Syarah Kitab Tauhid : 151 – 152 – 153

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

151.

152.

153.

.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Kesombongan Adalah Penyakit Ilmu

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata,

كثير من المنتسبين إلى العلم
‏يبتلى بالكبر كمـا يبتلى كثير
‏من أهل العبادة بالشرك
‏ولهذا فإن آفة العلم الكبر
‏وآفة العبادة الرياء
‏وهؤلاء يحرمون حقيقة العلم
‏كما قال تعالى :
‏{سأصرف عن آياتي الذين
‏يتكبرون في الأرض بغير الحق}.

“Banyak orang yang menisbatkan diri kepada ilmu yang terkena sifat sombong, sebagaimana banyak ahli ibadah yang terkena syirik..

Oleh karena itu penyakit ilmu adalah kesombongan dan penyakit ibadah adalah riya.. mereka semua terhalang dari hakikat ilmu.

Sebagaimana firman Allah yang artinya, “Aku akan memalingkan dari ayat-ayatku orang-orang yang bersombong di muka bumi dengan tanpa hak..”

(Ar Rodd ‘alaa Syadzili hal. 256)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

HADITS : Umat Yang Dirahmati

Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda:

أمتي هذه أمةٌ مرحومةٌ ، ليس عليْها عذابٌ في الآخرةِ ، عذابُها في الدُّنيا ، الفتنُ ، والزلازلُ ، والقتلُ

“Umatku adalah umat yang dirahmati, tidak ada adzab untuk mereka di akherat. Namun adzabnya di dunia saja dengan fitnah, gempa bumi, dan dibunuh..”

(HR Abu Dawud)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Merapatkan Dua Telapak Kaki Saat Sujud Dalam Sholat

Ummul Mukminin ‘Aisyah rodhiyallahu ’anha berkata,

فقدتُ النبيﷺ ليلة من فراشي، فالتمسته فوقعت يدي على قدميه وهو يقول:
‏(اللهم إني أعوذ برضاك من سخطك وبمعافاتك من عقوبتك وبك منك لا أحصي ثناء عليك أنت كما أثنيت على
نفسك)

“Suatu malam aku kehilangan Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam dari ranjangku. Maka akupun mencari beliau.. Lalu tanganku memegang dua kaki beliau yang sedang berdo’a (yang artinya) :

“Ya Allah sesungguhnya aku berlindung dengan ridho-Mu dari kemurkaan-Mu. Dengan maaf-Mu dari siksa-Mu. Aku berlindung kepada-Mu dari (adzab) Mu. Aku tidak dapat menghitung pujian kepadaMu sebagaimana Engkau memuji diri-Mu..” (HR Muslim)

Faidah Hadits ini :

Disyari’atkan merapatkan dua kaki saat sujud. Karena ‘Aisyah memegang dua telapak kaki beliau dengan satu tangan.

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

nb : posisi seluruh jari kaki kanan dan kaki kiri ditekan diarahkan/dihadapkan ke arah kiblat.

 

Menjadi Utusan Setan

Terkadang kita tidak terasa menjadi utusan setan..
Dengan menyampaikan kepada teman kita bahwa si anu menggibahmu atau mencacimu..

Padahal itu adalah sikap namimah atau mengadu domba..
Padahal seharusnya kita menjadi penyebab berdamainya saudara-saudara kita..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Akibat Buruknya Batin Dan Lisan

Ibnu Hajar Al Haitami rohimahullah berkata,

وكل من رأيته سيء الظن بالناس، طالبًا لإظهار معايبهم؛
‏ فاعلم أن ذلك لخبث باطنه وسوء طويته.

“Semua orang yang kamu lihat:
– suka berburuk sangka kepada manusia dan,
– ingin menampakkan aib mereka

adalah karena busuknya batin dan hatinya..”

(Az Zawaajir 1/143)

Orang yang hatinya bening..
Akan bening pula hatinya kepada manusia..
Dan manusiapun selamat dari lisannya..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

130 Hari Menjelang Ramadhan 1444 Hijriyah

malam senin tanggal 13 November 2022, adalah bertepatan dengan tanggal 19 Robii’ul Aakhir, sekitar 130 hari menjelang tibanya bulan Romadhon 1444 hijriyah..

bagi yang masih ada hutang puasa Romadhon 1443, silahkan mengatur jadwal pelunasan hutang puasa tsb..

nb : angka 130 hanya estimasi, penentuan tanggal 1 Romadhon 1444 hijriyah akan diputuskan oleh pemerintah setelah sidang isbath, semoga Allah memberikan kesempatan kepada kita semua untuk bertemu kembali dengan bulan Romadhon, aamiiin.

Janganlah Meremehkan Kebaikan Atau Dosa Sekecil Apapun

Kebaikan yang kecil terkadang menjadi sebab masuk surga.

عَنْ أَبِي هُرَيرةَ رضيَ اللهُ عنه، عن النَّبيِّ صلَّى اللهُ عليه وسلَّم، قال: «لقد أُرِيتُ رجلًا يتقلَّبُ في الجنَّةِ في شَجَرةٍ قطعَها مِنْ ظَهْرِ الطريقِ، كانت تُؤذِي المسلمين.”

Dari Abu Hurairah rodhiyallahu ‘anhu, Nabi shollallaahu ‘alaihi wasallam bersabda,

“Aku diperlihatkan seorang laki laki yang mondar-mandir di dalam surga karena menyingkirkan pohon dari jalan yang mengganggu kaum muslimin..”

(HR Muslim)

Maka jangan anggap remeh kebaikan sedikitpun..

Sebagaimana jangan menganggap remeh dosa sekecil apapun..
Karena bisa jadi dosa yang dianggap remeh itu..
Menjadi penyebab ia masuk Neraka..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

MUTIARA SALAF : Cara Mendakwahi Pengagum Dunia

Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

( الْعَارِف لَا يَأْمر النَّاس بترك الدُّنْيَا فَإِنَّهُم لَا يقدرُونَ على تَركهَا وَلَكِن يَأْمُرهُم بترك الذُّنُوب مَعَ إقامتهم على دنياهم فَترك الدُّنْيَا فَضِيلَة وَترك الذُّنُوب فَرِيضَة فَكيف يُؤمر بالفضيلة من لم يقم الْفَرِيضَة ؟!

“Orang yang berilmu tidak menyuruh manusia untuk meninggalkan dunia, karena mereka tidak mungkin meninggalkannya. Tapi suruh mereka untuk meninggalkan dosa dan biarkan mereka dalam (kesenangan) dunia..

Karena meninggalkan dunia hanya keutamaan sedangkan meninggalkan dosa adalah kewajiban. Bagaimana akan disuruh kepada keutamaan orang yang tidak melakukan kewajiban..?!

فَإِن صَعب عَلَيْهِم ترك الذُّنُوب فاجتهد أَن تحبب الله إِلَيْهِم بِذكر آلائه وإنعامه وإحسانه وصفات كَمَاله ونعوت جَلَاله فَإِن الْقُلُوب مفطورة على محبته فَإِذا تعلّقت بحبه هان عَلَيْهَا ترك الذُّنُوب والاستقلال مِنْهَا والإصرار عَلَيْهَا

Jika ia sulit meninggalkan dosa, maka bersungguh sungguhlah agar ia mencintai Allah dengan mengingatkan kenikmatan kenikmatan-Nya dan perbuatan ihsan-Nya serta sifat sifat-Nya yang sempurna. Karena hati itu difitrahkan untuk mencintai Allah. Apabila ia telah mencintai-Nya maka akan ringan baginya meninggalkan dosa..

الْعَارِف يَدْعُو النَّاس إِلَى الله من دنياهم فتسهل عَلَيْهِم الْإِجَابَة والزاهد يَدعُوهُم إِلَى الله بترك الدُّنْيَا فتشق عَلَيْهِم الْإِجَابَة

Orang yang berilmu mendakwahi manusia kepada Allah dari dunia mereka sehingga mudah bagi mereka menerima dakwah. Sedangkan orang yang zuhud mendakwahi mereka agar meninggalkan dunia sehingga sulit bagi mereka menerima dakwah..”

(Al Fawaid – Ibnu Qoyyim Al Jauziyah)

Penterjemah,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Syarah Kitab Tauhid : 148 – 149 – 150

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

148.

149.

150.

.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

Menebar Cahaya Sunnah