MUTIARA SALAF : Keberkahan Waktu Dengan Mengingat Allah

Syeikh Al-Utsaimin rohimahullah mengatakan,

الإنسان الموفق يكون دائما في يقظة، والمخذول يكون دائما في غفلة، قال الله تعالى: ( ولا تطع من أغفلنا قلبه عن ذكرنا واتبع هواه وكان أمره فرطا) ولهذا إذا رأيت من نفسك أنك لا تعمل وتمضي عليك الأيام فاتهم نفسك، فإن قلبك يكون غافلا عن ذكر الله عز وجل؛ لأن من أقبل على الله بارك له في وقته وفي عمله، وكانت ساعاته كلها معمورة بما فيه الخير

“Orang yang mendapat taufiq itu selalu dalam keadaan SADAR, sedang orang yang hina itu selalu dalam keadaan LUPA.

Allah Ta’ala berfirman (yang artinya):

“Janganlah engkau mengikuti orang yang hatinya telah Kami LALAIKAN dari mengingat kami, dia menuruti keinginannya, dan keadaannya sudah melewati batas..” [QS. Al-Kahfi: 28]
__

Oleh karena itu, bila engkau melihat dirimu tidak beramal, dan hari-harimu berlalu begitu saja, maka curigailah dirimu, sungguh (engkau akan dapati) hatimu selalu lupa dari MENGINGAT Allah ‘Azza wa Jalla.

Karena orang yang menghadapkan dirinya kepada Allah, tentu Allah akan MEMBERKAHI waktu dan amalnya, serta semua waktunya akan HIDUP dengan sesuatu yang ada kebaikannya..”

[Syarah al-Kafiah Asy-Syafiah 4/109]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Syarah Kitab Tauhid : 233 – 234 – 235/236

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

233.

234.

235/236.

ARTIKEL TERKAIT

Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

Aku Tahu

Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

“Aku tahu bahwa setan terus berusaha menebar permusuhan diantara kaum muslimin, maka aku tak ingin membantu setan atas kaum mukminin..”

(Majmu’ Fatawa – 3/271)

Membantu setan untuk menebar permusuhan :

– dengan mengadu domba dan ghibah..

– dengan suuzhon dan tajassus..

– dengan menuduh tanpa bukti yang jelas..

– dengan menegakkan cinta dan kebencian bukan karena Allah, tapi karena kepentingan dunia..

– dengan membuat lari seorang muslim dari kebenaran akibat sikap ghuluw yang kita lakukan..

dan sebagainya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Keutamaan Membantu Kebutuhan Janda Dan Orang Miskin

Rosulullah shollallohu ‘alayhi wasallam bersabda,

“Orang yang membantu kebutuhan seorang janda dan seorang miskin; itu seperti orang yang berjihad perang di jalan Allah, atau seperti orang yang malamnya sholat siangnya puasa..”

[ HR. Bukhori no. 5353 ]

Terkait hadits di atas, Ibnu Batthol rohimahullah mengatakan,

من عَجَز عن الجهاد في سبيل الله، وعن قيام الليل، وصيام النهار – فليعملْ بهذا الحديث، ولْيسعَ على الأرامل والمساكين؛ لِيُحشر يومَ القيامة في جملة المجاهدين في سبيل الله، دون أن يَخطو في ذلك خُطوة، أو يُنفق درهمًا، أو يلقى عدوًّا يرتاعُ بلقائه، أو ليحشر في زُمرة الصائمين والقائمين

“Siapa yang :

– tidak mampu berjihad di jalan Allah,
– tidak mampu rajin tahajud, atau
– (tidak mampu) puasa di siang hari,

hendaknya dia praktekkan hadits ini, (yaitu dengan) berusaha memenuhi kebutuhan hidup janda dan orang miskin, agar kelak di hari kiamat dikumpulkan bersama para mujahidin fii sabilillah, tanpa harus melangkah di medan jihad atau mengeluarkan biaya, atau berhadapan dengan musuh.

Atau agar dikumpulkan bersama orang yang rajin puasa dan tahajud..”

(Syarh Shohih Bukhari – Ibnu Batthol)

Gak Bisa Diam

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

فإن الإنسان لا يسكت البتة : فإما لسان ذاكر وإما لسان لاغ ولا بد من أحدهما فهي النفس إن لم تشغلها بالحق شغلتك بالباطل وهو القلب إن لم تسكنه محبة الله عز و جل سكنه محبة المخلوقين

“Karena insan itu tidak akan diam. Jika lisan tidak berdzikir maka akan melakukan sia sia. Jiwa jika tidak disibukkan dengan kebenaran maka ia akan sibuk dengan kebatilan..

Hati jika tidak merasa tenang dengan cinta kepada Allah, maka ia akan tenang dengan mencintai makhluk..”

(Al Wabilushoyyib – Ibnul Qoyyim)

Demikian juga status fb kita..

Jika tidak dituliskan hal hal yang bermanfaat..
Maka akan ditulis dengan hal yang sia sia..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Syarah Kitab Tauhid : 230 – 231 – 232

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

230.

231.

232.

 

ARTIKEL TERKAIT

Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

Syarah Kitab Tauhid : 227 – 228 – 229

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

227.

228.

229.

 

ARTIKEL TERKAIT

Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

Akibat Terbiasa Lambat Dalam Ibadah

Rosulullah shollallaahu ‘alaihi wasallam pernah melihat para shahabat lambat dari shof yang pertama. Maka beliau bersabda,

تَقَدَّمُوا فَأْتَمُّوا بِي وَلْيَأْتَمَّ بِكُمْ مَنْ بَعْدَكُمْ ، لا يَزَالُ قَوْمٌ يَتَأَخَّرُونَ حَتَّى يُؤَخِّرَهُمْ اللَّهُ

“Majulah dan ikutilah aku, dan hendaklah shoff di belakang mengikuti shoff di depannya. Suatu kaum yang selalu lambat, maka Allah akan lambatkan..” (HR Muslim no 438)

Maksudnya Allah akhirkan mereka dari rahmat dan surga-Nya serta karunia-Nya yang agung.

Syaikh Utsaimin rohimahullah berkata,

وعلى هذا ؛ ​فيخشى على الإنسان إذا عوَّد نفسه التأخر في العبادة أن يبتلى بأن يؤخره الله عز وجل في جميع مواطن الخير​.

“Oleh karena itu, dikhawatirkan bila seorang insan terbiasa lambat dari ibadah, Allah jadikan ia lambat dalam setiap kebaikan..” (Majmu fatawa 13/54)

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badru Salam حفظه الله تعالى

HADITS : Do’a Ayah Bagi Anak Laki-lakinya

bagi para ayah yang memiliki anak lakil-laki, senantiasa do’akanlah kebaikan dan hidayah bagi sang anak.. dan waspadalah dari mendo’akan keburukan bagi sang anak, karena..

Telah menceritakan kepada kami [Ali bin Hujr], telah mengabarkan kepada kami [Isma’il bin Ibrahim] dari [Hisyam Ad Dastuwa`i] dari [Yahya bin Abu Katsir] dari [Abu Ja’far] dari [Abu Hurairah] ia berkata,

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda:

“Ada tiga macam do’a yang akan dikabulkan yang tidak ada keraguan padanya :

– do’a orang yang terzholimi,
– do’a musafir, dan
– do’a ayah (menimpakan keburukan) atas anak laki-lakinya..”

[HR. At-Tirmidzi 1828]
Al Albani berkata : hadits shohih

حَدَّثَنَا عَلِيُّ بْنُ حُجْرٍ أَخْبَرَنَا إِسْمَعِيلُ بْنُ إِبْرَاهِيمَ عَنْ هِشَامٍ الدَّسْتُوَائِيِّ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ عَنْ أَبِي جَعْفَرٍ عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ قَالَ قَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ ثَلَاثُ دَعَوَاتٍ مُسْتَجَابَاتٌ لَا شَكَّ فِيهِنَّ دَعْوَةُ الْمَظْلُومِ وَدَعْوَةُ الْمُسَافِرِ وَدَعْوَةُ الْوَالِدِ عَلَى وَلَدِهِ قَالَ أَبُو عِيسَى وَقَدْ رَوَى الْحَجَّاجُ الصَّوَّافُ هَذَا الْحَدِيثَ عَنْ يَحْيَى بْنِ أَبِي كَثِيرٍ نَحْوَ حَدِيثِ هِشَامٍ وَأَبُو جَعْفَرٍ الَّذِي رَوَى عَنْ أَبِي هُرَيْرَةَ يُقَالُ لَهُ أَبُو جَعْفَرٍ الْمُؤَذِّنُ وَلَا نَعْرِفُ اسْمَهُ وَقَدْ رَوَى عَنْهُ يَحْيَى بْنُ أَبِي كَثِيرٍ غَيْرَ حَدِيثٍ

MUTIARA SALAF : Peringatan Bagi Kita Semua

peringatan bagi kita semua di tengah hiruk pikuk media sosial di zaman ini

Allah ‘Azza wa Jalla berfirman (yang artinya),

“Sesungguhnya orang-orang yang suka sekali supaya tersebar berita-berita keji dalam kalangan orang-orang yang beriman, me­reka akan mendapat adzab yang pedih di dunia dan di akhirat..

dan Allah Maha Mengetahui dan kamu semua tidaklah menge­tahui..”

[ QS. an-Nuur: 19 ]

#mutiarasalaf #sosmed

Menebar Cahaya Sunnah