لسان العاقل من وراء قلبه؛ فإذا أراد الكلام تفكّر، فإن كان له قال وإن كان عليه سكت؛ وقلب الأحمق من وراء لسانه، فإذا أراد أن يقول قال، فإن كان له سكت، وإن كان عليه قال.l
“Lisan orang yang berakal itu ada di balik kalbunya, setiap kali ia hendak berbicara maka ia pikirkan terlebih dahulu dengan baik-baik, bila menguntungkan maka ia ucapkan namun bila merugikan dirinya ia memilih untuk diam.
Sedangkan akal pikiran orang pandir ada di balik lisannya, setiap kali ia hendak bicara maka langsung ia ucapkan, bila ucapan itu menguntungkan dirinya ia malah diam, dan bila ucapan itu merugikan dirinya ia malah begitu bernafsu untuk mengucapkannya.“
Semoga bermanfaat.
Ustadz DR. Muhammad Arifin Badri MA, حفظه الله تعالى
TERKAIT MUSIBAH JATUHNYA PESAWAT JT-610… . DUA DZIKIR & DO’A YANG KERAP TERLUPAKAN saat kita tertimpa musibah, atau saat kita MELIHAT ORANG LAIN TERTIMPA MUSIBAH seperti kecelakaan pesawat, dll, cobaan penyakit, kekurangan harta, kecelakaan, dll. .
.
. Yuk hafal, baca dan sebarkan. . Dari ‘Abdullah bin ‘Abbâs Radhiyallahu anhuma , ia mengatakan, . “Pada suatu hari, aku pernah dibonceng di belakang Nabi Shallallahu ‘alaihi wa sallam, lalu beliau bersabda, ‘Wahai anak muda, aku akan mengajarkan kepadamu beberapa kalimat: ‘Jagalah Allah, niscaya Allah akan menjagamu. Jagalah Allah, maka engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Jika engkau memohon (meminta), mohonlah kepada Allah, dan jika engkau meminta pertolongan, mintalah pertolongan kepada Allah.
Ketahuilah, bahwa SEANDAINYA SELURUH UMAT BERKUMPUL UNTUK MEMBERI SUATU MANFAAT KEPADAMU, MAKA MEREKA TIDAK AKAN DAPAT MEMBERI MANFAAT KEPADAMU, KECUALI DENGAN SESUATU YANG TELAH DITETAPKAN ALLAH UNTUKMU.Sebaliknya, JIKA MEREKA BERKUMPUL UNTUK MENIMPAKAN SUATU KEMUDHARATAN (bahaya) KEPADAMU, MAKA MEREKA TIDAK AKAN DAPAT MENIMPAKAN KEMUDHARATAN (bahaya) KEPADAMU, KECUALI DENGAN SESUATU YANG TELAH ALLAH TETAPKAN ATASMU. Pena telah diangkat dan lembaran-lembaran telah kering.’” [HR. at-Tirmidzi, Hasan shahîh.] . Dalam riwayat lain at-Tirmidzi disebutkan, “Jagalah Allah, maka engkau akan mendapati-Nya di hadapanmu. Kenalilah Allah ketika senang, maka Dia akan mengenalmu ketika susah. Ketahuilah bahwa APA YANG LUPUT DARIMU TIDAK AKAN MENIMPAMU, dan APA YANG MENIMPAMU TIDAK AKAN LUPUT DARIMU. Ketahuilah bahwa pertolongan itu bersama kesabaran, kelapangan bersama kesempitan, dan bahwa bersama kesulitan ada kemudahan.” . Kalimat “Jagalah Allah,”… Maksudnya jagalah batas-batas Allah, hak-hak-Nya, serta menjaga perintah-perintah dan larangan-larangan-Nya dengan mengerjakan kewajiban dan meninggalkan hal-hal yang diharamkan. Demikian pula, dengan mempelajari agama-Nya sehingga dengannya engkau dapat beribadah kepada Allah Azza wa Jalla dan bermuamalah dengan manusia serta mendakwahkannya di jalan Allah. . Bagi para korban dari kaum muslimin, kami berdo’a : Allahummaghfir-lahum, warhamhum, wa ‘aafiihim, wa’-fu’anhum . Follow: @bbg_alilmu
Assalamu’alaykum Ustadz, semoga Allah senantiasa menjaga antum dan keluarga dalam kebaikan dan kesehatan… aamiin. Maaf mengganggu waktu antum, Ustadz, ingin bertanya terkait hadits riwayat at Tirmidzi sbb :
Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda : “..Bagaimana aku bersenang-senang sedangkan pemegang sangkakala telah memasukkan sangkakalanya di mulutnya dan telah memiringkan dahinya serta menyiapkan pendengarannya menunggu diperintahkan (untuk meniupnya) hingga ia meniupnya.. ?” Hal ini tampaknya membuat berat para sahabat beliau, lalu mereka berkata, “..Apa yang mesti kami kerjakan wahai Rosulullah atau kami ucapkan..?”
Beliau menjawab, “..Ucapkanlah, ’Cukuplah Allah bagi kami, dan Dia sebaik-baik Pelindung, dan hanya kepada Allah kami bertawakal..” Dan tampaknya beliau berkata, “..Kami bertawakal kepada Allah..”
⚉ Apa derajat hadits diatas ini Ustadz ? ⚉ Jika shohih/hasan, bolehkah rutin membacanya ? ⚉ Apakah ada jumlah dan waktu-waktu tertentu untuk membacanya ?
Syukron Ustadz, baarokallahu fiik JAWABAN
وعليكم السلام ورحمة الله وبركاته
(Hadits tsb) Dihasankan oleh syaikh Albani. Boleh membacanya tiap hari tapi tidak ditentukan waktu dan jumlahnya.
Wallahu a’lam
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
BOLEH BACA : . HASBUNALLAAHU WA NI’MAL WAKIIL ‘ALALLAHI TAWAKKALNAA . atau boleh juga : . HASBUNALLAAHU WA NI’MAL WAKIIL TAWAKKALNAA ‘ALALLAH
“Setiap orang akan berada di bawah NAUNGAN SEDEKAH-nya hingga diputuskan hukum antara manusia.”
Yazid berkata, “Abul Khair tidak pernah melewati satu haripun melainkan ia bersedekah dengan sesuatu walaupun hanya dengan sebuah kue ka’kah atau lainnya.”
Makhul Asy Syaami seorang tabi’in berkata: “Aku pernah melihat orang yang menangis dalam sholat… aku menuduh dia lakukan itu karena riya saja… rupanya.. aku tidak dapat menangis setahun lamanya karena tuduhan itu…“ Diriwayatkan oleh ibnu abidunya..
orang yang diberikan taufiq.. tidak akan menuduh niat-niat manusia.. barangkali.. ia lebih ikhlas dari kita.. barangkali.. ia lebih tawadlu dari kita.. hanya Allah yang mengetahui hatinya..
“Dahulu, di zaman yang telah lalu, penuntut ilmu agama mendengarkan ta’lim agar dia berilmu. Dia berilmu untuk diamalkan.
Dia mencari ilmu agama Allah untuk mendapatkan manfaat dan memberikan manfaat kepada yang lain.
Namun sekarang, keadaannya menjadi lain; penuntut ilmu mendengarkan ta’lim untuk mengumpulkan maklumat. Dia mengumpulkan maklumat itu agar disebut-sebut. Dan dia menghapal maklumatnya untuk menang dalam debat dan membanggakan diri.”
[Madzhab Mufashshol Li Madzhab Imam Ahmad bin Hambal 1/13]
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى
.
. Masuk Masjid : . A’UUDZU BILLAHIL-‘AZHIIMI WA BI WAJ-HIHIL KARIIMI WA SULTHOONIHIL QODIIMI MINASY-SYAITHOONIR-ROJIIM BISMILLAH WASH-SHOLAATU WAS-SALAAMU ‘ALAA ROSUULILLAH ALLAAHUMMAF-TAH LII ABWAABA ROHMATIK
👉🏼 Semua yang memiliki kewalian, maka hukumnya sama dengan pemilik.
Wali ada beberapa macam:
1. Wali yang ditetapkan oleh syariat dan bersifat umum yaitu wali hakim.
2. Wali yang ditetapkan oleh syariat dan bersifat khusus seperti wali nikah, wali anak yatim.
3. Wali yang mendapat mandat dari pemiliknya. ini ada tiga macam juga:
a. Wakil, yaitu orang yang diwakilkan oleh pemilik untuk mengurus di saat ia hidup. Seperti Nabi mewakilkan Urwah bin Al Ja’ad untuk membelikan hewan kurban.
b. Washiy, yaitu orang yang diwakilkan oleh pemilik setelah meninggalnya. Seperti bila A berkata, “Saya berwasiat bila telah meninggal harta saya sepertiga untuk anak-anak yatim. Saya percayakan kepada B untuk mengurusnya.” Maka B ini disebut washiy.
c. Nadzir, yaitu orang yang dipercaya untuk mengurus wakaf. Misalnya ada orang berkata, “Saya mewakafkan rumah di sana untuk para penuntut ilmu dan sebagai nadzirnya adalah si fulan.”
.
. Wallahu a’lam 🌴
. Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
. Dari kitab “Syarah Mandzumah Ushul Fiqih“, yang ditulis oleh Syaikh Muhammad bin Shalih Al’Utsaimin, رحمه الله تعالى.
. Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page: https://t.me/kaidah_ushul_fiqih https://www.facebook.com/kaidah.ushul.fiqih/
. KAIDAHUSHUL FIQIH – Daftar Isi LENGKAP
Mari semarakkan malam Jum’at dan harinya dengan sholawat kepada Nabi tercinta, Muhammad Shollallahu ‘Alaihi Wasallam
Jangan LUPA sabda beliau : “Perbanyaklah ber-SHOLAWAT untukku, pada hari JUM’AT dan malam JUM’AT! Maka barangsiapa bersholawat kepadaku sekali, ALLAH bersholawat kepadanya SEPULUH kali.” [HR. Albaihaqi, dihasankan oleh Syeikh Albani]
Siapa yang tidak ingin ALLAH ta’ala bersholawat kepadanya 10 kali, setiap kali dia bersholawat kepada Nabi shollallahu alaihi wasallam ? Amal yang ringan dengan pahala yang AGUNG dan ISTIMEWA.
Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى
Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
. PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 9) bisa di baca di SINI
=======
🌿 Penghalang yang ke 10 🌿
Penghalang yang ke 10 dari kebenaran yaitu…
⚉ HASAD.
Apa itu ?
👉🏼 Yaitu iri hati, dengki, dia tidak suka orang lain diberikan kenikmatan. Ketika kita merasa panas dengan kenikmatan yang di berikan kepada teman kita atau saudara kita.. berarti kita dengki.
الْحَسد: هو الباعث على أوَّل معصية
“Dengki adalah merupakan maksiat pertama di muka bumi.” Dimana iblis dengki kepada Nabi Adam ‘alayhissalam, sehingga ia tidak mau sujud kepadanya.
Dengki juga yang membuat orang Yahudi kufur kepada Allah dan tidak mau mengikuti Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam karena ternyata Nabi Muhammad shollallahu ‘alayhi wasallam bukan dari Banu Israil tetapi dari Banu Isma’il.
Demikian pula dengki menyebabkan banyak orang kufur kepada Allah. Maka kewajiban seorang hamba adalah untuk berhati-hati dari kedengkian.
⚉ Syaikh ‘Abdurrahman Al-mu’alimii berkata dalam Kitab “Attankiil” (jilid 2/ hal 195)
الحسد ، وذلك إذا كان غير ه هو الذي بيَّن الحق فيرى أن اعتر افه بذلك الحق يكون اعتر افًا لذلك المبيَّن بالفضل والعلم واﻹصابة، فيعظم ذاك فِي عيو ن الناس
Dengki yaitu kalau ternyata dia melihat orang lain yang lebih muda misalnya dari dirinya menjelaskan kebenaran dan kalau ia mengakui kebenaran yang dibawa orang tersebut, dia merasa… “wah.. berarti orang ini sama saja akan jadi besar, gara-gara saya mengakui kebenaran yang dia bawa..“
Akhirnya apa yang terjadi..?! akhirnya diapun tidak mau mengakui kebenaran yang dibawa oleh orang tersebut, karena dia tidak ingin orang yang membawa kebenaran tersebut menjadi besar. Maka ini adalah merupakan kedengkian.
⚉ Berkata Abu Hatim Ibnu Hibban dalam kitab “Raudhotul ‘uqolaa” (halaman 136)
وأكثر ما يو جد الحسد بين الأقران
“Hasad itu seringkali terjadi di antara dua orang yang bersaing atau yang dalam satu pekerjaan (misalnya).“
لأن اكتبة لا يحسدها إلا الكتبة
Contoh misalnya kata beliau : sesama penulis sekretaris, biasanya hasadnya kepada yang sama juga. Demikian pula pebisnis biasanya hasadnya kepada pebisnis juga. Ustadz biasanya hasadnya kepada ustadz juga. Murid demikian pula, biasanya dengan yang sama dengan yang sejenis.
⚉ Imam Asy Syaukanii berkata dalam “Adabut-tholab” (halaman 91) : “Diantara sebab yang mencegah dari bersikap adil itu adanya persaingan antara dua orang dalam keutamaan atau dalam kedudukan, baik kedudukan agama maupun dunia. Dimana ketika syetan meniupkan was-was di hatinya, akhirnya kemudian persaingan tersebut membawa salah satunya atau kedua-duanya untuk saling menjatuhkan.” Maka yang seperti ini sangat berbahaya.
Jadi was-was atau dengki itu akibat daripada terkadang dua teman yang sejawat, yang sepekerjaan, yang sama statusnya karena ada persaingan, di situ terjadilah hasad dan kedengkian.
Maka bagaimana cara menghilangkan kedengkian ?
👉🏼 Berusahalah, yang pertama, kita untuk mendo’akan orang yang kita merasa dengki kepadanya. Kita juga berusaha untuk memberinya hadiah. Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam bersabda : “Hendaklah kalian saling memberikan hadiah, niscaya kalian saling mencintai” (riwayat Imam Ahmad).
Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam juga menyuruh kita saling mengunjungi. Kata Rosulullah shollallahu ‘alayhi wasallam: “Kunjungilah sekali-kali.. niscaya akan tumbuh rasa cinta.“ Kita kunjungi dia, kita do’akan dia, kita berikan hadiah kepada dia, dan berusaha kita lawan rasa dengki di hati tersebut, karena kedengkian itu tidak ada manfa’atnya sama sekali.
Kedengkian itu hanya menyebabkan kita terjerumus kepada berbagai macam kemungkaran dan mendatangkan kemurkaan Allah kepada kita.
.
. Wallahu a’lam 🌴
.
. Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
. Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
. Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page : https://t.me/aqidah_dan_manhaj https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/