Pahala Membiayai Penuntut Ilmu

Syaikh Muhammad bin Sholih al-Utsaimin rohimahullahu Ta’ala berkata,

أن كل من أعان شخصاً في طاعة الله فله مثل أجره،

Barang siapa yang membantu seseorang dalam menunaikan ketaatan kepada Allah Subhanahu wa Ta’ala, maka dia akan mendapatkan pahala sebagaimana orang tersebut.

فإذا أعنت طالب علم في شراء الكتب له،

Apabila engkau menolong seorang penuntut ilmu dengan membelikan buku-buku baginya,

أو تأمين السكن،

atau menyediakan asramanya,

أو النفقة،

atau memberi infak kepadanya (membiayainya),

أو ما أشبه ذلك،

atau yang semisal dengannya,

فإن لك أجراً أي مثل أجره،

maka engkau akan mendapatkan pahala, yakni pahala semisal (yang didapat) oleh penuntut ilmu tersebut.

من غير أن ينقص من أجره شيئاً

tanpa mengurangi pahalanya sedikitpun.

(Syarh Riyadhush Sholihin 2/375)

Agar Dapat Meraih Puncak Keimanan

Mu’adz bin Jabal rodhiyallahu ‘anhu berkata,

لا يبلغ عبد ذرى الإيمان حتى يكون التواضع أحب إليه من الشرف وما قل من الدنيا أحب إليه مما كثر ويكون من أحب وأبغض في الحق سواء يحكم للناس كما يحكم لنفسه وأهل بيته

Seorang hamba tidak akan sampai pada puncak keimanan hingga dia :

– lebih menyukai sifat rendah hati daripada ketenaran,

– lebih menyukai apa yang sedikit dari dunia daripada yang banyaknya,

– memperlakukan orang yang dia sukai dan yang dia benci, sama di hadapan kebenaran, dan

– menerapkan hukum terhadap manusia sebagaimana dia terapkan terhadap dirinya sendiri dan keluarganya.

(Az-Zuhd Libnil Mubarak 2/52)

Nasehat Penting

Sahabat mulia Umar bin al-Khoththob rodhiyallahu ‘anhu berkata,

لا تكلم فيما لايعنيك؛ واعرف عدوك؛ واحذر صديقك إلا الأمين، ولا أمين إلا من يخشى الله؛ ولا تمش مع الفاجر فيعلمك من فجوره ولا تطلعه على سرك؛ ولا تشاور في أمرك إلا الذين يخشون الله عز وجل.

1. Janganlah engkau berbicara sesuatu yang tidak ada faedahnya.

2. Kenalilah musuhmu.

3. Berhati-hatilah terhadap temanmu kecuali yang terpercaya (amanah), dan tidak ada orang terpercaya kecuali yang takut kepada Allah subhanahu wa ta’ala.

4. Janganlah engkau berjalan (berteman) dengan orang yang jelek (pelaku maksiat) karena dia akan mengajarimu kejelekan tersebut.

5. Jangan pula engkau beritahu rahasiamu kepadanya.

6. Janganlah engkau bermusyawarah tentang suatu urusan kecuali dengan orang-orang yang takut kepada Allah ‘azza wa jalla.

(Shifatu ash-Shofwah 1/149)

Rasa Harap Yang Sebenarnya

Al Imam Ibnul Qoyyim (w. 751 H) rahimahullahu Ta’ala berkata,

فمن كان رجاؤه هاديا له إلى الطاعة و زاجرا له عن المعصية فهو رجاء صحيح و من كانت بطالته رجاء و رجاؤه بطالة و تفريطا فهو المغرور.

Siapa saja yang rasa harapnya membimbingnya untuk berbuat ketaatan dan menjauhkannya dari kemaksiatan, maka ini adalah bentuk rasa harap yang benar.

Namun siapa saja yang kemaksiatannya sebagai harapan dan harapannya itu menyebabkan ia berani untuk berbuat dosa serta menyia-nyiakan kesempatan untuk beramal, maka dia adalah orang yang tertipu.

