Dzikir Istimewa Setelah Sholat Maghrib Dan Sholat Shubuh Sebelum Merubah Posisi Duduk Tahiyat Akhir

Dzikir yang diucapkan 10 kali setelah sholat maghrib dan sholat shubuh, sebelum berpaling dan sebelum merubah posisi duduk tahiyat akhir..

jadi setelah salam, baca dahulu :

▪️Astaghfirullah (sebanyak 3x), lalu baca

▪️Allaahumma antas-salaam wa minkas-salaam tabaarokta yaa dzal jalaali wal ikroom..

▪️lalu bisa baca dzikir di video sebanyak 10 x (sebelum berpaling dan sebelum merubah posisi duduk tahiyat akhir) dan kemudian membaca dzikir-dzikir setelah sholat yang lainnya (lihat e-book).. wallahu ta’ala a’lam

Semoga Allah memberikan kemudahan kepada kita untuk mengamalkannya setiap setelah sholat shubuh dan sholat maghrib SEBELUM berpaling dan SEBELUM merubah posisi duduk tahiyat akhir, aamiiin.

untuk lengkapnya, silahkan download e-book pdf panduan ringkas DZIKIR SETELAH SHOLAT FARDHU

klik 1x atau 2x dan otomatis download in-syaa Allah, lalu bisa dibuka di aplikasi wps office atau sejenisnya

Panduan Dzikir Setelah Sholat Fardhu – v. 3.2

Syarah Kitab Tauhid : 07 – 08 – 09

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى

07.

08.

09.

.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : 10 – 11 – 12
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

Faidah Ilmu

Istihza’ (mengolok-olok) Syariat, tidaklah sama dengan bercanda dalam kekufuran.. tapi dua-duanya menjatuhkan seseorang dalam kekufuran bila dilakukan secara sengaja, sukarela, dan tahu bahwa itu bentuk olok-olokan dan/atau kekufuran.

Contoh Istihza’ terhadap Syariat : “Islam itu ajaran kadrun”, “Quran itu kitab paling porno”, “Jihad Fi Sabilillah itu barbar”, dst.

Contoh bercanda dalam kekufuran : bila seseorang mengatakan “Aku tidak beriman Allah itu adil”, lalu dia mengatakan “aku tadi hanya bercanda saja..”

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

ref : https://www.facebook.com/addariny.abuabdillah

Syarah Kitab Tauhid : 04 – 05 – 06

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى

04.

05.

06.

.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : 07 – 08 – 09
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

Syarah Kitab Tauhid : 01 – 02 – 03

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

01.

02.

03.

.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : 04 – 05 – 06
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

Akibat Menanggung Beban Dosa

Imam Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata:

وإذا ثَقُل الظهر بالأوزار منع القلب من السير إلى الله، والجوارح من النهوض في طاعته، وكيف يقطع مسافة السفر مُثْقل بالحمل على ظهره؟! وكيف ينهض إلى الله قلب قد أثقلته الأوزار؟! فلو وضعت عنه أوزاره لنهض وطار شوقا إلى ربه، ولانقلب عسره یسرا.

“Punggung yang berat dengan menanggung dosa, menghalangi perjalanan hati menuju Allah, dan membebani badan untuk menaati-Nya. Orang yang membawa beban yang amat berat bagaimana mungkin dapat menyelesaikan perjalanannya..?

Jika ia meletakkan beban-beban dosa dari dirinya, tentu hatipun akan terbang penuh rindu kepada Robbnya, dan kesulitanpun berubah menjadi ringan..” (Bada’i Tafsir 3/223)

Saat hati berat kepada ketaatan..
Itu akibat ia menanggung beban dosa..
Sehingga membuat langkahnya tertatih..
Bahkan terhenti tak mampu melanjutkan perjalanan..
Demikianlah kelak di hari akherat..
Ia akan membawa dosa-dosanya itu di punggungnya..

Allah Ta’ala berfirman:

قَدْ خَسِرَ الَّذِينَ كَذَّبُوا بِلِقَاءِ اللَّهِ ۖ حَتَّىٰ إِذَا جَاءَتْهُمُ السَّاعَةُ بَغْتَةً قَالُوا يَا حَسْرَتَنَا عَلَىٰ مَا فَرَّطْنَا فِيهَا وَهُمْ يَحْمِلُونَ أَوْزَارَهُمْ عَلَىٰ ظُهُورِهِمْ ۚ أَلَا سَاءَ مَا يَزِرُونَ

“Sungguh telah rugilah orang-orang yang mendustakan pertemuan mereka dengan Allah, sehingga apabila kiamat datang kepada mereka dengan tiba-tiba, mereka berkata: “Alangkah besarnya penyesalan kami, terhadap kelalaian kami tentang kiamat itu !”, sambil mereka memikul dosa-dosa di atas punggungnya. Ingatlah, amat buruklah apa yang mereka pikul itu..”

