Category Archives: Rochmad Supriyadi

Silaturahmi

Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc, حفظه الله تعالى

SILATURAHMI

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Agama islam memiliki tujuan membangun masyarakat islami yang saling kasih sayang, merahmati diantara mereka, cinta kebaikan, berbagi sesama, menjalin kebersamaan dan ukhuwah, bahu membahu dalam kebaikan dan ketakwaan serta menjaga tali silaturahmi.

Sebagai mana islam juga mengajarkan untuk menguatkan tali persaudaraan dan kekeluargaan, dan menjadikan silaturahmi sebagai pondasi yang wajib di jaga diantara mereka.

Allah Ta`ala telah perintahkan kepada umat manusia agar menjaga tali silaturahmi semenjak zaman dahulu kala, dan dianjurkan pula dalam syariat islam agar menyambung silaturahmi.

Allah Ta`ala berfirman, “Dan (ingatlah), ketika Kami mengambil janji dari Bani Israil (yaitu): Janganlah kamu menyembah selain Allah, dan berbuat kebaikanlah kepada ibu bapa, kaum kerabat, anak-anak yatim, dan orang-orang miskin, serta ucapkanlah kata-kata yang baik kepada manusia, dirikanlah shalat dan tunaikanlah zakat. Kemudian kamu tidak memenuhi janji itu, kecuali sebahagian kecil daripada kamu, dan kamu selalu berpaling “. (QS. Al Baqarah 83).

Tali silaturahmi terwujud lantaran benih pasangan suami istri yang disana pula terdapat anjuran agar saling kasih sayang.

Allah Ta`ala berfirman, “Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan kamu dari tanah, kemudian tiba-tiba kamu (menjadi) manusia yang berkembang biak. Dan di antara tanda-tanda kekuasaan-Nya ialah Dia menciptakan untukmu isteri-isteri dari jenismu sendiri, supaya kamu cenderung dan merasa tenteram kepadanya, dan dijadikan-Nya diantaramu rasa kasih dan sayang. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat tanda-tanda bagi kaum yang berfikir.” (QS Ar Rum 20~21).

Aly bin Abi Thalib radhiyallahu`anhu berkata, “Mereka itulah keluarga kalian, kepada mereka engkau menyambung dan menjadi banyak Mereka adalah kekuatan disaat engkau lemah”

Amar Ma’ruf Nahi Munkar

Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc, حفظه الله تعالى

Alhamdulilah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Sesungguhnya kemungkaran jika sering melintas di hati, terpandang di mata, niscaya akan tercabut cahaya hati, dan tertutup pintu hidayah pada nya.

Sementara manusia tatkala mengarungi kehidupan duniawi, senantiasa akan menjumpai banyak godaan dan ajakan untuk berbuat keburukan, sehingga disana sangat dibutuhkan uluran tangan agar seseorang selamat dari keterpurukan dan ketergelinciran dan tidak menjadi tawanan syaitan.

Puncak kebaikan adalah seseorang berbuat ketaatan serta mengajak sekitarnya agar turut menjalankan ketaatan.

Sesungguhnya amar makruf nahi munkar merupakan pondasi agama islam yang paling utama dan mulia, sehingga sifat sempurna ini ada dalam jiwa nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam agar menjadi teladan bagi umat nya.

Allah Ta`ala berfirman, ” (Yaitu) orang-orang yang mengikut Rasul, Nabi yang ummi yang (namanya) mereka dapati tertulis di dalam Taurat dan Injil yang ada di sisi mereka, yang menyuruh mereka mengerjakan yang ma’ruf dan melarang mereka dari mengerjakan yang mungkar dan menghalalkan bagi mereka segala yang baik dan mengharamkan bagi mereka segala yang buruk dan membuang dari mereka beban-beban dan belenggu-belenggu yang ada pada mereka. Maka orang-orang yang beriman kepadanya. memuliakannya, menolongnya dan mengikuti cahaya yang terang yang diturunkan kepadanya (Al Quran), mereka itulah orang-orang yang beruntung “. (QS.Al A`raf 157).

Umat ini diberikan limpahan ampunan dan keselamatan dikarenakan menjalankan ibadah mulia ini.

Allah Ta`ala berfirman, “Kamu adalah umat yang terbaik yang dilahirkan untuk manusia, menyuruh kepada yang ma’ruf, dan mencegah dari yang munkar, dan beriman kepada Allah. Sekiranya Ahli Kitab beriman, tentulah itu lebih baik bagi mereka, di antara mereka ada yang beriman, dan kebanyakan mereka adalah orang-orang yang fasik “. (QS Al Imran 110).
……….

Keadaan Hari Kiamat

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Manusia dalam mengarungi dunia yang fana ini penuh dengan kelalaian, panjang angan~angan dan cita~cita mereka, maka seyogyanya untuk diingatkan bahwa kehidupan yang hakiki adalah kehidupan akhirat, tatkala manusia dibangkitkan dari kubur mereka untuk menerima balasan yang penuh keadilan tanpa ada kedzaliman.

Allah Ta`ala berfirman, “Semua yang ada di bumi itu akan binasa. Dan tetap kekal Dzat Tuhanmu yang mempunyai kebesaran dan kemuliaan. Maka nikmat Tuhan kamu yang manakah yang kamu dustakan? ” (QS. Ar~Rahman 26~28).

Ketika manusia dibangkitkan, maka pertama kali yang dibangkitkan dan dibukakan kuburnya adalah nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam, dan hari itu manusia bangkit dalam keadaan :
* tidak berpakaian,
* tidak beralas kaki, dan
* tidak berkhitan,
sebagaimana mereka lahir dahulu kala.

Allah Ta`ala berfirman, “(Yaitu) pada hari Kami gulung langit sebagai mana menggulung lembaran-lembaran kertas. Sebagaimana Kami telah memulai panciptaan pertama begitulah Kami akan mengulanginya. Itulah suatu janji yang pasti Kami tepati; sesungguhnya Kamilah yang akan melaksanakannya.” (QS. Al Anbiya` 104).

Pertama kali yang diberikan pakaian adalah Nabi Ibrahim ‘alaihis salam, dan orang~orang sholeh diberikan pakaian kemuliaan, adapun orang~orang durhaka diberikan pakaian dari api.

Manusia dikumpulkan di padang mahsyar yaitu tanah putih yang rata yang tidak pernah dilakukan disana kemaksiatan dan pertumpahan darah, bahkan kesalahan, tidak pernah seorang menjumpai keadaan yang semisal itu.

Allah Ta`ala berfirman, “Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat. Hari kiamat itu adalah suatu hari yang semua manusia dikumpulkan untuk (menghadapi)nya, dan hari itu adalah suatu hari yang disaksikan (oleh segala makhluk).
Dan Kami tiadalah mengundurkannya, melainkan sampai waktu yang tertentu……

Hari Akhir

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Iman kepada hari akhir merupakan pondasi iman yang telah di serukan oleh para nabi dan rasul, mereka menyampaikan kepada umat nya akan kejadian-kejadian hari kiamat, kabar gembira tentang surga dan ancaman dari neraka.

Dan Allah Ta`ala firmankan di awal surat Al Qur`an tentang sifat orang yang bertakwa, “Kitab (Al Quran) ini tidak ada keraguan padanya; petunjuk bagi mereka yang bertakwa. (yaitu) mereka yang beriman kepada yang ghaib.” (QS Al Baqarah 2~3).

Allah Ta`ala berfirman, “Dan Allah menumbuhkan kamu dari tanah dengan sebaik-baiknya. kemudian Dia mengembalikan kamu ke dalam tanah dan mengeluarkan kamu (daripadanya pada hari kiamat) dengans sebenar-benarnya.” (QS. Nuh 17~18).

Kehidupan dunia merupakan kehidupan yang sementara lagi fana, dan setiap yang bernyawa akan mati dan binasa.

Allah Ta`ala berfirman, “Tiap-tiap sesuatu pasti binasa, kecuali Allah. Bagi-Nya-lah segala penentuan, dan hanya kepada-Nya-lah kamu dikembalikan.’ (QS Al Qosos 88).

Setelah kematian maka manusia akan dibangkitkan dari kubur dan dikumpulkan di padang mahsyar serta akan menghadap dihadapan Allah Ta`ala kemudian di hisab amalan nya, dan setelah itu hanyalah ada dua pilihan, antara surga dan neraka.

Setiap nabi dan rasul telah memberikan peringatan kepada umatnya tentang keberadaan hari kiamat.

Allah Ta`ala berfirman, “Dan berilah mereka peringatan tentang hari penyesalan, (yaitu) ketika segala perkara telah diputus. Dan mereka dalam kelalaian dan mereka tidak (pula) beriman. Sesungguhnya Kami mewarisi bumi dan semua orang-orang yang ada di atasnya, dan hanya kepada Kamilah mereka dikembalikan.” (QS Maryam 39~40).

Allah Ta`ala berfirman, “Dan begitulah azab Tuhanmu, apabila Dia mengazab penduduk negeri-negeri yang berbuat zalim. Sesungguhnya azab-Nya itu adalah sangat pedih lagi keras. Sesungguhnya pada yang demikian itu benar-benar terdapat pelajaran bagi orang-orang yang takut kepada azab akhirat…

Para Nabi Dan Para Rosul

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Allah Ta`ala telah mengutus para nabi dan rasul pada setiap umat dan kaum agar memberikan petunjuk hidayah hingga mengentaskan mereka dari kesesatan menuju jalan keselamatan, kebahagiaan, dan jalan kebenaran.

Tiada jalan yang dapat menghantarkan kepada keselamatan melainkan hanya dengan cara mengikuti petunjuk para nabi dan rasul serta mengimani mereka.

Allah Ta`ala telah menyebutkan di dalam Al Qur`an dua puluh lima nabi dan rasul.

Dan disebutkan dalam As Sunnah, berkata abu Dzar Al Ghifari, ia bertanya kepada nabi sallallahu alaihi wa sallam, Wahai Rasulullah, berapakah jumlah para rasul?, maka Nabi sallallahu alaihi wa sallam menjawab, ” Tiga ratus sekian belas rasul, jumlah yang amat banyak “.(HR. Ahmad).

Para nabi dan rasul merupakan manusia yang paling baik hatinya, amal perbuatannya, akhlaknya, paling banyak ilmunya, paling santun tingkah laku nya dan paling sempurna ibadah nya.

Allah Ta`ala berfirman mensifati akhlak para nabi, ” Hai Yahya, ambillah Al Kitab (Taurat) itu dengan sungguh-sungguh. Dan kami berikan kepadanya hikmah selagi ia masih kanak-kanak. Dan rasa belas kasihan yang mendalam dari sisi Kami dan kesucian (dan dosa). Dan ia adalah seorang yang bertakwa. Dan seorang yang berbakti kepada kedua orang tuanya, dan bukanlah ia orang yang sombong lagi durhaka. Kesejahteraan atas dirinya pada hari ia dilahirkan dan pada hari ia meninggal dan pada hari ia dibangkitkan hidup kembali “. (QS. Maryam 12~15).

Allah Ta`ala berfirman, “Berkata Isa: “Sesungguhnya aku ini hamba Allah, Dia memberiku Al Kitab (Injil) dan Dia menjadikan aku seorang nabi. Dan Dia menjadikan aku seorang yang diberkati di mana saja aku berada, dan Dia memerintahkan kepadaku (mendirikan) shalat dan (menunaikan) zakat selama aku hidup. Dan berbakti kepada ibuku, dan Dia tidak menjadikan aku seorang yang sombong lagi celaka…….

Akidah Seorang Muslim

Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc, حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Sesungguhnya agama islam merupakan ajaran yang sempurna yang mengandung aneka maslahat bagi para manusia baik dalam urusan ibadat, muamalat, dan bermasyarakat, serta menjauhkan dari berbagai ancaman keburukan keyakinan, perbuatan.

Dahulu di masa kaum kafir Quraish di jumpai orang-orang yang rajin mengerjakan ibadah, menyambung tali silaturahmi, memuliakan para tamu, berdo’a tatkala ditimpa musibah, akan tetapi mereka menjadikan kuburan-kuburan orang yang dianggap salih untuk di jadikan perantara antara dirinya dengan Allah Ta`ala, meminta syafaat kepada mereka, menyembelih sembelihan di sisinya serta memanjatkan doa melalui perantara mereka.

Maka Allah Ta`ala mengutus nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam untuk memurnikan agama ibrahim sehingga menjadi ajaran yang lurus, mengajarkan bahwa ibadah merupakan murni hak Allah semata dan tiada sekutu bagi Nya.

Diajarkan bahwa beristighotsah kepada makhluk merupakan perbuatan syirik, dikarenakan meminta bantuan dalam perkara yang diluar kemampuan mereka, karena kuburan merupakan tempat peristirahatan bagi mereka yang didalam nya hanya terdapat dua keadaan, mendapatkan nikmat atau merasakan adzab.

Allah Ta`ala berfirman,” Katakanlah: “Segala puji bagi Allah dan kesejahteraan atas hamba-hamba-Nya yang dipilih-Nya. Apakah Allah yang lebih baik, ataukah apa yang mereka persekutukan dengan Dia?”. Atau siapakah yang telah menciptakan langit dan bumi dan yang menurunkan air untukmu dari langit, lalu Kami tumbuhkan dengan air itu kebun-kebun yang berpemandangan indah, yang kamu sekali-kali tidak mampu menumbuhkan pohon-pohonnya? Apakah disamping Allah ada tuhan (yang lain)? Bahkan (sebenarnya) mereka adalah orang-orang yang menyimpang (dari kebenaran). Atau siapakah yang telah menjadikan bumi sebagai tempat berdiam, dan yang menjadikan sungai-sungai di celah-celahnya,………

Tauhid Peng-Esa-an Allah

Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc, حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Dahulu manusia merupakan umat yang satu di atas al hak yaitu agama fitrah, islam yang lurus. Dengan berlalunya waktu terjadi perubahan dan muncul kesyirikan sehingga menyelewengkan peribadatan kepada selain Allah Ta`ala, hingga manusia bercerai berai dan berselisih di atas agama mereka.

Allah Ta`ala mengutus nabi Muhammad shallallahu ‘alaihi wa sallam sebagai penerang dan pembawa cahaya di atas kegelapan dan kejahiliahan, mengembalikan kepada agama yang lurus milah ibrahim yang suci.

Allah Ta`ala berfirman, “Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku’ dan sujud.” (QS. Al Hajj 26).

Allah Ta`ala berfirman, “Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala.” (QS. Ibrahim 35).

Allah Ta`ala berfirman, “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam.” Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya.” (QS. Al Baqarah 132~133).

Allah Ta`ala berfirman, “Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun……..”

Al Qur’an Al Adhim

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Allah Ta`ala telah mengutus Nabi Muhammad shallallahu alaihi wa sallam dengan membawa Al~Qur`an yang di jadikan hujjah bagi seluruh umat manusia.
Sehingga orang-orang arab yang ahli dalam bahasa arab mengakui bahwa Al~Qur`an merupakan mukjizat yang di berikan Allah Ta`ala.

Berkata Al~Walid Ibnul Mughiroh, ” Sungguh demi Allah, didalam bacaan Al Qur`an terdapat rasa manis lagi menenangkan jiwa, menentramkan hati, alangkah indahnya apa yang di lantunkan oleh Nabi ini “.

Al~Qur`an merupakan cahaya yang menerangi kegelapan, memberikan hidayah bagi kesesatan, obat bagi jiwa yang sakit, menghidupkan hati yang mati, barang siapa yang berpegang teguh dengan nya pasti akan mendapatkan penjagaan, barang siapa yang berkata dengan nya pasti akan benar, dan barang siapa yang berhukum dengan nya akan adil, akan menuntun kedalam jalan yang lurus.

Allah Ta`ala mengkisahkan para jin yang mendengarkan bacaan Al Qur`an, “Katakanlah (hai Muhammad): “Telah diwahyukan kepadamu bahwasanya: telah mendengarkan sekumpulan jin (akan Al Quran), lalu mereka berkata: Sesungguhnya kami telah mendengarkan Al Quran yang menakjubkan. (yang) memberi petunjuk kapada jalan yang benar, lalu kami beriman kepadanya. Dan kami sekali-kali tidak akan mempersekutukan seseorangpun dengan Tuhan kami “. (QS Al Jinn 1~2).

Membaca Al Qur`an dan mentadaburi isi dan kandungan didalamnya serta mengamalkan nya akan memberikan pencerahan dan kemuliaan.

Abu Dzar radhiyallahu`anhu berkata, “Wahai Rasulullah, berikan wasiat kepada kami, maka Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Hendaknya engkau memperbanyak membaca Al Qur`an, sesungguhnya Al Qur`an merupakan cahaya bagimu dimuka bumi dan simpanan pahala untukmu di langit “. (HR. Ibnu Hibban).

Sebaik baik manusia adalah seorang yang membaca Al Qur`an dan mengajarkan nya, sebagai mana yang dilakukan oleh Abu Abdurrahman As~Sulamy ………

Iman Kepada Malaikat

Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc, حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Iman kepada malaikat merupakan pokok dasar akidah seorang muslim, tidak akan sempurna iman kecuali dengan iman kepada nya. Malaikat merupakan ciptaan Allah yang wajib di imani baik secara global dan terperinci sebagai mana disebutkan dalam Al Qur`an & As Sunnah.

Allah Ta`ala menciptakan malaikat dari cahaya yang mampu merubah wujud sesuai kehendak Allah dan memiliki tugas tugas dan senantiasa taat & beribadah kepada Allah serta tidak pernah berbuat maksiat.

Jibril merupakan malaikat yang paling utama, yang memiliki enam ratus sayap, setiap sayap memenuhi langit & bumi.

Allah Ta`ala berfirman,” (Jibril) yang sangat kuat. Yang mempunyai akal yang cerdas; & (Jibril itu) menampakkan diri dengan rupa yang asli. Sedang dia berada di ufuk yang tinggi “.(QS An Najm 5~7)

Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Aku telah melihat jibril dalam wujud aslinya, ia memiliki 600 sayap”.(HR. Ahmad)

Malaikat memiliki tugas tugas dalam ibadah, diantaranya diberikan amanah wahyu, menurunkan hujan, meniupkan arwah pada janin, mencabut nyawa, menjaga surga & neraka, menjaga gunung, daratan, lautan, menjaga manusia, peniup sangkakala, membangkitkan manusia dari alam kubur, berdiri bertasbih untuk Allah, rukuk, sujud dihadapan Allah & sebagai nya.

Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Langit mengeluarkan suara rintihan, & sepantasnya untuk merintih, tidaklah didapatkan sejauh empat jemari melainkan disana terdapat malaikat sujud kepada Allah “.(HR. Ahmad)

Nabi sallallahu alaihi wa sallam mengkhabarkan tentang baitul makmur yang berada di langit ketujuh,”Setiap hari didatangi olh para malaikat sejumlah 70.000 malaikat, jika telah masuk maka tidak pernah kembali lagi “.(HR. Bukhari & Muslim)

Malaikat mencintai orang yang soleh & perbuatan soleh, senantiasa mendoakan orang orang yang berbuat kebaikan & mengajarkan kebajikan, ….

Tauhid Pengesaan Allah

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Dahulu manusia merupakan umat yang satu di atas al hak yaitu agama fitrah, islam yang lurus. Dengan berlalunya waktu terjadi perubahan dan muncul kesyirikan sehingga menyelewengkan peribadatan kepada selain Allah Ta`ala, hingga manusia bercerai berai dan berselisih di atas agama mereka.

Allah Ta`ala mengutus nabi Muhammad sallallahu alaihi wa sallam sebagai penerang dan pembawa cahaya di atas kegelapan dan kejahiliahan, mengembalikan kepada agama yang lurus milah ibrahim yang suci.

Allah Ta`ala berfirman, ” Dan (ingatlah), ketika Kami memberikan tempat kepada Ibrahim di tempat Baitullah (dengan mengatakan): “Janganlah kamu memperserikatkan sesuatupun dengan Aku dan sucikanlah rumah-Ku ini bagi orang-orang yang thawaf, dan orang-orang yang beribadat dan orang-orang yang ruku’ dan sujud “.(QS. Al Hajj 26).

Allah Ta`ala berfirman, ” Dan (ingatlah), ketika Ibrahim berkata: “Ya Tuhanku, jadikanlah negeri ini (Mekah), negeri yang aman, dan jauhkanlah aku beserta anak cucuku daripada menyembah berhala-berhala. (QS. Ibrahim 35).

Allah Ta`ala berfirman, “Dan Ibrahim telah mewasiatkan ucapan itu kepada anak-anaknya, demikian pula Ya’qub. (Ibrahim berkata): “Hai anak-anakku! Sesungguhnya Allah telah memilih agama ini bagimu, maka janganlah kamu mati kecuali dalam memeluk agama Islam”. Adakah kamu hadir ketika Ya’qub kedatangan (tanda-tanda) maut, ketika ia berkata kepada anak-anaknya: “Apa yang kamu sembah sepeninggalku?” Mereka menjawab: “Kami akan menyembah Tuhanmu dan Tuhan nenek moyangmu, Ibrahim, Ismail dan Ishaq, (yaitu) Tuhan Yang Maha Esa dan kami hanya tunduk patuh kepada-Nya”. (QS. Al Baqarah 132~133).

Allah Ta`ala berfirman,” Katakanlah: “Hai Ahli Kitab, marilah (berpegang) kepada suatu kalimat (ketetapan) yang tidak ada perselisihan antara kami dan kamu, bahwa tidak kita sembah kecuali Allah dan tidak kita persekutukan Dia dengan sesuatupun……..