Category Archives: BBG Kajian

Fawaid Kitab I’lamul Muwaqqi’in Karya Ibnu Qayyim Rahimahullah

Ust. Badrusalam Lc

Setelah beliau menyebutkan keutamaan generasi shahabat, tabi’in dan tabi’uttabi’in dan generasi keempat yang lebih mengagungkan nash al qur’an dan hadits dari pendapat dan ro’yu beliau berkata:

“Kemudian datanglah setelah mereka sebuah generasi yang mencerai beraikan agama mereka.. Yang menjadikan fanatik madzhab sebagai keyakinan yang harus diterima.. Mereka merasa puas dengan sebatas taqlid.

Imam Asy Syafi’I rahimahullahu berkata, “Kaum muslimin bersepakat bahwa siapa yang telah jelas kepadanya sunnah Rasulullah, ia tidak boleh meninggalkannya hanya karena mengikuti pendapat seseorang”.

Imam Abu Umar ibnu AbdilBarr dan ulama lainnya berkata, “Manusia bersepakat bahwa muqallid (pembeo) tidak dianggap sebagai ahli ilmu. Karena ilmu itu adalah mengenal al haq dengan dalilnya.”

ijma’ ini menunjukkan bahwa orang yang fanatik dan taqlid buta keluar dari kumpulan ulama, dan gugur sebagai pewaris para Nabi..

Bagaimana bisa disebut pewaris para Nabi orang yang berusaha menolak dalil untuk mengikuti imam yang ia ikuti, dan menghabiskan umurnya dalam fanatik madzhab. Sungguh ia adalah fitnah yang membabi buta..

(Dari hal 15-17).

 Ditulis oleh Ustadz Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Renungan Untuk Penuntut Ilmu Syar’i

Wahai saudara-saudariku para penuntut ilmu…
Sungguh kalian adalah orang yg terhormat
Kalian adalah para pejuang pembela serta pemelihara agama yg mulia ini…
Kalian adalah sebagai seorang dokter bagi manusia yg terkena penyakit syahwat & syubhat!…

Untuk itu wahai saudara-saudariku…
Hindarilah sejauh mungkin perbuatan dosa & maksiyat
Fokuskan & Sibukanlah dirimu untuk senantiasa mempelajari ilmu syar’i yang mulia ini…
Dan memohonlah kepada ALLAH agar dimudahkan untuk mendapatkannya serta mengamalkannya…

Ikhwan & akhwat sekalian…
Hiasilah dirimu.. dengan akhlak yg mulia nan terpuji…

Dan janganlah engkau mencemari dirimu dengan akhlak-akhlak yg buruk…

Akhlak-akhlak yg akan menurunkan martabatmu menuju kepada kehinaan serta kerendahan dirimu dengan sebab akhlakmu yg buruk nan tercela!…

Wahai para penuntut ilmu, bergaullah dengan manusia dengan akhlak yg mulia, mereka sangat menanti belaian tanganmu! Sapaanmu…

Apabila ada kesalahan pada saudaramu disebabkan karna kejahilannya maka nasehatilah mereka dengan ilmu yg benar! Serta da’wahkan kepadanya dengan penuh kasih sayang.

Karena pada hakekatnya penuntut ilmu adalah manusia yg paling faham tentang kebenaran dan yg paling sayang kepada makhluk.

Semoga ALLAH subhaanahu wa ta’ala memajukan da’wah yang haq ini, yg bersumber murni dari Alqur’an dan sunnah sesuai dengan apa yang difahami oleh para sahabat Nabi yg mulia صلى الله عليه وسلم

Akhirnya, kami memohon kepada ALLAH subhaanahu wa ta’la agar memberikan kepadaku & kepada antum serta antunna agar diberikan taufiq untuk istiqomah dijalan yg haq ini serta diberikan kemudahan untuk dapat mengamalkan dari ilmu yg telah kita miliki yg dengannya اِ نْ شَآ ءَ اللّهُ akan memberikan manfaat untuk kita semua baik ketika kita hidup di dunia yg fana ini maupun ketika kita berada didalam kubur kita masing-masing ketika tidak ada sesuatu yg dapat membahagiakan kita didalam kubur kita!

(Ustadz Ahmad Ferry Nasution)

Renungan Kehidupan

Ust. Abu Riyadl Lc

Wahai saudara-saudaraku seiman..
sesungguhnya kita hidup dalam alur waktu yang terus bergulir.
Detik berganti menit, menit berganti jam, siang berganti malam, dalam kumpulan hari-hari. Setiap hari yang berlalu berarti berkurang pula bagian hidup kita di dunia ini.

Demikian yang dinyatakan oleh Imam Hasan Al Bashri:
:”Waktu terus berputar tak berjeda, demikian pula semestinya kehidupan kita tidak bisa berhenti. Hidup harus terus bergerak tuk beramal, karena sisa kesempatan kita di dunia juga terus berkurang hingga menuju batas akhir yang telah ditentukan Allah Ta’ala. Jangan sampai waktu kita terbuang dengan percuma, jangan sampai umur kita tersia-sia untuk hal-hal yang tidak berguna”

Alangkah indahnya apa yang telah dinasihatkan oleh sahabat yang mulia Abdullah bin Mas’ud bin Ghafil Al Hudzali : “Usiamu semakin berkurang seiring dengan perjalanan waktu malam dan siang, sementara segala amalan akan tersimpan dan kematian akan datang dengan tiba-tiba”.

Tabiat waktu adalah berjalan dengan cepat dan tak mungkin akan kembali.
Hidup bukanlah permainan tanpa konsekuensi tetapi dia adalah kenyataan yang pasti akan dipertanggungjawabkan.

Kehidupan dunia adalah satu episode yang paling menentukan meski jangkanya sesaat saja, tetapi akhirat yang kekal selamanya sebagai taruhannya.

Allah ta’ala berfirman :
“Tiap-tiap umat mempunyai batas waktu; maka apabila telah datang waktunya mereka tidak dapat mengundurkannya barang sesaatpun dan tidak dapat (pula) memajukannya”. (QS. Al A’raaf ; 34).

Ingatlah wahai saudaraku kita diciptakan di dunia agar kita beribadah kepada Allah Ta’ala semata, hal ini sebagaimana firman-Nya :

“Dan Aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka menyembah-Ku”. (QS. Adz Dzariyaat : 56)

Ingatlah tujuan hidup ini..
Agar engkau tidak sengsara.
Ingatlah kehidupan yg panjang agar kelak engkau bahagia..

Selamat menjalankan ibadah sholat maghrib.

Www.abu-riyadl.blogspot.com

Rajin Ikut Pengajian Tapi Malas Ibadah

Banyak datang ke pengajian kok malah malas ibadah?
Knp bisa begitu?

Karena sebenarnya Bertambah Baik Kualitas Ibadah Seiring itu dari Bertambahnya Ilmu Agama

Yang menjadi tujuan bukan sekedar banyaknya ilmu akan tetapi kualitas amalnya.

Karena seharusnya semakin bertambah ilmu maka semakin bertambah pula kualitas ibadahnya kepada Allah karena didorong rasa takut kepadaNya

Anas Bin Malik berkata, “Rasulullah pernah menyampaikan khutbah kepada kami dengan satu khutbah yang belum pernah aku dengar sama sekali, nabi berkata (di dalam khutbah tersebut):

“Seandainya kalian mengetahui apa yang aku ketahui (berupa kengerian akherat, indahnya surga dan menakutkannya neraka) pasti kalian sedikit tertawa dan banyak menangis.” (Anas berkata): “Para sahabat Rasulullah ketika itu langsung menundukkan wajah-wajah mereka dan mereka menangis terisak-isak.” (HR. Bukhari Muslim, riyadhus shalihin no. 401)

Syaikh Salim Al Hilaly berkata:
“Seorang mu’min setiap kali bertambah ilmunya tentang kebesaran dan keagungan Allah serta kemuliaan Nya bertambah pula rasa takutnya terhadap siksaan Allah sebagaimana pula bertambah ambisinya terhadap pahala dari Allah, lalu dia meninggalkan maksiat dan memperbanyak ketaatan.”

Beliau juga berkata:
“Diantara sifat seorang mu’min adalah takut dan hormat kepada Allah, akan tetapi tidak sampai putus asa dan menyerah dari kasih sayang Allah.” (Bahjatun Nazhirin (1/343-347))

Semoga untaian kalimat sederhana diatas dapat diserap oleh hati kita.

