Category Archives: Hadits

Saat Kagum Melihat Saudaramu

Dari Abu Umamah rodhiyallahu ‘anhu, Rosulullah shollallahu :alaihi wasallam bersabda,

‏ (( إذا رأى أحدكم من أخيه ما يعجبه ، فليدع له بالبركة ))

“Apabila seseorang dari kalian melihat pada saudaranya yang membuatmu kagum maka do’akanlah ia dengan keberkahan..”

(HR Ibnu Majah no 3509 dan dishohihkan oleh Syaikh Al Bani)

Kita ucapkan untuknya: Allaahumma baarik LAHU… (*)

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

================

NB (admin):

(*) kata ganti orangnya hendaknya disesuaikan :

● Bila do’a ini ditujukan kepada SATU ORANG YANG TIDAK BERADA DI HADAPAN KITA, maka ucapkanlah :

bila pria : Allaahumma baarik LAHU / Baarakallahu LAHU / FII-HI

bila wanita : Allaahumma baarik LAHA / Baarakallahu LAHA / FII-HA

● Bila do’a ini ditujukan kepada SATU ORANG YANG BERADA DI HADAPAN KITA, maka ucapkanlah :

bila pria : Allaahumma baarik LAKA / Baarakallahu LAKA / FII-KA

bila wanita : Allaahumma baarik LAKI  Baarakallahu LAKI / FII-KI

● Bila do’a ini ditujukan kepada DUA ORANG (baik 2 pria maupun 2 wanita) YANG TIDAK BERADA DI HADAPAN KITA, maka ucapkanlah :

Allaahumma baarik LAHUMAA / Baarakallahu LAHUMAA / FII-HIMAA

● Bila do’a ini ditujukan kepada DUA ORANG (baik 2 pria maupun 2 wanita) YANG BERADA DI HADAPAN KITA, maka ucapkanlah :

Allaahumma baarik LAKUMAA / Baarakallahu LAKUMAA / FII-KUMAA

● Bila do’a ini ditujukan kepada LEBIH DARI DUA ORANG YANG TIDAK BERADA DI HADAPAN KITA, maka ucapkanlah :

bila mereka pria : Allaahumma baarik LAHUM / Baarakallahu LAHUM / FII-HIM

bila mereka wanita : Allaahumma baarik LAHUNNA / Baarakallahu LAHUNNA / FII-HINNA

● Bila do’a ini ditujukan kepada LEBIH DARI DUA ORANG YANG BERADA DI HADAPAN KITA, maka ucapkanlah :

bila pria : Allaahumma baarik LAKUM / Baarakallahu LAKUM / FII-KUM

bila wanita : Allaahumma baarik LAKUNNA / Baarakallahu LAKUNNA / FII-KUNNA
.

HADITS : Do’a Agar Dihindarkan Dari Musibah Agama

‘Abdullah bin ‘Umar rodhiyallahu ‘anhu berkata,

“Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam seringnya apabila hendak bangkit dari majelis, beliau berdo’a dengan do’a ini untuk (diajarkan) kepada para sahabatnya:

اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا يَحُولُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ ، وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ ، وَمِنَ اليَقِينِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مُصِيبَاتِ الدُّنْيَا ، وَمَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا ، وَاجْعَلْهُ الوَارِثَ مِنَّا ، وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا ، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا ، وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا ، وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا ، وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا ، وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

“Ya Allah, berikanlah kepada kami rasa takut kepada-Mu yang dapat menghalangi kami dari memaksiati-Mu..
Berikanlah ketaatan kepada-Mu yang dapat menyampaikan kami kepada surga-Mu..
Berikanlah keyakinan yang dapat meringankan musibah-musibah dunia..
Berikanlah kami kenikmatan dengan penglihatan, pendengaran dan kekuatan selama kami hidup..
Jadikanlah itu sebagai warisan untuk kami..
Dan jadikan pembalasan kami untuk orang-orang yang menzholimi kami..
Jangan jadikan musibah menimpa agama kami..
Jangan jadikan dunia sebagai keinginan kami yang terbesar..
Tidak juga sebagai pengetahuan kami yang paling besar..
Dan jangan kuasakan kepada kami pemimpin yang tidak menyayangi kami..”

