Category Archives: Mutiara Salaf

Kaidah Akhlak Mulia

Syaikh Abdul Qodir Al Jilani rohimahullah berkata,

كن مع الحق بلا خلق وكن مع الخلق بلا نفس

“Hendaklah saat bersama Allah, tanpa makhluk.. dan saat bersama makhluk, tanpa ego pribadi..”

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

فتأمل ما أجل هاتين الكلمتين، مع اختصارهما، وما أجمعهما لقواعد السلوك ولكل خلق جميل ؟ وفساد الخلق إنما ينشأ من توسط الخلق بينك وبين الله تعالى.

وتوسط النفس بينك وبين خلقه. فمتى عزلت الخلق – حال كونك مع الله تعالى-
وعزلت النفس – حال كونك مع الخلق – فقد فزت

Perhatikanlah betapa agungnya dua kalimat ini padahal amat ringkas namun mencakup kaidah-kaidah suluk dan akhlak yang mulia..

Karena rusaknya akhlak adalah akibat hubungan antara hamba dengan Allah dirusak oleh makhluk, dan adanya ego pribadi saat berhubungan dengan makhluk.

Saat engkau fokus kepada Allah dan tidak mengingat makluk saat bermunajat kepada-Nya, dan engkau tinggalkan ego pribadi saat berhubungan dengan makluk, maka engkau akan sukses.

(Madaarijus Saalikiin 2/310)

Saat berhubungan dengan Allah, maka kosongkan hati dari makhluk.. dan saat berhubungan dengan makhluk, maka kosongkan hati dari ego pribadi..

📝
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kawatir Jatuh Kepada Kesyirikan

Syaikh Muhammad Attamimi rohimahullah berkata,

الشرك قد يقع ممن هو أعلم الناس
‏وأصلحهم وهو لا يدري،
‏كما قال رسول الله صلى الله عليه وسلم
‏”الشرك أخفى من دبيب النمل”

“Kesyirikan bisa terjadi kepada orang yang paling berilmu dalam keadaan ia tida tahu. Sebagaimana sabda Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam, “Syirik itu lebih tersembunyi dari langkah semut..”

(Al Jawahir Al Mudhiah, 23)

Para nabi khawatir dirinya jatuh kepada kesyirikan…
Mereka berlindung kepada Allah darinya..
Karena hati itu mudah berubah ubah..

Maka janganlah kita merasa aman dari syirik..
Walaupun kita telah mempelajari tauhid bertahun tahun lamanya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Termasuk Keanehan

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

ومن العجب أنّ الإنسان يهون عليه التحفظ والاحتراز من أكل الحرام والظلم والزنا والسرقة وشرب الخمر ومن النظر المحرّم وغير ذلك، ويصعب عليه التحفظ من حركة لسانه، حتى ترى الرجلَ يشار إليه بالدين والزهد والعبادة، وهو يتكلّم بالكلمات من سخط الله، لا يُلقي لها بالا يزِلّ بالكلمة الواحدة منها أبعد مما بين المشرق والمغرب!

“Termasuk keanehan adalah seorang insan mudah baginya untuk tidak memakan yang haram, tidak berbuat zholim, zina, mencuri, minum arak, dan dari melihat yang haram, namun sulit baginya untuk menahan lisan..

Hingga kamu lihat orang yang memiliki agama, zuhud dan ibadah berbicara dengan kata-kata yang dimurkai oleh Allah sementara ia tak peduli dengannya.

Padahal ucapan buruk tersebut membuat ia terpeleset dalam api neraka sejauh timur dan barat..”

‏الداء والدواء (366-367)

Lidah itu tak bertulang..
Tapi dosanya rata-rata besar..
Ghibah, dusta, menyakiti hati orang, mencaci maki, membully dsb..

Di zaman ini lisan diwakili oleh jempol dan jari jemari yang mengetik ucapan di media sosial..

Kita memohon kepada Allah keselamatan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Gak Ngaruh

Yunus bin Ubaid rohimahullah pernah terkena musibah. Lalu ada yang berkata kepadanya, “Ibnu Auf tidak datang menjengukmu..”

Yunus bin Ubaid berkata:

إنَّا إذا وثِقنا بِمَودَّةِ أخينا لَم يَضُرُّهُ أن لا يأتينا*

“Kami jika telah percaya saudara kami mencintai kami, maka tidak datangnya ia tidak merusak (persahabatan)nya..”

(Raudhotul Uqola hal. 89)

Berhusnuzhon kepada sahabat saleh yang mencintai kita..
Adalah tonggak persahabatan..

Sedangkan berburuk sangka adalah benih benih retaknya persahabatan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Kebenaran Itu Berat

Syaikh Muhammad Nashirudin Al Albani rohimahullah berkata,

الحق ثقيل.. فلا تثقلوه أكثر بسوء أخلاقكم، كنت أعتقد أن المشكلة في الأمة مشكلة عقيدة وتبين لي أنها عقيدة وأخلاق.

“Kebenaran itu berat.. maka jangan kamu lebih beratkan lagi dengan akhlak yang buruk..

Tadinya aku meyakini bahwa problematika ummat ini pada akidahnya saja, tapi ternyata problematika akidah dan akhlak..”

(Silsilah Huda wan-Nuur no 900)

– mudah mencibir dan membully
– berkomentar dengan kata-kata yang pedas dan tak baik
– senang berdebat dan mentertawakan lawan
– dan akhlak buruk lainnya..

Padahal..
Akhlak menunjukkan kadar keimanan seseorang..
Karena mukmin yang paling utama adalah yang paling baik akhlaknya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Ucapan Yang Indah

Abdullah bin Mas’ud rodhiyallahu ‘anhu berkata,

“Sesungguhnya manusia telah memperindah ucapan..

siapa yang perkataannya sesuai dengan kelakuannya..
ia telah mendapatkan keberuntungannya..

dan siapa yang perkataannya tidak sesuai dengan kelakuannya..
ia akan merendahkan dirinya..

(Jami’ Bayanil ‘Ilmi 2/9)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Renungan Senja

Musibah itu ketika mengetahui aib dan kekurangan diri, tapi kita tidak peduli dan tidak berusaha memperbaiki diri.

Abdullah Ibnul Mubarok rohimahullah berkata,

ﻣﻦ ﺃﻋﻈﻢ اﻟﻤﺼﺎﺋﺐ ﻟﻠﺮﺟﻞ ﺃﻥ ﻳﻌﻠﻢ ﻣﻦ ﻧﻔﺴﻪ ﺗﻘﺼﻴﺮاً ﺛﻢ ﻻ ﻳﺒﺎﻟﻲ ﻭﻻ ﻳﺤﺰﻥ ﻋﻠﻴﻪ

“Diantara musibah yang paling besar adalah seseorang menyadari akan kekurangannya pada dirinya namun ia tidak peduli dan tidak bersedih karenanya..”

(Syu’abul Iman, 867)

Karena mukmin seharusnya belomba-lomba dalam kebaikan..

Dengan memperbaiki diri dan beramal sholih..
Ia selalu muhasabah adakah kekurangan pada diri dan amalnya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Sunnah Memperbanyak Do’a Saat Berpuasa

Imam An Nawawi rohimahullah berkata,

Disunnahkan orang yang berpuasa untuk memperbanyak do’a :

– demi urusan akhirat dan dunianya,
– juga ia boleh berdo’a untuk hajat yang ia inginkan,
– begitu pula jangan lupakan do’a kebaikan untuk kaum muslimin secara umum.

(Al-Majmu’, 6: 273)

=======

KUMPULAN ARTIKEL – KUPAS TUNTAS TENTANG (KTT) DO’A

dalam link di bawah, temukan kompilasi puluhan artikel audio dan tulisan seputar tata cara berdo’a sesuai tuntunan Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam..

mungkin salah satunya dapat menjawab pertanyaan anda selama ini, klik :

https://bbg-alilmu.com/archives/33134

Harumnya Keikhlasan

Ibnu Rojab Al Hanbali rohimahullah berkata,

رائحة الإخلاص كرائحة البخور الخالص ، كلَّما قوي ستره بالثياب فاح وعبق بها .
‏ورائحة الرياء كدخان الحطب ، يعلو إلى الجو ثم يضمحل وتبقى رائحته الكريهة

“Harumnya keikhlasan bagaikan wanginya gaharu yang murni. Semakin ditutupi baju semakin semerbak..

Sedangkan baunya riya bagaikan asap kayu bakar. Ia membumbung tinggi awalnya lalu melemah dan tersisa baunya yang tak sedap..”

(Majmu’ Rasail, 758)

Karena keikhlasan dicintai Arrohmaan..
Ia harum semerbak sepanjang zaman..
Walaupun orang-orang yang tidak suka berusaha memburukkannya..

Sedangkan riya..
Dibenci oleh Allah pencipta alam semesta..
Baunya tak enak walaupun orang orang berusaha mewangikannya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Cerdas Dalam Mencari Akherat

Allah Ta’ala berfirman:

يَعْلَمُونَ ظَاهِرًا مِّنَ الْحَيَاةِ الدُّنْيَا وَهُمْ عَنِ الْآخِرَةِ هُمْ غَافِلُونَ

“Mereka mengetahui sebatas lahiriyah kehidupan dunia dan mereka lalai dari akherat..” (Ar Ruum: 7)

Ibnu Katsir rohimahullah berkata,

أكثر الناس ليس لهم علم إلا بالدنيا وأكسابها وشئونها وما فيها ، فهم حذاق أذكياء في تحصيلها ووجوه مكاسبها ، وهم غافلون عما ينفعهم في الدار الآخرة ، كأن أحدهم مغفل لا ذهن له ولا فكرة

“Kebanyakan manusia tidak memiliki ilmu kecuali tentang dunia, usaha dan urusan urusan dunia. Mereka amat cerdik dan pintar untuk usaha dan mencari dunia. Namun mereka lalai dari manfaat akherat. Seakan mereka menjadi bodoh dan tidak cerdas (untuk akherat)..”

(Tafsir Ibnu Katsir)

Untuk mencari akherat kita kudu cerdas..

Memutar otak bagaimana agar agama kita terjaga..
Bagaimana agar dapat memahami ilmu agama..
Bagaimana agar dapat memenej hati…
Bagaimana agar selamat dari fitnah syahwat dan syubhat..

Itu semua membutuhkan kecerdasan dan kefakihan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى