Category Archives: Hadits

MUTIARA SALAF : Hukuman Yang Disegerakan Adalah Tanda Kebaikan

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

(( إذا أرادَ اللَّهُ بعبدِه الخيرَ عجَّلَ لَه العقوبةَ في الدُّنيا ، وإذَا أرادَ اللَّهُ بعبدِه الشَّرَّ أمسَك عنهُ بذنبِه حتَّى يوافيَ بِه يومَ القيامة ))

“Jika Allah menginginkan kebaikan pada seorang hamba, Dia akan menyegerakan hukuman untuknya di dunia..

Namun, jika Allah menginginkan kejelekan pada seorang hamba, Dia menangguhkan hukuman untuk dosanya, hingga dia datang dengan dosanya hari kiamat..”

[ HR. At Tirmidzi, dihasankan oleh Syaikh Al Albani]

~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~~

Syaikh Muhammad bin Sholeh Al ‘Utsaimin rohimahullah mengatakan,

“Apabila hukuman disegerakan, Allah menggugurkan dosa dari hamba tersebut. Dia pun datang kepada Allah tanpa membawa dosa. Musibah dan bencana telah membersihkannya.

Ini adalah nikmat. Karena, siksaan di dunia lebih ringan daripada siksa di akhirat..”

[ Syarh Riyadhus Sholihin 1 – 258 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Biasakanlah Berterima Kasih Kepada Saudara Sesama Muslim Yang Telah Berbuat Baik Kepada Kita

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Tidak dikatakan bersyukur pada Allah bagi siapa yang tidak tahu berterima kasih pada manusia..”

[ HR. Abu Daud no. 4811 ]
Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shohih

Beberapa faedah dari hadits di atas:

1. Siapa yang biasa tidak tahu terima kasih pada manusia yang telah berbuat baik padanya, maka ia juga amat sulit bersyukur pada Allah.

2. Allah tidaklah menerima syukur hamba sampai ia berbuat ihsan (baik) dengan berterima kasih pada orang yang telah berbuat baik padanya.

3. Perintah untuk pandai bersyukur.

4. Pemberi nikmat hakiki adalah Allah dan manusia yang berbuat baik adalah sebagai perantara dalam sampainya kebaikan.

Maka, jadilah manusia yang pandai berterima kasih, lebih-lebih kepada orang tua, guru dan setiap yang telah memberikan berbagai kebaikan pada kita.

ref : https://rumaysho.com/3406-tidak-tahu-berterima-kasih.html

● Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam juga bersabda,

“Barangsiapa diberi suatu kebaikan, lalu ia mengucapkan kepada orang yang memberi kebaikan tersebut, ‘jazaakallahu khoyron (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan), maka sesungguhnya hal itu sudah mencukupi dalam menyatakan rasa syukurnya..”

[ HR. at-Tirmidzi ]
Shohiih at-Targhib wat-Tarhib 969

● ‘Umar bin Al Khoththob rodhiyallahu ‘anhu mengatakan,

“Seandainya salah seorang dari kalian mengetahui apa yang dia dapatkan ketika mengucapkan kepada saudaranya ‘jazaakallahu khoyron’ (semoga Allah membalasmu dengan kebaikan),
niscaya sebagian kalian akan banyak mengucapkannya kepada yang lain..”

[ Mushonnaf Ibni Abi Syaibah no 27050 ]

Kalimat terima kasih serta do’anya dalam syari’at itu berbeda tergantung gender dan jumlah, sbb :

jazaakallahu khoyron – kepada satu pria

jazaakillahu khoyron – kepada satu wanita

jazaakumallahu khoyron – kepada 2 laki atau 2 wanita

jazaakumullohu khoyron – kepada lebih dari 2 pria

jazaakunnallahu khoyron – kepada lebih dari 2 wanita

contoh:
– saat ayah/suami memberikan nasehat/uang belanja, atau saat anak laki mengerjakan perintah kita, maka ucapkanlah ‘jazaakallahu khoyron..’

– saat ibu/istri/anak perempuan kita menyiapkan sarapan, membersihkan rumah dll, maka ucapkanlah ‘jazaakillahu khoyron..’

namun janganlah dipotong jadi “jazaakallahu” saja karena:

1. kalimat tsb belum lengkap dan belum sesuai yang diajarkan oleh Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam, sebagaimana yang terdapat dalam hadits yaitu mengucapkan “jazaakallahu khoyron” yang artinya “semoga Allah membalasmu dengan kebaikan/khoyron”

2. kalimat “jazaakallah” saja itu artinya “semoga Allah membalasmu..” tapi membalasmu itu dengan apa..? keburukan atau kebaikan.. tentunya kita ingin mendo’akan kebaikan, maka ucapkanlah sesuai yang diajarkan oleh Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam, yaitu “jazaakallahu khoyron..”

Lalu bagaimana kalimatnya bila orang yang berbuat baik sama kita TIDAK berada dihadapan kiita..? kita ucapkan (do’akan) sbb:

jazaahullahu khoyron – kepada satu pria

jazaahallahu khoyron – kepada satu wanita

jazaahumallahu khoyron – kepada 2 laki atau 2 wanita

jazaahumullohu khoyron – kepada lebih dari 2 pria

jazaahunnallahu khoyron – kepada lebih dari 2 wanita

Wallaahu ta’ala a’lam

Merutinkan Mengucapkan Sholawat Dan Salam Setiap Hari

Dalam Qs al ahzab/56, Allah memerintahkan kita untuk SENANTIASA bersholawat dan memberikan salam kepada Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam, maka mari kita biasakan untuk sholawat dan salam SETIAP HARI dari pagi hingga malam..

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya orang yang paling dekat denganku di hari kiamat adalah mereka yang paling banyak ber-sholawat kepadaku..”

[ HR. at-Tirmidzi ]

selain itu, untuk SETIAP SATU sholawat yang kita ucapkan, maka Allah Ta’ala akan memberikan balasan berupa 10 kali sholawat, yaitu pujian dan sanjungan kepada kita di hadapan para malaikat yang mulia yang berada di sisi-Nya, menghapus 10 dosa kita dan meninggikan 10 derajat/tingkatan kita di surga kelak, berdasarkan hadits berikut:

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang mengucapkan sholawat kepadaku satu kali maka Allah akan bersholawat baginya sepuluh kali, dan digugurkan sepuluh kesalahan (dosa)nya, serta ditinggikan baginya sepuluh derajat/tingkatan (di surga kelak)..”

[ HR. an-Nasa’i no. 1297 ]

Maka dengan demikian bila kita mengucapkan :

10 kali sholawat =
100 kali pujian dan sanjungan Allah
100 kesalahan (dosa) digugurkan
100 tingkatan surga ditinggikan

50 kali sholawat =
500 kali pujian dan sanjungan Allah
500 kesalahan (dosa) digugurkan
500 tingkatan surga ditinggikan

100 kali sholawat =
1,000 kali pujian dan sanjungan Allah
1,000 kesalahan (dosa) digugurkan
1,000 tingkatan surga ditinggikan

dan demikianlah seterusnya, subhaanallah.. 

Allaahumma sholli wa sallim ‘alaa Muhammad..

Do’a Yang Mengumpulkan Seluruh Perkara Kebaikan

Syaikh ‘Abdurrohman bin Nashir as-Sa’di rohimahullahu ta’ala mengatakan,

ومن دعاء النبي صلى الله عليه وسلم: “اللهم إني أسألك الهدى والتقى، والعفاف والغنى” فجمع الخير كله في هذا الدعاء.
فالهدى: هو العلم النافع. والتقى: العمل الصالح، وترك المحرمات كلها. وهذا صلاح الدين.
وتمام ذلك بصلاح القلب، وطمأنينته بالعفاف عن الخلق، والغنى بالله. ومن كان غنيا بالله فهو الغني حقا، وإن قلت حواصله. فليس الغني عن كثرة العرض، إنما الغنى غنى القلب. وبالعفاف والغنى يتم للعبد الحياة الطيبة، والنعيم الدنيوي، والقناعة بما آتاه الله.

“Di antara do’a yang Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam panjatkan adalah,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ الْهُدَى وَالتُّقَى وَالْعَفَافَ وَالْغِنَى

ALLAAHUMMA INNII
AS ALUKAL-HUDAA
WAT-TUQOO WAL ‘AFAAFA
WAL-GHINAA

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu al-Hudaa (petunjuk), at-Tuqoo (ketakwaan), al-‘Afaaf (terjaganya kehormatan), dan al-Ghinaa (rasa cukup)..”

Sungguh, Nabi sholallahu ‘alayhi wa sallam telah menghimpun seluruh perkara kebaikan dalam do’a ini :

al-Hudaa adalah ilmu yang bermanfaat.

at-Tuqoo adalah beramal saleh dan meninggalkan seluruh perkara yang haram.

Dua hal tersebut adalah kebaikan bagi agama seseorang.

Kebaikan agama akan sempurna jika dilengkapi dengan kebaikan dan ketentraman kalbu yang diraih dengan :

Al-‘Afaaf (menjaga kehormatan) dari bergantung kepada makhluk), dan

Al-Ghinaa (merasa cukup dengan pemberian Allah).

Barang siapa merasa cukup dengan pemberian Allah, dia adalah orang kaya secara hakiki, walaupun pemasukannya sedikit..

Tidaklah kekayaan itu dinilai dari banyaknya harta, akan tetapi kekayaan (yang hakiki) adalah rasa cukup dalam kalbu..

Dengan sifat al-‘Afaaf dan al-Ghinaa seorang hamba akan sempurna kebahagiaan hidupnya, kenikmatan duniawinya, dan merasa cukup dengan pemberian Allah..

[ Bahjah Quluub al-Abror wa Qurrotu ‘Uyuun al-Akhyar fi Syarh Jawami’ al-Akhbar – 116 ]

NB :

jangan lupa salah satu adab sebelum berdo’a adalah :

● memuji Allah dengan nama-nama-Nya yang Agung (contoh): yaa Hayyu yaa Qoyyuum

● lalu membaca sholawat (contoh): Allaahumma sholli wa sallim ‘alaa Muhammad

● lalu mulailah berdo’a..

Pahala Haji Yang Sempurna

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

مَنْ غَدَا إِلَى الْمَسْجِدِ لا يُرِيدُ إِلا أَنْ يَتَعَلَّمَ خَيْرًا أَوْ يُعَلِّمَهُ، كَانَ لَهُ كَأَجْرِ حَاجٍّ تَامًّا حَجَّتُهُ

“Siapa yang berangkat ke masjid (dan) yang ia inginkan hanyalah untuk belajar kebaikan atau mengajarkan kebaikan, maka ia akan mendapatkan pahala haji yang sempurna hajinya..”

[ HR. Ath-Thobroni – Al Mu’jam Al Kabir 8/ 94 ]

Syaikh Al-Albani menyatakan bahwa hadits ini hasan shohih, lihat Shohih At-Targhiib wat-Tarhiib, no. 86

MUTIARA SALAF: Salah Satu Cara Agar Bisa Qona’ah

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

انْظُرُوا إِلَى مَنْ هو أَسفَل مِنْكُمْ وَلا تَنْظُرُوا إِلَى مَنْ هُوَ فَوقَكُم؛ فهُوَ أَجْدَرُ أَن لا تَزْدَرُوا نعمةَ اللَّه عَلَيْكُمْ

“Lihatlah orang yang di bawah kalian (dalam masalah dunia, -pent.) dan jangan melihat orang yang di atas kalian. Hal ini akan lebih mendorong kalian untuk tidak meremehkan nikmat Allah yang ada pada kalian..” (HR. Al Bukhari dan Muslim)

● Syaikh Abdul Aziz bin Baz rohimahullah berkata,

فما من فقير إلا وهناك من هو أفقر منه، وما من مريض إلا وهناك من هو أشد مرضا منه، وما من ذي جاه إلا وهناك من هو أقل جاها منه، وهكذا المسائل الأخرى، إذا نظر إلى من دونه عرف قدر نعمة الله عليه، وكان هذا من أسباب شكره لها، وهذا في أمور الدنيا.

