Mari Terus Belajar

Bedakan antara :
* berdakwah,
* mengingkari kemungkaran, dan
* mengubah kemungkaran.

● Berdakwah itu ketika kita mengajak kepada kebaikan dan memperingatkan dari kemungkaran.

● Mengingkari kemungkaran itu ketika ada perbuatan haram yang dilakukan atau ada kewajiban yang ditinggalkan, lalu kita mengingkarinya.

● Mengubah kemungkaran itu ketika kita berusaha menghilangkan kemungkaran yang sedang terjadi.

– Dalam berdakwah, yang penting kita tahu bahwa yang kita sampaikan sesuai dengan dalil.

– Dalam mengingkari kemungkaran, kita harus tahu bahwa yang kita ingkari adalah kemungkaran, bahwa pelaku benar-benar melakukannya, dan bahwa pengingkaran itu tidak menimbulkan kemungkaran yang lebih besar.

– Adapun mengubah kemungkaran, maka ini hanya untuk mereka yang punya kapasitas dalam melakukannya.. karena kalau tidak demikian, maka itu akan menimbulkan kekacauan dan kegaduhan.

[Faidah dari Syeikh Al-Utsaimin -rohimahullah- dalam Syarah Riyadhus Sholihin]

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Dr. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

Syarah Kitab Tauhid : 31 – 32 – 33

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

31.

32.

33.

.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : 34 – 35 – 36
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Perkara Yang Menakjubkan

Ibnul Qoyyim rohimahullahu Ta’ala mengatakan,

Tidak mengherankan bila seorang hamba merendahkan dirinya kepada Allah, dan terus beribadah kepada-Nya, dan tidak bosan berkhidmat kepada-Nya, karena adanya hajat dan butuhnya dia kepada-Nya.

Namun yang MENAKJUBKAN adalah bila seorang RAJA menarik rasa cinta hamba-Nya dengan bermacam-macam kenikmatan, dan menarik hati hamba-Nya dengan berbagai kebaikan, padahal Dia sama sekali tidak membutuhkan hamba tersebut.

Cukuplah sebagai KEMULIAAN, karena Anda adalah hamba-Nya… dan cukuplah sebagai KEBANGGAAN, karena Dia adalah Robb Anda.

( Al-Fawaid, hal: 35 )

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Diantara Kelembutan Hati Seorang Mukmin

Ibnul Qoyyim rohimahullah berkata:

من دلائل رقة قلب المؤمن،
أن يتوجع لعثرة أخيه المؤمن
إذا عثر،
حتى كأنه هو الذي عثر بها، ولا يشمت به.

“Diantara tanda kelembutan hati mukmin adalah merasa sedih ketika saudaranya tergelincir seakan ia sendiri yang tergelincir.. dan ia tidak bergembira dengan ketergelincirannya..”

(Madarijussalikin 1/436)

Karena kaum mukminin satu sama lainnya bagaikan satu badan..

Mukmin ingin agar ia dan saudara-saudaranya seiman dapat bersama masuk jannah dan selamat dari jahannam..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Gambaran Ringkas Tentang Dunia

Ali bin Abi Tholib rodhiyallahu ‘anhu ditanya, “wahai Abul Hasan, gambarkanlah dunia kepada kami..”

Beliau menjawab, “aku panjangkan atau aku ringkas..?”

“mohon anda ringkas..”

Beliau pun mengatakan,
“yang halal dari dunia akan dihitung dan dimintai pertanggung-jawabannya, sedangkan yang haramnya di neraka..”

[ Az Zuhd – Ibnu Abid Dunya ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Syarah Kitab Tauhid : 28 – 29 – 30

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى berikut ini :

28.

29.

30.

.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : 31 – 32 – 33
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

Menebar Cahaya Sunnah