Category Archives: Rochmad Supriyadi

1311. Mencukur Janggut Karena Peraturan Institusi

1311. BBG Al Ilmu – 349

Tanya :
Uztadz, seperti kami yang berprofesi sebagai abdi negara memiliki aturan untuk tidak bisa memelihara jenggot. Sedangkan dalam suatu hadits diriwayatkan bahwa tidak ada ketaatan dalam berbuat maksiat, yang ada hanya taat dalam berbuat kebaikan. Tapi di satu sisi mencukur jenggot adalah perintah pimpinan, yang juga di dalam Islam diharuskan untuk kita taat kepada ulil amri. Mohon solusinya uztadz.

Jawab :
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Wa alaikumussalam warohmatullah wa barokatuh.
Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

” إنما الطاعة في المعروف “.

“sesungguhnya ketaatan hanyalah didalam kebajikan.”

Hadis ini sangat jelas dan tegas bahwa taat itu hanya dalam perkara yang baik, seperti halnya digambarkan oleh Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadist lain, tatkala seorang pemimpin memerintahkan rakyat nya untuk memasuki kobaran api menjerumuskan diri dengan membakar tubuhnya, maka hal semacam ini dilarang untuk di ikuti.

Dengan demikian hendaknya mendahulukan taat kepada Allah Ta’ala dan Rasul Shallallahu ‘alaihi wa sallam. Sebagai mana ini adalah iman, dengan mengutamakan Allah Ta’ala dan Rosulillah Shallallahu ‘alaihi wa sallam.

والله أعلم بالصواب

1310. Menyewakan Ruko Untuk Bank/Minimarket Yang Menjual Rokok

1310. BBG Al Ilmu – 307

Tanya :
Bolehkah menyewakan ruko untuk bank konvensional/bank syariah/mini market (yang juga menjual rokok) ?

Jawab :
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Menyewakan ruang untuk bank yang jelas menjalankan riba tidak dibolehkan. Hendaknya menyewakan kepada pihak yang lebih aman untuk akhirat nya, jika untuk toko yang menjual segala keperluan dan disana menyediakan rokok, maka ini lebih ringan dari pada disewa oleh pihak bank. Dan jika ada yang lebih baik maka berikan kepada yang lebih baik.

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1309. Hak Istri Atas Gaji Suaminya

1309. BBG Al Ilmu – 459

Tanya :
Bagaimana hak istri terhadap gaji kita dalam pandangan islam ?

Jawab :
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Istri wajib diberikan nafkah untuk kebutuhan hidupnya, tanpa harus mengetahui gaji suaminya, jikalau mengetahui dan ada maslahat untuk itu maka boleh boleh saja. Semua itu dilakukan dengan cara yang makruf dan saling ridho.

والله أعلم بالصواب

1308. Mertua Menyuruh Menantu Meninggalkan Istri Karena Kondisi Ekonomi

1308. BBG Al Ilmu – 307

Tanya :
Apa hukumnya bila mertua menyuruh menantunya pergi meninggalkan istri karena ekonominya lagi susah sedang mertua berkecukupan?

Jawab :
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Mertua tidak lagi punya hak atas anak wanita nya ketika telah menikah dalam urusan ekonomi. Sehingga tidak dibenarkan meminta suami pergi meninggalkan istri nya. Kecuali pergi untuk cari nafkah. Dan suami tidak boleh hidupnya tergantung kepada mertua, karena suaminya wajib hukumnya memberikan nafkah sesuai urf atau adat setempat sesuai kemampuan.

والله أعلم بالصواب

Perlindungan Allah Ta’ala

Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc, حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ‘alaa Rosulillah, wa ba`du;

Allah Ta`ala berfirman, “Katakanlah: “Siapakah yang dapat melindungi kamu dari (takdir) Allah jika Dia menghendaki bencana atasmu atau menghendaki rahmat untuk dirimu?” Dan orang-orang munafik itu tidak memperoleh bagi mereka pelindung dan penolong selain Allah “. (QS. Al Ahzab 17).

Al Imam Ibnul Qoyyim Al Jauzy berkata, ” Didalam ayat yang mulia ini Allah Ta`ala mengkhabarkan bahwasanya bagi seorang hamba tidak memiliki suatu perlindungan dan penjagaan terhadap diri mereka dari selain Allah Ta`ala, seperti halnya jika Allah Ta`ala menghendaki kematian yang mereka senantiasa lari menjauh dari nya, yang mana hakikat nya ia lari menuju kepada suatu keburukan yang lebih besar yang tidak ada yang mengetahuinya selain Allah Ta`ala.

Demikian pula tatkala seorang muslim yang lari dari mati di suatu peperangan di jalan Allah Ta`ala, yang hakikat nya ia lari menuju kepada suatu keburukan yang lebih besar bagi dirinya.

Demikian pula tatkala seorang bakhil dari infak fi sabilillah, hakikat nya ia lari dari suatu kebaikan menuju kepada suatu keburukan, perbuatan bakhil nya tidak berguna didunia dan akherat, tidak menguntungkan dirinya, bahkan menghantarkan kepada petaka dan bencana, karena sesungguhnya simpanan hartanya cepat atau lambat akan berpindah tangan kepada orang lain.

Demikian pula tatkala seorang merasa lelah dari berbuat ibadah, maka niscaya Allah Ta`ala membikin dirinya lelah dengan perkara perkara yang tidak di ridhoi.

Tentunya kita mengingat kisah iblis yang enggan untuk sujud kepada Adam, karena ia tidak menghendaki dirinya rendah dihadapan Adam bahkan merasa lebih mulia dan utama, hingga Allah Ta`ala berikan hukuman kepada iblis menjadi makhluk yang hina lagi terlaknat, dan rela untuk menjadi rekanan dan pembantu anak cucu Adam yang berbuat dosa dan durhaka.

Sebagian salaf berkata, ” Barangsiapa yang enggan berjalan bersama saudaranya dalam meniti suatu kebaikan, niscaya Allah Ta`ala melangkahkan kakinya pada jalan yang tidak ridhoi.”

1305. Safar Wanita Ke Luar Kota Sendirian, Diantar Suami Ke Airport Dan Setibanya Dijemput Keluarganya

1305. BBG Al Ilmu

Tanya :
Ustadz, saya dapat undangan pernikahan saudara di luar kota, apa diperbolehkan apabila istri saya yang berpergian ke kota tersebut menggunakan pesawat, saya akan mengantarnya hingga airport dan di kota yang dituju, istri akan tinggal bersama orangtuanya. Apakah berpergian sendirian seperti ini diperbolehkan ? Bagaimana bila safar istri bersama kakak perempuannya ? Apakah diperbolehkan ?

Jawab :
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Safar bagi wanita wajib dengan mahrom, tidak cukup diantar di bandara saja. Dan syarat mahrom adalah lelaki mahrom nya yang telah dewasa yang mampu menjaga dan bertanggung jawab segala nya, bukan sekadar pendamping atau teman perjalanan. Sehingga jika tidak ada mahrom nya tentu melanggar aturan syariah.
والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1303. Menyikapi Atasan Yang Membencinya

1303. BBG Al Ilmu

Tanya :
Bagaimana bersikap jika menghadapi atasan yang sudah benci kepada saya… apaun yang saya lakukan dan katakan selalu dipersalahkan?

Jawab :
Ust. Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

Hendaknya sabar dan mencari akar masalah dan dicarikan solusi yang terbaik. Dan jika tindakan anda sudah benar sesuai aturan agama dan akhlak maka jangan khawatir pasti ada jalan keluar. Tetap hormat dan santun dan menjalankan tugas sesuai norma yang berlaku. Dan Maafkan kekhilafan orang lain yang berbuat buruk kepada anda. Jika anda sabar dengan hal diatas niscaya atasan akan berubah dengan izin Allah Ta’ala.
والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1302. Mengapa Rata-Rata Penduduk Di Suatu Negara Kafir Kaya ?

1302. BBG Al Ilmu – 49
Tanya :
Kenapa di negara China yang tidak punya agama maksudnya Agama Samawi rata-rata penduduknya kaya semua?

Jawab :
Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc, حفظه الله تعالى

Masalah kaya atau kere/miskin tidak ada sangkut paut nya dengan agama. Karena hukum duniawi berdasarkan kaidah  “man jadda wajada” yang memiliki arti : barang siapa yang berusaha keras maka ia akan mendapatkan. Bisa jadi mereka menghalalkan segala cara untuk  suatu tujuan sehingga tidak menghiraukan norma agama.
والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

1301. Menambahkan Nama Suami Dibelakang Nama Istri

1301. BBG Al Ilmu – 387

Tanya :                                                                                                                                 Apa hukumnya nama suami dipakai tambahan di belakang nama istri. Semisal nama suami Suroso dan nama istrinya Eny menjadi Eny Suroso (dikartu nama/yang lainnya). Dan adakah landasan dasarnya.

Jawab :
Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc, حفظه الله تعالى

Nama seseorang hendaknya disandarkan kepada orang tuanya, ini yang di contohkan agama.

Sebagai mana firman Allah Ta’ala dalam surat Al-‘Aĥzāb :5  “Panggilah mereka (anak-anak angkat itu) dengan (memakai) nama bapak-bapak mereka; itulah yang lebih adil pada sisi Allah, dan jika kamu tidak mengetahui bapak-bapak mereka, maka (panggilah mereka sebagai) saudara-saudaramu seagama dan maula-maulamu. Dan tidak ada dosa atasmu terhadap apa yang kamu khilaf padanya, tetapi (yang ada dosanya) apa yang disengaja oleh hatimu. Dan adalah Allah Maha Pengampun lagi Maha Penyayang.”

والله أعلم بالصواب

⌣̊┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈⌣̊

Menyambut Tahun Baru

Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc, حفظه الله تعالى

Alhamdulillah, was sholatu was salamu ala Rosulillah, wa ba`du;

Sesungguhnya siang dan malam menjadikan sesuatu yang jauh menjadi dekat, janji menjadi terwujud, dan seorang mukmin berada diantara dua kekawatiran, waktu yang terlewatkan yang ia tidak tahu apa balasan Allah terhadap diri nya, dan waktu yang tersisa yang ia tidak tahu takdir apa yang akan menghampiri nya, dan disetiap permulaan tahun di hamparkan kepada nya lembaran lembaran baru, apa yang seharusnya ia goreskan, sedangkan ajal mengintai dihadapan nya.

Dengan bertambahnya umur, berlalunya waktu sepantasnya seseorang untuk memperhitungkan dirinya, meminta apun atas segala dosanya, kembali kejalan Tuhannya, mengkalkulasi amalan amalan nya, apakah semakin bertambah kebaikannya, berkurang dosa dosanya, dan seorang manusia berada diatas petunjuk selagi mau mengkoreksi dirinya dan mengekang keinginan hawa nafsu nya.

Al Hasan Al Basri berkata, “Sesungguhnya manusia yang paling mudah hisabnya pada hari kiamat mereka adalah orang orang yang mau bermuhasabah tatkala ia didunia ini, sehingga ia mengkoreksi segala amal nya, jikalau ia hendak berbuat sesuatu hanya karena Allah, maka ia melanjutkan, jikalau berbuat bukan karena Allah maka ia berhenti, sesungguhnya orang yang berat hisab nya hari kiamat adalah orang yang berbuat sesuatu tanpa perhitungan, tanpa muhasabah, maka ia akan bertemu Allah dengan segala sesuatu terhitung tanpa terlewatkan sebutir debu pun.”

Sesungguhnya hakikat umur manusia tidak terlepas dari hitungan tahun, dan hitungan tahun bukankah tersusun dari hitungan hari, dan hitungan hari bukankah dari hembusan nafas yang segera akan berlalu, sedangkan kejadian alam silih berganti sesuai takdir Ilahi, betapa banyak kawasan yang tadinya makmur menjadi hancur, seorang anak Adam di pagi hari dalam keadaan sehat dan sore hari terbujur kaku……