Category Archives: Mutiara Salaf

Jangan Sangka Mereka Diam

Allah Ta’ala berfirman,

يَوْمَىِٕذٍ تُحَدِّثُ اَخْبَارَهَاۙ (٤)

“Pada hari itu bumi menyampaikan beritanya..” (Qs Az-Zalzalah ayat 4)

Imam Mujahid rohimahullah menafsirkan, “Mengabarkan manusia tentang apa yang mereka lakukan di atasnya..” (Tafsir Ath Thobari)

Kursi yang kita bermaksiat di atasnya..
Pepohonan dan bebatuan demikian pula tanah yang kita pijak…
Semua akan bersaksi pada hari kiamat..
Tentang ketaatan atau kemaksiatan yang kita lakukan..

Maka jangan kita sangka mereka diam..
Tapi kelak mereka akan berbicara dengan perintah Robbnya..


Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Dunia Bukan Tempat Tinggal Seorang Muslim

Syaikh Sholeh al-Fauzan  hafizhohullah,

‏الدنيا ليست دارًا للمسلم، إنما دار المسلم هي الجنة، وهو وُجد في الدنيا من أجل أن يعمل للجنة.

Dunia bukan negeri tempat tinggal bagi seorang muslim. Tempat tinggal seorang muslim yang sebenarnya hanyalah surga. Dia diciptakan di dunia ini agar beramal untuk meraih surga..

(Syarh al-Arba’in, hlm. 285)

Orang Yang Menghargai Waktunya

Ibnul Jauzi rohimahullah berkata,

“Aku menyaksikan banyak orang yang tidak mengenal makna kehidupan.

Ada orang yang kebanyakan waktunya duduk di pinggir jalan melihat orang berlalu lalang .. diantara mereka ada yang sibuk main catur .. ada juga yang menghabiskan waktunya membicarakan penguasa dan harga yang mahal ..

Maka aku sadar bahwa orang yang menghargai waktunya hanya orang yang diberi oleh Allah taufik dan ilham..”

(Shoidul Khotir – 24)

Ada yang habis waktunya untuk main game..
Ada yang habis (waktunya) untuk menonton film..
Ada yang habis (waktunya) untuk traveling..
Ada yang habis (waktunya) untuk hobi..
Seakan tujuan hidup di dunia untuk itu semua..

Sungguh bahagia orang menghabiskan waktunya dalam ketaatan..


Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Agar Rasa Takjub Tidak Mendatangkan Bencana

Dari Abu Umamah rodhiyallahu ‘anhu, Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

‏ (( إذا رأى أحدكم من أخيه ما يعجبه ، فليدع له بالبركة ))

“Apabila seseorang dari kalian melihat pada saudaranya yang membuatmu kagum maka do’akanlah ia dengan keberkahan..”

(HR Ibnu Majah no 3509 dan dishohihkan oleh Syaikh Al Albani)

● Al-Hafizh Ibnu Hajar al-Asqolany rohimahullah berkata,

ﻭإﻥَّ ﺍﻟﻌﻴْﻦ ﺗﻜﻮﻥ ﻣﻊ ﺍﻹﻋﺠﺎﺏ ﻭﻟﻮ ﺑﻐﻴﺮ ﺣﺴﺪ، ﻭﻟﻮ ﻣﻦ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺍﻟﻤﺤﺐ ﻭﻣﻦ ﺍﻟﺮﺟﻞ ﺍﻟﺼﺎﻟﺢ، ﻭﺃﻥ ﺍﻟﺬﻱ ﻳﻌﺠﺒﻪ ﺍﻟﺸﻲﺀ ﻳﻨﺒﻐﻲ ﺃﻥ ﻳﺒﺎﺩﺭ ﺇﻟﻰ ﺍﻟﺪﻋﺎﺀ ﻟﻠﺬﻱ ﻳﻌﺠﺒﻪ ﺑﺎﻟﺒﺮﻛﺔ ﻭﻳﻜﻮﻥ ﺫﻟﻚ ﺭﻗﻴﺔ ﻣﻨﻪ.

“Sesungguhnya ’ain (musibah akibat pandangan mata) bisa terjadi menyertai kekaguman :
– walaupun tanpa adanya hasad,
– walaupun munculnya dari seseorang yang mencintai dan dari orang yang sholeh.

Maka seseorang yang takjub hendaknya segera mendo’akan barokah terhadap sesuatu yang membuatnya takjub tersebut, dan hal itu menjadi ruqyah darinya..”