[ HR. At Tirmidzi dan dishohihkan oleh Syaikh al-Albani ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

Diantara Keutamaan EMPAT Kalimat Mulia

Berikut adalah beberapa keutamaan dari EMPAT kalimat mulia :
– subhaanallah,
– walhamdulillah,
– walaa ilaaha illallah,
– wallahu akbar

1️⃣ KALIMAT YANG ALLAH PALING CINTAI

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya),

“Ucapan yang paling dicintai Allah ada empat, tidak mengapa bagimu memulai dari yang mana saja, SUBHAANALLAH, WALHAMDULILLAH, WALAA ILAAHA ILLALLAH, WALLAHU AKBAR..”

[ HR. Muslim no. 2137 ]
.
=============================
.
2️⃣ BERPUTAR MENGELILINGI ‘ARSY ALLAH

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Sungguh kalimat-kalimat dzikir yang kalian ucapkan dari keagungan Allah seperti tasbiih (SUBHAANALLAH), takbiir (ALLAHU AKBAR), tahliil (LAA ILAAHA ILLALLAH) dan tahmiid (ALHAMDULILLAH) akan berputar mengelilingi ‘Arsy Allah, dan kalimat-kalimat dzikir itu mengeluarkan dengungan seperti suara lebah seraya menyebut-nyebut nama orang yang mengucapkannya.. Tidakkah salah seorang di antara kalian suka bila ada dari amalannya yang senantiasa disebutkan di sisi Allah..?”

[ HR. Ibnu Majah no. 3809 ]
.
=============================
.
3️⃣ LEBIH BAIK DARIPADA DUNIA DAN SEISINYA

Dari sahabat Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam telah bersabda:

“Sesungguhnya membaca SUBHAANALLAH, WALHAMDULILLAH, WALAA ILAAHA ILLALLAH, WALLAHU AKBAR, adalah lebih aku cintai daripada segala sesuatu yang terkena sinar matahari..”

[HR. Muslim no. 2695].

Al Munawi rohimahullah mengatakan, “Segala sesuatu yang dikatakan antara langit dan bumi, atau dikatakan lebih baik dari sesuatu yang terkena sinar matahari atau tenggelamnya, ini adalah ungkapan yang menggambarkan dunia dan seisinya..” (Faidul Qodir, Al Munawi, Masqi’ Ya’sub, 5/360
.
=============================
.
4️⃣ TANAMAN DI SURGA

⚉ Dari sahabat Abu Hurairah rodhiyallahu ’anhu, bahwasanya Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam ketika melewatinya yang sedang menanam tanaman, beliau berkata, “Apa yang engkau tanam..?” Abu Hurairah menjawab, “Tanaman untukku..”

Lalu Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, Wahai Abu Hurairah, maukah engkau aku tunjukkan pada tanaman yang lebih baik dari tanaman ini (yang engkau tanam)..?”

Jawab Abu Hurairah, “Mau ya Rosulullah..”

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Katakanlah, SUBHAANALLAH, WALHAMDULILLAH, WALAA ILAAHA ILLALLAH, WALLAHU AKBAR niscaya akan ditanamkan untukmu dengan setiap kalimat tersebut, sebuah pohon di surga..”

[HR. Ibnu Majah no. 3807. Syaikh Al-Albani menghasankannya dalam kitab Shohih Targhib no. 1549]

⚉ Dari sahabat Ibnu Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Aku pernah bertemu dengan Ibrahim pada malam ketika aku diisro`kan, kemudian ia berkata, ‘Wahai Muhammad, sampaikan salam dariku kepada umatmu, dan beritahukan kepada mereka bahwa Surga debunya harum, airnya segar, dan surga tersebut adalah datar, tanamannya adalah kalimat SUBHAANALLAH, WALHAMDULILLAH, WALAA ILAAHA ILLALLAH, WALLAHU AKBAR..”

[HR. Tirmidzi no. 3462. Syaikh Al Albani berkata hadits ini hasan]
.
=============================
.
5️⃣ MENAMBAH KEBAIKAN DAN MENGHAPUS KESALAHAN

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah telah memilih empat perkataan SUBHAANALLAH, WALHAMDULILLAH, WALAA ILAAHA ILLALLAH, WALLAHU AKBAR.. barangsiapa mengucapkan SUBHAANALLAH, maka akan dituliskan untuknya 20 kebaikan dan dihapuskan darinya 20 kesalahan, dan barangsiapa mengucapkan ALLAHU AKBAR maka akan dituliskan untuknya seperti itu pula, dan barangsiapa mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAH maka akan dituliskan untuknya seperti itu pula, dan barangsiapa mengucapkan ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘AALAMIIN dari dalam hatinya, maka akan dituliskan untuknya 30 kebaikan dan dihapuskan darinya 30 kesalahan..”

[ HR. Ahmad no. 7746 ]
.
=============================
.
6️⃣ MENGHAPUS KESALAHAN SEBANYAK BUIH DI LAUTAN

⚉ Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang bertasbiih (SUBHAANALLAH) sebanyak 33x, bertahmiid (ALHAMDULILLAH) sebanyak 33x, dan bertakbiir (ALLAHU AKBAR) sebanyak 33x setelah melaksanakan sholat fardhu sehingga berjumlah 99, kemudian menggenapkannya untuk yang keseratus dengan ucapan LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKALAHU LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QODIIR, maka kesalahannya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.”

[ HR. Muslim no. 597 ]

⚉ Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa membaca ketika beranjak ke tempat tidurnya,
LAA ILAAHA ILLALLAH, WAHDAHU LAA SYARIIKALAH, LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WAHUWA ‘ALAA KULLI SYA-IN QODIIR, LAA HAWLA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAH,
SUBHAANALLAH
WALHAMDULILLAH
WALAA ILAAHA ILLALLAH
WALLAHU AKBAR
niscaya dosa-dosanya diampuni walaupun ia seperti buih di lautan..”

[HR Ibnu Hibban – Shohiih – at Targhiib wat Tarhiib 2/607 ]
.
=============================
.
7️⃣ MENGGUGURKAN DOSA SEBAGAIMANA BERGUGURANNYA DAUN YANG TELAH KERING

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam suatu hari berjalan bersama para sahabatnya, dan ketika itu beliau membawa tongkat di tangannya.. lalu beliau melewati pohon yang dedaunannya telah kering dan memukul pohon itu dengan tongkat yang ada di tangannya maka daun-daun yang kering itu berguguran.. dan saat para sahabat melihat dedaunan pohon itu berguguran di depan mereka, maka Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “sesungguhnya kalimat SUBHAANALLAH, WALHAMDULILLAH, WALAA ILAAHA ILLALLAH, WALLAHU AKBAR menggugurkan dosa-dosa seorang hamba sebagaimana dedaunan pohon ini berguguran..”

[ HR. at-Tirmidzi – shohih ]
.
=============================
.
8️⃣ PENAWAR RASA BAKHIL, PENGECUT DAN LEMAH DALAM IBADAH MALAM

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

Sesungguhnya Allah membagi bagikan akhlak kepada kalian sebagaimana membagi bagikan rezeki, sesungguhnya Allah memberikan dunia kepada yang Dia cintai dan yang tidak Dia cintai, dan tidak memberikan iman kecuali kepada orang yang Dia cintai. Barangsiapa yang merasa bakhil untuk menginfakkan hartanya, atau merasa pengecut untuk menjihadi musuh, atau merasa lemah untuk melewati malam dengan ibadah, hendaklah ia memperbanyak ucapan SUBHAANALLAH, WALHAMDULILLAH, WALAA ILAAHA ILLALLAH, WALLAHU AKBAR..”

[ HR Ibnu Abi Syaibah, dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam silsilah shohihah 6/688 ]
.
=============================
.
9️⃣ SETIAP KALIMAT ADALAH SEDEKAH

Dari Abu Dzar rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Sesungguhnya sebagian dari para sahabat Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam berkata kepada Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam, “Wahai Rosulullah, orang-orang kaya lebih banyak mendapat pahala, mereka mengerjakan sholat sebagaimana kami sholat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka..”

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, Bukankah Allah telah menjadikan bagi kamu sesuatu untuk bersedekah..? Sesungguhnya tiap-tiap TASBIIH (SUBHAANALLAH) adalah sedekah, tiap-tiap TAKBIIR (ALLAHU AKBAR) adalah sedekah, tiap-tiap TAHMIID (ALHAMDULILLAH) adalah sedekah, tiap-tiap TAHLIIL (LAA ILAAHA ILLALLAH) adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah kemungkaran adalah sedekah dan persetubuhan salah seorang di antara kamu (dengan istrinya) adalah sedekah..”

Mereka bertanya, “Wahai Rosulullah, apakah (jika) salah seorang di antara kami memenuhi syahwatnya, ia mendapat pahala..?” Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam menjawab, “Tahukah engkau jika seseorang memenuhi syahwatnya pada yang haram, dia berdosa. Demikian pula jika ia memenuhi syahwatnya itu pada yang halal, ia mendapat pahala..”

[ HR. Muslim no. 2376 ]
.
================================
.
1️⃣0️⃣ SAMA DENGAN MEMBEBASKAN BUDAK, MEYIAPKAN KUDA PERANG, UNTA DAN MEMENUHI LANGIT DAN BUMI

Dari Ummu Hani’ bintu Abi Tholib dia berkata, “Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam melewatiku pada suatu hari, lalu saya berkata kepada beliau, Wahai Rosulullah, aku sudah tua dan lemah, maka perintahkanlah kepadaku dengan amalan yang bisa aku lakukan dengan duduk..”

Beliau bersabda, “Bertasbihlah (mengucapkan SUBHAANALLAH) kepada Allah 100 kali, karena itu sama dengan kamu membebaskan seratus budak dari keturunan Isma’il. Bertahmidlah (mengucapkan ALHAMDULILLAH) kepada Allah 100 kali karena itu sama dengan seratus kuda berpelana yang memakai kekang di mulutnya, yang kamu bawa di jalan Allah. Bertakbirlah (mengucapkan ALLAHU AKBAR) kepada Allah dengan 100 takbiir karena ia sama dengan seratus unta yang menggunakan tali pengekang dan penurut. Bertahlillah (mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAH) kepada Allah 100 kali..” Ibnu Khalaf berkata, “saya mengira beliau bersabda: ‘Karena ia memenuhi di antara langit dan bumi, dan pada hari ini tidaklah amalan seseorang itu diangkat kecuali akan didatangkan dengan semisal yang kamu lakukan itu..”

{HR. Ahmad 6/344. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Ash Silsilah Ash Shohihah no. 1316]
.
==============================
.
1️⃣1️⃣ PALING BERAT DALAM TIMBANGAN AMAL KEBAIKAN

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Bakhin.. bakhin.. (dan tangannya isyarat angka lima) alangkah beratnya dalam timbangan :
subhaanallah,
walhamdulillah,
walaa ilaaha illallah,
wallahu akbar, dan
– anak sholeh yang wafat dari seorang muslim, lalu ia mengharapkan pahalanya..”

[HR. An Nasa’i]

catatan : lafazh ‘bakhin.. bakhin’ diucapkan saat takjub terhadap sesuatu dan menjelaskan keutamaannya.

====

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

Perumpamaan Orang Yang Bakhil Dan Orang Yang Berinfak

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Perumpamaan orang yang bakhil dan (orang) yang berinfak sama seperti dua laki-laki yang mengenakan baju terbuat dari besi yang menutupi dada hingga ke leher mereka..

Adapun yang berinfak, tidaklah ia berinfak melainkan baju itu meluas dan menutupi kulitnya hingga menutupi jari-jari tangannya dan menghapus jejak kakinya..

Sedangkan si bakhil, setiap kali dia tidak mau menginfakkan sesuatu, maka menempel setiap mata rantai baju itu di tempatnya, dia berusaha meluaskannya namun tidak mau menjadi luas..”

[ HR Bukhari dan Muslim ]

Al Khattabi rohimahullah berkata,

“Ini adalah perumpamaan yang disebutkan oleh Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bagi (orang) yang bakhil dan (orang) yang bersedekah.

Beliau shollallahu ‘alayhi wa sallam menyerupakan keduanya dengan dua laki-laki yang masing-masing ingin memakai baju besi untuk menutupi dirinya dari senjata musuh.

Lalu baju besi itu dimasukkan dari kepala, dan baju besi pertama kali dipakai berada di dada hingga leher sampai seseorang berhasil mengeluarkan tangannya dari lengannya. Maka orang yang berinfak sama seperti memakai baju besi yang luas. Baju itu mampu menutupi semua badannya.

Sedangkan si bakhil seperti orang yang terbelenggu kedua tangannya ke lehernya. Setiap kali ia hendak memakai baju itu, tangannya semakin terjepit ke lehernya dan mencekik tenggorokannya.

Maksudnya, orang yang dermawan jika ingin bersedekah maka hatinya menjadi luas dan jiwanya menjadi baik, sehingga mudah mengeluarkan sedekah.

Sedangkan orang bakhil jika diceritakan tentang sedekah, maka ia menjadi kikir sehingga hatinya menyempit dan tangannya terkungkung..”

[ Zaadul Ma’ad ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

 

Mereka Yang Banyak Mengingat Allah

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

مَن استَيقظَ مِن اللَّيلِ وأيقظَ امرأتَهُ فصلَّيا ركعتَينِ جميعًا كُتِبا مِن الذَّاكرينَ اللَّهَ كثيرًا والذَّاكراتِ

“Siapa yang bangun malam lalu membangunkan istrinya dan keduanya sholat dua roka’at maka keduanya ditulis sebagai orang-orang yang banyak mengingat Allah..” (HR Abu Dawud)

Suami istri yang saling membantu dalam ketaatan..
Adalah pasangan yang dirahmati oleh Allah ‘Azza wajalla..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

Hamba Yang Paling Utama Kelak Pada Hari Kiamat

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إنَّ اللهَ تعالى لَيرضـى عـن العبدِ
‏أنْ يأكلَ الأكلةَ أو يشربَ الشربةَ
‏فيحمدُ اللهَ عليها

“Sesungguhnya Allah ridho kepada hamba yang apabila ia makan atau minum ia memuji Allah..” (HR Muslim)

Karena hamba yang paling utama kelak pada hari kiamat adalah yang paling banyak memuji Allah Ta’ala. Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

إِنَّ أَفْضَلَ عِبَادِ اللهِ -تَبَارَكَ وَتَعَالَى- يَوْمَ الْقِيَامَةِ، الْحَمَّادُونَ

“Sesungguhnya hamba Allah yang paling utama pada hari kiamat adalah orang orang yang banyak memuji Allah..” (Shahih Jami no 1571)

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

Do’a Perbaiki Urusan Agama, Dunia Dan Akhirat


jangan lupa.. salah satu adab berdo’a adalah memulainya dengan :
.
▪️memuji Allah dengan nama-nama-Nya yang Agung (contoh) : yaa Hayyu yaa Qoyyuum..
.
▪️lalu membaca sholawat (contoh) : Allaahumma sholli wa sallim ‘alaa Nabiyyinaa Muhammad.. lafazh sholawat yang utama adalah lafazh sholawat yang kita baca saat tasyahud dalam sholat
.
▪️lalu mulailah berdo’a..
.
◾ALLAAHUMMA ASH-LIH LII DIINIY
ALLADZII HUWA ‘ISHMATU AMRII
◾WA ASH-LIH LII DUN-YAAYA
ALLATII FIIHAA MA’AASYII
◾WA ASH-LIH LII AAKHIROTII
ALLATII FIIHAA MA’AADII
◾WAJ-’ALIL HAYAATA ZIYAADATAN LII FII KULLI KHOYRIN
◾WAJ-’ALIL MAUTA ROOHATAN LII MIN KULLI SYARRIN
.
Imam Al-Qurthubi rohimahullah berkata,
.
“Do’a ini begitu agung karena berisi kebaikan dunia dan akhirat, permintaan baiknya agama dan dunia.. Hendaklah do’a ini dihafalkan dan digunakan untuk berdo’a pada malam dan siang hari.. Semoga saja do’a tersebut dipanjatkan pada waktu mustajabnya do’a sehingga memperoleh kebaikan dunia dan akhirat..”
.
[ Al-Mufhim, 7:49, dinukil dari Minhah Al-‘Allam, 10:472]

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS
DAFTAR KOMPLIT – Artikel Kupas Tuntas Tentang (KTT) DO’A

HADITS : Rezeki Yang Telah Ditentukan

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya),

“Janganlah kamu merasa bahwa rezekimu telat datangnya, karena sesungguhnya tidaklah seorang hamba akan mati, hingga telah datang kepadanya rezeki terakhir (yang telah ditentukan) untuknya..

maka tempuhlah jalan yang baik dalam mencari rezeki, yaitu dengan mengambil yang halal dan meninggalkan yang haram..”

[ HR. Abdurrozaq, Ibnu Hibban ]

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

Amal Apa Yang Akan Kita Sebut Dalam Do’a..?

Dalam sebuah hadits shohih tentang tiga orang terperangkap di gua, masing-masingnya menyebutkan satu amal sholeh hingga mereka pun berhasil keluar.

Pertanyaan : Jika kita jadi orang keempat, amal apa yang akan kita sebut dalam do’a..?