Tidak ada seorang fakir pun kecuali pasti ada yang lebih fakir daripada dirinya..

Tidak ada orang yang sakit, kecuali pasti ada orang yang lebih parah sakitnya daripada dirinya..

Tidak ada orang yang memiliki kedudukan, kecuali pasti ada orang yang lebih rendah kedudukannya daripada dirinya.. demikian seterusnya..

Ketika melihat orang yang lebih rendah daripada dirinya, dia akan mengetahui besarnya nikmat Allah yang ada padanya sehingga dia mensyukurinya. Melihat orang yang di bawah ini berlaku dalam urusan duniawi.

[ Syarh Kitaabul Jaami’ min Bulugh al-Maram hal. 32 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

HADITS : Keutamaan Orang Yang Banyak Berdzikir

Imam Ahmad rohimahullah meriwayatkan dari Muadz bin Anas rodhiyallahu ‘anhu,

(( أَنَّ رَجُلًا سَأَلَهُ فَقَالَ أَيُّ الْمُجَاهِدِينَ أَعْظَمُ أَجْرًا يَا رَسُولُ اللَّه ؟ قَالَ أَكْثَرُهُمْ لِلَّهِ تَعَالَى ذِكْرًا ، قَالَ فَأَيُّ الصَّائِمِينَ أَعْظَمُ أَجْرًا ؟ قَالَ أَكْثَرُهُمْ لِلَّهِ ذِكْرًا ، ثُمَّ ذَكَرَ لَهُ الصَّلَاةَ وَالزَّكَاةَ وَالْحَجَّ وَالصَّدَقَةَ كُلُّ ذَلِكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : أَكْثَرُهُمْ لِلَّهِ ذِكْرًا ، فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ لِعُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : ذَهَبَ الذَّاكِرُونَ بِكُلِّ خَيْرٍ !! ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَجَلْ )) .

Ada seseorang bertanya, “Siapakah mujahid yang paling besar pahalanya wahai Rosulullah..?” Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat Allah padanya..”

Ia berkata, “Siapakah orang berpuasa yang paling besar pahalanya..?” Beliau bersabda, “Yaitu yang paling banyak mengingat Allah padanya..”

Lalu ia menyebut sholat, zakat, hajji dan sedekah. Semua itu dijawab oleh Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam, “Yang paling banyak mengingat Allah padanya..”

Abu Bakar berkata kepada Umar, “Orang yang banyak berdzikir telah pergi membawa segala kebaikan..” Maka Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda, “Benar..”

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

(( أن أفضل أهل كلِّ عملٍ أكثرهم فيه ذكراً لله عز وجل ؛ فأفضلُ الصوَّام أكثرهم ذكراً لله عز وجل في صومهم ، وأفضل المتصدقين أكثرهم ذكراً لله عز وجل ، وأفضل الحجاج أكثرهم ذكراً لله عز وجل، وهكذا سائر الأعمال))

“Sesungguhnya orang yang paling utama dari orang yang beramal adalah yang paling banyak mengingat Allah ‘Azza wajalla padanya.

Orang yang berpuasa yang paling utama adalah yang paling banyak mengingat Allah ‘Azza wajalla saat puasanya.

Orang yang yang bersedekah yang paling utama adalah yang paling banyak mengingat Allah ‘Azza wajalla.. demikian pula orang yang berhajji dan semua amal sholih..”

(Al Wabil Ash Shoyyib)

Dari www.al-badr.net

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Kapan Mulai Takbir Muqoyyad..?

TAKBIR MUQOYYAD DIMULAI SEJAK SETELAH SHOLAT SHUBUH 9 DZULHIJJAH

1️⃣ Dari Umar bin Khotthob rodhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau dulu bertakbir setelah sholat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai setelah zhuhur pada tanggal 13 Dzulhijjah. (HR. Ibn Abi Syaibah & Al Baihaqi dan sanadnya dishohihkan Al Albani)

2️⃣ Dari Ali bin Abi Tholib rodhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau bertakbir setelah sholat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai ‘ashar tanggal 13 Dzulhijjah. Beliau juga bertakbir setelah ashar. (HR Ibn Abi Syaibah & Al Baihaqi. Al Albani mengatakan: “Shohih dari Ali rodhiyallahu ‘anhu“)

3️⃣ Dari Ibnu Abbas rodhiyallahu ‘anhumaa, bahwa beliau bertakbir setelah sholat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai tanggal 13 Dzulhijjah. Beliau tidak bertakbir setelah maghrib (malam tanggal 14 Dzulhijjah). (HR Ibn Abi Syaibah & Al Baihaqi. Al Albani mengatakan: Sanadnya shohih)

4️⃣ Dari Ibnu Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu, bahwa beliau bertakbir setelah sholat shubuh pada tanggal 9 Dzulhijjah sampai ashar tanggal 13 Dzulhijjah. (HR. Al Hakim dan dishohihkan An Nawawi dalam Al Majmu’)

Sebelum Berdo’a

salah satu adab berdo’a adalah memulainya dengan memuji Allah dengan nama-nama-Nya yang Agung, dan ini (lihat poster) adalah salah satu lafazh pujian kepada Allah, bahkan Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda bahwa seseorang yang memuji Allah dengan lafazh pujian di atas (lalu membaca sholawat) sebelum berdo’a, maka do’anya akan dikabulkan.. subhaanallah..

ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKA BI-ANNII
ASYHADU ANNAKA ANTALLAAHU
LAA ILAAHA ILLAA ANTA
AL AHADUSH SHOMAD
ALLADZII LAM YALID WALAM YUULAD
WALAM YAKUL-LAHU KUFUWAN AHAD

selain lafazh diatas, kita juga bisa menggunakan nama-nama Allah lainnya sebelum berdo’a, seperti :
yaa Hayyu yaa Qoyyuum
yaa Rohmaan
– dst..

dan tentunya setelah pujian kepada Allah, kita baca sholawat, lalu baru setelah itu kita berdo’a..

wallahu ta’ala a’lam..

Keutamaan Ibu Dalam Islam

Dari Abu Hurairoh rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

“Seseorang datang kepada Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam dan berkata, ‘Wahai Rosulullah, kepada siapakah aku harus berbakti pertama kali..?’
Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Ibumu..!’

Dan orang tersebut kembali bertanya, ‘Kemudian siapa lagi..?’ Nabi shollallaahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Ibumu..!’

Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi..?’ Beliau shollallahu ‘alayhi wa sallam menjawab, ‘Ibumu..’

Orang tersebut bertanya kembali, ‘Kemudian siapa lagi..?’ Nabi sholallahu ‘alaihi wa sallam menjawab, ‘Kemudian ayahmu..’

( HR. Al Bukhari no. 5971 dan Muslim no. 2548 )

● Imam Al-Qurthubi rohimahullah menjelaskan,

Hadits tersebut menunjukkan bahwa kecintaan dan kasih sayang terhadap seorang ibu, harus tiga kali lipat besarnya dibandingkan terhadap seorang ayah.. Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam menyebutkan kata ibu sebanyak tiga kali, sementara kata ayah hanya satu kali.

Bila hal itu sudah kita mengerti, realitas lain bisa menguatkan pengertian tersebut. Karena :
– kesulitan dalam menghadapi masa hamil,
– kesulitan ketika melahirkan, dan
– kesulitan pada saat menyusui dan merawat anak,
hanya dialami oleh seorang ibu.

Ketiga bentuk kehormatan itu hanya dimiliki oleh seorang ibu, seorang ayah tidak memilikinya.

( Tafsir Al-Qurthubi – 10 : 239 )