Category Archives: BBG Kajian

Do’a Masuk Masjid

Ust. Abu Riyadl Lc

Kalo hari ini mau masuk masjid jangan lupa baca doa ini.. Biasanya banyak yg ikut mendengarkan pengajian..
Sebagai berikut doanya:
(( أَعُوْذُ بِااللهِ الْعَظِيْمِ, وَبِوَجْهِهِ اْلكَرِيْمِ, مِنَ الشَّيْطاَن ِالرَّجِيْمِ, وَسُلْطَانِهِ الَْقَدِيْمِ, مِنَ الشَّيْطاَنِ الَّرجِيْمِ ))

“Aku berlindung kepada Allah yang maha Agung, dan dengan wajah-Nya yang mulia dari syaitan yang terkutuk, dan dengan kekuasaanya yang tidak ada permulaannya dari syaitan yang terkutuk.

Manfaat doa ini adalah:

قاَلَ (( فَإِذاَ قُلْتَ ذَالِكَ, قَالَ الشَّيْطَانُ: حُفِظَ مِنِّيْ سَائِرَ الْيَوْمِ)) (رواه أبو داود وصححه الألباني).

Rasulullah bersabda: Apabila engkau mengatakan ini, maka syaitan berkata: dia terjaga dariku sehari penuh.” (HR. Abu Dawud, dishahihkan oleh Syaikh Al-Albani).

Semoga hal yg ringan ini dapat menambah isi memopad antum dan bisa diamalkan..:)
بَارَكَ اللَّهُ فِيْك

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Keutamaan Tawadhu’ Dan Bahaya Sikap Bangga Diri Dan Cinta Kepemimpinan

Ust. Muhammad Wasitho Abu Fawaz

Diantara adab yg paling mulia bagi seorang ulama dan penuntut ilmu adalah bersikap tawadhu’ (rendah hati) dan tidak merasa bangga diri dengan ilmunya, serta tidak berambisi meraih kepemimpinan.

Dengan bersikap tawadhu’, seorang hamba akan ditinggikan kedudukannya oleh Allah ta’ala.

» Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam:
(Maa Naqoshot Shodaqotun Min Maalin, wa Maa Zaadallaahu ‘Abdan Bi ‘Afwin illaa ‘Izzan, wa Maa Tawaadho’a Ahadun Lillaahi illaa Rofa’ahullahu)

Artinya: “Sedekah itu tidak akan mengurangi harta. Dan tidaklah Allah menambahkan kpd seorang hamba dengan sebab (suka) memaafkan (kesalahan orang lain) melainkan kemuliaan. Dan tidaklah seorang hamba bersikap tawadhu’ karena Allah melainkan Allah akan meninggikan derajatnya.”. (Diriwayatkan oleh Muslim no.2588, At-Tirmidzi no.2029, dan ia berkata; “Hadits ini Hasan Shohih”, Ad-Darimi I/396, Ahmad II/386).

Namun sebaliknya, bersikap sombong dan merasa bangga diri akan membinasakan pelakunya dan merendahkan martabatnya di hadapan Allah n manusia.

» Hal ini berdasarkan hadits yg diriwayatkan dari Anas bin Malik radhiyallahu anhu, ia berkata: Rasulullah shallallahu alaihi wasallam bersabda (yg artinya) :
“Ada tiga perkara yg membinasakan dan tiga perkara yg menyelamatkan. Adapun tiga perkara yg membinasakan (pelakunya) ialah;

1. Sifat kikir yg sangat yg selalu ditaati,

2. Hawa nafsu yg selalu diikuti,

3. Dan seseorang yg merasa bangga diri.

Sedangkan tiga perkara yg menyelamatkan (pelakunya) ialah;

1. Bertakwa kpd Allah di waktu sepi maupun ramai,

2. Mengatakan yg haq dlm keadaan ridho maupun benci,

3. Dan bersikap sederhana ketika kaya maupun miskin.” (Hadits ini derajatnya Hasan sbgmn dinyatakan oleh Al-Mundziri di dlm At-Targhib wa At-Tarhib I/162, dan syaikh Al-Albani di dlm Silsilatu Al-Ahaadiits Ash-Shohiihah no.1802).

Nasehat Mu’adz Bin Jabal

Ust. Badrusalam Lc

Mu’adz bin Jabal radliyallahu ‘anhu berkata:
“Wahai bangsa Arab..
Bagaimana sikap kalian terhadap tiga:
Dunia yang memutuskan leher kalian..
Kesalahan ulama..
Dan jidal munafiq dengan menggunakan Al Qur’an..

Merekapun diam.
Beliau berkata:
“Adapun ulama..
Jika ia di atas hidayah..
Maka jangan kalian taqlid kepadanya dalam agama kalian..
Jika ia salah..
Jangan kalian putuskan hubungan dengannya..
Karena seorang mukmin terkadang terfitnah..
Kemudian ia bertaubat..

adapun Al Qur’an..
Ia memiliki tanda bagaikan tanda jalan..
Tidak tersembunyi pada siapapun..
Apa yang kalian ketahui ilmunya..
Jangan mempertanyakannya..
Dan apa yang kalian merasa ragu padanya..
Maka serahkan kepada ‘alimnya..

Adapun dunia..
Siapa yang Allah berikan kekayaan dalam hatinya..
Sungguh ia beruntung..
Dan siapa yang tidak diberikan..
Maka dunia tidak bermanfaat untuknya..

(Shahih jami’ bayanil ‘ilmi wa fadlihi hal 390).

Ciri-Ciri Istri Shalihah/Idaman

Ust. Abu Riyadl Lc

1. Ketika dipandang, dia akan membuat suami bahagia, nyaman dan menentramkan jiwa. Dari dandanannya menarik maupun wajahnya yg selalu ceria..

2. Ketika suami memerintahkannya pada suatu hal yg diperbolehkan Agama, maka dia mentaatinya.

3. Ketika suami pergi dan dia tidak bersamanya, maka dia akan menjaga dirinya untuk sang suami dan juga menjaga apa-apa yang suami miliki; harta, anak, dan lain-lain.

خير النِّسَاء امْرَأَة نظرت إِلَيْهَا سرتك وَإِذا أَمَرتهَا أَطَاعَتك وَإِذا غبت عَنْهَا حفظتك فِي نَفسهَا وَمَالك

Artinya : “Sebaik-baik wanita (istri) adalah yang ketika engkau memandangnya akan membuatmu bahagia. dan jika diperintah, dia akan mentaatimu. dan jika engkau tidak bersamanya(kamu sedang pergi) maka dia akan menjagamu dalam dirinya dan menjaga apa-apa yang engkau miliki.” (HR. An Nasa’i, Abu Daud, Ahmad dan dihasankan oleh Albani dalam silsilah 4/ 453)

Jika seorang istri bisa menjaga 3 hal tersebut maka..Seorang suami akan mendapatkan ketenangan hati dan fikiran ketika pergi bekerja..

Hasrat untuk lirak lirik akan berkurang bahkan mungkin jadi tiada..

Ada rasa kangen setiap saat untuk pulang kerumah menemui istrinya yg tercinta..

Kata kata manis dan cinta akan gampang keluar dari lisan suami..

Masalah rumah tangga akan berkurang mungkin nyaris tiada..

Anak anak akan meniru gaya ibunya yg sholihah dalam berbakti kepada ortunya..

Catatan: bagi setiap pasutri hendaknya lebih cenderung mengkoreksi dari masing masing katimbang mengkoreksi pasangannya.. Karena dg ini tidak akan terjadi saling tuding dalam perbaikan diri..

Akhir kata:

Semoga bahtera rumah tangga akan langgeng dg NAHKODA seorang laki laki yg mampu mengarahkan perahunya menuju ridho Allah Ta’ala..
آمــين ​اَللّهُمَّ آمــين

www.abu-riyadl.blogspot.com

Bid’ah Hasanah

Ust. Badrusalam Lc

Kata kiyai ada bid’ah hasanah..
Jadi tidak semua bid’ah sesat..
Kata kiyai..
kiyai atau ulama bukan Nabi..
Semuanya boleh diterima atau ditolak perkatannya..
Kecuali Nabi..

Bid’ah hasanah.. Berarti bid’ah yang baik..
Bila kebaikan itu menurut pandangan kita..
Maka semua orang yang berbuat bid’ah pasti memandang baik perbuatannya..
Ahmadiyah memandang baik bid’ahnya….
Kaum Syi’ah memandang baik bid’ahnya…

Lia Eden pun sama..

Bahkan Fir’aun pun memandang dirinya di atas kebaikan.
Dengarkan Firman Rabbuna:
قال فرعون ما أريكم إلا ما أري وما أهديكم إلا سبيل الرشاد
“Berkata Fir’aun, “Aku tidak memandang untukmu kecuali yang aku pandang baik. Dan aku tidak membimbing kalian kecuali kepada jalan yang lurus.” (Ghafir: 29).

Tahukah anda..
Memandang baik itu sama dengan mensyari’atkan..
Camkan baik-baik perkataan imam Asy Syafi’I, “Siapa yang menganggap baik maka ia telah membuat syari’at.”
Padahal hak membuat syari’at adalah hak tunggal bagi Allah semata..

Oleh karena itu..
Allah mengecam orang-orang yang membuat syari’at..

أم لهم شركاء شرعوا لهم من الدين ما لم يأذن به الله

“Apakah mereka mempunyai sekutu-sekutu yang membuat syari’at untuk mereka dengan sesuatu yang tidak diizinkan oleh Allah?”
Asy-syuura 21

Abdullah bin Umar berkata, “Semua bid’ah sesat walaupun dipandang baik oleh manusia.”

Zhann – Prasangka

Ust. Fuad Hamzah Baraba’ Lc

Rasulullah pernah bersabda,
 
”إياكم والظن فإن الظن أكذب الحديث”

”Jauhilah olehmu berprasangka, karena prasangka adalah perkataan yang paling dusta.”
(Muttafaqun ‘alaihi).

Sufyan ats-Tsauri -rahimahullah- pernah mengatakan: “Prasangka (zhann) ada dua macam: Чαπƍ berdosa dan tidak berdosa.

Prasangka Чαπƍ berdosa yaitu ketika seseorang memiliki dugaan Kemudian ia mengucapkannya.

Sedangkan Чαπƍ tidak berdosa yaitu ketika seseorang mempunyai dugaan namun ia tidak mengungkapkannya.
– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Nasihat

Ust. Abu Riyadl Lc

Ibnul Jauzi rahimahullah berkata: “Kadang-kadang manusia itu sehat, tetapi dia tidak ada waktu longgar, karena kesibukannya dengan penghidupan.
Dan kadang-kadang manusia itu cukup longgar, tetapi dia tidak sehat. Maka jika keduanya terkumpul, lalu dia dikalahkan oleh kemalasan melakukan kataatan, maka dia adalah orang yang tertipu.

Kesempurnaan itu adalah bahwa dunia merupakan ladang akhirat, di dunia ini terdapat perdagangan yang keuntungannya akan nampak di akhirat. Barangsiapa menggunakan waktu luangnya dan kesehatannya untuk ketaatan kepada Allah, maka dia adalah orang yang pantas diirikan. Dan barangsiapa menggunakan keduanya di dalam maksiat kepada Allah, maka dia adalah orang yang tertipu. Karena waktu luang akan diikuti oleh kesibukan, dan kesehatan akan diikuti oleh sakit.