Ditulis oleh,
Syaikh Muhammad Sholeh Al Munajjid, حفظه الله تعالى

Courtesy of Twit Ulama

=======================

NB : hadits yang dimaksud adalah sbb :

Dari ‘Abdullah bin ‘Umar rodhiallahu ‘anhumaa, dia berkata, “Aku mendengar Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Ada tiga orang dari umat sebelum kalian melakukan perjalanan, lalu mereka masuk ke dalam goa untuk berteduh di sana. Tiba-tiba ada batu besar yang runtuh dari atas gunung dan menutup pintu gua. Mereka berkata, “Kalian tidak dapat selamat dari batu ini kecuali kalian berdo’a dengan perantara amal-amal sholeh kalian..”

Lalu salah seorang dari mereka berdoa, “Ya Allah, dahulu saya memiliki kedua orangtua yang sudah renta. Saya tidak memberi minuman di malam hari untuk keluarga saya atau hewan ternak saya, sebelum saya memberi minuman untuk keduanya. Suatu saat saya ada keperluan hingga pulang larut dan belum sempat saya beri minum. Maka saya buatkan minuman untuk mereka, namun ternyata saya dapatkan mereka telah tertidur. Saya tidak ingin memberikan minum kepada keluarga dan hewan ternak saya sebelum saya memberikan minum untuk keduanya, maka saya tunggu mereka bangun dari tidur sambil memegangi wadah minuman tersebut. Saya pun tidak ingin membangunkan keduanya, sementara anak-anak saya menangis-nangis kelaparan dan memegangi kaki saya..

Begitu seterusnya hingga terbit fajar. Kemudian terbit fajar, lalu aku membangunkan keduanya dan memberinya minum. “Ya Allah, jika aku melakukan hal itu karena mengharap wajah-Mu, lepaskanlah kami dari batu ini..” Lalu batu itu bergeser sedikit, namun mereka belum dapat keluar darinya..

Lalu Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Yang lain berkata, ya Allah, dahulu ada puteri pamanku yang sangat aku cintai, lalu aku ingin berbuat zina dengannya, namun dia menolaknya. Hingga suatu saat terjadi musim paceklik. Maka dia datang (untuk meminta bantuan), maka aku memberikannya 120 dinar dengan syarat dia menyerahkan dirinya kepadaku. Maka dia bersedia..

Hingga ketika aku dapat melakukan apa yang aku inginkan terhadapnya, dia berkata, ‘bertakwalah kepada Allah, cincin tidak boleh dilepas kecuali oleh orang yang berhak..’

Maka akupun takut melakukan perbuatan itu, lalu aku tinggalkan dia padahal dia adalah orang yang paling aku cintai. Aku tinggalkan pula emas yang telah aku berikan kepadanya. “Ya Allah, jika aku melakukan hal tersebut semata untuk mengharap wajah-Mu, maka bebaskan aku dari apa yang aku alami ini..” Lalu batu itu bergeser dua pertiganya, namun mereka masih telah belum dapat keluar..

Lalu Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

“Yang ketiga berkata, ‘Ya Allah, dahulu aku menyewa beberapa orang pekerja, lalu aku berikan upah mereka masing-masing kecuali satu orang yang meninggalkannya begitu saja. Maka upahnya tersebut aku investasikan hingga berkembang.

Lalu (sekian lama kemudian) orang itu datang kepadaku dan berkata, ‘Wahai fulan, berikan upahku..’ Maka aku katakan kepadanya, ‘Semua yang engkau lihat berupa unta, sapi, kambing dan budak adalah upahmu..”

Maka orang itu berkata, ‘Wahai ‘Abdullah, jangan meledek aku..’ Aku berkata, ‘Sungguh aku tidak meledekmu..” Lalu orang itu mengambil semua haknya tanpa menyisakan sedikitpun. “Ya Allah, jika aku lakukan semua itu karena berharap wajah-Mu, maka bebaskanlah aku dari apa yang aku alami ini..”

Lalu batu itu bergerak sehingga akhirnya mereka dapat keluar meninggalkan tempat tersebut..”

[ HR. Bukhari ]

Belum Habis Kesempatan Berbakti

Bagi yang orang tuanya sudah meninggal, belum habis kesempatan untuk berbakti.

Banyaklah memintakan AMPUN untuknya.

Karena Nabi tercinta Shollallahu ‘alaihi wa sallam pernah bersabda:

“Sungguh, ada seseorang DINAIKKAN DERAJATNYA di surga, sehingga dia bertanya: “Dari mana ini..?” Maka dikatakan padanya: “Itu karena PERMINTAAN AMPUN ANAKMU untukmu..”

[HR. Ibnu Majah: 3660]
dihasankan oleh Syeikh Albani]

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى