Renungkanlah Baik-Baik…

Diantara sesuatu yang paling menyedihkan dan menyayat hatimu di hari perhitungan nanti adalah ketika kamu tidak mampu memberikan SATU kebaikan pun untuk orang-orang yang sangat kau CINTAI; ayah dan ibumu, begitu pula kepada anak-anak dan isteri tercintamu.

Namun, engkau terpaksa harus memberikan BANYAK kebaikanmu untuk orang lain yang kau BENCI yang pernah kau ghibahi atau zalimi selama di dunia.

Mari lindungi tabungan amalmu dari ghibah, jangan terkecoh dengan alasan-alasan indah yang menghiasnya …

Ustadz DR. Musyaffa’ Ad Dariny MA, حفظه الله تعالى

===============
Tambahan :

Rosulullah shollallahu ’alayhi wasallam bersabda,

مَنْ كَانَتْ لَهُ مَظْلَمَةٌ لِأَخِيهِ مِنْ عِرْضِهِ أَوْ شَيْءٍ فَلْيَتَحَلَّلْهُ مِنْهُ الْيَوْمَ قَبْلَ أَنْ لَا يَكُونَ دِينَارٌ وَلَا دِرْهَمٌ إِنْ كَانَ لَهُ عَمَلٌ صَالِحٌ أُخِذَ مِنْهُ بِقَدْرِ مَظْلَمَتِهِ وَإِنْ لَمْ تَكُنْ لَهُ حَسَنَاتٌ أُخِذَ مِنْ سَيِّئَاتِ صَاحِبِهِ فَحُمِلَ عَلَيْهِ

Siapa yang pernah menzalimi saudaranya berupa menodai kehormatan (seperti ghibah. pent) atau mengambil sesuatu yang menjadi miliknya, hendaknya ia meminta kehalalannya dari kezaliman tersebut hari ini. Sebelum tiba hari kiamat yang tidak akan bermanfaat lagi dinar dan dirham. Pada saat itu bila ia mempunyai amal shalih maka akan diambil seukiran kezaliman yang ia perbuat. Bila tidak memiliki amal kebaikan, maka keburukan saudaranya akan diambil kemudia dibebankan kepadanya.” (HR. Bukhari no. 2449, hadis Abu Hurairah.

Anda bisa bayangkan, betapa ruginya. Anda yang susah payah beramal, eeh… orang lain yang memetik buahnya. Orang lain yang berbuat dosa, tapi Anda yang merasakan pahitnya. Dan Allah tidak pernah berbuat zholim sedikitpun terhadap hamba-Nya. Iya benar… ini adalah disebabkan kesalahan manusia itu sendiri. Ini dalil betapa tingginya harkat martabat seorang muslim, dan betapa besar bahaya daripada dosa ghibah.

Apakah hadis ini mengisyaratkan adanya pertentangan dengan ayat,

وَلَا تَزِرُ وَازِرَةٌ وِزْرَ أُخْرَى

Dan orang yang berdosa tidak akan memikul dosa orang lain” (QS. Fathir: 18)?

Jawabannya adalah, sebagaimana dijelaskan oleh Ibnu Hajar rahimahullah dalam Fathul Baari,TIDAK ADA SEDIKITPUN pertentangan antara hadis tersebut dengan ayat. Karena sejatinya, dia medapatkan hukuman seperti itu karena disebabkan oleh perbuatan dosanya sendiri, bukan karena dosa orang lain yang dibebankan kepadanya begitu saja. Jadi, pahala kebaikan yang dikurangi, dan keburukan orang lain yang dibebankan kepadanya, sejatinya adalah bentuk dari akibat dosa dia sendiri. Dan ini adalah bukti akan keadilan peradilan Allah ta’ala.”

(Lihat: Fathul Bari jilid 5, hal. 127)

241015-1550
ref artikel muslim.or.id

Sesajen Persembahan Kepada Setan…

Orang yang membuat sesajen dan persembahan kepada laut atau gunung itu mengira bahwa tuhannya membutuhkan makan dan minum. Padahal Allah berfirman:

وَمَا خَلَقْتُ الْجِنَّ وَالإِنْسَ إِلَّا لِيَعْبُدُوْنِ. مَا أُرِيْدُ مِنْهُمْ مِنْ رِزْقٍ وَمَا أُرِيْدُ أَنْ يُّطْعِمُوْنِ . إِنَّ اللَّهَ هُوَ الرَّزَّاقُ ذُو الْقُوَّةِ الْمَتِيْنِ

Tidaklah Aku menciptakan jinn dan manusia kecuali agar beribadah kepada-Ku. Aku tidak menginginkan rezeki dari mereka tidak pula memberi-Ku makan. Sesungguhnya Allahlah Yang Maha Pemberi rezeki dan pemilik kekuatan yang dahsyat.
(Adz Dzariyat 55 – 57).

