“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya”. (QS. Al A’raaf ; 34).

Ingatlah wahai saudaraku kita diciptakan di dunia agar kita beribadah kepada Allah Ta’ala semata, hal ini sebagaimana firman-Nya :

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. Adz Dzariyaat : 56)

Ingatlah tujuan hidup ini..
Agar engkau tidak sengsara.
Ingatlah kehidupan yg panjang agar kelak engkau bahagia..

Selamat menjalankan ibadah sholat maghrib.

Www.abu-riyadl.blogspot.com

Rajin Ikut Pengajian Tapi Malas Ibadah

Banyak datang ke pengajian kok malah malas ibadah?
Knp bisa begitu?

Karena sebenarnya Bertambah Baik Kualitas Ibadah Seiring itu dari Bertambahnya Ilmu Agama

Yang menjadi tujuan bukan sekedar banyaknya ilmu akan tetapi kualitas amalnya.

Karena seharusnya semakin bertambah ilmu maka semakin bertambah pula kualitas ibadahnya kepada Allah karena didorong rasa takut kepadaNya

Anas Bin Malik berkata, “Rasulullah pernah menyampaikan khutbah kepada kami dengan satu khutbah yang belum pernah aku dengar sama sekali, nabi berkata (di dalam khutbah tersebut):

“Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui (berupa kengerian akherat, indahnya surga dan menakutkannya neraka) pasti kalian sedikit tertawa dan banyak menangis.” (Anas berkata): “Para sahabat Rasulullah ketika itu langsung menundukkan wajah-wajah mereka dan mereka menangis terisak-isak.” (HR. Bukhari Muslim, riyadhus shalihin no. 401)

Syaikh Salim Al Hilaly berkata:
“Seorang mu’min setiap kali bertambah ilmunya tentang kebesaran dan keagungan Allah serta kemuliaan Nya bertambah pula rasa takutnya terhadap siksaan Allah sebagaimana pula bertambah ambisinya terhadap pahala dari Allah, lalu dia meninggalkan maksiat dan memperbanyak ketaatan.”

Beliau juga berkata:
“Diantara sifat seorang mu’min adalah takut dan hormat kepada Allah, akan tetapi tidak sampai putus asa dan menyerah dari kasih sayang Allah.” (Bahjatun Nazhirin (1/343-347))

Semoga untaian kalimat sederhana diatas dapat diserap oleh hati kita.

جَزَاك اللهُ خَيرًا

بَارَكَ اللَّهُ فِيْك
Www.abu-riyadl.blogspot.com
By abine riyadL

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Harta Dalam Islam

Ringkasan kajian maghrib.

(Oleh : Kholid Syamhudi Lc حفظه الله تعالى )

Berikut faedah kajian syeikh Syatsri ba’da Maghrib di masjid al-Barkah yg ana dengar dari radio Rodja diperjalanan menuju Cisarua ditengah2 kemacetan. Semoga bermanfaat.

Tema kajian : Harta dalam islam.

1. Harta bukan tujuan tapi sarana tergantung yang menggunakannya.

2. Harta kita adalah yang sudah digunakan dan diinfaqkan dan yang tersisa adalah harta ahli warisnya.

3. Harta pada asalnya tidak dicela dan dipuji tergantung yang menggunakannya.

4. Harta disebut kebaikan dalam al-Qur’an itu karena digunakan utk kebaikan.

5. Harta disebut fitnah dalam al-Qur’an dgn makna ujian. Bila digunakan utk kebaikan untuk iman dan amal sholih maka dia berguna dan bila digunakan sebaliknya maka tidak berguna.

6. Sebaik2nya harta yg baik utk orang shalih.

7. Zuhud adalah meninggalkan semua yg tidak bermanfaat buat akherat. Meninggalkan harta yang bermanfaat buat akherat bukan zuhud. Seperti disampaikan Rasulullah صلى اللّه عليه وسلم : mengambil seikat kayu bakar dan menjualnya lebih baik dari pada minta2 apakah beliau memberi atau tdk memberinya.

8. Orang2 berakal tdk bergantung pada orang2 kaya, sebab rezeki yang membagi2 adalah Allah.

9. Kiat2 mencari rezeki dan
pelipatan hartanya:

A. berusaha dan berbisnis dengan sungguh2, oleh karena itu Allah perintahkan berusaha.

B. Berdoa

C. Sedekah dan memberikannya kepada fakir miskin. Karena balasan sesuai dengan jenis amalannya. Dalilnya firman Allah yg artinya: Allah melipat gandakan sedekah. (Ayat).

D. Berinfaq di jalan Allah.

E. Jujur dalam usahanya, tidak berdusta dan menyembunyikan aib barangnya. Muamalat dengan cara yg benar.

F. Silaturrahmi dan birrulwalidain (bakti pada kedua orang tua).

G. Belajar keterampilan dan keahlian usaha.

H. Ketakwaan kepada Allah.

I. Mempekerjakan orang lain karena tlh menjadi sebab rezeki orang lain. Al-Jazaa’ min Jinsil Amal.

Lanjutan…

10. Diantara sebab-sebab Penghancur harta dan keberkahannya :
1. Riba
2. Tdk bayar zakat
3. Dusta dan penipuan serta kecurangan.
4. Menzholimi orang lain.
5. Mubazir
6. Buruk muamalat pada fakir miskin dan anak yatim.

Jangan sampai kita menjual agama dengan dunia.

Istirahat kajiannya…

Tema tambahan setelah adzan.

Cara bersyukur.

Bersyukur harus dgn 3 hal:

1. Pengakuan dgn hati bahwa itu semua dari Allah.

2. Membicarakan nikmat Allah tdk untuk sombong dan bangga-bangga

3. Menggunakannya dijalan Allah dan ketaatannya.

Semoga bermanfaat yg ada.
—–sambung——–»

Menjalin Hubungan Terbaik Dengan Allah

Ringkasan kajian Syeikh Sa’ad bin Naashir asy-Syatsri, Masjid Istiqlal, 14 Sya’ban 1434 H.

(Oleh : Ustadz Kholid Syamhudi, Lc حفظه الله تعالى )

Manusia didunia memperbaiki dan memperindah hubungannya dengan orang lain yang memiliki kekuasaan dan harta. Apakah tidak sepantasnya memperindah dan memperbaiki hubungannya dengan Allah.

Diantara sebab-sebab memperbaiki hubungan dgn Allah ;

1. Mengetahui dan meyakini Allah yg menciptakannya dan mengadakannya setelah sebelumnya tidak ada. Dia lah yg menciptkan kita dari mani yg banyak orang merasa jijik bila mengenai pakaiannya dan menciptakannya ber fase-fase dengan rahmat dan nikmat Allah.

2. Ingat nikmat Allah kepada kita sangat banyak dan tidak henti-hentinya. Tentunya hal ini membuat kita berusaha memperindah hubungan dengan Allah.

3. Ingat dengan ayat-ayat tentang akhir kehidupan dan perjumpaan Allah. Sehingga kita mempersiapkan diri untuk berjumpa dan bertemu dgn Allah. Hal ini akan memotivasi kita utk memperindah hubungan dgn Allah.

4. Ingat hebatnya kekuasaan Allah. Semua yang ada didunia ini ada dalam kuasaNya. Tidak ada satupun yang Allah kehendaki kecuali pasti ada dan terjadi.

5. Memperhatikan kondisi manusia dalam sejarah kehidupannya. Berapa banyak negara besar hancur dan negara kecil yg tdk terkenal menjadi besar dengan izin Allah. Lihat kemana para pemimpin dan diktator dunia dan lihat bagaimana Allah merendahkan seorang dan mengangkat derajat yang lainnya

6. Segala sesuatu ada ditangan Allah. Semua kebutuhan kita ada ditangan Allah. Semua ini tentunya membuat kita ingin dan berusaha keras utk memperbaiki dan memperindah hubungan dgn Allah.

Cara memperbaiki hubungan dgn Allah:

1. Mengikhlaskan semua amalan dan ibadah hanya untuk Allah.

2. Menjaga sholat dgn munajat dan khusu’ padanya.

3. Memperbanyak doa dalam segala keadaan.

4. Bertaubat atas setiap dosa

5. Memuji, dzikir dan mensucikan Allah dgn tasbih dll setiap saat.

6. Mencintai Allah dan semua yang Allah cintai

7. Bersabar atas mushibah dan ridho dengan takdir Allah.

8. Jangan takut kecuali dari Allah.

9.Pasrah dan menerima secara totalitas semua keputusan dan ketentuan hukum Allah.

10. Selalu mengingat nikmat Allah dan menggunakannya pada ketaatan kepada Allah.

11. Selalu berusaha mengambil pelajaran dan tadabbur al-Qur’an.

12. Selalu merasa diawasi Allah dalam segala keadaannya.

13. Beramal dgn semua yg Allah cintai dan ridhoi sehingga menjadi wali Allah yg bersifat mukmin dan takwa.

Demikianlah sedikit ringkasan faedah dari kajian beliau. Semoga bermanfaat bagi teman2. Silahkan dengar kembali rekamannya biar lengkap..

– – – – – •(*)•- – – – –

Tj Bonus Dari Keuntungan Riba…

152. Tj – 2

Pertanyaan:
Di koprasi tempat saya kerja, Ada namanya SHU (sisa hasil usaha) dari koprasi. Dan di berikan kepada setiap anggota tiap akhir tahun, Dan SHU itu didapat dari keuntungan hasil simpan pinjam, Itu gimana bagi solusinya? Sementara simpan pinjam ada bunga 1 persen. Makasih

Jawaban:

Keuntungan hasil simpan pinjam adalah riba. Ijma ulama bahwa setiap hutang piutang yang menghasilkan keuntungan maka riba. Sedangkan SHU tampak seperti bonus dari keuntungan
riba itu.

Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى 

============

ARTIKEL TERKAIT – (Klik Link Dibawah Ini)

Kumpulan Artikel – Tentang RIBA…