Malam Rabu – 23 Jumadal Akhiroh 1443
Sampai Kapan Anda Bertaubat..?
Ada seorang ulama ditanya:
“Sungguh ada seorang yang jatuh dalam kesalahan, lalu dia bertaubat… Lalu dia jatuh lagi dalam kesalahan, dan bertaubat lagi… Kemudian dia jatuh dalam kesalahan lagi dan bertaubat lagi… Sampai kapan..?!”
Dia menjawab: “Sampai setan putus asa menggodanya..”
———
Jadikanlah setan putus asa untuk menggoda Anda… Jangan sebaliknya, Anda malah dijadikan putus asa untuk bertaubat kepada-Nya.
Allah ta’ala berfirman dalam Al Qur’an:
“Katakanlah: Wahai orang yang melampaui batas terhadap dirinya (dengan dosa), janganlah kalian BERPUTUS ASA dari rahmat Allah (dengan meminta ampun kepadaNya), karena Allah akan mengampuni dosa-dosa semuanya, sungguh Dia maha pengampun lagi maha penyayang..” [QS. Azzumar: 53].
Rosululloh -shollallohu ‘alaihi wasallam- juga bersabda dalam hadits qudsi, bahwa Allah berfirman:
“Wahai hamba-hambaKu, sungguh kalian akan terus melakukan kesalahan, baik di malam hari maupun siangnya, sedang Aku akan mengampuni dosa-dosa semuanya, maka mintalah ampun kepadaKu, niscaya Aku ampuni kalian..” [HR. Muslim: 2577]
Ditulis oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى
67 Hari Menjelang Ramadhan 1443 Insyaa Allah
68 Hari Menjelang Ramadhan 1443 Insyaa Allah
69 Hari Menjelang Ramadhan 1443 Insyaa Allah
Syarah Kitab Tauhid : 40 – 41 – 42
Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :
40.
41.
42.
.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : 43 – 44 – 45
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL
Semangat Menjalankan Perkara Yang Sunnah
Ah .. itu kan sunnah, boleh dong ditinggalkan..!
=====
Inilah ucapan sebagian orang yang malas-malasan dalam melakukan ketaatan kepada Allah.
Bedakan dengan keadaan para pemuka sahabat Nabi -rodhiallahu ‘anhum- dan orang-orang yang mengikuti mereka .. sebagaimana disebutkan oleh Al-Hafizh Ibnu Hajar -rohimahullah-:
وقد كان صدر الصحابة ومن تبعهم؛
– يواظبون على السنن مواظبتهم على الفرائض،
– ولا يفرقون بينهما في اغتنام ثوابهما
“Dahulu para pemuka sahabat dan orang-orang yang mengikuti mereka:
– merutinkan amalan-amalan sunnah, sebagaimana mereka merutinkan amalan-amalan wajib.
– dan mereka tidak membedakan antara keduanya dalam mengambil manfaat pahalanya..”
[Fathul Bari 3/265]
Dan inilah salah satu sebab jauhnya mereka dari amalan-amalan bid’ah .. karena waktu-waktu mereka sudah terisi dengan amalan-amalan yang disyariatkan.
Berbeda dengan orang-orang yang meremehkan amalan-amalan sunnah .. akhirnya banyak waktu kosong yang ingin mereka isi dengan amalan-amalan bid’ah.
Kata Imam Syafi’i rohimahullah :
نفسك إن لم تشغلها بالحق؛ وإلا شغلتك بالباطل
“Jiwamu, bila tidak engkau sibukkan dengan kebenaran, maka dia menyibukkanmu dengan kebatilan..” [Adda’ wad Dawa’, hal 156].
Yang terakhir..
bila hal ini berkaitan dengan perkara yang sunnah, maka gunakan pola pikir yang sama pada perkara yang makruh. Semangatlah dalam meninggalkannya sebagaimana dalam meninggalkan yang haram, untuk mengambil manfaat pahala dari meninggalkannya.
Jangan malah mengatakan: “ah .. itu kan makruh, boleh dong dilakukan..!” Sungguh perkataan seperti ini hanya akan menjadikan kita rugi dengan banyak pahala, bahkan akan menjerumuskan kita kepada yang haram, wallahu a’lam.
Silahkan dishare, semoga bermanfaat dan Allah berkahi, amin.
Penulis,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى
ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL
Diantara Nikmat Yang Paling Ajaib
Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,
ومن أعجب النعـــــــــــم عليه
نعمة النسيان
فإنه لولا النسيان لما سلا شيئا
ولا انقضت له حسرة
ولا تعزى عن مصيبة
ولا مات لـــــــه حزن
ولا بطل لـــــــه حقد
ولا استمتع بشيء من متاع
الدنيا مع تذكر الآفات.
“Diantara nikmat yang paling ajaib adalah lupa. Karena kalau bukan karena lupa, tentu sesuatu itu tak terasa manis..
– penyesalan tak pernah selesai,
– musibah tak pernah berlalu,
– kesedihan selalu merundung,
– kedengkian tak pernah padam,
– bahkan kenikmatan dunia tak terasa menyenangkan bila selalu mengingat kepedihannya..”
( Miftah Dar Assa’adah 2/887 )
Diterjemahkan oleh.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL
Amal Apa Yang Akan Kita Sebut Dalam Do’a..?