Sesajen dan persembahan laut atau sejenisnya hakikatnya adalah peribadahan kepada para setan. Mereka lakukan itu dalam rangka berlindung kepada setan dari bala dan bencana. Maka setanpun semakin menambah mereka kelelahan dengan sesajen-sesajen yang dianggap kurang ini dan itu.

Allah Ta’ala berfirman:

وَأَنَّهُ كَانَ رِجَالٌ مِنَ الْإِنْسِ يَعُوْذُوْنَ بِرِجَالٍ مِنَ الْجِنِّ فَزَادُوْهُمْ رَهَقًا

Dan sesungguhnya ada orang orang dari manusia yang berlindung kepada para jin, maka para jin itu semakin menambah mereka kesusahan.” (Al Jinn: 6)

Padahal para setan itu tidak mampu menolak adzab Allah sama sekali. Bahkan di hari kiamat mereka akan berlepas diri dari para pengikutnya.

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

Diantara Cara Menghalangi Manusia Dari Kebenaran…

Ketika Nabi Musa mendakwahi fir’aun kepada tauhid, Fir’aun mengungkit kesalahan nabi Musa yang telah lalu.

قَالَ أَلَمْ نُرَبِّكَ فِينَا وَلِيدًا وَلَبِثْتَ فِينَا مِنْ عُمُرِكَ سِنِينَ . وَفَعَلْتَ فَعْلَتَكَ الَّتِي فَعَلْتَ وَأَنتَ مِنَ الْكَافِرِينَ.

(Fir’aun berkata), “Bukankah kami dahulu yang membesarkanmu dari semenjak kecil dan tinggal bersama kami selama bertahun tahun ? Dan kamupun melakukan perbuatanmu yang telah kamu perbuat dan kamu termasuk orang-orang kafir ?” (Asy Syu’aro 18, 19)

Di zaman ini kitapun melihat cara yang didahului oleh fir’aun ini. 
Mereka berusaha mencari cari aib pembawa kebenaran lalu diviralkan agar manusia lari darinya.

Padahal sebaik apapun manusia pasti memiliki aib dan kesalahan. 
Namun demikianlah setan menghalang halangi manusia dari kebenaran.

Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc,  حفظه الله تعالى

Kematian Bukanlah Peristirahatan Terakhir…

Penyair berkata :

فَلَوْ أَنَّا إِذَا مِتْنَا تُرِكْنَا ** لَكَانَ الَموْتُ رَاحَة كُلِّ حَيٍ
ولكنّا إذا متنا بُعثنا ** ونُسأل بعده عن كل شيءٍ

Jikalau setelah mati kita dibiarkan…. Tentulah kematian adalah peristirahatan bagi setiap yang hidup…

Akan tetapi setelah mati kita akan dibangkitkan… Lalu kita akan ditanya tentang seluruh yang pernah kita lakukan…

Lakukanlah apa yang anda kehendaki… Ucapkanlah dan tulislah apa yang engkau sukai… Namun siapkanlah jawaban yang tepat atas segala pertanyaan pada persidangan akhirat….

Kematianmu bukanlah awal peristirahatanmu akan tetapi awal dari pertanggung jawabanmu !

Ustadz DR. Firanda Andirja MA, حفظه الله تعالى

 

da181014-1409

HAL-HAL Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN – Penghalang Ke-9

Dari kitab yang berjudul “Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
PEMBAHASAN SEBELUMNYA (Penghalang yang ke 8) bisa di baca di SINI

=======

🌿 Penghalang yang ke 9 🌿

Penghalang yang ke 9… yang menghalangi seseorang dari kebenaran :

⚉   ااكبر… yaitu sombong, dimana sombong adalah merupakan penghalang iblis untuk ta’at kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala.

⚉   Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata dalam kitab Naqdul Mantiq hal 27

Oleh karena itu kamu dapati orang yahudi itu ngeyel diatas kebatilan mereka… (kenapa ?) Karena di hati mereka ada kesombongan, kedengkian dan kerasnya hati dan hawa nafsu yang lainnya.

Adapun orang-orang yang berpegang pada Al Haq, mereka orang yang paling tawadhu, paling mudah menerima kebenaran dan menuduh jangan-jangan mereka (sendiri) yang salah, dan paling semangat mencari kebenaran.

Makanya mereka tidak merasa sulit untuk merujuk atau mengkoreksi kembali pendapat-pendapat mereka (barangkali mereka yang salah).

Dia selalu – pencari kebenaran – merasa jangan-jangan saya di atas kesalahan, kemudian dia terus mencari hujjah, dalil, kalau ternyata dia diatas kesalahan, mudah bagi dia untuk meninggalkan kesalahan dan berpegang kepada kebenaran.

وما أكثر الأقو ال الَّتِي نز ع عنها المتقو ن لَما ظهر لَهم ضعفها، وما حَملهم الكبر على اﻹصرار على الباطل

Berapa banyak, (kata beliau) orang-orang yang telah jelas kepadanya kelemahan pendapatnya, ternyata tidak mau rujuk, tidak mau meninggalkannya, karena ada kesombongan di hatinya.

و خشية أن يُظن بِهم النقص

Dan dia khawatir, kalau ia berubah pendapatnya, dianggap ilmunya kurang atau mengurangi kewibawaannya dan yang lainnya, padahal kalau kita mau rujuk kebenaran itu lebih terpuji, daripada mempertahankan kebatilan demi hanya karena mempertahankan kedudukan.

⚉   Syaikhul Islam Ibnu Taimiyah rohimahullah berkata

Berpindahmya seseorang dari satu pendapat ke pendapat yang lain karena telah jelas kepada dia kebenaran, itu terpuji. Berbeda kalau ia ngeyel diatas pendapat yang tidak ada hujjahnya sama sekali. Dan ia tinggalkan pendapat yang sudah jelas hujjahnya kuat. Maka ini jelas, maka ini tercela (Dalam Al Fatawa Al Kubro jilid 5 hal 125)

Sombong itu menjadikan pelakunya tertipu. Dia merasa dirinya telah kokoh ilmunya, dia merasa telah tinggi kedudukannya, sehingga akhirnya untuk merujuk kepada kebenaran sulit sekali.

⚉   Kata Imam Assyatibii rohimahullah :

Orang-orang pengikut hawa nafsu itu, kalau sudah hawa nafsunya kokoh di hati mereka, mereka sudah tidak peduli lagi. Mereka tidak akan pernah lagi merujuk atau memeriksa pendapat-pendapat mereka lagi.

Tidak akan pernah menuduh pendapatnya salah atau tidak. Yang jelas karena itu yang sesuai dengan hawa nafsu mereka.
Itulah yang di pegang kuat-kuat, tidak peduli lagi setelah itu apakah pendapatnya kuat atau lemah.

👉🏼   Maka dari itulah kewajiban kita adalah untuk senantiasa tunduk kepada kebenaran, dan rujuk kepada kebenaran kalau memang kita nyata diatas kesalahan atau kelemahan pendapat.

👉🏼   Berapa banyak orang yang terhalang dari kebenaran, karena ia merasa angkuh, merasa bangga dengan akalnya, dengan kedudukannya, dengan kepintarannya, dengan kecerdasannya, dengan titelnya dan yang lainnya.

‎نسأل الله السلامة والعافية

Kita memohon kepada Allah keselamatan.
.
.
Wallahu a’lam 🌴
.
.
Ustadz Abu Yahya Badrusalam Lc, حفظه الله تعالى.
.
Dari kitab yang berjudul Showarif ‘Anil Haq“, tentang Hal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari Kebenaran, ditulis oleh Syaikh Hamd bin Ibrohim Al Utsman, حفظه الله تعالى.
.
Silahkan bergabung di Telegram Channel dan Facebook Page :
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://www.facebook.com/aqidah.dan.manhaj/

Artikel TERKAIT :
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Showarif ‘Anil HaqHal-Hal Yang Bisa Memalingkan Seseorang Dari KEBENARAN
⚉   PEMBAHASAN LENGKAP – Al IshbaahManhaj SALAF Dalam Masalah TARBIYAH dan PERBAIKAN

Nasihat Ibnu Hibban Rohimahullah – Wajib Mempelajari Ilmu Yang Utama

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini) :

Dari pembahasan Kitab Roudhotul Uqola wa Nuz-hatul Fudhola (Tamannya Orang-Orang Yang Berakal dan Tamasya-nya Orang-Orang Yang Mempunyai Keutamaan) karya Abu Hatim Muhammad Ibnu Hibban al Busty rohimahullah.

ARTIKEL TERKAIT :
Kumpulan Artikel – Nasihat Ibnu Hibban rohimahullah…

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Bolehkah Mendo’akan Keburukan Bagi Orang Yang Pernah Berbuat Zholim..?

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

LPP – Peduli Gempa dan Tsunami – 13 s/d 17 Oktober 2018

Bismillahirrohmaanirrohiim…
.
Assalamu’alaykum warohmatullahi waborakatuh…
.
UPDATE – REKENING PEDULI GEMPA dan TSUNAMI
.
Jumlah dana yang terkumpul di rekening hingga Rabu siang 17 Oktober 2018, adalah sekitar Rp. 159 juta, dan dari jumlah tersebut telah disalurkan sebesar Rp. 85 juta dalam bentuk makanan/minuman, pakaian baru dan lain-lainnya.
.
Sisa dana di rekening sebesar Rp. 74 juta akan digunakan secara bertahap sesuai dengan kebutuhan di Posko-Posko pengungsi yang masih tersebar di wilayah Palu, Donggala dan pesisir barat Teluk Palu.
.
Bagi yang ingin infaq untuk para pengungsi, silahkan transfer ke rekening :
.
Bank Syariah Mandiri
748 000 5559
a.n. Al Ilmu Dana Sosial
(Kode bank 451)
.
.
PENYALURAN HARTA RIBA DAN SYUBHAT
.
Untuk informasi, kami juga menerima penyaluran harta Riba dan Syubhat (Rib-hat) melalui rekening :

Bank Syariah Mandiri
748 000 6668
a.n. Al Ilmu Ribhat
(Kode bank 451)

Konfirmasikan transfer Anda, baik itu infaq ataupun harta riba/syubhat melalui WA ke nomor:
0838-0662-4622
.
Dengan format:
PeduliSulTeng#Nama#TanggalTransfer#JumlahTransfer
Atau…
Riba-syubhat#Nama#Tanggal Transfer#JumlahTransfer
.
Atas waktu dan perhatiannya, kami ucapkan jazaakumullahu khoyron
.
Admin BBG / WA Al Ilmu
Menebar Cahaya Sunnah
.
______
🌐 https://bbg-alilmu.com

⚉ LPP hingga AHAD, 30 September 2018, Lihat di SINI
LPP hingga SENIN, 1 Oktober 2018, Lihat di SINI
⚉ LPP hingga SELASA, 2 October 2018, Lihat di SINI
⚉ LPP hingga RABU, 3 October 2018,  Lihat di SINI
⚉ LPP hingga KAMIS, 4 October 2018,  Lihat di SINI
⚉ LPP hingga JUM’AT, 5 October 2018,  Lihat di SINI
⚉ LPP hingga SABTU, 6 October 2018,  Lihat di SINI
⚉ LPP hingga AHAD dan SENIN, 7 dan 8 October 2018,  Lihat di SINI
⚉ LPP hingga SELASA dan RABU, 9 dan 10 October 2018,  Lihat di SINI
⚉ LPP hingga KAMIS dan JUM’AT, 11 dan 12 October 2018,  Lihat di SINI
⚉ LPP dari SABTU hingga RABU, 13 s/d 17 October 2018,  hingga pukul 13:00 WIB, Lihat di bawah.

Bolehkah Membenci Seorang Muslim Karena Sikapnya Yang Kerap Meremehkan Orang Lain..?

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Nasihat Bagi Orangtua Yang Kerap Menceritakan Keberhasilan Anaknya…

Simak penjelasan Ustadz Abu Yahya Badrusalam, Lc حفظه الله تعالى berikut ini : (tunggu hingga audio player muncul dibawah ini:

Ikuti terus Telegram channel :
https://t.me/bbg_alilmu
https://t.me/aqidah_dan_manhaj
https://t.me/kaidah_ushul_fiqih

Menebar Cahaya Sunnah