Imam Al Hakim meriwayatkan dari Abdullah bin Abbas berkata: bahwa Nabi Shallallâhu ‘Alaihi Wasallam bersabda menasihati seorang laki-laki :

اِغْتَنِمْ خَمْسًا قَبْلَ خَمْسٍ , شَبَابَكَ قَبْلَ هَرَمِكَ , وَصِحَّتِكَ قَبْلَ سَقْمِكَ , وَغِنَاكَ قَبْلَ فَقْرِكَ , وَفَرَاغَكَ قَبْلَ شُغْلِكَ , وَحَيَاتَكَ قَبْلَ مَوْتِكَ

Ambillah kesempatan lima (keadaan) sebelum lima (keadaan). (Yaiutu) mudamu sebelum pikunmu, kesehatanmu sebelum sakitmu, cukupmu sebelum fakirmu, longgarmu sebelum sibukmu, kehidupanmu sebelum matimu. [HR Al Hakim di dalam Al Mustadrak; dishahihkan oleh Syaikh Al Albani di dalam Shahih At Targhib wat Targhib 3/311

Adakah diantara kita yg terhinngapi kemalasan ?..

Beberapa Hal Mengenai Hukum Waris Islam

Ust. Abu Riyadl Lc

” Tidak saling mewarisi orang yg beda agama”

” Pembunuh si mayit tidak dapat warisan dari orang yg dibunuh”

“Mantan istri yg telah dicerai dan telah habis masa idahnya maka tidak saling mewarisi dg mantan suaminya”

“Mantan istri yg telah dicerai ke 3x maka tidak saling mewarisi dg mantan suaminya walaupun masih dalam iddah”

Sekian..

Waallahu a’lam bishowab.

Refensi:
1. Ar Rohabiyyah imam rohaby assyafii
2. Tahqiqoot almardhiyyah karya syaikh sholeh fauzan
Alfaroidh karya abduk karim allahim
3. Al faroidh karya ibnu ustaimin
4. Almabahits fi ilmil mawaris karya musthofa hasan
5. Al faroidh muqorro wizaroh ta’lim KSA.
بَارَكَ اللَّهُ فِيْك
Www.abu-riyadl.blogspot.com
Www.mahadulquran-boyolali.com

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Shalat Pakai Sandal

Imam Abu Dawud dan Al Hakim meriwayatkan dari Syaddaad bin Aus bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam bersabda:
خالفوا اليهود فإنهم لا يصلون في نعالهم ولا خفافهم
“Selisihilah Yahudi, karena mereka sholat tidak menggunakan sendal tidak juga khuff.”

Pernah sholat pake sendal??
Risih ya..
Padahal itu sunnah..
Mungkin di zaman ini..
Masjid masjid beralaskan karpet..
Bila sholat pake sendal..
Bisa kotor karpetnya..
Sedangkan mengotori masjid tidak boleh..
Tapi di rumah kan bisa..
Coba deh..
Sunnah Nabi yuk hidupkan..

 Ditulis oleh Ustadz Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Bolehnya Memegang Mushaf Ketika Berhadats

Oleh : Ust. Badrusalam Lc حفظه الله تعالى

Dari Abdullah bin Abi Bakr, bahwa dalam surat yang ditulis oleh Rasulullah shallallahu ‘alaihi wasallam kepada Amru bin Hazm: “Janganlah memegang Al Qur’an kecuali orang suci.” HR Malik secara mursal, dan disambung oleh An Nasai dan ibnu Hibban, dan ia ma’lul.

Derajat hadits:
Hadits ini dishahihkan oleh Syaikh Al Bani dalam shahih jami’ ash shaghier no 13738.

Fawaid hadits:
1. Hadits ini dijadikan dalil tidak boleh orang yang berhadats memegang al qur’an, terutama wanita haidl dan junub.

Namun kata: “suci” mempunyai banyak makna:
A. Suci dari najis.
B. Suci dari hadats besar.
C. Suci dari hadats kecil.
D. Seorang muslim juga suci, sebagaimana disebutkan dalam hadits: “Sesungguhnya muslim itu tidak najis.”
Dan makna makna ini tidak diketahui mana yang dimaksud dari hadits di atas.

Kaidah mengatakan: “Sebuah dalil bila mempunyai beberapa makna yang sama kuatnya, maka ia gugur menjadi dalil.”

Dan tidak ada satupun hadits yang shahih dan sharih yang melarang wanita haidl dan junub untuk memegang mushhaf.

Kesimpulannya bahwa boleh memegang mushaf bagi orang yang berhadat kecil maupun besar, karena tidak adanya dalil yang melarang.

Wallahu a’lam