Category Archives: Mutiara Salaf

MUTIARA SALAF : Jangan Kawatir Dengan Rezeki

Ibnu Qoyyim al-Jauziyyah rohimahullah berkata,

“Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Allah kepadamu. Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang sudah dijamin untukmu. Karena rezeki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rezeki pasti datang. Jika Allah -dengan hikmah-Nya- berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti –dengan rahmat-Nya- membukan jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu.

Renungkanlah keadaan janin, makanan datang kepadanya, berupa darah dari satu jalan, yaitu pusar.

Lalu ketika dia keluar dari perut ibunya dan terputus jalan rezeki itu, Allah membuka untuknya DUA JALAN REZEKI yang lain [yakni dua puting susu ibunya], dan Allah mengalirkan untuknya di dua jalan itu; rezeki yang lebih baik dan lebih lezat dari rezeki yang pertama, itulah rezeki susu murni yang lezat.

Lalu ketika masa menyusui habis, dan terputus dua jalan rezeki itu dengan sapihan, Allah membuka EMPAT JALAN REZEKI lain yang lebih sempurna dari yang sebelumnya; yaitu dua makanan dan dua minuman. Dua makanan = dari hewan dan tumbuhan. Dan dua minuman = dari air dan susu serta segala manfaat dan kelezatan yang ditambahkan kepadanya.

Lalu ketika dia meninggal, terputuslah empat jalan rezeki ini, Namun Allah –Ta’ala- membuka baginya -jika dia hamba yang beruntung- DELAPAN JALAN REZEKI, itulah pintu-pintu surga yang berjumlah delapan, dia boleh masuk surga dari mana saja dia kehendaki.

Dan begitulah Allah Ta’ala, Dia tidak menghalangi hamba-Nya untuk mendapatkan sesuatu, kecuali Dia berikan sesuatu yang lebih afdhol dan lebih bermanfaat baginya. Dan itu tidak diberikan kepada selain orang mukmin, karenanya Dia menghalanginya dari bagian yang rendahan dan murah, dan Dia tidak rela hal tersebut untuknya, untuk memberinya bagian yang mulia dan berharga.”

[al-Fawaid, hlm. 94]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Hal Yang Menghancurkan Amal

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Jika Allah membukakan untukmu pintu sholat malam, janganlah engkau melihat orang-orang yang tidur dengan pandangan merendahkan ! Jika Allah membukakan untukmu pintu puasa, janganlah engkau melihat orang-orang yang tidak berpuasa dengan pandangan merendahkan ! Jika Allah membukakan untukmu pintu jihad, janganlah engkau melihat orang-orang yang tidak berjihad dengan pandangan merendahkan !

Bisa jadi orang yang tidur, orang yang tidak berpuasa, dan orang yang tidak berjihad, dia lebih dekat dengan Allah dibandingkan dirimu. Dan sungguh engkau menghabiskan malam dengan tidur dan bangun pagi dalam keadaan menyesal, itu lebih baik dibandingkan engkau menghabiskan malam dengan sholat, namun di pagi hari engkau merasa ujub.

Sesungguhnya orang yang ujub amalnya tidak akan ada yang naik (diterima oleh Allah).”

[Madaarijus Saalikiin, 1/177]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Banyak Manusia Melalaikan Bulan Sya’ban

Ibnu Rojab rohimahullah berkata:

ولما كان شعبان كالمقدمة لرمضان شرع فيه ما يشرع في رمضان من الصيام وقراءة القرآن ليحصل التأهب لتلقي رمضان وترتاض النفوس بذلك على طاعة الرحمن.

“Sya’ban adalah bagaikan mukadimah untuk Ramadhan. Maka disyariatkan padanya apa yang disyariatkan pada bulan Ramadhan berupa puasa dan membaca Alqur’an.. agar jiwa kita siap saat menyongsong Ramadhan, dan terbiasa untuk mentaati Ar Rahman..”

(Lathoiful Ma’arif hal. 196)

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Wajib Untuk Segera Dilakukan

Syaikh al-‘Utsaimin rohimahullah berkata,

“Wajib bagi seseorang untuk segera bertaubat karena dia tidak tahu kapan kematian akan menjemputnya secara tiba-tiba.. Betapa banyak manusia yang meninggal secara mendadak dan tiba-tiba.. Maka bertaubatlah engkau kepada Allah sebelum hilangnya kesempatan..”

[ Syarah Riyadhus Sholihin II/133 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

HADITS : Banyak Manusia Melalaikan Bulan Sya’ban

Nabi shollallaahu ‘alaihi wa sallam ditanya tantang bulan sya’ban. Beliau bersabda:

ذلك شهر يغفل الناس عنه بين رجب ورمضان ، وهو شهر ترفع فيه الأعمال إلى رب العالمين ، فأحب أن يرفع عملي وأنا صائم

“Itu adalah bulan yang banyak manusia melalaikannya, antara rajab dan Ramadhan. Ia adalah bulan yang amalan-amalan diangkat kepada Robbul ’aalamin. Maka aku suka amalanku diangkat dalam keadaan sedang berpuasa..” (HR Ahmad dan An Nasai. Dan dihasankan oleh Syaikh Al Bani dalam silsilah shohihah)

Maka perbanyaklah amalan salih di bulan ini terutama puasa sunnah..

Ibnu Rojab rohimahullah berkata:

ولما كان شعبان كالمقدمة لرمضان شرع فيه ما يشرع في رمضان من الصيام وقراءة القرآن ليحصل التأهب لتلقي رمضان وترتاض النفوس بذلك على طاعة الرحمن.

“Sya’ban adalah bagaikan mukadimah untuk Ramadhan. Maka disyariatkan padanya apa yang disyariatkan pada bulan Ramadhan berupa puasa dan membaca Alqur’an.. agar jiwa kita siap saat menyongsong Ramadhan, dan terbiasa untuk mentaati Ar Rahman..”

(Lathaiful Ma’arif hal. 196)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS
Nasihat Ulama – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Dua Perkara Yang Selalu Berpisah

Ibnu Rojab rohimahullah berkata,

Betapa bagusnya apa yang diucapkan oleh Abu Fath Al Busti,

أمران مفترقان لست تراهما
‏يتشوقان لخلطة وتلاقي
‏طلب المعاد مع الرياسة والعلى
‏فدع الذي يفنى لما هو باقي

Dua perkara yang selalu berpisah..
Engkau tidak akan melihat keduanya saling bertemu, yaitu :
– mencari akherat,
– mencari jabatan dan kedudukan

Maka tinggalkanlah yang fana demi untuk meraih yang kekal.

(Syarah Hadits Ma dzi’ban)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

 

Keindahan Mukmin

Al Hasan Al Bashri rohimahullah berkata:

المؤمن يداري ولا يماري ، ينشر حكمة الله ، فإن قبلت حمد الله، وإن ردت حمد الله

“Mukmin itu bersikap ramah dan tidak suka berbantah bantahan. Ia selalu menebarkan hikmah (ilmu) Allah. Jika diterima maka ia memuji Allah dan jika ditolak ia pun memuji Allah..”

(Akhlakul Ulama karya Al Ajurri hal 58)

Demikianlah keindahan mukmin..
Dimanapun ia berada selalu menebar kebaikan..

Menyebarkan ilmu dan hikmah..
Berharap keridhoan Allah semata dan bukan berharap pujian manusia..

Ia selalu memuji Allah saat dakwahnya diterima dan saat dakwahnya ditolak..

Karena keberhasilan dakwah adalah bukan banyaknya follower..
Namun kesesuaiannya dengan sunnah dan ikhlas berharap pahala..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

 

MUTIARA SALAF : Janganlah Merasa Bangga Dengan Amal Baikmu

Salamah bin Dinar Al-Makhzumi rohimahulloh berkata,

“Sembunyikanlah amal baikmu sebagaimana engkau menyembunyikan keburukanmu, dan janganlah merasa bangga dengan amal (baik) mu, karena engkau tidak tahu apakah engkau termasuk orang yang bahagia (selamat) ataukah sebaliknya..”

[ Syu’abul Iman karya Imam Al-Baihaqi : 6412]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Mashun Lc, حفظه الله تعالى
Assunnah Peduli

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Kapan Sholat Zhuhur Bagi Wanita Pada Hari Jum’at..?

Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz rohimahullah berkata,

“Sholat Zhuhur wanita (pada hari Jum’at) tidak ada kaitannya dengan sholat Jum’at laki-laki. Jika sudah masuk waktu Zhuhur yang biasa terdengar adzan Zhuhur pada waktu itu atau ditandai dengan tergelincirnya matahari ke arah barat, tentu saja hal ini dilakukan dengan melihat kondisi matahari, maka wanita boleh melakukan sholat Zhuhur ketika itu tanpa mesti mengikuti sholat Jum’at laki-laki..

Kalau para wanita melakukan sebelum atau sesudah iqomah sholat Jum’at, selama itu sudah masuk waktu Zhuhur, maka tidaklah masalah..”

[ Fatwa Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz ]

ARTIKEL TERKAIT
Nasihat Ulama – KOMPILASI ARTIKEL