و مما ينبغى أن يعلم أن من رجا شيئا استلزم رجاؤه ثلاتة أمور: أحدها محبة ما يرجوه الثانى خوفه من فواته الثالث سعيه فى تحصيله بحسب الإمكان.

Termasuk perkara yang semestinya disadari, bahwa siapa yang berharap akan sesuatu, mesti di dalamnya ada tiga perkara :

1. Mencintai yang dia harapkan.

2. Khawatir hilangnya sesuatu yang dia harapkan.

3. Berusaha untuk menggapai yang dia harapkan semaksimal mungkin.

و أما رجاء لا يقارنه شيء من ذلك فهو من باب الأمانى و الرجاء شيء و الأمانى شيء آخر فكل راج خائف.

Adapun rasa harap yang tidak diiringi oleh salah satu dari perkara ini, maka itu hanyalah adalah bentuk angan-angan belaka.

Rasa harap adalah sesuatu sedangkan angan-angan adalah sesuatu yang lain. Dan setiap orang yang berharap, pasti dia akan khawatir.

(Al Jawaabul Kafi – 63-64)

Do’a Memohon Keluasan Rezeki

Dari sahabat Abdullah bin Mas’úd rodhiyallahu ‘anhu, beliau berkata,

ضَافَ النَّبِيُّ صَلَّى اللهُ عَلَيْهِ وَسَلَّمَ، فَأَرْسَلَ إِلَى أَزْوَاجِهِ يَبْتَغِي عِنْدَهُنَّ طَعَامًا، فَلَمْ يَجِدْ عِنْدَ وَاحِدَةٍ مِنْهُنَّ، فَقَالَ: «اللهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ وَرَحْمَتِكَ؛ فَإِنَّهُ لَا يَمْلِكُهَا إِلَّا أَنْتَ» ، فَأُهْدِيَتْ إِلَيْهِ شَاةٌ مَصْلِيَّةٌ، فَقَالَ: «هَذِهِ مِنْ فَضْلِ اللهِ، وَنَحْنُ نَنْتَظِرُ الرَّحْمَةَ»

“Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam kedatangan tamu, maka beliau mengirim utusan kepada istri-istrinya untuk mencari makanan. Namun ternyata tidak ada makanan sama sekali pada seorangpun dari istri-istrinya. Maka beliau berdo’a,

اَللَّهُمَّ إِنِّي أَسْأَلُكَ مِنْ فَضْلِكَ وَرَحْمَتِكَ، فَإِنَّهُ لاَ يَمْلِكُهَا إِلاَّ أَنْتَ

ALLAAHUMMA INNII AS-ALUKA
MIN FADHLIKA WA ROHMATIKA
FA-INNAHU LAA YAMLIKUHAA
ILLAA ANTA

“Ya Allah, aku memohon kepada-Mu tambahan karunia-Mu dan rahmat-Mu, karena sesungguhnya tidak ada yang memilikinya kecuali Engkau..”

Lalu Nabi shollallahu ‘alayhi wasallam mendapat hadiah seekor kambing panggang. Maka beliau berkata,

هَذِهِ مِنْ فَضْلِ اللهِ، وَنَحْنُ نَنْتَظِرُ الرَّحْمَةَ.

“Ini termasuk karunia Allah, dan kita sedang menanti rahmat-Nya..”

(HR. At Thobroni dalam Al-Mu’jam Al-Kabiir no. 10379) dan dishohihkan oleh syaikh al-Albani dalam Silsilah Ash-Shohiihah, jilid: 4/hal. 57 no. 1543.