Dalam sebuah hadits shohih tentang tiga orang terperangkap di gua, masing-masingnya menyebutkan satu amal sholeh hingga mereka pun berhasil keluar.
Pertanyaan : Jika kita jadi orang keempat, amal apa yang akan kita sebut dalam do’a..?
Ditulis oleh,
Syaikh Muhammad Sholeh Al Munajjid, حفظه الله تعالى
Courtesy of Twit Ulama
=======================
NB : hadits yang dimaksud adalah sbb :
Dari ‘Abdullah bin ‘Umar rodhiallahu ‘anhumaa, dia berkata, “Aku mendengar Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Ada tiga orang dari umat sebelum kalian melakukan perjalanan, lalu mereka masuk ke dalam goa untuk berteduh di sana. Tiba-tiba ada batu besar yang runtuh dari atas gunung dan menutup pintu gua. Mereka berkata, “Kalian tidak dapat selamat dari batu ini kecuali kalian berdo’a dengan perantara amal-amal sholeh kalian..”
Lalu salah seorang dari mereka berdoa, “Ya Allah, dahulu saya memiliki kedua orangtua yang sudah renta. Saya tidak memberi minuman di malam hari untuk keluarga saya atau hewan ternak saya, sebelum saya memberi minuman untuk keduanya. Suatu saat saya ada keperluan hingga pulang larut dan belum sempat saya beri minum. Maka saya buatkan minuman untuk mereka, namun ternyata saya dapatkan mereka telah tertidur. Saya tidak ingin memberikan minum kepada keluarga dan hewan ternak saya sebelum saya memberikan minum untuk keduanya, maka saya tunggu mereka bangun dari tidur sambil memegangi wadah minuman tersebut. Saya pun tidak ingin membangunkan keduanya, sementara anak-anak saya menangis-nangis kelaparan dan memegangi kaki saya..
Begitu seterusnya hingga terbit fajar. Kemudian terbit fajar, lalu aku membangunkan keduanya dan memberinya minum. “Ya Allah, jika aku melakukan hal itu karena mengharap wajah-Mu, lepaskanlah kami dari batu ini..” Lalu batu itu bergeser sedikit, namun mereka belum dapat keluar darinya..
Lalu Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Yang lain berkata, ya Allah, dahulu ada puteri pamanku yang sangat aku cintai, lalu aku ingin berbuat zina dengannya, namun dia menolaknya. Hingga suatu saat terjadi musim paceklik. Maka dia datang (untuk meminta bantuan), maka aku memberikannya 120 dinar dengan syarat dia menyerahkan dirinya kepadaku. Maka dia bersedia..
Hingga ketika aku dapat melakukan apa yang aku inginkan terhadapnya, dia berkata, ‘bertakwalah kepada Allah, cincin tidak boleh dilepas kecuali oleh orang yang berhak..’
Maka akupun takut melakukan perbuatan itu, lalu aku tinggalkan dia padahal dia adalah orang yang paling aku cintai. Aku tinggalkan pula emas yang telah aku berikan kepadanya. “Ya Allah, jika aku melakukan hal tersebut semata untuk mengharap wajah-Mu, maka bebaskan aku dari apa yang aku alami ini..” Lalu batu itu bergeser dua pertiganya, namun mereka masih telah belum dapat keluar..
Lalu Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda,
“Yang ketiga berkata, ‘Ya Allah, dahulu aku menyewa beberapa orang pekerja, lalu aku berikan upah mereka masing-masing kecuali satu orang yang meninggalkannya begitu saja. Maka upahnya tersebut aku investasikan hingga berkembang.
Lalu (sekian lama kemudian) orang itu datang kepadaku dan berkata, ‘Wahai fulan, berikan upahku..’ Maka aku katakan kepadanya, ‘Semua yang engkau lihat berupa unta, sapi, kambing dan budak adalah upahmu..”
Maka orang itu berkata, ‘Wahai ‘Abdullah, jangan meledek aku..’ Aku berkata, ‘Sungguh aku tidak meledekmu..” Lalu orang itu mengambil semua haknya tanpa menyisakan sedikitpun. “Ya Allah, jika aku lakukan semua itu karena berharap wajah-Mu, maka bebaskanlah aku dari apa yang aku alami ini..”
Lalu batu itu bergerak sehingga akhirnya mereka dapat keluar meninggalkan tempat tersebut..”
[ HR. Bukhari ]
Pikirkan Ini Sebelum Mengetik
Ketahuilah, tulisan kita akan ditimbang di akhirat kelak, di hari kiamat..
Kita akan mendapatkan apa yang kita tulis, di catatan kita, di rapot kita, di buku kita, di padang masyar nanti.
Maka berusahalah menulis yang bermanfaat, yang engkau akan berbahagia tatkala melihat tulisan itu.
Tatkala engkau ingin berkomentar di jejaring sosial manapun, sebelum menulis yang akan di baca oleh semua manusia, yang akan dicatat oleh malaikat Allāh, bertanyalah pada diri sendiri kira-kira tulisan ini ada manfaatnya enggak..?! kalau tidak urungkan niatmu untuk menulis…!
Ditulis oleh,
Ustadz Dr. Syafiq Riza Basalamah MA, حفظه الله تعالى



