Category Archives: Hadits

Amal Apa Yang Akan Kita Sebut Dalam Do’a..?

Dalam sebuah hadits shohih tentang tiga orang terperangkap di gua, masing-masingnya menyebutkan satu amal sholeh hingga mereka pun berhasil keluar.

Pertanyaan : Jika kita jadi orang keempat, amal apa yang akan kita sebut dalam do’a..?

Ditulis oleh,
Syaikh Muhammad Sholeh Al Munajjid, حفظه الله تعالى

Courtesy of Twit Ulama

=======================

NB : hadits yang dimaksud adalah sbb :

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar rodhiallahu ‘anhumaa, dia berkata, “Aku mendengar Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ada tiga orang dari umat sebelum kalian melakukan perjalanan, lalu mereka masuk ke dalam goa untuk berteduh di sana. Tiba-tiba ada batu besar yang runtuh dari atas gunung dan menutup pintu gua. Mereka berkata, “Kalian tidak dapat selamat dari batu ini kecuali kalian berdo’a dengan perantara amal-amal sholeh kalian..”

Lalu salah seorang dari mereka berdoa, “Ya Allah, dahulu saya memiliki kedua orangtua yang sudah renta. Saya tidak memberi minuman di malam hari untuk keluarga saya atau hewan ternak saya, sebelum saya memberi minuman untuk keduanya. Suatu saat saya ada keperluan hingga pulang larut dan belum sempat saya beri minum. Maka saya buatkan minuman untuk mereka, namun ternyata saya dapatkan mereka telah tertidur. Saya tidak ingin memberikan minum kepada keluarga dan hewan ternak saya sebelum saya memberikan minum untuk keduanya, maka saya tunggu mereka bangun dari tidur sambil memegangi wadah minuman tersebut. Saya pun tidak ingin membangunkan keduanya, sementara anak-anak saya menangis-nangis kelaparan dan memegangi kaki saya..

Begitu seterusnya hingga terbit fajar. Kemudian terbit fajar, lalu aku membangunkan keduanya dan memberinya minum. “Ya Allah, jika aku melakukan hal itu karena mengharap wajah-Mu, lepaskanlah kami dari batu ini..” Lalu batu itu bergeser sedikit, namun mereka belum dapat keluar darinya..

Lalu Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Yang lain berkata, ya Allah, dahulu ada puteri pamanku yang sangat aku cintai, lalu aku ingin berbuat zina dengannya, namun dia menolaknya. Hingga suatu saat terjadi musim paceklik. Maka dia datang (untuk meminta bantuan), maka aku memberikannya 120 dinar dengan syarat dia menyerahkan dirinya kepadaku. Maka dia bersedia..

Hingga ketika aku dapat melakukan apa yang aku inginkan terhadapnya, dia berkata, ‘bertakwalah kepada Allah, cincin tidak boleh dilepas kecuali oleh orang yang berhak..’

Maka akupun takut melakukan perbuatan itu, lalu aku tinggalkan dia padahal dia adalah orang yang paling aku cintai. Aku tinggalkan pula emas yang telah aku berikan kepadanya. “Ya Allah, jika aku melakukan hal tersebut semata untuk mengharap wajah-Mu, maka bebaskan aku dari apa yang aku alami ini..” Lalu batu itu bergeser dua pertiganya, namun mereka masih telah belum dapat keluar..

Lalu Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Yang ketiga berkata, ‘Ya Allah, dahulu aku menyewa beberapa orang pekerja, lalu aku berikan upah mereka masing-masing kecuali satu orang yang meninggalkannya begitu saja. Maka upahnya tersebut aku investasikan hingga berkembang.

Lalu (sekian lama kemudian) orang itu datang kepadaku dan berkata, ‘Wahai fulan, berikan upahku..’ Maka aku katakan kepadanya, ‘Semua yang engkau lihat berupa unta, sapi, kambing dan budak adalah upahmu..”

Maka orang itu berkata, ‘Wahai ‘Abdullah, jangan meledek aku..’ Aku berkata, ‘Sungguh aku tidak meledekmu..” Lalu orang itu mengambil semua haknya tanpa menyisakan sedikitpun. “Ya Allah, jika aku lakukan semua itu karena berharap wajah-Mu, maka bebaskanlah aku dari apa yang aku alami ini..”

Lalu batu itu bergerak sehingga akhirnya mereka dapat keluar meninggalkan tempat tersebut..”

[ HR. Bukhari ]

Belum Habis Kesempatan Berbakti

Bagi yang orang tuanya sudah meninggal, belum habis kesempatan untuk berbakti.

Banyaklah memintakan AMPUN untuknya.

Karena Nabi tercinta Shollallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

“Sungguh, ada seseorang DINAIKKAN DERAJATNYA di surga, sehingga dia bertanya: “Dari mana ini..?” Maka dikatakan padanya: “Itu karena PERMINTAAN AMPUN ANAKMU untukmu..”

[HR. Ibnu Majah: 3660]
dihasankan oleh Syeikh Albani]

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

HADITS : Saat Seseorang Akan Menjumpai Kehidupan Akhirat

Diriwayatkan oleh Baro’ bin ‘Azib Rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Sesungguhnya seorang hamba apabila akan menjumpai kehidupan akhirat dan berpisah dengan kehidupan dunia, para malaikat turun mendatanginya, wajah mereka bagaikan matahari. Mereka membawa kain kafan dan minyak harum dari surga.

Para malaikat tersebut duduk dengan jarak sejauh mata memandang.. Kemudian malaikat maut mendatanginya dan duduk dekat kepalanya seraya berkata, “Wahai jiwa yang baik keluarlah menuju ampunan dan keridhaan Allah..”

Maka keluarlah ruh itu bagaikan air yang mengalir dari mulut wadah air minum. Maka malaikat maut mengambil ruhnya. Bila ruh itu telah diambil, para malaikat (yang membawa kafan dan minyak harum) tidak membiarkan berada di tangannya walaupun sekejap mata hingga mengambilnya.

Lalu mereka bungkus ruh itu dengan kafan dan minyak harum tersebut. Maka keluarlah darinya aroma, bagaikan aroma minyak kasturi yang paling harum di muka bumi.

Mereka membawa ruh itu naik menuju (ke langit). Mereka melewati para malaikat yang bertanya, “Siapa bau harum yang wangi ini..?” Maka mereka menyebutnya dengan panggilan yang paling baik di dunia. Sampai naik ke langit, lalu mereka meminta dibukakan pintu langit, maka lalu dibukalah untuknya.

Malaikat penghuni setiap langit mengiringinya sampai pada langit berikutnya. Dan mereka berakhir pada langit ketujuh.

Allah berkata, “Tulislah kitab hamba-Ku pada ‘Illiyyin (tempat yang tinggi) dan kembalikan ia ke bumi, sesungguhnya Aku menciptakan mereka dari bumi, kemudian di sanalah mereka dikembalikan dan akan dibangkitkan kelak..”

Selanjutnya, ruhnya dikembalikan ke jasadnya. Lalu datanglah kepadanya dua malaikat, keduanya menyuruhnya untuk duduk.

Kedua malaikat itu bertanya kepadanya, “Siapa Robbmu..?” Ia menjawab, “Robbku adalah Allah..”

“Apa agamamu..?” Ia menjawab, “agamaku Islam..”

“Siapa orang yang diutus kepadamu ini..?”  Ia menjawab, “Ia adalah Rasulullah..”

“Apa ilmumu..?” Ia menjawab, “Aku membaca kitab Allah dan beriman dengannya..”

Lalu diserukan dari langit, “Sungguh benar hamba-Ku, maka bentangkanlah untuknya tikar dari surga-Ku. Dan bukakan baginya pintu surga..” Maka datanglah kepadanya wangi surga dan dilapangkan kuburnya sejauh mata memandang.

Selanjutnya, datang kepadanya orang yang berwajah tampan, berpakaian bagus dan harum mewangi. Ia (orang berwajah tampan) berkata, “Bergembiralah dengan semua yang menyenangkanmu. Inilah hari yang dijanjikan untukmu..”

Maka ia (mayat) pun bertanya, “Siapa anda, wajahmu yang membawa kebaikan..?”

Maka ia menjawab, “Aku adalah amalmu yang sholeh..”

Ia bertanya lagi, “Ya Allah, segerakanlah Kiamat agar aku bisa kembali kepada keluarga dan hartaku..”

Dan bila seorang kafir, ia berpindah dari dunia dan menuju ke alam akhirat. Dan para malaikat turun dari langit menuju kepadanya dengan wajah yang hitam. Mereka membawa kain rami yang kasar, mereka duduk dengan jarak dari mayat sejauh mata memandang.

Kemudian datanglah malaikat maut duduk di dekat kepalanya. Ia berkata, “Wahai jiwa yang kotor, keluarlah menuju kemurkaan Allah..”

Selanjutnya, ruhnya pun menyebar ke seluruh tubuhnya dan malaikat maut mencabut ruhnya dengan kuat seperti mencaput sisir besi dari ijuk yang basah.

Bila ruh itu telah diambil, para malaikat itu tidak membiarkannya sekejap mata di tangan malaikat maut, sampai para malaikat meletakkannya pada kain rami yang kasar tersebut. Kemudian ia mengeluarkan bau yang paling busuk di muka bumi.

Selanjutnya para malaikat membawa naik ruh tersebut. Tiada malaikat yang mereka lewati kecuali mereka mengatakan, “Bau apa yang sangat keji ini..?” ia dipanggil dengan namanya yang paling jelek waktu di dunia. ketika arwahnya sampai pada langit dunia dan malaikat meminta pintunya dibuka, akan tetapi tidak diizinkan.
.
Kemudian Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah:

لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ

“Tidak dibukakan untuk mereka pintu langit, dan mereka tidak akan masuk surga sampai onta masuk ke dalam lubang jarum..” [al-A‘râf/7:40]

Setelah itu, Allah ‘Azza wa Jalla berkata, “Tulislah catatan amalnya di Sijjîn pada lapisan bumi yang paling bawah..” Dan ruhnya dilemparkan jauh-jauh.

Kemudian Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat:

وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ

“Barangsiapa yang berbuat syirik kepada Allah, maka seolah-olah ia telah terjatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan oleh angin ke tempat yang jauh..” [al-Hajj/22:31]

Setelah itu ruhnya dikembalikan ke jasadnya, dan datang kepadanya dua orang malaikat yang menyuruhnya duduk.

Kedua malaikat itu bertanya, “Siapa Robbmu..?” ia menjawab, “Hah hah.. aku tidak tahu..”

Mereka bertanya lagi, “Siapakah orang yang diutus kepadamu ini..?” Ia menjawab, “Hah hah, aku tidak tahu..”

Maka seseorang menyeru dari langit, “Sungguh ia telah berdusta. Bentangkan tikar untuknya dari api neraka dan bukakan salah satu pintu neraka untuknya..” Maka datanglah kepadanya angin panas neraka. Lalu kuburnya disempitkan sehingga tulang-tulang rusuknya saling berdempet.

Kemudian datang kepadanya seorang yang berwajah jelek, berpakaian jelek dan berbau busuk. Orang itu berkata, “Berbahagialah dengan apa yang menyakitimu, inilah hari yang dijanjikan padamu..”

Lalu ia (mayat) bertanya, “Siapa engkau yang berwajah jelek..?”

Ia menjawab, “Aku adalah amalanmu yang keji..”

Lalu mayat itu mengatakan, “Robb ku janganlah engkau datangkan Kiamat..”

[ HR. Imam Ahmad ]
dishohîhkan oleh Syaikh al-Albâni dalam Shohiih Jaami’ ash Shoghiir no 1676

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

HADITS : Keutamaan EMPAT Kalimat # 4

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang merasa bakhil untuk berinfaq dari hartanya atau memiliki sifat pengecut untuk menghadapi musuh atau merasa lemah untuk melewati malam dengan ibadah, hendaklah ia memperbanyak ucapan,
subhaanallah
walhamdulillah
walaa ilaaha illallah
wallahu akbar

[ HR. Ibnu Abi Syaibah ]
Silsilah ash-Shohiihah 6/688


ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

HADITS : Setiap Amalan Tergantung Pada Akhirnya

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Sungguh ada seorang hamba yang menurut pandangan orang banyak mengamalkan amalan penghuni surga, namun berakhir menjadi penghuni neraka. Sebaliknya ada seorang hamba yang menurut pandangan orang melakukan amalan-amalan penduduk neraka, namun berakhir dengan menjadi penghuni surga. Sungguh amalan itu dilihat dari akhirnya..”

(HR. Bukhari, no. 6493)

Dalam riwayat lain disebutkan,

وَإِنَّمَا الأَعْمَالُ بِالْخَوَاتِيمِ

“Sesungguhnya setiap amalan tergantung pada akhirnya..”

(HR. Bukhari, no. 6607)

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

HADITS : Bahaya Ghibah (Menggunjing)

●  Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Tahukah engkau apa itu ghibah..?” Mereka menjawab, “Allah dan Rosul-Nya yang lebih tahu..” Ia berkata, “Engkau menyebutkan kejelekan saudaramu yang ia tidak suka untuk didengarkan orang lain..”

Beliau ditanya, “Bagaimana jika yang disebutkan sesuai kenyataan..?” Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam menjawab, “Jika sesuai kenyataan berarti engkau telah mengghibahnya.. jika tidak sesuai, berarti engkau telah memfitnahnya..”

[ HR. Muslim no. 2589 ]

●  Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam juga bersabda,

“Siapa yang pernah menzholimi saudaranya berupa menodai kehormatan (seperti ghibah. pent) atau mengambil sesuatu yang menjadi miliknya, hendaknya ia meminta kehalalannya dari kezholiman tersebut hari ini.. sebelum tiba hari kiamat yang tidak akan bermanfaat lagi dinar dan dirham..

Pada saat itu bila ia mempunyai amal sholih maka akan diambil seukuran kezholiman yang ia perbuat.. bila tidak memiliki amal kebaikan, maka keburukan saudaranya akan diambil kemudian dibebankan kepadanya..”

[ HR. Bukhari no. 2449 ]

●  Imam Nawawi rohimahullah berkata,

“Ghibah adalah sesuatu yang amat jelek, namun tersebar dikhalayak ramai. Yang bisa selamat dari tergelincirnya lisan seperti ini hanyalah sedikit..

Ghibah memang membicarakan sesuatu yang ada pada orang lain, namun yang diceritakan adalah sesuatu yang ia tidak suka untuk diperdengarkan pada orang lain. Sesuatu yang diceritakan bisa jadi pada badan, agama, dunia, diri, akhlak, bentuk fisik, harta, anak, orang tua, istri, pembantu, budak, pakaian, cara jalan, gerak-gerik, wajah berseri, kebodohan, wajah cemberutnya, kefasihan lidah, atau segala hal yang berkaitan dengannya..

Cara ghibah bisa jadi melalui lisan, tulisan, isyarat, atau bermain isyarat dengan mata, tangan, kepala atau semisal itu..”

[ Al Adzkar – hal. 597 ]

●  Imam Qotaadah rohimahullah berkata,

“Siksa kubur itu berasal dari tiga bagian :
– sepertiganya dari ghibah (menggunjing),
– sepertiganya dari namimah (mengadu domba), serta
– sepertiganya lagi dari air kencing (tidak dibasuh dengan cara yang benar)..”

(Al-Baihaqi dalam Itsbat ‘Adzaabil Qobri no. 261, Ibnu Abid Dunya di dalam as-Shomt no. 189 dan Ibnu Rojab dalam Kitab Ahwaalul Qubur hal 65)

●  Imam Ibnu Qudamah rohimahullah mengatakan,

“Ketahuilah bahwa seseorang yang telah mendengarkan ghibah, maka dia telah berserikat dalam perbuatannya tersebut. Dia tidak (dianggap) terbebas dari dosa mendengarkan ghibah, kecuali dengan pengingkaran di lisannya..

Apabila ia takut, maka ia (wajib) untuk mengingkari dengan hatinya. Namun jika ia mampu berdiri (pergi), memotong pembicaraan ghibah tersebut ataupun (mengalihkan) dengan pembicaraan yang lain, maka dia harus untuk melakukannya..”

(Mukhtashor Minhaajul Qooshidiin 221)

●  Syaikh al-‘Utsaimin rohimahullah berkata,

Setiap orang yang mengghibahi orang lain, hakikatnya dia telah memberikan amalan sholehnya kepada orang tersebut..

Karena itulah, sebagian salaf mengatakan, “saya ingin memberi dirham kepada orang yang mengghibahi saya.. karena orang yang mengghibahi saya telah memberikan kepada saya yang lebih baik daripada dirham ini, yakni amal sholehnya..”

[ Al Liqo Asy Syahri – 58 ]

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

HADITS : Keutamaan Banyak Amal Sholeh

Tholhah bin ‘Ubaidillah rodhiyallahu ‘anhu mengatakan,

“Ada dua orang dari kabilah Baliy datang menemui Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam.. mereka berdua masuk Islam bersama-sama.

Salah satu dari mereka lebih kuat kesungguhannya daripada yang lain.. maka, orang yang lebih bersungguh-sungguh ikut berjihad dan meninggal. Adapun yang satunya, dia hidup setahun lebih lama..

(Tholhah berkata) Aku pun bermimpi, saat aku di pintu jannah (surga), aku bertemu keduanya..

Ada yang keluar dari jannah dan mengizinkan masuk bagi yang meninggal belakangan..

Lalu keluar lagi dan mengizinkan masuk untuk yang meninggal dalam jihad..

Dia pun kembali menemuiku dan mengatakan, ‘Kembalilah, ini belum waktumu..’

Pada pagi harinya, Tholhah pun bercerita kepada orang-orang dan mereka heran dengannya..

Lalu, sampailah hal tersebut kepada Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam dan mereka bercerita kepada beliau.

Beliau pun bersabda, ‘Kenapa kalian heran..?’

Mereka mengatakan, ‘Wahai Rosulullah, orang ini dahulu orang yang paling bersungguh-sungguh dan meninggal dalam jihad. Namun, justru orang yang kedua masuk ke jannah sebelumnya..’

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam pun mengatakan,

أَلَيْسَ قَدْ مَكَثَ هَذَا بَعْدَهُ سَنَةً قَالُوا بَلَى قَالَ وَأَدْرَكَ رَمَضَانَ فَصَامَ وَصَلَّى كَذَا وَكَذَا مِنْ سَجْدَةٍ فِي السَّنَةِ

‘Bukankah dia hidup setahun lebih lama daripada yang ini..?’

‘Ya..’ jawab para shahabat.

‘Bukankah dia mendapati bulan Ramadhan, lalu puasa dan sholat dan melakukan sujud demikian dan demikian dalam setahun..?’

‘Ya..’ kata para shahabat.

فَمَا بَيْنَهُمَا أَبْعَدُ مِمَّا بَيْنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ

“Maka (derajat) antara mereka berdua lebih jauh daripada langit dan bumi..”

[ Shohih Sunan Ibni Majah 3925 ]

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

HADITS : Keutamaan Sholawat – Ditampakkan Di Setiap Hari Jum’at

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya),

“Hari Jum’at adalah hari yang paling utama. Karena itu perbanyaklah sholawat kepadaku pada hari itu. Karena sesungguhnya sholawat kalian itu sampai kepadaku. Para sahabat bertanya, ‘Wahai Rosulullah, bagaimana mungkin sholawat kami sampai kepadamu, sementara kelak engkau dikebumikan..?’. Beliau bersabda, ‘Sesungguhnya Allah Ta’ala telah mengharamkan bumi untuk menghancurkan jasad para Nabi..”

[ HR. Abu Daud ]

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya)

“Perbanyaklah bersholawat kepada ku di setiap hari Jum’at, karena sesungguhnya sholawat ummatku akan ditampakkan kepadaku di setiap hari Jum’at. Maka siapa orang yang paling banyak bersholawat kepada ku, kelak dialah yang paling dekat tempatnya denganku pada hari kiamat..”

[ HR Al-Baihaqi ]

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

HADITS : Keutamaan Wudhu Dengan Sempurna

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya),

“Barangsiapa yang berwudhu, lalu menyempurnakan wudhunya (dengan memperhatikan syarat, fardhu, dan adabnya), maka dosa-dosanya akan keluar dari jasadnya, sampai-sampai keluar dari bagian bawah kukunya..”

[ HR. Muslim ]
Shohiihul Jaami’ no. 6169

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS
DAFTAR KOMPLIT Tanya-Jawab – Kupas Tuntas Tentang (KTT) WUDHU