(Al-An’am – 31)

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Sadarlah

Imam Ibnu Rojab Al Hanbali rohimahullah berkata,

ابن آدم لو عرفت قدر نفسك ما أهنتها بالمعاصي أنت المختار من المخلوقات ولك أعدت الجنة».

“Hai anak Adam, jika kamu mengetahui kedudukan dirimu, tentu kamu tidak akan menghinakan dirimu dengan maksiat. Kamu adalah makhluk pilihan.. dan surga diciptakan untukmu..”

(Lathoiful Ma’arif hal. 183)

Manusia diberi kelebihan dengan akal untuk mengenal Allah dan memahami ayat-ayat-Nya..

Kemuliaan manusia adalah dengan menghambakan diri kepada-Nya saja..

Semakin ia tunduk dan patuh kepada penciptanya, semakin mulia di hadapan Allah ‘Azza wajalla..

Namun semakin ia berani memaksiati-Nya, semakin ia rendah, bahkan lebih rendah dari binatang ternak..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Rahasia Suu’ul Khotimah

“Bahwa suu’ul khotimah (kondisi meninggal yang buruk) tidak akan dialami oleh orang yang menjaga amalan-amalan zhohir dengan istiqomah dan memiliki hati yang bersih..”

(Abu Muhammad ‘Abdul Haq hafizhohullah, At Tadzkirah 192-193).

DUA kata kunci saudaraku…
1. Istiqomah
2. Kebeningan hati

Berjuanglah untuk akhir kehidupanmu dengan 2 kunci ini.

Penulis,
Ustadz Muhammad Nuzul Dzikri, حفظه الله تعالى

Amal Itu Bertingkat-Tingkat

Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata:

إِنَّ الْأَعْمَالَ لَا تَتَفَاضَلُ بِالْكَثْرَةِ، وَإِنَّمَا تَتَفَاضَلُ بِمَا يَحْصُلُ فِي الْقُلُوبِ حَالَ الْعَمَلِ

“Sesungguhnya amal itu bertingkat-tingkat keutamaannya bukan karena banyaknya. Namun karena apa yang ada di hati saat beramal..”

(Majmu Fatawa 25/282)

Apa yang ada di hati berupa:
– keikhlasan
– kekhusyuan
– cinta dan takut
– berharap akan rahmat-Nya
Semua itu amat mempengaruhi keutamaan amal..

Amal walaupun besar tapi kurang ikhlas..
maka berkurang pula pahalanya..

dan amal yang kecil namun disertai hati yang ikhlas dan rasa cinta yang besar..
Ia menjadi besar pahalanya..

Penulis,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Jangan Larut Dalam Kesedihan

Nabi shollallaahu ‘alayhi wa sallam berdo’a,

اللَّهُمَّ إِنِّي أَعُوذُ بِكَ مِنْ الْهَمِّ وَالْحَزَنِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْعَجْزِ وَالْكَسَلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ الْجُبْنِ وَالْبُخْلِ وَأَعُوذُ بِكَ مِنْ غَلَبَةِ الدَّيْنِ وَقَهْرِ الرِّجَالِ

”Ya Allah, sesungguhnya aku berlindung kepada Engkau dari bingung dan sedih. Aku berlindung kepada Engkau dari lemah dan malas. Aku berlindung kepada Engkau dari pengecut dan kikir. Dan aku berlindung kepada Engkau dari lilitan utang dan kesewenang-wenangan manusia..” (HR Al Bukhari)

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata,

” *والمقصود أن النبي ﷺ جعل الحزن مما يستعاذ منه ، وذلك لأن الحزن يُضعف القلب ، ويُوهن العزم ، ويضر الإرادة ، و لا شيء أحبّ إلى الشيطان من حزن المؤمن، قال تعالى { إنما النجوى من الشيطان ليحزن الذين آمنوا .. }*”.

“Nabi  shollallaahu ‘alayhi wa sallam berlindung dari kesedihan karena kesedihan melemahkan hati, melemahkan semangat, dan membahayakan keinginan. Dan tidak ada sesuatu yang paling disukai oleh setan dari membuat sedih seorang mukmin. Allah berfirman, “Sesungguhnya najwa (berbisik-bisik tersebut) berasal dari setan agar membuat sedih kaum mukminin..”

(Thoriqul Hijrotain 2/607)

Sedih saat ditinggal orang yang kita cintai adalah wajar..

Yang tidak wajar itu adalah larut dalam kesedihan..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Menebar Cahaya Sunnah