Category Archives: Mutiara Salaf

Utusan Setan

عن الفضل بن أبي عياش قال : كنت جالسًا مع وهب بن منبه ، فأتاه رجل، فقال : إني مررت بفلان وهو يشتمك. فغضب، فقال: ما وجد الشيطان رسولًا غيرك؟ فما برحت من عنده حتى جاءه ذلك الرجل الشاتم، فسلم على وهب، فرد عليه، ومد يده، وصافحه، وأجلسه إلى جنبه .

Dari Al Fadhl bin Abi Ayyasy berkata, “Aku duduk bersama Wahb Bin Munabbih. lalu ada seorang Laki laki datang. Ia berkata, “Sesungguhnya aku melewati si fulan dan ia mencaci maki kamu.”

Maka Wahb marah dan berkata, “Apakah setan tidak menemukan utusan selain kamu..?”

Tak lama orang yang mencaci itu datang dan mengucapkan Salam kepada Wahb. Maka wahb membalas salamnya, menyambutnya dan menyalaminya serta mendudukkannya di sampingnya..”

(Sifatush Shofwah 1/457)

Kalau kita..
Mungkin marah dan balas mencacinya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Nasihat Ulama – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Andaikan Tidak Ada Cobaan Dan Musibah Di Dunia

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

“Andaikan tidak ada cobaan dan musibah di dunia ini, niscaya manusia akan tertimpa penyakit sombong, bangga dan keras hati. Semua itu akan membawa kebinasaan di dunia dan akhirat. Maka dengan rahmat-Nya yang agung, Allah pun memberikan musibah pada sekali waktu sebagai penjagaan dari penyakit berbahaya ini. Maha Suci Allah dengan segala rahmat-Nya atas ujian dan cobaan ini..”

[ Zaadul Ma’aad – IV/179 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

 

Syarat Orang Yang Bertakwa

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

“Bukanlah syarat orang yang bertakwa itu tidak pernah berbuat dosa atau harus suci dari kesalahan dan maksiat.. sebab jika demikian maka tidak ada orang yang bertakwa.. akan tetapi siapa yang bertaubat dari dosa-dosanya dan melakukan amalan yang dapat menggugurkan dosanya, maka ia termasuk orang yang bertakwa..”

[ Minhajussunnah ]

ARTIKEL TERKAIT
Nasihat Ulama – KOMPILASI ARTIKEL

Memaafkan Yang Dicintai Allah

Syaikh Muhammad bin Sholih Al Utsaimin rohimahullah berkata,

العفو الذي يحبه الله هو الذي فيه إصلاح لأن الله اشترط ذلك في العفو فقال(فمن عفا وأصلح فأجره على الله)أي كان عفوه مشتملاً على الإصلاح.

“Memaafkan yang dicintai oleh Allah adalah mema’afkan yang disertai dengan ishlah (memperbaiki hubungan).

Karena Allah mensyaratkan hal itu dalam firman-Nya yang artinya: ‘Siapa yang memaafkan dan ishlah (memperbaiki hubungan) maka kepada Allah pahalanya..’ Artinya mema’afkannya disertai ishlah..”

(Syarah Kitab Tauhid 2/278)

Sebagian orang ada yang memaafkan namun tidak memperbaiki hubungan..

Padahal memperbaiki hubungan dengan sesama muslim jauh lebih penting dari sekedar memaafkan…
Kecuali jika menimbulkan mudhorot yang lebih besar…

#selfreminder

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Apa Persiapanmu..?

Syaikh Ali Musthofa Thonthowi rohimahullah berkata,

“Pada saat engkau mati, janganlah engkau bersedih. Jangan pedulikan jasadmu yang sudah mulai layu, karena kaum muslimin akan mengurus jasadmu.

Mereka akan melucuti pakaianmu, memandikanmu dan mengkafanimu lalu membawamu ke tempatmu yang baru, kuburan.

Akan banyak orang yang mengantarkan jenazahmu bahkan mereka akan meninggalkan pekerjaannya untuk ikut menguburkanmu.. Dan mungkin banyak yang sudah tidak lagi memikirkan nasihatmu pada suatu hari.

Barang-barangmu akan dikemas; kunci kuncimu, kitab, koper, sepatu dan pakaianmu.. Jika keluargamu setuju barang-barang itu akan disedekahkan agar bermanfaat untukmu.

Yakinlah.. dunia dan alam semesta tidak akan bersedih dengan kepergianmu. Ekonomi akan tetap berlangsung..!

Posisi pekerjaanmu akan diisi orang lain. Hartamu menjadi harta halal bagi ahli warismu. Sedangkan engkau yang akan dihisab dan diperhitungkan untuk yang kecil dan yang besar dari hartamu..!

Kesedihan atasmu ada tiga :
●  Orang yang mengenalmu sekilas akan mengatakan, kasihan..

●  Kawan-kawanmu akan bersedih beberapa jam atau beberapa hari lalu mereka kembali seperti sediakala dan tertawa- tawa..!

●  Di rumah ada kesedihan yang mendalam..! Keluargamu akan bersedih seminggu dua minggu, sebulan dua bulan, dan mungkin hingga setahun..? Selanjutnya mereka meletakkanmu dalam arsip kenangan..!

Demikianlah “Kisahmu telah berakhir di tengah-tengah manusia..” Dan kisahmu yang sesungguhnya baru dimulai, Akhirat..!

Telah musnah kemuliaan, harta, kesehatan, dan anak. Telah engkau tinggalkan rumah, istana, suami dan istri tercinta.

Kini hidup yang sesungguhnya telah dimulai..

Pertanyaannya adalah: “Apa persiapanmu untuk kuburmu dan akhiratmu..?” Hakikat ini memerlukan perenungan.

Usahakan dengan sungguh-sungguh menjalankan :
– kewajiban-kewajiban,
– hal-hal yang disunnahkan,
– sedekah rahasia,
– merahasiakan amal sholih,
– sholat malam,
– tilawah Al-Qur’an,
semoga saja engkau selamat.

Andai engkau mengingatkan manusia dengan tulisan ini, in-syaa Allah pengaruhnya akan engkau temui dalam timbangan kebaikanmu pada hari Kiamat. “Berilah peringatan, karena peringatan itu bermanfaat bagi orang-orang mukmin..”

(Risalah Ma’a An Naas)

==========

ARTIKEL TERKAIT
Nasihat Ulama – KOMPILASI ARTIKEL

Larangan Duduk Bersandarkan Dengan Tangan Kiri

Saat #dirumahaja atau dimana saja.. saat duduk di lantai sambil membaca Alqur’an atau dzikir setelah selesai sholat.. apakah kebiasaan anda duduk dengan meletakkan tangan kiri di belakang dan dijadikan sandaran atau tumpuan..? (poster no 2)


jika iya, maka rubahlah kebiasaan tersebut..

Jika ada yang bertanya, “kenapa sampai duduk seperti itu dilarang ?” Maka jawabnya, bahwa duduk semacam ini adalah duduk orang yang dimurkai Allah (maghdhub ‘alaihim) sebagaimana yang disabdakan Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam dalam haditsnya..


Jika sudah disebutkan demikian, maka sikap kita adalah SAMI’NA WA ATHO’NA, kami dengar dan taat. Tidak perlu cari hikmahnya baru diamalkan..

Nasihat Ulama

Jangan Membenci Musibah

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman :

وَعَسَىٰٓ أَن تَكۡرَهُواْ شَيۡـٔٗا وَهُوَ خَيۡرٞ لَّكُمۡۖ وَعَسَىٰٓ أَن تُحِبُّواْ شَيۡـٔٗا وَهُوَ شَرّٞ لَّكُمۡۚ وَٱللهُ يَعۡلَمُ وَأَنتُمۡ لَا تَعۡلَمُونَ

“Dan bisa jadi kamu tidak menyenangi sesuatu, padahal itu baik bagimu, dan bisa jadi kamu menyukai sesuatu, padahal itu tidak baik bagimu. Allah mengetahui, sedang kamu tidak mengetahui..”

[ QS. Al-Baqoroh : 216 ]

Hasan al-Bashri rohimahullah berkata,

“Janganlah engkau membenci musibah yang terjadi. Betapa banyak perkara yang engkau benci, tapi ternyata di dalamnya tersimpan kunci kebahagiaan. Dan betapa banyaknya perkara yang engkau senangi, padahal di dalamnya adalah kehancuran bagimu..”

[ Tafsir al-Qurthubi – III/39 ]

ARTIKEL TERKAIT
Nasihat Ulama – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Enam Tips Bagi Seorang Hamba Dalam Menghadapi Takdir Yang Tidak Ia Sukai

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata:

“Apabila seorang hamba ditimpa takdir yang tidak ia sukai, maka perhatikanlah enam perkara berikut ini:

PERTAMA: Menyaksikan ke-esaan Allah (tauhid). Bahwa Allah yang menentukan itu semua, menghendaki dan menciptakannya. Semua yang Allah inginkan terjadi, pasti terjadi. Dan jika Allah tidak berkehendak terjadi, maka tidak akan terjadi.

KEDUA: Menyaksikan keadilan-Nya. Bahwa ketentuan Allah pasti berlaku dan keputusan Allah pasti adil.

KETIGA: Menyaksikan rahmat-Nya. Bahwa rahmat Allah mengalahkan kemurkaan-Nya.

KEEMPAT: Menyaksikan hikmah-Nya. Bahwa Allah melakukan segala sesuatu karena adanya hikmah dibaliknya. Tidak mungkin sia-sia.

KELIMA: Menyaksikan pujian-Nya. Bahwa Allah terpuji dalam seluruh perbuatan-Nya.

KEENAM: Menyaksikan ubudiyah. Bahwa ia adalah seorang hamba yang berlaku padanya ketentuan pemiliknya..”

(Al Fawaid hal 46-47)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Kisah Syaikh ‘Abdul Qodir Al Jilani Yang Digoda Oleh Iblis

Syaikhul Islam ibnu Taimiyah rohimahullah mengisahkan dalam kitab beliau At Tawassul wal Wasilah bahwa Syaikh Abdul Qodir rohimahullah berkata:

“Suatu ketika aku sedang beribadah, tiba-tiba aku melihat ‘Arasy yang besar di atasnya terdapat cahaya.

Cahaya itu berkata, “Wahai ‘Abdul Qodir, aku adalah tuhanmu. Aku telah menghalalkan untukmu apa yang aku haramkan kepada selainmu..”

Aku berkata, “Apakah kamu Allah yang tidak ada ilah yang berhak diibadahi kecuali Dia..? Binasalah kamu hai musuh Allah..!”

Lalu cahaya itupun tersobek-sobek dan berubah menjadi gelap.

Ia berkata, “Kamu telah selamat dariku karena kefaqihanmu dalam agamamu dan ilmumu. Sungguh aku telah berhasil menggoda tujuh puluh orang dengan cara itu..”

Syaikh ‘Abdul Qodir ditanya, “Bagaimana cara kamu mengetahui bahwa dia itu setan..?”

Syaikh menjawab, “Dari ucapannya, ‘Aku menghalalkan untukmu apa yang aku haramkan kepada selainmu..” padahal syariat Nabi Muhammad shollallaahu ‘alaihi wa sallam tidak mungkin lagi dihapus dan diganti..”

(Attawassul wal Wasilah hal 55-56)

Beliau selamat karena ilmu dan pemahaman yang benar tentang agama Allah..

Berbeda dengan orang yang tertipu oleh iblis..
Yang menghalalkan apa yang Allah haramkan dengan alasan bahwa ia adalah wali..

Kita memohon kepada Allah keselamatan..

#selfreminder

Penulis, 
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Nasihat Ulama – KOMPILASI ARTIKEL