Mengapa Hanya Di Tahun Baru..?!

Pergantian tahun baru .. Apa bedanya dengan pergantian bulan baru, atau pekan baru, atau hari baru, atau jam baru, atau menit baru, atau bahkan detik baru..?

Kalau sama saja, mengapa pergantian tahun baru dirayakan, sedangkan pergantian waktu yang lain tidak dirayakan..?

Jawaban sebenarnya adalah karena ikut-ikutan saja .. Kalau momennya adalah pergantian tahun baru masehi, maka sudah jelas muaranya adalah mengikuti hari besar kaum Nasrani.

Jika demikian adanya, apa kita rela hanya menjadi pengekor penganut agama lain..? Bukankah sebagai seorang Muslim harusnya kita menjadi yang terdepan dan tertinggi tingkatannya..?!

Saudaraku kaum muslimin, jagalah kemuliaanmu, dengan TIDAK ikut-ikutan merayakan hari besar umat lain..! Sebagaimana dahulu telah dicontohkan oleh Nabi shallallahu ‘alaihi wasallam dan para sahabat beliau radhiallahu ‘anhum ajma’in.

Ditulis oleh,
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

HADITS : Saat Seseorang Akan Menjumpai Kehidupan Akhirat

Diriwayatkan oleh Baro’ bin ‘Azib Rodhiyallahu ‘anhu, bahwa Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam bersabda :

“Sesungguhnya seorang hamba apabila akan menjumpai kehidupan akhirat dan berpisah dengan kehidupan dunia, para malaikat turun mendatanginya, wajah mereka bagaikan matahari. Mereka membawa kain kafan dan minyak harum dari surga.

Para malaikat tersebut duduk dengan jarak sejauh mata memandang.. Kemudian malaikat maut mendatanginya dan duduk dekat kepalanya seraya berkata, “Wahai jiwa yang baik keluarlah menuju ampunan dan keridhaan Allah..”

Maka keluarlah ruh itu bagaikan air yang mengalir dari mulut wadah air minum. Maka malaikat maut mengambil ruhnya. Bila ruh itu telah diambil, para malaikat (yang membawa kafan dan minyak harum) tidak membiarkan berada di tangannya walaupun sekejap mata hingga mengambilnya.

Lalu mereka bungkus ruh itu dengan kafan dan minyak harum tersebut. Maka keluarlah darinya aroma, bagaikan aroma minyak kasturi yang paling harum di muka bumi.

Mereka membawa ruh itu naik menuju (ke langit). Mereka melewati para malaikat yang bertanya, “Siapa bau harum yang wangi ini..?” Maka mereka menyebutnya dengan panggilan yang paling baik di dunia. Sampai naik ke langit, lalu mereka meminta dibukakan pintu langit, maka lalu dibukalah untuknya.

Malaikat penghuni setiap langit mengiringinya sampai pada langit berikutnya. Dan mereka berakhir pada langit ketujuh.

Allah berkata, “Tulislah kitab hamba-Ku pada ‘Illiyyin (tempat yang tinggi) dan kembalikan ia ke bumi, sesungguhnya Aku menciptakan mereka dari bumi, kemudian di sanalah mereka dikembalikan dan akan dibangkitkan kelak..”

Selanjutnya, ruhnya dikembalikan ke jasadnya. Lalu datanglah kepadanya dua malaikat, keduanya menyuruhnya untuk duduk.

Kedua malaikat itu bertanya kepadanya, “Siapa Robbmu..?” Ia menjawab, “Robbku adalah Allah..”

“Apa agamamu..?” Ia menjawab, “agamaku Islam..”

“Siapa orang yang diutus kepadamu ini..?”  Ia menjawab, “Ia adalah Rasulullah..”

“Apa ilmumu..?” Ia menjawab, “Aku membaca kitab Allah dan beriman dengannya..”

Lalu diserukan dari langit, “Sungguh benar hamba-Ku, maka bentangkanlah untuknya tikar dari surga-Ku. Dan bukakan baginya pintu surga..” Maka datanglah kepadanya wangi surga dan dilapangkan kuburnya sejauh mata memandang.

Selanjutnya, datang kepadanya orang yang berwajah tampan, berpakaian bagus dan harum mewangi. Ia (orang berwajah tampan) berkata, “Bergembiralah dengan semua yang menyenangkanmu. Inilah hari yang dijanjikan untukmu..”

Maka ia (mayat) pun bertanya, “Siapa anda, wajahmu yang membawa kebaikan..?”

Maka ia menjawab, “Aku adalah amalmu yang sholeh..”

Ia bertanya lagi, “Ya Allah, segerakanlah Kiamat agar aku bisa kembali kepada keluarga dan hartaku..”

Dan bila seorang kafir, ia berpindah dari dunia dan menuju ke alam akhirat. Dan para malaikat turun dari langit menuju kepadanya dengan wajah yang hitam. Mereka membawa kain rami yang kasar, mereka duduk dengan jarak dari mayat sejauh mata memandang.

Kemudian datanglah malaikat maut duduk di dekat kepalanya. Ia berkata, “Wahai jiwa yang kotor, keluarlah menuju kemurkaan Allah..”

Selanjutnya, ruhnya pun menyebar ke seluruh tubuhnya dan malaikat maut mencabut ruhnya dengan kuat seperti mencaput sisir besi dari ijuk yang basah.

Bila ruh itu telah diambil, para malaikat itu tidak membiarkannya sekejap mata di tangan malaikat maut, sampai para malaikat meletakkannya pada kain rami yang kasar tersebut. Kemudian ia mengeluarkan bau yang paling busuk di muka bumi.

Selanjutnya para malaikat membawa naik ruh tersebut. Tiada malaikat yang mereka lewati kecuali mereka mengatakan, “Bau apa yang sangat keji ini..?” ia dipanggil dengan namanya yang paling jelek waktu di dunia. ketika arwahnya sampai pada langit dunia dan malaikat meminta pintunya dibuka, akan tetapi tidak diizinkan.
.
Kemudian Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam membaca firman Allah:

لَا تُفَتَّحُ لَهُمْ أَبْوَابُ السَّمَاءِ وَلَا يَدْخُلُونَ الْجَنَّةَ حَتَّىٰ يَلِجَ الْجَمَلُ فِي سَمِّ الْخِيَاطِ

“Tidak dibukakan untuk mereka pintu langit, dan mereka tidak akan masuk surga sampai onta masuk ke dalam lubang jarum..” [al-A‘râf/7:40]

Setelah itu, Allah ‘Azza wa Jalla berkata, “Tulislah catatan amalnya di Sijjîn pada lapisan bumi yang paling bawah..” Dan ruhnya dilemparkan jauh-jauh.

Kemudian Rosulullah shollallahu ‘alaihi wa sallam membaca ayat:

وَمَن يُشْرِكْ بِاللَّهِ فَكَأَنَّمَا خَرَّ مِنَ السَّمَاءِ فَتَخْطَفُهُ الطَّيْرُ أَوْ تَهْوِي بِهِ الرِّيحُ فِي مَكَانٍ سَحِيقٍ

“Barangsiapa yang berbuat syirik kepada Allah, maka seolah-olah ia telah terjatuh dari langit lalu disambar oleh burung, atau diterbangkan oleh angin ke tempat yang jauh..” [al-Hajj/22:31]

Setelah itu ruhnya dikembalikan ke jasadnya, dan datang kepadanya dua orang malaikat yang menyuruhnya duduk.

Kedua malaikat itu bertanya, “Siapa Robbmu..?” ia menjawab, “Hah hah.. aku tidak tahu..”

Mereka bertanya lagi, “Siapakah orang yang diutus kepadamu ini..?” Ia menjawab, “Hah hah, aku tidak tahu..”

Maka seseorang menyeru dari langit, “Sungguh ia telah berdusta. Bentangkan tikar untuknya dari api neraka dan bukakan salah satu pintu neraka untuknya..” Maka datanglah kepadanya angin panas neraka. Lalu kuburnya disempitkan sehingga tulang-tulang rusuknya saling berdempet.

Kemudian datang kepadanya seorang yang berwajah jelek, berpakaian jelek dan berbau busuk. Orang itu berkata, “Berbahagialah dengan apa yang menyakitimu, inilah hari yang dijanjikan padamu..”

Lalu ia (mayat) bertanya, “Siapa engkau yang berwajah jelek..?”

Ia menjawab, “Aku adalah amalanmu yang keji..”

