Category Archives: Mutiara Salaf

Sedekah Darimu Untuk Dirimu

● Dari Abu Dzar rodhiyallahu ’anhu beliau berkata,

يا رسول الله! أرأيت إن ضعفت عن بعض العمل ؟
قال : (تكف شرك عن الناس، فإنها صدقة منك على نفسك).

“Wahai Rosulullah, bagaimana menurut pandangan anda jika aku lemah (tidak mampu) untuk melakukan sebagian amal..?”

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam pun bersabda,

“Engkau menahan diri (untuk tidak) melakukan keburukan terhadap manusia, sesungguhnya itu adalah sedekah darimu untuk dirimu sendiri..”

(HR. Al Bukhari dan Muslim)

● Ibrahim bin Adham rohimahullah berkata,

“Siapa yang tidak dapat membantu manusia dengan harta, makanan dan minuman, maka setidaknya ia tersenyum kepada mereka dan berakhlak mulia..”

(Hilyah Auliyaa – 7/389)


Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Lebih Dekat Dengan Rasa Malu

As Syaikh Muhammad Sholeh Al ‘Utsaimin rohimahullah berkata,

“Seorang wanita semakin lebar dan longgar pakaiannya maka hal itu lebih tertutup baginya dan lebih dekat dengan rasa malu serta lebih jauh dari fitnah..”

(Majmu’ Fatawa wa Rosail Ibnu ‘Utsaimin – 12/272)

Diantara Cara Meraih Do’anya Para Malaikat

Orang orang yang gigih dalam mendapatkan do’a para Malaikat akan bersemangat dalam mendo’akan saudaranya sesama muslim tanpa sepengetahuannya.

Seperti saat melihat status WA/media sosial saudaranya yang berjualan, maka ia langsung mendo’akan keberkahan dan kemudahan rezeki serta ampunan bagi saudaranya tsb.

📌 bagaimana bila orang yang kita mau do’akan ada di hadapan kita..?

tidak masalah .. meskipun orang yang dido’akan itu berada di hadapan orang yang mendo’akannya, seperti berdo’a dengan hatinya atau dengan lisan tetapi tidak terdengar oleh orang yang dido’akan. (‘Aunul Ma’buud IV/275-276)

Al-Qadhi ‘Iyadh rohimahullah berkata,

Jika generasi Salaf hendak berdo’a untuk dirinya sendiri, mereka juga berdo’a untuk saudaranya sesama muslim dengan do’a tersebut, karena do’a tersebut adalah do’a yang mustajab, dan dia pun akan mendapatkan apa yang didapatkan oleh saudaranya sesama muslim.

(Syarh an-Nawawi – XVII/49)

===
ADAB SEBELUM BERDO’A ⬇️

https://t.me/bbg_alilmu/26627

Diantara Penyebab Gugurnya Dosa

Al Hakam bin Utaibah rohimahullah mengatakan,

إذا كَثُرَتْ ذُنُوبُ العَبْدِ، ولَمْ يَكُنْ لَهُ مِنَ العَمَلِ ما يُكَفِّرُها عَنْهُ، ابْتَلاهُ اللَّهُ بِالحُزْنِ لِيُكَفِّرَها عَنْهُ.

Jika dosa menumpuk dan seorang hamba tidak memiliki amalan yang dapat menghapuskannya, maka Allah akan mengujinya dengan kesedihan agar dosa dosanya berjatuhan.

(At Taubah – Ibnu Abid Dun-ya – hlm. 131)

Jangan Lakukan

Hudzaifah rodhiyallahu ‘anhu berkata,

كل عبادة لا يتعبدها أصحاب محمد فلا تتعبدوها؛ فإن الأول لم يدع للآخر مقالًا، فاتقوا الله يا معشر القراء، وخذوا طريق من كان قبلكم

Semua ibadah yang tidak pernah dilakukan oleh para sahabat Muhammad shollallaahu ‘alaihi wasallam jangan kalian lakukan.

Karena generasi pertama tidak meninggalkan maqol untuk generasi setelahnya. Maka bertaqwalah kalian kepada Allah dan ambillah jalan orang orang sebelum kalian.

(Dikeluarkan oleh Ibnul Wadhoh dalam kitab Al Bida’, Ibnul Mubarok dalam kitab Az Zuhd)

Ini lah kaidah penting untuk kita perhatikan..

Karena para sahabat tidak pernah bertabarruk dengan kuburan..
Tidak juga menganggap bahwa berdo’a dikuburan itu mustajab..
Mereka tidak pernah tawassul dengan mayat..
Dan semua riwayat dari mereka yang menyebutkan itu adalah riwayat riwayat yang lemah dan palsu..


Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Waspadalah Dari Mengikuti Hawa Nafsu Dan Kesombongan

Abu Bakar ash-Shiddiq rodhiyallahu ‘anhu berpesan,

إياكم واتباع الهوى؛ فقد أفلح من حفظ من الهوى والطمع والغضب. وإياكم والفخر، وما فخر من خلق من تراب ثم إلى التراب يعود، ثم يأكله الدود،ثم هو اليوم حيٌ وغدًا ميت؟!

Hati-hatilah kalian dari mengikuti hawa nafsu..! Sungguh telah beruntung siapa yang dijaga (dilindungi) dari :
– hawa nafsu,
– kerakusan, dan
– sifat marah.

Hati-hatilah kalian dari kesombongan..! Apa yang disombongkan oleh makhluk yang tercipta dari tanah lalu dikembalikan ke tanah, kemudian tubuhnya dilahap oleh cacing..?! Hari ini dia hidup, dan esok ia mati..!

(Tarikh al-Khulafa’ – 197)

Jalan Kemudahan

Ibnu Hibban al-Busty rohimahullah mengatakan,

التوكل هو قطع القلب عن العلائق، برفض الخلائق والافتقار إلى محول الأحوال، وقد يكون المرء ميسرا في ذات الدنيا، وهو متوكل صادق في توكله.

Tawakal adalah memutus ketergantungan hati dengan tidak merasa butuh terhadap makhluk dan hanya bersandar kepada Allah Ta’ala dengan berharap Allah akan memperbaiki keadaannya.

Sungguh, seseorang akan mendapatkan kemudahan dalam urusan dunia dengan kejujurannya dalam bertawakal.

(Raudhotul ‘Uqola – 156)

Sudah Semestinya

Al Imam asy-Syafi‘i rohimahullahu ta’ala berkata,

ليس لأحد إلا وله محب و مبغض. فإذا لابد من ذالك فليكن المرء مع أهل طاعة الله عز وجل

Tidak ada seorangpun melainkan pasti ada yang mencintainya dan ada pula yang membencinya.

Bila demikian keadaannya, maka sudah semestinya ia selalu bersama orang orang yang taat kepada Allah ‘Azza wa Jalla.

(Bustanul ‘Aarifin – 42)

Beberapa Adab Makan & Cara Menghalangi Setan Dari Ikut Makan Bersamamu

Syaikh Muhammad bin Sholeh al-‘Utsaimin rohimahullahu ta’ala berkata,

فإذا سقطت اللقمة أو التمرة أو أشبه ذلك على السفرة، فخذها و أزل ما فيها من الأذى إن كان فيها أذى من تراب و عيدان، وكلها؛ تواضعا لله و امتثالا لأمر النبي -صلى الله عليه و سلم- و حرمانا للشيطان من الأكل معك، لأنك إذا تركتها أكلها الشيطان.

Bila terjatuh suatu makanan, kurma, atau semisalnya di atas alas makan (seperti taplak meja, atau yang sejenisnya,pent) maka ambillah kembali .. dan bersihkanlah apa yang menempel dari kotoran, jikalau ada kotoran padanya, seperti debu, serpihan-serpihan kayu, kemudian makanlah.

Hal ini sebagai bentuk :
– rendah hati karena Allah,
– mengikuti perintah Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam, dan
– menghalangi agar setan tidak ikut makan bersamamu,

karena jika kamu biarkan makanan tersebut terjatuh, setan pun akan memakannya.

(Syarah Riyadhush Sholihiin – 2/265)

==============
==============
Berikut ini adalah dalil dari beberapa hadits shohih terkait adab makan & menghalangi setan dari ikut makan bersamamu :

1. Makan Dengan Tangan Kanan

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Jika seseorang diantara kalian makan, hendaknya dia makan dengan tangan kanannya. Jika dia minum maka hendaknya juga minum dengan tangan kanannya. Karena setan makan dengan tangan kirinya dan minum dengan tangan kirinya pula..” (HR. Muslim no. 3764)

2. Membaca BISMILLAH Saat Masuk Rumah & Saat Sebelum Makan Agar Setan Tidak Bisa Ikut Menginap & Tidak Bisa Ikut Makan

3. Setan Akan Menguasai Makanan Yang Tidak Dibacakan Bismillah Oleh Orang Yang Hendak Makan Makanan Tersebut

4. Setan Selalu Menghadiri Gerak Gerik Manusia Termasuk Saat Makan

5. Mengambil Makanan Yang Terjatuh Agar Tidak Dimakan Setan & Sunnah Menjilat Jari Tangan Setelah Makan

6. Ridho Allah Bagi Orang Yang Mengucapkan Bismillah Sebelum Makan & Alhamdulillah Setelah Makan

7. Tidak Ada Keberkahan Pada Makanan Yang Tidak Diucapkan Bismillah Sebelum Dimakan

8. Bacaan Ketika Lupa Membaca BISMILLAH Sebelum Makan

9. Dzikir Saat Hendak Makan Buka Puasa

10. Dzikir Setelah Makan