Category Archives: Hadits

Selalu Kawatir Tidak Diterima Amalanmya

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,

“Dan mereka yang memberikan apa yang telah mereka berikan (sedekah) dengan hati yang dipenuhi dengan rasa takut, (karena mereka tahu) sesungguhnya mereka akan kembali kepada Robbnya..” (Qs. Al-Mu’minuun 23:60)

‘Aisyah rodhiyallahu ‘anha berkata,

“Ya Rosulullah, apa maksud firman Allah (Qs 23:60 di atas)..? Apakah karena orang itu telah mencuri, berzina dan meminum khomr, lalu dia pun takut bila bertemu Allah kelak..?”

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam menjawab,

“Bukan begitu wahai putri ash-Shiddiq, tapi mereka adalah orang-orang yang senantiasa sholat, berpuasa serta bersedekah, tetapi mereka selalu khawatir kalau amalan mereka tidak diterima oleh Allah..”

(HR. Ahmad VI/159, 205 no. 25263, at-Tirmidzi no. 3175, dan Ibnu Majah no. 4198 serta al-Hakim II/293-294)

Orang Yang Paling Besar Pahala Puasanya

Imam Ahmad meriwayatkan dari Mu’adz bin Anas

(( أَنَّ رَجُلًا سَأَلَهُ فَقَالَ أَيُّ الْمُجَاهِدِينَ أَعْظَمُ أَجْرًا يَا رَسُولُ اللَّه ؟ قَالَ أَكْثَرُهُمْ لِلَّهِ تَعَالَى ذِكْرًا ، قَالَ فَأَيُّ الصَّائِمِينَ أَعْظَمُ أَجْرًا ؟ قَالَ أَكْثَرُهُمْ لِلَّهِ ذِكْرًا ، ثُمَّ ذَكَرَ لَهُ الصَّلَاةَ وَالزَّكَاةَ وَالْحَجَّ وَالصَّدَقَةَ كُلُّ ذَلِكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : أَكْثَرُهُمْ لِلَّهِ ذِكْرًا ، فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ لِعُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : ذَهَبَ الذَّاكِرُونَ بِكُلِّ خَيْرٍ !! ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَجَلْ )) .

Ada seseorang bertanya, “Siapakah mujahid yang paling besar pahalanya wahai Rosulullah..?” Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat Allah padanya..”

Ia berkata, “Siapakah orang berpuasa yang paling besar pahalanya..?” Beliau bersabda, “Yaitu yang paling banyak mengingat Allah padanya..”

Lalu ia menyebut sholat, zakat, hajji dan sedekah. Semua itu dijawab oleh Rosulullah Shollallaahu ‘alaihi Wasallam, “Yang paling banyak mengingat Allah padanya..”

Abu Bakar berkata kepada ‘Umar, “Orang yang banyak berdzikir telah pergi membawa segala kebaikan..” Maka Rosulullah Shollallaahu ‘alaihi Wasallam bersabda, “Benar..”

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata :

(( أن أفضل أهل كلِّ عملٍ أكثرهم فيه ذكراً لله عز وجل ؛ فأفضلُ الصوَّام أكثرهم ذكراً لله عز وجل في صومهم ، وأفضل المتصدقين أكثرهم ذكراً لله عز وجل ، وأفضل الحجاج أكثرهم ذكراً لله عز وجل، وهكذا سائر الأعمال))

“Sesungguhnya :
● orang yang paling utama dari orang yang beramal adalah yang paling banyak mengingat Allah ‘Azza wajalla padanya..
● orang yang berpuasa yang paling utama adalah yang paling banyak mengingat Allah ‘Azza wajalla saat puasanya..
● orang yang bersedekah yang paling utama adalah yang paling banyak mengingat Allah ‘Azza wajalla..
● demikian pula orang yang berhajji dan semua amal sholeh..”

(Al Wabil Ash Shoyyib)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Beberapa Dzikir Yang Bisa Dirutinkan Setiap Hari

berikut ini adalah beberapa kalimat dzikir mutlak yang tidak terbatas oleh jumlah dan waktu..

sehingga bisa kita rutinkan dan baca berulang-ulang setiap saat..
● baik saat kita berada di rumah, di kantor, di sekolah..
● saat kita mengemudi kendaraan..
● saat kita berada di kendaraan/transportasi umum seperti bis, kereta, pesawat, becak dll.. dan
● saat menunggu waktu buka puasa, saat menunggu dokter, vaksin dll..

subhaanallaah, walhamdulillaah, walaa illaaha illallaah, wallaahu akbar.. (HR. Muslim, at-Tirmidzi dan lainnya)

subhaanallaah 100 kali, alhamdulillaah 100 kali, Allaahu akbar 100 kali, laa ilaaha illallaah 100 kali.. (HR. Ahmad 6/344)

subhaanallaahil ‘azhiimi wabi hamdih.. (HR. at-Tirmidzi)

subhaanallaahi wabi hamdih, subhaanallaahil ‘azhiim.. (HR. Bukhori dan Muslim)

laa hawla walaa quwwata illaa billaah.. (HR. Ahmad)

Allaahumma sholli wa sallim ‘alaa Muhammad.. (Qs. Al Ahzab – 56)

Astaghfirullaahal ‘azhiim alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilayhi.. (HR. at-Tirmidzi)

Astaghfirullaah wa atuubu ilayhi.. (HR. Ibnu Majah)

Hasbunallaahu wani’mal wakiil ‘alallaahi tawakkalnaa.. (HR. at-Tirmidzi)

dalam sebuah hadits qudsi, Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Allaah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman, “Aku bersama hamba-Ku selama ia mengingat-Ku, selagi dua bibirnya bergerak mengingat-Ku..”

(HR. Ahmad 2 – 540, Ibnu Majah 3792, dan dinilai shohiih oleh al-Albani dalam Shohiih Ibni Majah, no. 93792)

semoga Allaah ‘Azza Wajalla memberikan kemudahan untuk mengamalkan dan merutinkan dzikir dan do’a diatas setiap hari..

HADITS : Mengucapkan Tahniah Datangnya Ramadhan

Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu berkata,

“Ketika telah datang bulan Ramadhan, Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda memberikan kabar gembira kepada para shahabatnya,

أَتَاكُمْ رَمَضَانُ ، شَهْرٌ مُبَارَكٌ ، فَرَضَ اللَّهُ عَزَّ وَجَلَّ عَلَيْكُمْ صِيَامَهُ ، تُفْتَحُ فِيهِ أَبْوَابُ السَّمَاءِ ، وَتُغْلَقُ فِيهِ أَبْوَابُ الْجَحِيمِ ، وَتُغَلُّ فِيهِ مَرَدَةُ الشَّيَاطِينِ ، لِلَّهِ فِيهِ لَيْلَةٌ خَيْرٌ مِنْ أَلْفِ شَهْرٍ ، مَنْ حُرِمَ خَيْرَهَا فَقَدْ حُرِمَ

“Telah datang Ramadhan, bulan yang diberkahi. Allah mewajibkan atas kalian berpuasa padanya. Pintu-pintu langit dibuka dan pintu-pintu Jahanam ditutup. Dan setan-setan yang jahat dibelenggu. Padanya terdapat malam yang lebih baik dari seribu bulan. Siapa yang terhalang dari kebaikannya maka sungguh ia telah terhalang..”

(HR An Nasai dan dihasankan oleh Al Albani)

Sebagian ulama berkata,

“Hadits ini adalah dalil (disyariatkan) manusia mengucapkan tahniah (selamat) satu sama lainnya dengan kedatangan bulan Ramadhan..”

(Lathoiful Ma’arif hal. 127)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

Akibat Berpaling Dari Kebaikan

Dari Abu Waqid al-Harits bin ‘Auf rodhiyallahu ‘anhu, bahwa ketika Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam sedang duduk di masjid dan orang-orang bersamanya, tiba-tiba datanglah tiga orang.

Dua orang menghampiri Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam sedangkan yang satu pergi.

Lantas kedua orang itu berdiri di hadapanRosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam. Salah satunya melihat tempat yang kosong di halaqah (perkumpulan) itu, lalu ia duduk di tempat kosong tersebut. Sedangkan yang satu lagi, duduk di belakang mereka. Adapun orang yang ketiga pergi.

Saat Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam selesai (bicara), beliau bersabda, “Maukah kalian aku beritahukan tentang tiga orang..? Yang pertama, ia berlindung kepada Allah, maka Allah pun melindunginya. Yang kedua, ia malu, maka Allah pun malu terhadapnya. Sedangkan yang ketiga, ia berpaling, maka Allah pun berpaling darinya..”

(HR Al Bukhari dan Muslim)

Sebagian ulama berkata, “Maksudnya ia berpaling dari kebaikan maka Allahpun berpaling dari memberinya pahala. Jika berpalingnya karena benci kepada ilmu, maka berpalingnya Allah darinya adalah kemurkaan untuknya..”

Lihatlah saudaraku..
Orang yang pertama dan kedua..
Yang duduk di majelis ilmu Allah..
Keduanya mendapatkan keutamaan dan pujian..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى 

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

Orang Miskin Yang Paling Berhak Diberi Sedekah

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu berkata, Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

ليس المسكين الذي يطوف على الناس، ترده اللقمة واللقمتان، والتمرة والتمرتان، ولكن المسكين الذي لا يجد غِنًى يغنيه، ولا يُفطن له فيُتصدق عليه، ولا يقوم فيسأل الناس

“Bukanlah orang miskin itu yang suka berkeliling meminta kepada manusia untuk mendapatkan sesuap atau dua suap, sebutir atau dua butir kurma..

Akan tetapi miskin itu adalah orang yang tidak mendapatkan apa-apa untuk mencukupinya dan tidak diketahui agar diberi sedekah, dan tidak meminta-minta kepada manusia..”

(HR Al Bukhari dan Muslim)

● Imam Al Baghowi rohimahullah berkata,

“Hadits ini menunjukkan bahwa orang miskin menurut pengetahuan mereka saat itu adalah yang suka berkeliling meminta-minta.. Maka Nabi shollallaahu ‘alayhi wa sallam mengabarkan bahwa miskin itu (adalah orang) yang tidak suka minta-minta sehingga tidak ada yang mengira ia miskin..

Karena orang yang minta-minta terkadang tercukupi dengan minta-mintanya sehingga tidak lagi miskin..”

(Syarhussunnah karya Imam Al Baghowi 6/87)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Saat Kagum Melihat Saudaramu

Dari Abu Umamah rodhiyallahu ‘anhu, Rosulullah shollallahu :alaihi wasallam bersabda,

‏ (( إذا رأى أحدكم من أخيه ما يعجبه ، فليدع له بالبركة ))

“Apabila seseorang dari kalian melihat pada saudaranya yang membuatmu kagum maka do’akanlah ia dengan keberkahan..”

(HR Ibnu Majah no 3509 dan dishohihkan oleh Syaikh Al Bani)

Kita ucapkan untuknya: Allaahumma baarik LAHU… (*)

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

================

NB (admin):

(*) kata ganti orangnya hendaknya disesuaikan :

● Bila do’a ini ditujukan kepada SATU ORANG YANG TIDAK BERADA DI HADAPAN KITA, maka ucapkanlah :

bila pria : Allaahumma baarik LAHU / Baarakallahu LAHU / FII-HI

bila wanita : Allaahumma baarik LAHA / Baarakallahu LAHA / FII-HA

● Bila do’a ini ditujukan kepada SATU ORANG YANG BERADA DI HADAPAN KITA, maka ucapkanlah :

bila pria : Allaahumma baarik LAKA / Baarakallahu LAKA / FII-KA

bila wanita : Allaahumma baarik LAKI  Baarakallahu LAKI / FII-KI

● Bila do’a ini ditujukan kepada DUA ORANG (baik 2 pria maupun 2 wanita) YANG TIDAK BERADA DI HADAPAN KITA, maka ucapkanlah :

Allaahumma baarik LAHUMAA / Baarakallahu LAHUMAA / FII-HIMAA

● Bila do’a ini ditujukan kepada DUA ORANG (baik 2 pria maupun 2 wanita) YANG BERADA DI HADAPAN KITA, maka ucapkanlah :

Allaahumma baarik LAKUMAA / Baarakallahu LAKUMAA / FII-KUMAA

● Bila do’a ini ditujukan kepada LEBIH DARI DUA ORANG YANG TIDAK BERADA DI HADAPAN KITA, maka ucapkanlah :

bila mereka pria : Allaahumma baarik LAHUM / Baarakallahu LAHUM / FII-HIM

bila mereka wanita : Allaahumma baarik LAHUNNA / Baarakallahu LAHUNNA / FII-HINNA

● Bila do’a ini ditujukan kepada LEBIH DARI DUA ORANG YANG BERADA DI HADAPAN KITA, maka ucapkanlah :

bila pria : Allaahumma baarik LAKUM / Baarakallahu LAKUM / FII-KUM

bila wanita : Allaahumma baarik LAKUNNA / Baarakallahu LAKUNNA / FII-KUNNA
.

