Category Archives: Rochmad Supriyadi

Amal Sholeh

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Amal sholeh merupakan suatu perniagaan yang menguntungkan dan bekal yang sangat berharga.

Allah Ta`ala berfirman, ” Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri “. (QS. Fathir 29~30).

Amal sholeh senantiasa akan mendatangkan kebahagiaan dan mengusir segala bentuk keburukan.

Allah Ta`ala berfirman, ” Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan “. (QS. An Nahl 96~97).

Amal sholeh merupakan bekal dan tabungan untuk hari esok di hari kiamat.

Allah Ta`ala berfirman, ” Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus (Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak (kedatangannya): pada hari itu mereka terpisah-pisah. Barangsiapa yang kafir maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu; dan barangsiapa yang beramal saleh maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan). Agar Allah memberi pahala kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar “. (QS. Ar Rum 43~45).

Amal sholeh merupakan bekal untuk menggapai surga dan ridho Allah Ta`ala.

Allah Ta`ala berfirman, ” Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya “. (QS. Al Bayyinah 7~8).

Amal sholeh dan hati yang bersih nan suci merupakan barometer bagi seorang hamba yang akan mendapatkan penilaian dari Allah Ta`ala dan mendapatkan pahala dan ganjaran.

Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, ” Sesungguhnya Allah Ta`ala tidak melihat pada tampilan dan harta kalian, akan tetapi melihat pada hati dan amalan amalan kalian “.

Amal sholeh merupakan pendamping bagi kita dan sebaik baik rekan yang senantiasa mengiringi kita setelah mati.

Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, ” Tatkala seseorang telah wafat maka akan menghantarkan jenazah nya adalah tiga bagian, dan dua akan kembali yaitu keluarnya dan hartanya dan yang akan tersisa mendampingi nya adalah satu, yaitu amalnya “.

Para salaf ditanya tentang siapa teman yang terbaik? Maka dijawab, ” Amal sholeh “.

Maka renungkanlah bagaimana teman pendamping kita di hari kiamat di hari yang penuh kegundahan, kesendirian di liang kubur, sebagai mana diriwayatkan oleh sahabat Baro` ibnu A`zib dalam hadits yang panjang, Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, ” Tatkala jasad seseorang diletakkan di liang kubur maka datanglah seorang yang wajah nya indah, pakaian nya indah dan seraya berkata, ” Berbahagia lah akan janji yang Allah janjikan kepada dirimu “. Maka ia berkata, siapa dirimu? Maka ia menjawab: Aku adalah amal sholeh mu “.

Di hari itu ia akan berbahagia dengan pendamping nya, diwaktu orang lain dalam keadaan merugi dan menyesal atas kelalaian yang telah diperbuat.

Amal seseorang tidak akan menjadi sholeh kecuali apabila ia ikhlas dan beramal sesuai petunjuk sunnah.

Sebagai mana firman Allah Ta`ala, “Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”. (QS. Al Kahfi 110).

Allah Ta`ala berfirman, ” Dia ~ Allah ~ Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun “. (QS. Al Mulk 2).

Berkata imam Fudhail ibnu Iyadh menafsirkan ayat ini, ” Yaitu yang paling ikhlas dan paling sesuai dengan tuntunan sunnah “.

Maka ditanya kenapa hal ini terjadi, maka dijawab, ” Karena suatu amal ibadah jikalau ia ikhlas tetapi tidak sesuai sunnah maka tidak akan diterima, dan sebaliknya, jikalau suatu amal ibadah seseorang telah sesuai sunnah akan tetapi tidak ikhlas maka tidak akan pula diterima, sehingga menjadi satu amal ibadah yang ikhlas dan sesuai dengan ajaran sunnah, ikhlas artinya berbuat sesuatu hanya berniat karena Allah Ta`ala semata, dan sesuai dengan sunnah yaitu mengikuti petunjuk yang telah diajarkan oleh Nabi sallallahu alaihi wa sallam “.

Semoga Allah Ta`ala menjadikan amalan kita menjadi amalan yang ikhlas karena Allah Ta`ala dan sesuai petunjuk Nabi sallallahu alaihi wa sallam.

Mengenal Allah

Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc, حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Sesungguhnya mengenal Allah beserta nama dan sifat-sifat nya yang termaktub didalam Al Kitab dan As Sunnah memiliki kedudukan yang sangat agung lagi tinggi dan muliya didalam ajaran agama islam, bahkan ini merupakan asas dan pondasi agama. 