(Fathul Bary, – 10 / 205)

=======
📌 ketika kita takjub/kagum kepada saudara kita, maka kita ucapkan untuknya: Allaahumma baarik LAHU (L) / LAHAA (P) .. (*)

(*) bagaimana bila jumlah orangnya lebih dari satu, bagaimana mengucapkannya..?

baca tambahan penjelasannya berikut ini :
https://t.me/bbg_alilmu/15431

=======
📌 DUA DO’A MELINDUNGI DIRI DAN ANAK DARI ‘AIN – PENGARUH MATA JAHAT

https://bbg-alilmu.com/archives/35100

Semoga bermanfaat, baarokallahu fiikum.

Jangan Menyebarkan Hadits Palsu Tentang Amalan Khusus Di Bulan Rojab

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Sesungguhnya berdusta atas namaku tidaklah sama dengan berdusta pada selainku .. barangsiapa yang berdusta atas namaku secara sengaja, maka hendaklah dia menempati tempat duduknya di neraka..”

(HR. Al Bukhari no 1291, Muslim no 4)

● Al Imam Ibnu Qoyyim al Jauziyyah rohimahullahu Ta’ala berkata,

“Dan semua hadits yang berbicara tentang puasa Rojab dan sholat pada sebagian malamnya adalah
dusta yang diada-adakan..”

(Al-Manaarul Muniif, 96)

● Al Hafizh Ibnu Rojab rohimahullah berkata,

“Tentang puasa, tidak ada satu pun hadits shohih dari Nabi shollallahu ‘alaihi wasallam atau sahabatnya tentang keutamaan puasa Rojab secara khusus..”

(Lathoif al-Maarif – 140)

● Al Hafizh Ibnu Rojab rohimahullah berkata,

“Adapun tentang sholat, tidak ada hadits yang shohih tentang sholat tertentu yang dilakukan pada bulan Rojab. Hadits-hadits yang diriwayatkan tentang keutamaan sholat roghoib pada malam Jum’at pertama bulan Rojab adalah bohong, batil dan tidak sah..”

(Lathoif al-Maarif – 140)

Kepo

Ada orang Arab badui bertanya kepada Imam Asy Sya’biy rohimahullah, ‘apakah Iblis punya istri..?’

(Asy Sya’biy) : ‘punya..’

(Arab badui) : ‘mana dalilnya..?’

(Asy Sya’biy) : yaitu firman Allah, ‘apakah kamu menjadikan iblis dan keturunannya sebagai tandingan selain-Ku..?’ (Al Kahfi: 50)

(Arab badui) : ‘siapa nama istrinya..?’

(Asy Sya’bi) : ‘aku tidak menghadiri pernikahannya..’

(Siyar A’laam Nubala 4/312)


Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Screenshot

Bukan Sekedar Melaksanakan Ketaatan

Alllah ‘Azza wa Jalla berfirman,

يَٰٓأَيُّهَا ٱلَّذِينَ ءَامَنُواْ لَا تُبۡطِلُواْ صَدَقَٰتِكُم بِٱلۡمَنِّ وَٱلۡأَذَىٰ

“Wahai orang orang yang beriman ! janganlah kamu merusak sedekahmu dengan menyebut nyebutnya dan menyakiti (perasaan penerima)..” (Qs Al Baqoroh – 264)

● Ibnu Qoyyim al Jauziyyah rohimahullah menjelaskan,

فليس الشأن الإتيان بالطاعة إنما الشأن في حفظها مما يبطلها

Yang terpenting bukanlah sekedar melaksanakan ketaatan .. tetapi yang terpenting (harus selalu diperhatikan) adalah menjaga amalan tersebut dari hal-hal yang dapat menggugurkannya.

(‘Uddah ash-Shoobiriin – 66)

Tiga Perkara

‘Umar bin al-Khattab rodhiyallahu ‘anhu berkata,

إن مما يصفِّي ودادَ أخيك أن تبدأه بالسلام
إذا لقيته، وأن تدعوه بأحب الأسماء إليه، وأن توسع له في المجلس.

Sesungguhnya diantara perkara yang dapat memurnikan kecintaan terhadap saudaramu ialah :
– engkau memulai dengan mengucapkan salam ketika bertemu dengannya,
– engkau memanggilnya dengan nama yang paling ia cintai, dan
– engkau melapangkan tempat duduk untuknya ketika berada di majelis ilmu.

(Bahjatul Majalis – Ibnu Abdil Barr – 1/hal. 43)

Meninggalkan Takwa Menjadi Penyebab Tertutupnya Pintu Rezeki

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya),

“Barangsiapa bertakwa kepada Allah niscaya Dia akan mengadakan baginya jalan keluar. Dan memberinya rezeki dari arah yang tiada disangka sangkanya..” (Qs Ath Tholaq: 2-3)

● Ibnu Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu menjelaskan tentang makna Takwa,

“Bertakwa kepada Allah dengan sebenar-benar takwa adalah mentaati-Nya sehingga kita :
– tidak berbuat maksiat kepada-Nya,
– tidak menentang-Nya,
– tidak membangkang kepada-Nya, tapi kita mentaati Allah Subhanahu wa Ta’ala.

Kemudian :
– mengingat Allah dan tidak melupakan-Nya,
– kita terus dzikir, selalu ingat Allah Subhanahu wa Ta’ala dan tidak melupakan-Nya,
– juga selalu bersyukur kepada Allah dan tidak kufur kepada-Nya..”

(Tafsir Ibnu Mas’ud, 2/651)

● Ibnul Qoyyim rohimahullah menjelaskan,

“Kesulitan yang menimpa seseorang sering kali terlihat dalam urusan-urusannya yang menjadi serba sulit. Setiap kali ia mencoba menghadapi suatu perkara, ia mendapati jalannya tertutup atau penuh hambatan.

📌 Sebagaimana orang yang  bertakwa kepada Allah akan dimudahkan dalam urusannya, maka siapa yang meninggalkan takwa akan mendapati urusannya menjadi sulit. Rezeki hanya akan mengalir ketika seseorang menjauhi segala bentuk maksiat..!

Sungguh mengherankan..! Bagaimana seorang hamba bisa merasakan bahwa pintu-pintu kebaikan dan kemaslahatan tertutup baginya, serta jalannya terasa penuh kesulitan, namun ia tidak menyadari dari mana asal kesulitan itu datang..”

(Ad-Daa’ wa Ad-Dawaa‘, hlm. 85-86)

Akibat Bermusuhan

Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Pintu-pintu surga dibuka pada hari SENIN dan KAMIS .. setiap hamba yang tidak menyekutukan Allah dengan suatu apapun, maka dia akan diampuni dosanya, kecuali seseorang yang bermusuhan dengan saudaranya, maka dikatakan, “tangguhkanlah dua orang ini sampai mereka berdamai..” (HR. Muslim XVI / 123)

● Syaikh Muhammad bin Sholih al-‘Utsaimin rohimahullahu ta’ala berkata,

الأعمال تعرض على الرب عز وجل كل إثنين وكل خميس إلا رجلين بينهما شحناء وفي قلوبهما شيء من الكراهية والعداوة فإنه يقال: (أنظرا هذين حتى يصطلحا). ولذلك ينبغي للإنسان أن يحاول ألا يكون في قلبه غل على أحد من المسلمين، حتى لو أن النفس الأمارة بالسوء قالت له: إن فلانا فعل كذا وفعل كذا وقال كذا، يجب أن يمحو ذلك من قلبه وأن يكون قلبه نظيفا بالنسبة لإخوانه المسلمين.

Setiap amalan kebaikan akan dihadapkan kepada Robb ‘Azza wa Jalla setiap hari SENIN dan KAMIS kecuali bagi dua orang yang ada :
– di antara keduanya permusuhan, dan
– di dalam hati mereka terdapat kebencian serta permusuhan.

Dan akan dikatakan, ‘Tundalah amalan mereka berdua ini sampai keduanya berdamai..’ (sebagaimana disebutkan dalam hadits).

Oleh karena itu, semestinya bagi seseorang hamba untuk berusaha agar tidak ada di dalam hatinya kedengkian kepada seorang pun dari muslimin, walaupun jiwa yang memerintahkan kepada kejelekan ini berbisik kepadanya, ‘Sesungguhnya si anu telah berbuat demikian dan demikian, telah berkata demikian..’!!

Maka wajib baginya untuk segera menghapus bisikan tersebut dari hatinya, dan hatinya bersih dari kebencian terhadap saudara-saudaranya sesama muslim.

(Silsilah Al-Liqo’ asy-Syahri 36/26)