HADITS : Do’a Agar Dihindarkan Dari Musibah Agama

‘Abdullah bin ‘Umar rodhiyallahu ‘anhu berkata,

“Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam seringnya apabila hendak bangkit dari majelis, beliau berdo’a dengan do’a ini untuk (diajarkan) kepada para sahabatnya:

اللَّهُمَّ اقْسِمْ لَنَا مِنْ خَشْيَتِكَ مَا يَحُولُ بَيْنَنَا وَبَيْنَ مَعَاصِيكَ ، وَمِنْ طَاعَتِكَ مَا تُبَلِّغُنَا بِهِ جَنَّتَكَ ، وَمِنَ اليَقِينِ مَا تُهَوِّنُ بِهِ عَلَيْنَا مُصِيبَاتِ الدُّنْيَا ، وَمَتِّعْنَا بِأَسْمَاعِنَا وَأَبْصَارِنَا وَقُوَّتِنَا مَا أَحْيَيْتَنَا ، وَاجْعَلْهُ الوَارِثَ مِنَّا ، وَاجْعَلْ ثَأْرَنَا عَلَى مَنْ ظَلَمَنَا ، وَانْصُرْنَا عَلَى مَنْ عَادَانَا ، وَلاَ تَجْعَلْ مُصِيبَتَنَا فِي دِينِنَا ، وَلاَ تَجْعَلِ الدُّنْيَا أَكْبَرَ هَمِّنَا ، وَلاَ مَبْلَغَ عِلْمِنَا ، وَلاَ تُسَلِّطْ عَلَيْنَا مَنْ لاَ يَرْحَمُنَا

“Ya Allah, berikanlah kepada kami rasa takut kepada-Mu yang dapat menghalangi kami dari memaksiati-Mu..
Berikanlah ketaatan kepada-Mu yang dapat menyampaikan kami kepada surga-Mu..
Berikanlah keyakinan yang dapat meringankan musibah-musibah dunia..
Berikanlah kami kenikmatan dengan penglihatan, pendengaran dan kekuatan selama kami hidup..
Jadikanlah itu sebagai warisan untuk kami..
Dan jadikan pembalasan kami untuk orang-orang yang menzholimi kami..
Jangan jadikan musibah menimpa agama kami..
Jangan jadikan dunia sebagai keinginan kami yang terbesar..
Tidak juga sebagai pengetahuan kami yang paling besar..
Dan jangan kuasakan kepada kami pemimpin yang tidak menyayangi kami..”

[ HR. At Tirmidzi dan dishohihkan oleh Syaikh al-Albani ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

Diantara Keutamaan EMPAT Kalimat Mulia

Berikut adalah beberapa keutamaan dari EMPAT kalimat mulia :
– subhaanallah,
– walhamdulillah,
– walaa ilaaha illallah,
– wallahu akbar

1️⃣ KALIMAT YANG ALLAH PALING CINTAI

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya),

“Ucapan yang paling dicintai Allah ada empat, tidak mengapa bagimu memulai dari yang mana saja, SUBHAANALLAH, WALHAMDULILLAH, WALAA ILAAHA ILLALLAH, WALLAHU AKBAR..”

[ HR. Muslim no. 2137 ]
.
=============================
.
2️⃣ BERPUTAR MENGELILINGI ‘ARSY ALLAH

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Sungguh kalimat-kalimat dzikir yang kalian ucapkan dari keagungan Allah seperti tasbiih (SUBHAANALLAH), takbiir (ALLAHU AKBAR), tahliil (LAA ILAAHA ILLALLAH) dan tahmiid (ALHAMDULILLAH) akan berputar mengelilingi ‘Arsy Allah, dan kalimat-kalimat dzikir itu mengeluarkan dengungan seperti suara lebah seraya menyebut-nyebut nama orang yang mengucapkannya.. Tidakkah salah seorang di antara kalian suka bila ada dari amalannya yang senantiasa disebutkan di sisi Allah..?”

[ HR. Ibnu Majah no. 3809 ]
.
=============================
.
3️⃣ LEBIH BAIK DARIPADA DUNIA DAN SEISINYA

Dari sahabat Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, bahwasanya Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam telah bersabda:

“Sesungguhnya membaca SUBHAANALLAH, WALHAMDULILLAH, WALAA ILAAHA ILLALLAH, WALLAHU AKBAR, adalah lebih aku cintai daripada segala sesuatu yang terkena sinar matahari..”

[HR. Muslim no. 2695].

Al Munawi rohimahullah mengatakan, “Segala sesuatu yang dikatakan antara langit dan bumi, atau dikatakan lebih baik dari sesuatu yang terkena sinar matahari atau tenggelamnya, ini adalah ungkapan yang menggambarkan dunia dan seisinya..” (Faidul Qodir, Al Munawi, Masqi’ Ya’sub, 5/360
.
=============================
.
4️⃣ TANAMAN DI SURGA

⚉ Dari sahabat Abu Hurairah rodhiyallahu ’anhu, bahwasanya Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam ketika melewatinya yang sedang menanam tanaman, beliau berkata, “Apa yang engkau tanam..?” Abu Hurairah menjawab, “Tanaman untukku..”

Lalu Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, Wahai Abu Hurairah, maukah engkau aku tunjukkan pada tanaman yang lebih baik dari tanaman ini (yang engkau tanam)..?”

Jawab Abu Hurairah, “Mau ya Rosulullah..”

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda, “Katakanlah, SUBHAANALLAH, WALHAMDULILLAH, WALAA ILAAHA ILLALLAH, WALLAHU AKBAR niscaya akan ditanamkan untukmu dengan setiap kalimat tersebut, sebuah pohon di surga..”

[HR. Ibnu Majah no. 3807. Syaikh Al-Albani menghasankannya dalam kitab Shohih Targhib no. 1549]

⚉ Dari sahabat Ibnu Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Aku pernah bertemu dengan Ibrahim pada malam ketika aku diisro`kan, kemudian ia berkata, ‘Wahai Muhammad, sampaikan salam dariku kepada umatmu, dan beritahukan kepada mereka bahwa Surga debunya harum, airnya segar, dan surga tersebut adalah datar, tanamannya adalah kalimat SUBHAANALLAH, WALHAMDULILLAH, WALAA ILAAHA ILLALLAH, WALLAHU AKBAR..”

[HR. Tirmidzi no. 3462. Syaikh Al Albani berkata hadits ini hasan]
.
=============================
.
5️⃣ MENAMBAH KEBAIKAN DAN MENGHAPUS KESALAHAN

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Sesungguhnya Allah telah memilih empat perkataan SUBHAANALLAH, WALHAMDULILLAH, WALAA ILAAHA ILLALLAH, WALLAHU AKBAR.. barangsiapa mengucapkan SUBHAANALLAH, maka akan dituliskan untuknya 20 kebaikan dan dihapuskan darinya 20 kesalahan, dan barangsiapa mengucapkan ALLAHU AKBAR maka akan dituliskan untuknya seperti itu pula, dan barangsiapa mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAH maka akan dituliskan untuknya seperti itu pula, dan barangsiapa mengucapkan ALHAMDULILLAHI ROBBIL ‘AALAMIIN dari dalam hatinya, maka akan dituliskan untuknya 30 kebaikan dan dihapuskan darinya 30 kesalahan..”

[ HR. Ahmad no. 7746 ]
.
=============================
.
6️⃣ MENGHAPUS KESALAHAN SEBANYAK BUIH DI LAUTAN

⚉ Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa yang bertasbiih (SUBHAANALLAH) sebanyak 33x, bertahmiid (ALHAMDULILLAH) sebanyak 33x, dan bertakbiir (ALLAHU AKBAR) sebanyak 33x setelah melaksanakan sholat fardhu sehingga berjumlah 99, kemudian menggenapkannya untuk yang keseratus dengan ucapan LAA ILAAHA ILLALLAH WAHDAHU LAA SYARIKALAHU LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WAHUWA ‘ALAA KULLI SYAI-IN QODIIR, maka kesalahannya akan diampuni meskipun sebanyak buih di lautan.”

[ HR. Muslim no. 597 ]

⚉ Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Barangsiapa membaca ketika beranjak ke tempat tidurnya,
LAA ILAAHA ILLALLAH, WAHDAHU LAA SYARIIKALAH, LAHUL MULKU WALAHUL HAMDU WAHUWA ‘ALAA KULLI SYA-IN QODIIR, LAA HAWLA WALAA QUWWATA ILLAA BILLAH,
SUBHAANALLAH
WALHAMDULILLAH
WALAA ILAAHA ILLALLAH
WALLAHU AKBAR
niscaya dosa-dosanya diampuni walaupun ia seperti buih di lautan..”

[HR Ibnu Hibban – Shohiih – at Targhiib wat Tarhiib 2/607 ]
.
=============================
.
7️⃣ MENGGUGURKAN DOSA SEBAGAIMANA BERGUGURANNYA DAUN YANG TELAH KERING

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam suatu hari berjalan bersama para sahabatnya, dan ketika itu beliau membawa tongkat di tangannya.. lalu beliau melewati pohon yang dedaunannya telah kering dan memukul pohon itu dengan tongkat yang ada di tangannya maka daun-daun yang kering itu berguguran.. dan saat para sahabat melihat dedaunan pohon itu berguguran di depan mereka, maka Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, “sesungguhnya kalimat SUBHAANALLAH, WALHAMDULILLAH, WALAA ILAAHA ILLALLAH, WALLAHU AKBAR menggugurkan dosa-dosa seorang hamba sebagaimana dedaunan pohon ini berguguran..”

[ HR. at-Tirmidzi – shohih ]
.
=============================
.
8️⃣ PENAWAR RASA BAKHIL, PENGECUT DAN LEMAH DALAM IBADAH MALAM

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

Sesungguhnya Allah membagi bagikan akhlak kepada kalian sebagaimana membagi bagikan rezeki, sesungguhnya Allah memberikan dunia kepada yang Dia cintai dan yang tidak Dia cintai, dan tidak memberikan iman kecuali kepada orang yang Dia cintai. Barangsiapa yang merasa bakhil untuk menginfakkan hartanya, atau merasa pengecut untuk menjihadi musuh, atau merasa lemah untuk melewati malam dengan ibadah, hendaklah ia memperbanyak ucapan SUBHAANALLAH, WALHAMDULILLAH, WALAA ILAAHA ILLALLAH, WALLAHU AKBAR..”

[ HR Ibnu Abi Syaibah, dishohihkan oleh Syaikh al-Albani dalam silsilah shohihah 6/688 ]
.
=============================
.
9️⃣ SETIAP KALIMAT ADALAH SEDEKAH

Dari Abu Dzar rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata, Sesungguhnya sebagian dari para sahabat Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam berkata kepada Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam, “Wahai Rosulullah, orang-orang kaya lebih banyak mendapat pahala, mereka mengerjakan sholat sebagaimana kami sholat, mereka berpuasa sebagaimana kami berpuasa, dan mereka bersedekah dengan kelebihan harta mereka..”

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda, Bukankah Allah telah menjadikan bagi kamu sesuatu untuk bersedekah..? Sesungguhnya tiap-tiap TASBIIH (SUBHAANALLAH) adalah sedekah, tiap-tiap TAKBIIR (ALLAHU AKBAR) adalah sedekah, tiap-tiap TAHMIID (ALHAMDULILLAH) adalah sedekah, tiap-tiap TAHLIIL (LAA ILAAHA ILLALLAH) adalah sedekah, menyuruh kepada kebaikan adalah sedekah, mencegah kemungkaran adalah sedekah dan persetubuhan salah seorang di antara kamu (dengan istrinya) adalah sedekah..”

Mereka bertanya, “Wahai Rosulullah, apakah (jika) salah seorang di antara kami memenuhi syahwatnya, ia mendapat pahala..?” Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam menjawab, “Tahukah engkau jika seseorang memenuhi syahwatnya pada yang haram, dia berdosa. Demikian pula jika ia memenuhi syahwatnya itu pada yang halal, ia mendapat pahala..”

[ HR. Muslim no. 2376 ]
.
================================
.
1️⃣0️⃣ SAMA DENGAN MEMBEBASKAN BUDAK, MEYIAPKAN KUDA PERANG, UNTA DAN MEMENUHI LANGIT DAN BUMI

Dari Ummu Hani’ bintu Abi Tholib dia berkata, “Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam melewatiku pada suatu hari, lalu saya berkata kepada beliau, Wahai Rosulullah, aku sudah tua dan lemah, maka perintahkanlah kepadaku dengan amalan yang bisa aku lakukan dengan duduk..”

Beliau bersabda, “Bertasbihlah (mengucapkan SUBHAANALLAH) kepada Allah 100 kali, karena itu sama dengan kamu membebaskan seratus budak dari keturunan Isma’il. Bertahmidlah (mengucapkan ALHAMDULILLAH) kepada Allah 100 kali karena itu sama dengan seratus kuda berpelana yang memakai kekang di mulutnya, yang kamu bawa di jalan Allah. Bertakbirlah (mengucapkan ALLAHU AKBAR) kepada Allah dengan 100 takbiir karena ia sama dengan seratus unta yang menggunakan tali pengekang dan penurut. Bertahlillah (mengucapkan LAA ILAAHA ILLALLAH) kepada Allah 100 kali..” Ibnu Khalaf berkata, “saya mengira beliau bersabda: ‘Karena ia memenuhi di antara langit dan bumi, dan pada hari ini tidaklah amalan seseorang itu diangkat kecuali akan didatangkan dengan semisal yang kamu lakukan itu..”

{HR. Ahmad 6/344. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini hasan. Lihat Ash Silsilah Ash Shohihah no. 1316]
.
==============================
.
1️⃣1️⃣ PALING BERAT DALAM TIMBANGAN AMAL KEBAIKAN

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Bakhin.. bakhin.. (dan tangannya isyarat angka lima) alangkah beratnya dalam timbangan :
subhaanallah,
walhamdulillah,
walaa ilaaha illallah,
wallahu akbar, dan
– anak sholeh yang wafat dari seorang muslim, lalu ia mengharapkan pahalanya..”

[HR. An Nasa’i]

catatan : lafazh ‘bakhin.. bakhin’ diucapkan saat takjub terhadap sesuatu dan menjelaskan keutamaannya.

====

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

Perumpamaan Orang Yang Bakhil Dan Orang Yang Berinfak

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Perumpamaan orang yang bakhil dan (orang) yang berinfak sama seperti dua laki-laki yang mengenakan baju terbuat dari besi yang menutupi dada hingga ke leher mereka..

Adapun yang berinfak, tidaklah ia berinfak melainkan baju itu meluas dan menutupi kulitnya hingga menutupi jari-jari tangannya dan menghapus jejak kakinya..

Sedangkan si bakhil, setiap kali dia tidak mau menginfakkan sesuatu, maka menempel setiap mata rantai baju itu di tempatnya, dia berusaha meluaskannya namun tidak mau menjadi luas..”

[ HR Bukhari dan Muslim ]

Al Khattabi rohimahullah berkata,

“Ini adalah perumpamaan yang disebutkan oleh Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bagi (orang) yang bakhil dan (orang) yang bersedekah.

Beliau shollallahu ‘alayhi wa sallam menyerupakan keduanya dengan dua laki-laki yang masing-masing ingin memakai baju besi untuk menutupi dirinya dari senjata musuh.

Lalu baju besi itu dimasukkan dari kepala, dan baju besi pertama kali dipakai berada di dada hingga leher sampai seseorang berhasil mengeluarkan tangannya dari lengannya. Maka orang yang berinfak sama seperti memakai baju besi yang luas. Baju itu mampu menutupi semua badannya.

Sedangkan si bakhil seperti orang yang terbelenggu kedua tangannya ke lehernya. Setiap kali ia hendak memakai baju itu, tangannya semakin terjepit ke lehernya dan mencekik tenggorokannya.

Maksudnya, orang yang dermawan jika ingin bersedekah maka hatinya menjadi luas dan jiwanya menjadi baik, sehingga mudah mengeluarkan sedekah.

Sedangkan orang bakhil jika diceritakan tentang sedekah, maka ia menjadi kikir sehingga hatinya menyempit dan tangannya terkungkung..”

[ Zaadul Ma’ad ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL