Category Archives: Mutiara Salaf

Keadaan Seorang Mukmin Di Akhir Zaman

Sahabat Ibnu Mas’ud -rodhiallahu ‘anhu- mengatakan:

“Akan datang suatu zaman, dimana seorang mukmin (dianggap) lebih hina dari budak wanita. Sebabnya tidak lain karena asingnya dia di tengah-tengah orang-orang yang rusak dari para pengikut syahwat dan syubhat. Sehingga mereka semua membencinya dan mengganggunya, karena dia menyelisihi cara hidup mereka, menyelisihi keinginan mereka, dan menyelisihi keadaan mereka..”

[Kitab: Majmu’ Rosail Ibnu Rojab 2/329]

=====
Sepertinya zaman itu semakin dekat..
Jika kita ingin memperbaiki keadaan, maka teruslah berjuang untuk agama Allah.
Jangan menyerah dengan keadaan, Allah pasti akan memberikan hasil yang baik, jika usaha kita benar-benar gigih, ikhlas, dan sesuai dengan tuntunan-Nya.

Semoga Allah terus meneguhkan kita di atas Sunnah dan menutup hidup kita dengan husnul khotimah, lalu mengumpulkan kita semua bersama Nabi-Nya shollallahu ‘alaihi wa sallam di Surga Firdaus-Nya, aamiin ya Robb.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA,  حفظه الله تعالى 

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Derajat Hati Yang Paling Tinggi

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata :

فإن أرفع درجات القلوب فرحها التام بما جاء به الرسول صلى الله عليه وسلم وابتهاجها وسرورها كما قال تعالى: (والذين آتيناهم الكتاب يفرحون بما أنزل إليك) وقال تعالى: (قل بفضل الله وبرحمته فبذلك فليفرحوا) ففضل الله ورحمته القرآن والإيمان من فرح به فقد فرح بأعظم مفروح به”.

“Sesungguhnya derajat hati yang paling tinggi adalah kebanggaan yang sempurna dengan apa yang dibawa oleh Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wa sallam, merasa bahagia dan gembira dengannya sebagaimana firman Allah :
“Dan orang-orang yang Kami berikan al kitab, mereka bergembira dengan apa yang diturunkan kepadamu..” (Ar Ra’du: 36)
dan firman Allah :
“Katakan, dengan karunia Allah dan rahmat-Nya hendaklah mereka bergembira..” (Yunus: 58)

Karunia Allah dan rahmat-Nya adalah Alqur’an dan keimanan. Siapa yang bergembira dengannya maka ia telah bergembira dengan sesuatu yang amat agung..”

(Majmu’ Fatawa 16/49)

Bergembira dengan harta dunia..
Berbangga dengan pendapat dan pemikiran manusia..
Bergembira dengan pangkat dan kedudukan..
Bergembira dengan kenikmatan dunia..
Adalah kegembiraan yang tidak dipuji oleh Allah..

Namun gembira dengan Alqur’an dan hadits..
Gembira dengan keimanan dan ketaatan..
Adalah seindah indah kegembiraan…

#selfreminder

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى 

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Penyakit Hati Yang Tersembunyi

Ibnu Rojab rohimahullah berkata:

إنَّ خاتمة السوء،
‏ تكون بسبب دسيسة باطنة للعبد،
‏لا يطَّلع عليها الناس

“Sesungguhnya suul khotimah disebabkan oleh penyakit yang ada di batin seorang hamba yang tidak diketahui oleh manusia..”

(Jami’ul Ulum wal Hikam 1/57)

Terkadang..
Seseorang terlihat soleh di hadapan manusia..
Namun saat sendiri ia memaksiati Allah..

Terkadang..
Seseorang menampilkan amalnya kepada manusia..
Sehingga manusia memujinya..
Sementara hatinya riya berharap pujian manusia..

Ada lagi orang yang ikhlas saat beramal..
Namun tertimpa ujub dan sombong setelah beramal..

Ada lagi yang tertipu dengan banyaknya amal yang ia lakukan..
Lalu ia memandang remeh maksiat dan melakukannya..

Ternyata ajalnya menjemput saat ia bermaksiat..
Itu semua penyakit batin yang membinasakan..

#selfreminder

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى 

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Diantara Tanda-Tanda Kebahagiaan

Imam Asy-Syathiby rohimahullah berkata,

“Diantara tanda-tanda kebahagiaan seorang hamba ialah..
dimudahkan baginya ketaatan,
menyesuaikan sunnah dalam perbuatan-perbuatannya,
pertemanannya dengan orang-orang sholeh,
baik akhlaknya ke saudara-saudaranya,
mencurahkan kebaikannya bagi semua makhluk,
perhatiannya terhadap kaum muslimin, dan
pandai menjaga waktunya..”

[ Al-I’tishom, 2 : 152 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Sholat Mencegah Dari Perbuatan Keji dan Mungkar

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

فإن الصلاة إذا أتى بها كما أُمر ، نهته عن الفحشاء والمنكر ، وإذا لم تنهه ، دل على تضييعه لحقوقها وإن كان مطيعاً

“Sesungguhnya sholat itu apabila dilaksanakan sesuai dengan apa yang diperintahkan, maka ia akan mencegah dari perbuatan keji dan munkar.. dan apabila sholat tidak mencegah darinya maka ini menunjukkan ia melalaikan hak haknya walaupun ia orang yang taat..”

(Majmu’ Fatawa 6/22)

#selfreminder

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى 

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Kita Dan Mereka

Syaikh Ali Musthofa ath-Thonthowi rohimahullah berkata,

“Kita semua adalah orang biasa dalam pandangan orang-orang yang tidak mengenal kita.. Kita adalah orang yang menarik di mata orang yang memahami kita..

Kita istimewa dalam penglihatan orang-orang yang mencintai kita..

Kita adalah pribadi yang menjengkelkan di mata orang-orang yang hasad pada kita..

Kita adalah orang jahat dimata orang-orang yang iri pada kita..

Pada akhirnya, setiap orang punya persepsi masing masing. Maka tak usah berlelah-lelah agar tampak baik di mata orang lain..

Cukuplah bila Allah ridho padamu. Sungguh mencari ridho manusia adalah tujuan yang tidak akan pernah tercapai..

Sedangkan ridho Alloh adalah tujuan yang tidak boleh ditinggalkan. Maka tinggalkan apa yang tak bisa kau capai, dan fokuslah pada sesuatu yang tidak boleh kau tinggalkan..”

Subhaanallah..

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Berharap Pujian Dan Takut Celaan Manusia

Al-Imam Abul Faraj Ibnu Qudamah Al-Maqdisi rohimahulloh berkata,

“Ketahuilah bahwa kebanyakan manusia celaka dikarenakan kekhawatiran terhadap celaan manusia dan kecintaan kepada pujian mereka, sehingga setiap gerak-gerik mereka selalu menyesuaikan keridhoan manusia, berharap pujian dan takut celaan mereka..”

[ Mukhtashor Minhajul Qoshidin hal. 212 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Mashun Lc,  حفظه الله تعالى
Assunnah Peduli 

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

 

 

 

Balasan Bagi Orang Yang Pemaaf

Imam Adz Dzahabi rohimahullah berkata:

مسعود بن محمد الهمذاني رحمه الله
‏كان من خيار الناس وكان كثيرًا ما يصفح عن الناس بقوله : الماضي لا يُذكر
‏قيل إنّه رُؤيَ في المنام فقيل له : ما فعل الله بك قال : أوقفني بين يديه وقال لي : يا مسعود الماضي لا يُذْكَر، انطلقوا به إلى الجنّة

Mas’ud bin Muhammad Al Hamadzani rohimahullah adalah orang yang sholih. Ia selalu memaafkan manusia dan berkata, “Yang telah berlalu tidak perlu diingat..”

Setelah ia meninggal, disebutkan bahwa ada orang yang bermimpi melihatnya. Ia ditanya, “Apa yang Allah lakukan kepadamu..?”
Ia menjawab, “Aku berdiri di hadapan Allah dan (Allah) berfirman, “Hai Mas’ud, yang telah berlalu tidak perlu diingat..”
Bawalah ia ke surga..

(Tarikhul Islam 42/327)

Allah memberi balasan dengan yang setimpal..
Orang yang selalu memaafkan dan melupakan kesalahan orang lain kepadanya..
Allahpun akan memaafkannya..

#selfreminder

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Malu Kepada Allah Ketika Berbuat Maksiat

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata:

ومن استحى من الله عند معصيته استحى الله من عقوبته يوم يلقاه ومن لم يستحِ من معصيته لم يستح من عقوبته .

“Siapa yang merasa malu kepada Allah ketika memaksiati-Nya, maka Allah pun malu untuk mengadzabnya saat ia bertemu dengan-Nya..

Dan siapa yang tidak merasa malu untuk memaksiati-Nya, maka Allahpun tidak malu untuk mengadzabnya..”

(Al Jawabul Kafi hal. 112)

Malu kepada Allah adalah buah keimanan..
Malu untuk memaksiati-Nya sementara nikmat-nikmat-Nya terus turun kepadanya..

Allah ingin menyayangi kita dengan karunia-Nya..
Agar kita mau mencintai dan menaati-Nya..
Karena Dia ingin agar kita memasuki surga-Nya..

Namun kita lebih memilih neraka-Nya dengan mengikuti hawa nafsu..

Allahul Musta’an..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى 

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Keutamaan Sedekah Saat Masih Hidup

Dalam kitab Zaadul Ma’ad, Ibnul Qoyyim rohimahullah menyebutkan beberapa keistimewaan hari Jum’at,

الخامسة والعشرون: أن للصدقة فيه مزية عليها في سائر الأيام، والصدقة فيه بالنسبة إلى سائر أيام الأسبوع ، كالصدقة في شهر رمضان بالنسبة إلى سائر الشهور. وشاهدت شيخ الإسلام ابن تيمية قدس الله روحه، إذا خرج إلى الجمعة يأخذ ما وجد في البيت من خبز أو غيره، فيتصدق به في طريقه سرا، وسمعته يقول: إذا كان الله قد أمرنا بالصدقة بين يدي مناجاة رسول الله صلى الله عليه وسلم، فالصدقة بين يدي مناجاته تعالى أفضل وأولى بالفضيلة

Keutamaan yang keduapuluh lima,

“Bahwa sedekah di hari Jum’at memiliki keistimewaan khusus dibandingkan hari yang lain. Sedekah di hari Jum’at, dibandingkan dengan sedekah di hari yang lain, seperti perbandingan antara sedekah di bulan ramadhan dengan sedekah di selain ramadhan.

Saya pernah melihat Syaikhul Islam – rohimahullah – apabila beliau berangkat Jum’atan, beliau membawa apa yang ada di rumah, baik roti atau yang lainnya, dan beliau sedekahkan kepada orang di jalan diam-diam. Saya pernah mendengar beliau mengatakan,

“Apabila Allah memerintahkan kita untuk bersedekah sebelum menghadap Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam, maka bersedekah sebelum menghadap Allah lebih afdhol dan lebih besar keutamaannya..”

[ Zaadul Ma’ad – 1/407 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL