Tj Amalan Untuk Menghindari Adzab Qubur

487. BBG Al Ilmu – 49

Pertanyaan:
Apakah amalan manusia yang menyelamatkan dirinya dari siksa kubur, apakah termasuk 3 amalan berikut; amal jariyah, ilmu bermanfaat dan doa anak yang soleh ?

Jawaban:
Dalam beberapa hadits, Rasulullah Shallallahu ‘Alaihi Wasallam memberitakan sebab-sebab seseorang terkena adzab qubur.

Beliau pernah menceritakan siksa kubur yang di alami oleh dua orang. Yang satu disebabkan oleh namimah (menghasut dan adu domba). Sedangkan yang lain disebabkan oleh kencing yang tidak bersih. (HR Al Bukhari, Kitab Al Jana-iz, no. 1378)

Dalam Shahih Bukhari – Fathul Bari Kitab Al Jana-iz, bab 93, terdapat hadits dimana di suatu hari, setelah shalat subuh, Beliau Shallallahu ‘alaihi wa sallam bercerita kepada para sahabatnya tentang siksa dahsyat yang dialami di kuburnya, yaitu orang yang melalaikan shalat fardhu, orang yang suka berdusta, para pezina dan pemakan riba. Siksa itu terus menerus dialami hingga hari Kiamat. Wal-‘iyadzu billah.

Imam Abu Laits al-Samarqandi berkata: “Barang siapa ingin selamat dari adzab kubur, maka ia harus melestarikan empat perkara dan meninggalkan empat perkara. Empat perkara yang harus dilestarikan adalah: shalat lima waktu, sedekah, membaca al-Qur’an dan banyak bertasbih.

Sesungguhnya empat hal ini adalah menerangi kubur dan melapangkannya. Adapun empat perkara yang wajib dihindari adalah: Dusta, khianat, adu domba dan tidak hati-hati dalam buang air kecil”. [Tanbih al-Ghafilin hal. 45].

Mengenai amal jariyah, ilmu bermanfaat dan doa anak yang sholeh ini semua adalah perkara2 yang membuat pahala terus mengalir meskipun seseorang sudah meninggal. Termasuk sedekah jariyah adalah waqf, pembangunan masjid, madrasah, pengadaan sarana air bersih dll.
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://almanhaj.or.id/content/2572/slash/0/derita-sesudah-mati/

http://almanhaj.or.id/content/2860/slash/0/aqidah-azab-kubur-mutawatir/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Do’a Akhir Ramadhan

486. BBG Al Ilmu – 255

Pertanyaan:
Apakah ada doa yang diajarkan para Salafus Sholeh, doa sesudah ramadhan berkhir baca; Rabbana Taqabbal minnna. Ana butuh sekali hujjahnya kalau memang ada.

Jawaban:
Ust. Badrusalam, حفظه الله تعالى

Tidak ada do’a tersebut.

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Krisis Ikhlash

Berkata Ibnu Mas’ud radhiallahu ‘anhu:
“Krisis ikhlas benar-benar akan melanda umat Islam..

Bila ulama yang takut kepada Allah sudah semakin langka..

Kian banyak para penceramah yang terang-terangan mematok tarif pada setiap dakwahnya..

Serta merebaknya pejabat yang tidak amanah..

Atsar riwayat Ad-Darimi dengan sanad yg sahih

 Ditulis oleh Ustadz Jazuli, Lc حفظه الله تعالى

BACA INI, JIKA INGIN TENANG DALAM URUSAN REZEKI

Ibnu Qayyim Al Jauziyyah (ulama Islam abad ke 8 H) rahimahullah berkata:
“Fokuskan benakmu untuk beban (ibadah) yg telah diperintahkan kepadamu, dan jangan sibukkan ia dg sesuatu yg telah dijamin untukmu, karena sesungguhnya rezeki dan kematian adalah dua hal yg bergandengan dan bergantungan.”

“Selama kematian masih tersisa, maka selama itu rezeki akan menghampiri”
“Dan jika (Allah) dengan hikmah-Nya, menutup untukmu sebuah jalan, maka Allah dengan rahmat-Nya, akan membuka untukmu jalan lain yg lebih bermanfaat bagimu darinya.”

Perhatikanlah keadaan janin…
Datang kepadanya makanannya yaitu berupa darah, melalui satu jalan yaitu pusar, ketika keluar dari perut ibunya dan terputus jalan (makanan) itu.

Maka (Allah) bukakan baginya dua jalan dan dialirkan untuknya rezeki yang lebih baik dan lebih lezat dari yang pertama, yaitu berupa susu yang murni dan cocok (untuk diminum), lalu, jika telah sempurna masa penyusuan dan terputus dua jalan dengan disapih, maka (Allah) membukakan empat jalan yang lain, yang lebih sempurna darinya, yaitu dua makanan dan dua minuman, dua makanan berasal dari hewan dan tumbuhan, dua minuman berasal dari air dan susu serta apa saja yang digandengkan kepada keduanya dari hal-hal yang bermanfaat dan lezat.

Dan jika ia mati, terputus darinya jalan yang empat ini, akan tetapi Allah Yang Maha Suci, jika ia berbahagia, akan (Allah) bukakan untuknya delapan jalan, yaitu pintu-pintu surga yang berjumlah delapan, ia akan masuk surga dari mana saja yang ia kehendaki.”

Jadi demikiankah…
Allah Yang Maha Suci, tidaklah Dia menahan sesuatu dari hamba-Nya yang beriman, berupa perkara dunia, melainkan Dia akan memberikan kepadanya yang lebih utama dan lebih bermanfaat darinya.”
lihat kitab Al Fawaid, hal: 59.

SILAHKAN BACA SELENGKAPNYA DI:
http://dakwahsunnah.com/artikel/keluarga-muslim/333-baca-ini,-jika-ingin-tenang-dalam-urusan-rezeki

By Ust.Ahmad Zainuddin,Lc

Macam-Macam Ro’yu

Ro’yu ada tiga macam: ro’yu yang terpuji, ro’yu yang tercela dan ro’yu yang masih samar apakah ia haq atau batil.

Salaf terdahulu menggunakan ro’yu yang terpuji dan membuang ro’yu yang tercela.

Adapun ro’yu yang masih samar, mereka
gunakan ketika amat dibutuhkan.
Namun mereka tidak memaksakan orang lain mengamalkannya, tidak pula melarang untuk menyelisihinya. Mereka tidak menganggap orang yang menyelisihinya telah menyelisihi agama. Ro’yu yang seperti ini diberikan pilihan antara menerima atau menolak.

(I’laamul muwaqqi’iin hal. 53 tahqiq 3aid bin Sabri).

Komentar:
Ro’yu yang ketiga ini adalah masalah ijtihadiyah yang tidak ada nash yang menunjukkannya.
Para ulama mengeluarkan kesungguhan mereka untuk berijtihad, namun tidak memaksakan orang lain mengamalkannya.
Coba perhatikan di zaman ini, banyak perselisihan yang berakibat saling menyahdzir ternyata dalam masalah ijtihadiyah semata. Seperti masalah menerima bantuan dari yayasan yang dianggap hizbiy. Atau masalah menyikapi sebagian ahlul bid’ah.

Allahul Musta’an.

SAUDARAKU, JANGAN ENGKAU JADIKAN DUNIA SEBAGAI TUJUAN DALAM HIDUPMU

Perhatikanlah hadits berikut ini yang semoga memberikan manfaat dalam hidup dan kehidupan kita didunia ini agar diantara kita jangan sampai terbuai atau terlena dengan kegemerlapan dunia ini sehingga diantara kita lupa akan akhirat.

Nabi صلى الله عليه وسلم bersabda:

“Barangsiapa yang menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya, maka ALLAH akan memberikan kekayaan pada hatinya dan ALLAH akan memudahkan segala urusannya didunia serta dunia akan mendatanginya dalam keadaan tunduk dan hina.
Dan barangsiapa yang menjadikan dunia menjadi tujuan utamanya, maka ALLAH akan jadikannya kemiskinan/kefakiran terpampang dimatanya, dan ALLAH akan jadikan segala urusannya berantakan, dan ia tidak akan mendapatkan dunia kecuali apa-apa yang sudah dituliskan baginya”. (Silsilah shohihah: 949)

Saudaraku..

perhatikanlah dan camkanlah hadits diatas tersebut tentang besarnya keutamaan menjadikan akhirat sebagai tujuan utamanya serta kerugian yang sangat besar bagi seseorang yang menjadikan dunia sebagai tujuan utamanya.

Saudaraku…

Islam agama yang mulia ini sama sekali tidak melarang seseorang untuk memliki kekayaan yang melimpah didunia ini, tetapi ingat! agama kita yang mulia ini menasehati kepada kita agar jangan sampai tertipu dengan dunia sehingga kita melalaikan akhirat.

Dan hendaklah dari setiap kekayaan yang kita miliki kita gunakan untuk mencari ridha ALLAH subhaanahu wa ta’ala.

Semoga memberikan manfaat untuk kita semua.

Akhukum Ahmad Ferry Nasution

Mengenal Allah

Sesungguhnya mengenal Allah beserta nama dan sifat-sifat nya yang termaktub didalam Al Kitab dan As Sunnah memiliki kedudukan yang sangat agung lagi tinggi dan mulia didalam ajaran agama islam, bahkan ini merupakan asas dan pondasi agama.

Betapa muliya nya dan sempurna nya tatkala seorang hamba mengenal Sang Pencipta, Maha Kuasa, Maha Pengatur, Maha segala-gala nya, mengenal Nama-nama dan sifta-sifat nya Yang Maha Tinggi.

Tidak diragukan lagi bahwa hal ini adalah ilmu yg paling muliya, tujuan yg agung lagi suci, dikarenakan berkaitan dengan Dzat Yg Maha Muliya Allah Azza wa Jalla, maka mempelajari perkara ini adalah suatu ibadah yg agung, pondasi ajaran Nabi Ibrahim yg lurus, yg merupakan keyakinan seluruh para nabi dan rusul, dan mereka sepakat mendakwahkan nya sejak pertama hingga yang terakhir Nabi Muhammad Semoga Sholawat dan Salam tercurah pada mereka semua.

Berkata Allamah Ibnul Qoyyim ,” Sesungguhnya dakwah para Rusul berkisar pada tiga pondasi, Mengenal Allah sebagai Dzat yg diseru melalui Nama dan Sifat Nya, Mengenal jalan yg mengantarkan kepada peribadatan yg lurus, semisal berdzikir, bersyukur, dan aneka ragam bentuk ibadah yg disertai sepenuh kecintaan dan ketundukan, serta mengenal alam yg kekal abadi hari pembalasan yaitu Da’rul Karomah yg penuh kenikmatan dan yg paling utama meraih keridhoan dan kenikmatan memandang Wajah Azza wa Jalla.

 Ditulis oleh Ustadz Rochmad Supriyadi, Lc حفظه الله تعالى

┈┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈┈

Pentingnya Tauhid Dalam Beramal

Ust. Mahfudz Umri, حفظه الله

Dunia adalah ladang akherat. Setiap muslim beramal sebaik-baiknya untuk menuai hasil maksimal di akherat.

Akan tetapi dalam prakteknya, betapa banyak manusia yang letih melakukan amal kebaikan siang dan malam, namun setelah itu, dalam sekejap mata ia hapuskan amalan-amalan itu dengan perbuatan syirik. Ia bakar lembaran-lembaran amal kebaikan dengan api kesyirikan sedang dia tidak menyadarinya.

Ia menyangka, amalan kebaikannya selama ini tersimpan rapi disisi Allah. Iapun menyangka, dia akan memanennya kelak di akherat. Sementara itu, ia terus melakukan kesyirikan sampai akhir hayatnya. Naudzubillah.

Simak penjelasan Ust Mahfudz Umri tentang pentingnya Tauhid dalam Beramal di http://salamdakwah.com/videos-detail/pentingnya-tauhid-untuk-beramal.html

Untuk menyimak via mobile handset silahkan klik http://m.salamdakwah.com/videos-detail/pentingnya-tauhid-untuk-beramal.html

Semoga Bermanfaat

Wahai Para Wanita Pergauilah Saudari Seimanmu Dengan Baik

Wahai para wanita berrgaulah dg saudarimu seiman dg sebaik baikny.

Selalulah berbaik sangka kpdnya..
Krn jika kita amati seringkali banyak prablem antara sesema muslimah disebabkan oleh berburuk sangka.. Sehingga ketika ada ucapan atau perbuatan yg kurang pas, maka langsung ia nilai dg berbagai macam praduga yg akhirnya membuat perpecahan dan kebencian..

Indahnya jilbab dan hijabmu akan lebih indah lagi jika dibarengi rasa mengalahmu dan ber- itsar (mendahulukan kebutuhan dan kepentingan saudarinmu diatas kepentinganmu..) Serta berhusnudzon ditiap keadaan..
Mari kita bangun persaudaraan yg indah dalam naungan islam..

Semoga Allah merahmati kaum muslimah

Pengertian Mahram Bagi Wanita

Materi: Fiqh Muamalah

Ust Husnul Yakin Arbain

Banyak sekali hukum tentang pergaulan wanita muslimah yg berkaitan erat dengan masalah mahram, sperti hukum safar,khalwat (berdua-duaan), pernikahan,warisan,dan perwalian.

> Definisi

Mahram adalah semua org yg haram utk menikahi seorg wanita selama-lamanya karena sebab nasab, persusuan& pernikahan.” (Ibu Qudamah; Al-Mughni 6/555)

> Macam-macam Mahram

Dari pengertian di atas, maka mahram itu terbagi menjadi 3 macam.

1) Mahram karena nasab (keluarga)

Mahram dari nasab adalah yg disebutkan oleh Allah Ta’ala dalam surat An-Nur 31. Diantaranya,

1. Ayah (Bapak2), termasuk dalam katagori ayah (bapak) adalah kakek, baik dari bapak maupun ibu. Juga bapak2 mereka ke atas. Adapun bapak angkat, mk dia tdk termasuk mahram. (Lihat. QS. Al-Ahzab: 4)

2. Anak laki-laki, termasuk dlm kategori anak laki2 bg wanita adalah: cucu, baik dari anak laki-laki maupun anak perempuan& keturunan mereka. Adapun anak angkat, mk dia tdk termasuk mahram berdasarkan keterangan di atas

3. Saudara laki2, baik sekandung, sebapak atau seibu saja.

4. Anak laki-laki saudara (keponakan), baik dari saudara laki2 maupun perempuan&anak keterunan mereka.

5. Paman, baik dari bapak atau pun dari ibu.

2) Mahram karena Persusuan, yaitu mahram dari sebab persusuan seperti mahram dr nasab. (Lihat QS. An-Nisa’: 23)

Rasulullah bersabda, “Diharamkan daripada penyusuan apa-apa yg diharamkan daripada nasab.” (HR. al-Bukhari)

3) Mahram karena Mushaharah, yaitu mahram krn pernikahan, seperti suami,bapak tiri,menantu, mertua laki2&anak tiri. (Lihat QS. An-Nuur: 31, an-Nisa’: 22; dan an-Nisa’: 23)

Maka, selain mereka seperti saudara sepupu, ipar, ayah angkat&anak angkat serta mahram lakon utk umrah/haji bukanlah MAHRAM yg sebenarnya. Mk mereka tdk memiliki kosekwensi2 hukum sebagaimana mahram yg sebenarnya.

Demikian,smg bermanfaat.Wallaahu a’lam.

[Disadur&dirigkas dari: Majalah “Al Furqan”]

– – – – -〜¤✽¤〜- – – – –

Menebar Cahaya Sunnah