Lalu mayat itu mengatakan, “Robb ku janganlah engkau datangkan Kiamat..”

[ HR. Imam Ahmad ]
dishohîhkan oleh Syaikh al-Albâni dalam Shohiih Jaami’ ash Shoghiir no 1676

ARTIKEL TERKAIT
Kumpulan HADITS

Syarah Kitab Tauhid : 19 – 20 – 21

Simak penjelasan Ustadz Mizan Qudsiyah MA, حفظه الله تعالى

19.

20.

21.

.
ARTIKEL TERKAIT
Syarah Kitab Tauhid : 22 – 23 – 24
Syarah Kitab Tauhid : KUMPULAN ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Diantara Keutamaan Menyediakan Fasilitas Air Bersih

Sebagian Tabi’in rohimahumullah mengatakan,

“Siapa yang banyak dosa-dosanya maka hendaklah dia memberi minum orang lain, Allah saja telah mengampuni dosa-dosa orang yang memberi minum seekor anjing, lalu bagaimana dengan orang yang memberi minum seorang mu’min yang bertauhid dan berusaha menjaga hidupnya..”

[ Tafsir al-Qurthuby 7 – 194 ]

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

MUTIARA SALAF : Sikap Terhadap TIGA Perkara

Mu’adz bin Jabal rodhiyallahu ‘anhu berkata:

“Wahai bangsa Arab.. bagaimana sikap kalian terhadap tiga :
– dunia yang memutuskan leher kalian..
– kesalahan ulama..
– dan jidal munafiq dengan menggunakan Al Qur’an..

Merekapun diam..

Beliau berkata :
Adapun ulama..
jika ia di atas hidayah, maka jangan kalian taqlid kepadanya dalam agama kalian..

Jika ia salah, jangan kalian putuskan hubungan dengannya.. karena seorang mukmin terkadang terfitnah.. kemudian ia bertaubat..

Adapun Al Qur’an..
Ia memiliki tanda bagaikan tanda jalan, tidak tersembunyi pada siapapun.. apa yang kalian ketahui ilmunya, jangan mempertanyakannya.. dan apa yang kalian merasa ragu padanya, maka serahkan kepada ‘alimnya..

Adapun dunia..
Siapa yang Allah berikan kekayaan dalam hatinya, sungguh ia beruntung.. dan siapa yang tidak diberikan, maka dunia tidak bermanfaat untuknya..

(Shohih Jaami’ Bayanil ‘Ilmi wa Fadlihi hal 390)

Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

ARTIKEL TERKAIT
Mutiara Salaf – KOMPILASI ARTIKEL

Belum Jujur Kepada Allah

Ibrahim bin Adham rohimahullah berkata, “Belum jujur kepada Allah orang yang masih mencintai ketenaran..”

Lalu imam Adz Dzahabi rohimahullah memberi komentar yang indah:

عَلاَمَة ُالمُخلِصِ الذي قد يُحِبُّ شُهرَةً،ولا يشعرُ بها، أنّه إذا عُوتب في ذلك لا يَحْرَدُ(أي: لا يغضب)ولا يُبَرِّئُ نفسَهُ، بل يعترف ويقول: رحمَ الله من أهدى إليَّ عُيوبي، ولا يَكُنْ معْجباً بنفسِه؛ لا يشعرُ بعيوبها، بل لا يشعر أنّه لا يشعر، فإنّ هذا داءٌ مزمنٌ.

“Tanda orang yang ikhlas yang terkadang tak terasa menyukai ketenaran adalah jika ia diingatkan maka ia tidak marah dan tidak juga mencitrakan dirinya. Justru ia mengakui dan berkata, “Semoga Allah merahmati orang yang mengingatkan aib-aibku..” Ia pun tidak merasa ujub dengan dirinya dengan cara tidak merasa punya aib atau bahkan tidak merasa jika ia tidak merasa. Inilah penyakit kronis..”

(Siyar A’lam Nubala 7/393)

Karena ia mencintai kebenaran..
maka ia suka untuk diluruskan kesalahannya..
dan dibimbing menuju jalan kebenaran..

Namun itu tak mudah..
harus membuang ego pribadi demi mencari keridhaan Allah..

Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى

Menebar Cahaya Sunnah