Macam-Macam Ro’yu Yang Terpuji

1. Ro’yu para shahabat.
Imam Asy Syafi’iy dalam risalah baghdadiyah yang diriwayatkan oleh Al Hasan bin Muhamad Az Za’faroni berkata:
“…mereka di atas kita pada setiap ilmu, ijtihad, waro’, akal, dan istinbath. Ro’yu mereka lebih terpuji utk kita dan lebih layak kita ikuti dari ro’yu kita sendiri..”.

2. Ro’yu yang menjelaskan dalil dengan penjelasan yang benar dan gamblang.
Abdullah bin Al Mubarok berkata, “Ambillah atsar sebagai sandaran, dan ambil ro’yu yang menjelaskan hadits (dengan benar). Inilah pemahaman yang Allah berikan kepada hamba-Nya yang Ia kehendaki.”

3. Ro’yu yang menjadi kesepakatan para ulama.
Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menerima kesepakatan mimpi para shahabat, beliau bersabda:
أرى رؤياكم قد تواطات في السبع الأواخر فمن كان منكم متحريها فليتحرها في السبع الأواخر
“Aku melihat mimpi kalian telah bersepakat di tujuh malam terakhir. Siapa yang mau mencari malam lailatul qodar, hendaklah ia cari di tujuh malam terakhir.” (HR Bukhari dan Muslim).
Lihatlah, Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam menerima kesepakatan mimpi para shahabat. Maka kesepakatan umat ini terpelihara dari kesalahan.

4. Ro’yu setelah melihat alqur’an, hadits, dan ro’yu shahabat. Bila tidak menemukan nash, maka berijtihad dengan dengan melihat yang lebih dekat kepada kitabullah dan sunnah Rasul-Nya serta fatawa para shahabat.

(I’lamul muwaqi’in hal 61-64. Tahqiq Raid bin Sabri).

KERINDUAN ORANG-ORANG YANG BAIK, KEPADA TEMPAT YANG PALING BAIK

Surga…dia adalah harapan/tujuan yg sangat tinggi yg senantiasa diusahakan agar dapat diraih oleh kaum mukminin sepanjang zaman.

Surga…adalah yang menjadi penggerak jiwa-jiwa para salafus shaleh untuk mencontohkan pengorbanan mereka yg sangat tinggi untuk meraihnya.

Surga…adalah tujuan seorang mukmin yg paling mulia, yg senantiasa selalu diamati oleh pandangan-pandangan yg menyejukkan. Dan yg membuat segenap jiwa yang merindukannya menjadi tergesa-gesa disetiap tempat, waktu & keadaan untuk meraihnya.

Surga..adalah harapan yang paling agung bagi seorang mukmin. Masuk kedalamnya & hidup didalamnya merupakan cita-cita serta angan-angan yg senantiasa menghantui hati seorang mukmin sepanjang kehidupannya didunia yang fana ini!

Surga… membuat seseorang untuk bersegera bertaubat dari segala dosa dan ma’siyat lalu merekapun bersegera untuk berbuat kebajikan, kebenaran dari setiap amal-amal perbuatannya.

Wahai saudara-saudariku…

Walaupun terkadang jalan menujunya dipenuhi duri-duri kehidupan, dipenuhi dengan mara bahaya, ujian yg sgt berat, kesusahan, kesedihan atau sesuatu yang terkadang kita berat/sulit untuk meninggalkan bahkan terkadang perlu dilalui dengan pengorbanan jiwa /kematian dalam menempuhnya.

Akhirnya kita memohon kepada ALLAH, agar memasukkan diri-diri kita kedalam surga.

Rasulullah shallallaahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
” فَإِذَا سَأَلْتُمُ اللَّهَ فَاسْأَلُوهُ الْفِرْدَوْسَ، فَإِنَّهُ أَوْسَطُ الْجَنَّةِ، وَأَعْلَى الْجَنَّةِ…..

“Apabila kalian memohon kepada Allah, maka mohonlah surga Firdaus, karena ia adalah surga yg terletak paling tengah & paling tinggi”
[HR al-Bukhari: 2790]

Panjatkanlah doa-doa Anda di sepanjang hari, terutama di sepertiga malam terakhir atau ditempat/waktu diijabahkannya doa.

Semoga Allah mengumpulkan kita di Surga Firdaus.

Akhukum Ahmad Ferry Nasution.

– – – – – •(*)•- – – – –

Tj BC Tentang Perkataan Sahabat Ali Bin Abi Thalib Radhiyallahu ‘Anhu

494. BBG Al Ilmu – 385

Pertanyaan:
Ana terima BC BBM dari teman tentang sebuah tuntunan sebagai berikut dibawah ini. Apakah ini shohih? ​
Enam Hal yang Akan di Cari Syurga

“Barang siapa mengumpulkan enam pengetahuan maka surga akan mengejarnya dan sebaliknya neraka akan lari darinya.

Pertama, mengetahui Allah dan kemudian mentaatiNya.

Kedua, mengetahui syetan dan kemudian menolak bujukannya.

Ketiga, mengetahui akhirat dan kemudian mencarinya.

Keempat, mengetahui dunia dan menolak tipuannya.

Kelima, mengetahui haq (kebenaran) dan kemudian mengikutinya.

Keenam, mengetahui kebathilan dan kemudian menjauhinya.

(Ali bin Abi Thalib)

Jawaban:
Ust. Badrusalam, حفظه الله تعالى

Bukan hadits.

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Apakah Perlu Menyatukan Tulang Yang Pernah Dipotong Selama Masih Hidup Dengan Jasad Ketika Wafat

493. BBG Al Ilmu – 1

Pertanyaan:
Apakah kalau kakak ana wafat, tulang (yang dulu diamputasi ketika kakak masih hidup) dan sudah dikubur itu harus digali lagi untuk disatukan dengan jasadnya?

Jawaban:
Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله تعالى

Tidak perlu digali dan disatukan ketika wafat. Dihari kiamat Allah akan satukan semua seperti sempurna didunia.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Memberitakan Penyebab Kematian

492. BBG Al Ilmu – 391

Pertanyaan:
Kalau ada yang bertanya sebab meninggalnya karena sakit apa? Misal si mayit meninggal karena sakit menular seperti Hiv Aids, apa termasuk aib si mayit kalau kita memberi tahukan kepada yg bertanya ?

Jawaban:
Ust. Fath El Bari, حفظه الله تعالى

Insya-Allah tidak termasuk aib, namun sekiranya di ‘uruf (kebiasaan) suatu komunitas, penyakit ini menjadi simbol aib bagi seseorang, sebaiknya dihindari, agar lebih menjaga hati keluarganya dan kehormatannya.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Badal/Menghajikan Orang Lain

491. BBG Al Ilmu – 311

Pertanyaan:
Bolehkan membadalkan haji orang yang sudah meninggal dunia ?

Jawaban:
Para ulama yang duduk di Komisi Fatwa Saudi Arabia pernah ditanya mengenai perkara ini (badal haji), dan mereka menjawab:
“…Boleh bagi seorang muslim menunaikan haji wajib untuk orang lain (badal haji) jika orang lain tersebut tidak mampu menunaikan haji dengan dirinya sendiri dilihat dari umurnya yang sudah tua, atau karena sakit yang tidak bisa diharapkan sembuhnya, atau karena telah meninggal dunia. Bolehnya hal ini karena ada hadits shahih yang menerangkannya. Namun jika orang yang dihajikan tidak mampu berhaji saat itu saja semisal tertimpa penyakit yang bisa diharapkan sembuhnya, atau karena keadaan politik dalam negeri, atau perjalanan yang tidak aman, maka tidak sah membadalkan haji untuknya…”
(Fatawa Al Lajnah 11: 51).

Para ulama lebih lanjut menjelaskan bahwa ada tiga syarat boleh membadalkan haji:

1. Orang yang membadalkan adalah orang yang telah berhaji sebelumnya.

2. Orang yang dibadalkan telah meninggal dunia atau masih hidup namun tidak mampu berhaji karena sakit atau telah berusia senja.

3. Orang yang dibadalkan hajinya mati dalam keadaan Islam. Jika orang yang dibadalkan adalah orang yang tidak pernah menunaikan shalat seumur hidupnya, ia bukanlah muslim sebagaimana lafazh tegas dalam hadits Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, alias dia sudah kafir. Sehingga tidak sah untuk dibadalkan hajinya.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://rumaysho.com/hukum-islam/haji-umrah/4096-10-ketentuan-badal-haji.html

http://muslim.or.id/fiqh-dan-muamalah/hukum-badal-haji.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Bagian Tubuh/Tulang Yang Dipotong Dalam Operasi Medis

490. BBG Al Ilmu – 1

Pertanyaan:
Ustadz, kakak ana operasi tulang, bonggol sendi kaki diganti titanium. Bagaimana hukum terhadap potongan tulang tersebut ? Apa harus segera dikubur atau disimpan dulu (diformalin) untuk dikubur bersama bila nanti mati atau boleh disumbangkan ke BATAN untuk diproses dan lalu dijual kepada orang2 yang membutuhkan untuk tambal atau tanam tulang?

Jawaban:
Ust. Kholid Syamhudi, حفظه الله تعالى

Dikubur saja, tidak usah disimpan.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Hukum Haji/Umroh Bagi Wanita Yang Tidak Ada Mahrom Untuk Menemaninya Dalam Safar

489. BBG Al Ilmu – 357

Pertanyaan:
Berkaitan dengan wanita tanpa mahrom haram umroh dan haji, Bagaimana bagi wanita yang kondisinya sebagai berikut:

1. Tidak punya suami dan tidak punya mahram.

2. Tidak punya suami namun ada mahram tetapi mahramnya tidak mampu.

3. Perempuan yang hajinya sebagai hadiah atas prestasinya sedangkan suami atau mahramnya tidak mampu.

Jawaban:
Ust. Fuad Baraba’ حفظه الله تعالى

Wanita tanpa mahram tidak wajib ibadah haji. Karena, syarat haji itu adalah mampu, dan bagi wanita mampu itu termasuk adanya mahram. Kalo tidak ada mahramnya, maka dikatakan masih belum mampu.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Obati Hati Yang Resah Dan Gelisah Dengan Dzikrullah

488. BBG Al Ilmu – 199

Pertanyaan:
Mau nanya obat hati yang tiba2 resah dan gelisah apa ya ?

Jawaban:
Perbanyaklah dzikir di setiap tempat dan waktu, seperti dzikir pagi/sore, sebelum/sesudah tidur, dll. Kekuatan dzikir, diantaranya:
– menghilangkan gelisah dan hati yang gundah gulana

– membuat hati menjadi gembira dan lapang

– menerangi hati dan wajah pun menjadi bersinar.

– mudah mendatangkan rizki.

– membuat orang yang berdzikir akan merasakan manisnya iman dan keceriaan.

– menambah ma’rifah (pengenalan pada Allah). Semakin banyak dzikir, semakin bertambah ma’rifah seseorang pada Allah.

– mendatangkan rasa takut pada Rabb ‘azza wa jalla dan semakin menundukkan diri pada-Nya. Sedangkan orang yang lalai dari dzikir akan semakin terhalangi dari rasa takut pada Allah.

– menguatkan hati dan ruh. Jika seseorang melupakan dzikir maka kondisinya sebagaimana badan yang hilang kekuatan. Ibnul Qayyim rahimahullah menceritakan bahwa Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah sesekali pernah shalat Shubuh dan beliau duduk berdzikir pada Allah Ta’ala sampai beranjak siang. Setelah itu beliau berpaling padaku dan berkata, ‘Ini adalah kebiasaanku di pagi hari. Jika aku tidak berdzikir seperti ini, hilanglah kekuatanku’ –atau perkataan beliau yang semisal ini-.

– menjadikan hati semakin kilap yang sebelumnya berkarat. Karatnya hati disebabkan lalai dari dzikir pada Allah. Sedangkan kilapnya hati adalah dengan dzikir, taubat dan istighfar.

– dan lain-lain.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://muslim.or.id/doa-dan-wirid/51-keutamaan-dzikir.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Menebar Cahaya Sunnah