dari ‘Abdurrahman bin Abi Bakrah dari bapaknya berkata,
“Ada seseorang menyanjung orang lain di hadapan Nabi shollallahu ‘alaihi wa sallam maka Beliau berkata: “Celaka kamu, kamu telah memenggal leher sahabatmu, kamu telah memenggal leher sahabatmu..” kalimat ini diucapkan oleh Beliau berulang kali.
Kemudian Beliau bersabda: “Siapa diantara kalian yang ingin memuji saudaranya hendaklah ia mengucapkan, ‘Aku mengira si fulan demikian, dan Allahlah yang mengetahuinya, dan aku tidak menganggap suci seorangpun di hadapan Allah, aku mengira dia begini-begini..’ jika dia mengetahui tentang diri saudaranya itu..”
( HR. Bukhari )
Diterjemahkan oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
مسعود بن محمد الهمذاني رحمه الله
كان من خيار الناس وكان كثيرًا ما يصفح عن الناس بقوله : الماضي لا يُذكر
قيل إنّه رُؤيَ في المنام فقيل له : ما فعل الله بك قال : أوقفني بين يديه وقال لي : يا مسعود الماضي لا يُذْكَر، انطلقوا به إلى الجنّة
Mas’ud bin Muhammad Al Hamadzani rohimahullah adalah orang yang sholih. Ia selalu memaafkan manusia dan berkata, “Yang telah berlalu tidak perlu diingat..”
Setelah ia meninggal, disebutkan bahwa ada orang yang bermimpi melihatnya. Ia ditanya, “Apa yang Allah lakukan kepadamu..?”
Ia menjawab, “Aku berdiri di hadapan Allah dan (Allah) berfirman,“Hai Mas’ud, yang telah berlalu tidak perlu diingat..”
Bawalah ia ke surga..
(Tarikhul Islam 42/327)
Allah memberi balasan dengan yang setimpal..
Orang yang selalu memaafkan dan melupakan kesalahan orang lain kepadanya..
Allahpun akan memaafkannya..
#selfreminder
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
“Barangsiapa yang mengucapkan SUBHANALLAHI WA BIHAMDIHI (Mahasuci Allah dengan memuji-Nya), sebanyak 100 kali, maka dihapuskan segala kesalahan (dosa)nya walaupun sebanyak buih di laut..”
Kita lanjutkan fiqihnya.. Masih berbicara tentang Zakat Fitr
⚉ Berapa Banyak Di Keluarkan..?
Yaitu 1 sho’, yaitu berupa kurma ataupun gandum syair. Dimana gandum itu ada Syair dan Bur. Adapun bur maka boleh setengah (1/2) sho’.
⚉ Dari Abu Sa’id Al Khudri rodhiyallahu ‘anhu, ia berkata, “Kami dahulu mengeluarkan zakat fitr 1 sho’ dari makanan, 1 sho’ dari Syair (jenis dari gandum), 1 sho’ dari kurma, 1 sho’ dari aqid atau 1 sho’ dari zabit (anggur kering)..” [HR Bukhari dan Muslim]
Adapun bur sudah kita sebutkan, jenis daripada gandum juga.. maka boleh setengah (1/2) sho’. Ini pendapat Abu Hanifah dan demikian pula pendapat Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah
⚉ Dari Urwah bin Az-Zubair, bahwasanya Asma bintu Abi Bakar mengeluarkan di zaman Rosulullah shollallahu ‘alayhi wa sallam untuk keluarganya yaitu 2 mud dari hintoh, yaitu bur.
Dan 2 mud itu sama dengan setengah (1/2) sho’.. dimana 1 sho’ itu sama dengan 4 mud, berarti kalau 2 mud itu setengah (1/2) sho’. Demikian pula 1 sho’ dari kurma.
Kemudian..
⚉ Bolehkah Lebih Dari Itu..?
Dimana 1 sho’ sudah kita sebutkan, bahwa 1 sho’ itu 4 mud, sekitar 3 kg atau kurang dari itu. Sebagian mengatakan 2,5 kg, namun yang lebih hati-hati 3 kg.
Bolehkah lebih dari 1 sho’..?
Jawab : BOLEH. Yang tidak boleh itu kalau kurang.
⚉ Ibnu Taimiyah rohimahullah dalam Majmu’ Fatawa jilid 25 halaman 70, ditanya tentang orang yang mengeluarkan zakat fitr dan melebihkan, apakah itu makruh atau boleh..?
Kata beliau, “boleh menurut kebanyakan ulama dan tidak makruh.. yang memakruhkan itu Imam Malik. Adapun kurang dari kewajiban maka itu tidak boleh dengan kesepakatan ulama..”
Misalnya : Kita mau keluarkan yang harusnya satu 1 sho’ atau 3 kg maka kita jadikan misalnya 4 kg.. BOLEH, tidak masalah.. kelebihannya sebagai bentuk pahala buat kita In-syaa Allah.
⚉ Bolehkah Mengeluarkan Harganya..?
TIDAK BOLEH mengeluarkan harga karena dalilnya hanya menyebutkan makanan saja.
⚉ Ibnu Hazm rohimahullah berkata dalam Al Muhalla, “Bahwa mengeluarkan harganya itu tidak sah..”
⚉ Imam Nawawi rohimahullah berkata, “Mayoritas ulama mengatakan bahwa tidak boleh mengeluarkan berbentuk harga..”
Sementara Abu Hanifah rohimahullah membolehkan.
Yang rojih bahwasanya zakat fitr itu sama dengan kafarat.. dan kafarat itu hanya boleh dikeluarkan berbentuk makanan, bukan harga.
Juga dikarenakan Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam hanya menyebutkan berbentuk makanan 1 sho’ dari kurma, 1 sho’ dari syair. Sementara di zaman Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam ada emas dan perak. Ternyata Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam tidak mengeluarkan dengan emas dan perak.
. Wallahu a’lam 🌻
. Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
.
. Dari Kitab Fiqih Mausu’ah Muyassaroh, yang ditulis oleh Syaikh Hussain Al Uwaisyah, حفظه الله تعالى
.
. ARTIKEL TERKAIT Pembahasan Fiqih Mausu’ah Muyassaroh…
.
. WAG Al Fawaid Al Ilmiyyah
يطلع الله تبارك وتعالى إلى خلقه ليلة النصف من شعبان فيغفر لجميع خلقه إلا لمشرك أو مشاحن
“Allah Tabaroka wa ta’ala akan melihat kepada makhlukNya pada malam nishfu sya’ban, lalu mengampuni semua makhlukNya (yang beriman) kecuali musyrik dan orang yang sedang bertengkar.”
(Hadits shohih diriwayatkan oleh banyak shahabat yaitu Mu’adz bin Jabal, Abu Tsa’labah Al Khusyani, Abdullah bin Amru, Abu Musa Al Asy’ari, Abu Hurairah, Abu Bakar Ash Shidiq, Auf bin Malik dan Aisyah dan riwayat-riwayat ini saling menguatkan. Lihat silsilah shohihah no 1144).
“Hai orang-orang yang beriman hendaklah kamu jadi orang-orang yang selalu menegakkan (kebenaran) karena Allah, menjadi saksi dengan adil. Dan janganlah sekali-kali kebencianmu terhadap sesuatu kaum, mendorong kamu untuk berlaku tidak adil. Berlaku adillah, karena adil itu lebih dekat kepada takwa. Dan bertakwalah kepada Allah, sesungguhnya Allah Maha Mengetahui apa yang kamu kerjakan..” (Al-Maidah – 8)
Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata:
جماع الحسنات: العدل، وجماع السيئات: الظلم
“Tempat berkumpulnya segala kebaikan adalah bersikap adil.. dan tempat berkumpulnya segala keburukan adalah bersikap zholim..” (Majmu fatawa 1/86)
Karena untuk bersikap adil membutuhkan keluasan ilmu dan kelapangan dada..
Jiwa seringkali condong kepada yang kita sukai dan yang mendukung diri kita..
Ditulis oleh,
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى
Dalam kitab Zaadul Ma’ad, Ibnul Qoyyim rohimahullah menyebutkan beberapa keistimewaan hari Jum’at,
الخامسة والعشرون: أن للصدقة فيه مزية عليها في سائر الأيام، والصدقة فيه بالنسبة إلى سائر أيام الأسبوع ، كالصدقة في شهر رمضان بالنسبة إلى سائر الشهور. وشاهدت شيخ الإسلام ابن تيمية قدس الله روحه، إذا خرج إلى الجمعة يأخذ ما وجد في البيت من خبز أو غيره، فيتصدق به في طريقه سرا، وسمعته يقول: إذا كان الله قد أمرنا بالصدقة بين يدي مناجاة رسول الله صلى الله عليه وسلم، فالصدقة بين يدي مناجاته تعالى أفضل وأولى بالفضيلة
Keutamaan yang keduapuluh lima,
“Bahwa sedekah di hari Jum’at memiliki keistimewaan khusus dibandingkan hari yang lain. Sedekah di hari Jum’at, dibandingkan dengan sedekah di hari yang lain, seperti perbandingan antara sedekah di bulan ramadhan dengan sedekah di selain ramadhan.
Saya pernah melihat Syaikhul Islam – rohimahullah – apabila beliau berangkat Jum’atan, beliau membawa apa yang ada di rumah, baik roti atau yang lainnya, dan beliau sedekahkan kepada orang di jalan diam-diam. Saya pernah mendengar beliau mengatakan,
“Apabila Allah memerintahkan kita untuk bersedekah sebelum menghadap Rosulullah Shollallahu ‘alaihi wa sallam, maka bersedekah sebelum menghadap Allah lebih afdhol dan lebih besar keutamaannya..”
“Fokuskanlah pikiranmu untuk memikirkan apapun yang diperintahkan Allah kepadamu. Jangan menyibukkannya dengan rezeki yang sudah dijamin untukmu. Karena rezeki dan ajal adalah dua hal yang sudah dijamin, selama masih ada sisa ajal, rezeki pasti datang. Jika Allah -dengan hikmah-Nya- berkehendak menutup salah satu jalan rezekimu, Dia pasti –dengan rahmat-Nya- membukan jalan lain yang lebih bermanfaat bagimu.
Renungkanlah keadaan janin, makanan datang kepadanya, berupa darah dari satu jalan, yaitu pusar.
Lalu ketika dia keluar dari perut ibunya dan terputus jalan rezeki itu, Allah membuka untuknya DUA JALAN REZEKI yang lain [yakni dua puting susu ibunya], dan Allah mengalirkan untuknya di dua jalan itu; rezeki yang lebih baik dan lebih lezat dari rezeki yang pertama, itulah rezeki susu murni yang lezat.
Lalu ketika masa menyusui habis, dan terputus dua jalan rezeki itu dengan sapihan, Allah membuka EMPAT JALAN REZEKI lain yang lebih sempurna dari yang sebelumnya; yaitu dua makanan dan dua minuman. Dua makanan = dari hewan dan tumbuhan. Dan dua minuman = dari air dan susu serta segala manfaat dan kelezatan yang ditambahkan kepadanya.
Lalu ketika dia meninggal, terputuslah empat jalan rezeki ini, Namun Allah –Ta’ala- membuka baginya -jika dia hamba yang beruntung- DELAPAN JALAN REZEKI, itulah pintu-pintu surga yang berjumlah delapan, dia boleh masuk surga dari mana saja dia kehendaki.
Dan begitulah Allah Ta’ala, Dia tidak menghalangi hamba-Nya untuk mendapatkan sesuatu, kecuali Dia berikan sesuatu yang lebih afdhol dan lebih bermanfaat baginya. Dan itu tidak diberikan kepada selain orang mukmin, karenanya Dia menghalanginya dari bagian yang rendahan dan murah, dan Dia tidak rela hal tersebut untuknya, untuk memberinya bagian yang mulia dan berharga.”
“Jika Allah membukakan untukmu pintu sholat malam, janganlah engkau melihat orang-orang yang tidur dengan pandangan merendahkan ! Jika Allah membukakan untukmu pintu puasa, janganlah engkau melihat orang-orang yang tidak berpuasa dengan pandangan merendahkan ! Jika Allah membukakan untukmu pintu jihad, janganlah engkau melihat orang-orang yang tidak berjihad dengan pandangan merendahkan !
Bisa jadi orang yang tidur, orang yang tidak berpuasa, dan orang yang tidak berjihad, dia lebih dekat dengan Allah dibandingkan dirimu. Dan sungguh engkau menghabiskan malam dengan tidur dan bangun pagi dalam keadaan menyesal, itu lebih baik dibandingkan engkau menghabiskan malam dengan sholat, namun di pagi hari engkau merasa ujub.
Sesungguhnya orang yang ujub amalnya tidak akan ada yang naik (diterima oleh Allah).”