Menelan Ludah Saat Puasa

Syaikh Khalid Al Musyaiqih hafizhohullah berkata:

“Menelan ludah ada TIGA KEADAAN :

PERTAMA : Menelan ludah tanpa mengumpulkannya. Ini tidak makruh dengan kesepakatan imam madzhab yang empat.

KEDUA : Ludah berkumpul dimulut tanpa disengaja kemudian menelannya. Maka ini pun tidak makruh.

KETIGA : Sengaja mengumpulkan ludah di mulutnya lalu menelannya. Maka ini diperselisihkan ulama menjadi dua pendapat:

Pertama: Madzhab Malikiyah dan Syafi’iyah: Tidak makruh. Karena ia sampai ke perut kepada tempat aslinya sehingga serupa dengan keadaan saat tidak mengumpulkannya.

Kedua: Madzhab Hanafiyah dan Hanabilah: Makruh

Beliau berkata: Yang rojih wallahu a’lam adalah tidak makruh. Karena ludah adalah sesuatu yang dimaafkan, dan juga pada asalnya puasanya sah dan tidak batal.

(Al Jami’ Li Ahkam As Shiyam 2/169-171)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Syarah Kitab Tauhid : 61 – 62 – 63

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

61.

62.

63.

.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : 64 – 65 – 66
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

Ramadhan – 03

Saat berjalan atau berkendaraan menuju ke masjid, jangan lupa baca do’a berikut :

jangan lupa salah satu adab berdo’a adalah memulainya dengan:

▪️ memuji Allah dengan nama-nama-Nya yang Agung (contoh): yaa Hayyu yaa Qoyyuum..

▪️ lalu membaca sholawat (contoh): Allaahumma sholli wa sallim ‘alaa Muhammad..

▪️ lalu mulailah berdo’a..

Orang Yang Paling Besar Pahala Puasanya

Imam Ahmad meriwayatkan dari Mu’adz bin Anas

(( أَنَّ رَجُلًا سَأَلَهُ فَقَالَ أَيُّ الْمُجَاهِدِينَ أَعْظَمُ أَجْرًا يَا رَسُولُ اللَّه ؟ قَالَ أَكْثَرُهُمْ لِلَّهِ تَعَالَى ذِكْرًا ، قَالَ فَأَيُّ الصَّائِمِينَ أَعْظَمُ أَجْرًا ؟ قَالَ أَكْثَرُهُمْ لِلَّهِ ذِكْرًا ، ثُمَّ ذَكَرَ لَهُ الصَّلَاةَ وَالزَّكَاةَ وَالْحَجَّ وَالصَّدَقَةَ كُلُّ ذَلِكَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ يَقُولُ : أَكْثَرُهُمْ لِلَّهِ ذِكْرًا ، فَقَالَ أَبُو بَكْرٍ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ لِعُمَرَ رَضِيَ اللَّهُ عَنْهُ : ذَهَبَ الذَّاكِرُونَ بِكُلِّ خَيْرٍ !! ، فَقَالَ رَسُولُ اللَّهِ صَلَّى اللَّهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ : أَجَلْ )) .

Ada seseorang bertanya, “Siapakah mujahid yang paling besar pahalanya wahai Rosulullah..?” Beliau bersabda, “Yang paling banyak mengingat Allah padanya..”

Ia berkata, “Siapakah orang berpuasa yang paling besar pahalanya..?” Beliau bersabda, “Yaitu yang paling banyak mengingat Allah padanya..”

Lalu ia menyebut sholat, zakat, hajji dan sedekah. Semua itu dijawab oleh Rosulullah Shollallaahu ‘alaihi Wasallam, “Yang paling banyak mengingat Allah padanya..”

Abu Bakar berkata kepada ‘Umar, “Orang yang banyak berdzikir telah pergi membawa segala kebaikan..” Maka Rosulullah Shollallaahu ‘alaihi Wasallam bersabda, “Benar..”

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata :

(( أن أفضل أهل كلِّ عملٍ أكثرهم فيه ذكراً لله عز وجل ؛ فأفضلُ الصوَّام أكثرهم ذكراً لله عز وجل في صومهم ، وأفضل المتصدقين أكثرهم ذكراً لله عز وجل ، وأفضل الحجاج أكثرهم ذكراً لله عز وجل، وهكذا سائر الأعمال))

“Sesungguhnya :
● orang yang paling utama dari orang yang beramal adalah yang paling banyak mengingat Allah ‘Azza wajalla padanya..
● orang yang berpuasa yang paling utama adalah yang paling banyak mengingat Allah ‘Azza wajalla saat puasanya..
● orang yang bersedekah yang paling utama adalah yang paling banyak mengingat Allah ‘Azza wajalla..
● demikian pula orang yang berhajji dan semua amal sholeh..”

(Al Wabil Ash Shoyyib)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Beberapa Dzikir Yang Bisa Dirutinkan Setiap Hari

berikut ini adalah beberapa kalimat dzikir mutlak yang tidak terbatas oleh jumlah dan waktu..

sehingga bisa kita rutinkan dan baca berulang-ulang setiap saat..
● baik saat kita berada di rumah, di kantor, di sekolah..
● saat kita mengemudi kendaraan..
● saat kita berada di kendaraan/transportasi umum seperti bis, kereta, pesawat, becak dll.. dan
● saat menunggu waktu buka puasa, saat menunggu dokter, vaksin dll..

subhaanallaah, walhamdulillaah, walaa illaaha illallaah, wallaahu akbar.. (HR. Muslim, at-Tirmidzi dan lainnya)

subhaanallaah 100 kali, alhamdulillaah 100 kali, Allaahu akbar 100 kali, laa ilaaha illallaah 100 kali.. (HR. Ahmad 6/344)

subhaanallaahil ‘azhiimi wabi hamdih.. (HR. at-Tirmidzi)

subhaanallaahi wabi hamdih, subhaanallaahil ‘azhiim.. (HR. Bukhori dan Muslim)

laa hawla walaa quwwata illaa billaah.. (HR. Ahmad)

Allaahumma sholli wa sallim ‘alaa Muhammad.. (Qs. Al Ahzab – 56)

Astaghfirullaahal ‘azhiim alladzii laa ilaaha illaa huwal hayyul qoyyuum wa atuubu ilayhi.. (HR. at-Tirmidzi)

Astaghfirullaah wa atuubu ilayhi.. (HR. Ibnu Majah)

Hasbunallaahu wani’mal wakiil ‘alallaahi tawakkalnaa.. (HR. at-Tirmidzi)

dalam sebuah hadits qudsi, Rosulullaah shollallaahu ‘alayhi wa sallam bersabda,

“Allaah Subhaanahu wa Ta’ala berfirman, “Aku bersama hamba-Ku selama ia mengingat-Ku, selagi dua bibirnya bergerak mengingat-Ku..”

(HR. Ahmad 2 – 540, Ibnu Majah 3792, dan dinilai shohiih oleh al-Albani dalam Shohiih Ibni Majah, no. 93792)

semoga Allaah ‘Azza Wajalla memberikan kemudahan untuk mengamalkan dan merutinkan dzikir dan do’a diatas setiap hari..

Menebar Cahaya Sunnah