Category Archives: Mutiara Salaf

MUTIARA SALAF : Semua Makhluk Di Langit Dan Di Bumi Menyanjung Nabi Shollallahu ‘Alayhi Wa Sallam

Ibnu Katsir rohimahullah berkata,

“Sesungguhnya Allah Subhanahu wa Ta’ala mengabarkan pada hamba-Nya mengenai kedudukan Nabi Muhamamad shollallahu ‘alayhi wa sallam sebagai hamba dan Nabi Allah di tempat yang tertinggi. Malaikat terdekat akan terus menyanjung beliau shollallahu ‘alayhi wa sallam. Para malaikat juga mendo’akan beliau shollallahu ‘alayhi wa sallam..

Begitu pula Allah Ta’ala memerintahkan pada makhluk yang berada di bumi untuk mengucapkan sholawat dan salam pada beliau shollallahu ‘alayhi wa sallam..

Jadinya, makhluk di langit dan di bumi semuanya menyanjung beliau shollallahu ‘alayhi wa sallam..”

[ Tafsir Al-Qur’an Al-‘Azhiim, 6: 225 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

 

 

Menghisab Diri Di Dunia

Al Hasan Al Bashri rohimahullah berkata,

وإنما خف الحساب على قوم حاسبوا أنفسهم في الدنيا ، وإنما شق الحساب يوم القيامة على قوم أخذوا هذا الأمر من غير محاسبة

“Hisab menjadi ringan bagi orang yang menghisab dirinya di dunia. Dan hisab menjadi berat pada hari kiamat bagi orang yang melakukan urusan tanpa muhasabah..” (Hilyatul Auliya’ 2/157)

Muhasabah diri itu pada dua tempat:

● YANG PERTAMA : sebelum beramal. Ia memeriksa apakah amalnya sesuai syariat atau tidak. Jika sesuai, apakah ia ikhlas atau mengharapkan selain Allah ‘Azza wajalla..

● YANG KEDUA : adalah setelah beramal. Bila amal kebaikan, ia muhasabah adakah kekurangan yang terjadi padanya..?

Bila amal keburukan, maka ia segera bertaubat dengan taubat nasuha dan membalasnya dengan amal salih..

Bila amal yang mubah, ia mempertanyakan tentang sebab ia berbuat demikian. Mengapa ia melakukan perbuatan tersebut. Kemudian ia melihat bagaimana pengaruhnya untuk keimanan dan ketaatannya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

 

Jilbab Itu Berbeda Dengan Kerudung

Berkata Syeikh Al-Albany rohimahullah:

فالحق الذي يقتضِيه العمل بما في آيتي النّور والأحزاب ؛ أنّ المرأة يجب عليها إذا خرجت من دارها أنْ تختمر وتلبس الجلباب على الخمار؛ لأنّه كما قلنا : أسْتر لها وأبعد عن أنْ يصف حجم رأسها وأكتافها , وهذا أمر يطلبه الشّارع … واعلم أنّ هذا الجمع بين الخمار والجلباب من المرأة إذا خرجت قد أخلّ به جماهير النّساء المسلمات ؛ فإنّ الواقع منهنّ إمّا الجلباب وحده على رؤوسهن أو الخمار , وقد يكون غير سابغ في بعضهن… أفما آن للنّساء الصّالحات حيثما كنّ أنْ ينْتبهن من غفلتهن ويتّقين الله في أنفسهن ويضعن الجلابيب على خُمرهن

“Maka yang benar, sebagai pengamalan dari dua ayat, An-Nur dan Al-Ahzab, adalah bahwasanya wanita apabila keluar dari rumahnya wajib atasnya mengenakan khimar (kerudung) dan jilbab di atas khimar, karena yang demikian lebih menutup dan lebih tidak terlihat bentuk kepala dan pundaknya, dan ini yang diinginkan Pembuat syari’at..

dan ketahuilah bahwa menggabungkan antara khimar dengan jilbab bagi wanita apabila keluar rumah telah dilalaikan oleh mayoritas wanita muslimah, karena yang terjadi adalah mereka mengenakan jilbab saja atau khimar saja, itu saja kadang tidak menutup seluruhnya..

apakah belum waktunya wanita-wanita sholihah dimanapun mereka berada supaya sadar dari kelalaian mereka dan bertaqwa kepada Allah dalam diri-diri mereka, dan mengenakan jilbab di atas khimar-khimar mereka..?”

(Jilbab Al-Mar’ah Al-Muslimah hal: 85-86)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Nasihat Ulama – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Menyikapi Anak Yang Tidak Sholeh

Syaikh Al ‘Utsaimin rohimahulloh berkata,

“Sebaiknya bagi orang yang dianugerahkan oleh Allah anak yang tidak sholeh, hendaknya ia terus berusaha mendidiknya seraya berdo’a dengan sungguh-sungguh agar Allah memperbaiki anaknya, dan hendaknya ia tidak berputus asa dari rahmat Allah..

betapa banyak anak-anak yang berubah menjadi sholeh setelah sebelumnya mereka berperangai buruk..”

[ Syarah Bulughul Marom – 10/289 ]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Mashun Lc, حفظه الله تعالى
Assunnah Lombok

Allah Ta’ala berfirman tentang do’a Nabi Ibrohim ‘alaihissalam :

رَبِّ اجْعَلْنِي مُقِيمَ الصَّلَاةِ وَمِنْ ذُرِّيَّتِي ۚ رَبَّنَا وَتَقَبَّلْ دُعَاءِ

“Ya Robbku..! Jadikanlah aku dan anak cucuku orang-orang yang tetap mendirikan sholat..! Wahai Robb kami.. Perkenankanlah do’aku..” [Ibrohim/ 14: 40]

dan Allah Ta’ala berfirman tentang Nabi Zakariya ‘alaihissalam :

هُنَالِكَ دَعَا زَكَرِيَّا رَبَّهُ ۖ قَالَ رَبِّ هَبْ لِي مِنْ لَدُنْكَ ذُرِّيَّةً طَيِّبَةً ۖ إِنَّكَ سَمِيعُ الدُّعَاءِ

“Ya Robbi..! Berilah aku dari sisi Engkau seorang anak yang baik. Sesungguhnya Engkau Maha Pendengar do’a..” [Aali Imron/3:38]

Panjatkanlah untaian do’a seperti yang dipanjatkan para hamba pilihan:

رَبَّنَا هَبْ لَنَا مِنْ أَزْوَاجِنَا وَذُرِّيَّاتِنَا قُرَّةَ أَعْيُنٍ وَاجْعَلْنَا لِلْمُتَّقِينَ إِمَامًا

“Ya Robb kami..! Anugrahkanlah kepada kami isteri-isteri kami dan keturunan kami sebagai penyenang hati (kami), dan jadikanlah kami imam bagi orang-orang yang bertakwa..” [Al-Furqon/ 25: 74]

Tak mungkin anak-anak bisa menjadi sholeh kecuali dengan taufiq dari Allah Subhanahu wa Ta’ala.. Sungguh, betapa anak-anak kita sangat membutuhkan do’a kita sebagai orang tua. Mohonlah agar mereka dijadikan anak yang sholeh..! Berdo’alah kepada Allah ‘Azza wa Jalla agar anak-anak kita dianugerahi kebaikan dan ke-istiqomahan.

Dan perlu diingat juga, bahwa terbentuknya anak sholeh, disamping dengan banyak berdo’a juga diawali dengan qudwah (contoh) yang baik, teladan yang baik dari bapak dan ibu. Bila anak melihat bapak ibunya sosok yang bertakwa kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka anak pun akan takwa kepada Allah ‘Azza wa Jalla..

Bila orang tua tekun mendirikan sholat, maka anak pun akan tekun sholat. Mereka akan terpola menjadi orang pilihan dan sholeh. Maka teladan yang baik, merupakan obor penerang bagi anak keturunan kita. Teladan adalah cahaya yang menerangi hati sang anak..

Referensi: https://almanhaj.or.id/11223-keshalihan-anak.html

ARTIKEL TERKAIT
Nasihat Ulama – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Perbedaan Derajat Manusia Sesuai Dengan Tingkat Ketakwaan Kepada Allah

Ibnu Rojab Al Hanbali rohimahullah berkata:

رُبَّ من يحقره الناس لضعفه، وقلة حظِّه من الدنيا؛ وهو أعظم قدرًا عند الله ممَّن له قدرٌ في الدنيا؛ فإن الناس إنَّما يتفاوتون بحسب التقوى؛ كما قال – ﷻ – ﴿ إنَّ أكرَمَكم عِندَ اللهِ أتقاكم ﴾

“Berapa banyak orang yang dianggap remeh oleh manusia karena kelemahannya atau sedikit bagian dunianya, ternyata lebih tinggi derajatnya di sisi Allah dibandingkan orang yang memiliki kedudukan di dunia. Karena perbedaan derajat manusia itu sesuai dengan ketakwaannya. Sebagaimana firman Allah: “Sesungguhnya orang yng paling mulia di sisi Allah adalah yang paling bertakwa..”

(Jami’ul ‘Uluum wal Hikam)

Allah tidak melihat kekayaan dan kedudukan kita..
Tapi Allah melihat ketakwaan kita kepada-Nya..

Berbeda dengan kita..
Melihat manusia dengan mata dunia..
Yang paling mulia dimata kita adalah yang paling kaya dan paling tinggi jabatannya…

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

 

HADITS : Sering Terlambat Dalam Sholat Berjama’ah

Abu Sa’id Al Khudri rodhiyallahu ‘anhu berkata, “Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam melihat keterlambatan pada para shahabatnya. Maka beliau bersabda:

تَقَدَّمُوا فَأْتَمُّوا بِي وَلْيَأْتَمَّ بِكُمْ مَنْ بَعْدَكُمْ ، لا يَزَالُ قَوْمٌ يَتَأَخَّرُونَ حَتَّى يُؤَخِّرَهُمْ اللَّهُ

“Majulah dan ikutilah aku dan yang dibelakang mengikuti yang di depannya. Senantiasa suatu kaum terlambat hingga Allah lambatkan mereka..” (HR Muslim no 438)

Syaikh ‘Utsaimin rohimahullah berkata:

وعلى هذا فيخشى على الإنسان إذا عود نفسه التأخر في العبادة أن يبتلى بأن يؤخره الله عز وجل في جميع مواطن الخير اهـ .

“Oleh karena itu, seorang insan yang terbiasa terlambat dalam ibadah dikhawatirkan dijadikan oleh Allah terlambat dalam semua kebaikan..” (Fatawa Syaikh Utsaimin 13/54)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Nasihat Ulama – KOMPILASI ARTIKEL
Kumpulan HADITS
NASEHAT BAGI YANG SERING DATANG TERLAMBAT DAN MASBUK DALAM SHOLAT BERJAMA’AH…