Betapa muliya nya dan sempurna nya tatkala seorang hamba mengenal Sang Pencipta, Maha Kuasa, Maha Pengatur, Maha segala-gala nya, mengenal Nama-nama dan sifta-sifat nya Yang Maha Tinggi.

Tidak diragukan lagi bahwa hal ini adalah ilmu yang paling muliya, tujuan yang agung lagi suci, dikarenakan berkaitan dengan Dzat Yang Maha Muliya Allah Azza wa Jalla, maka mempelajari perkara ini adalah suatu ibadah yang agung, pondasi ajaran Nabi Ibrahim yang lurus, yang merupakan keyakinan seluruh para nabi dan rusul, dan mereka sepakat mendakwahkan nya sejak pertama hingga yang terakhir Nabi Muhammad Semoga Sholawat dan Salam tercurah pada mereka semua.   

Berkata Allamah Ibnul Qoyyim ,” Sesungguhnya dakwah para Rusul berkisar pada tiga pondasi, Mengenal Allah sebagai Dzat yang diseru melalui Nama dan Sifat Nya, Mengenal jalan yang mengantarkan kepada peribadatan yang lurus, semisal berdzikir, bersyukur, dan aneka ragam bentuk ibadah yang disertai sepenuh kecintaan dan ketundukan, serta mengenal alam yang kekal abadi hari pembalasan yaitu Da’rul Karomah yang penuh kenikmatan dan yang paling utama meraih keridhoan dan kenikmatan memandang Wajah Azza wa Jalla.                   

Dan Nabi kita Muhammad memiliki andil yang besar, memberikan penjelasan kepada umat akan Robb Sang Pencipta alam semesta, mengenalkan umat tentang Nama-nama dan Sifat-sifat Nya, hingga berbekas pada hati para hamba yang beriman, yang mampu mengeser segala bentuk keraguan, kenifakkan, hingga hati menjadi terang benderang.

Amal Sholeh

Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc, حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Amal sholeh merupakan suatu perniagaan yang menguntungkan dan bekal yang sangat berharga.

Allah Ta`ala berfirman, ” Sesungguhnya orang-orang yang selalu membaca kitab Allah dan mendirikan shalat dan menafkahkan sebahagian dari rezeki yang Kami anugerahkan kepada mereka dengan diam-diam dan terang-terangan, mereka itu mengharapkan perniagaan yang tidak akan merugi. Agar Allah menyempurnakan kepada mereka pahala mereka dan menambah kepada mereka dari karunia-Nya. Sesungguhnya Allah Maha Pengampun lagi Maha Mensyukuri “. (QS. Fathir 29~30).

Amal sholeh senantiasa akan mendatangkan kebahagiaan dan mengusir segala bentuk keburukan.

Allah Ta`ala berfirman, ” Apa yang di sisimu akan lenyap, dan apa yang ada di sisi Allah adalah kekal. Dan sesungguhnya Kami akan memberi balasan kepada orang-orang yang sabar dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan. Barangsiapa yang mengerjakan amal saleh, baik laki-laki maupun perempuan dalam keadaan beriman, maka sesungguhnya akan Kami berikan kepadanya kehidupan yang baik dan sesungguhnya akan Kami beri balasan kepada mereka dengan pahala yang lebih baik dari apa yang telah mereka kerjakan “. (QS. An Nahl 96~97).

Amal sholeh merupakan bekal dan tabungan untuk hari esok di hari kiamat.

Allah Ta`ala berfirman, “Oleh karena itu, hadapkanlah wajahmu kepada agama yang lurus (Islam) sebelum datang dari Allah suatu hari yang tidak dapat ditolak (kedatangannya): pada hari itu mereka terpisah-pisah. Barangsiapa yang kafir maka dia sendirilah yang menanggung (akibat) kekafirannya itu; dan barangsiapa yang beramal saleh maka untuk diri mereka sendirilah mereka menyiapkan (tempat yang menyenangkan). Agar Allah memberi pahala kepada orang-orang yang beriman dan beramal saleh dari karunia-Nya. Sesungguhnya Dia tidak menyukai orang-orang yang ingkar “. (QS. Ar Rum 43~45).

Amal sholeh merupakan bekal untuk menggapai surga dan ridho Allah Ta`ala.

Allah Ta`ala berfirman, ” Sesungguhnya orang-orang yang beriman dan mengerjakan amal saleh, mereka itu adalah sebaik-baik makhluk. Balasan mereka di sisi Tuhan mereka ialah surga ‘Adn yang mengalir di bawahnya sungai-sungai; mereka kekal di dalamnya selama-lamanya. Allah ridha terhadap mereka dan merekapun ridha kepada-Nya. Yang demikian itu adalah (balasan) bagi orang yang takut kepada Tuhannya “. (QS. Al Bayyinah 7~8).

Amal sholeh dan hati yang bersih nan suci merupakan barometer bagi seorang hamba yang akan mendapatkan penilaian dari Allah Ta`ala dan mendapatkan pahala dan ganjaran.

Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, ” Sesungguhnya Allah Ta`ala tidak melihat pada tampilan dan harta kalian, akan tetapi melihat pada hati dan amalan amalan kalian “.

Amal sholeh merupakan pendamping bagi kita dan sebaik baik rekan yang senantiasa mengiringi kita setelah mati.

Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tatkala seseorang telah wafat maka akan menghantarkan jenazah nya adalah tiga bagian, dan dua akan kembali yaitu keluarnya dan hartanya dan yang akan tersisa mendampingi nya adalah satu, yaitu amalnya.”

Para salaf ditanya tentang siapa teman yang terbaik? Maka dijawab, ” Amal sholeh.”

Maka renungkanlah bagaimana teman pendamping kita di hari kiamat di hari yang penuh kegundahan, kesendirian di liang kubur, sebagai mana diriwayatkan oleh sahabat Baro` ibnu A`zib dalam hadits yang panjang, Nabi sallallahu alaihi wa sallam bersabda, “Tatkala jasad seseorang diletakkan di liang kubur maka datanglah seorang yang wajah nya indah, pakaian nya indah dan seraya berkata, “Berbahagia lah akan janji yang Allah janjikan kepada dirimu.” Maka ia berkata, siapa dirimu? Maka ia menjawab: Aku adalah amal sholeh mu “.

Di hari itu ia akan berbahagia dengan pendamping nya, diwaktu orang lain dalam keadaan merugi dan menyesal atas kelalaian yang telah diperbuat.

Amal seseorang tidak akan menjadi sholeh kecuali apabila ia ikhlas dan beramal sesuai petunjuk sunnah.

Sebagai mana firman Allah Ta`ala, “Katakanlah: Sesungguhnya aku ini manusia biasa seperti kamu, yang diwahyukan kepadaku: “Bahwa sesungguhnya Tuhan kamu itu adalah Tuhan yang Esa”. Barangsiapa mengharap perjumpaan dengan Tuhannya, maka hendaklah ia mengerjakan amal yang saleh dan janganlah ia mempersekutukan seorangpun dalam beribadat kepada Tuhannya”. (QS. Al Kahfi 110).

Allah Ta`ala berfirman, ” Dia ~ Allah ~ Yang menjadikan mati dan hidup, supaya Dia menguji kamu, siapa di antara kamu yang lebih baik amalnya. Dan Dia Maha Perkasa lagi Maha Pengampun “. (QS. Al Mulk 2).

Berkata imam Fudhail ibnu Iyadh menafsirkan ayat ini, ” Yaitu yang paling ikhlas dan paling sesuai dengan tuntunan sunnah “.

Maka ditanya kenapa hal ini terjadi, maka dijawab, ” Karena suatu amal ibadah jikalau ia ikhlas tetapi tidak sesuai sunnah maka tidak akan diterima, dan sebaliknya, jikalau suatu amal ibadah seseorang telah sesuai sunnah akan tetapi tidak ikhlas maka tidak akan pula diterima, sehingga menjadi satu amal ibadah yang ikhlas dan sesuai dengan ajaran sunnah, ikhlas artinya berbuat sesuatu hanya berniat karena Allah Ta`ala semata, dan sesuai dengan sunnah yaitu mengikuti petunjuk yang telah diajarkan oleh Nabi sallallahu alaihi wa sallam “.

Semoga Allah Ta`ala menjadikan amalan kita menjadi amalan yang ikhlas karena Allah Ta`ala dan sesuai petunjuk Nabi sallallahu alaihi wa sallam.

Dimana Wanita Melaksanakan Sholat Gerhana ?

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Tanya :
Ustadz, berkaitan dengan sholat Gerhana yang dilaksanakan di masjid-masjid dan dihadiri kaum pria, bagaimana dengan wanita yang ingin melaksanakan sholat tersebut ? Bolehkah ikut sholat Gerhana di Masjid ?

Jawab :
Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc, حفظه الله تعالى

Boleh bagi wanita untuk ikut sholat gerhana berjama’ah di masjid jikalau tidak memberatkan dirinya, dan aman dari fitnah.

Jikalau ia sholat di rumah maka lebih baik, dan hendaknya banyak berdzikir dan berdo’a, serta mengajarkan tauhid kepada anak-anak nya.

والله أعلم بالصواب

Cobaan Dan Ujian

Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc, حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Allah Ta`ala telah menciptakan makhluk nya dan menentukan takdir nya, menuliskan amalan amalan dan karunia rizkinya, dan menciptakan kehidupan dan kematian dalam rangka menguji para makhluk nya agar diketahui mana diantara mereka yang paling baik amalan nya.

Iman terhadap takdir merupakan salah satu rukun iman, dan segala urusan yang terjadi di muka bumi merupakan kehendak Allah Ta`ala yang memiliki hikmah yang sangat dalam bagi yang mau merenungi nya.

Allah Ta`ala berfirman, “Dan sungguh akan Kami berikan cobaan kepadamu, dengan sedikit ketakutan, kelaparan, kekurangan harta, jiwa dan buah-buahan. Dan berikanlah berita gembira kepada orang-orang yang sabar. (yaitu) orang-orang yang apabila ditimpa musibah, mereka mengucapkan: “Inna lillaahi wa innaa ilaihi raaji’uun.” Mereka itulah yang mendapat keberkatan yang sempurna dan rahmat dari Tuhan mereka dan mereka itulah orang-orang yang mendapat petunjuk.” (QS. Al Baqarah 155~157).

Allah Ta`ala memberikan ujian dan cobaan kapada para hamba agar mengetahui siapa diantara mereka yang jujur dan yang pendusta.
Allah Ta`ala berfirman, “Apakah manusia itu mengira bahwa mereka dibiarkan (saja) mengatakan: “Kami telah beriman”, sedang mereka tidak diuji lagi?. Dan sesungguhnya kami telah menguji orang-orang yang sebelum mereka, maka sesungguhnya Allah mengetahui orang-orang yang benar dan sesungguhnya Dia mengetahui orang-orang yang dusta. Ataukah orang-orang yang mengerjakan kejahatan itu mengira bahwa mereka akan luput (dari azab) Kami? Amatlah buruk apa yang mereka tetapkan itu. Barangsiapa yang mengharap pertemuan dengan Allah, maka sesungguhnya waktu (yang dijanjikan) Allah itu, pasti datang. Dan Dialah Yang Maha mendengar lagi Maha Mengetahui. Dan barangsiapa yang berjihad, maka sesungguhnya jihadnya itu adalah untuk dirinya sendiri. Sesungguhnya Allah benar-benar Maha Kaya (tidak memerlukan sesuatu) dari semesta alam “.

1283. Ingin Qurban Tapi Masih Punya Hutang

1283. BBG Al Ilmu

TANYA :

Apakah sudah di katakan mampu dan wajib orang yang berqurban tapi dia masih punya hutang di pegadaian seharga seekor kambing di pasaran?

Apakah sah hukumnya bila di paksakan berqurban juga karena dia berfikir idul adha setahun sekali ini? Mana yang lebih baik berqurban atau melunasi hutang tersebut?

JAWAB :

Hutang jikalau sudah jatuh tempo dan segera di bayar kan maka membayar hutang di dahulukan, karena ini hukumnya wajib untuk membayar hutang.

Akan tetapi jikalau tempo pembayaran disana ada kelonggaran, dan sekiranya nanti akan ada pemasukan uang yang akan di gunakan untuk membayar hutang jikalau sudah dekat waktu nya, maka kelonggaran ini bisa digunakan untuk berkurban.

والله أعلم بالصواب

Dijawab oleh,
Ustadz Rochmad Supriyadi Lc, حفظه الله تعالى

Sifat Syaitan

Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc, حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Allah Ta`ala menciptakan bangsa jin dari api yang menyala jauh jauh hari sebelum diciptakannya manusia, mereka hidup sebagaimana kita hidup, dan hidup bersama kita, akan tetapi tidak terlihat oleh manusia, hikmah diciptakan nya mereka adalah untuk beribadah kepada Allah Ta`ala, barangsiapa yang taat, akan masuk surga, dan barangsiapa yang durhaka maka masuk ke dalam neraka.

Allah Ta`ala berfirman, “Dan aku tidak menciptakan jin dan manusia melainkan supaya mereka mengabdi kepada-Ku. Aku tidak menghendaki rezeki sedikitpun dari mereka dan Aku tidak menghendaki supaya mereka memberi-Ku makan. Sesungguhnya Allah Dialah Maha Pemberi rezeki Yang mempunyai Kekuatan lagi Sangat Kokoh.” (QS. Ad Dzariyat 56~58).

Bangsa jin memiliki banyak keragaman, diantaranya mereka ada yang istiqomah, ada pula menyeru kepada dholalah, ada yang muslimun sholihun, ada pula yang fasikun, ada yang menyeru dan berdakwah kepada iman terhadap Allah Ta`ala dan kitab suci Al Qur`an.

Allah Ta`ala berfirman, ” Dan (ingatlah) ketika Kami hadapkan serombongan jin kepadamu yang mendengarkan Al Quran, maka tatkala mereka menghadiri pembacaan(nya) lalu mereka berkata: “Diamlah kamu (untuk mendengarkannya)”. Ketika pembacaan telah selesai mereka kembali kepada kaumnya (untuk) memberi peringatan. Mereka berkata: “Hai kaum kami, sesungguhnya kami telah mendengarkan kitab (Al Quran) yang telah diturunkan sesudah Musa yang membenarkan kitab-kitab yang sebelumnya lagi memimpin kepada kebenaran dan kepada jalan yang lurus. Hai kaum kami, terimalah (seruan) orang yang menyeru kepada Allah dan berimanlah kepada-Nya, niscaya Allah akan mengampuni dosa-dosa kamu dan melepaskan kamu dari azab yang pedih. Dan orang yang tidak menerima (seruan) orang yang menyeru kepada Allah maka dia tidak akan melepaskan diri dari azab Allah di muka bumi dan tidak ada baginya pelindung selain Allah. Mereka itu dalam kesesatan yang nyata”.

Menyeru Kepada Aqidah Islam

Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc, حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Seorang muslim yang telah diberikan taufiq dan hidayah Allah Ta`ala dalam memahami aqidah islam yang sempurna, memiliki kewajiban agar mengajak saudaranya untuk mengentaskan mereka dari kesesatan dan kegelapan menuju cahaya islam.
Allah Ta`ala berfirman, “Tidak ada paksaan untuk (memasuki) agama (Islam); sesungguhnya telah jelas jalan yang benar daripada jalan yang sesat. Karena itu barangsiapa yang ingkar kepada Thaghut dan beriman kepada Allah, maka sesungguhnya ia telah berpegang kepada buhul tali yang amat kuat yang tidak akan putus. Dan Allah Maha Mendengar lagi Maha Mengetahui. Allah Pelindung orang-orang yang beriman; Dia mengeluarkan mereka dari kegelapan (kekafiran) kepada cahaya (iman). Dan orang-orang yang kafir, pelindung-pelindungnya ialah syaitan, yang mengeluarkan mereka daripada cahaya kepada kegelapan (kekafiran). Mereka itu adalah penghuni neraka; mereka kekal di dalamnya.” (QS. Al Baqarah 256~257).

Menyerukan kepada aqidah islam merupakan dakwah para Nabi dan Rasul, mereka tidak memulai dengan perkara lainnya, sebagai mana difirmankan, “Dan sungguhnya Kami telah mengutus rasul pada tiap-tiap umat (untuk menyerukan): “Sembahlah Allah (saja), dan jauhilah Thaghut itu”, maka di antara umat itu ada orang-orang yang diberi petunjuk oleh Allah dan ada pula di antaranya orang-orang yang telah pasti kesesatan baginya. Maka berjalanlah kamu dimuka bumi dan perhatikanlah bagaimana kesudahan orang-orang yang mendustakan (rasul-rasul) “. (QS. An Nahl 36).

Pertama kali yang diserukan para Nabi tatkala berdakwah dihadapan kaumnya adalah, “Hai kaumku, sembahlah Allah, sekali-kali tidak ada bagimu Tuhan selain Dia.” (QS. Hud 50).

Ucapan ini telah diucapkan oleh Nuh, Hud, Sholeh, Syuaib, Ibrahim, Musa, Isa, Muhammad, dan seluruh para Nabi dan Rasul shalawatullah wa salamu ajma`in.

Berdzikir Kepada Allah

Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc, حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Allah Ta`ala telah berfirman dalam ayat yang mulia, “Hai orang-orang yang beriman, berzdikirlah (dengan menyebut nama) Allah, dzikir yang sebanyak-banyaknya. Dan bertasbihlah kepada-Nya diwaktu pagi dan petang.” (QS. Al Ahzab 41~42).

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda kepada seseorang yang minta agar diberikan suatu wasiat, “Hendaknya lisanmu senantiasa basah dari berdzikir kepada Allah.”

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam kehidupannya sehari hari senantiasa banyak berdzikir kepada Allah Ta`ala, dan segala ucapannya tidak keluar dari berdzikir, banyak melantunkan pujaan, pujian, sanjungan, tahlil, tahmid, dan doa kepada Allah Ta`ala, baik dalam keadaan berdiri, duduk, berbaring, berkendara, baik dalam keadaan mukim dan safar, dan seluruh aktivitasnya dari bangun tidur, hingga menjelang tidur.

Sesungguhnya hati tidak pernah lepas dari kelalaian dan kealpaan, serta ajakan dan bujukan nafsu, oleh karena nya sangat membutuhkan untuk penerang dan pembersih hati, dan menghilangkan kotoran dan penyakit hati, dengan banyak melantunkan dzikir kepada Allah Ta`ala dalam setiap waktu agar menggapai kesuksesan.

Allah Ta`ala berfirman, “Maka berteguh hatilah kamu dan sebutlah (nama) Allah sebanyak-banyaknya agar kamu beruntung “.(QS Al Anfal 45).

Ketika iman seseorang lemah, jiwa terasa sempit dan gundah, akan tetapi jikalau ia menyibukkan diri dengan berdzikir, niscaya kesedihan akan berganti dengan kebahagiaan, ketentraman, serta nyaman dalam naungan Allah Ta`ala.

Allah Ta`ala berfirman, ” (yaitu) orang-orang yang beriman dan hati mereka manjadi tenteram dengan mengingat Allah. Ingatlah, hanya dengan mengingati Allah-lah hati menjadi tenteram “.(QS. Ar Ra`d 28).

Dikisahkan bahwa Nabi Yunus alaihi salam tatkala ditimpa petaka, Allah Ta`ala senantiasa mendengar lantunan dzikir yang ia panjatkan, hingga ia selamat dari ujian yang ia hadapi……..

Tarbiyah Terhadap Anak

Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Agama islam memiliki perhatian untuk membangun masyarakat islami yang kuat iman yang selamat dari segala penyelewengan tauhid dan akidah serta ibadah, dan senantiasa bertujuan untuk menggapai rumah tangga yang diridhoi, penuh barokah, mawadah dan rohmah.

Oleh karena itu merupakan kewajiban suatu pasangan suami istri agar memperhatikan tarbiyah kepada para anak, mengajarkan kepada mereka iman dan taqwa, sebagaimana baiknya keturunan merupakan perhatian para Nabi dan Rasul, bahkan menjadikan panjatan doa bagi mereka.

Nabi Zakaria memanjatkan doa kepada Allah Ta`ala, agar diberikan keturunan yang soleh, dan diabadikan dalam firman Nya, ” Di sanalah Zakariya mendoa kepada Tuhannya seraya berkata: “Ya Tuhanku, berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar doa”. Kemudian Malaikat (Jibril) memanggil Zakariya, sedang ia tengah berdiri melakukan shalat di mihrab (katanya): “Sesungguhnya Allah menggembirakan kamu dengan kelahiran (seorang puteramu) Yahya, yang membenarkan kalimat (yang datang) dari Allah, menjadi ikutan, menahan diri (dari hawa nafsu) dan seorang Nabi termasuk keturunan orang-orang saleh”.
(QS Al Imran 38~39).

Nabi Ibrahim memanjatkan doa kepada Allah Ta`ala agar diberikan putra yang soleh, sebagaimana dikisahkan dalam firman Allah Ta`ala, ” Dan Ibrahim berkata: “Sesungguhnya aku pergi menghadap kepada Tuhanku, dan Dia akan memberi petunjuk kepadaku. Ya Tuhanku, anugrahkanlah kepadaku (seorang anak) yang termasuk orang-orang yang saleh. Maka Kami beri dia khabar gembira dengan seorang anak yang amat sabar “.(QS As Soffat 99~101).

Di antara panjatan doa orang orang soleh kepada Allah Ta`ala yang diabadikan dalam Al Qur`an adalah, ” Dan orang orang yang berkata: “Ya Tuhan kami, anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa.