Tj Mengucapkan ‘Rest In Peace’

326. BBG Al Ilmu – 3

Pertanyaan:
Apa hukumnya kita menyebut seseorang yang meninggal dengan Rest In Peace.

Jawaban:
Ucapan RIP batil dan terlarang karena:

1) Jika ucapan tersebut adalah kebiasaan orang2 kafir maka hukumnya haram karena seorang muslim diharamkan menyerupai orang2 kafir. Nabi shallallahu’alaihi wa sallam
bersabda:
“Barangsiapa yang menyerupai suatu kaum maka dia bagian dari mereka.” (HR. Abu Daud dan dishahihkan oleh Ibnu Hibban)

2) Kalaupun ucapan tersebut bukan kebiasaan orang2 kafir maka tetap saja tidak dibenarkan karena tidak berdasarkan dalil Al-Qur’an dan As-Sunnah, dan tidak pula bermakna do’a. Adapun yang disyari’atkan adalah mengucapkan istirja’ (innaa lillahi wa innaa ilaihi rooji’un) dan mendo’akan agar si mayit mendapatkan ampunan.

3) Jika makna ucapan tersebut adalah, “Beristirahatlah dalam damai” maka itu tidak benar, sebab kita tidak tahu kondisi orang yang mati itu, apakah ia dalam keadaan mendapatkan nikmat ataukah adzab kubur. Demikian pula setelah hari kebangkitannya, kita tidak tahu apakah ia termasuk penghuni surga atau neraka. Ini jika yang meninggalkan dalam keadaan muslim, kita tidak bisa mengklaim ia pasti beristirahat dengan tenang, sebab hanya Allah ta’ala yang mengetahuinya, kewajiban kita hanyalah mendo’akannya. Akan tetapi seorang muslim itu, kalaupun ia mendapatkan azab kubur dan neraka maka azabnya tidaklah kekal seperti orang-orang kafir.

4) Jika si mayit itu mati dalam keadaan kafir maka sudah pasti ia termasuk penghuni neraka, Allah ‘Azza wa Jalla berfirman,
“Sesungguhnya orang-orang kafir dari ahli kitab (Yahudi dan Nashrani) dan orang-orang musyrik (akan masuk) neraka jahannam, mereka kekal di dalamnya. Mereka adalah seburuk-buruk makhluq.” (Al-Bayyinah: 6).

Bagaimana bisa dikatan “istirahatlah dengan damai ??

والله أعلم بالصواب
Sumber:
Berbagai tulisan mengenai perkara ini, termasuk:
http://nasihatonline.wordpress.com/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«

̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Qunut Witir

325. BBG Al Ilmu – 311

Pertanyaan:
Ustadz mau tanya, setelah shalat tarawih kita kan melaksanakan shalat witir. adakah pembacaan qunut pada raka’at ke 3 shalat witir mulai 15 ramadhan sampai terakhir ramadhan ?

Jawaban:
Ada beberapa pendapat diantara para ulama tentang waktu pelaksanaan qunut dalam shalat witir. Ada yang mengatakan makruh, ada yang mengatakan bulan Ramadhan saja, ada juga yang mengatakan sepanjang tahun, sedangkan pendapat yang masyhur dalam madzhab Syafi’iyah adalah Qunut witir disunnahkan ketika separuh akhir dari bulan Ramadhan saja.

Dalam menyikapi perbedaan pendapat diatas, Syaikhul Islam Ibnu Taymiyah rahimahullah, mengatakan:
“Hakekatnya, qunut witir adalah sejenis do’a yang dibolehkan dalam shalat. Siapa yang mau membacanya, silakan. Dan yang enggan pun dipersilakan. Sebagaimana dalam shalat witir, seseorang boleh memilih tiga, lima, atau tujuh raka’at semau dia. Begitu pula ketika ia melakukan witir tiga raka’at, maka ia boleh melaksanakan 2 raka’at salam lalu 1 raka’at salam, atau ia melakukan tiga raka’at sekaligus. Begitu pula dalam hal qunut witir, ia boleh melakukan atau meninggalkannya sesuka dia. Di bulan Ramadhan, jika ia membaca qunut witir pada keseluruhan bulan Ramadhan, maka itu baik. Jika ia berqunut di separuh akhir bulan Ramadhan, itu pun baik. Jika ia tidak berqunut, juga baik.”. (Majmu’ Al Fatawa, 22: 271)

والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://muslim.or.id/ramadhan/qunut-witir-setelah-pertengahan-ramadhan.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«

̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Do’a Memudahkan Kemudahan

324. BBG Al Ilmu – 357

Pertanyaan:
Mohon kejelasan tentang dalil ini: Doa ini adalah doa yang shahih dari Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam, berisi permohonan kepada Allah agar kesulitan menjadi mudah.
اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً
“Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa”
artinya: “Ya Allah, tidak ada kemudahan, kecuali yang Engkau jadikan mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau
kehendaki pasti akan menjadi mudah.”

Jawaban:
Ust. Badrusalam Lc

Do’a tersebut shahih, terdapat dalam hadits berikut ini. Dari Anas bin Malik, beliau berkata bahwa Nabi shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,

‫اللَّهُمَّ لاَ سَهْلَ إِلاَّ مَا جَعَلْتَهُ سَهْلاً وَأَنْتَ تَجْعَلُ الحَزْنَ إِذَا شِئْتَ سَهْلاً‬

“Allahumma laa sahla illa maa ja’altahu sahlaa, wa anta taj’alul hazna idza syi’ta sahlaa”. [artinya: Ya Allah, tidak ada kemudahan kecuali yang Engkau buat mudah. Dan engkau menjadikan kesedihan (kesulitan), jika Engkau kehendaki pasti akan menjadi mudah].

Hadits ini dikeluarkan oleh Ibnu Hibban dalam Shahihnya (3/255). Dikeluarkan pula oleh Ibnu Abi ‘Umar, Ibnus Suni dalam ‘Amal Yaum wal Lailah. (Lihat Jaami’ul Ahadits, 6/257, Asy Syamilah). Sanad hadits ini
shahih sebagaimana dikatakan oleh Syaikh Syu’aib Al Arnauth dalam tahqiqnya terhadap Shahih Ibnu Hibban.

Sumber:
Ust. Badrusalam Lc
http://rumaysho.com/belajar-islam/amalan/3150-doa-memohon-kemudahan.html

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«

̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Do’a Khusus Agar Anak Menjadi Shalih/Shalihah

323. BBG Al Ilmu – 29

Pertanyaan:
Ana mau tanya: 1. Apakah ada ritual dan do’a khusus yang sesuai syariat untuk mendo’akan supaya anak kita menjadi anak yang sholeh,patuh berakhlakul karimah.  2. Apa benar hukum tidak boleh isbal itu hanya berlaku saat sholat saja, kalau waktu gak sholat tidak apa apa isbal,,,??

Jawaban:
Banyak do’a yang telah dicontohkan dalam Al Qur’an dan Al Hadits, diantaranya:

1. Robbi hablii minash shoolihiin”. (QS. Ash Shaffaat: 100)

2. Robbi hab lii min ladunka dzurriyyatan thoyyibatan, innaka samii’ud du’aa’ (QS. Ali Imron: 38)

3. (QS. Al Ahqof: 15)

4. (QS. Al Furqon: 74)

5. Dari hadits Anas bin Malik radhiyallahu ‘anhumaa  yg diriwayatkan oleh
imam Bukhari no. 6334 dan Muslim no. 2480, seseorang bisa berdo’a:
‫اللَّهُمَّ أكْثِرْ مَالِي، وَوَلَدِي، وَبَارِكْ لِي فِيمَا أعْطَيْتَنِي‬
“Allahumma ak-tsir maalii wa waladii, wa baarik lii fiimaa a’thoitanii“ (Ya Allah perbanyaklah harta dan anakku serta berkahilah karunia yang Engkau beri).”

Mengenai Isbal, Hukumnya (menjulurkan kain menutup
mata kaki) adalah terlarang, baik dalam shalat atau pun di luar shalat, baik dengan
kesombongan atau pun tanpa kesombongan, sebagaimana dalam sabda Rasulullah shallallahu ‘alaihi wa sallam (yang artinya), “Kain seorang
mukmin adalah setengah betisnya, dan tidak mengapa
(dengan) kain antara setengah betisnya sampai mata kakinya. Apa saja yang memelampaui mata kakinya, maka dia diazab di neraka, dan barangsiapa yang menjulurkan kainnya
karena kesombongan, maka Allah tidak melihatnya pada hari kiamat.” (HR. Abu Daud, Nasa’i, Ibnu Majah, dan dishohihkan oleh Ibnu Hibban; lihat Shahih at-Targhib wa at-Targhib, no. 2031)
والله أعلم بالصواب

Sumber:
http://muslim.or.id/uncategorized/doa-meminta-anak-yang-sholeh.html

http://www.konsultasisyariah.com/apa-hukum-shalat-seorang-laki-laki-yang-menutup-mata-kakinya/

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«

̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Imunisasi Dan Vaksin

322. BBG Al Ilmu – 6

Pertanyaan:
Ustadz  kasih dong masukan kesaya masalah imunisasi pada bayi.sebab tadi saya lihat ditv vaksinnya terbuat dari babi.tapi kandungan babinya sudah 0%.

Jawaban:
Untuk Imunisasi, Syaikh Abdul Aziz bin Baz rahimahullah pernah ditanya mengenai hukum berobat dengan imunisasi sebelum tertimpa musibah. Beliau menjawab,
“La ba’sa (tidak masalah) berobat dengan cara seperti itu jika dikhawatirkan tertimpa penyakit karena adanya wabah atau sebab-sebab lainnya. Dan tidak masalah menggunakan obat untuk menolak atau menghindari wabah yang dikhawatirkan. Hal ini berdasarkan sabda Nabi
Shallallahu ‘alaihi wa sallam dalam hadits shahih (yang artinya), “Barangsiapa makan tujuh butir kurma Madinah pada pagi hari, ia tidak akan terkena pengaruh buruk sihir atau racun”Ini termasuk tindakan menghindari penyakit sebelum terjadi.

Demikian juga jika dikhawatirkan timbulnya suatu penyakit dan dilakukan immunisasi untuk melawan penyakit yang muncul di suatu tempat atau di mana saja, maka hal itu tidak masalah, karena hal itu termasuk tindakan pencegahan. Sebagaimana penyakit yang datang diobati, demikian juga penyakit yang dikhawatirkan kemunculannya.

Sumber: http://www.binbaz.org.sa/mat/238

Mengenai vaksin, Syaikh Muhammad Shalih Al-Munajjid hafidzahullah mengatakan: “vaksin yang terdapat didalamnya bahan yang haram atau najis pada asalnya. Akan tetapi dalam proses kimia atau ketika ditambahkan bahan yang lain yang mengubah nama dan sifatnya menjadi bahan yang mubah. Proses ini dinamakan “istihalah”. Dan bahan [mubah ini] mempunyai efek yang bermanfaat.

Vaksin jenis ini bisa digunakan karena “istihalah” mengubah nama bahan dan sifatnya. Dan mengubah hukumnya menjadi mubah/boleh digunakan.”
والله أعلم بالصواب
Sumber:
http://www.islam-qa.com/en/159845

http://www.konsultasisyariah.com/dampak-vaksin-ipd-dan-hukum-halal-haram

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«

̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Shalat Sambil Memegang Mushaf

321. BBG Al Ilmu – 249

Pertanyaan:
Ana mau tanya ustad, bagaimana hukumnya orang yg sholat memegang dan membaca alqur’an  disetiap hitungan rakaat ?? Mohon penjelasaannya ustad ??

Jawaban:
Para ulama berbeda pendapat mengenai hukum orang shalat sambil memegang dan membaca dari mushaf, yang membolehkannya bersandarkan pada dalil sebagaimana terdapat dalam kitab “
Qiyam al-Lail wa Qiyam Ramadhan” karya al-Maruzi dinyatakan:
عن ابن أبي مليكة أن ذكوان أبا عمرو كانت عائشة أعتقته عن دبر فكان يؤمها ومن معها في رمضان في المصحف

Dari Ibnu Abi Mulaikah, bahwa Dzakwan (Abu Amr) –budak yang dijanjikan bebas oleh Aisyah jika beliau (Aisyah) meninggal- mengimami Aisyah dan orang-orang bersama Aisyah di bukan Ramadhan dengan membaca mushaf. (HR. Bukhari secara Muallaq, dan Ibnu Abi Syaibah dalam Mushannaf).

Pendapat yang paling aman dan agar terbebas dari perselisihan pendapat para Ulama adalah pendapat Syaikh Abdul Aziz bin Abdullah bin Baz rahimahullah. Beliau berpendapat bahwa hal semacam ini boleh jika dibutuhkan. Seperti shalat malam ketika Ramadhan yang panjang bagi imam yang tidak hafal Alquran. Hanya saja beliau menyarankan agar imam berusaha untuk menghafalkan Alquran, sehingga tidak perlu membawa Alquran ketika menjadi imam. (Kitab ad-Dakwah, 2:116).
والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«

̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Tj Shadaqah Untuk Orangtua

320. BBG Al Ilmu – 271

Pertanyaan:
Ana mau tanya dalil mengenai shodaqoh yang dihadiahkan ke orang tua, yang masih hidup atau pun yang sudah tiada

Jawaban:
Ust. Abdussalam Busyro Lc

Untuk orang tua yang masih hidup, boleh, dengan dalil sebagai berikut:

1. Firman Allah
“Mereka bertanya tentang apa yang mereka infakkan. Jawablah: “Apa saja harta yang kamu infakkan hendaklah diberikan kepada ibu-bapak, kaum kerabat, anak-anak yatim, orang-orang miskin dan orang-orang yang sedang dalam perjalanan.” (QS. Al-Baqarah: 215).

2. Hadits dari Salman bin Amir
radhiyallahu ‘anhu, Rasulullah
shallallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Sedekah untuk orang miskin, nilainya hanya sedekah. Sementara sedekah untuk kerabat, nilainya dua: sedekah dan silaturahim.” (HR. An-Nasai 2582 dan dishahihkan al-Albani).

Untuk Orang tua yang sudah meninggal, Ust. Abdussalam Busyro Lc mengatakan bahwa itu dalam bentuk ketaatan si anak terhadap Allah dan Rasul-Nya, melakukan semua perintah Allah Ta’ala dan menjauhi segala larangan-Nya. Segala amalan baik yang dilakukan anak termasuk dalam konteks ‘anak sholeh’ dan pahala yang mengalir terus meskipun orangtua sudah wafat. Memberikan infaq atas nama orangtua juga dapat dilakukan.

والله أعلم بالصواب

»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«

̶┈»̶·̵̭̌✽✽·̵̭̌«̶

Adanya Syi’ah Dalam Tubuh Kaum Muslimin Ibarat Tumor Ganas Yang Siap Menyarang Kapan Saja Jika Kondisi Tubuh Melemah..

Ust. Abu Riyadh Lc

Wahai saudaraku.. Mereka telah ada dan telah berbuat penyimpangan sejak zaman para sahabat rodhiallahu ‘anhum

Tidak aneh jika merka benci kpd islam.. Bahkan seperti bencinya yahudi kepda kaum muslimin.. Krn dendam kesumat itu telah ada 1400th yg lalu..

Agama syiah buatan yahudi ini subur dan besar di zaman pemerintahan ali bin abi tholib.. Penyusupan mereka diprakarsai oleh yahudi.. Mereka berpura pura membela ali bin abi tholib. Bahkan berani menuhankannya serta berkamufalase dibalik cinta kpd ahlu bait rasul

Kemudian mereka mencela para shahabat pentolan bahkan mengkafirkan mereka..
Abu bakar, umar, ustman, aisyah, hafsoh dill dikafirkan..

Bagaimana hadits akan sampai kpd kita jika mereka dikafirkan?
Maka tidak aneh kaum syiah senang meligat darah muslim ditumpahkan..

Wahai saudaraku.. Dg anda benci syiah dan menghalangi langkah mereka merupakan jihad walau minimal jihad dg hati anda..

Lihat video syahadt syiah berikut.. Bukti kesesatan syiah dari negara asalnya

http://video.ak.fbcdn.net/hvideo-ak-frc3/v/1054348_10201530570645930_801131213_n.mp4?oh=9d9e46a5bf58a1ee66549fb69858b60d&oe=51F28F78&__gda__=1374900906_b0be67dabfde008e8fe642e068a7d214

www.abu-riyadl.blogspot.com

 Ditulis oleh Ustadz Abu Riyadl Nurcholis Majid, Lc حفظه الله تعالى

– – – – – – 〜✽〜- – – – – –

Hati Yang Sejuk

Bismillah,
Semoga hati kita sekalian selalu disinari kesejukan dan keselamatan.

Rasulullah shallallahu’alaihi wa sallam bersabda:

“Tidaklah seseorang ditimpa suatu kegundahan maupun kesedihan lalu dia berdo’a”

اللَّهُمَّ إِنِّيْ عَبْدُكَ ابْنُ عَبْدِكَ ابْنُ أَمَتِكَ نَاصِيَتِيْ بِيَدِكَ مَاضٍ فِيَّ حُكْمُكَ عَدْلٌ فِيَّ قَضَاؤُكَ أَسْأَلُكَ بِكُلِّ اسْمٍ هُوَ لَكَ سَمَّيْتَ بِهِ نَفْسَكَ أَوْ عَلَّمْتَهُ أَحَدًا مِنْ خَلْقِكَ أَوْ أَنْزَلْتَهُ فِيْ كِتَابِكَ أَوْ اسْتَأْثَرْتَ بِهِ فِيْ عِلْمِ الْغَيْبِ عِنْدَكَ أَنْ تَجْعَلَ الْقُرْآنَ رَبِيْعَ قَلْبِيْ وَنُوْرَ صَدْرِيْ وَجَلاَءَ حُزْنِيْ وَذَهَابَ هَمِّيْ

“Ya Allah, sesungguhnya saya adalah hamba-Mu, putra hamba laki-laki-Mu, putra hamba perempuan-Mu, ubun-ubunku ada di Tangan-Mu, telah berlalu padaku hukum-Mu, adil ketentuan-Mu untukku.
Saya meminta kepada-Mu dengan seluruh Nama yang Engkau miliki, yang Engkau menamakannya untuk Diri-Mu atau yang Engkau ajarkan kepada seseorang dari makhluk-Mu atau yang Engkau turunkan dalam kitab-Mu atau yang Engkau simpan dalam ilmu ghaib yang ada di sisi-Mu. Jadikanlah Al-Qur`an sebagai musim semi (penyejuk) hatiku dan cahaya dadaku, pengusir kesedihanku serta penghilang kegundahanku.”Maka akan Allah hilangkan kegundahan dan kesedihannya dan akan diganti dengan diberikan jalan keluar dan kegembiraan.” Tiba-tiba ada yang bertanya: “Ya Rasulullah, tidakkah kami ajarkan do’a ini (kepada orang lain)”? Maka Rasulullah menjawab: “Ya, selayaknya bagi siapa saja yang mendengarnya agar mengajarkannya (kepada yang lain).”

(HR. Ahmad no.3712 dari ‘Abdullah bin Mas’ud radhiyallahu ‘anhu, dishahihkan Asy-Syaikh Al-Albani)

.͡.͡▶ http://m.klikuk.com/doa-penyejuk-qalbu/ 

.͡.͡▶ https://www.facebook.com/notes/klikukcom/doa-penyejuk-qalbu/1756645567807700 

.͡.͡▶ http://m.klikuk.com/sebab-pokok-kebahagiaan/ 

Sebarkan..
Jazakumullah khairan

KlikUK.com

Barokah Sahur


Oleh : Ustadz Fuad hamzah Baraba’, Lc حفظه الله تعالى

Dibulan ramadhan yang penuh barokah ini, kaum muslimin menjalankan ibadah puasa sebulan lamanya, dalam rangka menjalankan perintah Allah Ta’ala.

يَا أَيُّهَا الَّذِينَ آَمَنُوا كُتِبَ عَلَيْكُمُ الصِّيَامُ كَمَا كُتِبَ عَلَى الَّذِينَ مِنْ قَبْلِكُمْ لَعَلَّكُمْ تَتَّقُونَ . أَيَّامًا مَعْدُودَاتٍ

Hai orang-orang yang beriman, diwajibkan atas kamu berpuasa sebagaimana diwajibkan atas orang-orang sebelum kamu agar kamu bertakwa, (yaitu) dalam beberapa hari yang tertentu. (QS. al-Baqarah:183-184).

Dalam melaksanakan ibadah puasa, ada beberapa adab yang hendaknya diperhatikan, dan adab-adab puasa itu banyak sekali, bisa dilihat pada penjelasan para ulama, dan asatidz dalam masalah ini.

Diantara adab puasa yang banyak diremehkan oleh sebagian kaum muslimin adalah makan sahur. Padahal makan sahur yang dilakukan pada akhir malam, atau menjelang waktu fajar adalah sunnah yang diwariskan oleh Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam yang padanya terdapat barokah. Rasulullah shalallahu ‘alaihi wa sallam bersabda:

تَسَحَّرُوْا فَإِنَّ فِي السَّحُوْرِ بَرَكَةً

Makan sahurlah kalian, karena pada sahur itu ada barokah. (HR. al-Bukhari & Muslim).

Dalam riwayat yang lain disebutkan:

السَّحُوْرُ كُلُّهُ بَرَكَةٌ فَلاَ تَدَعُوْهُ وَلَوْ أَنْ يَجْرَعَ أَحَدُكُمْ جُرْعَةً مِنْ مَاءٍ

Sahur itu seluruhnya adalah barokah, maka itu janganlah kalian meninggalkannya walaupun hanya dengan seteguk air. (HR. Ibnu Hibban dan ath-Thabrani).

Oleh karena itu janganlah malas untuk makan sahur, walaupun hanya dengan makanan ringan. Dan makan sahur tidaklah harus dengan makanan yang berat seperti nasi ataupun makanan pokok lainnya. Makan sahur sudah terealisasi walaupun hanya dengan seteguk air, atau makanan ringan yang lainnya. Bahkan sebaik-baik sahurnya mukmin adalah dengan buah kurma, ……

Baca selengkapnya di :
Barokah Sahur

Menebar Cahaya Sunnah