جَزَاك اللهُ خَيرًا

بَارَكَ اللَّهُ فِيْك
Www.abu-riyadl.blogspot.com
By abine riyadL

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Harta Dalam Islam

Ringkasan kajian maghrib.

(Oleh : Kholid Syamhudi Lc حفظه الله تعالى )

Berikut faedah kajian syeikh Syatsri ba’da Maghrib di masjid al-Barkah yg ana dengar dari radio Rodja diperjalanan menuju Cisarua ditengah2 kemacetan. Semoga bermanfaat.

Tema kajian : Harta dalam islam.

1. Harta bukan tujuan tapi sarana tergantung yang menggunakannya.

2. Harta kita adalah yang sudah digunakan dan diinfaqkan dan yang tersisa adalah harta ahli warisnya.

3. Harta pada asalnya tidak dicela dan dipuji tergantung yang menggunakannya.

4. Harta disebut kebaikan dalam al-Qur’an itu karena digunakan utk kebaikan.

5. Harta disebut fitnah dalam al-Qur’an dgn makna ujian. Bila digunakan utk kebaikan untuk iman dan amal sholih maka dia berguna dan bila digunakan sebaliknya maka tidak berguna.

6. Sebaik2nya harta yg baik utk orang shalih.

7. Zuhud adalah meninggalkan semua yg tidak bermanfaat buat akherat. Meninggalkan harta yang bermanfaat buat akherat bukan zuhud. Seperti disampaikan Rasulullah صلى اللّه عليه وسلم : mengambil seikat kayu bakar dan menjualnya lebih baik dari pada minta2 apakah beliau memberi atau tdk memberinya.

8. Orang2 berakal tdk bergantung pada orang2 kaya, sebab rezeki yang membagi2 adalah Allah.

9. Kiat2 mencari rezeki dan
pelipatan hartanya:

A. berusaha dan berbisnis dengan sungguh2, oleh karena itu Allah perintahkan berusaha.

B. Berdoa

C. Sedekah dan memberikannya kepada fakir miskin. Karena balasan sesuai dengan jenis amalannya. Dalilnya firman Allah yg artinya: Allah melipat gandakan sedekah. (Ayat).

D. Berinfaq di jalan Allah.

E. Jujur dalam usahanya, tidak berdusta dan menyembunyikan aib barangnya. Muamalat dengan cara yg benar.

F. Silaturrahmi dan birrulwalidain (bakti pada kedua orang tua).

G. Belajar keterampilan dan keahlian usaha.

H. Ketakwaan kepada Allah.

I. Mempekerjakan orang lain karena tlh menjadi sebab rezeki orang lain. Al-Jazaa’ min Jinsil Amal.

Lanjutan…

10. Diantara sebab-sebab Penghancur harta dan keberkahannya :
1. Riba
2. Tdk bayar zakat
3. Dusta dan penipuan serta kecurangan.
4. Menzholimi orang lain.
5. Mubazir
6. Buruk muamalat pada fakir miskin dan anak yatim.

Jangan sampai kita menjual agama dengan dunia.

Istirahat kajiannya…

Tema tambahan setelah adzan.

Cara bersyukur.

Bersyukur harus dgn 3 hal:

1. Pengakuan dgn hati bahwa itu semua dari Allah.

2. Membicarakan nikmat Allah tdk untuk sombong dan bangga-bangga

3. Menggunakannya dijalan Allah dan ketaatannya.

Semoga bermanfaat yg ada.
—–sambung——–»

Menjalin Hubungan Terbaik Dengan Allah

Ringkasan kajian Syeikh Sa’ad bin Naashir asy-Syatsri, Masjid Istiqlal, 14 Sya’ban 1434 H.

(Oleh : Ustadz Kholid Syamhudi, Lc حفظه الله تعالى )

Manusia didunia memperbaiki dan memperindah hubungannya dengan orang lain yang memiliki kekuasaan dan harta. Apakah tidak sepantasnya memperindah dan memperbaiki hubungannya dengan Allah.

Diantara sebab-sebab memperbaiki hubungan dgn Allah ;

1. Mengetahui dan meyakini Allah yg menciptakannya dan mengadakannya setelah sebelumnya tidak ada. Dia lah yg menciptkan kita dari mani yg banyak orang merasa jijik bila mengenai pakaiannya dan menciptakannya ber fase-fase dengan rahmat dan nikmat Allah.

2. Ingat nikmat Allah kepada kita sangat banyak dan tidak henti-hentinya. Tentunya hal ini membuat kita berusaha memperindah hubungan dengan Allah.

3. Ingat dengan ayat-ayat tentang akhir kehidupan dan perjumpaan Allah. Sehingga kita mempersiapkan diri untuk berjumpa dan bertemu dgn Allah. Hal ini akan memotivasi kita utk memperindah hubungan dgn Allah.

4. Ingat hebatnya kekuasaan Allah. Semua yang ada didunia ini ada dalam kuasaNya. Tidak ada satupun yang Allah kehendaki kecuali pasti ada dan terjadi.

5. Memperhatikan kondisi manusia dalam sejarah kehidupannya. Berapa banyak negara besar hancur dan negara kecil yg tdk terkenal menjadi besar dengan izin Allah. Lihat kemana para pemimpin dan diktator dunia dan lihat bagaimana Allah merendahkan seorang dan mengangkat derajat yang lainnya

6. Segala sesuatu ada ditangan Allah. Semua kebutuhan kita ada ditangan Allah. Semua ini tentunya membuat kita ingin dan berusaha keras utk memperbaiki dan memperindah hubungan dgn Allah.

Cara memperbaiki hubungan dgn Allah:

1. Mengikhlaskan semua amalan dan ibadah hanya untuk Allah.

2. Menjaga sholat dgn munajat dan khusu’ padanya.

3. Memperbanyak doa dalam segala keadaan.

4. Bertaubat atas setiap dosa

5. Memuji, dzikir dan mensucikan Allah dgn tasbih dll setiap saat.

6. Mencintai Allah dan semua yang Allah cintai

7. Bersabar atas mushibah dan ridho dengan takdir Allah.

8. Jangan takut kecuali dari Allah.

9.Pasrah dan menerima secara totalitas semua keputusan dan ketentuan hukum Allah.

10. Selalu mengingat nikmat Allah dan menggunakannya pada ketaatan kepada Allah.

11. Selalu berusaha mengambil pelajaran dan tadabbur al-Qur’an.

12. Selalu merasa diawasi Allah dalam segala keadaannya.

13. Beramal dgn semua yg Allah cintai dan ridhoi sehingga menjadi wali Allah yg bersifat mukmin dan takwa.

Demikianlah sedikit ringkasan faedah dari kajian beliau. Semoga bermanfaat bagi teman2. Silahkan dengar kembali rekamannya biar lengkap..

– – – – – •(*)•- – – – –

Tj Bonus Dari Keuntungan Riba…

152. Tj – 2

Pertanyaan:
Di koprasi tempat saya kerja, Ada namanya SHU (sisa hasil usaha) dari koprasi. Dan di berikan kepada setiap anggota tiap akhir tahun, Dan SHU itu didapat dari keuntungan hasil simpan pinjam, Itu gimana bagi solusinya? Sementara simpan pinjam ada bunga 1 persen. Makasih

Jawaban:

Keuntungan hasil simpan pinjam adalah riba. Ijma ulama bahwa setiap hutang piutang yang menghasilkan keuntungan maka riba. Sedangkan SHU tampak seperti bonus dari keuntungan
riba itu.

Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى 

============

ARTIKEL TERKAIT – (Klik Link Dibawah Ini)

Kumpulan Artikel – Tentang RIBA…

Do’a Masuk Masjid

Ust. Abu Riyadl Lc

Kalo hari ini mau masuk masjid jangan lupa baca doa ini.. Biasanya banyak yg ikut mendengarkan pengajian..
Sebagai berikut doanya:
(( أَعُوْذُ بِااللهِ الْعَظِيْمِ, وَبِوَجْهِهِ اْلكَرِيْمِ, مِنَ الشَّيْطاَن ِالرَّجِيْمِ, وَسُلْطَانِهِ الَْقَدِيْمِ, مِنَ الشَّيْطاَنِ الَّرجِيْمِ ))

“Aku berlindung kepada Allah yang maha Agung, dan dengan wajah-Nya yang mulia dari syaitan yang terkutuk, dan dengan kekuasaanya yang tidak ada permulaannya dari syaitan yang terkutuk.

Manfaat doa ini adalah:

قاَلَ (( فَإِذاَ قُلْتَ ذَالِكَ, قَالَ الشَّيْطَانُ: حُفِظَ مِنِّيْ سَائِرَ الْيَوْمِ)) (رواه أبو داود وصححه الألباني).

Rasulullah bersabda: Apabila engkau mengatakan ini, maka syaitan berkata: dia terjaga dariku sehari penuh.” (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).

Semoga hal yg ringan ini dapat menambah isi memopad antum dan bisa diamalkan..:)
بَارَكَ اللَّهُ فِيْك

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Keutamaan Tawadhu’ Dan Bahaya Sikap Bangga Diri Dan Cinta Kepemimpinan

Ust. Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Diantara adab yg paling mulia bagi seorang ulama dan penuntut ilmu adalah bersikap tawadhu’ (rendah hati) dan tidak merasa bangga diri dengan ilmunya, serta tidak berambisi meraih kepemimpinan.

Dengan bersikap tawadhu’, seorang hamba akan ditinggikan kedudukannya oleh Allah ta’ala.

» Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
(Maa Naqoshot Shodaqotun Min Maalin, wa Maa Zaadallaahu ‘Abdan Bi ‘Afwin illaa ‘Izzan, wa Maa Tawaadho’a Ahadun Lillaahi illaa Rofa’ahullahu)

Artinya: “Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Dan tidaklah Allah menambahkan kpd seorang hamba dengan sebab (suka) memaafkan (kesalahan orang lain) melainkan kemuliaan. Dan tidaklah seorang hamba bersikap tawadhu’ karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatnya.”. (Diriwayatkan oleh Muslim no.2588, At-Tirmidzi no.2029, dan ia berkata; “Hadits ini Hasan Shohih”, Ad-Darimi I/396, Ahmad II/386).

Namun sebaliknya, bersikap sombong dan merasa bangga diri akan membinasakan pelakunya dan merendahkan martabatnya di hadapan Allah n manusia.

» Hal ini berdasarkan hadits yg diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda (yg artinya) :
“Ada tiga perkara yg membinasakan dan tiga perkara yg menyelamatkan. Adapun tiga perkara yg membinasakan (pelakunya) ialah;

1. Sifat kikir yg sangat yg selalu ditaati,

2. Hawa nafsu yg selalu diikuti,

3. Dan seseorang yg merasa bangga diri.

Sedangkan tiga perkara yg menyelamatkan (pelakunya) ialah;

1. Bertakwa kpd Allah di waktu sepi maupun ramai,

2. Mengatakan yg haq dlm keadaan ridho maupun benci,

3. Dan bersikap sederhana ketika kaya maupun miskin.” (Hadits ini derajatnya Hasan sbgmn dinyatakan oleh Al-Mundziri di dlm At-Targhib wa At-Tarhib I/162, dan syaikh Al-Albani di dlm Silsilatu Al-Ahaadiits Ash-Shohiihah no.1802).

Nasehat Mu’adz Bin Jabal

Ust. Badrusalam Lc

Mu’adz bin Jabal radliyallahu ‘anhu berkata:
“Wahai bangsa Arab..
Bagaimana sikap kalian terhadap tiga:
Dunia yang memutuskan leher kalian..
Kesalahan ulama..
Dan jidal munafiq dengan menggunakan Al Qur’an..

Merekapun diam.
Beliau berkata:
“Adapun ulama..
Jika ia di atas hidayah..
Maka jangan kalian taqlid kepadanya dalam agama kalian..
Jika ia salah..
Jangan kalian putuskan hubungan dengannya..
Karena seorang mukmin terkadang terfitnah..
Kemudian ia bertaubat..

adapun Al Qur’an..
Ia memiliki tanda bagaikan tanda jalan..
Tidak tersembunyi pada siapapun..
Apa yang kalian ketahui ilmunya..
Jangan mempertanyakannya..
Dan apa yang kalian merasa ragu padanya..
Maka serahkan kepada ‘alimnya..

Adapun dunia..
Siapa yang Allah berikan kekayaan dalam hatinya..
Sungguh ia beruntung..
Dan siapa yang tidak diberikan..
Maka dunia tidak bermanfaat untuknya..

(Shahih jami’ bayanil ‘ilmi wa fadlihi hal 390).