Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى beriut ini:
49.
50.
51.
.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : 52 – 53 – 54
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL
Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى beriut ini:
49.
50.
51.
.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : 52 – 53 – 54
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL
Imam al-Muzanii rohimahullah mengatakan,
إذا وجدت من إخوانك جفاءً فتب إلى الله فإنك أحدثت ذنبا، وإذا وجدت منهم زيادة ود فذلك لطاعة أحدثتها، فاشكر الله تعالى
“Jika engkau mendapati sikap kasar dari saudara-saudaramu, bertaubatlah engkau kepada Allah.. sebab, hal itu merupakan tanda bahwa engkau telah melakukan sebuah dosa. .
Jika engkau mendapati mereka semakin cinta (kepadamu), itu disebabkan ketaatan yang engkau lakukan. Karena itu, bersyukurlah engkau kepada Allah Ta’ala..”
[ Faidhul Qodir – 5 / 437 ]
ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL
Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,
عُشُرَةُ أَشْيَاءِ ضَائِعَةِ لَا يَنْتَفِعُ بِهَا: عِلْمٌ لَا يَعْمَلُ بِهِ، وَعَمَلٌ لَا إِخْلَاَصٌ فِيهِ وَلَا اِقْتِدَاءٌ، وَمَالٌ لَا يُنْفِقُ مِنْهُ فَلَا يَسْتَمْتِعُ بِهِ جَامِعُهُ فِي الدُّنْيَا وَلَا يُقَدِّمُهُ أَمَامَهُ إِلَى الْآخِرَةِ، وَقَلْبَ فَارِغَ مِنْ مَحَبَّةِ اللهِ وَالشَّوْقِ إِلَيْهِ وَالْأُنْسَ بِهِ
وَبَدَنٌ مُعَطَّلٌ مِنْ طَاعَتِهِ وَخِدْمَتِهِ، وَمَحَبَّةً لَا تَتَقَيَّدْ بِرِضَاءِ الْمَحْبُوبِ وَاِمْتِثَالِ أَوَامِرِهِ، وَوَقْتَ مُعَطَّلٍ عَنِ اِسْتِدْرَاكِ فَارِطِهِ أَوِ اِغْتِنَامُ بَرٍّ وَقُرْبَةٍ، وَفِكْرٌ يَجُولُ فِيمَا لَا يَنْفَعُ، وَخِدْمَةً مِنْ لَا تَقَرُّبُكَ خَدَّمَتْهُ إِلَى اللهِ وَلَا تَعَوُّدٌ عَلَيْكَ بِصُلَاَّحِ دُنْيَاِكَ، وَخَوْفَكَ ورجاؤك لِمَنْ نَاصِيَتِهِ بِيَدِ اللهِ وَهُوَ أَسَبْرٌ فِي قَبْضَتِهِ وَلَا يَمْلِكُ لِنَفْسُهُ حَذَرًا وَلَا نَفْعَا وَلَا مَوْتَا وَلَا حَيَاةٌ وَلَا نُشُورَا.
“Ada sepuluh hal yang sia-sia, tiada manfaatnya..
1. Ilmu yang tidak diamalkan
2. Amal yang tidak dilandasi keikhlasan dan (tidak) mengikuti petunjuk Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam
3. Harta yang tidak digunakan (hanya disimpan). Pemiliknya tidak bisa menikmatinya di dunia, tidak pula menggunakannya untuk persiapan masa depannya di akhirat
4. Kalbu yang tidak memiliki kecintaan kepada Allah, kerinduan pada-Nya, dan ketenangan bermunajat dengan-Nya.
5. Tubuh yang tidak dipakai untuk ketaatan dan penghambaan kepada Allah
6. Kecintaan (kepada Allah) tetapi tidak terikat (mengharap) ridho-Nya dan tidak melaksanakan perintah-Nya
7. Waktu yang tidak digunakan untuk memperbaiki diri atau berbuat kebajikan dan ibadah
8. Pikiran yang digunakan pada sesuatu yang tidak bermanfaat
9. Melayani seseorang tetapi pelayananmu terhadapnya tidak mendekatkan dirimu kepada Allah, tidak pula menguntungkan urusan duniamu
10. Takut dan harapan kepada sesama hamba padahal dia di bawah kuasa Allah; tidak mampu memberi celaka, manfaat, kematian, kehidupan, dan kebangkitan.
وَأَعْظَمَ هَذِهِ الْإِضَاعَاتِ إضاعتان، هُمَا أَصْلٌ كُلَّ إِضَاعَةٍ: إِضَاعَةُ الْقَلْبِ وَإِضَاعَةِ الْوَقْتِ ؛ فَإِضَاعَةَ الْقَلْبِ مِنْ إِيثَارِ الدُّنْيَا عَلَى الْآخِرَةِ، وَإِضَاعَةَ الْوَقْتِ مِنْ طُولِ الْأَمَلِ
Kesia-siaan terbesar ada pada dua hal, keduanya pangkal segala kesia-siaan : kalbu dan waktu.
KALBU YANG SIA-SIA karena mengutamakan dunia daripada akhirat..
WAKTU YANG SIA-SIA karena panjang angan-angan.
فَاِجْتَمَعَ الْفَسَادُ كُلَّهُ فِي إتباع الْهَوَى وَطُولَ الْأَمَلِ، وَالصُّلَاَّحَ كُلَّهُ فِي اِتِّبَاعٍ لِهُدًى وَالْاِسْتِعْدَادِ لِلِقَاءِ واللَّه الْمُسْتَعَانَ
Seluruh kerusakan berporos pada sikap mengikuti hawa nafsu dan panjang angan-angan. Seluruh kebaikan berpangkal pada mengikuti petunjuk Nabi shollaallahu ‘alayhi wa sallam dan mempersiapkan diri menghadap Allah.
Hanya Allah tempat memohon pertolongan..”
[ Al Fawaid – 162 ]
ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL
Wahb bin Munabbih rohimahullah berkata,
للمنافق ثلاث علامات: يكسل إذا كان وحده، وينشط إذا كان أحد عنده، ويحرص في كل أموره على المحمدة.
“Seorang munafik memiliki tiga tanda :
1. malas jika sendirian,
2. semangat jika bersama orang lain, dan
3. dalam semua urusannya, selalu berusaha mendapatkan pujian..”
[ Hilyatul Auliya’ – 4 / 47 ]
ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL
Hamdan bin Ahmad rohimahullah pernah ditanya, “Mengapa ucapan ulama Salaf lebih berguna dari ucapan kita..?”
Beliau menjawab, “Karena mereka berbicara untuk kemuliaan Islam, keselamatan jiwa dan keridhoan ar-Rohmaan.. Sedangkan kita berbicara untuk kemuliaan diri, mencari dunia dan keridhoan manusia..”
[ Shifatush Shofwah – 2 / 234 ]
ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL
⚠️💥⛔ PAJAK DILARANG DALAM ISLAM
Beberapa waktu yang lalu ada teman di Amerika bertanya tentang harga mobil di Indonesia, setelah mencari dibeberapa lapak jual beli mobil saya kirim fotonya beserta harga, yakni beberapa jenis mobil matic umur 2-3 tahun pakai alias second, harganya sekitar 100-150 juta rupiah, ketika dia melihat harganya dia terkaget-kaget, dia berkata, ” mahal sekali harganya, dan jenis mobilnya juga saya tidak kenal, kalau di Amerika harga mobil second umur 2-3 tahun seperti Ford double cabin atau Chevrolet cc besar cuma 5000 dollar US atau kalau dirupiahkan cuma 70,600,000 rupiah.
Tentu saja saya jelaskan kenapa bisa semahal itu, penyebabnya pajak mobil yang masuk ke Indonesia sangat tinggi, mobil termasuk dalam golongan barang mewah dan pajaknya yang diterapkan kepada mesin dan onderdil mobil sangat tinggi, pada akhirnya harga jual mobil sangat mahal di Indonesia.
Jadi makin paham kenapa pajak dilarang dalam Islam, harga akhir jadi jauh dari harga sebenarnya akibat penerapan pajak tinggi pada barang yang diperjual belikan.
Dalam sebuah sesi pembekalan Ustadz Erwandi Tarmidzi diundang disebuah acara semacam seminar yang diikuti oleh Kepala Pajak se Jabotabek, sebelum acara ustadz bertanya kepada panitia, “bolehkah saya sampaikan ke mereka bahwa secara syariat pegawai pajak adalah pekerjaan terlarang, seseorang yang bekerja dibidang pajak tidak akan masuk surga?”, dan si panitia menjawab, ” silahkan ustadz, gak apa2″.
Maka ketika diawal penyampaiannya Ustadz Erwandi Tarmidzi menyampaikan:
Islam tidak membenarkan berbagai pungutan yang tidak didasari oleh alasan yang dibenarkan, diantaranya ialah pajak. Pajak atau yang dalam bahasa arab disebut dengan al muksu adalah salah satu pungutan yang diharamkan, dan bahkan pelakunya diancam dengan siksa neraka:
إِنَّ صَاحِبَ المُكْسِ فِي النَّارِ. رواه أحمد والطبراني في الكبير من رواية رويفع بن ثابت رضي الله عنه ، وصححه الألباني
“Sesungguhnya pemungut upeti akan masuk neraka.” (Riwayat Ahmad dan At Thobrany dalam kitab Al Mu’jam Al Kabir dari riwayat sahabat Ruwaifi’ bin Tsabit radhiallahu ‘anhu, dan hadits ini, oleh Al Albany dinyatakan sebagai hadits shahih.)
ketika disampaikan demikian tiba2 situasi di tempat itu sangat sunyi.
Dan setiap disampaikan demikian selalu muncul pertanyaan jadul, ” Kalau gak ada pajak dalam sebuah negara, terus membiayai operasional negara dari mana sumbernya?’.
Kata Ustadz, ” Ya akhi, apakah anda tau Negara Arab Saudi?, disana tidak ada pajak, semua pembiayaan negara dari sumber daya alam mereka.
Lihat jika anda umroh maka anda akan lihat jalan2 tol yang berkilo-kilo meter, bahkan puluhan kilometera kita tempuh, dan itu gratis gak bayar. Bandingkan dengan negara kita, hanya untuk menempuh jalan tol lima kilo meter saja kita disuruh bayar. Kalau ada yang berdalih bahwa itu disebabkan Arab Saudi didalam tanahnya ada minyak, maka ini dalih yang kurang benar, karena jika Arab Saudi punya minyak didalam tanahnya, kita malah punya minyak dibawah tanah dan diatas tanah berupa kebun sawit, kebun kopi, dst, lahan pertanian kita jauh lebih luas dari mereka. soal, kekayaan alam di negri kita jauh lebih besar, masalahnya dikemauan saja, makanya mari kita dakwahkan ke mereka yang memimpin negri ini agar menggunakan cara Islami dalam penyelengaraan Negara, sehingga tidak ada pungutan pajak seperti sekarang ini, yang terlarang secara syariat”.
☕ Silahkan disebarkan, mudah2an anda mendapatkan bagian dari pahalanya ☕
Barakallah fikum.
✒ Ditulis oleh Siswo Kusyudhanto.
▪┈┈◈❂◉❖ ❁ ❖◉❂◈┈┈▪