Bekal Berharga Bagi Manusia

Ibnul Jauzi (w. 597 H) rohimahullahu Ta’ala berkata,

فَإِنِّي رَأَيْتُ الْعُمْرَ بِضَاعَةً لِلآدَمِيِّ، فَعَجِبْتُ مِنْ تَفْرِيطِ النَّاسِ فِيهِ، كَأَنَّهُمْ مَا عَلِمُوا أَنَّ الدُّنْيَا مَيْدَانُ شِقَاقٍ، وَأَنَّ غَايَةَ الْعُمْرِ الْغَايَةُ، إِلا أَنَّ التَّفَاضُلَ فِي السِّبَاقِ عَلَى مِقْدَارِ الْهَمِّ، وَتَفَاوُتَ الْهِمَمِ عَلَى قَدْرِ الإِيمَانِ بِالآخِرَةِ، فَمَنْ صَدَقَ يَقِينُهُ جَدَّ، وَمَنْ تَيَقَّنَ طُولَ الطَّرِيقِ اسْتَعَدَّ، وَمَنْ قَلَّتْ مَعْرِفَتُهُ تَثَبَّطَ، وَمَنْ لَمْ يَعْرِفِ الْمَقْصُودَ تَخَبَّطَ.

Sesungguhnya aku melihat bahwa umur merupakan bekal berharga bagi manusia.

Maka dari itu aku heran melihat sikap manusia yang menelantarkannya, seakan-akan mereka tidak mengerti bahwa dunia merupakan medan yang sulit, dan maksud utama dari umur adalah tujuan akhir.

Hanya saja manusia bertingkat-tingkat dalam berlomba (meraih kebahagiaan akhirat) sesuai kadar niatnya, dan semangat yang berbeda sesuai kadar keimanan kepada hari akhir.

Maka :
– siapa yang jujur keyakinannya, dia akan bersungguh-sungguh, dan
– siapa yang menyakini akan perjalanan yang panjang, dia pasti melakukan persiapan, dan
– siapa yang pengetahuannya sedikit maka dia akan lambat, dan
– siapa yang tidak mengetahui tujuan hidupnya, maka tidak akan terarah jalan hidupnya.

(Hifzhul ‘Umur – Ibnul Jauzi : 30)

Diantara Keutamaan Hari Jum’at

● Al-Imam Ibnul Qoyyim rohimahullahu Ta’ala berkata,

فـيوم الجمـعة يـوم عـبادة ، وهـو فـي الأيـام كشـهر رمضـان فــي الشـهور ، وسـاعة الإجـابة فيـه كليلـة الـقدر في رمـضان

“Hari Jum’at adalah hari ibadah , dia dibandingkan hari-hari yang lain seperti bulan Ramadhan dibandingkan bulan-bulan yang lainnya dan waktu pengabulan do’a padanya seperti malam Lailatul Qadar pada bulan Ramadhan..”

(Zadul Ma’ad – 1/398)

● Asy-Syaikh Sholih Al-Fauzan hafizhahullahu Ta’ala berkata,

يـوم الجمـعة فيـه فضـل عظيـم :
فهـو سـيد اﻷيـام وهـو عيـد اﻷسبـوع .وقـد اختـاره الله لهـذه اﻷمـة . وأضـل عـنه مـن كـان قـبلها مـنن اﻷمـم : فلليـهود يـوم السـبت .وللنـصارى يـوم الأحـد .فـيوم الجمـعة هـو أفـضل اﻷيـام .

Hari Jum’at memiliki keutamaan yang agung yaitu,

1. Merupakan hari yang paling mulia
2. Hari raya dalam sepekan
3. Allah Ta’ala memilihnya untuk umat Islam ini dan telah dipalingkan dari hari tersebut umat yang sebelumnya, yakni hari raya kaum Yahudi pada hari Sabtu dan kaum Nasrani pada hari Ahad. Hari Jum’at adalah hari yang paling utama.

Rosulullah shollallahu ‘alaihi wasallam bersabda,

خيرُ يومٍ طلعت عليه الشَّمسُ ، يومُ الجمعةِ . فيه خُلِق آدمُ . وفيه أُدخل الجنَّةَ . وفيه أُخرج منها . ولا تقومُ السَّاعةُ إلَّا في يومِ الجمعةِ

“Sebaik-baik hari dimana matahari terbit adalah hari Jum’at. Pada hari Jum’at Adam diciptakan, pada hari itu dia dimasukkan ke dalam surga dan pada hari Jum’at itu juga dia dikeluarkan dari Surga. Hari Kiamat tidaklah terjadi kecuali pada hari Jum’at..” (HR. Muslim nomor : 854)

(Tashilul Ilmam – 1/hal,501)

Introspeksi Sebelum Tidur Malam

Al Imam Ibnul Qoyyim rohimahullahu Ta’ala berkata,

ومن أنفعها أن يجلس الرجل عندما يريد النوم لله ساعة يحاسب نفسه فيها على ما خسره وربحه في يومه ثم يجدد له توبة نصوحا بينه وبين الله فينام على تلك التوبة ويعزم على أن لا يعاود الذنب إذا استيقظ ويفعل هذا كل ليلة فإن مات من ليلته مات على توبة وإن استيقظ استيقظ مستقبلا للعمل مسرورا بتأخير أجله حتى يستقبل ربه ويستدرك ما فاته وليس للعبد انفع من هذه النومة ولا سيما إذا عقب ذلك بذكر الله واستعمال السنن التي وردت عن رسول الله عند النوم

Diantara amalan paling bermanfaat adalah seseorang duduk sesaat ketika ia hendak tidur untuk introspeksi diri, apa saja kerugian dan keuntungan yang ia dapat pada siang harinya. Sehingga dia bisa memperbaharui taubat yang jujur antara dirinya dengan Allah.

Kemudian dia tidur dalam keadaan telah bertaubat .. dan hendaknya dia bertekad untuk tidak mengulangi dosanya kembali setelah ia bangun tidur.

Hendaknya amalan ini dikerjakan setiap malam, karena seandainya dia meninggal pada malam itu, maka dia meninggal dalam keadaan bertaubat.

Jika terbangun dari tidurnya, maka dia bangun dalam keadaan semangat untuk beramal dan bergembira karena umurnya masih tersisa, sehingga ketika ia berjumpa dengan Robbnya, ia pun dapat mengejar kebaikan-kebaikan yang terluput dari dirinya.

Tidak ada sesuatu yang lebih bermanfaat bagi hamba dari tidur yang seperti ini. Terlebih jika hal itu diiringi dengan dzikir kepada Allah (sebelum tidur) dan mengerjakan amalan-amalan sunnah sebelum tidur yang disebutkan dari Rosulullah sholallahu ‘alaihi wasallam.

(Ar Ruuh – 79)

=======
MENGAPA ADA BANYAK DZIKIR SEBELUM TIDUR..?

simak video penjelasan ringkasnya dan silahkan download beberapa poster dzikir dan do’a sebelum tidur dalam artikel berikut ini :

https://bbg-alilmu.com/archives/39314

Bukber Puasa Asyuro 1446 H & Puasa Arofah 1445 H

PUASA AROFAH 1445 H & PUASA ASYURO 1446 H

1. SELESAI PUASA ASYURO :
– TAHAP 1 : 1,000 porsi
– TAHAP 2 : 200 porsi
– TAHAP 3 : 200 porsi
– TAHAP 4 : 200 porsi
– TAHAP 5 : 200 porsi
– TAHAP 6 : 200 porsi
– TAHAP 7 : 140 porsi

sekitar 2,140 porsi ifthor (makanan dan minuman) untuk buka puasa bersama santri, asaatidzah dan jama’ah masjid di lombok timur. Tidak ada batas minimal nilai partisipasi, namun bila hendak berpartisipasi per porsi, nilainya saat ini Rp. 25.000/porsi. Dokumentasi kegiatan bukber :

SALDO IFTHOR PUASA ASYURO :
● 13 Juli – pkl. 13.00 wib   : Rp. 47.6 Juta
● tambahan partisipasi.      : Rp.  5.9 Juta
● 14 Juli – pkl. 21.00 wib   : Rp. 53.5 Juta

—————————–

2. SELESAI PUASA AROFAH :
– TAHAP 1 = 1,200 porsi
– TAHAP 2 = 300 porsi
– TAHAP 3 = 300 porsi
– TAHAP 4 = 700 porsi
– TAHAP 5 = 100 porsi
– TAHAP 6 = 150 porsi
– TAHAP 7 = 250 porsi

Alhamdulillah dengan izin Allah, sekitar 3,000 porsi (makanan dan minuman) telah dihidangkan untuk buka puasa bersama sekitar 3,000 kaum muslimiin di 10 masjid di lombok timur .. Tidak ada batas minimal nilai partisipasi, namun bila hendak berpartisipasi per porsi, nilainya saat ini Rp. 25.000/porsi ..  Insya Allah batas akhir partisipasi : JUM’AT MALAM TGL 14 JUNI 2024 PKL. 20.00 WIB

SALDO IFTHOR PUASA AROFAH :
● 14 Juni – pkl. 13.00 wib   : Rp. 67.8 Juta
● tambahan partisipasi.      : Rp.    7.2 Juta
● 15 Juni – pkl. 05.00 wib   : Rp. 75.0 Juta
—————————–

Nabi shollallahu ‘alayhi wa sallam bersabda (yang artinya),

1. “Puasa Arofah (9 Dzulhijjah) dapat menghapuskan dosa setahun yang lalu dan setahun akan datang. Puasa Asyuro (10 Muharram) akan menghapuskan dosa setahun yang lalu.” [HR. Muslim no. 1162].

2. “Siapa yang memberi makan orang yang berpuasa, maka baginya pahala seperti orang yang berpuasa tersebut, tanpa mengurangi pahala orang yang berpuasa itu sedikit pun juga.” [HR. Tirmidzi no. 807]

3. “Setiap orang akan berada di bawah NAUNGAN SEDEKAH-nya hingga diputuskan hukum antara manusia..”

Yazid berkata, “Abul Khair tidak pernah melewati satu haripun melainkan ia bersedekah dengan sesuatu walaupun hanya dengan sebuah kue ka’kah atau lainnya.” [HR. Ahmad – dishohihkan oleh Syaikh al Albani]

FAQ :
Menghadiahkan Pahala Sedekah Untuk Teman Karib Yang Sudah Meninggal
Siapa Saja Dari Ummat Islam Yang Bisa Dihadiahkan Pahala Sedekah..?
================

jazaakumullahu khoyron kepada para muhsinin/donatur .. silahkan share ke kerabat, teman, dll karena terdapat juga pahala bagi orang yang menunjukkan jalan kebaikan.

Nabi shollallahu ’alayhi wa sallam bersabda:

.من دَلَّ على خيرٍ فله مثلُ أجرِ فاعلِه.

“Barangsiapa yang menunjuki kepada kebaikan maka dia akan mendapatkan pahala seperti pahala orang yang mengerjakannya” [ HR. Muslim no. 1893 ]

Semoga Allah ‘azza wa Jalla senantiasa mudahkan urusan kita bersama… Aaamiiin

Perbedaan Pergaulan Antara Mukmin Dan Munafik

Seorang ahli hikmah berkata,

المؤمن من يعاشرك بالمعروف ويدلك على صلاح دينك ودنياك. والمنافق من يعاشرك بالمماذعة ويدلك على ما تشتهيه. والمعصوم من فرق بين الحالين.

Seorang mukmin adalah orang yang :
– bergaul denganmu dengan cara yang baik,
– menunjukimu kepada kebaikan dunia dan akhirat.

Sedangkan orang munafik adalah orang yang :
– bergaul denganmu dengan (pujian palsu dan dusta),
– menunjukimu pada apa yang engkau inginkan.

Dan orang yang terjaga, adalah yang bisa membedakan antara dua perkara tersebut.

(Adabul ‘Isyroh, hlm. 19)

Menebar Cahaya Sunnah