Malam Kamis – 25 Jumadal Uula 1443
MUTIARA SALAF : Diantara Keutamaan Menyediakan Fasilitas Air Bersih
Sebagian Tabi’in rohimahumullah mengatakan,
“Siapa yang banyak dosa-dosanya maka hendaklah dia memberi minum orang lain, Allah saja telah mengampuni dosa-dosa orang yang memberi minum seekor anjing, lalu bagaimana dengan orang yang memberi minum seorang mu’min yang bertauhid dan berusaha menjaga hidupnya..”
[ Tafsir al-Qurthuby 7 – 194 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL
94 Hari Menjelang Ramadhan 1443 Insyaa Allah
MUTIARA SALAF : Sikap Terhadap TIGA Perkara
Mu’adz bin Jabal rodhiyallahu ‘anhu berkata:
“Wahai bangsa Arab.. bagaimana sikap kalian terhadap tiga :
– dunia yang memutuskan leher kalian..
– kesalahan ulama..
– dan jidal munafiq dengan menggunakan Al Qur’an..
Merekapun diam..
Beliau berkata :
“Adapun ulama..
jika ia di atas hidayah, maka jangan kalian taqlid kepadanya dalam agama kalian..
Jika ia salah, jangan kalian putuskan hubungan dengannya.. karena seorang mukmin terkadang terfitnah.. kemudian ia bertaubat..
Adapun Al Qur’an..
Ia memiliki tanda bagaikan tanda jalan, tidak tersembunyi pada siapapun.. apa yang kalian ketahui ilmunya, jangan mempertanyakannya.. dan apa yang kalian merasa ragu padanya, maka serahkan kepada ‘alimnya..
Adapun dunia..
Siapa yang Allah berikan kekayaan dalam hatinya, sungguh ia beruntung.. dan siapa yang tidak diberikan, maka dunia tidak bermanfaat untuknya..
(Shohih Jaami’ Bayanil ‘Ilmi wa Fadlihi hal 390)
Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL
Belum Jujur Kepada Allah
Ibrahim bin Adham rohimahullah berkata, “Belum jujur kepada Allah orang yang masih mencintai ketenaran..”
Lalu imam Adz Dzahabi rohimahullah memberi komentar yang indah:
عَلاَمَة ُالمُخلِصِ الذي قد يُحِبُّ شُهرَةً،ولا يشعرُ بها، أنّه إذا عُوتب في ذلك لا يَحْرَدُ(أي: لا يغضب)ولا يُبَرِّئُ نفسَهُ، بل يعترف ويقول: رحمَ الله من أهدى إليَّ عُيوبي، ولا يَكُنْ معْجباً بنفسِه؛ لا يشعرُ بعيوبها، بل لا يشعر أنّه لا يشعر، فإنّ هذا داءٌ مزمنٌ.
“Tanda orang yang ikhlas yang terkadang tak terasa menyukai ketenaran adalah jika ia diingatkan maka ia tidak marah dan tidak juga mencitrakan dirinya. Justru ia mengakui dan berkata, “Semoga Allah merahmati orang yang mengingatkan aib-aibku..” Ia pun tidak merasa ujub dengan dirinya dengan cara tidak merasa punya aib atau bahkan tidak merasa jika ia tidak merasa. Inilah penyakit kronis..”
(Siyar A’lam Nubala 7/393)
Karena ia mencintai kebenaran..
maka ia suka untuk diluruskan kesalahannya..
dan dibimbing menuju jalan kebenaran..
Namun itu tak mudah..
harus membuang ego pribadi demi mencari keridhaan Allah..
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
95 Hari Menjelang Ramadhan 1443 Insyaa Allah
Syarah Kitab Tauhid : 16 – 17 – 18
Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى
16.
17.
18.
.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : 19 – 20 – 21
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL
96 Hari Menjelang Ramadhan 1443 Insyaa Allah
97 Hari Menjelang Ramadhan 1443 Insyaa Allah
Syarah Kitab Tauhid : 13 – 14 – 15
Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى
13.
14.
15.
.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : 16 – 17 – 18
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL




