Category Archives: Mutiara Salaf

Berpikir Dahulu Sebelum Berbicara

Ibnu Hibban rohimahullah berkata,

Lisan seorang yang berakal berada di bawah kendali hatinya. Ketika dia hendak berbicara, maka dia akan bertanya terlebih dahulu kepada hatinya.

Apabila perkataan tersebut bermanfaat bagi dirinya, maka dia akan bebicara, tetapi apabila tidak bermanfaat, maka dia akan diam.

Adapun orang yang bodoh, hatinya berada di bawah kendali lisannya. Dia akan berbicara apa saja yang ingin diucapkan oleh lisannya.

Seseorang yang tidak bisa menjaga lidahnya berarti tidak paham terhadap agamanya.

(Roudhotul ‘Uqola hal. 49)

Dua Kunci Surga

2 Kunci Surga: Taqwa dan Akhlak Mulia

=====

Dari Abu Hurairah -rodhiallahu ‘anhu-: Rosulullah -shollallahu ‘alaihi wasallam- pernah ditanya tentang amalan yang paling banyak memasukkan manusia ke dalam surga, maka beliau menjawab: “TAQWA kepada Allah dan AKHLAK yang mulia..” [HR. At-Tirmidzi: 2004, hasan].

Dan dengan dua amalan ini, seseorang akan dicintai, baik oleh Allah maupun oleh manusia.

Ibnul Qoyyim -rohimahullah- mengatakan:

“Nabi -shollallahu ‘alaihi wasallam- menggabungkan antara taqwa kepada Allah dan akhlak yang baik, karena :
– TAQWA kepada Allah memperbaiki hubungan antara hamba dengan Tuhannya, sedangkan
– AKHLAK yang baik memperbaiki hubungan antara seseorang dengan sesama makhluk.

Maka, taqwa kepada Allah menyebabkan kecintaan Allah kepadanya, dan akhlak yang baik mengundang kecintaan (makhluk) kepadanya..” [Al-Fawaid 54].

Sebagian orang hanya mementingkan sisi ibadah kepada Allah tanpa melihat sisi akhlak kepada manusia .. sebagian lagi hanya mementingkan sisi akhlak kepada manusia tanpa melihat sisi ibadah kepada Allah .. padahal Nabi -shollallahu ‘alaihi wasallam- mengajak kita untuk memperhatikan dua-duanya.

Semoga Allah memudahkan kita untuk mengumpulkan dua-duanya, amin.

Penulis,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

=====
Do’a memohon perlindungan Allah dari akhlak yang buruk.

Hukuman Allah Bagi Orang Yang Tidak Memanfaatkan Kesempatan Beramal Sholeh

Al-Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

.أَنَّ الرَّجُلَ إِذَا حَضَرَتْ لَهُ فُرْصَةُ الْقُرْبَةِ وَالطَّاعَةِ؛ فَالْحَزْمُ كُلُّ الْحَزْمِ فِي انْتِهَازِهَا
وَالْمُبَادَرَةِ إِلَيْهَا ، وَالْعَجْزُ فِي تَأْخِيرِهَا وَالتَّسْوِيفِ بِهَا
– وَلَا سِيَّمَا إِذَا لَمْ يَثِقْ بِقُدْرَتِهِ وَتَمَكُّنِهِ مِنْ أَسْبَابِ تَحْصِيلِهَا- فَإِنَّ الْعَزَائِمَ وَالْهِمَمَ سَرِيعَةُ الِانْتِقَاضِ قَلَّمَا ثَبَتَتْ

Seorang yang kuat tekadnya adalah apabila datang kesempatan untuk mendekatkan diri dan taat kepada Allah, ia ambil kesempatan itu dan segera melakukannya. Adapun seorang yang lemah, ia akan mengakhirkan dan menundanya. Terlebih apabila ia tidak merasa yakin terhadap kekuatan dan kemampuannya untuk mengerjakannya. Sebab, tekad dan cita-cita akan cepat hilang jika tidak kokoh menancap dalam jiwa.

وَاللَّهُ سُبْحَانَهُ يُعَاقِبُ مَنْ فَتَحَ لَهُ بَابًا مِنَ الْخَيْرِ
فَلَمْ يَنْتَهِزْهُ ، بِأَنْ يَحُولَ بَيْنَ قَلْبِهِ وَإِرَادَتِهِ ، فَلَا يُمْكِنُهُ بَعْدُ مِنْ إِرَادَتِهِ عُقُوبَةً لَه

(Karena) Allah ta’ala akan memberi hukuman bagi orang yang tidak memanfaatkan kesempatan saat Allah membuka pintu kebaikan, dengan memberi penghalang antara kalbu dan keinginannya. Setelah itu, Allah tidak menganugerahkan keinginan untuk beramal sebagai hukuman baginya.

فَمَنْ لَمْ يَسْتَجِبْ لِلَّهِ وَرَسُولِهِ إِذَا دَعَاهُ حَالَ بَيْنَهُ وَبَيْنَ قَلْبِهِ وَإِرَادَتِهِ ، فَلَا يُمْكِنُهُ الِاسْتِجَابَةُ
بَعْدَ ذَلِكَ

Barangsiapa tidak memenuhi panggilan Allah dan Rosul-Nya, maka Allah akan memberi penghalang antara kalbu dan keinginan orang tersebut, sehingga Allah tidak memberi kemampuan pada diri orang tersebut untuk memenuhi panggilan-Nya setelah itu.

Allah Ta’ala berfirman,

يَاأَيُّهَا الَّذِينَ آمَنُوا اسْتَجِيبُوا لِلَّهِ وَلِلرَّسُولِ إِذَا دَعَاكُمْ لِمَا يُحْيِيكُمْ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ يَحُولُ بَيْنَ
الْمَرْءِ وَقَلْبِهِ.

“Wahai orang-orang yang beriman, penuhilah seruan Allah dan Rosul-Nya saat menyeru kalian kepada hal-hal yang menghidupkan hati kalian. Ketahuilah, sesungguhnya Allah akan memberi penghalang antara seseorang dan hatinya..” (QS al-Anfal [8]: 24)

( Zaadul Ma’ad, jilid 3, hlm. 501 )

Tiga Pintu Keburukan

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Manusia masuk neraka dari tiga pintu :

1. pintu syubhat, yang membuatnya ragu terhadap agama.
2. pintu syahwat, yang membuatnya lebih mendahulukan hawa nafsu daripada ketaatan dan ridho-Nya.
3. pintu marah, yang membuatnya zholim kepada manusia.

(Al Fawaid – hal. 58)

Pintu syubhat ditutup dengan ilmu yang kokoh dan keyakinan..
Pintu syahwat ditutup dengan rasa takut kepada Allah dan berharap akan ridho-Nya..
Dan pintu marah ditutup dengan menahan amarah..

Namun semua itu membutuhkan bantuan Allah Ta’ala..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Penyebab Dicabutnya Suatu Kenikmatan

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Tidaklah nikmat dicabut kecuali karena meninggalkan ketakwaan kepada Allah dan karena berbuat buruk kepada manusia..”

(Ahkam Ahlidzimmah 1/88)

Kenikmatan yang kita rasakan..
Dapat hilang saat kita tak menggunakannya dalam ketakwaan..

Nikmat sehat, nikmat harta, nikmat kedudukan..
Semua itu pemberian dan titipan dari-nya..
Dia pemiliknya dan akan mengambil kembali milik-Nya saat kita menyia nyiakan titipan-Nya..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Ujian Hidup Akan Selalu Ada

Allah Ta’ala berfirman,

اَحَسِبَ النَّاسُ اَنْ يُّتْرَكُوْٓا اَنْ يَّقُوْلُوْٓا اٰمَنَّا وَهُمْ لَا يُفْتَنُوْنَ ۝٢

“Apakah manusia mengira bahwa mereka akan dibiarkan (hanya dengan) berkata, “kami telah beriman,” sedangkan mereka tidak diuji..?” (Qs. Al ‘Ankabut : 2)

● Seseorang berkata kepada Imam Al Auza’i rohimahullah,

أريد بيتا بجوار أناس لا يغتابون ولا يحسدون، ولا يبغضون. فأخذني إلى المقبرة وقال: هنا.

“Aku ingin rumah tinggal di sebelah orang-orang yang tidak ghibah (menggunjing), tidak iri (dengki), dan tidak membuat marah..”

Beliau membawaku ke kuburan dan berkata, “di sini tempatnya..”

(Jaami’ul Uluum wal Hikam – 2/182)

Belajarlah Tentang Kejujuran

Al Auza’i rohimahullah berkata,

“Belajarlah tentang kejujuran sebelum kamu mempelajari ilmu..”

(Al Jaami’ Li Akhlak Arrowi 1/304)

Jujur adalah salah satu syarat laa ilaaha illallah..

Jujur adalah kesesuain ucapan dengan hati..

Jujur dalam keimanan akan membuahkan kesungguhan dalam beramal..

Jujur dalam mengucapkan laa ilaaha illallah akan membuahkan tauhid dan lari dari kesyirikan..

Jujur dalam mengucapkan syahadat Muhammad Rosulullah akan membuahkan ittiba’ dan menjauhi kebid’ahan..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Agar Menjadi Orang Yang Baik Dan Berhati Lembut

Al-Imam ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rohimahullah berkata:

“من حفظ وقته بذكر الله وقراءة القرآن وصحبة الأخيار والبعد عن صحبة الغافلين والأشرار يطيب قلبـه ويلين”

“Barangsiapa menjaga waktunya dengan :

– dzikrullah (mengingat Allah),
– membaca al-Qur’an,
– berteman dengan orang-orang baik, dan
– menjauhi pertemanan dengan orang-orang yang lalai lagi buruk,

niscaya akan menjadi baik dan lembut hatinya.”

(Majmu’ Fatawa Bin Baz 5/244)

Janganlah Tertipu

● Syaikh Muhammad bin Sholeh al-Utsaimin rohimahullah berkata,

كم من إنسان طليق اللسان، فصيح البيان، إذا رأيته يعجبك جسمه، وإن يقل تسمع لقوله، ولكنه لا خير فيه.

Betapa banyak orang yang :
– pandai bicara (dan) fasih ketika menjelaskan,
– jika engkau melihatnya, penampilannya mengagumkanmu,
– jika dia berbicara, engkau sangat antusias mendengarkannya.

Akan tetapi, tidak ada kebaikan pada dirinya.

(Syarh Riyadhush Sholihin – 6/138)

● Umar bin al-Khaththab rodhiyallahu ‘anhu berkata,

لا يعجبنكم من الرجل طَنْطَنَتُه، ولكن من أدى الأمانة وكف عن أعراض الناس فهو الرجل.

Jangan sekali-kali kalian terkagum dengan bagusnya seseorang dalam menyampaikan ucapan .. Namun (kagumlah kepada) seseorang yang :
– menunaikan amanah, dan
– (mampu) menahan diri dari membicarakan kehormatan orang lain.

Orang seperti inilah lelaki sejati.

(As-Sunan al-Kubro – 6/288)