Laporan ZIS Plus – 22 Agustus 2013

DANA ZAKAT
1 30/05/2013 10:16 Trf PRIMA to BSM – Prima 3,000,000.00
2 03/06/2013 18:21 ATMB Transfer To BSM 7480008884 200,000.00
3 04/06/2013 11:14 ATMB Transfer To BSM 7480008884 1,950,000.00
4 04/06/2013 11:46 zakat 300,000.00
5 05/06/2013 11:17 Kredit Masuk-0080017 10,000,000.00
6 10/06/2013 16:30 ATMB Transfer To BSM 7480008884 5,000,000.00
7 15/06/2013 05:05 Trf PRIMA to BSM – Prima 1,500,000.00
8 16/06/2013 12:39 zakat maal 3,300,000.00
9 10/07/2013 10:31 zakat maal tahun 1434 H 3,100,000.00
10 14/07/2013 11:48 Trf PRIMA to BSM – Prima 5,000,000.00
11 16/07/2013 20:46 zakat 10,000,000.00
12 17/07/2013 20:56 zakat 10,000,000.00
13 27/07/2013 16:39 Trf PRIMA to BSM – Prima 500,000.00
14 29/07/2013 12:13 ATMB Transfer To BSM 7480008884 500,000.00
15 30/07/2013 11:48 Trf PRIMA to BSM – Prima 1,250,000.00
16 01/08/2013 22:48 zakat 100,000.00
17 02/08/2013 07:10 zakat 10,000,000.00
18 02/08/2013 21:57 salah transfer rekening 10,000,000.00
19 02/08/2013 21:59 salah transfer rek 1,000,000.00
20 04/08/2013 02:29 zakat 100,000.00
21 04/08/2013 12:31 Trf PRIMA to BSM – Prima 5,000,000.00
22 04/08/2013 20:57 Trf PRIMA to BSM – Prima 3,000,000.00
23 04/08/2013 21:27 Trf BSM to BSM – BSMNet 200,000.00
24 05/08/2013 22:29 ATMB Transfer To BSM 7480008884 1,000,000.00
25 06/08/2013 01:29 zakat 2,000,000.00
26 06/08/2013 01:36 ganti uang transfer 10,000.00
27 06/08/2013 11:25 ATMB Transfer To BSM 7480008884 1,500,000.00
28 06/08/2013 23:13 Trf PRIMA to BSM – Prima 2,000,000.00
29 07/08/2013 01:30 Trf PRIMA to BSM – Prima 250,000.00
30 07/08/2013 02:51 Trf PRIMA to BSM – Prima 10,000,000.00
31 07/08/2013 13:40 ATMB Transfer To BSM 7480008884 500,000.00
32 07/08/2013 13:47 ATMB Transfer To BSM 7480008884 1,000,000.00
33 07/08/2013 16:02 ATMB Transfer To BSM 7480008884 500,000.00
34 07/08/2013 21:03 Trf PRIMA to BSM – Prima 500,000.00
TOTAL 104,260,000.00
PENGELUARAN JUMLAH
1 100 orang Mustahiq di Cileungsi        (12,000,000)
2 Klg miskin/member Al Ilmu          (1,300,000)
3 100 orang Mustahiq di Jaktim        (10,000,000)
4 Ust. Kholid/Da’I kurang mampu di NTT          (1,500,000)
5 Ust. Fath EB/Mustahiq di Penjaringan          (8,000,000)
6 Ust. Kholid/Mustahiq desa binaan        (10,000,000)
7 Ikhwan Takhossus          (1,500,000)
8 Ust. Abdussalam/Mustahiq di Jogja/sktr          (8,000,000)
9 Ust. Syafiq Basalamah/Mustahiq Jember          (7,000,000)
10 Ust. Wujud/Mustahiq di NTT          (8,000,000)
11 Ust. Wujud/Mustahiq 100 guru agama NTT          (3,000,000)
12 Manaarul Sunnah/Mustahiq Tambun          (3,500,000)
13 Mustahiq Pos Pengumben/Nurul Iman          (4,000,000)
14 Mustahiq Cijantung dan Gongseng          (5,500,000)
15 Mustahiq Psr Mayestik/Pedagang keliling          (1,700,000)
16 Mustahiq Juwiring Klaten          (3,000,000)
17 Siti Aminatun-kanker payudara          (2,000,000)
TOTAL        (90,000,000)
Sisa Dana 14,260,000.00

 

DANA RIBHAT
1 30/05/2013 10:18 ATMB Transfer To BSM 7480006668 1,000,000.00
2 01/06/2013 14:24 ATMB Transfer To BSM 7480006668 320,000.00
3 18/06/2013 09:53 CASH AL ILMU R 3,000,000.00
4 22/06/2013 05:58 ATMB Transfer To BSM 7480006668 500,000.00
5 01/07/2013 12:16 Kredit Masuk-0140740 1,200,000.00
6 05/07/2013 15:49 Trf PRIMA to BSM – Prima 5,000,000.00
7 06/07/2013 14:29 uang riba 5,000,000.00
8 10/07/2013 08:42 ATMB Transfer To BSM 7480006668 1,600,000.00
9 26/07/2013 18:31 Trf PRIMA to BSM – Prima 5,000,000.00
10 27/07/2013 06:24 Trf PRIMA to BSM – Prima 1,000,000.00
11 29/07/2013 21:37 Trf PRIMA to BSM – Prima 750,000.00
12 30/07/2013 11:41 Kredit Masuk-0142764 1,000,000.00
13 01/08/2013 21:47 ATMB Transfer To BSM 7480006668 250,000.00
14 02/08/2013 11:11 ATMB Transfer To BSM 7480006668 800,000.00
15 05/08/2013 22:33 ATMB Transfer To BSM 7480006668 1,152,249.00
16 07/08/2013 03:41 ATMB Transfer To BSM 7480006668 557,000.00
17 07/08/2013 13:46 ATMB Transfer To BSM 7480006668 1,000,000.00
18 10/08/2013 10:32 Trf PRIMA to BSM – Prima 150,000.00
19 11/08/2013 14:50 ATMB Transfer To BSM 7480006668 5,000,000.00
TOTAL 34,279,249.00
PENGELUARAN JUMLAH
1 Jalan dan saluran air Kalisari        (14,000,000)
2 Jalan depan Ponpes Daaruttaqwa – Klaten          (8,000,000)
3 Biaya transfer              (10,000)
TOTAL        (22,010,000)
Sisa Dana 12,269,249.00

Sudah Puasa Syawal, Bolehkah Puasa Ayyamul Bidh ?

Sudah Puasa Syawal, Bolehkah Puasa Ayyamul Bidh?

21 Agustus, 2013

Puasa ayyamul bidh adalah berpuasa pada 13, 14, 15 hijriyah setiap bulannya. Setiap bulan minimal seorang muslim berpuasa sebanyak tiga hari dan harinya bebas, namun diperintahkan untuk bisa berpuasa pada ketiga hari tersebut karena punya keutamaan. Lalu bagaimana jika seseorang menjalani puasa syawal, apakah tidak perlu lagi ia melaksanakan puasa ayyamul bidh atau bisa saja ia menambah lagi? Karena sebagian orang ada yang menyatakan tidak perlu lagi menambah puasa ayyamul bidh, bagi yang sudah menjalani puasa syawal enam hari.

Minimal Puasa Tiga Hari Setiap Bulan

Beberapa hadits telah membicarakan tentang puasa tiga hari setiap bulannya. Puasa tiga hari ini senilai seperti puasa setahun. Karena satu hari puasa dinilai dengan sepuluh kebaikan semisal. Berarti kalau tiga hari setara dengan 30 hari. Jika rutin dilakukan setiap bulan, maka berarti seperti melaksanakan puasa setahun.

Namun hadits-hadits yang membicarakan puasa tiga hari ini ada dua macam:

1- Tanpa penentuan hari, pokoknya puasa dalam sebulan tiga hari.

Di antara hadits yang membicarakan hal ini adalah:

Dari Abu Hurairah radhiyallahu ‘anhu, ia berkata,

أَوْصَانِى خَلِيلِى بِثَلاَثٍ لاَ أَدَعُهُنَّ حَتَّى أَمُوتَ صَوْمِ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ، وَصَلاَةِ الضُّحَى ، وَنَوْمٍ عَلَى وِتْرٍ

“Kekasihku (yaitu Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam) mewasiatkan padaku tiga nasehat yang aku tidak meninggalkannya hingga aku mati: 1- berpuasa tiga hari setiap bulannya, 2- mengerjakan shalat Dhuha, 3- mengerjakan shalat witir sebelum tidur.” (HR. Bukhari no. 1178)

Dari ‘Abdullah bin ‘Amr bin Al ‘Ash, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

صَوْمُ ثَلاَثَةِ أَيَّامٍ صَوْمُ الدَّهْرِ كُلِّهِ

“Puasa pada tiga hari setiap bulannya adalah seperti puasa sepanjang tahun.” (HR. Bukhari no. 1979)

Dari Mu’adzah Al ‘Adawiyyah, ia pernah bertanya pada ‘Aisyah -istri Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam-,

أَكَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَصُومُ مِنْ كُلِّ شَهْرٍ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ قَالَتْ نَعَمْ. فَقُلْتُ لَهَا مِنْ أَىِّ أَيَّامِ الشَّهْرِ كَانَ يَصُومُ قَالَتْ لَمْ يَكُنْ يُبَالِى مِنْ أَىِّ أَيَّامِ الشَّهْرِ يَصُومُ

“Apakah Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa melaksanakan puasa tiga hari setiap bulannya?” ‘Aisyah menjawab, “Iya”. Ia pun bertanya pada ‘Aisyah, “Pada hari apa
beliau berpuasa?” ‘Aisyah menjawab, “Beliau tidak memperhatikan pada hari apa beliau berpuasa dalam sebulan.” (HR. Muslim no. 1160).

2- Puasa tiga hari setiap bulan pada ayyamul bidh (13, 14, 15 Hijriyah)

Dari Abu Dzar, Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda padanya,

يَا أَبَا ذَرٍّ إِذَا صُمْتَ مِنَ الشَّهْرِ ثَلاَثَةَ أَيَّامٍ فَصُمْ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ

“Jika engkau ingin berpuasa tiga hari setiap bulannya, maka
berpuasalah pada tanggal 13, 14, dan 15 (dari bulan Hijriyah).” (HR. Tirmidzi no. 761 dan An Nasai no. 2425.

Abu ‘Isa Tirmidzi mengatakan bahwa haditsnya hasan).

Dari Ibnu Milhan Al Qoisiy, dari ayahnya, ia berkata,

كَانَ رَسُولُ اللَّهِ -صلى الله عليه وسلم- يَأْمُرُنَا أَنْ نَصُومَ الْبِيضَ ثَلاَثَ عَشْرَةَ وَأَرْبَعَ عَشْرَةَ وَخَمْسَ عَشْرَةَ . وَقَالَ « هُنَّ كَهَيْئَةِ الدَّهْرِ »

“Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam biasa memerintahkan pada kami untuk berpuasa pada ayyamul bidh yaitu 13, 14 dan 15
(dari bulan Hijriyah).” Dan beliau bersabda, “Puasa ayyamul bidh itu seperti puasa setahun.” (HR. Abu Daud no. 2449 dan An Nasai no. 2434. Syaikh Al Albani mengatakan bahwa hadits ini shahih)

Puasa Ayyamul Bidh Lebih Adfhol

Hadits-hadits di atas menunjukkan bahwa puasa pada ayyamul bidh itu lebih utama jika punya kemudahan untuk mengerjakannya. Jika tidak mudah untuk mengerjakannya, cukup berpuasa tiga hari pada hari mana saja yang disuka. Demikian penjelasan Syaikh Sa’id bin Wahf Al Qohthoni dalam , hal. 375. Juga disampaikan pula oleh guru dari Syaikh Sa’id yaitu Syaikh ‘Abdul ‘Aziz bin Baz sebagaimana dinukil dalam , hal. 375-376.

Puasa Senin Kamis Lebih Afdhol dari Puasa Ayyamul Bidh

Jika kita melihat hadits tentang puasa tiga hari setiap bulan, itu memiliki keutamaan sebagaimana telah diutarakan. Adapun jika seseorang menambah lebih dari itu, tentu lebih utama. Seperti puasa Senin Kamis, tentu lebih utama dari puasa ayyamul bidh karena jumlah harinya lebih banyak dalam sebulan yaitu minimal delapan hari.

Syaikh Sa’id bin Wahf Al Qohthoni hafizhohullah mengatakan, “Jika seseorang melakukan puasa Senin Kamis di setiap pekannya, maka itu lebih afdhol dari puasa ayyamul bidh atau puasa tiga hari setiap bulannya. Karena puasa Senin Kamis jika dilakukan dalam sebulan tentu harinya lebih banyak dari puasa ayyamul bidh dan tentunya pahalanya akan lebih banyak.” (Ash Shiyam fil Islam, hal. 376).

Sudah Puasa Syawal, Bolehkah Puasa Ayyamul Bidh?

Jawabannya, tentu saja boleh. Karena minimal kita berpuasa dalam sebulan itu tiga hari. Jika kita sudah puasa Syawal 6 hari, kita pun masih boleh menambah dengan puasa Senin Kamis atau puasa ayyamul bidh. Namun jika mencukupkan dengan puasa Syawal saja tanpa puasa ayyamul bidh, itu pun dibolehkan karena puasa Syawal sudah melebihi tiga hari, ditambah pula puasa ayyamul bidh dihukumi sunnah sehingga ada pilihan mau melakukannya ataukah tidak.

Sehingga jika ada yang sampai melarang menambah puasa ayyamul bidh setelah melakukan
puasa Syawal, ia harus datangkan dalil karena dalam berpuasa selama sebulan berapa kalinya ada kebebasan. Wallahu a’lam.

Hanya Allah yang memberi taufik. 

Referensi:

Ash Shiyam fil Islam fii Dhou-il Kitab was Sunnah, Syaikh Dr. Sa’id bin ‘Ali bin Wahf Al Qohthoni, terbitan Maktabah Malik Fahd, cetakan pertama, tahun 1428 H, hal. 367-377.

Selesai disusun di tengah malam, 15 Syawal 1434 H @ Pesantren Darush Sholihin, Warak, Girisekar, Panggang-Gunungkidul

Agar Do’a Dikabulkan

Ust Firanda Andirja MA,
Beliau berpesan :

Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :
«ادْعُوا اللَّهَ وَأَنْتُمْ مُوقِنُونَ بِالْإِجَابَةِ وَاعْلَمُوا أَنَّ اللَّهَ لَا يَسْتَجِيبُ دُعَاءً مِنْ قَلْبٍ غَافِلٍ لَاهٍ»
“Berdoalah dengan yakin bahwa Allah mengabulkan doamu, dan ketahuilah bahwasanya Allah tdk akan mengabulkan doa dari hati yang lalai”
(HR At-Thirmidzi)

Jika doa iblis saja dikabulkan, Allah berfirman :
قَالَ أَنظِرْنِي إِلَىٰ يَوْمِ يُبْعَثُونَ
Iblis menjawab : “Beri tangguhlah saya sampai waktu mereka dibangkitkan”.
قَالَ إِنَّكَ مِنَ الْمُنظَرِينَ
Allah berfirman : “Sesungguhnya kamu termasuk mereka yang diberi tangguh”.
(QS Al-A’raaf :14-15)

Jika orang musyrik terkadang doanya dikabulkan…,
Allah berfirman :
فَإِذَا رَكِبُوا فِي الْفُلْكِ دَعَوُا اللَّهَ مُخْلِصِينَ لَهُ الدِّينَ فَلَمَّا نَجَّاهُمْ إِلَى الْبَرِّ إِذَا هُمْ يُشْرِكُونَ
“Maka apabila mereka naik kapal mereka mendoa kepada Allah dengan memurnikan ketaatan kepada-Nya; maka tatkala Allah menyelamatkan mereka sampai ke darat, tiba-tiba mereka (kembali) mempersekutukan (Allah)”
(QS Al-Ankabuut : 25)

Lantas bagaimana tidak dikabulkan seorang mukmin yang berdoa di sepertiga malam terakhir, seraya mengadahkan kedua tangannya, disertai aliran air mata…???

– – – – -〜¤✽¤〜- – – – –

Lemah Lembut Dalam Dakwah

Syeikh Abdulaziz bin Baaz -rahimahullah- berkata:

Nabi صلى اللّه عليه وسلم pernah bersabda:
“Sesungguhnya LEMAH LEMBUT tidak ADA pada sesuatu kecuali akan MENGHIASInya dan tidak HILANG dari sesuatu kecuali MERUSAKnya” (Hadits Shahih Muslim).

Apalagi di zaman ini. Zaman ini adalah zaman lemah lembut, sabar dan hikmah bukan zaman bersikap keras.

Manusia mayoritas dalam kebodohan, lalai dan mementingkan dunia. Sehingga harus sabar, harus lemah lembut hingga sampai dakwah kepada mereka dan sehingga sampai ajakan kepada manusia dan hingga mereka diajari.

Kita memohon kepada Allah petunjuk untuk semua.

(Majmu’ Fatawa wa Maqalaat ibnu Baaz 8/334).

Disadur oleh Ustadz Kholid Syamhudi, Lc حفظه الله تعالى

Kewajiban Sabar & Tegar Dalam Mengikuti Jalan Kebenaran

Oleh : Ustadz Muhammad Wasitho Abu Fawaz MA حفظه الله تعالى

قال الفضيل ابن عياض رحمه الله: ” عليك بطريق الهدى وإن قل السالكون، واجتنب طريق الردى وإن كثر الهالكون “.

Al-Fudhail bin Iyadh rahimahullah berkata: “Wajib atas kalian untuk mengikuti jalan petunjuk (kebenaran) meskipun sedikit orang yg menempuhnya, dan jauhilah jalan kesesatan, meskipun banyak orang-orang yang binasa.” (Atsar ini disebutkan Oleh imam Asy-Syathibi di dalam kitab Al-I’tishoom I/183, An-Nawawi di dalam Al-Majmu’ VIII/275, Dan di dalam Al-Idhooh Hal.219, Dan As-Suyuthi di dalam Al-Amru bil Ittiba’ wa An-Nahyu ‘An Al-Ibtida’ Hal. 152).

» Atsar yg mulia ini menunjukkan kpd kita bahwa para pengikut kebenaran itu sangat sedikit. Sedangkan para pengikut kesesatan dan kekufuran itu jauh lebih banyak.

Oleh karenanya, kita wajib bersabar dan tegar dalam menghadapi berbagai celaan dan gangguan dari orang-orang yg menentang dan menyelisihi kita dalam masalah aqidah, manhaj, dan tata cara ibadah yg sesuai dengan sunnah (tuntunan) Rasulullah shallallahu alaihi wasallam.

» Hal ini berdasarkan sabda Rasulullah shallallahu alaihi wasallam ketika ditanya oleh sebagian sahabat; “Siapakah Al-Ghuroba’ (yakni orang-orang asing yg dijanjikan akan masuk Surga) itu?” Beliau jawab: “Mereka adalah orang-orang SHOLIH yg SEDIKIT jumlahnya berada di tengah manusia yg banyak. Orang-orang yg menentang mereka jauh lebih banyak daripada orang yg menaati (dan mengikuti) mereka.”

Ya Allah jadikanlah kami sebagai hamba-hamba-Mu yang mendapat Taufiq Dan pertolongan-Mu untuk senantiasa mengikuti jalan KEBENARAN. Dan jangan Engkau jadikan kami termasuk orang-orang binasa yang mengikuti jejak jalannya orang-orang kafir, musyrik, dan orang-orang sesat dengan anugerah dan kemuliaan-Mu. (Cirebon, 17 Agustus 2013)

» SUMBER: BBG Majlis Hadits, chat room Faedah dan Mau’izhoh Hasanah.

(*) Blog Dakwah Kami:
http://abufawaz.wordpress.com

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Untukmu Wahai Anak-Anakku

Wahai anak-anakku siang malam sepanjang umurku, aku korbankan untukmu agar engkau berbahagia…

Wahai anakku…
Tampak pada wajah kedua orang tuamu keletihan, penderitaan yang sangat serta hatinya menjadi gundah apabila melihat dirimu sakit dan wajahmu pucat dengan sebab sesuatu yang terjadi pada dirimu atau sakit yang menimpamu…

Wahai Anakku tercinta…
Itulah kalimat yang sering diulang-ulang oleh kedua orang tua kita.

Wahai seorang anak, ingatlah selalu jasa kedua orang tuamu yang sangat besar dalam kehidupanmu dari mulai dirimu berada dalam kandungan, kemudian disaat engkau menjadi bayi dan stelah engkau remaja sehingga engkau menjadi dewasa saat ini..

Wahai anakku..
Sekarang tiba saatnya kedua orangtuamu yang sangat membutuhkan kasih sayang dan perhatian dari dirimu.

Sementara engkau hanya sibuk mengurusi istrimu, anak-anakmu sehingga engkau mengabaikan kedua orang tuamu…engkau jadikan kedua orang sesuatu yang tidak berharga disisimu…
Sungguh perbuatanmu ini akan merugikan dirimu dunia dan akhirat.

Dan jangan engkau termasuk kedalam hadits berikut ini;

Dalam hadits yang cukup panjang, yang mana malaikat jibril datang menemui Rasulullah صلى الله عليه وسلم…yaitu Nabi mengatakan;

Ketika aku menaiki anak tangga mimbar ketiga, ia berkata:
“Celakalah orang yang kedua orang tuanya mencapai usia tua (yang masih hidup) berada di sisinya, atau salah satu dari keduanya masih hidup
lalu tidak memasukkannya ke dalam surga”.
Maka aku jawab: “Amin”.

 Ditulis oleh Ustadz Ahmad Ferry Nasution حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Nikmat Keturunan

Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

يَاأَيُّهَا النَّاسُ اذْكُرُوا نِعْمَةَ اللهِ عَلَيْكُمْ هَلْ مِنْ خَالِقٍ غَيْرُ اللهِ يَرْزُقُكُمْ مِنَ السَّمَاءِ وَالْأَرْضِ لاَ إِلَهَ إِلاَّ هُوَ فَأَنَّى تُؤْفَكُونَ

“Hai manusia, ingatlah akan nikmat Allah kepadamu. Adakah pencipta selain Allah yang dapat memberikan rizki kepada kamu dari langit dan bumi? Tidak ada sesembahan (yang berhak disembah) kecuali Dia; maka mengapa kalian berpaling?” (Fathir: 3)

Dari sekian nikmat Allah Subhanahu wa Ta’ala yang wajib untuk disyukuri ialah adanya anak di tengah keluarga. Merupakan idaman, harapan dan dambaan bagi yang telah berkeluarga, adanya anak yang dapat menjadi penghibur bagi keduanya. Selain itu, terbetik harapan agar ia menjadi anak yang taat kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala dan Rasul-Nya Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lagi berbakti kepada orangtua, serta menjadi anak yang baik lagi beragama.

Allah Subhanahu wa Ta’ala menciptakan manusia melalui sebab adanya orangtua. Karena itulah Allah agungkan hak kedua orangtua atas anaknya (yaitu kewajiban yang harus ditunaikan oleh seorang anak kepada kedua orangtuanya). Allah Subhanahu wa Ta’ala berfirman:

وَوَصَّيْنَا الْإِنْسَانَ بِوَالِدَيْهِ حُسْنًا

“Dan Kami wajibkan manusia (berbuat baik) kepada kedua orangtuanya.” (Al-’Ankabut: 8)

Adakah harapan dan dambaan serta kebanggaan yang lain bagi orangtua yang muslim dan beriman, jika anak yang lahir darinya dan dididik di atas fitrahnya, selain mendapati anaknya menjadi anak shalih yang senantiasa mendoakan orangtuanya, dan di hari kiamat ia menjadi sebab terangkatnya derajat kedua orangtuanya?

 Ditulis oleh Ustadz Rochmad supriyadi LC حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜 ✽ 〜- – – – – –

Tj Tuntunan Ringkas Aqiqah

437. BBG Al Ilmu – 287

Pertanyaan:
Minta tuntunan dalam melakukan aqiqah yang syar’i yang sesuai sunnah.

Jawaban:
Tuntunan ringkas aqiqah:

1. Aqiqah disunnahkan dilaksanakan pada hari ketujuh setelah kelahiran.

2. Jika kelahiran di waktu siang hari itulah awal hitungan tujuh hari. Sedangkan jika kelahiran di waktu malam, yang jadi hitungan adalah hari berikutnya.
Misalnya ada bayi yang lahir pada hari Senin (19/08), pukul enam pagi, maka hitungan hari ketujuh sudah mulai dihitung pada hari Senin. Sehingga aqiqah bayi tersebut dilaksanakan pada hari Ahad (25/08).

Jika bayi tersebut lahir pada hari Senin (19/08), pukul enam sore (setelah Maghrib), maka hitungan awalnya tidak dimulai dari hari Senin, namun dari hari Selasa keesokan harinya. Sehingga aqiqah bayi tersebut pada hari Senin (26/08).

3. Untuk anak laki disunnahkan 2 ekor kambing namun jika tidak mampu, boleh pula bagi anak laki-laki dengan satu ekor kambing dan itu dianggap sah, sedangkan untuk anak perempuan 1 ekor kambing,

4. Dikhususkan kambing atau domba, tidak boleh hewan lain

5. Hewan aqiqah boleh jantan atau betina, namun yang lebih afdhol adalah jantan.

6. Dianjurkan memilih yang gemuk, yang besar, dan yang paling bagus.

7. Jika yang disembelih adalah dua ekor kambing untuk anak laki-laki, maka hendaklah dua kambing tersebut semisal (di antaranya dalam umur)

8. Seseorang yang mengadakan Aqiqah hendaknya memakan sebagian, dan membagikan sisanya

9. Daging aqiqah disunnahkan untuk dimasak sebelum dibagikan

10. Daging aqiqah dibagikan kepada faqir miskin, kerabat, teman, para tetangga, baik yang miskin maupun kaya.

Sumber:
http://rumaysho.com/belajar-islam/keluarga/3090–hadiah-di-hari-lahir-7-waktu-pelaksanaan-aqiqah.html

http://almanhaj.or.id/content/856/slash/0/ahkamul-aqiqah/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Seputar Pamakaian Kata ‘Kami’ Dalam Al Qur’an

436. BBG Al Ilmu – 5

Pertanyaan:
Dalam surat Al-Mu’minūn :18, Disitu ada kata ‘Kami’ itu yang dimaksud Allah Azzawajalla, yang jadi pertanyaan kenapa tidak pakai ‘aku’ ?

Jawaban:
Di antara uslub (metode) bahasa Arab adalah bahwa seseorang dapat menyatakan tentang dirinya dengan kata ganti ‘nahnu’ (kami) untuk menunjukkan penghormatan. Atau dia menyebut dirinya dengan dhamir (kata ganti) ‘‫أنا‬’ (saya) atau dengan kata ganti ketiga seperti‫ هو‬’ (dia). Ketiga metode ini terdapat dalam Al-Quran dan Allah Ta’ala menyampaikan kepada bangsa Arab apa yang dipahami dalam bahasa mereka..” (Fatawa Lajnah Daimah, 4/143)

Lafaz‫ إنا‬‫) ‬) dan نحن‬‫)‬ ) atau selainnya termasuk bentuk jamak, tapi dapat diucapkan untuk menunjukkan seseorang yang mewakili kelompoknya, atau dapat pula disampikan mewakili seseorang yang agung. Sebagaimana dilakukan oleh sebagian raja apabila mereka mengeluarkan keputusan atau ketetapan, maka dia berkata, “Kami tetapkan…” atau semacamnya, padahal dia yang menetapkan itu hanyalah satu orang. Akan tetapi diungkapkan demikian untuk menunjukkan keagungan.

Maka yang paling berhak diagungkan oleh setiap orang adalah Allah Azza wa Jalla. Maka jika Allah mengatakan dalam Kitab-Nya, ‫(‬‫إنا‬‫)‬, sesungguhnya Kami, atau‫ (‬‫نحن‬‫)‬, kami, itu adalah bentuk pengagungan, bukan menunjukkan bilangan.  

Sumber:
http://www.islam-qa.com/id/606

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Do’a Memohon Amalan Akhir Yang Baik

435. BBG Al Ilmu – 3

Pertanyaan:
Apakah Do’a berikut shahih?
Allohumaakhtim lana bihusnil khotimah wala takhtim alaina bisuil khatimah.

Jawaban:
Ust. Badrusalam Lc

Do’a tersebut bukanlah dari hadits. Tapi kalau mau dibaca silahkan asal jangan diyakini sunnahnya.
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Menebar Cahaya Sunnah